Anda di halaman 1dari 15

PEMBUATAN LARUTAN

Oleh :
KELOMPOK SATU :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

M. SYAHRAWI

NIM. 061530402117

NURUNNISA

NIM. 061530400335

TRY YULIARTI

NIM. 061530400336

SARI RIZKI

NIM. 061530400337

SHINTYA

NIM. 061530400339

VANDHITO RIZNA IKHWANDINATA

NIM. 061530400340

YUNI KHAIRUNNISA

NIM. 061530400341

YUNIA FRANSISCA

NIM. 061530400

KELAS : 1 KB
INSTRUKTUR : Ir. Hj. SOFIAH, M.T.

LABORATORIUM TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2015/2016

PEMBUATAN LARUTAN
I.

II.

TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa mampu :
1. Membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dari padatan dan cairan.
2. Membuat larutan dengan cara yang tepat dan benar.
3. Menggunakan peralatan dengan tepat dan benar.
DASAR TEORI
Satu tipe campuran yang paling sering dijumpai adalah larutan. Di alam, sebagian
besar reaksi berlangsung dalam larutan air. Suatu larutan adalah campuran homogen dari
molekul, atom ataupun ion dari dua zat atau lebih. Umumnya, larutan terdiri dari zat
terlarut (solut) dan zat pelarut (solven). Kuantitas relatif suatu zat tertentu dalam suatu
larutan disebut konsentrasi.
Konsentrasi larutan dapat berupa :
% w/w

= persen berat / berat

gram zat terlarut


100 gramlarutan

% w/v

= persen berat / volume

gram zat terlarut


100 ml larutan

% v/v

= persen volume / volume

gram zat terlarut


100 gramlarutan

= molaritas

mol zat terlarut


liter larutan

= normalitas

ekivalen zat terlarut


liter larutan

= molalitas

mol zat terlarut


Kg larutan

Larutan dapat dibuat dari zat asalnya yaitu :


a. Padatan
Jumlah zat terlarut (solute) yang dibutuhkan = M x V x BM
M = molaritas larutan , mol/liter
V = volume larutan , liter
BM = berat molekul zat , gr/mol
Jika larutan yang akan dibuat dalam % w/v maka, jumlah zat yang diperlukan : % w/v x V

b. Cairan
Jika larutan yang dibuat dari zat asalnya cairan, umumnya senyawa asam, basa,
organik, maka volume zat yang dibutuhkan ditentukan dari persamaan :
V1 x M1 = V2 x M2 atau V1 x N1 = V2 x N2
Keterangan :
V1
M1
N1
V2
M2
N2

=
=
=
=
=
=

volume awal
molaritas awal
normalitas awal
volume akhir
molaritas akhir
normalitas akhir

Molaritas awal di dapat dari :

Untuk % v/v :
M =

x p x 1000
BM

Untuk % w/v :
M =

x 1000
BM

Molaritas
Molaritas (M) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1000 gram pelarut.
Molaritas tidak bergantung pada temperatur, dan digunakan dalam bidang kimia,
fisika, teristimewa dalam sifat koligatif.
Normalitas
Normalitas menyatakan jumlah-jumlah ekuivalen zat terlarut dalam tiap liter
larutan. Ekuivalen zat dalam larutan bergantung pada jenis reaksi yang di dalam zat
itu, karena satuan ini dipakai dalam penyetaraan zat dalam reaksi.
III.

DAFTAR ALAT

IV.

V.

Kaca arloji
Spatula
Pengaduk
Gelas kimia 100 ml , 250 ml
Labu takar 100 ml, 250 ml
Botol aquadest

Corong gelas
Bola karet
Pipet ukur
Pipet tetes
Masker, kacamata, sarung tangan
Neraca analitik

DAFTAR BAHAN
HCl 6 M
HNO3 1M
CH3COOH 2 M
CuSO4 0,1 M
CaCl2 0,1 M
MnSO4 0,1 M
K4Fe(CN)6 0,5 M
KNO2 0,1 M
BaCl2 0,1 M

GAMBAR ALAT : (TERLAMPIR)

VI.
KESELAMATAN KERJA
Untuk mengambil zat pekat ( misalnya asam dan basa kuat ) menggunakan sarung
tangan, masker dan kacamata.
Sebelum larutan pekat dimasukkan ke dalam labu ukur, terlebih dahulu isi labu ukur
dengan air aquadest.
Lakukan pengenceran di lemari asam.

