Anda di halaman 1dari 16

PANDUAN ANALISIS AKAR MASALAH

( ROOT CAUSE ANALYSIS / RCA )


A.

Pengertian
Root Cause Analysis (RCA) adalah suatu metode analisis terstruktur yang
mengidentifikasi akar masalah dari suatu insiden, dan proses ini cukup adekuat untuk
mencegah terulangnya insiden yang sama. RCA berusaha menemukan jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan berikut :
1.

Apa yang telah terjadi?

2.

Apa yang seharusnya terjadi?

3.

Bagaimana terjadi dan apa yang dapat dilakukan untuk mencegah kejadian yang
sama terulang?

RCA wajib dilakukan pada :

Semua kematian yang tidak diharapkan

Semua insiden yang diduga mengakibatkan cidera permanent, kehilangan fungsi


atau kehilangan bagian tubuh.
Dalam menentukan penyebab insiden, harus dibedakan antara penyebab langsung

dan akar masalah. Penyebab langsung (immediate cause/proximate cause) adalah suatu
kejadian (termasuk setiap kondisi) yang terjadi sesaat sebelum insiden, secara langsung
menyebabkan suatu insiden terjadi, dan jika dieliminasi atau dimodifikasi dapat
mencegah terjadinya insiden.
Akar masalah (underlying cause/root cause) adalah satu dari banyak faktor
(kejadian, kondisi) yang mengkontribusi atau menciptakan proximate cause, dan jika
dieliminasi atau dimodifikasi dapat mencegah terjadinya insiden. Biasanya suatu
insiden memiliki lebih dari satu akar masalah.

B. Cara untuk mengidentifikasi akar masalah adalah :


1.

Dimulai dengan mengumpulkan data penyebab langsung

2.

Mengapa penyebab langsung terjadi? Sistem dan proses mana yang mendasari
terjadinya penyebab langsung.

3.

Lebih menitikberatkan pada sistem daripada human errors.

4.

Tim sering kali menemui masalah pada tahap ini; sering berhenti pada penyebab
langsung dan tidak terus mencari akar masalahnya.

5.

Penyelidikan harus terus berlanjut sampai masalah yang ditemukan tidak dapat
ditelusur lagi, inilah yang dimaksud dengan akar masalah.

C. Cara membedakan root cause dan contributing cause :


1. Apakah insiden dapat terjadi jika cause tesebut tidak ada?
Tidak : root cause

Ya : contributing

2. Apakah insiden akan terulang oleh karena hal yang sama jika cause dikoreksi atau
dieliminasi?
Tidak : root cause

Ya : contributing

3. Apakah koreksi atau eliminasi cause dapat menyebabkan insiden yang serupa?
Tidak : root cause

Ya : contributing

Apabila ketiga jawabab adalah tidak, maka cause tersebut adalah root cause
Apabila salah satu jawaban adalah ya, maka cause tersebut adalah contributing
cause.
B.

Langkah Root Cause Analisis (RCA)


Adapun langkah-langkah Root Cause Analisis (RCA), sebagai berikut:
1.

Identifikasi insiden yang akan dianalisis

2.

Tentukan tim investigator

3.

Kumpulkan data

Observasi

: kunjungan langsung untuk mengetahui keadaan, posisi, hal-

hal yang berhubungan dengan insiden.

Dokumentasi : untuk mengetahui apa yang terjadi sesuai data, observasi dan
inspeksi

Interview

: untuk mengetahui kejadian secara langsung guna pengecekan

data hasil observasi dan dokumentasi.


4.

Petakan kronologi kejadian


Sangat membantu bila kronologi insiden dipetakan dalam sebuah bagan.
Ada berbagai macam cara kronologi kejadian, sebagai berikut :
a.

