Anda di halaman 1dari 16

A.

KEGIATAN PRAKTIKUM I : EKOSISTEM


1. PERCOBAAN 1 : EKOSISTEM DARAT
a. Tujuan
Membandingkan komponen-komponen yang terdapat pada ekosistem darat alami dan buatan
b.
1.
2.
3.
4.

Alat dan bahan


Seperangkat alat tulis
Loup
Barometer
Lingkungan sekitar

a) Cara kerja
1. Menentukan ekosistem darat alami di sekitar tempat tinggal.
2. Kemudian mengamati komponen abiotiknya meliputi suhu udara,
pencahayaan, angin, jenis/warna tanah.
3. Untuk mengetahui suhu udara gunakan barometer, sementara untuk mengetahui keadaan
pencahayaan, angina, atau tanah dapat memperkirakan saja.
4. Mencatat semua data.
5. Setelah mengamati komponen abiotik perhatikan komponen biotiknya. Lalu mencatat semua
makhuk hidup yang ada di ekosistem.
6. Mulai mencatat jenis tumbuhan sebagai produsen yang ada.
7. Mencatat semua jenis hewan sebagai konsumen yang ditemui di ekosistem tersebut maupun
yang hanya singgah.
8. Mengamati hewan-hewan kecil yang mungkin terdapat di dalam tanah, sela-sela daun/batang.
9. Sebagai pembanding kami menentukan ekosistem darat buatan yang ada disekitar tempat
tinggal
10. Membuat kesimpulan umum tentang perbedaan pada kedua tipe ekosistem tersebut.
b) Dasar Teori
Tingkat organisasi makhluk hidup sesuai dengan tinjauan ekologi dimulai dari unit yang paling
kecil adalah individu yaitu makhluk tunggal suatu organisme, namun tidak ada makhluk hidup
yang dapat hidup sendiri, setiap makhuk hidup tergantung pada makhluk hidup lain dan factorfaktor abiotik dalam lingkungannya. Kemudian kumpulan dari individu yang sejenis atau spesies
yang sama disebut populasi,beberapa populasi makluk hidup yang sama membentuk komunitas,
komunitas dengan factor-faktor abiotiknya membentuk sesuatu kesatuan yang disebut ekosistem,
komponen ekosistem terdiri dari: factor-faktor abiotik, produsen, konsumen, pengurai dan
detritus. Ekosistem yang menempati lintang dan ketinggian tertentu dengan iklim yang khas
membentuk bioma.
Berbagai macam bioma di alam yaitu: hutan tropis, hutan gugur iklim sedang, taiga, tundra,
padang rumput dan gurun. Berbagai macam bioma menempati lapisan bumi dimana makluk

hidup masih dapat melangsungkan kehidupannya di sebut biosfer. Berbagai eksositem


memebentuk eksostemnya tersendiri menurut wilayah hidup, salah satunya adalah ekosisitem
darat yang terdiri atas komposisi ekosistem, ekosistem darat alami dalam proses terjadinya tidak
ada unsure campur tangan dari makhluk hidup lain yang komponen-komponen didalam
ekosistem darat buatan bisa diatur oleh manusia

c) Data Hasil pengamatan


Tabel 2.1.
Komponen abiotik ekosistem darat alami
No Komponen abiotik
1
Tanah
2
Udara
3
Cahaya
4
Angin
5
Air

Kondisi/keadaan
Kering
32 C
Redu, tidak panas
Semilir, perlahan
Keruh, tidak jernih

Tabel 2.2.
Komponen biotik ekosistem arat alami
No Jenis tumbuhan
1
Rumput
2
Pohon talok
3
Singkong
4
Pisang
5
Padi

Jenis hewan
Semut
Katak
Belalang
Ulat
Kucing

Tabel 2..3.
Komponen abiotik ekosistem darat buatan
No Komponen abiotik
1
Tanah
2
Udara
3
Cahaya
4
Angin
5
Air

Pengurai
Jamur
Bakteri

Kondisi/keadaan
Kering
32 C
Redp
Semilir
Keruh

Tabel .2.4.
Komponen biotik ekosistem darat buatan
No Jenis tumbuhan
1
Bunga kamboja
2
Evorbia
3
Akasia
4
Pohon mangga
5
Pohon palem

