Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KELOMPOK

FINANCIAL MANAGEMENT
Case : Nike, Inc : Cost of Capital

Dosen :
Prof. Dr. Sukmawati Sukamulja
Disusun Oleh :
Deta Widyana Dewi
Endah Rini Mayasari
Endra Febri Styawan
Eneng Siti Saadah
Fandhy Aria Perdana
Kelas Eksekutif B Angkatan 28 D

Program Magister Manajemen


Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
2014

Case : Nike, Inc : Cost of Capital


1. Latar Belakang Kasus :
Kimi Ford, manajer Portfolio dari NorthPoint Grup, salah satu perusahaan manajemen
mempertimbangkan untuk mengalokasikan dananya untuk berinvestasi pada perusahaan Nike
Inc melalui perusahaan NorthPoint Large-Cap, yaitu anak perusahaan dari NorthPoint Grup,
yang telah banyak menginvestasikan dananya pada perusahan-perusahan besar, seperti
ExxonMobil, General Motor, McDonalds, 3M dan modal besar lainnya. NorthPoint LargeCap telah menunjukan performa yang cukup bagus meskipun bursa saham telah menurun
sejak 18 bulan terakhir, dan pada tahun 2000, dana-dana tersebut menghasilkan return sebesar
20.7% walaupun S&P 500 turun sebesar 7.3%.
Ford masih belum bisa memutuskan berinvestasi karena melihat laporan tertulis Nike yang
menunjukan bahwa harga saham Nike telah menurun secara signifikan sejak awal tahun.
Seperti diketahui, bahwa Nike adalah salah satu market leader untuk sepatu atletik.
Pendapatan Nike yang stabil sekitar 9 milliar tiap tahunnya namun net income menurun dari
hamper $ 800 juta pada tahun 1997 menjadi $ 580 juta di tahun 2001. Selain itu, sekalipun
tetap menjadi market leader, namun market sharenya di sepatu atletik di US sebesar 42% pada
tahun 2000 ternyata turun sebesar 6% dari 48% pada tahun 1997. Hal tersebut disebabkan
karena adanya masalah rantai pasokan dan dampak buruk dari kekuatan dolar yang berdampak
negative pada pendapatan.
Nike telah melakukan rapat atau pertemuan dengan analis untuk mengungkapkan hasil fiscal
tahun 2001. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengkomunikasikan strategi manajemen
dalam merevitalisasi perusahaan. Selain itu pada pertemuan tersebut juga manajemen
mengungkapkan rencana untuk mengatasi pertumbuhan top-line dan performa operasi.
Dimana untuk meningkatkan pendapatan, perusahaan akan mengembangkan produk sepatu
yang lebih atletis dalam segmen harga menengah. Nike juga merencanakan untuk mendorong
di apparel line dan menargetkan revenue growth sebesar 8-10% dan earnings-growth diatas
15%. Melihat optimisme dari Nike, membuat para analis memiliki respon yang berbeda-beda.
hal inilah yang membingungkan Kimi Ford apakah melakukan investasi di Nike atau tidak?
Lehman Brothers menyarankan Kimi Ford untuk melakukan investasi di Nike karena Nike
dinilai memiliki kesempatan untuk berkembang di apparel line dan di bisnis internasional.
Namun dilain pihak UBS Warburg dan CSFB menyatakan keraguan tentang Nike karena
dianggap alasan target mereka terlalu agresif.
2. Pokok Permasalahan :
Kimi Ford harus mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusannya apakah
akan berinvertasi atau tidak di Nike, dimana berdasarkan data yang tersedia diketahui bahwa :
Harga saham Nike telah menurun secara signifikan dari awal tahun.
Sejak tahun 1997, pendapatan berkisar di sekitar $ 9 miliar, sedangkan laba bersih jatuh
dari hampir $ 800 juta hingga $ 580 juta.
Pangsa pasar Nike di AS untuk produk sepatu atletik telah jatuh dari 48%, pada tahun
1997, menjadi 42% pada tahun 2000
Masalah rantai pasokan terbaru dan dampak buruk dari dolar yang kuat telah memberikan
dampak negatif pada pendapatan

Selain itu, terdapat perbedaan hasil analisis, dimana Lehman Brothers menyarankan Kimi
Ford untuk melakukan investasi di Nike karena Nike dinilai memiliki kesempatan untuk
berkembang di apparel line dan di bisnis internasional. Namun dilain pihak UBS Warburg dan
CSFB menyatakan keraguan tentang Nike karena target mereka terlalu agresif. Hal ini
membuat Ford harus berpikir rekomendasi siapa yang akan dipakai atau Ford harus membuat
analisisnya sendiri sebagai pertimbangan dalam keputusan investasinya atas Nike.
3. Analisis
Ford memutuskan untuk mengembangkan discounted cash flow forecast sendiri untuk
menemukan sebuah kesimpulan yang lebih jelas. Perkiraan nya menunjukkan bahwa pada saat
discount rate 12%, Nike dinilai overvalued dibandingkan harga saham saat ini, yaitu sebesar $
42,09. Namun, dia telah melakukan quick sensitivity analysis yang mengungkapkan bahwa
Nike undervalued jika discount rate berada di bawah level 11,17%.
Joanna Cohen, atas permintaan Ford kemudian memperkirakan cost of capital dari Nike.
Cohen segera mengumpulkan semua data yang diperlukan dan segera menyampaikan hasil
analisisnya kepada Ford. Berikut adalah hasilnya :