Kronologi cerita / narasi


Suatu penulisan cerita apa yang terjadi berdasarkan tanggal dan waktu, dibuat
berdasarkan kumpulan data saat investigasi.
Kronologi cerita digunakan jika:
1) Kejadian sederhana dan tidak kompleks, di mana masalah, praktek dan
faktor kontribusinya sederhana.
2) Dapat digunakan untuk mengetahui gambaran umum suatu kejadian yang
lebih kompleks
3) Dapat digunakan sebagai bagian integral dari suatu laporan sebagai
ringkasan di mana hal tersebut mudah dibaca.
Nilai positif : format ini baik untuk presentasi informasi
Nilai negatif :
1) Sulit untuk menemukan titik cerita dengan cepat
2) Sulit untuk mengerti jalan cerita dengan cepat bila melibatkan banyak pihak

b.

Timeline
Metode untuk menelusuri rantai insiden secara kronologis. Memungkinkan
investigator untuk menemukan bagian dalam proses di mana masalah terjadi.

c.

Tabular timeline
Merupakan pengembangan timeline yang berisi tiga data dasar: tanggal,
waktu, cerita kejadian asal, dan dilengkapi 3 (tiga) data lain yaitu: informasi
tambahan, praktek yang baik (Good Practice), dan masalah / CMP (Care
Management Problem).
Tabular timeline dapat digunakan pada setiap insiden, berguna pada kejadian
yang berlangsung lama.

d.

Time person grids


Alat pemetaan tabular yang dapat membantu pencatatan pergerakan orang
(staf, dokter, pengunjung, pasien, dan lain-lain) sebelum, selama, dan sesudah
kejadian.
Time person grid digunakan ketika :

Jika dalam suatu insiden terdapat keterlibatan banyak orang dan


investigator ingin memastikan keberadaan mereka dalam insiden.

Berguna pada keadaan jangka pendek

Dapat dipetakan ke dalam garis waktu sehingga dapat dipakai untuk


mengetahui kerangka waktu spesifik yang lebih detil.

Langkah-langkah time person grid sebagai berikut:


a.

buatlah tabel yang terdiri dari beberapa baris dan kolom

b.

dari tabel tersebut, kolom sebelah kiri berisi daftar staf yang terlibat

c.

kolom berikutnya berisi perjalanan waktu (jam, menit) pada baris atasnya

d.

kemudian pada baris di bawah waktu berisi keterangan tempat atau


kegiatan staf yang terlibat

Nilai positif :

dapat digunakan pada waktu yang pendek

dapat mengidentifikasi keberadaan seseorang dan adanya celah informasi

pemetaan dapat dalam bentuk garis waktu yang efektif

Nilai negatif :

C.

hanya dapat digunakan dalam waktu yang pendek

orang tidak dapat mengingat waktu di mana ia berada

terfokus pada individu

Identifikasi masalah (Care Management Problem / CMP)


Masalah yang terjadi dalam pelayanan, baik itu melakukan tindakan atau tidak
melakukan tindakan yang seharusnya. Suatu insiden bisa terdiri dari beberapa CMP.
1.

Prinsip Dasar CMP : Pelayanan yang menyimpang dari standar pelayanan yang
ditetapkan

2.

Penyimpangan memberikan dampak langsung atau tidak langsung pada adverse


event.

D.

Analisis Informasi
Tools untuk identifikasi proximate dan underlying cause.
1.

5 Why (why-why chart)


Secara konstan bertanya mengapa?, melalui lapisan penyebab sehingga
mengarah pada akar permasalahan dari problem yang teridentifikasi.

2.

Analisis perubahan / change analysis

Digunakan untuk menganalisa proses yang tidak bekerja sesuai rencana (apa dan
mengapa berubah). Cara ini digunakan jika:

Suatu sistem / tugas yang awalnya berjalan efektif kemudian terjadi


kegagalan / terdapat sesuatu yang menyebabkan perubahan situasi.

Mencurigai suatu perubahan yang menyebabkan ketidaksesuaian tindakan atau


kerusakan alat.

Analisis perubahan membandingkan reality dengan idealnya / teori dengan


prakteknya. Langkah-langkahnya :
a. Pelajari prosedur normal : apa yang seharusnya dilakukan (kolom 1)
b. Petakan alur insiden yang terjadi, bandingkan dengan langkah 1 (kolom 2)
c. Bandingkan dua proses apakah ada perbedaan, apa sebagai masalah? Catat
pada kolom yang telah disediakan (kolom 3)
d. Catat akar masalah untuk perbaikan yang akan dimasukkan dalam
rekomendasi.
3.

