Anda di halaman 1dari 77

BAB V

ANALISA RESEP
Gelombang I
5.1. Analisa Resep Dari Simson Simanjuntak
A. Resep Racikan

R/

Ambroxol

12,5 mg

37

Triamcinolon 2 mg
1
2

Lapifed

tab

m.f pulv dtd No. X


3 dd pulv I

Nama pasien
Umur pasien

: An. Demitris
: 7 tahun

Perhitungan:
Ambroxol (30mg) =

12,5 mg x 10
125
=
=4,16 tablet =4 tablet
30 mg
30 mg

Triamcinolone (4mg) =

Lapifed

2 mg x 10 20 mg
=
=5tablet
4 mg
4 mg

1
10=5 tablet
2

Perhitungan dosis anak:


Rumus young < 8thn =

n
DM dewasa
n+12

n = umur
DM= Dosis maksimum dewasa

Anak usia = 7 tahun

38

Ambroxol =

7
30 mg=11,05 mg< 12,5 mg
7 +12

Triamcinolone =

(dosis sekali minum)

7
4 mg=1,47 mg<2 mg
(dosis sekali minum)
7 +12

Kelengkapan Resep
1.
2.
3.
4.
5.

Nama dokter
SIP
Tanggal penulisan resep
Tanda R/
Nama setiap obat

6. Banyaknya obat
7. Aturan pemakaian obat
8. Tandatangan dokter
9. Nama pasien
10. Umur pasien
11. Berat badan pasien
12. Alamat pasien

: dr.Udam
:
: 12 Februari 2016
: Ada
: (Ambroxol 12,5mg, Triamcinolone 2mg,
Lapifet tab).
: No X
: 3dd pulv 1
:
: An. Demitris
: 7 tahun
: 25 kg
: Hamadi

Nama setiap obat dan komposisinya terdiri dari :


a. Ambroxol
1. Komposisi :
Tiap tablet mengandung Ambroxol HCl 30mg
2. Indikasi
Penyakit saluran nafas akut dan kronis hanya disertai sekresi
bronchial yang abnormal dari bronkitis asmatik, asma bronkial.
3. Kelas terapi
Ekspektoran
4. Dosis:
Dewasa
: 3 kali sehari 1 tablet
Anak-anak 5-12 tahun
: sehari 3 kali tablet
Anak-anak 2-5 tahun
: sehari 2 kali 7,5 mg
Anak-anak < 2 tahun
: sehari 2 kali 7,5 mg
5. Efek samping

39

Ambroxol umumnya ditoleransi dengan baik. Efek samping yang


ringan pada
Saluran pencernaan dilaporkan pada beberapa pasien. Raksi alergi.
6. Jumlah obat:
Jadi Ambroxol tablet yang diambil adalah 4 tablet.
b. Triamcinolone
1. Komposisi:
Tiap tablet mengandung : Triamcinolone 4mg
2.

Indikasi:
Demam reumatik, abnormal dari bronchitis asmatik, asma bronkial.

3. Kelas terapi
Hormon Kortikosteroid
4. Dosis:

Dewasa

: 3 kali sehari 1 tablet

Anak-anak 5-12 tahun

: sehari 3 kali

Anak-anak 2-5 tahun

: sehari 7,5 mg.

Anak-anak < 2 tahun

: sehari 2 kali 7,5 mg.

1
2

tablet.

5. Efek samping:
-

Gagal jantung kongestif

Osteoporosis .

7. Jumlah obat:
Jadi Triamcinolone tablet yang diambil adalah 5 tablet.
c. Lapifed
1. Komposisi:
Tiap tablet mengandung :

40

Pseudoepherine HCL 60 mg
Triprolidine HCl 2,5 mg
2. Indikasi :
Meringankan gejala peradangan saluran nafas atas misalnya rinitis
karena alergi
3. Kelas terapi
Obat Batuk dan Pilek
4. Dosis
Dewasa
: 3 x sehari 1 tablet
Anak diatas 12 tahun
: 3 x sehari 1 tablet
Anak 6-12 tahun
: 1 sdt
Anak 2-5 tahun
: sdt
5. Efek samping
- Mengantuk, gagangguan tidur
- Kekeringan pada .hidung, mulut dan tenggorokan
6. Jumlah obat
Jadi, Lapifed tablet yang diambil adalah 5 tablet
d. Informasi obat
Puyer Batuk flu (Ambroxol, Triamcinolon, Lapifed dibuat puyer)
Diminum 3 kali sehari 1 bungkus
e. Analisa resep
Dari perhitungn dosis (young) disimpulkan bahwa resep diatas masih
dalam dosis lazim karena masih mendekati dosis anak.
Resep diatas kemungkinan pasien mengalami batuk berdahak disertai
pilek sehingga diberikan Ambroxol sebagai Ekspektoran dan Lapifed
sebagai obat flu dan pilek dan Triamcinolon sebagai obat peradaangan.
B. Resep Non Racikan

41

R/

Cefixime 100 mg tab No. X


S 3 dd tab 1
42

Sanmol 500 mg tab

No. XV

S 2 dd tab 1 prn
Neciblock syr

No.I

S 3 dd 1 C ac

Nama pasien
Umur pasien

: Ny. Frida
: 45 tahun

Kelengkapan Resep
1.
2.
3.
4.
5.

Nama dokter
SIP
Tanggal penulisan resep
Tanda R/
Nama setiap obat

6. Banyaknya obat
7. Aturan pemakaian obat
8. Tandatangan dokter
9. Nama pasien
10. Umur pasien
11. Berat badan pasien
12. Alamat pasien

: dr. Willy
:
: 10 februari 2016
: Ada
: Cefixime 100mg, Sanmol 500mg,
Neciblock syr
: No. X, No XV, No. I
: ( 2 dd 1) ( 3 dd 1 prn) ( 3 dd 1 C ac)
:
: Ny. Frida
: 45 tahun
:
: Entrop

Nama setiap obat dan komposisinya:


a. Ceixime 100mg
1. Komposisi
Tiap tablet sanmol mengandung Cefixime 100 mg.
2. Indikasi
- Infeksi saluran napas atas dan bawah, bronkitis akut dan kronik
- Infeksi saluran kemih
3. Kelas terapi
Antibiotik
4. Dosis

43

Dewasa : 2 sahari 1tablet


1
Anak : 2 sahari 2 tablet
5. Efek samping
- Reaksi hipersensitif
- Gangguan GI
- Gangguan fungsi ginjal
6. Jumlah obat
Cefixime yang diambil adalah 10 tablet.
b. Sanmol 500mg
1. Komposisi
Tiap tablet Sanmol mengandung Paracetamol 500 mg.
2. Indikasi
- Sakit pada keadaan sakit gigi, sakit kepala, dan nyeri ringan
lainnya
- Demam
3. Kelas terapi
Analgesik, Antipiretik, Non Narkotik
4. Dosis
Dewasa : 3 sahari 1tablet
1
Anak : 3 sahari 2 tablet
5. Efek samping
Reaksi hematologi, Reaksi kulit dan Reaksi alergi lainnya
6. Jumlah obat
Sanmol yang diambil adalah 15 tablet.
c. Neciblock sirup 100ml
1. Komposisi
Tiap suspensi 5 ml mengandung Sucralfate 500mg
2. Indikasi
Pengobatan jangka pendek ulkus gaster, ulkus deodenum, gastridi
kronik
3. Dosis
Dewasa : 3 x sehari 1 sendok makan 1-2 jam sebelum makan
4. Efek samping
Konstipasi, diare, mual, gangguan di lambung, pusing, mengantuk
dan vertigo
5. Jumlah obat
Sirup Neciblock diambil 1 botol (60ml)
d. Informasi obat
1. Cefixime
: diminum 2 kali sehari 1 tablet, sesudah makan
(habiskan)

44

2. Sanmol

: diminum 3 kali sehari 1 tablet, sesudah makan,

bila panas
3. Neciblock

: diminum 3 kali sehari 1 sendok makan, 1-2 jam

sebelum makan
e. Analisa resep
Dari Resep diatas dapat disimpulkan bahwa kemungkinan pasien
menderita Infeksi Saluran Nafas yang disertai demam dan maag,
sehingga diberikan Cefixime sebagai obat Antibiotik untuk mengobati
Infeksi saluran napas yang diakibatkan karena bakteri, Sanmol sebagai
penurun panas, dan juga diberikan Neciblock sirup untuk mengurangi
asam lambung yang berlebihan (Maag).
5.2. Analisa Resep Dari Lisna Parante
A. Resep Racikan

45

R/

Cefadroxil 500 mg

No X

2 dd 1
46

R/

Bromhexine

1 tab

CTM

1 tab

Salbutamol 2 mg

1 tab

Methylprednisolone 1 tab
Vitamin C

1 tab

m.f pulv dtd da in Caps

No X

3 dd 1 caps

Nama pasien : Tn. Yunus


Umur pasien : 37 tahun

Perhitungan
Bromhexine HCl (8mg)

: 1 tab x 10

= 10 Tablet

Chlorpheniramin maleat (2mg)

: 1 tab x 10

= 10 tablet

Salbutamol (2mg)

: 1 tab x 10

= 10 Tablet

Methyl prednisolone (4mg)

: 1 tab x 10

= 10 tablet

Vitamin C (50mg)