Jenis hewan
Burung
Kecapung
Kelelawar
Tikus
Ulat

Pengurai
Jamur
Bakteri

d) Analisis Data
Ekosistem adalah dimana pada suatu kawasan yang didalamnya terdapat unsure biotik (hidup)
dan abiotik (tak hidup) terjadi hubungan timbale balik antara unsure-unsur tersebut membentuk
system ekologi. Jadi ekosistem merupakan suatu fungsional dan structural dari lingkungan.
Ekosistem berdasarkan terjadinya bisa secara alami atau buatan.
e) Kesimpulan
Dari pengamatan pada lingkungan sekitar dapat disimpulkan bahwa peredaan ekosistem darat
alami dengan darat buatan yaitu dengan mengacu pada bentuk terjadinya. Jika pada ekosistem
darat alami dalam proses terjadinya tidak ada unsure campur tangan dari makhluk hidup lain
yang komponen-komponen didalam ekosistem darat buatan bisa diatur oleh manusia.
f) Pertanyaan
Menurut pendapat anda ekosistem manakah yang mempunyai jenis komponen biotik yang lebih
banyak? Mengapa demikian? Jelaskan secara singkat
g) Jawaban Pertanyaan
Menurut pendapat kelompok kami, Didalam ekosistem mempunyai jenis komponen yang
bermacam-macam, namun ekosistem yang mempunyai komponen biotik dengan jumlah yang
banyak adalah kosistem darat alami. Ditinjau dari data yang diperoleh, jumlah yang lebih banyak
adalah eosistem darat alami. Hal ini dapat dicontohkan pada kosistem hutan. Hutan mempunyai
omponen biotic yang banyak dan hewannya mempunyai berbagai jenis dan bermacam spesies.

MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA


KP 1

EKOSISTEM
1. EkosistemDarat
I.
II.
1)
2)
3)
4)

Tujuan
Membandingkan komponen yang terdapat pada ekosistem darat alami dan buatan.
AlatdanBahan
Alat Tulis
Kaca pembesar
Barometer
Lingkungan sekitar

III.
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Cara Kerja
Menentukan Ekosistem darat alami di sekitar tempat tinggal
Mengamati komponen abiotik meliputi suhu udara, pencahayaan, angin dan jenis/warna tanah
Mencatat data pada tabel dalam lembar kerja
Mengamati komponen biotik, meliputi makhluk hidup yang ada di sekitar
Mencatat jenis tumbuhan sebagai produsen yang ada dengan nama latinnya
Mencatat hewan yang ada, baik yang tetap maupun yang singgah, termasuk hewan-hewan yang
berukuran kecil
7) Mencatat data pada lembar kerja
8) Membuat kesimpulan umum tentang perbedaan pada kedua system tersebut.

IV.

V.

DasarTeori
Semua organism yang hidup di alam harus berinteraksi baik dengan lingkungannya
(alam). Organisme hidup dalam sebuah system yang ditopang oleh berbagai komponen yang
saling berhubungan dan saling berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ekosistem merupakan hubungan timbale balik antara komponen biotic dengan komponen
abiotik.
Komponen biotic terdiri dari makhluk hidup yang hidup di ekosistem tersebut. Sedangkan
komponen abiotik meliputi udara, air, dan tanah. Ekosistem juga dibagi menjadi 2 yaitu
ekosistem alami dan buatan.
HasilPengamatan
Tabel.Komponen abiotik ekosistem darat alami
No
.
1
2
3
4
5

Komponanabiotik

Kondisi/keadaan

Suhu
Cahaya
Angin
Tanah
Air

20C
Cukup
Semilir
Subur
SangatCukup

Tabel. Komponen Biotik ekosistem alami

No
.

Jenis Tumbuhan

Jenis Hewan

Pengurai

Rumput Teki

Ular

Rayap

Pohon Pinus

BurungElang

Cacing

Rumut Ilalang

Belalang

Bakteri

Pegagan

Katak

Jamur

Pohon Beringin

Ulat

Tabel Komponen Abiotik Ekosistem Darat Buatan


No
.

Komponen abiotik

Kondisi/Keadaan

Angin

Semilir

Tanah

Kering

Air

Mengalir sedikit

Cahaya

Sangat Cukup

Suhu

27C

Komponen Biotik Ekosistem Darat Buatan

VI.

No
Jenis Tumbuhan
.

