Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL KEGIATAN

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG


BERAT BADAN IDEAL
DI KELURAHAN CIPONDOH MAKMUR RW 09
KECAMATAN CIPONDOH KOTA TANGERANG
TAHUN 2016
Disusun sebagai salah satu syarat dalam ujian leader
Dalam Stase Keperawatan Komunitas

Disusun Oleh :
Tatag Hardiyanto, S.Kep
1514901028

PROGRAM STUDI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
TAHUN 2015-2016

PRE PLANNING PENYULUHAN KESEHATAN


OBESITAS/KEGEMUKAN
A. Latar Belakang
Umumnya masyarakat masih banyak yang belum mengetahui
berapa berat badan yang sesuai untuk dirinya dengan hanya menerka-nerka
saja atau hanya melihat sebatas pandangannya untuk menentukan berat
badannya. Hal ini disebabkan kurangnya penyebaran informasi untuk
menentukan berat badan yang ideal. Oleh karena itu bagi yang tidak
mengetahui perhitungan rumus berat badan ideal akan mengalami
kesulitan dalam menentukan berat badan yang ideal untuk dirinya
Dengan mengukur kadar lemak tubuh maka kita dapat menentukan
apakah seseorang itu kurus (underweight), normal (normoweight), berat
badan berlebih (overweight) atau gemuk (obesity) (Flier et al, 2007). Ada
banyak metode untuk menentukan kadar lemak tubuh, baik secara
langsung maupun tak langsung, antara lain: indeks massa tubuh (IMT),
antropometri (skin-fold thickness), densitometri (underwater weighing),
CT-scan, MRI, dan electrical impedance (Flier et al, 2007). Namun
indikator yang paling praktis dan paling sering digunakan pada orang
dewasa adalah indeks massa tubuh (Sugondo, 2006).
Indeks massa tubuh adalah berat badan dalam kilogram (kg) dibagi
tinggi badan dalam meter kuadrat (m2) (Dorland, 2002). Meta-analisis
beberapa kelompok etnik yang berbeda menunjukkan etnik Amerika
berkulit hitam memiliki IMT lebih tinggi 1.3 kg/m2 dari etnik Polinesia
dan etnik Polinesia memiliki IMT lebih tinggi 4.5 kg/m2 dibandingkan
etnik Kaukasia (Sugondo, 2006). Sebaliknya, nilai IMT pada bangsa Cina,
Ethiopia, Indonesia dan Thailand adalah 1.9, 4.6, 3.2, dan 2.9 kg/m2 lebih
rendah dibandingkan etnik Kaukasia (Sugondo, 2006). Ini memperlihatkan
adanya nilai cut off IMT yang spesifik untuk populasi tertentu (Sugondo,
2006).
Wilayah Asia Pasifik pada saat ini telah mengusulkan kriteria dan
klasifikasi obesitas sendiri (WHO, 2000). Untuk kriteria berat badan

kurang, nilai IMT = <18.5, untuk kriteria berat badan normal, nilai IMT =
18.5 22.9, untuk kriteria overweight, nilai IMT = 23 24.9, untuk
kriteria obese I, nilai IMT = 25 29.9 dan untuk kriteria obese II, nilai
IMT sama atau lebih dari 30.
Di antara klasifikasi indeks massa tubuh, yang dilihat sebagai
masalah oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah mengenai berat
badan berlebih (overweight) dan obesitas. Menurut WHO (2011),
overweight dan obesitas merupakan faktor resiko penyebab kematian
nomor lima. Sedikitnya, 2.8 juta penduduk meninggal per tahun akibat
dari overweight dan obesitas (WHO, 2011).
Dari hasil Musyawarah Masyarakat Desa 1 yang diselenggarakan
pada tanggal 21 Maret 2016 didapatkan dari hasil diskusi dengan warga
RW 09 Kelurahan Cipondoh Makmur didapatkan hasil bahwa banyak
warga yang tidak mengetahui kondisi berat badanya. Untuk itu mahasiswa
profesi Ners membuat rencana penyuluhan tentang Berat Badan Ideal di
RW 09 Kelurahan Cipondoh Makmur yang diharapkan dapat menambah
pengetahuan warga dan sebagai upaya preventif faktor resiko dari Berat
Badan Tidak Ideal .
B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan pada warga RW 09 Kelurahan
Cipondoh Makmur diharapkan dapat mengetahui kondisi Berat Badan.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan pada masyarakat RW 09
Kelurahan Cipondoh Makmur , diharapkan akan mampu :
a. Menyebutkan pengertian Berat Badan Ideal
b. Menyebutkan akibat dari Berat Badan Tidak Ideal
c. Menjelaskan cara Menjaga Berat Badan Ideal.
d. Menyebutkan menu makanan untuk menjaga Berat Badan Ideal