: 1 tab x 10

= 10 Tablet

Kelengkapan Resep
1. Nama dokter
2. SIP

: dr. Yemima
:
47

3. Tanggal penulisan resep : 15 maret 2016


4. Tanda R/
: Ada
5. Nama setiap obat
: Cefadroxil 500 mg, Bromhexine HCl,
CTM, Salbutamol, Methylprednisolone,
Vitamin C
6. Banyaknya obat
: No. X, No. X
7. Aturan pemakaian obat : ( 2 dd 1), ( 3 dd 1 caps)
8. Tandatangan dokter
:
9. Nama pasien
: Tn. Yunus
10. Umur pasien
: 37 tahun
11. Berat badan pasien
:
12. Alamat pasien
: Entrop
Nama-nama obat dan komposisinya :
a. Cefadroxil 500mg
1. Komposisi:
Mengandung Cefadroxil monohydrate 500mg
2. Indikasi
- Infeksi saluran nafas, kulit dan jaringan lunak
- ISK dan infeksi kelamin,
- Osteomilitis
3. Kontra indikasi
Hipersensitife terhadap Sefaslosporin
4. Kelas terapi
Antibiotik (Sefalosporin )
5. Dosis`
Dewasa dan anak > 12 tahun maksimal 4g/hari
Pasien dengan gangguan ginjal awal 1 g, kemudian dosis disesuaikan
menurut kebutuhan
6. Efek samping
Gangguan GI, reaksi hipersensitif, jarang kolitis pseudomembran.
7. Juumlah obat
Cefadroxil 500 mg diambil sebanyak 10 kapsul
b. Bromhexine HCl
1. Komposisi:
Mengandung Bromhexine HCl 8mg
2. Indikasi:
Bekerja sebagai mukolitik untuk meredahkan batuk berdahak.
3. Kontra indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap Bromhexine HCl
4. Kelas terapi:
Obat batuk dan pilek
48

5. Dosis:
Dewasa dan anak > 10 tahun 1 x 3 tablet
1
Anak 5-10 tahun 3 x 2 tablet
Anak 2-5 tahun 2 x

1
2

tablet

6. Efek samping:
Mual, Diare, Gangguan pencernaan
7. Jumlah obat
Jumlah obat yang diambl untuk diracik 10 tablet
c. CTM
1. Komposisi
Chlorpheniramin maleat 4 mg
2. Indikasi
Pengobatan pada gejala alergi seperti bersin, urticaria
3. Kontra indikasi
Pasien dengan riwayat hipersensitif (memiliki alergi ) terhadap obat
antihistamin
4. Kelas terapi
Antihistamin dan antialergi
5. Dosis
- Dewasa 3-4 kali sehari 0,5- 1 tablet
- Anak 6-12 tahun 0,5 tablet
- Anak 1-6 tahun 0,25 tablet
6. Efek Samping
Menyebabkan kantuk
7. Jumlah Obat
Jumlah obat yang diambil untuk diracik 10 tablet
d. Salbutamol 2mg
1. Komposisi
Salbutamol Sulphate
2. Indikasi
Salbutamol merupakan obat bronkodilator untuk menghilangkan
gejala sesak napas pada penderita asma bronkial, bronkitis asmatis.
3. Kontra indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap Salbutamol
4. Kelas terapi
Preparat antiasma dan PPOK
5. Dosis
- Dewasa
: sehari 3-4 kali 2-4 mg
- Anak diatas 6 tahun
: 3-4 kali 2 mg
- Anak 2-6 tahun
: sehari 3-4 kali 1mg -2 mg
6. Efek samping

49

Sakit kepala, Palpitasi, Nausea


7. Jumlah obat
Jumlah obat yang diracik 10 tablet
e. Methylprednisolone
1. Komposisi
Mengandung methylprenisolone 8mg
2. Indikasi
Keadaan alergi dan peradangan pada kulit, Saluran pernapasan
tertentu.
3. Kontra indikasi
Dikontraindikasikan terhadap infeksi jamur sistemik
Pasien yang hipersensitif terhadap komponen obat ini
4. Kelas terapi
Hormone kortikosteroid
5. Dosis
Dewasa dan anak 12 tahun : 4 mg- 8mg per hari
6. Efek samping
Kelemahan otot, Ketidak seimbangan cairan, Penipisan kulit sensitif
7. Jumlah obat
Jumlah obat yang diracik 10 tablet
f. Vitamin C
1. Komposisi
Mengandung vitamin c
2. Indikasi
Untuk mencegah dan mengobati kekurangan Vit c, Memelihara
daya tahan tubuh, Sariawan
3. Kontra indikasi
Hipersensitif terhadap vitamin c
4. Kelas terapi
Vitamin dan mineral (pediatrik)
5. Dosis
Deawasa dan anak : 1 tab/ hari
6. Efek samping
Diare, Pengasaman urine oleh Vitamin c, Memudahkan kristalisasi
oksalat dan sistin
7. Jumlah obat
Jumlah obat yang diambil untuk diracik 10 tablet
g. Informasi obat
1. Cefadroxil 500mg, diminum 2 x sehari 1 kapsul, sesudah makan ,
dihabiskan

50

2. Obat

racikan

(Bromhexine

HCl,

CTM,

Salbutamol,

Methylprednsolone, Vit C ) , diminum 3 x sehari 1 kapsul, sesudah


makan.
h. Analisa resep
Berdasarkan resep tersebut kemungkinan pasien menderita infeksi
saluran nafas sehingga diberikan Cefadroxil sebagai Antibiotik. yang
disertai batuk dan sesak yang diakibatkan karena alergi, sehingga
pasien diberikan obat racikan (Bromhexine sebagai obat batuk
berdahak, CTM sebagai Antialergi, Salbutamol sebagai obat asma,
Methylprednisolon sebagai Anti-inflamasi, serta Vitamin C untuk daya
tahan tubuh ).

B. Resep Non Racikan

51

R/

Cefixime 100mg

No X

2 dd 1

52

R/

Sanmol

No X

3 dd 1
R/

Neurosanbe

No X

1 dd 1

Kelengkapan Resep
1.
2.
3.
4.
5.

Nama dokter
SIP
Tanggal penulisan resep
Tanda R/
Nama setiap obat

: dr. Itha
:
: 14 maret 2016
: Ada
: - Cefixime
- Sanmol
- Neurosanbe
: No. X, No. X
: Cefixime 2 x sehari 1 kapsul
Sanmol 3 x sehari 1 tablet
Neurosanbe 1 x sehari 1
:
: Nn. Nova
: 27 tahun
:
: Entrop

6. Banyaknya obat
7. Aturan pemakaian obat
8. Tandatangan dokter
9. Nama pasien
10. Umur pasien
11. Berat badan pasien
12. Alamat pasien

Nama-nama obat dan komposisinya :


a. Cefixime 100mg
1. Komposisi
Mengandung Cefixime 100 mg
2. Indikasi
- Hipersensitife / atau alergi terhadap cefixime
- Gangguan ginjal yang berat
- Memiliki riwayat alergi terhadap antibiotic

golongan

penicillin, gizi buruk, serta wanita hamildan menyusui.

53

3. Kelas terapi
Anatasid, obat antirefluks, dan antiulserasi
4. Dosis
Dewasa dan anak dengan BB >30kg 50-100mg 2 kali sehari ,
dapat ditingkatkan sampai dengan 200mg 2 kali sehari.
5. Efek samping
- Sakit kepala dan Pusing
- Gangguan pencernaan
- Diare
- Mual
6. Jumlah obat
Cefixime 100mg diambil 10 tablet
b. Sanmol
1. Komposisi
Mengandung Paracetamol 500mg
2. Indikasi
Meredahkan nyeri termasuk sakit kapala, Sakit gigi, Demam yang
disertai flu
3. Kontra indikasi
Disfungsi hati dan ginjal
4. Kelas terapi
Analgesik (non opiat) dan antipiretik
5. Dosis
Dewasa : 1-2 tab/hari
1
Anak: 2 1 tab/hari
6. Efek samping
Reaksi hemotologi, Reaksi kulit dan reaksi alergi lainnya
7. Jumlah obat
Sanmol diambil sebanyak 10 tablet
c. Neurosanbe Plus
1. Komposisi
Mengandung, Vit B1 50mg, Vit B6 100mg , Vit B12 100mg
2. Indikasi
Neuritis dan neuralgia, nyeri berat pada penydegeneratif kolumna
vetebra.
3. Kontra indikasi
Tekanan darah sistolik<100mmgh, Hamil, Laktasi
4. Kelas terapi
Obat anti inflanasi non steroid
5. Dosis
3 x sehari 1 kaplet , maksimal 4 kaplet/hari
6. Efek samping
54

Reaksi hipersensitivitas
Agranulositisis
7. Jumlah obat
Neurosanbe plus diambil 10 tablet

d. Informasi obat
- Cefixime 100 mg, diminum 2 x sehari 1, sesudah makan ,
dihabiskan
- Sanmol , diminum 3 x sehari 1 , sesudah makan
- Neurosanbe plus , diminum 1 x sehari 1, sesudah makan
e. Analisa resep
Dari resep tersebut pasien kemungkinan mengalami demam yang
disebabkan karena bakteri sehingga diberikan Cefixime sebagai
Antibiotik dan Sanmol sebagai penurun panas (Antipiretik) serta
Neurosanbe plus sebagai penambah darah dan menjaga daya tahan
tubuh.

5.3.