Cohen mempertanyakan apakah akan menggunakan single atau multiple costs of capital,
mengingat bahwa Nike memiliki beberapa segmen bisnis. Hal ini terkait apakah segmen
usaha Nike memiliki risiko yang cukup berbeda satu sama lain untuk menjamin biaya yang
berbeda dari capital benar-benar berbeda? Cohen menyimpulkan bahwa hanya lini Cole
Haan yang agak berbeda; sisanya semua bisnis yang berhubungan dengan olahraga.
Karena Cole Haan hanya menghasilkan fraksi pendapatan yang kecil, Cohen berpikir
bahwa menghitung biaya yang terpisah dari modal adalah tidak diperlukan. Adapun
produk pakaian dan alas kaki dijual melalui saluran pemasaran dan distribusi yang sama
dan sering dipasarkan di koleksi lain dari desain yang sama. Karena Cohen percaya
mereka menghadapi faktor risiko yang sama, ia memutuskan untuk menghitung hanya satu
biaya modal untuk seluruh perusahaan.

Karena Nike didanai dengan hutang dan ekuitas, Cohen menggunakan metode WACC
(weighted-average cost of capital). Berdasarkan neraca terbaru, diketahui bahwa porsi
utang adalah sebesar 27,0% dan ekuitas menyumbang 73.0% dari total modal.
Perkiraan Cohen, cost of debt Nike adalah sebesar 4,3%. Cohen mendapatkan perkiraan ini
dengan mengambil jumlah beban bunga untuk tahun 2001 dan membaginya dengan ratarata balance saldo utang rata-rata perusahaan. Angka ini lebih rendah dari Treasury yields,
tapi itu karena Nike menambah sebagian pendanaannya melalui utang dalam kurs yen
Jepang, yang membawa harga antara 2,0% dan 4,3%. Setelah disesuaikan untuk pajak,
cost of debt menjadi 2,7%. Cohen menggunakan tarif pajak dari 38%, yang diperoleh
dengan menambahkan pajak negara dari 3% dengan tingkat pajak yang berlaku di AS.
Secara historis, pajak negara Nike berkisar dari 2,5% s.d 3,5%.
Cohen mengestimasikan cost of equity menggunakan model capital-asset-pricing model
(CAPM). Metode lain, seperti dividen-diskon model (DDM) dan rasio laba-kapitalisasi,
dapat digunakan untuk memperkirakan biaya ekuitas. Menurut pendapat Cohen,
bagaimanapun, CAPM adalah metode unggul. Estimasi Cohen, cost of equity Nike adalah
10,5%. Cohen menggunakan hasil saat ini pada obligasi Treasury 20 tahun sebagai tingkat
bebas risiko, dan premi rata-rata pasar selama obligasi Treasury (5,9%) sebagai premi
risiko. Untuk beta, Cohen mengambil rata-rata beta Nike dari tahun 1996 hingga saat ini.

Jika semua aspek di atas digabungkan, maka didapatkan formula WACC sebagai berikut :
WACC = Kd (I-t) x D(D+E) + Kg x E/(D+E)
= 2,7% x 27% + 10,5% x 73%
= 8,4%
Berdasarkan perhitungan di atas, terlihat bahwa Cohen mengestimasikan besarnya cost of
capital Nike adalah sebesar 8,4%. Jika melihat hasil quick sensitivity analysis yang dibuat
Ford, diketahui bahwa saham Nike dinilai undervalued jika discount rate berada dibawah
level 11,17%.
Sensitivity of equity value to discount rate:
Discount rate
8.00%
8.50%
9.00%
9.50%
10.00%
10.50%
11.00%
11.17%
11.50%
12.00%

Equity value
$ 75.80
$ 67.85
$ 61.25
$ 55.68
$ 50.92
$ 46.81
$ 43.22
$ 42.09
$ 40.07
$ 37.27

Undervalued

Current Share Price


overvalued

.
Dari table diatas terlihat bahwa dengan discount rate sebesar 8,4%, maka equity value
Nike berkisar pada rentang nilai $ 67.85 s.d $ 75.80, yang mana nilai ini lebih tinggi dari harga
saham Nike di pasar. Hal ini menunjukkan bahwa saham Nike di pasar undervalued.

4. Kesimpulan :
Dari perhitungan yang telah dilakukan oleh Cohen, diketahui bahwa cost of capital Nike
adalah sebesar 8,4%, yang mana angka tersebut digunakan sebagai discount rate untuk
menghitung equity value dari Nike. Berdasarkan quick sensitivity analysis yang dilakukan oleh
Ford, diketahui bahwa jika discount rate berada dibawah level 11,17%, maka itu menunjukkan
bahwa harga saham Nike di pasar masih lebih murah dibandingkan nilai instrinsiknya
(undervalued) dan dapat menjadi dasar bagi Ford untuk berinvestasi di Nike. Hal ini sekaligus
menjawab keraguan Ford atas rekomendasi yang berbeda dari para analis terkait penilaian
mereka atas Nike Inc.
5. Saran:
Karena hasil perhitungan equity value menunjukkan saham Nike di pasar masih undervalued,
maka kami merekomendasikan Ford untuk membeli saham Nike.