e. Menjelaskan cara Menghitung Indeks Masa Tubuh


C. Manfaat
Penyuluhan

ini

diharapkan

dapat

menambah

pengetahuan

masyarakat RW 09 Kelurahan Cipondoh Makmur tentang konsep


mengenai Berat Badan Ideal.
D. Pokok Bahasan
Konsep mengenai Berat Badan Ideal
E. Sub Pokok Bahasan
1. Pengertian Berat Badan Ideal
2. Akibat Berat Badan Tidak Ideal
3. Cara Menjaga Berat Badan
4. Menu makanan untuk menjaga Berat Badan
5. Cara menghitung Indeks Masa Tubuh
F. Sasaran
Warga RW 09 Kelurahan Cipondoh Makmur
G. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi
H. Media
1. Power Point
2. Leaflet
3. TOA/Microfone
I. Materi
1. Terlampir
J. Pengorganisasian
1. Waktu
a. Tanggal
: 5 April 2016
b. Hari
: Selasa
c. Pukul
: 10.00 s/d Selesai
d. Tempat: Posyandu Nangka RW 09 Kelurahan Cipondoh Makmur

2. Panitia Pelaksana
Melaksanakan kegiatan Penyuluhan agar berjalan dengan baik, maka
panitia pelaksana yang akan melaksanakan harus terdiri dari Leader,
Moderator, Presentator , Fasilitator. Adapun pembagian tugas untuk
melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan terdiri dari
a. Leader : Tatag Hardiyanto, S.Kep
Tugas :
1) Menyusun rencana Penyuluhan Kesehatan Tentang Berat
Badan Ideal
2) Mengarahkan proses Penyuluhan dalam mencapai tujuan
dengan cara memberikan motivasi kepada anggota yang terlibat
dalam kegiatan Penyuluhan.
3) Memfasilitasi setiap sikap

anggota

kelompok

untuk

mengekpresikan perasaannya, mengajukan pendapat dan


memberikan umpan balik
4) Sebagai role model
5) Membuka dan menutup kegiatan
b. Moderator : Choirul Anwar, S.Kep
Tugas :
1) Membantu leader dalam mengorganisir kemampuan anggota
kelompok
2) Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang
3) Mengingatkan leader tentang waktu
c. Presentator: Tatag Hardiyanto, S.Kep
1) Menyampaikan materi tentang Berat Badan Ideal
d. Fasilitator
: Putri Wulandari, S.Kep
: Rini Aryanti, S.Kep
Nurjanah, S.Kep
Thoif Farhan, S.Kep
Panji Aditya, S.Kep
Tugas:
1) Memfasilitasi klien yang kurang aktif
2) Berperan sebagai role model bagi klien selama kegiatan
penyuluhan
e. Observer
: Mantri Ginggi , S.Kep
Tugas :
1) Mengobservasi setiap respon klien
2) Mengamati dan mencatat semua proses yang terjadi dan semua
perubahan perilaku klien (jumlah peserta yang hadir, daftar

hadir, yang memberikan ide dan pendapat, topic dan diskusi,


3)
4)
5)
6)

respon verbal dan non verbal)


Memberikan umpan balik kepada kelompok
Mengobservasi respon anggota kelompokk
Mengidentifikasi strategi yang akan digunakan leader
Mencatat modifikasi strategi untuk kegiatan kelompok

berikutnya
f. Notulen: Velyane Yuana Mulya, S.Kep
Tugas :
1) Mencatat hasil pendataan
K. Setting Tempat
L
P

PJ
DP

Keterangan :
L

: Layar/Proyektor

PJ

: Penanggung Jawab

: Presentator

DP

: Dosen Pembimbing

: Moderator

: Fasilitator

: Notulen

: Observer

: Masyarakat

L. Setting Waktu
NO
1

KEGIATAN
Pembukaan

Kegiatan

1.
2.