Analisa Resep Dari Linda Lamia


A. Resep Racikan

55

R/

Hydrocortison

No. X

3 dd 1 ue
R/

Tab Dexametasone

0,5 mg

56

Tab CTM

3 mg

Tab Loratadine

5 mg

Mf da in Caps dtd

No. XX

3 dd Caps 1
Nama Pasien : Ny. Nurmalasari
Umur pasien : 55 tahun

Perhitungan
1. Tab Dexametasone 0,5mg
0,5 mg20 10 mg
=
=20 Tablet
0,5 mg
0,5 mg
2. Tab CTM 4 mg
3 mg 20 10 mg
=
=15 Tablet
4 mg
4 mg
3. Tab Loratadine 10 mg
5 mg 20 100 mg
=
=10 Tablet
10 mg
10 mg

Kelengkapan Resep :
1. Nama dokter
2. SIP
3. Tanggal penulisan resep

: dr. Nila Sari


: Tidak ada
: 10-03-2015
57

4. Tanda R/
5. Nama setiap obat
6. Banyaknya obat
7. Aturan pemakain obat
8. Tanda tangan dokter
9. Nama pasien
10. Umur pasien
11. Berat badan pasien
12. Alamat pasien

: Ada
: Salp Hydrocortisone (Dexametasone,
CTM, Loratadine)
: No I, NO. XX
: Ada ( 3 dd 1 ue ), (3 dd 1).
: Tidak ada
: Ny. Nurmalasari
: 53 tahun
: Tidak ada
: Entrop

Nama Setiap Obat dan komposisinya :


a. Hydrocortisone
1. Komposisi :
Hydrocortisone Acetate
2. Indikasi
Alergi
3. Kontra indikasi
Penyakit virus, Infeksi jamur & bakteri pada kulit, Akne, Dermatitis
Perioral, Laktasi
4. Kelas terapi
Kortikosteroid
5. Dosis Menurut MIMS
Oleskan 3 4 kali sehari

6. Efek samping
Atropi kulit setempat (pemakaian jangka lama & terus menerus),
Hilangnya jaringan kolagen kulit, Hiperkostikisme, Gatal, Folikulitis,
Hipertrikosis, Maserasi kulit, Infeksi sekunder
7. Jumlah obat
1 tube
b. Dexametasone
1. Komposisi :
Dexametasone
2. Indikasi :
Alergi dan peradangan
3. Kontra indikasi :
Ulkus peptik, Osteoporosis, Infeksi akut, Vaksin hidup, Laktasi
4. Kelas terapi :
Hormon kortikosteroid
5. Dosis Menurut MIMS :

58

Dewasa : 2 4 kali sehari 1 tablet


Anak
: 0.006 0.04 mg/kg berat badan
6. Efek samping
Retensi cairan & elektrolit, Meningkatkan kemungkinan infeksi,
Gangguan

pertumbuhan,

Gangguan

mental,

Pankreatitis

akut,

osteonekrosis, Sindoma cushing, Amenorea, Hiperhidrosis


7. Jumlah obat
Jumlah obat yang diambil untuk diracik adalah 20 tablet
c. CTM (Chlorpheniramin Maleat)
1. Komposisi
Chlorpheniramin maleat 4 mg
2. Indikasi
Pengobatan pada gejala alergi seperti bersin, urticaria
3. Kontra indikasi
Pasien dengan riwayat hipersensitif (memiliki alergi ) terhadap obat
antihistamin
4. Kelas terapi
Antihistamin dan antialergi
5. Dosis
Dewasa 3-4 kali sehari 0,5- 1 tablet
Anak 6-12 tahun 0,5 tablet
Anak 1-6 tahun 0,25 tablet
6. Efek Samping
Menyebabkan kantuk
7. Jumlah Obat
Jumlah obat yang diambil untuk diracik adalah 15 tablet
d. Loratadine
1. Komposisi :
Loratadine
2. Indikasi :
Rinitis alergi, Alergi kulit
3. Kontra indikasi :
Hipersensitif
4. Kelas terapi :
Antihistamin dan antialergi
5. Dosis Menurut MIMS
Dewasa dan anak : > 12 tahun 1 tablet perhari
Anak
: 6 12 tahun > 30kg 1 tablet perhari
< 30kg 1/2 tablet perhari
6. Efek samping
Rasa lelah, Sakit kepala, Mulut kering, Gangguan pencernaan, Mual
7. Jumlah obat

59

Jumlah obat yang diambil untuk diracik adalah 10 tablet


e. Informasi obat :
- Obat sediaan salep Hydrocortisone, 3 kali sehari dioleskan
- Obat sediaan kapsul (Dexametasone, CTM, Loratadine) diminum 3
kali sehari 1 kapsul
f. Analisa resep :
Berdasarkan resep dokter diatas, kemungkinan pasien menderita alergi
pada kulit. Sehingga pasien diberikan salep Hydrocortisone untuk
mengurangi inflamasi kemerahan serta gatal gatal pada kulit. Dan obat
minumnya diberikan racikan Dexametasone, CTM, Loratadine digunakan
sebagai obat Anti-inflamasi dan anti alergi serta ruam pada kulit.

B. Resep Non Racikan

60

R/

Cefadroxil 500mg

61

No. X

2dd 1
R/

Methylprednisolone No. X
3 dd 1

R/

Vitamin C

No. X

2 dd 1
Nama pasien : An. Gradi
Umur pasien : 11 Tahun
Perhitungan dosis anak:
Rumus Dilling : > 8thn =

n
DM dewasa
20

n = umur
DM= Dosis maksimum dewasa

Anak usia = 11 tahun


1. Cefadroxil
n
11
DM = 500 mg=275mg
20
20

> 500mg (dosis sekali minum)

2. Methylprednisolone
n
11
DM = 16 mg=8,8 mg > 16mg (dosis sekali minum)
20
20
3. Vitamin C
n
11
DM = 50 mg=27,5mg
20
20

62

> 50mg (dosis sekali minum)

Kelengkapan Resep :
1. Nama dokter
2. SIP
3. Tanggal penulisan resep
4. Tanda R/
5. Nama setiap obat
6. Banyaknya obat
7. Aturan pemakain obat
8. Tanda tangan dokter
9. Nama pasien
10. Umur pasien
11. Berat badan pasien
12. Alamat pasien

: dr. Itha
: Tidak ada
: 10-03-2015
: Ada
: Cefadroxil,Methylprednisolone,Vitamin C.
: No X, NO. X, NO. X
: Ada ( 2 dd 1 ), ( 3 dd 1), ( 2 dd 1 ).
: Tidak ada
: An. Gradi
: 11 tahun
: Tidak ada
: Argapura Bawah

Nama Setiap Obat dan komposisinya :


a. Cefadroxil :
1. Komposisi:
Mengandung Cefadroxil Monohydrate 500mg
2. Indikasi
- Infeksi saluran nafas, kulit dan jaringan lunak
- ISK dan infeksi kelamin
- Osteomilitis
3. Kontra indikasi
Hipersensitife terhadap sefaslosporin
4. Kelas terapi
Antibiotik golongan Sefalosporin
5. Dosis
Dewasa dan anak > 12 tahun maksimal 4g/hari
Pasien dengan gangguan ginjal awal 1 g, kemudian dosis
disesuaikan menurut kebutuhan
6. Efek samping
Gangguan GI, reaksi hipersensitif, jarang kolitis pseudomembran.
7. Jumlah obat
Cefadroxil 500mg diambil sebanyak 10 kapsul
b. Methylprednisolone :
1. Komposisi
Methylprednisolone
2. Indikasi

63

3.
4.
5.
6.

7.

- Kondisi alergi dan inflamasi


- Peradangan pada kulit dan saluran pernapasan tertentu
- Peradangan non-reumatik.
Kontra indikasi
- Infeksi jamur sistemik, ulkus peptik, herpes, DM & varisela
Kelas terapi
Hormon kortikosteroid
Dosis
Dewasa
: 4 48 mg/hari
Anak
: 0.8 1.1 mg/kg berat badan
Efek samping
- Gangguan elektrolit dan cairan tubuh
- kelemahan otot
- penurunan resistensi terhadap infeksi
- Gangguan penyembuhan luka
- Menurunkan tekanan darah
- Katarak
- Gangguan pertumbuhan pada anak
- Tukak lambung
Jumlah obat
10 Tablet

c. Vit C
1. Komposisi
Mengandung Vitamin C
2. Indikasi
- Untuk mencegah dan mengobati kekurangan vit c
- Memelihara daya tahan tubuh
- Sariawan
3. Kontra indikasi
Hipersensitif terhadap vitamin c
4. Kelas terapi
Vitamin dan mineral (pediatrik)
5. Dosis
Deawasa dan anak : 1 tab/ hari
6. Efek samping
- Diare
- Pengasaman urine oleh vitamin c
- Memudahkan kristalisasi oksalat dan sistin
7. Jumlah obat
10 tablet
d. Informasi Obat
- Cefadroxil diminum 2x sehari 1 kapsul
- Methylprednisolon diminum 3x sehari 1 tablet
64

- Vitamin C diminum 2x sehari 1 tablet


e. Analisa Resep
Berdasarkan analisa resep Anak Gradi umur 11 tahun, dosis yang
dihitung dengan rumus Dilling melebihi dosis maksimum untuk anak,
sehingga resep tersebut diharuskan konfirmasi kepada dokter.
Kemungkinan pasien menderita infeksi saluran nafas atas sehinngga
pasien diberikan Cefadroxil sebagai Antibiotik. Methylprednisolon
sebagai anti peradangan dan Vitamin C sebagai vitamin daya tahan
tubuh
Analisa Resep Dari Petrus Randai
A. Resep Racikan

5.4.

65

R/

Paracetamol

150 mg

Diazepam

1 mg
66

m.f pulv dtd No. XV


3 dd 1

Nama pasien
Umur pasien

: An. Nabila
: 4 tahun

Perhitungan:
Paracetamol (500 mg)=

Diazepam (5 mg) =

150 mg x 15
4,5
=
=4,5 tablet
500 mg
30 mg

1 mg x 10 10 mg
=
=2tablet
5 mg
5 mg

Perhitungan dosis anak:


Rumus young < 8thn =

n
DM dewasa
n+12

n = umur
DM= Dosis maksimum dewasa

Anak usia = 4 tahun


4
500 mg=125 mg<150 mg
4+12

Paracetamol =

Diazepam =

4
x 5 mg=1,25 mg
4+12

Kelengkapan Resep
67

1. Nama dokter
2. SIP
3. Tanggal penulisan resep
4. Tanda R/
5. Nama setiap obat
6. Banyaknya obat
7. Aturan pemakain obat
8. Tanda tangan dokter
9. Nama pasien
10. Umur pasien
11. Berat badan pasien
12. Alamat pasien

: dr. Helen SPA


: : 12-3-2015
: Ada
: Paracetamol, Diazepam
: No 4.5, No 7.5
: 3dd pulv 1
: Tidak ada
: An. Nabila
: 4 tahun
: : Hamadi

Nama setiap obat dan komposisinya:


a. Paracetamol
1. Komposisi:
Tiap tablet/kaplet mengandung Paracetamol 500 mg.
2. Indikasi:
Untuk menurunkan demam dan sebagai pengurang rasa sakit.
3. Kelas Terapi:
Analgesik dan Antipiretik
4. Dosis:
Dewasa : 2 2 kaplet/tablet 3 4 kali sehari.
Anak anak : - 1 kaplet/tablet 3 4 kali sehari.
5. Efek samping:
Penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan
kerusakan hati.
6. Jumlah Obat:
Jadi Paracetamol tablet yang diambil adalah 4,5 tablet
b. Diazepam
1. Komposisi:
Diazepam 2 mg
2. Indikasi:
Kondisi psikoneurotik (ansietas, tegang, tidak bisa istrahat), kondisi
psikosomatik (gangguan otot karena tegang, ganggua tidur,
masalah jantung) relaksasi otot pada kejang (kejang demam dan
epilepsi).
3. Kelas Terapi
Benzodiazepin, obat penenang
4. Dosis:
Oral ( Dewasa ) : 2-10 mg 2-4 kali sehari
Oral (anak-anak > 6 bulan) : 1-2.5 mg 3-4 kali sehari.
5. Efek Samping:
68

Mengantuk, lemah otot, ataksia, reaksi paradoksikal.