Jenis Hewan

Padi

Ayam Kampung

RumputPegagan

Burung

Bakteri

Gulma

Ulat

Jamur

RumputTeki

Katak

Pohonpisang

Tikus

Pengurai

Pembahasan
Hubungan timbale balik antara komponen biotic dan komponen abiotik yang terjadi pada
alam seperti pada hutan merupakan ekosistem darat alami. Hal ini sama sekali tidak ada campur
tangan manusia. Sedangkan pertumbuhan komponen biotiknya tidak dikendalikan oleh manusia.

GambarContohEkosistemAlami
Hubungan timbale balik anatar komponen biotic dan komponen abiotik yang terjadi di
sawah merupakan ekosistem buatan. .Dimana disitu terdapat unsure campur tangan manusia
diantaranya adalah dalam menentukan jenis komponen biotic dan jumlah populasi komponen
biotiknya.

Gambar Contoh Ekosistem Buatan


Kesimpulan
Ekosistem darat alami dan buatan memiliki komponen abiotik yang sama, ada air, tanah
dan udaranya. Hanya berbeda pada komponen biotiknya. Ekosistem darat alami tidak
dikendalikan jumlah populasinya. Atau biasa dikatakan penyusun Ekosistem darat alami lebih
lengkap dibandingkan ekosistem darat buatan.
VIII.
JawabanPertanyaan
VII.

Komponen biotic pada ekosistem darat alami lebih banyak dibandingkan dengan
ekosistem darat buatan. Karena Ekosistem darat alami jumlah populasi, dan jenis makhluk
hidupnya tidak dikendalikan oleh manusia.
2. Ekosistem Perairan
I.
II.
1)
2)
3)
4)

Tujuan
Mengamati komponen-komponen yang terdapat dalam ekosistem perairan
Alat dan Bahan
Alat tulis
Kaca Pembesar
Barometer
Termometer

III.
1)
2)
3)
4)

Cara Kerja
Menentukan satu ekosistem buatan
Mengamati komponen abiotiknya
Mengamati komponen biotiknya
Membuat kesimpulan secara singkat

IV.

DasarTeori
Ekosistem merupakan hubungan timbale balik antara komponen abiotik dengan
komponen biotik. Ekosistem dibagi menjadi 2 :
Ekosistem Darat, yaitu hubungan timbale balik antara komponen abiotik dengan komponen
biotik yang terjadi di lingkungandarat. Contoh : Sawah, Hutan Dan Taman
Ekosistem Perairan, yaitu hubungan timbale balik antara komponen abiotik dengan komponen
biotik yang terjadi di perairan. Contoh :Kolam, Laut, Danau, dan lain-lain.
Kedua Ekosistem tersebut ada yang alami dan buatan.

V.

HasilPengamatan
Tabel. Komponen abiotik ekosistem perairan
No Komponen abiotik
.
1
Air
2
Udara
3
Cahaya

Kondisi/Keadaan
Jernih, mengalir
Cukup
Sangat Cukup

Tabel Komponen Biotik Ekosistem pengairan


No.

Jenis Tumbuhan

Jenis Hewan

Pengurai

1
2
3

Lumut

Ikan Lele
Ikan Mas
Ikan Nila

Bakteri
Mikrobia lainya

4
VI.

Katak

Pembahasan
Pada pengamatan diatas adalah pengamatan Ekosistem perairan Buatan, yaitu kolam
ikan. Maka komponen penyusunya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Ekosistem Perairan
Alami yang ada di laut.Komponen biotic pada ekosistem perairan dilaut jauh lebih kompleks,
ada berbagai jenis macam ikan dan species lainya.
Ekosistem perairan buatan umumnya hanya hewan-hewan air yang dibudidayakan oleh
pemiliknya untuk suatu alasan tertentu. Yang biasanya untuk pemenuhan kebutuhan atau hanya
sekedar hobi. Dibawah ini contoh ekosistem perairan buatan :

Gambar 2.3 Ekosistem perairan buatan


VII.

Kesimpulan
Ekosistem perairan buatan sangat terbatas jumlah komponen biotiknya. Jika ekosistem
darat komponen abiotik yang paling utama adalah tanah, maka ekosistem perairan komponen
abiotik yang paling utama adalah Air.
VIII.
JawabanPertanyaan
Perbedaan antara ekosistem darat dengan ekosistem perairan :
Komponen abiotik utama ekosistem darat adalah tanah, sedangkan komponen abiotik yang utama
pada ekosistem perairan adalah Air.
Penyusun komponen biotic pada ekosistem darat adalah Makhluk hidup yang hanya bisa bertahan
hidup di daratan, sedangkan penyusun komponen biotic paada ekosistem perairan merupakan
Makhluk hidup yang hidupnya di air dan ada pula makhluk hidup yang dapat hidup di darat dan
di air, yaitu hewan amfibi.