Analisis hambatan / barrier analysis


Analisa hambatan didesain untuk mengidentifikasi :
a. Penghalang mana yang seharusnya berfungsi untuk mencegah terjadinya
insiden
b. Mengapa penghalang gagal?
c. Penghalang apa yang dapat digunakan insiden terulang kembali?
Ada empat tipe penghalang, yaitu :
a. Penghalang fisik
b. Penghalang natural
c. Penghalang tindakan manusia
d. Penghalang adminstrasi

Saat suatu insiden terjadi, biasanya sudah ada tiga atau lebih penghalang yang
berhasil ditembus. Hal ini sesuai dengan teori Swiss Cheese

Gambar . Teori Analisis hambatan / barrier analysis

4.

Fish bone
Tiap masalah dapat berkaitan dengan beberapa faktor yang dapat memberikan
dampak pada timbulnya insiden.

Gambar . Teori Fish bone

Untuk pengisian, lihat Faktor kontributor.

Tabel . Faktor Kontributor Investigasi Insiden Klinis


FAKTOR KONTRIBUTOR, KOMPONEN DAN SUBKOMPONEN DALAM
INVESTIGASI INSIDEN KLINIS

1.

FAKTOR KONTRIBUTOR EKSTERNAL DILUAR RUMAH SAKIT


Komponen

a. Regulator dan Ekonomi


b. Peraturan dan Kebijakan Depkes
c. Peraturan Nasional
d. Hubungan dengan Organisasi lain
2.

FAKTOR KONTRIBUTOR ORGANISASI DAN MANAJEMEN


Komponen
Subkomponen

Organisasi dan Manajemen

a. Struktur Organisasi
b. Pengawasan

Kebijakan, Standar dan Tujuan

c. Jenjang Pengambilan Keputusan


a. Tujuan dan Misi
b. Penyusunan Fungsi Manajemen
c. Kontrak Service
d. Sumber Keuangan
e. Pelayanan Informasi
f. Kebijakan diklat
g. Prosedur dan Kebijakan
h. Fasilitas dan Perlengkapan
i. Manajemen Risiko

j. Manajemen K3
Administrasi

k. Quality Improvement
Sistem Administrasi
a. Attitude Kerja

Budaya Keselamatan
SDM

b. Dukungan manajemen oleh seluruh staf


a. Ketersediaan
b. Tingkat Pendidikan dan Keterampilan Staf
yang Berbeda

Diklat

3.

c. Beban Kerja yang optimal


Manajemen Training/Pelatihan/Refreshing

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA


Komponen

Desain dan Bangunan

Subkomponen

a. Manajemen Pemeliharaan
b. Penilaian Ergonomik
c. Fungsionalitas

Lingkungan

a. Housekeeping
b. Pengawasan Lingkungan Fisik
c. Perpindahan Pasien antar Ruangan

Perlengkapan

a. Malfungsi Alat
b. KetidakteRSUDediaan

c. Manajemen Pemeliharaan
d. Fungsionalitas
e. Desain, Penggunaan & Maintenace Peralatan

4.

FAKTOR KONTRIBUTOR : TIM


Komponen

Supervisi dan Konsultasi

Subkomponen

a. Adanya kemauan staf junior berkomunikasi


b. Cepat Tanggap

Konsistensi

a. Kesamaan tugas antar profesi


b. Kesamaan tugas antar staf yang setingkat

Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

a. Kepemimpinan Efektif
b. Uraian Tugas Jelas

Respon terhadap Insiden

5.

Dukungan peer group setelah insiden

FAKTOR KONTRIBUTOR : STAF


Komponen

Subkomponen

Kompetensi
a. Verifikasi Kualifikasi
Stressor Fisik dan Mental

b. Verifikasi Pengetahuan dan Keterampilan


a. Motivasi
b. Stresor Mental: Efek Beban Kerja Beban Mental
c. Stresor Fisik: Efek Beban Kerja = Gangguan
Fisik

6.