6. Jumlah Obat
Jadi Diazepam tablet yang diambil adalah 2 tablet
c. Informasi obat
Puyer (Paracetamol dan Diazepam) : diminum 3 kali sehari 1 bungkus
d. Analisa resep
Dari perhitungan dosis (young) disimpulkan bahwa resep diatas masih
dalam dosis lazim karena masih mendekati dosis anak.
Dari resep diatas deketahui kemungkinan pasien mengalami demam
tinggi dan kejang sehingga diberikan Paracetamol sebagai antipiretik
dan Diazepam sebagai obat penenang untuk mengatasi kejangnya.

B. Resep Non Racikan

69

R/

Ciprofloxacin
2 dd I

No.X

70

R/
R/
R/

Methyl Prednisolon 80mg


2 dd I
Trifed
3 dd I
Paracetamol
3 dd I

Nama pasien
Umur pasien

No.X
No.X
No.X

: Nn. Eriselda Prilya Khoe


: 21 tahun

Kelengkapan Resep
1.
2.
3.
4.
5.

Nama dokter
SIP
Tanggal penulisan resep
Tanda R/
Nama setiap obat

6. Banyaknya obat
7. Aturan pemakain obat
8. Tanda tangan dokter
9. Nama pasien
10. Umur pasien
11. Berat badan pasien
12. Alamat pasien

: dr. itha
: Tidak ada
: 01-02-2016
: Ada
: Ciprofloxacin, Methyl Prednisolon 8mg,
Trifed, Paracetamol.
: No X, No X, No X, No X
: ( 2dd 1 ), ( 2 dd 1), ( 3 dd 1), ( 3 dd 1)
: Tidak ada
: Nn. Eriselda Prilya Khoe
: 21 tahun
: Tidak ada
: Argapura

Nama setiap obat dan komposisinya:


a. Ciprofloxacin (500 mg)
1. Komposisi:
Tiap tablet salut selaput mengandung ciprofloxacin 500 mg.
2. Indikasi:
Untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman pathogen
yang peka terhadap ciprofloxacin, antara lain pada : saluran
kemih termasuk prostatitis, uretritis dan serpisitis gonore, saluran
cerna, termasuk demam thyfoid dan parathyfoid, saluran nafas,

71

kecuali pneumonia dan streptococcus, kulit dan jaringan lunak,


tulang dan sendi.
3. Kelas Terapi:
Antibiotik
4. Dosis:
Untuk saluran kemih :
Ringan sampai sedang : 2 x 250 mg sehari.
Berat : 2 x 500 mg sehari.
Untuk gonore akut cukup pemberian dosis tunggal 250 mg
sehari
Untuk infeksi saluran cerna
Ringan / sedang / berat : 2 x 250 mg sehari.
5. Efek samping
- Gangguan saluran cerna : mual, muntah, diare dan, sakit perut.
- Gangguan susunan saraf pusat : sakit kepala, pusing, gelisah,
-

insomnia, dan euphoria.


Reaksi hipersensitivitas : pruritus dan urtikaria.
Peningkatan sementara nilai enzim hati, terutama pada pasien

yang pernah mengalami kerusakan hati.


6. Jumlah Obat
10 tablet
b. Methylprednisolon ( 8 mg )
1. Komposisi:
Tiap tablet mengandung metilprednisolon 8 mg.
2. Indikasi:
Abnormalitas fungsi adrenokortikal, penyakit kolagen, keadaan
alergi, dan peradangan pada kulit dan saluran pernafasan tertentu,
penyakit hermatologik , hiperkalsemia hubungan dengan kanker.
3. Kelas Terapi:
Anti histamine, Anti alergi.
4. Dosis:
- Dewasa : dosis awal dari metiprednsolon dapat bermacammacam dari 4 mg 48 mg perhari, dosis tunggal atau terbagi,
-

tergantung dari keadaan penyakit.


Anak-anak : insufisiensi adrenokortikal : oral 0,117 mg/kg BB,
atau 3,33 mg per m2 luas permukaan tubuh sehari dalam dosis

terbagi tiga.
5. Efek samping

72

Biasanya terlihat pada pemberian jangka panjang atau pemberian


dalam dosis besar, misalnya gangguan elektrolit dan cairan tubuh,
kelemahan otot, retensi terhadap infeksi menurun, gangguan
penyembuhan luka, meningkatnya tekanan darah, katarak,
gangguan pertumbuhan pada anak-anak, insufisiensi adrenal,
cushings syndrome, osteoporosis, tukak lambung
6. Jumlah Obat
10 Tablet

c. Trifed
1. Komposisi:
trioplolidin HCL 2,5 mg, Pseudoefedrin HCl 60 mg.
2. Indikasi:
Pengobatan gejala-gejala yang berhubungan dengan pilek, sinusitis
dan kondisi alergika.
3. Kelas Terapi:
Dosis : Dewasa dan anak berusia kurang dari 12 tahun 3

kali

sehari 1 tablet.
4. Efek samping:
Mulut kering, sakit kepala, mengantuk, palpitasi
5. Jumlah Obat
10 tablet
d. Paracetamol ( 500 mg )
1. Komposisi:
Tiap tablet mengandung paracetamol 500 mg
2. Indikasi:
Untuk meredakan rasa sakit, seperti sakit kepala, sakit gigi, sakit
pada otot, dan menurunkan demam yang menyertai flu/influenza,
dan demam sesudah vaksinasi.
3. Kelas Terapi
Analgesik (non opiat) dan antipiretik
4. Dosis:
Dewasa 1-2 tablet 3 atau 4 kali sehari

73

Anak 7-12 tahun

1
2

- 1 tablet 3-4 kali sehari sampai dengan 2 gr,

tidak melebihi 3-4 kali sehari atau menurut aturan dokter.


5. Efek samping:
Gangguan jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan
kerusakan hati dan reaksi hipersensitifitas
6. Jumlah Obat
10 tablet
e. Informasi Obat
1. Ciprofloxacin
: diminum 2 kali sehari 1 tablet, sesudah
makan (habiskan)
2. Methyl Prednisolon : diminum 2 kali sehari 1 tablet
3. Trifed
: diminum 3 kali sehari 1 tablet
4. Paracetamol
: diminum 3 kali sehari 1 tablet (bila panas)
f. Analisa Resep
Dari resep diatas kemungkinan pasien mengalami infeksi saluran
pernafasan sehingga diberikan Ciprofloxacin sebagai antibiotic disertai
batuk pilek dan panas sehingga diberikan Trifed, Methyl Prednisolon
dan Paracetamol.

74

Gelombang II
5.5. Analisa Resep Dari Andira Tukan
A. Resep Racikan

75

R/

Paracetamol

250 mg

Meloxicam

7,5 mg

Diazepam

2 mg

76

Vitamin B
mf. da in caps dtd

No. XV

S3dd Caps I
Nama pasien
Umur pasien

: Ny. Muddah
: 30 thn

Perhitungan:
250 mg x 15
3750
=
=7,5 kaplet
500 mg
500 mg

Paracetamol 250 mg =

Meloxicam 7,5 mg =

Diazepam 2 mg =

7,5 mg x 15 112,5
=
=15tablet
7,5 mg
7,5 mg

2 mg x 15
30
=
=6 tablet
5 mg
5 mg

Kelengkapan Resep :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Nama dokter
SIP
Tanggal penulisan resep
Tanda R/
Nama setiap obat
Banyaknya obat
Aturan pemakain obat
Tanda tangan dokter
Nama pasien
Umur pasien
Berat badan pasien
Alamat pasien

: dr. Nila Sari


: Tidak ada
: 15-03-2016
: Ada
: Paracetamol, Meloxicam, Diazepam, Vit B
: No. XV
: Ada ( 3 dd 1 Caps)
: Tidak ada
: Ny. Muddah
: 30 thn
: Tidak ada
: Terminal Entrop

Nama setiap obat dan komposisinya:


a. Paracetamol 500 mg
1. Komposisi :
Paracetamol 500 mg
2. Indikasi :

77

3.
4.
5.
6.

Sakit pada keadaan sakit gigi, sakit kepala, dan nyeri ringan

lainnya.
- Demam
Kontra indikasi :
Gangguan fungsi Hati berat.
Kelas terapi :
Analgesic (Non Opiat) & Antipiretik
Dosis :
Dewasa 1-2 tablet, anak 6-12 tahun 1/2 -1 tablet. Diberikan 3-4x /hr
Efek samping :
Mual, muntah, diare, wajah pucat dan nyeri perut. Gangguan fungsi
hati (pada pengguna jangka lama dan dosis tinggi). gangguan dan

pendarahan GI, tukak peptic.


7. Jumlah obat :
Jumlah obat yang diambil untuk diracik adalah 7,5 kaplet
b. Meloxicam 7,5 mg
1. Komposisi :
Meloxicam 7,5 mg
2. Indikasi :
Osteoarthritis, Arthritis Rheumatoid di Dewasa, Juvenile Arthritis,
Pengurangan Risiko Kardiovaskular
3. Kontra indikasi :
- Dikenal hipersensitivitas terhadap meloxicam atau bahan dalam
-

formulasi.
Riwayat asma, urtikaria, atau reaksi sensitivitas lain dipicu oleh

aspirin atau NSAID lainnya.


