Anda di halaman 1dari 31

Diseksi Aorta

Diana Puspita Sari Purba


Divisi Kardiologi Departemen Ilmu
Penyakit Dalam
FK USU/ RSUP H.Adam Malik Medan

PENDAHULU
AN
Aorta adalah kanal yang

dilalui oleh darah yang


dipompakan
oleh
ventrikel
kiri
yang
kemudian dihantarkan ke
sirkulasi sistemik Pada
orang dewasa, 1,8 -3
cm
Dinding
aorta
terdiri
dari :
- Tunika intima
- Tunika Media
- Tunika Adventisia
Dalam
perjalanannya
aorta
terdiri
dari
beberapa bagian

Diseksi Aorta
Diseksi

aorta merupakan
kejadian
yang
terjadi
mendadak dimana darah
mengalir menembus dinding
aorta melalui robekan pada
tunika intima dan membelah
lapisan
tengan
sehingga
terbentuk aliran yang salah

Diseksi

aorta merupakan
salah
satu
kondisi
kegawatdaruratan
dalam
dunia
medis,dengan
gambaran
klinis
yang
bervariasi

End Organ complication of acute


Aortic Dissection

the great
masquerader.

EPIDEMIOLO
GI

Angka kejadian 10-20 kasus per 1 juta

penduduk pertahun
Tiga perempat penderita berusia > 40
tahun
Distribusi penyakit
- Usia <40 tahun Pria : wanita = 1 : 1
- Usia >40 tahun Pria : wanita = 2-3 : 1
Penyakit ini jarang terjadi pada usia muda,
kecuali pada mereka dengan predisposisi
kelainan jaringan ikat yang herediter

K
L
A
S
I
F
I
K
A
S
I

Klasifikasi berdasarkan
etiologi
Klasifikasi berdasarkan
lokasi anatomi
Klasifikasi Berdasarkan
Prognostik
Klasifikasi International Registry of
Acute Aortic Dissection (Kombinasi
anatomis dan informasi prognostik)

Klasifikasi berdasarkan etiologi


Klasifikasi Berdasarkan Etiologi
Kelainan jaringan ikat
Fibrilinopati herediter
-Sindroma Marfan
-Sindroma Ehler Danlos
Penyakit vaskular herediter
-Katup Aorta bikuspis
-koarktasio
Hipertensi kronis dan Aterosklerosis
`Merokok, dislipidemia, penggunaan kokain
Inflamasi vaskular
Giant cell arteritis
Takayasu arteritis
Behcets disease
Syphilis
Ormonds disease
Trauma dan penyebab iatrogenik
-Trauma deselerasi (kecelakaan mobil, jatuh dari
ketinggian)
-Faktro iatrogenik
Kateterisasi
Tindakan bedah aorta/katup
Graft anastomosis
Patch aortoplasty
Kanulasi

Klasifikasi berdasarkan lokasi anatomi


Dua

klasifikasi yang umum


digunakan,yakni
Klasifikasi
DeBakey dan stanford

Klasifikasi Debakey

- Tipe 1
Melibatkan pars ascendens,
transversum dan descendens
(70%)
- Tipe 2
Hanya
melibatkan
ascendens (5%)

pars

- Tipe 3
Diseksi
melibatkan
pars
descendens aorta thorakalis
(25%)
Klasifikasi Stanford

- Tipe A, melibatkan aorta pars

Klasifikasi Berdasarkan
Prognostik
Klasifikasi anatomis penting baik untuk terapi dan

analisis prognosis
Ditemukan hubungan yang terbalik antara jauhnya

lokasi lesi awal dari katup aorta dengan angka kematian

Klasifikasi IRAD
International Registry of Acute Aortic Dissection(IRAD)

menggunakan teknologi modern, membedakan diseksi


tipe A dan B berdasarkan lokasi paling proksimal dari
lesi menjadi beberapa subgrup dengan prognosis yang
berbeda.
Ditemukan hubungan yang terbalik antara jauhnya

lokasi lesi awal dari katup aorta dengan angka


kematian. Dimana, semakin jauh jarak lesi dari katup
aorta semakin rendah angka kematian

PATOFISIOLOG
I
Kelainan jaringan ikat, kelainan daun
katup, Hipertensi kronis dan
aterosklerosis serta trauma
Perubahan
histopatologis
tunika media
Hilangnya integritas
dinding pembuluh
darah