3. Rantai Makanan, Jaring-jaring Makanan dan Piramida Ekologi


I.

Tujuan
Menentukan rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida ekologi dalam
ekosistem darat dan ekosistem perairan.
II.
Atal dan Bahan
1) Alat tulis
2) Lingkungan sekitar
III.

Cara Kerja

1)
2)
3)
4)
5)
6)
1)
2)
3)
4)

Ekosistem darat:
Memperhatikan data pada tabel 2.2 dan 2.4. kemudian membuat bagan rantai makanan
Menentukan jenis hewan pertama sebagai konsumen
Membuat bagan rantai makanan
Membuat jaring-jaring makanan
Mengelompokkan Komponen biotiknya menurut tingkat trofiknya
Membuat bagan piramida ekologi
Ekosistem perairan :
Membuat bagan rantai makanan dan jaring-jaring makanan berdasarka tabel.2.6
Mengelompokkan komponen biotik ke dalam tingkat trofik
Membuat bagan piramida ekologi
Membuat kesimpulan mengenai rantai makanan

IV.

DasarTeori
Rantai makanan berasal dari organism autrotofik, yaitu berupa tumbuh-tumbuhan.
Organisme yang memakan tumbuhan disebut Herbivora (konsumen sekunder), yang memekan
herbivors disebut karnivora (konsumen sekunder) dan yang memakan konsumen sekunder adalah
konsumen tersier.
Tingkatan organism dalam rantai makanan disebut tingkat trofik. Tingkat trofik pertama
yaitu produsen (tumbuhan). Kumpulan dari beberapa rantai makanan disebut dengan jaringjaring makanan. Dengan kata lain rantai makanan yang saling menjalin dengan kompleks.
V.
Hasil Pengamatan
1) Ekosistem Darat
Rantai makanan 1 :
Rumput Ilalang
Belalang
Katak Burung
Rantai Makanan 2 :
Padi

Ulat

Daun

Belalang

AyamUlar

Rantai Makanan 3 :
KatakUlar

Bagan Jaring-jaring Makanan


TabelTingkat trofik komponen biotik pda ekosistem darat
No.

Tingkat Trofik

Pengurai

1
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Padi
Daun

Bakteri
Mikrobia
Belalang
Ulat
Tikus
Ayam
Katak
Burung
Ular

BaganPiramidaEkologipadaEkosistemDarat
2) EkosistemPerairan
Rantaimakanan1 :
Lumut
IkanLele

Manusia

Rantaimakanan2 :
Lumut

IkanNila

Manusia

Rantaimakanan3 :
Lumut

Ikan Mas

Manusia

Bagan Jaring-jaring Makanan pada Ekosistem Perairan


Tabel Tingkat Trofik biotic pada Ekosistem Perairan
\No.

1
2
3
4
5

Tingkat Trofik
1

Pengurai
2

Lumut

Bakteri
Ikan Mas
Ikan Lele
Ikan Nila
Manusia

Piramida ekosistem perairan

VI.

VII.

Pembahasan
Dalam Ekosistem ada rantai makanan yaitu hubungan makan dan dimakan antara
makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya. Sebuah Ekosistem akan seimbang dan terjaga
kelestariannya apabila jumlah produsen lebih banyak dibandingkan dengan Konsumen tingkat 1,
konsumen tingkat 1 harus lebih banyak dibandingkan dengan konsumen tingkat 2 dan
seterusnya. Struktur trofik tertinggi dari pengamatan di atas adalah Ular dan Burung Elang pada
Ekosistem darat. dan manusia pada ekosistem perairan.
Kesimpulan
Rantai makanan, jaring-jaring makanan ,dan piramida makanan merupakan satu kesatuan
berturut-turut yang tidak dapat di pisahkan. Dimana Rantai makanan adalah bagian dari jaringjaring makanan. Terbentuknya piramida ekologi karena adanya jaring- jarring makanan.