Pengobatan nyeri perioperatif dalam pengaturan pembedahan

CABG
4. Kelas terapi :
Agen Nonsteroidal Anti-inflamasi
5. Dosis
Pasien Pediatric
Juvenile Arthritis
Oral: Anak-anak 2 tahun: 0,125 mg / kg (maksimal 7,5 mg) sekali

sehari. Dosis tinggi tidak terkait dengan meningkatnya manfaat.


Dewasa
Osteoarthritis
Oral: 7,5 mg sekali sehari; bisa meningkat sampai 15 mg sekali
sehari.
Arthritis Rheumatoid

78

Oral: 7,5 mg sekali sehari; bisa meningkat sampai 15 mg sekali


sehari
6. Efek samping :
Mual dan muntah, Gangguan pencernaan, Sakit kepala, Sulit tidur.
7. Jumlah obat :
Jumlah obat yang diambil untuk diracik adalah 15 tablet
c. Diazepam
1. Komposisi :
Diazepam
2. Indikasi :
Kondisi psikoneurotik (ansietas, tegang, tidak bisa istrahat), kondisi
psikosomatik (gangguan otot karena tegang, gangguan tidur, masalah
3.
4.
5.
6.
7.
1.
2.

jantung) relaksasi otot pada kejang (kejang demam dan epilepsi).


Kontra indikasi :
Miastenia gravis
Kelas terapi :
Obat Anti Inflamasi Non Steroid
Dosis :
- Oral 2-5 mg 3x/hari
- Inj. 5-10 mg IM/IV
Efek samping :
Mengantuk, lemah otot, ataksia, reaksi paradoksikal.
Jumlah obat
Jumlah obat yang diambil untuk diracik adalah 6 tablet
d. Vitamin B Complex
Komposisi :
B1, B2, B6, PP fach, Ca pantothenate, nicotinamide
Indikasi :
Mencegah dan mengobati defisiensi vitamin B kompleks, Wamil

dan menyusui, beri-beri, palegra. Avitaminosis grup B


3. Kontra indikasi :
Hipersensitivitas
4. Kelas terapi :
Vitamin dan Mineral
5. Dosis
- Terapi : 1-2 tablet 3 x sehari
- Pencegahan : 1-2 tab/hr
- Injeksi : 2 inj/mgg sampai 2 inj/hr IM
6. Efek samping :
Urin berwarna kuning pekat dan bau.
7.
Jumlah Obat
10 Tablet

79

e. Informasi obat
Obat racikan, diminum 3x sehari 1 Kapsul
f. Analisa resep
Berdasarkan resep dokter diatas, kemungkinan pasien menderita rematic
yang disertai dengan demam dan susah tidur. Pasien diberikan obat
racikan yang terdiri dari obat Paracetamol untuk mengobati demamnya,
Meloxicam

sebagai

obat

rematicnya,

Diazepam

sebagai

obat

penenangnya dan Vit B sebagai Vitaminnya untuk memenuhi kekurangan


vitamin B pada pasien.

B. Resep Non Racikan

80

R/

L-Bio
2dd I

No. VI

81

R/
R/
R/

Zinc 20 mg
No. X
2dd I
Domperidone 10 mg No. X
3dd I
Oralit
No. X
I Sachet setiap mencret/muntah

Nama pasien
Umur pasien

: An. Leony
:
-

Kelengkapan Resep
1. Nama dokter
2. SIP
3. Tanggal penulisan resep
4. Tanda R/
5. Nama setiap obat
6. Banyaknya obat
7. Aturan pemakaian obat

: dr. Hany
:
:15-03-2016
: Ada
: L-Bio, Zinc, Domperidone, Oralit
: (No. VI), (No. X), (No. X), (No. X)
: ( 2 dd 1) ( 2 dd 1) ( 3 dd 1)
( 1 Sch setiap mencret/muntah)
:
: An. Leony
:
:
:
-

8. Tanda tangan dokter


9. Nama pasien
10. Umur pasien
11. Berat badan pasien
12. Alamat pasien

Nama- nama obat dan komposisinya


a. L-Bio
1. Komposisi :
Rice starch, maltodextrin, Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus
casei,

Lactobacillus

salivarius,

Bifidobacterium

infantis,

Bifidobacterium lactis, Bifidobacterium longum, Lactococcus lactis.


2. Indikasi :
Memelihara kesehatan fungsi saluran cerna anak dan dewasa,
membantu mengembalikan fungsi normal pencernaan selama diare,
sembelit, dispepsia dan intoleransi laktosa, membantu keseimbangan
flora

normal

selama

mengkonsumsi
82

antibiotika,

membantu

mengembalikan fungsi pencernaan pada pasien kemoterapi, tukak


peptik, membantu fungsi fermentas\i usus pada bayi.
3. Kontra indikasi:
4. Kelas terapi :
Obat Antidiare
5. Dosis :
Usia >= 12 tahun 3 sachet 1 kali/hari.
Usia >= 2 tahun : 2-3 sachet 1 kali/hari
6. Efek samping :
Kembung, Mual dan Muntah
7. Jumlah obat :
6 Bungkus
b. Zinc 20 mg
1. Komposisi
Tiap tablet dispersibel mengandung zinc sulfate 54,9 mg setara
dengan zinc 20 mg.
2. Indikasi
Tablet Zinc 20 mg merupakan pelengkap untuk pengobatan diare
pada anak-anak di bawah 5 tahun, diberikan bersama larutan oralit
3. Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap mineral Zinc
4. Kelas terapi
Vitamin Pediatric dan Mineral
5. Dosis
- Bayi 2 - 5 bulan: 1/2 tablet dispersibel (zinc 10 mg) diberikan setiap
hari selama 10 hari berturut-turut (bahkan ketika diare telah
-

berhenti).
Anak 6 bulan - 5 tahun: 1 tablet dispersibel (zinc 20 mg) diberikan
setiap hari selama 10 hari berturut-turut (bahkan ketika diare telah

berhenti).
Jika terjadi muntah dalam waktu 1/2 jam setelah pemberian

obat,berikan lagi obat yang masih baru.


6. Efek Samping
Efek samping zinc sangat jarang dilaporkan. Kalaupun ada, biasanya
hanya muntah. Namun, pemberian zinc dalam dosis sebanyak 10-20
mg sesuai usia seperti dosis yang dianjurkan seharusnya tidak akan
menyebabkan muntah. Zinc yang dilarutkan dengan baik akan
menyamarkan rasa metalik dari zinc
7. Jumlah obat

83

10 Tablet
c. Domperidone 10 mg
1. Komposisi :
Domperidone 10 mg
2. Indikasi :
- Untuk pengobatan gejala dispepsia fungsional
- Untuk mual dan muntah akut.
- Untuk mual dan muntah yang disebabkan oleh pemberian levodopa
dan bromokriptin lebih dari 12 minggu.

3. Kontra indikasi :
- Penderita hipersensitif terhadap domperidone.
- Penderita dengan prolaktinoma tumor hipofise yang mengeluarkan
prolaktin.
4. Kelas terapi :
Regulator GIT, Antiflatulen, Anti-inflamasi
5. Dosis :
- Dosis dewasa dan anak-anak dengan berat badan lebih dari 35 kg :
Per Oral : 10-20 mg sehari 3-4 kali; maksimal 80 mg per hari. Per
-

rektal (supositoria) : 60 mg sehari 2 kali.


Dosis anak-anak dengan berat badan kurang dari 34 kg / 15 - 34 kg
(hanya untuk indikasi mual dan muntah)3 : Per Oral : 250-500
mikrogram/ kg sehari 3-4 kali; maksimal 2,4 mg/ kg per hari. Per

rektal (supositoria) : 30 mg sehari 2 kali.


- Anak-anak dengan berat badan kurang dari 15 kg tidak dianjurkan
6. Efek samping :
Gangguan gastrointestinal termasuk kram (jarang), efek
ekstrapiramidal (sangat jarang), dan kemerahan pada kulit.
Hiperprolaktinemia / terjadi peningkatan konsentrasi prolaktin
plasma, yang menyebabkan galactorrhoea atau
7. Jumlah obat :
10 Tablet
d. Oralit
1. Komposisi
Glucose anhydrous 4 g, NaCl 0,7 g, Na icarbonate 0,5 g, CaCl2 0,3 g.
2. Indikasi
Pengganti elektrolit pada pasien muntah dan diare, kolera
3. Kontra indikasi
Obstruksi atau perforasi usus
84

4. Kelas Terapi
Elektrolit dan Mineral
5. Dosis
- Anak umur di bawah 1 tahun, 3 jam pertama 1,5 gelas dan

e.
f.

selanjutnya setengah gelas setiap muntah atau diare;


Anak umur 1 5 tahun, 3 jam pertama 3 gelas dan selanjutnya 1

gelas setiap muntah atau diare;


Anak umur 5 12 tahun, 3 jam pertama 6 gelas, dan selanjutnya 1,5

gelas setiap muntah atau diare;


Di atas 12 tahun, 3 jam pertama 12 gelas, dan selanjutnya 2 gelas

setiap muntah atau diare.


6. Efek Samping
Efek samping oralit relatif tidak ada
7. Jumlah
10 Sachet
Informasi obat
L-Bio diminum 2 x sehari 1 sesudah makan .
Zinc diminum 2 x sehari 1 sesudah makan .
Domperidone diminum 2 x sehari 1 sesudah makan.
Oralit diminum 1 Sachet setiap mencret/muntah.
Analisa resep
Dari resep tersebut kemungkinan pasien menderita diare sehingga
pasien diberikan obat L-Bio sebagai obat cerna, Zinc sebagai obat
pelengkap untuk pengobatan diare, Domperidone sebagai obat mual
muntahnya dan oralit sebagai obat untuk kekurangan cairan (Dehidrasi)
akibat diare / mencret

5.6. Analisa Resep Dari Mimi Andryani


A. Resep Racikan

85

R/

Paracetamol
Diazepam
Mf. Pulv dtd

150 mg
1 mg
no. X

86

R/

3 dd pulv 1
Cefadroxil syr fl. No.I
2 dd cth 1
Nama pasien
Umur

: An. Rina
: 4 Tahun

Perhitungan dosis yang digunakan untuk membuat puyer :

1.