Diseksi
Aorta

DIAGNOSIS

Manifestasi Klinis

Elektrokardiogram
Untuk

melihat ada tidaknya gambaran iskemia pada


setiap pasien dengan nyeri dada
Bertujuan membedakan sindroma aorta akut dengan
sindroma koroner akut
Clinically, a dissection-related cardiac malperfusion syndrome may present with ECG changes that are
indistinguish-able from those of primary myocardial
ischemia or infarction
Laboratorium

- Plasma smooth muscle myosin heavy chain


reaction
- D-dimer akibat aktivasi cascade sistem koagulasi
intravaskular dan fibrinolisis
- CRP
Foto Thoraks
Mempunyai sensitivitas 64% dan spesifitas 86%
Gambaran yang dijumpai :
Pelebaran medistinum/ adanya abnormalitas kontur
aorta (75%)
Calcium sign calcified intima separated 1 cm from
outer soft tissue border (sugestif untuk diseksi aorta)
Dapat dijumpai gambaran foto thoraks
normal pada pasien diseksi aorta (15%)

Pencitraan Aorta modern

CT scan
Mempunyai sensitifitas >95% dalam memberikan gambaran
aorta pada sindroma koroner akut

Echocardiography
Bermanfaat dalam mengevaluasi jantung dan aorta
Ada 2 modalitas echocardiography yang digunakan,
yakni
Transthoracic echochardiography : Dapat
mendeteksi diseksi aorta pada bagian proksimal
Transesophageal echocardiography :memberi
gambaran aorta yang sangat baik mulai dari
pangkalsampai dengan distal aorta pars
descendens
Mempunyai sensitivitas 99% dan spesifisitas 89%

Gambaran Transthoracic
echocardiogram aorta
descendens seorang pasien
usia muda dengan sindroma
marfan.
Lapisan yang mengalami
diseksi jelas terlihat pada
lumen
aorta
(Tanda
panah,gambar A dan B)

Pemetaan
menunjukkan
perbedaan aliran kecepatan
darah antara true lumen
(ditunjukkan bintang kecil) dan
false lumen (bintang besar)

Aortografi
penggunaan aortografi invasif telah

digantikan dengan modalitas pencitraan


yang lebih praktis dan noninvasif seperti CT
scan echocardiography
Pemeriksaan yang paling baik terutama
pada pasien- pasien yang direncanakan
endovascular repair

Magnetic Resonance Imaging ( MRI)

Alat ini idealnya digunakan pada pasien stabil yang


membutuhkan pencitraan lebih tinggi

TATALAKSA
NA

Skema Tatalaksana Diseksi Aorta. Sumber : Acute


Aortic Disease 2007

Aorta Dissection Management Pathway

AHA Guideline
2010

Obatobatan
Daftar obat- obatan
yang digunakan dalam tatalaksana
diseksi aorta

Tindakan
Operatif
Bertujuan :

- Membentuk kembali aliran darah ke arteri


yang tertutup
oleh diseksi
- Mengkoreksi regurgitasi aorta
Lebih diindikasikan pada diseksi aorta Tipe
A

Beberapa metode pembedahan adalah:


Penggantian bagian yang rusak dengan tube graft
Bentall prosedur - Penggantian bagian yang rusak
dari aorta dan penggantian katup aorta.
David prosedur - Penggantian bagian yang rusak
dari aorta dan reimplantation dari katup aorta.
Penyisipan stent graft ( stent tertutup), TEVAR
(thoracic endovascular aortic repair
Penggantian bagian yang rusak dari aorta dengan
cangkok vaskuler sutureless konektor diperkuat
cincin dacron

PROGNOSIS
Tanpa pengobatan,resiko kematian selama

fase inisial dari diseksi aorta akut sangat


tinggi.
10-15% pasien meninggal pada 15 menit
pertama kejadian. Sekitar 50% bertahan
hidup dalam 48 jam, dan hanya 10% yang
dapat bertahan setelah 3 bulan
Angka harapan hidup 1 bulan pada pasienpasien diseksi aorta yang mendapat
tindakan medis 43% pada tipe A dan 91%
pada tipe B

KESIMPULAN
Diseksi aorta merupakan salah satu
kondisi kegawatdaruratan dalam bidang
kardiovaskular, dengan gambaran klinis
yang bervariasI

Manifestasi klinis pada pasien jarang


dengan keluhan
klasik diseksi aorta

Ditemukani hubungan yang terbalik


antara jauhnya
lokasi lesi awal dari
katup aorta dengan angka kematian.
Dimana, semakin jauh jarak lesi dari katup
aorta
semakin rendah angka kematian

Terima Kasih
No Physician
can diagnose a
condition he
never thinks
about Michael
De Bakey