VIII.
JawabanPertanyaan
a) Komponen yang sama yang terdapat dalam ekosistem darat dan perairan adalah komponen
abiotik, yaitu air, tanah dan udara. Hanya saja pada ekosistem darat jumlah komponen airnya
lebih sedikit dibandingkan ekosistem perairan.
b) Ekosistem darat dan ekosistem perairan yang paling banyak komponen biotiknya adalah
ekosistem darat, karena jenis Makhluk hidupnya lebih kompleks.

DAFTAR PUSTAKA
Sumardi,yosaphat,dkk(2009).KonsepDasar IPA Di SD. Modul 5.Jakarta: Universitas Terbuka.
Ichan,M.dkk.(2001). IlmukesehatandanGizi.Jakarta :Universitas Terbuka.
Saktionon. 2006. Seribu Pena Biologi untuk SMA/MA Kelas XII. Erlangga. Jakarta

Apa Pengertian Ekosistem?


Pengertian Ekosistem | Selamat pagi, Istilah Ekosistem pertama kali dipopulerkan oleh A.G Tansley
(1935), sebelumnya, pengertian ekosistem disamakan dengan pengertian Bioconenosis oleh Karl
Mobius. S.A. Forbes (1887) menulis tentang mikrokosmos yang juga mempunyai definisi yang sama
dengan pengertian ekosistem. Ekosistem juga diartikan sebagai holocoen oleh Friedrichs (1930),
Thienemann (1939) sebagai biosistem, Vernadsky (1944) sebagai bioenert body.
Berikut beberapa pengertian ekosistem menurut para ahli :
A.G. Tansley (1935) Pengertian Ekosistem yaitu suatu unit ekologi (an ecological unit) yang didalamnya
terdapat struktur dan fungsi. Struktur yang dimaksudkan dalam definisi ekosistem tersebut adalah
berhubungan dengan keanekaragaman spesies (species diversity). Pada ekosistem yang strukturnya
kompleks, maka akan memiliki keanekaragaman spesies yang tinggi. Adapun fungsi yang dimaksudkan
dalam pengertian ekosistem menurut A. G. Tansley adalah berhubungan dengan siklus materi dan
arus energi melalui komponen komponen ekosistem.
Woodbury (1954) Pengertian Ekosistem adalah tatanan kesatuan secara kompleks di dalamnya
terdapat habitat, tumbuhan dan binatang yang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh,
sehingga semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran energi.
Pengertian ekosistem menurut Odum (1993), Ekosistem adalah unit fungsional dasar dalam ekologi
yang di dalamnya tercakup organisme dan lingkungannya (lingkungan biotik dan abiotik) dan di antara
keduanya saling memengaruhi. Ekosistem dikatakan sebagai suatu unit fungsional dasar dalam ekologi
karena merupakan satuan terkecil yang memiliki komponen secara lengkap, memiliki relung ekologi
secara lengkap, serta terdapat proses ekologi secara lengkap, sehingga dalam unit ini siklus materi dan
arus energi terjadi sesuai dengan kondisi ekosistemnya.
Berdasarkan UU Lingkungan Hidup tahun 1997, ekosistem merupakan tatatan kesatuan cara yang
utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Unsur unsur
lingkungan hidup baik unsur biotik maupun abiotik, baik makhluk hidup maupun benda mati, semuanya
tersusun sebagai satu kesatuan dalam ekosistem yang masing masing tidak bisa berdiri sendiri, tidak
bisa hidup sendiri, melainkan saling berhubungan, saling mempengaruhi, saling berinteraksi, sehingga
tidak dapat dipisah-pisahkan.

Ilustrasi Ekosistem | Pengertian ekosistem


Definisi Ekosistem menurut Soemarwoto (1983), ekosistem yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk
oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Tingkatan organisasi ini dikatakan
sebagai suatu sistem karena memiliki komponen komponen dengan fungsi berbeda yang terkoordinasi
secara baik sehingga masing masing komponen terjadi hubungan timbal balik. Hubungan timbal balik

terwujudkan dalam rantai makanan dan jaring makanan yang pada setiap proses ini terjadi aliran energi
dan siklus materi

Pengertian Ekosistem menurut pendapat A.G. Tansley adalah suatu unit ekologi yang di
dalamnya terdapat fungsi dan struktur. Struktur yang dimaksud dalam definisi ekosistem
tersebut adalah berhubungan dengan keanekaragaman spesies (species diversity). Pada
ekosistem yang memiliki struktur kompleks, maka akan memiliki keanekaragaman spesies
yang tinggi. Adapun fungsi yang dimaksud dalam pengertian ekosistem ini berhubungan
dengan siklus materi dan arus energi melalui komponen-komponen ekosistem.