Paracetamol150 mg=

2.

Diazepam1 mg=

150 mg 10 1500 mg
=
=3 tablet
500 mg
500 mg

1 mg10 10 mg
+
=2tablet
5 mg
5 mg

Perhitungan DM Untuk anak usia 4 Tahun :


1. Paracetamol 150 mg

n
4
DM =
500 mg=125 mg
n+12
4+ 12

2. Diazepam 1 mg

n
4
DM =
5 mg=1,25 mg
n+12
4+ 12

Kelengkapan Resep

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nama dokter
SIP
Tanggal penulisan resep
Tanda R/
Nama setiap obat
Banyaknya obat
Aturan pemakain obat

: dr. Claudia
: Tidak ada
: 15-03-2016
: Ada
: Paracetamol, Diazepam, Cefadroxil Syr
: No X, No. I
: Ada ( 3 dd 1 ), ( 2 dd cth 1)
87

8. Tanda tangan dokter


9. Nama pasien
10. Umur pasien
11. Berat badan pasien
12. Alamat pasien

: Tidak ada
: An. Rina
: 4 tahun
: Tidak ada
: Tidak ada

Nama setiap obat dan komposisinya


a. Paracetamol 150 mg
1. Komposisi :
Paracetamol 500 mg
2. Indikasi :
Meredakan nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi sesudah
pencabutan dan demam.
3. Kontra indikasi :
Gangguan fungsi hati berat
4. Kelas terapi :
Analgesic (Non Opiat ) & Antipiretik
5. Dosis :
Dewasa 1-2 tablet, anak 6-12 tahun 1/2 -1 tablet. Diberikan 3-4x
/hr

6. Efek samping :
- Mual dan muntah,
- Diare,
- Wajah pucat dan nyeri perut
- Gangguan fungsi hati (pada pengguna jangka lama dan dosis
tinggi).
7. Jumlah obat :
3 Tablet
b. Diazepam
1. Komposisi :
Diazepam 5 mg
2. Indikasi :
Kondisi psikoneurotik (ansietas, tegang, tidak bisa istrahat),
kondisi psikosomatik (gangguan otot karena tegang, gangguan
tidur, masalah jantung) relaksasi otot pada kejang (kejang demam
dan epilepsi).
3. Kontra indikasi :
Miastenia gravis
4. Kelas terapi :
88

Obat Anti Inflamasi Non Steroid


5. Dosis :
Oral 2-5 mg 3x/hari
6. Efek samping :
Mengantuk, lemah otot, ataksia, reaksi paradoksikal.
7. Jumlah obat :
2 Tablet
c. Cefadroxil syr
1. Komposisi :
Tiap 5 ml dry syrup mengandung Cefadroxil monohidrat setara
dengan Cefadroxil anhidrat 125 mg.
2. Indikasi :
- Infeksi saluran pernafasan atas dan bawah
- Infeksi kulit dan jaringan lunak
- Infeksi saluran kemih
- Infeks lain: osteomielitis dan septic arthritis
3. Kontra indikasi :
Alergi terhadap sefalosporin
4. Kelas terapi :
Antibiotic golongan sefalosporin
5. Dosis :
- Anak-anak : diatas 6 tahun 500 mg, 2 kali sehari.
1.6 tahun 250 mg, 2 kali sehari.
- Bayi < 1 tahun : 25 mg/kg BB, diberikan dalam dosis terbagi.
6. Efek samping :
- Gangguan saluran cerna : colitis, mual, muntah.
- Hipersensitif : urtikaria, ruam, angioedema.
7. Jumlah obat :
1 botol
d. Informasi obat
1. Obat racikan (parasetamol dan diazepam) diminum 3x sehari 1
bungkus
2. Obat antibiotic, cefadroxil syr diminum 2x sehari 1 sendok teh.
e. Analisa resep
Dari perhitungan dosis (menggunakan rumus young) disimpulkan bahwa
resep diatas masih dalam dosis lazim karena masih mendekati dosis anak.
Berdasarkan resep diatas, kemungkinan pasien mengalami demam tinggi
dan kejang, Sehingga pasien

diberikan racikan Paracetamol dan

Diazepam, Paracetamol sebagai antipiretik dan diazepam sebagai obat


kejangnya. Selain itu pasien juga diberikan Cefadroxil Syr sebagai
Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri.

89

B. Resep Non Racikan

R/

Tab Cefadroxil 500 mg


2 dd tab 1
90

No. XV

R/
R/
R/

Tab PCT
500 mg
3 dd tab 1
Tab Ondancentron 4 mg
3 dd tab 1
Tab Ranitidine 150 mg
2 dd tab 1

Nama pasien
Umur pasien

No. XX
No. XX
No. XV

: An. Tristan
: 8 tahun

Perhitungan DM untuk anak usia 8 tahun (Rumus Young):


1. Cefadroxil 500 mg

n
8
DM =
500 mg=200 mg > 500 mg
n+12
8+12
2. Paracetamol 500 mg
n
8
DM =
500 mg=200 mg > 500 mg
n+12
8+12
3. Ondancentron 4 mg
n
8
DM =
8 mg=3,2 mg < 4 mg
n+12
8+12
4. Ranitidine 150 mg
n
8
DM =
300 mg=120 mg > 150 mg
n+12
8+12

Kelengkapan Resep
91

1. Nama dokter

2. SIP
3. Tanggal penulisan resep
4. Tanda R/
5. Nama setiap obat
6. Banyaknya obat
7. Aturan pemakain obat
8. Tanda tangan dokter
9. Nama pasien
10. Umur pasien
11. Berat badan pasien
12. Alamat pasien

: dr. Nila Sari


: Tidak ada
: 10-03-2016
: Ada
: Cefadroxil, Pct, Ondancentron, Ranitidine
: No XV, No.XX, No. XX, No. XV
: Ada ( 2 dd 1 ), (3 dd 1), ( 3 dd 1 ), (2 dd 1).
: Tidak ada
: An. Tristan
: 8 tahun
: Tidak ada
: Jl. Kelapa II Entrop

Nama setiap obat dan komposisinya


a. Cefadroxil 500 mg
1. Komposisi :
Cefadroxil 500 mg
2. Indikasi :
Infeksi saluran napas atas dan bawah, kulit dan jaringan lunak,
saluran kemih kelamin, dan impetigo.
3. Kontra indikasi :
Alergi terhadap Sefalosporin
4. Kelas terapi :
Antibiotic golongan Sefalosporin
5. Dosis :
- Dewasa dan anak > 12 tahun Maksimal 4 g/hari
- Pasien dengan gangguan ginjal awal 1 g, kemudian dosis
disesuaikan menurut kebutuhan.
6. Efek samping :
Hipersensitivitas, ruam kulit, demam, gangguan ginjal, kejang dan
anemia hemolitik.
7. Jumlah obat :
15 Kapsul
b. Paracetamol 500 mg
1. Komposisi :
Paracetamol 500 mg
2. Indikasi :
Meredakan nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi sesudah
pencabutan dan demam.
3. Kontra indikasi :
Gangguan fungsi Hati berat.
4. Kelas terapi :
92

Analgesic (Non Opiat) & Antipiretik


5. Dosis :
Dewasa 1-2 tablet, anak 6-12 tahun 1/2 -1 tablet. Diberikan 3-4x
/hr
6. Efek samping :
Mual, muntah, diare, wajah pucat dan nyeri perut. Gangguan
fungsi hati (pada pengguna jangka lama dan dosis tinggi).
7. Jumlah obat :
20 Tablet
c. Ondansentron 4 mg
1. Komposisi :
Ondansentron 4 mg
2. Indikasi :
- Untuk menangani mual dan muntah yang diinduksi oleh obat
-

kemoterapi
Pencegahan mual dan muntah pasca operasi.

3. Kontra indikasi :
Jangan diberikan kepada penderita yang hipersensitif atau alergi
terhadap ondansentron.
4. Kelas terapi :
Antiemetic
5. Dosis :
Dosis umum untuk pemakaian onddansentron adalah 8 mg-32
mg/hari
6. Efek samping :
Sakit kepala dan pusing, mudah mengantuk, kepanasan, pusing
ketika berdiri, mudah lelah dan sakit perut.
7. Jumlah obat :
20 ablet
d. Ranitidine 150 mg
1. Komposisi :
Ranitidine 150 mg
2. Indikasi :
Terapi jangka pendek untuk tukak lambung atau tukak usus 12 jari.
Meredakan gejala refluks esofagitis. Terapi pemeliharaan untuk
tukak lambung dan usus 12 jari.
3. Kontra indikasi :
Penderita yang hipersensitif terhadap ranitidine.
4. Kelas Terapi :
Antacid, obat antirefluks, dan anti ulserasi
5. Dosis :

93

Dewasa tukak usus 12 jari aktif 150 mg 2x/hr (pagi dan malam)
atau 300 mg 1x/hr sesudah makan malam atau sebelum tidur,

selama 4-8 minggu.


