Anda di halaman 1dari 34

PENGELOLAAN DAN

PENGOLAHAN LIMBAH
LABORATORIUM
DISUSUN OLEH: FRANSISKA RENI
WIJAYANTI
LATIF MAULANA AL ARIF

Pengertian Limbah
Limbah

adalah bahan- bahan


buangan atau residu dari suatu
kegiatan, bisa dalam bentuk padat,
cair atau gas yang sudah tidak
terpakai
Limbah klinis adalah limbah yang
berasal dari pelayanan Medis,
Laboratorium, Farmasi, Kamar
Bedah dan pelayanan Medis yang
mengggunakan bahan bahan
beracun, infeksius, berbahaya dan
membahayakan

Peraturan dan Undang Undang


Undang-Undang nomor 23 tahun 1997, tentang

Pengelolaan Lingkungan Hidup.


2. Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 1999,
tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun.
3. Undang-Undang nomor 4 tahun 1982, tentang
Pokok-Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
4.Peraturan Menteri Kesehatan R.I. Nomor :
986/MENKES/PER/XI/1992, tentang Persyaratan
Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
5.Undang-Undang Konservasi dan Pemulihan
Sumber (Resource Conservation and Recovery Act =
RCRA ) dan amandemen-amandemennya.
6. Undang-undang tentang Reaksi, Kompensasi dan
Tanggung Jawab Lingkungan (Comprehensive
Environmental Response, Compensation, and Liability
Act = CERCLA) atau disebut juga Superfund
Amandments and Reauthorization Act (SARA),
mengatur kerugian terhadap lingkungan yang

Penggolongan Limbah
Limbah berdasarkan potensi bahaya yang
terkandung didalamya dibagi 5 jenis
1.Limbah benda tajam
2.Limbah infeksius
3.Limbah jaringan tubuh
4.Limbah Sitotoksin
5.Limbah Bahan kimia

Asal Limbah Laboratorium


Bahan baku yang sudah kadaluarsa
2. Bahan habis pakai
3. Produk proses dalam Laboratorium
4. Produk upaya penanganan limbah
1.

Penggolongan Sifat
Limbah
Buangan bahan berbahaya dan beracun
2. Limbah infektif
3. Limbah Radioaktif
4. Limbah umum
1.

Bentuk dari hasil limbah


1. Limbah cair dibagi menjadi 3:
a. Cair infeksius
b. Cair kimia
c. Cair domestik
2. Limbah Padat dibagi menjadi 2
a. Limbah padat infeksius
b. Limbah padat non infeksius
3. Limbah gas
contoh limbah gas

Penanganan dan
Penampungan Limbah
Tujuan mengurangi resiko pemaparan
limbah terhadap kuman patogen yang
mungkin berada dalam limbah tersebut
Penanganan limbah ditentukan olef sifat
limbah itu sendiri

1. Penanganan Limbah
Berbahaya dan Beracun
Netralisasi
b. Pengendapan/sedimentasi, koagulasi
dan fokulasi
c. Reduksi-Oksidasi
d. Penukaran ion
a.

2. Penanganan Limbah
Infeksius

Ada beberapa metode penanganan limbah


infeksius antara lain:
a.Metode Desinfeksi
b.Metode Pengenceran(dilution)
c.Metode Proses Biologis
d.Metode ditanam (Landfill)
e.Metode Insinerasi (Pembakaran )

3. Penanganan Limbah
Radioaktif

Ada 2 sistem penanganan limbah


radioaktif yaitu:
1. Dilaksanakan oleh si pemakai secara
perorangan dengan memakai proses
peluruhan, penguburan dan pembuangan
2. Dilaksanakan secara kolektif oleh
intansi pengolahan limbah radioaktif,
seperti Badan Tenaga Atom Nasional
( BATAN )

Limbah Umum
Limbah umum non infeksius setelah
dikumpulkan dalam wadah kantong plastik
diikat kuat dan dibakar di insinerator

Penampungan Limbah
1.

2.
a.

b.

c.

Penampungan limbah benda tajam harus


tahan tusuk tidak rembes, kedap kuat dan
aman serta dilabeli
Penampungan limbah cairan infeksius:
Diwadahi dengan botol penutup
dandimasukkan dalam kaleng atau kotak
sebagai pengaman tambahan dalam
mengurangi resiko tumpahan/pemaparan
Limbah cair yang disterilkan sebaiknya
ditampung dalam penampungan dengan
bahan logam
Limbah cair yang akan di insinerasi
sebaiknya ditampung dalam wadah dari

Pengolahan Limbah
Laboratorium
1. Pengolahan Limbah Cair:
a.Limbah

Cair Infeksius
b.Limbah Cair Domestik
c.Limbah Cair Kimia
2. Pengolahan Limbah Padat
a.Limbah Padat Infeksius
b.Limbah Padat Non Infeksius
3. Pengolahan Limbah Gas

Limbah Cair Infeksius


Limbah Cair Infeksius:
Sebelum dialirkan ke saluran pembuangan
awal, limbah dikumpulkan terlebih dahulu
dalam wadah plastik atau kaca dan diberi
desinfektan. Jenis
desinfektan yang banyak digunakan
adalah natrium hipoklorit dengan kadar
0,5-10%. Karena kekuatan desinfektan
makin lama makin menurun, maka untuk
keefektifan penggunaanya harus dibuat
baru setiap minggu.Setelah didesinfeksi,
limbah tersebut dialirkan ke saluran
pembuangan awal yang selanjutnya

Limbah Cair Domestik


Limbah Cair Domestik:
Limbah ini langsung dialirkan melalui
saluran pembuangan awal menuju
bakpenampungan untuk diolah.