Menurut Woodbury, Pengertian Ekosistem ialah tatanan kesatuan secara kompleks yag di dalamnya
terdapat habitat, tumbuhan dan binatang yang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh,
sehingga semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran energi.

Odum memberikan pendapatnya mengenai Pengertian Ekosistem adalah unit fungsional dasar dalam
ekologi yang di dalamnya tercakup organisme dan lingkungannya (lingkungan biotik dan abiotik) dan di
antara keduanya saling memengaruhi. Ekosistem disebut juga sebagai suatu unit fungsional dasar dalam
ekologi karena merupakan satuan terkecil yang memiliki komponen secara lengkap, terdapat proses
ekologi yang lengkap, memiliki relung ekologi yang lengkap, sehingga dalam unit ini siklus materi dan
arus energi terjadi sesuai dengan kondisi ekosistemnya.

Pengertian Ekosistem menurut Soemarwoto yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan
timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Tingkatan organisme ini dapat dikatakan
sebagai suatu sistem karena memiliki komponen-komponen dengan fungsi berbeda yang terkoordinasi
secara baik, sehingga pada masing-masing komponen terjadi hubungan timbal balik terwujudkan dalam
rantai makanan dan jaringan makanan yang pada setiap proses ini terjadi aliran energi dan siklus
materi.

Menurut UU Lingkungan Hidup Tahun 1997, Pengertian Ekosistem merupakan suatu tatanan kesatuan
secara menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Unsur-unsur
lingkungan hidu, baik unsur biotik maupun abiotik, benda mati maupun makhluk hidup, semuanya
tersusun sebagai satu kesatuan dalam sekosistem yang masing-masing tidak bisa hidup sendiri, tidak
bisa berdiri sendiri, melainkan saling berhubungan, saling berinteraksi, saling memengaruhi, sehingga
tidak dapat dipisahkan.
Semua ekosistem baik ekosistem teresterial (daratan) maupun ekosistem akuatik (perairan) terdiri
atas komponen yang dapat dikelompokkan berdasarkan segi trofik atau nutrisi dan segi struktur dasar
ekosistem. Pengelompokkan masing-masing komponen ekosistem dari tiap segi tersebut diuraikan di
bawah ini.

Berdasarkan atas segi struktur dasar ekosistem, maka dari itu dalam komponen ekosistem terdiri atas
dua jenis, yaitu :
1. Komponen biotik (komponen makhluk hidup), misalnya tumbuhan, binatang dan mikroba.
2. Komponen abiotik (komponen benda mati), misalnya air, tanah, udara dan energi.

Berdasarkan segi trofik atau nutrisi, maka suatu komponen biotik dalam ekosistem terdiri atas dua
jenis, antara lain :

1. Komponen Autotrofik (autotrophic)

Pengertian Komponen Autotrofik adalah organisme yang mampu menyediakan atau mensintesis
makanannya sendiri berupa bahan organik yang berasal dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan
klorofil dan energi utama berupa radiasi matahari. Oleh karenanya klorofil yang terkandung dalam
organisme termasuk ke dalam golongan autotrof dan pada umumnya ialah golongan tumbuhan. Pada
komponen autrofik terjadi pengikatan energi radiasi matahari dan sintesis bahan anorganik menjadi
bahan organik.

2. Komponen Heterotrofik (heterotrofhic)

Pengertian Komponen Heterotrofik adalah organisme yang hidupnya selalu memanfaatkan bahan
organik sebagai bahan makanannya, bahan organik yang dimanfaatkan itu disediakan oleh organisme
lain. Komponen heterotrofik memperoleh bahan makanan dari komponen autotrofik, yang kemudian
sebagian anggota komponen ini menguraikan bahan organik kompleks ke dalam bentuk bahan anorganik
yang sederhana. Oleh sebab itu dikatakan bahwa binatang, jamur, jasad renik termasuk kedalam
golongan komponen heterotrofik.

Sekian uraian dari saya mengenai pengertian ekosistem dalam biologi, semoga tulisan saya mengenai
pengertian ekosistem dalam biologi dapat bermanfaat.

Sumber : Buku dalam Penulisan Pengertian Ekosistem Dalam Biologi :


- Indriyanto, 2010. Ekologi Hutan. Yang Menerbitkan PT Bumi Aksara : Jakarta.