Tukak lambung aktif 150 mg 2x/hr (pagi dan malam hari)

selama 2 minggu.
Terapi pemeliharaan tukak lambung dan tukak usus 12 jari 150

mg sebelum tidur.
6. Efek samping :
Sakit kepala, tidak enak badan, pusing, mengantuk, insomnia, dan
vertigo
7. Jumlah obat :
15 Tablet
e. Informasi obat
1. Obat antibiotic, Cefadroxil diminum 2x sehari 1 tablet
2. Obat demam, Paracetamol diminum 3x sehari 1 tablet
3. Obat mual muntah, Ondancentron diminum 3x sehari 1 tablet
4. Obat lambung, Ranitidine diminum 2x sehari 1 tablet.
f. Analisa Resep
Dari resep diatas, setelah dihitung dosisnya melebihi dosis maksimum
untuk anak sehingga resep tersebut harus dikonfirmasikan terlebih
dahulu kepada dokter.
Kemungkinan pasien menderita infeksi saluran nafas yang disertai.
demam dan kelebihan asam lambung, sehingga pasien diberikan
Cefadroxil sebagai antibiotic, Parasetamol sebagai antipiretik, dan
Ranitidine untuk menurunkan asam lambung. Selain itu, pasien juga
diberikan Ondansentron sebagai obat muntah.

94

5.7.

Analisa Resep Dari Benny Kamerop


A. Resep Racikan

R/

Paracetamol

500 mg

95

R/

Chloramfeniramine Maleat 4 mg
Methylprednisolone
4 mg
m.f. pulv da in Caps No. X
3 dd Caps 1
Cefadroxil 500 mg Caps No. X
2 dd Caps 1

Nama pasien
Umur pasien

: Tn. Faris Deni


: 37 Thn

Perhitungan Dosis:
a. Paracetamol 500 mg

: 500 10/500=10 tablet

b. Chloramfeniramine Maleat

: 4 10 4=10 tablet

c. Methylprednisolone

: 4 10 4=10 tablet

Kelengkapan Resep
1.
2.
3.
4.
5.

Nama dokter
SIP
Tanggal penulisan resep
Tanda R/
Nama setiap obat

6. Banyaknya obat
7. Aturan pemakaian obat
8. Tandatangan dokter

: dr. Itha
: Tidak ada
: 21 Maret 2016
: Ada
: ( Paracetamol 500 mg, CTM 4 mg, Methyl
prednisolon 4 mg.; Cefadoxil 500 mg )
: No.X ; No.X
: Ada ( S 3 dd caps 1; S 2 dd caps 1 )
: Ada

96

9. Nama pasien
10. Umur pasien
11. Berat badan pasien
12. Alamat pasien

: Tn. Faris deni


: 37 Thn
: Tidak ada
: Dok V atas

Nama setiap obat dan komposisinya


a. Paracetamol
1. Komposisi :
Tiap tablet / kaplet mengandung Paracetamol 500 mg
2. Indikasi :
Meredakan Nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi sesudah
3.
4.
5.

6.

pencabutan dan Demam.


Kontra indikasi :
Gangguan fungsi Hati berat.
Kelas terapi :
Analgesic (Non Opiat) & Antipiretik
Dosis :
- Dewasa 1-2 tablet
- Anak 6-12 tahun 1/2 -1 tablet.
- Dewasa Diberikan 3-4x /hari
Efek samping :
Mual, muntah, diare, wajah pucat dan nyeri perut. Gangguan

fungsi hati (pada pengguna jangka lama dan dosis tinggi).


7. Jumlah obat :
Jadi obat yang diambil untuk dibuat puyer adalah 10 tablet
b. CTM ( Chorpheniramine Maleat ) 4 mg
1. Komposisi
Tiap tablet mengandung Chorpheniramin Maleat 4 mg
2. Indikasi
- Alergi spturtikaria,
- Dermatitis,
- Rhinitis,
- Hay fever
3. Kontra indikasi
Hipersensitif
4. Kelas terapi
Antialergi dan Anafilaksis
5. Dosis
- dewasa 3 X sehari 1 tablet
- anak- anak 3 X sehari tablet
6. Efek samping
- Menyebabkan rasa kantuk
- Retensi urine

97

- Gangguan hati dan ginjal


7. Jumlah obat
Jadi obat yang diambil untuk dibuat puyer adalah 10 tablet

c. Methylpretnisolone
1. Komposisi
Tiap tablet mengandung 4 mg MethylPrednisolone
2. Indikasi
Kelainan endokrin, Penyakit kalogen, Asma bronchial, Rhinitis
alergi, Dermatitis
3. Kontra indikasi
- TBC,
- Infeksi jamur simtetik
- Pemberian vaksinasi,
- Menyusui dan,
- Osteoporosis berat.
4. Kelas terapi
Anti Histamine , anti inflamasi
5. Dosis
- Dewasa :
dosis awal 4 48 mg sehari ; Dosis pemeliharaan 4 16 mg
- Anak- anak :
Dosis awal 0,8 1,5 mg/kgBB ; Sehari tidak lebih 80 mg,
dosis pemeliharaan sehari 2- 8 mg.
6. Efek samping
- Gatal
- Rasa terbakar,
- Eritema ( kondisi pada kulit yang menyerupai akne. )
7. Jumlah obat
Jadi obat yang diambil untuk dibuat puyer adalah 10 tablet

d. Cefadroxil 500 mg
1. Komposisi :
Cefadroxil 500 mg
2. Indikasi :
Infeksi saluran napas atas dan bawah, kulit dan jaringan lunak,
saluran kemih kelamin, dan impetigo.
98

3. Kontra indikasi :
Alergi terhadap Sefalosporin
4. Kelas terapi :
Antibiotic golongan Sefalosporin
5. Dosis :
- Dewasa dan anak > 12 tahun Maksimal 4 g/hari
- Pasien dengan gangguan ginjal awal 1 g, kemudian dosis
disesuaikan menurut kebutuhan.
6. Efek samping :
Hipersensitivitas, ruam kulit, demam, gangguan ginjal, kejang dan
anemia hemolitik.
7. Jumlah obat :
10 Kapsul
e. Informasi obat
Obat puyer diminum 3 x sehari 1 bungkus ( sesudah makan).
Obat antibiotik diminum 2 x sehari 1 kapsul (habiskan)
f. Analisa Resep
Dari resep diatas kemungkinan pasien menderita alergi dan infeksi
saluran napas atas yang disertai demam sehingga diberikan obat
racikan

yang

terdiri

dari

Mehtylprednisolone,

serta

CTM

( Chloramfeniramine Caleat) sebagai Antihistamine untuk mengatasi


alerginya dan Paracetamol sebagai Antipiretiknya untuk mengatasi
demamnya. Pasien juga diberikan Cefadroxil sebagai Antibiotik untuk
mengatasi peradanganya.
B. Resep Non Racikan

99

R/

Domperidone syr

No. I

3 dd cth 1

100

Ranitidine 150 mg tab

No. X

2 dd tab
Imboots syr

No. I

2 dd cth 1
Nama pasien
Umur pasien

: An. Rosali
: 4 Thn 10 bulan

Perhitungan dosis :
a. Domperidone

Syrup

4
5 mg=1,25 mg /5 ml
: 4+12
dosis

sekali

minum
b. Ranitidine tablet :

4
150 mg=37,5 mg
dosis sekali minum
4+12

Kelengkapan Resep
1. Nama dokter
2. SIP

: dr. fitri/ dr. Willy


:
101

3. Tanggal penulisan resep : 21 Maret 2016


4. Tanda R/
: Ada
5. Nama setiap obat
: ( Domperidone sirup, Ranitidin 150 mg,
Imboost sirup.)
6. Banyaknya obat
7. Aturan pemakaian obat
8. Tandatangan dokter
9. Nama pasien
10. Umur pasien
11. Berat badan pasien
12. Alamat pasien

: No.I ; No.X ; No.I


: Ada ( 3 dd cth 1 ; 2 dd tab 1/2 ; 1 dd cth 1
: ada
: An. Rosali
: 4 Thn 10 bulan
::-

Nama setiap obat dan komposisinya:

a. Domperidone sirup 5ml / 5mg


1. Komposisi
Tiap 5 ml mengandung 5 mg Domperidone
2. Indikasi
Dispesia fungsional, mual akut dan muntah-muntah.
3. Kelas terapi
Saluran pencernaan
4. Dosis
- Dewasa 3x sehari 1 sendok makan
- Anak-anak 3x sehari 1 sendok teh
5. Efek samping
Sakit kepala, mulut kering dan, diare
6. Jumlah obat
Domperidone sirup yang diambil 1 botol 60 ml
b. Ranitidine
1. Komposisi
Tiap tablet mengandung Ranitidine HCl 150 mg
2. Indikasi
- Ulkus duodenum ( lambung dan usus)
- Ulkus gaster non maligna
- Kondisi hipersekresi patologi
3. Kelas terapi
Saluran pencernaan
4. Dosis
Dewasa ; 2 x sehari (150 mg - 300 mg)
Anak anak ; 2 x sehari tablet ( 75 mg)
5. Efek samping
Sakit kepala
Pusing
Ruam kulit

102

Gastro intestinal ( berkaitan dengan lambung dan usus)


6. Jumlah obat
Tablet Ranitidine HCl 150 mg sebanyak 10 tablet.
c. Imboot Syrup
1. Komposisi
- Tiap tablet mengandung 250 mg imboots, zinc pecolinate 10 mg.
- Tiap 5 ml sirup mengandung 250 mg imboots
2. Indikasi
Terapi suportif untuk menstimulasi system imun terhadap infeksi akut,

kronik atau rekuren terutama infeksi saluran napas.