VII.
LANGKAH KERJA
a. Untuk zat asal padatan (pelarutan )
1. Menghitung jumlah zat yang diperlukan.
2. Menimbang zat tersebut dengan menggunakan kaca arloji.
3. Memasukkan zat ke dalam gelas kimia, menyemprot zat yang tertinggal dan
memilas dengan air demineral.
4. Mengaduk hingga semua zat terlarut ke dalam air.
5. Memindahkan larutan kedalam labu ukur yang sudah dipasang corong.
6. Memilas zat yang tertinggal dengan air demineral.
7. Menambahkan air dengan hati-hati sampai tanda batas.
8. Menutup labu ukur dengan mengocok bolak balik sampai larutan homogen.
9. Memindahkan ke dalam botol zat dan memberI label identitas zat (nama zat /
rumus kimia, konsentrasi, tanggal pembuatan).

b. Untuk zat asal cairan


1. Menghitung molaritas zat asal berdasarkan keterangan pada botol zat.
2. Menghitung volume zat yang dibutuhkan berdasarkan rumus pengenceran.

3. Mengisi air demineral

VIII.

NO

1.

1
3

bagian kedalam labu ukur yang akan digunakan

dengan volumenya.
4. Mengambil zat tersebut dengan menggunakan pipet ukur.
5. Memasukkan kedalam labu melalui dindingnya.
6. Menutup dan mengocok sambil dibolak balik sampai larutan homogen.
7. Memasukkan ke dalam botol zat dan memberi label.
DATA PENGAMATAN

NA
MA ZAT

HC

SIFAT FISIK &


KIMIA

Warna :
kuning pekat

Bau
:
menyengat

Bentuk :
cairan

BM
: 36,5

gr
mol

%
spgr

: 0,37
: 1,19

PER
UBAHAN

Teta
p dalam
bentuk cairan
hanya warna
yang tidak
lagi pekat

JUML
AH YANG
DIBUTUHKAN

KONS
ENTRASI

V
OLUME
LARUTAN

49,7 ml

6,34

6M

1M

2M

00 ml

gr
ml

2.

HN

O3

Warna :
bening

Bau
:
menyengat

Bentuk :
cairan

BM
:
63,01

gr
mol

%
spgr

Tida
k terjadi
perubahan

ml

00 ml

: 0,7
: 1,42

gr
ml

3.

CH
3COOH

Warna :
bening

Bau
:
menyengat

Bentuk :
cairan

Tida
k terjadi
perubahan

11,47

ml

00 ml

BM

60,05

gr
mol

0,997

spgr

: 1,05

gr
ml

4.

Cu

SO4

berbau

serbuk

249,68

5.

Ca

Cl2

berbau

serbuk

147,02

6.

Mn

SO4

bening

berbau

serbuk

169,02

7.

K4
Fe(CN)6

orange

berbau

serbuk

422,39

Warna : biru
Bau
: tidak

Bentuk :
BM

gr
mol

Dari
padatan
berubah
menjadi
larutan

1,25

gr

0,1 M

0,1 M

0,1 M

0,5 M

0 ml

Warna : putih
Bau : tidak

Bentuk :
BM

gr
mol

Dari
padatan
berubah
menjadi
larutan

0,73

gr

0 ml

Warna :
Bau

: tidak

Bentuk :
BM

gr
mol

Dari
padatan
berubah
menjadi
larutan

0,84

gr

0 ml

Warna :
Bau

: tidak

Bentuk :
BM

gr
mol

Dari
padatan
berubah
menjadi
larutan

10,56

gr

0 ml


8.

KN

O2

Bening

berbau

kristal

Warna :
Bau

Bentuk :
BM

: 85,11

gr
mol

9.

Ba

Cl2

bening

berbau

Serbuk

0,43

gr

0,1 M

0,1 M

0 ml

Warna :
Bau

: tidak

Bentuk :
BM

241,28

IX.

