Anda di halaman 1dari 4

Sari

Litostratigrafi dan Dinamika Sedimentasi Batuan Di Gunung


Temas, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten,
Provinsi Jawa Tengah

SARI

Lokasi penelitian berada di Gunung Temas, Kecamatan Bayat, Provinsi Jawa Tengah,
yang merupakan bagian dari Perbukitan Jiwo. Pada Perbukitan Jiwo, hanya terdapat
empat lokasi tersingkapnya batugamping, yaitu Gunung Tugu, Gunung Lanang,
Gunung Kapak dan salah satunya Gunung Temas. Gunung merupakan lokasi
penambangan (query) batugamping yang baru saja dibuka, sehingga perlapisan batuan
pada lokasi ini tersingkap bagus. Data geologi yang terdapat pada daerah penelitian
dikhawatirkan terancam hilang karena intensifnya penambangan pada daerah tersebut.
Beberapa peneliti terdahulu telah melakukan penelitian didaerah ini, namun belum ada
penelitian yang membahas secara detail mengenai litostratigrafi dan dinamika
sedimentasi menggunakan sayatan petrografi dan fosil foraminifera kecil sebagai
penentu umur dan lingkungan pengendapan pada daerah ini. Dari hasil analisa data
yang diperoleh, daerah ini dapat dibagi kedalam 5 jenis fasies batuan yaitu Fasies A
(batupasir bermikrit karbonatan berlapis), Fasies B (perulangan foraminiferal
grainstone, foraminiferal packstone, foraminiferal wackstone), Fasies C (perulangan
foraminiferal grainstone, foraminiferal packstone dengan sisipan batupasir), Fasies D
(packstone dengan struktur berlapis) dan Fasies E (packstone dengan struktur slump).
Kelima fasies tersebut dikelompokkan kembali kedalam 2 asosiasi fasies yaitu asosiasi
fasies 1 yang terdiri atas Fasies A dan C yang menunjukkan lingkungan pengendapan
batuan berada pada open sea shelf carbonate dengan mekanisme pengendapan berupa
arus turbit. Asosiasi fasies 2 yang terdiri atas Fasies B, D, dan E yang diendapkan pada
lingkungan pengendapan carbonate basin facies. Pada daerah ini memiliki kelerengan
yang dapat memungkinkan terjadinya longsoran sedimen didalam laut yang
menghasilkan struktur slump pada perlapisan batuan. Mekanisme pengendapan yang

LitostratigrafidanDinamikaSedimentasiBatuandiGunungTemas,KecamatanBayat,Kabupaten
Klaten,ProvinsiJawaTengah|

xii

Sari

terjadi pada daerah penelitian ini berupa arus turbit dan arus gravitasi. Berdasarkan
analisa paleontologi yang dilakukan pada saat penelitian, daerah penelitian memiliki
satu zonasi umur batuan yaitu zona N17. Zona tersebut mencirikan, batuan di Gunung
Temas terendapkan pada Miosen Akhir (N17). Berdasarkan seluruh hasil yang
diperoleh, dapat ditarik kesimpulan pada saat terendapkan batuan tersebut, daerah
penelitian mengalami kenaikan muka air laut sebanyak dua kali dan penurunan muka
air laut satu kali sehingga membentuk urutan batuan pada daerah penelitian ini.

Kata kunci: Litostratigrafi, Biostratigrafi, Sayatan petrografi, Fosil Foraminifera,


Gunung Temas, Zonasi umur, Dinamika sedimentasi.

LitostratigrafidanDinamikaSedimentasiBatuandiGunungTemas,KecamatanBayat,Kabupaten
Klaten,ProvinsiJawaTengah|

xiii

Sari

Lithostratigraphy and Sedimentation Dynamics of Lithology in


Gunung Temas, Bayat Sub-district, Klaten Regency,
Central Java Province

ABSTRACT
The study area was located in Gunung Temas, Talang Village, Bayat Sub-district,
Central Java Province, which was a part of Jiwo Hills. There are only four location in
Jiwo Hills which has a limestone outcrop, there are Gunung Tugu, Gunung Lanang,
Gunung Kapak and one of it is Gunung Temas. Gunung Temas is a recently opened
limestone query, so that the rock bedding at this location was exposed. The geological
data is feared to be lost because of the intensive querying in this area. This study was
conducted because there has not been detailed discussion about lithostratigraphy and
sedimentation dynamics at this area. This study was performed using petrographic
incisions and foraminifera fossils to know the dynamics of sedimentation and the age
in the study area. From this analysis, this area has 5 Facies rocks, there are Facies A
(interbeded carbonaceous micritic-sandstone) Facies B (intercalation foraminiferal
grainstone, foraminiferal packstone, foraminiferal wackstone), Facies C (intercalation
of foraminiferal grainstone, foraminiferal packstone with sandstone), Facies D
(interbeded packstone), Facies E (packstone with slump structure). The fifth facies,
generate 2 facies association, i.e facies association 1 consists of facies A and facies C
which is showing the depositional environment on the open sea shelf facies with
turbidity current of depositional mechanism. Facies association 2 consists of facies B,
D and E, it deposited on carbonate basin facies environment. The depositional
mechanisms are turbidity and gravitational, which produce good bedding rocks. The
degrees of slope in this area allow the occurrence of sedimentation movement in the
deep sea which produced slump structure in the rock beds. Based on the paleontological
analysis, this study area just have an age zone, that is N17 zone. The zone characterized
the lithology of Gunung Temas was deposited on Late Miocene (N17). Based on the

LitostratigrafidanDinamikaSedimentasiBatuandiGunungTemas,KecamatanBayat,Kabupaten
Klaten,ProvinsiJawaTengah|

xiv

Sari

results, it can be conclude, sea level rise twice time and drop once time when sediments
deposited.

Keywords: Lithostratigraphy, Biostratigraphy, petrographic incisions, Foraminiferal


fossils, Gunung Temas, Age zonation, sedimentation dynamics.

LitostratigrafidanDinamikaSedimentasiBatuandiGunungTemas,KecamatanBayat,Kabupaten
Klaten,ProvinsiJawaTengah|

xv

Anda mungkin juga menyukai