3. Kelas terapi
Saluran pencernaan
4. Dosis
Dewasa ; 2-3 x sehari 1 sendok makan
Anak-anak 1x sehari 1 sendok teh
5. Efek samping
Gangguan ringan dan reaksi alergik
6. Jumlah obat
Imboost sirup yang diambil sebanyak 1 botol 60 ml
d. Informasi Obat
Domperidone sirup diminum 3 x sehari 1 sendok teh
Ranitidin 150 mg dimunum 2 x sehari tablet
Imboost sirup diminum 1 x sehari 1 sendok teh
e. Analisa Resep
Dari Resep diatas disimpulkan bahwa pasien menderita tukak lambung
(maag) sehinga diberikan Ranitidine sebagai pengobatan Ulkus Duodenum
( lambung dan usus) yang juga disertai mual muntah maka diberikan juga
Domperidone sirup untuk mengatasi mual muntah serta Imboost sebagai
multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap anak

103

5.8.
Analisa Resep Dari Faruk M. Irianto
A. Resep Racikan

104

R/

Ambroxol

1
4

Trifed

1
4 tab

Vitamin C

1
4

m.f pulv dtd

tab

tab

No. X

3 dd pulv I
R/

Combivent

No. I

imm
Perhitungan:
1

Ambroxol

= 4 x 10 = 2,5 tablet

Trifed

1
4

x 10 = 2,5 tablet

Vitamin C

1
4

x 10 = 2,5 tablet

Kelengkapan Resep
1. Nama dokter
2. SIP
3. Tanggal penulisan resep

: dr. Yuli
:
: 19 Maret 2016

105

4. Tanda R/

: Ada

5. Nama setiap obat

: Ada (Ambroxol
Vitamin C

6. Banyaknya obat
7. Aturan pemakaian obat
8. Tandatangan dokter
9. Nama pasien
10. Umur pasien
11. Berat badan pasien
12. Alamat pasien

1
4

1
4 mg,Trifed

1
4

mg,

mg)

: No. X
: 3dd pulv 1
:
: An. Syakira Erliani
:
:
:
-

Nama setiap obat dan komposisinya terdiri dari :


a. Ambroxol
1. Komposisi :
Tiap tablet mengandung Ambroxol Hcl 30 mg
2. Indikasi :
Penyakit saluran nafas akut dan kronis hanya disertai sekresi
bronchial yang abnormal dari bronkitis asmatik, asma bronkial.
3. Kelas Terapi :
Ekspektoran
4. Dosis:
Dewasa : 3 kali sehari 1 tablet
Anak-anak 5-12 tahun : sehari 3 kali tablet
Anak-anak 2-5 tahun : sehari 2 kali 7,5 mg
Anak-anak di bawah 2 tahun : sehari 2 kali 7,5 mg
5. Efek samping :
Ambroxol umumnya ditoleransi dengan baik. Efek samping yang

b.

ringan pada Saluran pencernaan dilaporkan pada beberapa pasien.


6. Jumlah obat :
Ambroxol tablet yang diambil adalah 2,5 tablet.
Trifed
1. Komposisi:
Tiap tablet mengandung :
- Pseudoepherine Hcl 30 mg
- Triprolidine Hcl 2,5 mg
2. Indikasi :
Meringankan gejala peradangan saluran nafas atas misalnya rinitis
karena alergi
3. Kelas Terapi :
Obat Batuk dan Pilek
106

4. Dosis :
Dewasa
= 3 x sehari 1 tablet
Anak diatas 12 tahun = 3 x sehari 1 tablet
Anak 6-12 tahun
= 1 sdt
Anak .2-5 tahun
= sdt
5. Efek Samping :
- Mengantuk, gagangguan tidur
- Kekeringan pada .hidung, mulut dan tenggorokan
6. Jumlah Obat :
Trifed tablet yang diambil adalah 2,5 tablet
c. Vitamin C
1. Komposisi :
Tiap tablet mengandung : Vitamin C 50 mg
2. Indikasi :
Membantu memenuhi kebutuhan Vitamin C
Mencegah dan mengobati kekurangan Vitamin C
3. Kelas Terapi :
Vitamin dan Mineral
4. Dosis :
untuk pencegahan terhadap kekurangan vitamin C : sehari 1 tablet.
untuk pengobatan terhadap kekurangan vitamin C : sehari 2-4
tablet.
5. Efek Samping :
Diare, mual, gagal ginjal, kelelahan, kram perut, batu ginjal,
hambatan dalam pengobatan kanker, gangguan pencernaan,
insomnia, iritasi, esophagus, mengantuk, penurunan vitamin B12,
peningkatan oksigen, gastritis, erosi gigi, berbahaya bagi sel darah
merah, ekskresi oksalat, gusi berdarah, radang gusi rambut kering.
6. Jumlah obat :
Vitamin C tablet yang diambil adalah 2,5 tablet
d. Combivent
1. Komposisi :
Per 2.5 ml vial mengandung Ipratropium Br 0.5 dan Salbutamol
sulphate 2.5 mg
2. Indikasi :
Bronkospasme yang berhubungan dengan PPOK ( penyakir paru
obstruktif kronik ) pada pasien yang di terapi Iptratropium dan
Salbutamol
107

3. Dosis :
Inhaler : Dewasa 2 semprot 4 kali sehari
Unit vial dosis : Dewasa 1 unit vial dosis diberikan dengan cara
nebulisasi da inhalasi 3-4 kali sehari
4. Efek Samping :
Sakit kepala, pusing, gelisah, mulut kering, dan reaksi alergi
5. Jumlah Obat
Combivent yang diambil adalah 1 vial
e. Informasi obat
- Dibuat racikan puyer ( Ambroxol, Trifed, dan Vitamin C )
Diminum 3 kali sehari 1 bungkus
- Serahkan kepada dokter atau perawat ( im manu medici )
f. Analisa resep
Dari resep di atas pasien kemungkinan mengalami flu, batuk berdahak
dan asma. Pasien diberikan obat racikan yang terdiri dari Ambroxol
sebagai Ekspektoran dan Trifed sebagai obat flu serta Vitamin C
sebagai vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Pasien juga diberikan
Combivent sebagai obat penguapan (inhaler ) untuk mengobati
asmanya karena kemungkinan pasien memiliki riwayat asma.

B. Resep Non Racikan

108

R/

Cefixime 200 mg tab

No. X

109

2 dd tab 1
Sanmol

No. X

3 dd tab 1 prn
Methyl prednisolone 8 mg

No. X

2 dd 1
Plantacid Syr

No. I

3 dd 2 C ac
Ranitidine

No. X

2 dd 1 pc
Nama pasien
Umur pasien

: Tn. Joko Suseno


: 28 tahun

Kelengkapan Resep
1.
2.
3.
4.
5.

Nama dokter
SIP
Tanggal penulisan resep
Tanda R/
Nama setiap obat

: dr. Itha
:
: 08 Februari 2016
: Ada
: Cefixime 200mg, Sanmol, Methyl

Prednisolone 8mg, Plantacid Syr, Ranitidine


6. Banyaknya obat
: No. X, No.X, No.X,No.I,No.X
7. Aturan pemakaian obat :
Ada (2 dd 1) (3 dd 1 prn) (2 dd 1)(3 dd 2 C ac)(2 dd 1 pc)
8. Tandatangan dokter
:
9. Nama pasien
: Tn. Joko Suseno
10. Umur pasien
: 28 tahun
11. Berat badan pasien
:
12. Alamat pasien
: Entrop
Nama setiap obat dan komposisinya:
a. Cefixime 100mg
1. Komposisi
Tiap tablet mengandung Cefixime 200 mg.
2. Indikasi
- Infeksi saluran napas atas dan bawah, bronkitis akut dan kronik
- Infeksi saluran kemih

110

3. Kelas terapi
Antibiotik
4. Dosis
Dewasa : 2 sahari 1tablet
1
Anak : 2 sahari 2 tablet
5. Efek samping
- Reaksi hipersensitif
- Gangguan GI
- Gangguan fungsi ginjal
6. Jumlah obat
Cefixime yang diambil adalah 10 tablet.
b. Sanmol
1. Komposisi :
Tiap tablet Sanmol mengandung Paracetamol 500 mg.
2. Indikasi :
- Sakit pada keadaan sakit gigi, sakit kepala, dan nyeri ringan
lainnya.
- Demam
3. Kelas terapi :
Analgesik dan Antipiretik
4. Dosis :
Dewasa : 3 sahari 1tablet
1
Anak : 3 sahari 2 tablet
5. Efek samping :
- Reaksi hematologi
- Reaksi kulit dan
- Reaksi alergi lainnya
6. Jumlah obat :
Sanmol yang diambil adalah 10 tablet.
c. Methyl Prednisolone 8 mg
1. Komposisi :
Tiap tablet mengandung Methyl Prednisolone 8 mg
2. Indikasi :
Keadaan alergi dan peradangan dan saluran pernapasan tertentu
3. Dosis :
Dewasa 2 kali sehari
4. Efek samping :
Osteoporosis, gangguan cairan dan elektrolit
5. Jumlah obat
Methyl Prednisolone 8 mg yang diambil adalah 10 tablet
d. Plantacid Syr
1. Komposisi :

111

Tiap 5 ml suspensi mengandung: Mg(OH) 2 300 mg, Al(OH)3 400 mg,


Simethicone 30 mg
2. Indikasi :
Mengurangi gejala kelebihan asam lambung (Maag)
3. Dosis :
Dewasa 3 kali sehari 5 ml
Anak 6 12 tahun 3 kali sehari 2,5 ml
4. Efek Samping :
Konstipasi, diare
5. Jumlah Obat
Plantacid Syr yang diambil adalah 1 botol
e. Ranitidine
1. Komposisi :
Tiap tablet mengandung ranitidine Hcl 150 mg
2. Indikasi :
- Ulkus duodenum
- Ulkus gaster non maligna
- Kondisi hipersekresi patologi
3. Dosis :
Dewasa 2 kali sehari
4. Efek Samping :
Sakit kepala, pusing, gangguan GI
5. Jumlah Obat
Ranitidine yang diambil adalah 10 tablet
f. Informasi Obat
1. Cefixime : diminum 2 kali sehari 1 tablet, sesudah makan
2. Sanmol : diminum 3 kali sehari 1 tablet, sesudah makan, bila panas
3. Methyl Prednisolone : dininum 2 kali sehari 1 tablet, sesudah makan
4. Plantacid Syr : diminum 3 kali sehari 2 sendok makan, sebelum
makan
5. Ranitidine : diminum 2 kali sehari 1 tablet, sesudah makan
g. Analisa resep
Dari Resep diatas dapat disimpulkan bahwa kemungkinan pasien
menderita penyakit peradangan pada lambung di sertai demam sehingga
diberikan Methyl Prednisolone, Plantacid Sirup dan Ranitidine untuk
mengurangi gejala peradangan dan sanmol sebagai obat demam serta
cefixime sebagai antibiotik.

112

113