Dari
padatan
berubah
menjadi
larutan

gr
mol

Dari
padatan
berubah
menjadi
larutan

1,21

gr

0 ml

PERHITUNGAN

1. HCl (Asam Klorida)

Diketahui :

Jawab :

M2 = 6 M

M1 = % x

x 1000

M1 x V1 =

M2 x V2
BM = 36,5

gr
mol

BM

12,06 x V1 = 6 x 100
% = 0,37

M1 = 0,37 x 1,19 x 1000

V1 =

600

= 1,19

gr
ml

12,06
Ditanya :
V1 ... ? ml

2. HNO3 (Asam Nitrat)


Diketahui :

36,5

M1 = 12,06 M

Jawab :

V1 = 49,7 ml

M2 = 1 M

M1 = % x

x 1000

M1 x V1 =

M2 x V2
gr
BM = 63,01 mol

BM

V1 = 1 x 100
% = 0,7
100

= 1,42

15,775

M1 = 0,7 x 1,42 x 1000


gr
ml

15,775
Ditanya :
V1 ... ? ml

V1 =

63,01

M1 = 15,775 M

V1 = 6,34 ml

3. CH3COOH (Asam Asetat)

Diketahui :

Jawab :

M2 = 2 M
BM = 60,05
= 2 x 100
%

M1 x V1 = M2 x V2

BM

M1 = 0,997 x 1,05 x 1000


gr
ml

17,43
Ditanya :
ml
V1 ... ? ml
4. CuSO4 (Tembaga II Sulfat)
Diketahui :
M = 0,1 M
gr
BM = 249,68 mol

x 1000

gr
mol

= 0,997
= 1,05

M1 = % x

V1 = 200

60,05

M1 = 17,43 M

Jawab :
gram = M x V x BM
= 0,1 x 0,05 x 249,68

V = 0,05 L
Ditanya :
gr .. ?

= 1,25 gr

5. CaCl2 (Kalsium Klorida)


Diketahui :

17,43 x V1

Jawab :

V1 = 11,47

M = 0,1 M
BM = 147,02

gram = M x V x BM
gr
mol

V = 0,05 L
Ditanya :
gr .. ?

6. MnSO4 (Mangan II Sulfat)


Diketahui :
M = 0,1 M
gr
BM = 169,02 mol

V = 0,05 L
Ditanya :
gr .. ?

= 0,1 x 0,05 x 147,02


= 0,73 gr

Jawab :
gram = M x V x BM
= 0,1 x 0,05 x 169,02
= 0,84 gr

7. K4Fe(CN)6 (Kalium Hexacynoferrat II)


Diketahui :
Jawab :
M = 0,5 M
gram = M x V x BM
gr
BM = 422,49 mol
= 0,5 x 0,05 x 422,39

V = 0,05 L
Ditanya :
gr .. ?

8. KNO2 (Kalium Nitrit)


Diketahui :
M = 0,1 M
gr
BM = 85,11 mol

= 10,56 gr

Jawab :
gram = M x V x BM
= 0,1 x 0,05 x 85,11

V = 0,05 L
Ditanya
gr ...... ?

= 0,43 gr

9. BaCl2 (Barium Klorida)


Diketahui :
M = 0,1 M
gr
BM = 241,28 mol

Jawab :
gram = M x V x BM
= 0,1 x 0,05 x 241,28

V = 0,05 L
= 1,21 gr
Dit.
gr = .. gr

PERTANYAAN
1. Tuliskan 4 nama zat dan rumus kimianya dari zat asalnya padatan dan cairan, serta
sifat fisik dan kimianya !
2. Hitung molaritas larutan yang mengandung 10 gram NaCl (BM = 58,44 dalam 200 ml
kelarutan) !
3. Hitung molaritas HCl pekat jika diketahui densitinya 1,18 gr /ml dan % HCl 36

X.

%!