1.

2.

Penutup

PESERTA
MEDIA
PENYULUHAN
Memberi salam
1. Menjawab salam
Microfone
Menjelaskan tujuan, 2. Mendengarkan dan
manfaat
dan
memperhatikan
cakupan materi
Menjelaskan
1. Mendengarkan
Power
pengertian
Berat
dan
Point
Badan Ideal
memperhatikan
Menjelaskan Akibat 2. Mendengarkan
dari Berat Badan
dan
Tidak Ideal
memperhatikan

3. Menjelaskan
Cara
Menjaga
Berat
Badan
4. Menjelaskan Menu
Makanan
Untuk
Menjaga
Berat
Badan
5. Menjelaskan
Cara
Menghitung Indeks
Masa Tubuh
6. Memberikan
kesempatan
untuk
bertanya jika ada
yang tidak jelas
1. Mengevaluasi
pengetahuan klien
tentang materi yang
disampaikan dengan
memberi pertanyaan
2. Menyimpulkan
materi penyuluhan

WAKTU
5 menit

20 menit

3. Mendengarkan
dan
memperhatikan
4. Mendengarkan
dan
memperhatikan
5. Mendengarkan
dan
memperhatikan
6. Bertanya jika ada
yang tidak jelas.

1. Menjawab
pertanyaan

2. Mendengarkan
dan

Leaflet

5 menit

3. Memberi salam

memperhatikan
3. Menjawab salam

M. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Kesiapan mahasiswa memberikan materi penyuluhan
b. Media dan alat memadai
c. Waktu dan tempat penyuluhan sesuai dengan rencana kegiatan
2. Evaluasi Proses
a. Pelaksanaan penyuluhan sesuai dengan jadwal yang direncanakan
b. Peserta penyuluhan kooperatif dan aktif berpartisipasi selama proses
penyuluhan
3. Evaluasi Hasil
a. 80 % pertanyaan dapat dijawab oleh peserta

Lampiran 1
MATERI PENYULUHAN
BERAT BADAN IDEAL
A.

Pengertian
Berat badan adalah ukuran yang lazim atau sering dipakai untuk menilai
keadaan suatu gizi manusia, dikatakan berat badan ideal apabila keadaan gizi
manusia dalam batas normal.

B.

Akibat Berat Badan Tidak Ideal


1. Kegemukan
a. Menyebabkan gangguan Tidur
Orang berbadan gemuk cenderung lebih beresiko mengalami gangguan
tidur . Sleep Apnea, yaitu kondisi dimana saat orang berhenti bernafas
beberapa kali saat tidur dan ini merupakan gangguan yang serius.
Kondisi

ini

membuat

kadar

oksigen

turun

drastis,

sehingga

mempengaruhi jantung dan pembulu darah serta meningkatkan resiko


diabetes dan stroke.
b. Menyebabkan gangguan pada lutut dan pinggang
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko osteoporosis.
Disamping itu juga beresiko mengalami gangguan punggung akibat
beban yang berlebih.
c. Meningkatkan resiko terhadap penyakit kronis
Orang dengan tubuh terlalu gemuk cenderung lebih beresiko mengidap
beberapa penyakit serius seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol
tinggi, liver, artritis, serta gangguan kandung empedu. Kelebihan berat
badan dapat mempengaruhi kinerja hormon insulin penyebab diabetes
dan meningkatkan resiko sakit jantung. Lemak berlebih mengganggu
jantung karena menimbulkan timbunan kolesterol, kenaikan tekanan
darah, dan penyumbatan arteri. Selain itu kelebihan lemak membuat
darah kehilangan kemampuan untuk membeku yang dapat menyebabkan
stroke.
d. Meningkatkan resiko terkena kanker