Limbah Cair Kimia


Limbah Cair Kimia:
Penanganannya dilakukan dengan cara
mengencerkan limbah dengan air sampai
konsentrasi rendah dan selanjutnya dialirkan
mengikuti saluran pembuangan awal menuju
bak penampungan untuk diolah.

Limbah Padat
a. Limbah Padat Infeksius:
- Limbah benda tajam
Dikumpulkan dalam suatu wadah sesuai syarat
penampungan benda tajam. Untuk keamanan,
pada saat pengangkutannya wadah tersebut dapat
diberi cairan desinfektan seperti lysol. Kemudian
wadah dimasukkan dalam kantong plastik kuning
dengan simbol biohazard diikat kuat lalu diangkut
untuk dibakar di insinerator.
- Limbah sisa bahan pemeriksaan
Dikumpulkan dalam kantong plastik kuning
bersimbol biohazard dan disterilkan dalam
autoclave suhu 121C selama 15 menit.
Selanjutnya kantong plastik tersebut dilapisi
dengan kantong plastik kuning, diikat kuat lalu
diangkut untuk dibakar di incinerator.
b. Limbah Padat Non Infeksius:
Dimasukkan dalam tempat sampah yang telah
dilapisi kantong plastik warna hitam. Setelah

Limbah Gas
Limbah gas harus dibersihkan melalui
penyaringan (filter) sebelum dibuang ke
udara. Filter harus diperiksa secara
teratur, jika rusak atau tingkat radiasinya
mendekati batas yang telah ditentukan,
filter harus diganti. Untuk mencegah
terlepasnya zat radioaktif dari filter, maka
filter harus dibungkus dengan plastik
polietilen.

Keselamatan Kerja dalam Pengolahan


NO
PROSEDURE
PENGURANGAN
Limbah
RESIKO
1.

Kelompokkan limbah untuk mengetahui Tentukan


jenis

yang

perlu

pengelolaan

penanganan khusus

golongan-

dan golongan
sesuai

limbah

kriteria

yang

berlaku
2.

Pisahkan

limbah

yang

memerlukan Pindahkan limbah yang

penanganan khusus (yang infeksius dan memerlukan


radioaktif) dari limbah lainnya.

penanganan
Pisahkan
dari

khusus.

limbah

tempat

itu

limbah

umum
3.

Gunakan kontainer yang berbeda untuk Upayakan agar limbah


limbah-limbah khusus

khusus dapat dikenal


dengan mudah

NO
4.

PROSEDURE
Berhati-hati

waktu

mengangkat

memindahkan kontainer limbah

PENGURANGAN
RESIKO
dan Jaga
kemungkinan
terjadinya salah urat pada
punggung dan bagia tubuh
lainnya

5.

Gunakan

kereta

mengumpulkan

yang
dan

baik

untuk Jaga

memindahkan limbah

kontainer limbah

agar
tidak

kontainer
jatuh

dari

kereta dengan begitu akan


mengurangi

terjadinya

luka dan terpapar.


6.

Gunakan kereta yang bongkar-muatnya Kurangi kecelakaan dari


mudah, mudah digerakkan, direm dan kereta
diarahkan serta mudah dibersihkan

begitu

hingga

dengan

mengurangi

kejadian luka dan paparan

NO
7.

PROSEDURE

PENGURANGAN
RESIKO
Semua kontainer limbah harus ditutup Kurangi
terjadinya
rapat

(bila

memungkinkan)

sebelum paparan

dipindahkan
8.

Limbah gas dibuang kewadah yang telah Kurangi


ditentukan

(tidak

lagi

dilakukan limbah dan kemungkinan

penyortiran)
9.

penanganan

terjadinya paparan

Gunakan alat pelindung perorang yang Adakan

perlindungan

memadai, seperti sarung tangan, masker, terhadap paparan


kaca

mata,

celemek

pada

waktu

menangani limbah khusus


10.

Usahakan agar semua kegiatan hanya Kurangi


dilakukan oleh orang yang cukup terlatih.

pada

resiko

ekpose

orang-orang

yang

memakai alat dengan cara


yang keliru

Pemisahan Limbah
Untuk memudahkan mengenal berbagai
jenis limbah yang akan dibuang dipisahkan
dengan menggunakan kode warna pada
tiap kantong
NO

WARNA
KANTONG

JENIS LIMBAH

HITAM

Limbah rumah tangga

KUNING

Semua jenis limbah


yang akan dibakar

KUNING STRIP
HITAM

Jenis limbah yang


sebaiknya dibakar atau
biasa di buang di
sanitary landfill

BIRU MUDA/
TRANSPARAN

Limbah untuk
autociaving
( pengolahan sejenis

Strandarisasi Simbol
Golongan Sampah
NO

GOLONGAN SAMPAH

Sampah Infeksius

Sampah Sitotoksik

Sampah Radioaktif

SIMBOL

Sekian
Terima kasih

Limbah Cair Infeksius


Limbah benda tajam padat dan infeksius

kembali

Limbah jaringan tubuh

kembali

Limbah bahan kimia

kembali

Limbah Cair Infeksius


Limbah Urin dan Serum

kembali

Limbah Cair Kimia


Limbah sisa reagen dan sisa cairan
pewarna

kembali

Limbah Padat Infeksius


Limbah jarum suntik dan media
perbenihan

kembali

Limbah Padat
Noninfeksius
Limbah kardus

kembali

Limbah Gas
Limbah gas pecahan thermometer

Kembali

Anda mungkin juga menyukai