FAKTOR KONTRIBUTOR : TUGAS


Komponen

Subkomponen

Ketersediaan SOP

a. Prosedur Peninjauan dan Revisi SOP


b. Ketersediaan SOP
c. Kualitas Informasi
d. Prosedur Investigasi
a. Test Tidak Dilakukan

Ketersediaan dan akurasi hasil test


Faktor Penunjang dalam validasi alat

b. Ketidaksesuaian antara interpretasi hasil test


a. Ketersediaan, penggunaan, dan reliabilitas

medis

b. Kalibrasi

Desain Tugas

Penyelesaian tugas tepat waktu dan sesuai SOP

7.

FAKTOR KONTRIBUTOR : PASIEN


Komponen

Kondisi

Subkomponen

Penyakit yang kompleks, berat, multikomplikasi


a. Kepribadian

Personal

b. Bahasa
c. Kondisi Sosial
d. Keluarga
Mengetahui risiko yang berubungan dengan

Pengobatan
Riwayat

pengobatan
a. Riwayat Medis
b. Riwayat Kepribadian

Hubungan Staf dan Pasien

8.

c. Riwayat Emosi
Hubungan yang baik

FAKTOR KONTRIBUTOR KOMUNIKASI


Komponen

Subkomponen

a. Komunikasi antar staf junior dan senior


Komunikasi Verbal

b. Komunikasi antar Profesi


c. Komunikasi antar Staf dan Pasien
b. Komunikasi antar Unit Departemen
Ketidaklengkapan Informasi

Komunikasi Tertulis

E. Rekomendasi Dan Rencana Kerja Untuk Improvement


LANGKAH 1 dan 2 : IDENTIFIKASI INSIDEN DAN TENTUKAN TIM
INSIDEN : __________________________________________________
Tim

Ketua

Anggota

1. ________

4. ________

2. ________

5. ________

3. ________

6. ________

Apakah semua area yang terkait sudah terwakili?

YA

TIDAK

Apakah macam-macam dan tingkat pengetahuan

YA

TIDAK

Yang berbeda sudah terwakili dalan tim tersebut?


Siapa yang menjadi notulen ? _______
Tanggal dimulai _______________Tanggal dilengkapi ______________
LANGKAH 3 : KUMPULKAN DATA DAN INFORMASI
-Observasi langsung : __________________

-Dokumentasi: 1. ______________________
2. ______________________
3. ______________________
4. ______________________
5. ______________________
- Interview (dokter atau staf yang terlibat)
1. _______________________________________
2. _______________________________________
3. _______________________________________
4. _______________________________________
5. ______________________________________
LANGKAH 4 : PETAKAN KRONOLOGI KEJADIAN
FORM TABULAR TIMELINE
Waktu /
Kejadian
Kejadian
Informasi
tambahan
Good
Practice

Masalah
Pelayanan

FORM TIME PERSON GRID


waktu

staf yang
terlibat

LANGKAH 5: IDENTIFIKASI CMP


FORM MASALAH / CMP
MASALAH
1
2
3

INSTRUMEN / TOOLS

LANGKAH 6: ANALISIS INFORMASI


FORM TEKNIK (5) MENGAPA
MASALAH
Mengapa
Mengapa
Mengapa

FORM ANALISIS PERUBAHAN


Prosedur yang normal

Prosedur yang dilakukan saat

Apakah terdapat bukti

(SOP)

insiden

perubahan dalam proses?

FORM ANALISIS PENGHALANG


Apa penghalang pada

Apakah penghalang dilakukan?

masalah ini?

Mengapa penghalang gagal?


Apa dampaknya?

FISH BONE / ANALISIS TULANG IKAN


(diagram fish bone lihat atas)
LANGKAH 7: FORM REKOMENDASI DAN RENCANA TINDAKAN
Faktor

Tind

Tingkat

Penang

kontributor

akan

rekomendasi

gung

Waktu

Sumber daya

Bukti

yang

penyelesai

paraf

(individu, tim,
direktorat,
RSUD)

jawab

dibutuhkan

an

Anda mungkin juga menyukai