Pada pria, kegemukan dapat mengakibatkan meningkatnya resiko terkena


berbagai jenis kanker seperti adenokarsinoma esofagus, kanker kantung
empedu, kanker ginjal, kanker pankreas, kanker tiroid, dan kanker kolon.
Sementara pada wanita kegemukan dapat meningkatkan resiko terkena
kanker ginjal, kanker kantung empedu, adenokarsinoma esofagus, dan
kanker rahim.
2. Kurus
a. Patah Tulang
Lemak bisa diibaratkan sebagai bahan bakar dalam pembentukan
esterogen, hormon seks perempuan yang berguna untuk menjaga
kesehatan tulang. Makin sedikit lemak tubuh, makin sedikit esterogen
yang dihasilkan sehingga tulang menjadi rapuh karena massanya sedikit.
b. Arthritis dan gangguan jantung
Penelitian menunjukan perempuan yang terlalu kurus 3 kali lebih rentan
terkena serangan jantung di usia 42 tahun ke atas, lemak yang terlalu
sedikit di persendian memicu arthritis atau radang sendi, yang merupakan
faktor resiko atheroschlerosis atau penyumbatan pembulu darah ke
jantung.
c. Sakit paru-paru
Penyakit paru-paru kronis seperti asma, bronkitis dan pneumonia lebih
banyak menyerang perempuan lanjut usis yang berat badanya di bawah
rata-rata. Terlalu kurus menyebabkan tubuh perempuan kekurangan
adipokin, sejenis sel yang diproduksi di lemak untuk membantu daya
tahan tubuh.
d. Kualitas sperma berkurang
Indeks masa tubuh yang tidak ideal mempengaruhi komposisi hormon
dalam tubuh pria, salah satu akibatnya, produksi sel sperma akan
terganggu sehingga sulit membuahi sel telur karena jumlah dan
kepekatanya berkurang.
C. Cara Menjaga Berat Badan Ideal
1. Cek Berat Badan Secara Berkala
Dengan rutin mengecek berat badan dapat memantau perkembangan
kenaikan atau penurunan berat badan. Lakukan pengecekan setiap seminggu
sekali.

2. Tidur yang cukup dan tidak stress


Stress dan kurang tidur merupakan salah satu penyebab berat badan naik.
Jadi hindari stress dan tidur minimal 8 jam setiap hari.
3. Jaga Pola Makan
Hindari makanan dan minuman yang tidak sehat penyebab kegemukan
seperti minuman bersoda, minuman manis , snack, junk food dan
sejenisnya. Diet sehat dan seimbang dapat membantu mengendalikan kalori
yang masuk dan memaksimalkan masukan vitamindan mineral.
4. Berolahraga
Aktifitas fisik seperti berolahraga dapat menurunkan berat badan dan
menjaganya tetap stabil. Selain itu olahraga memberikan banyak manfaat
kesehatan bagi tubuh .
D. Menu Makanan Untuk Menjaga Berat Badan
1. Sarapan
a. Nasi goreng, telur dadar iris, lalap ketimun, tomat
Selingan siang (10.00): Bubur kacang hijau
2. Makan Siang
a. Nasi, pepes ikan, tempe goreng, sayur, pepaya
Selingan sore (16.00) : Teh manis, kroket
3. Makan Malam
a. Nasi, udang goreng, tempe, sayur, pisang
E. Cara Menghitung Index Masa Tubuh
Indeks Masa Tubuh (IMT) merupakan indikator sederhana dari korelasi
antara tinggi badan dan berat badan. IMT digunakan untuk mengukur ideal atau
tidaknya berat badan.
Rumus IMT
cm 2

100
Tinggi Badan

Berat Badan(Kg)
IMT=

Sumber : WHO

DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer S.C., & Bare B.G., 2002, Buku Ajar: Keperawatan Medikal Bedah
Brunner & Sunddart, Edisi 8 Volume 2, Jakarta: EGC
http//: www.imt.web.id/indonesia/pasien(i).html.
http//:www.depkes.go.id/index.php?
option=articles&task=viewarticle&artid=go&itemid=3
http//:www.e-psikologi.com/bmi/130502.htm
http//:www.medicastore.com/cybermend/detail.pyk.php?idktg=10&iddtl.42