Anda di halaman 1dari 16

TINGKAH LAKU SAKIT

OLEH
T. ISKANDAR FAISAL

PENGERTIAN
TINGKAH LAKU SAKIT
Tingkah laku sakit adalah cara-cara dimana
gejala-gejala ditanggapi, dievaluasi dan
diperankan oleh seorang individu yang
mengalami sakit, kurang nyaman atau tandatanda lain dari fungsi tubuh yang kurang baik
(Mechanic dan Volkhart, 1961)
Contoh seseorang dewasa yang bangun dari
tidurnya dengan leher sakit, ia harus
memutuskan, apakah akan minum obat aspirin
atau memanggil dokter.

PENGERTIAN PERANAN SAKIT


Adalah apabila penyakit telah didefenisikan secara cukup
serius sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat
melakukan sebagian atau seluruh peranan normalnya,
yang berarti mengurangi dan memberikan tuntutan
tambahan atas tingkah laku peranan orang-orang
sekelilingnya.
Peranan sakit adalah suatu cara yang berarti untuk
bereaksi dan untuk mengatasi eksistensi dan bahayabahaya potensial penyakit oleh masyarakat.
Contoh seorang dewasa yang tenggorokan sakit
memutuskan untuk istirahat sehari di ranjang dengan
harapan anggota keluarga akan membawa makanan
baginya.

PENGERTIAN PERANAN PASIEN


Peranan pasien adalah menuntut pengesahan
medical yang formal, yaitu penyerahan orang
sakit kepada perawatan dokter dan sumbersumber pendukungnya (Jaco, 1972)
Contoh seorang dewasa setelah bertingkah
laku sakit dan berperan sakit kemudian
menghubungi dokter dan bertindak sesuai
intruksinya, maka dikatakan PERANAN PASIEN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


TINGKAH LAKU SAKIT, PERANAN SAKIT
DAN PERANAN PASIEN

Kelas sosial
Perbedaan suku bangsa
Perbedaan budaya

PERANAN SOSIAL PENYAKIT


Pada umumnya orang lebih menyukai
sehat daripada sakit
Pada sebagian orang apabila untuk sehat
akan membatasinya menikmati
kesenangan maka ia tidak akan
memprioritaskan sehat, contoh: perokok
Ada orang yang menikmati sakit untuk
beristirahat dari pekerjaan atau rutinitas
kehidupan

CONTOH-CONTOH
PERANAN SOSIAL PENYAKIT
1. Penyakit merupakan pelepasan dari tekanan
yang tak tertahankan
2. Penyakit membantu untuk menanggung
kegagalan pribadi
3. Sakit dapat digunakan untuk memperoleh
perhatian
4. Masuk RS dapat dianggap liburan
5. Penyakit dapat digunakan sebagai alat kontrol
sosial
6. Penyakit dapat digunakan sebagai alat
penghapus perasaan berdosa

1. Penyakit merupakan pelepasan


dari tekanan yang tak tertahankan
Apabila seseorang sakit, maka kegagalannya
melakukan fungsi normalnya bukanlah
kesalahannya dan dia diberikan hak
pembebasan dan perawatan.
Seorang istri harus memasak dan melayani
keluarga besar, karena penghasilan suami kecil,
dia takut anaknya kelaparan, kekhawatiran
tersebut membuatnya sesak nafas, nadi cepat
dan keringatan (diagnosa ketakutan), oleh
kerabat memutuskan agar selain keluarga inti
harus pindah rumah. Akhirnya istri tersebut
sembuh dari sakit

2. Penyakit membantu untuk


menanggung kegagalan pribadi
Penyakit merupakan salah satu cara untuk
mengatasi kegagalan pada masyarakat modern.
Menjadi sakit berarti suatu ketidakmampuan
untuk memenuhi tugasnya dan suatu cara
menghindar dari tanggung jawab yang dapat
diterima.
Karena merasakan kegagalan, orang dapat
membenarkan kegagalannya pada diri sendiri
dan kelompoknya akibat penyakit

3. Sakit dapat digunakan untuk


memperoleh perhatian
Konvensi budaya menekankan bahwa
orang sakit harus menerima perhatian
khusus, pertanyaan yang sopan, makanan
khusus, perawatan khusus
Bagi orang yang kesepian dan meras
tersisih, penyakit merupakan sarana yang
menarik untuk memperoleh perhatian.

5. Penyakit dapat digunakan


sebagai alat kontrol sosial
Contoh pada masyarakat Amerika-Mexico.
istri yang sedang memarahi suami yang pulang
tengah malam dalam kondisi mabuk, suami
marah, memukul dan mengusir istri, istri pulang
ke rumah ibunya dan menceritakan pada
keluarga dan tetangga, akhirnya suami dikritik
oleh masyarakat karena memukul istri yang bisa
membuat lahir anak cacat, melalui tekanan
kelompok sosial akhirnya suami insyaf dan RT
rukun kembali.

TAHAP SAKIT
Menurut Suchman (1965), ada 4 tahap sakit.
1. Tahap pengalaman gejala-gejala (keputusan bahwa
ada yang tidak beres)
2. Asumsi dari keadaan peranan sakit (keputusan bahwa
seseorang sakit dan membutuhkan perawatan
profesional)
3. Tahap kontak perawatan medis (keputusan untuk
mencari perawatan medis profesional)
4. Tahap peranan ketergantungan pasien (keputusan
untuk mengalihkan pengawasan kepada dokter dan
menerima serta mengikuti pengobatan yang
ditetapkan.

1. Tahap pengalaman gejala-gejala


(keputusan ada yang tidak beres)
Langkah awal dari tahap sakit adalah
muncul perasaan kurang sehat, ada yang
tidak beres dengan kondisi fisiologisnya,
merasa lemah dan tidak berdaya.
Timbul perasaan khawatir dan takut
menderita penyakit yang berbahaya

2. Asumsi dari keadaan peranan


sakit
Setelah melewati tahap pertama sebagai gejala
menderita penyakit, maka individu akan
meminta nasehat dan perawatan/pengobatan di
rumah.
Hal yang penting pada tahap ini adalah
pengesahan sementara dari keluarga bahwa dia
menderita penyakit.
Apabila keluarga mendukung dan mempercayai
dia sakit, maka dia akan masuk ke tahap 3.

3. Tahap kontak perawatan medis


Pasien sudah berada pada tahap menjadi
pasien
Dia membutuhkan penegasan bahwa benar dia
sakit seperti penegasan dari keluarga dan
ditentukan diagnosa medis serta pengobatan
oleh dokter.
Apabila dokter menolak tentang peranan
sakitnya, maka dia akan bekerja kembali atau
malah mencari dokter lain yang
membenarkannya sakit.

4. Tahap peranan
ketergantungan pasien
Penderita penyakit akut (jangka pendek)
biasanya enggan menerima hubungan
ketergantungan karena akan kehilangan haknya
dalam pengambilan keputusan. Pasien
mengharapkan kematian yang cepat atau
sembuh seperti semula
Penderita penyakit kronis, menyerahkan dirinya
secara jangka panjang terhadap ketergantungan
akan perawatan dan pengobatan serta
pemenuhan kebutuhan hidup.