Anda di halaman 1dari 5

REKAYASA BIOPROSES

Oleh :
KELOMPOK TIGA :

1.
2.
3.
4.
5.
6.

AMI JUNIA

NIM. 061530400319

ANGELIA DERAJANNAH

NIM. 061530400321

DEWI ZELIKA MISPUANI

NIM. 061530400323

DWI INDAH WAHYUNI OKTASARI

NIM. 061530400324

MAYA PUSPITA SARI

NIM. 061530400332

VANDHITO RIZNA IKHWANDINATA

NIM. 061530400340

KELAS : 1KB
INSTRUKTUR : Ir. Sofiah, M.T.

LABORATORIUM TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG

STERILISASI
A. TUJUAN PERCOBAAN
Mengenalkan kepada mahasiswa :
Pemakaian autoclave untuk proses sterilisasi.
Teknik sterilisasi peralatan
Teknik sterilisasi media cair

B. TEORI DASAR
Sterilisasi adalah proses untuk mematikan semua mikroba dan merusak spora.
Spora adalah sel yang tidak aktif yang lebih resistan terhadap panas dibandingkan
dengan sel vegetatif mikroorganisma. Dalam proses fermentasi sterilisasi memegang
peran yang sangat penting untuk menjamin keberhasilan proses tersebut.
Sterilisasi diperlukan untuk :
1. Sterilisasi produk pangan dalam kaleng, botol, dan kemasan lain.
2. Sterilisasi media cair dan nutrien untuk industri bioteknologi, misal obat-obatan
dan enzim.
3. Sterilisasi bioreaktor dengan alat pengendali dan pemonitor.
Sterilisasi dapat dilakukan dengan menggunakan proses panas dibedakan atas
panas kering (dry heat) dan panas basah (weat heat). Proses sterilisasi dengan
menggunakan panas ini sangat tergantung pada waktu dan suhu sterilisasi.
Penggunaan panas dalam proses sterilisasi dapat mengakibatkan perubahan terhadap
substrat dan nutrien misal terjadi proses karamelisasi larutan gula, denaturasi protein,
menonaktifkan vitamin reaksi gula dengan asam amino, polimerasi aldehida tak jenuh.

C. BAHAN DAN ALAT PRAKTIKUM

Autoclave
Sampul coklat atau kertas putih
Alumunium foil
Kapas
Benang
Alat atau media yang akan disterilisasi

D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Cuci sampai bersih peralatan gelas yang akan disterilisasikan, lalu keringkan.

2. Pintal kapas dengan tangan (tangan harus bersih), lalu sumbat pintalan kapas
tadi ke bagian mulut tabung reaksi / Erlemeyer / peralatan gelas lainnya
(sampai padat dan rapi) agar mikroba tidak dapat menembusnya.
3. Tutuplah kapas pada mulut peralatan gelas tadi dengan alumunium foil dan
ikat dengan tali atau benang (agar kapas tidak basah saat sterilisasi uap).
4. Masukkan ke autoclave / oven selama 1 jam pada suhu 110C. Putar kenop
autoclave pada gambar alat gunting (sebelah kanan) bila yang disterilisasi
adalah peralatan kosong, sedangkan bila peralatan gelas tersebut berisi media
maka kenop harus diputar ke posisi gambar Erlemeyer berisi media (sebelah
kiri).
5. Setelah selesai sterilisasi, keluarkan peralatan gelas tadi dan dinginkan pada
suhu ruang.

E. HASIL PENGAMATAN
Hasil dari proses sterilisasi didapatkan setelah mencuci peralatan terlebih
dahulu, mengeringkan, mengoven hingga suhu naik 100C. Setelah 10 menit,
menutup peralatan menggunakan kapas dan alumunium foil. Langkah terakhir yaitu
menyusun peralatan yang akan disterilisasi ke dalam autoclave dan memanaskan
selama 1 jam dengan suhu 110C.
Sterilisasi dilakukan agar peralatan yang digunakan terhindar dari
mikroorganisme yang dapat merusak media dan proses praktikum. Sterilisasi dapat
berjalan baik jika sebelumnya mengetahui hal-hal mengenai pengenalan alat, sehingga
pada praktikum ini, tujuan sterilisasi dapat tercapai dan peralatan yang disterilisasi
tersebut tidak rusak, serta dapat mengambil keputusan metode sterilisasi yang akan
digunakan.

F. DATA PENGAMATAN
N
O
1.

NAMA ALAT

JUMLAH

KATEGORI

KETERANGAN

Gelas Kimia

1 buah

2000ml

Baik

2.

Cawan Petri

2 buah

Baik

3.

Gelas Ukur

1 buah

100ml

Baik

4.

Erlemeyer

2 buah

100ml dan 250ml

Baik

5.

Pipet Ukur

1 buah

10ml

Baik

6.

Tabung Reaksi

2 buah

Baik

7.

Labu Ukur

1 buah

100ml

Baik

G. KESIMPULAN
Sterilisasi adalah suatu proses mematikan mikroorganisme yang mungkin ada
pada suatu benda dengan menggunakan alat-alat seperti autoclave, oven, dan etanol.

Jenis sterilisasi ada dua, yaitu dry heat dan wet heat yang keduanya bergantung pada
waktu dan temperatur sterilisasi.
Dry heat adalah metode sterilisasi dalam keadaan kering, sedangjan wet heat adalah
metode sterilisasi dalam keadaan basah. Pada praktikum kali ini, kami menggunakan
autoclave dan oven yang merupakan salah satu contoh dari dry heat dan wet hea
untuk mensterilkan peralatan praktikum.

DAFTAR PUSTAKA
Jobsheet 2015 Rekayasa Bioproses, Politeknik Negeri Sriwijaya.
Medhythedoctor.blogspot.com

GAMBAR ALAT

LABU UKUR
PIPET UKUR

GELAS KIMIA
CAWAN
PETRI
GELAS
UKUR

ERLENMEYER
TABUNG REAKSI