Jawab
1. a. CuSO4(Tembaga II Sulfat)
Warna = Biru

Bau
= Tidak Berbau

Bentuk = Serbuk

BM
= 249,68 gr/mol

b. HCl (Asam Klorida)


Warna = Kuning pekat
Bau
= Menyengat
Bentuk = Cairan
BM
= 36,5 gr/mol
%
= 0,37
spgr = 1,19 gr/ml

c. KNO2 (Kalium Nitrit)


Warna = Bening
Bau
= Berbau
Bentuk = Kristal
BM
= 85,11 gr/mol
d. HNO3 (Asam Nitrat)
Warna = Bening
Bau
= Menyengat
Bentuk = Cairan
BM
= 63,01 gr/mol
% = 0,7
spgr = 1,42 gr/ml

2. NaCl (Natrium Klorida)


Diketahui : gr = 10 gr

BM = 58,44

gr
mol

V = 200 ml = 0,2 L

Jawab : gr = M x V x BM
gr
M=
V x BM

0,2 L x 58,44

M =

Ditanya :

10 gr

M=

gr
mol

10
=0,85 M
11,688

M ....... ?

3. HCl (Asam Klorida)

Diketahui :

= 1,18

gr
ml

Jawab :

M=

M =

% = 0,36

x 1000
BM
gr
x 1000
ml
36,5 gr /mol

0,36 x 1,18

11,638 M
BM = 36,5

gr
mol

Ditanya :
M .. ?

XI.

ANALISA PERCOBAAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, untuk membuat larutan


diperlukan ketelitian dan kecermatan agar dalam perhitungan dan pelaksanaan dapat
terlaksana dengan tepat dan benar. Larutan disini merupakan campuran homogen dari
molekul, atom maupun ion dari dua zat atau lebih.

Untuk membuat larutan diperlukan suatu zat yang nantinya akan dilarutkan ke
dalam air sehingga solvent (pelarut), air ini dapat disebut sebagai aquadest. Sedangkan
yang terlarut disebut sabagai solute.

Adapun perbandingan dalam pembuatan larutan tergantung dengan jumlah


volume dan berat suatu zat yang akan dibuat dan juga kosentrasi suatu zat yang dibuat
tersebut. Dalam pengukuran pembuatan larutan terlebih dahulu dihitung berapa gram zat

yang diperlukan dalam pembuatan jika zat tersebut merupakan padatan, dengan
persamaan :

Massa (gr) = M x V x BM

Ket. M = Molaritas

V = Volume

BM = Berat Molekul

Sedangkan apabila zat tersebut berupa cairan, maka menggunakan persamaan :

M=

x 1000
BM

(Untuk mencari Kosentrasi(molaritas))

Dan masukkan ke rumus pengenceran

M1 x V1 = M2 x V2

Dalam percobaan ini juga diperlukan pengetahuan mengenai prosedur


percobaan, nama dan fungsi alat, serta cara menggunakan alat tersebut. Adapun dalam
langkah-langkah percobaan harus dilakukan secara berurutan dan benar untuk
meminimalisir kesalahan. Dalam pengambilan cairan pekat haruslah menguunakan
peralatan safety dan pengambilan zat di tempat zat tersebut disimpan.

XII.
KESIMPULAN

Dari percobaan yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan :


1. Berat / jumlah zat yang diperlukan mempengaruhi konsentrasi suatu zat.
2. Setiap zat memiliki sifat kimia dan sifat fisika.
3. Zat yang mengeluarkan panas, berarti eksotermis (asam / basa pekat), sedangkan zat
yang tidak mengalami perubahan disebut endotermis.
4. Suatu zat baik padatan maupun cairan perubahannya tidak selalu sama, dari bening
ke
berwarna maupun sebaliknya tergantung dari jenis zat.
5. Pembuatan larutan yang sempurna sangat bergantung pada perhitungan yang tepat.

DAFTAR PUSTAKA

Job sheet Kimia Analisis Dasar : Pembuatan Larutan : 2015/2016 Palembang:


Politeknik Negeri Sriwijaya.Jurusan Teknik Kimia.

Http:/ajsblog.blogspot.com
http://www.google.com

GAMBAR ALAT

KACA ARLOJI

SPATULA

PIPET TETES

BOTOL AQUADEST

PENGADUK

BOLA KARET
LABU UKUR

PIPET UKUR

CORONG GELAS

GELAS KIMIA

NERACA ANALITIS

MASKER

KACAMATA
SARUNG TANGAN

Anda mungkin juga menyukai