Anda di halaman 1dari 48

Laporan On the Job Training

PT.DOK PANTAI LAMONGAN


Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
BAB I
PENDAHULUAN

5.1 Latar Belakang


Industri di Indonesia pada saat ini mengalami perkembangan yang
cukup pesat dengan kebutuhan akan tenaga kerja yang siap pakai dan terampil
dalam mengoperasikan alat-alat industri. Serta untuk menghadapi persaingan
global Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tenaga kerja dalam negeri juga
harus dituntut mempunyai keahlian yang sesuai dengan spesifikasinya, serta
memiliki kemampuan adaptasi yang cukup tinggi terhadap penggunaan
teknologi di bidang industri, dimana penggunaan yang dimaksud yaitu
penggunaan teknologi di bidang proses produksi dan perawatan.
Sehubungan dengan hal itu, perguruan tinggi sebagai tempat untuk
menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, berkepribadian mandiri,
dan memiliki kemampuan intelektual yang baik merasa memiliki tanggung
jawab untuk semakin meningkatkan mutu mahasiswa lulusannya.
Sejalan dengan pemikiran tersebut, Politeknik Perkapalan Negeri
Surabaya (PPNS) sebagai sebuah institusi perguruan tinggi negeri di
Indonesia berupaya untuk mengembangkan sumber daya manusia dan iptek
guna menunjang pembangunan industri, serta sebagai politeknik peneliti
untuk membantu pengembangan industri dibidang kemaritiman. Keluaran dari
PPNS diharapkan siap untuk dikembangkan ke dalam bidang yang sesuai
dengan spesifikasinya.
Selain itu, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya juga berpartisipasi
menunjang terwujudnya komitmen dari perguruan tinggi untuk menghasilkan
lulusan yang memiliki kualitas unggul dan sesuai dengan standar kompetensi
dunia kerja. Oleh sebab itu, wawasan mahasiswa tentang dunia kerja yang
berkaitan dengan industrialisasi sangat diperlukan, karena mengingat kondisi
Indonesia yang merupakan negara berkembang dimana teknologi masuk dan
di aplikasikan oleh industri terlebih dahulu.
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
Sebagai mahasiswa D3 Teknik Bangunan Kapal, kami dituntut untuk
mampu

mengaplikasikan

perkembangan

dan

penerapan

teknologi

pembangunan kapal serta reparasi kapal di industri kemaritiman khusunya di


galangan-galangan kapal. Sesuai dengan standar yang telah banyak digunakan
oleh industri di dunia. Hal ini dilakukan sebagai langkah penerapan dari
pemberian teori yang kami terima di bangku perkuliahan. Oleh karena itu,
kerja sama dengan industri dibidang kemaritiman perlu ditingkatkan agar
terdapat keseimbangan dalam penyaluran ilmu kepada mahasiswa, yaitu
antara teori yang disampaikan melalui pemberian materi yang dilakukan
secara rutin dikelas sebagai salah satu metode kegiatan yang telah didapat
secara langsung didunia kerja. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui
kegiatan kunjungan kerja, kerjasama penelitian, kerja praktik dan lain
sebagainya.
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya menetapkan kerja praktik atau
bisa juga disebut On the Job Training (OJT) sebagai salah satu kurikulum
wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa jurusan D3 Teknik Bangunan
Kapal. Melalui kegiatan kerja praktik di berbagai industri yang sesuai dengan
spesifikasi yang diambil oleh masing-masing mahasiswa, diharapkan dapat
lebih mengenal suasana kerja sebenarnya dalam industri. Dimana hal tersebut
akan sangat membantu mahasiswa dalam mengatasi kecanggungan dan
masalah ketika nantinya terjun langsung sebagai pekerja disebuah industri.
Selain itu kegiatan ini secara khusus diharapkan dapat menambah
pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan teknologi perkapalan
khusunya aplikasi dibidang reparasi kapal. Pemahaman tentang teknologi
serta permasalahan perkapalan di dunia industri akan banyak diharapkan dapat
menunjang pengetahuan secara teoritis yang didapat dari materi perkuliahan,
sehingga mahasiswa dapat menjadi salah satu sumber daya manusia yang siap
menghadapi tantangan era globalisasi khususnya perekoniman global
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
Pemerintah mendukung terwujudnya kerjasama antara industri dan
perguruan tinggi melalui kebijakan kerja sama antara politeknik dan industri
yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebagai
suatu upaya dari pihak pemerintah untuk meningkatkan kualitas lulusan
perguruan tinggi yang kompeten dibidangnya. Hal tersebut dilakukan untuk
menjembatani kesenjangan antara perguruan tinggi sebagai salah satu wadah
untuk menghasilkan tenaga kerja dengan industri sebagai pihak pemakai
tenaga kerja dalam rangka memberikan sumbangan yang lebih besar dan
sesuai untuk menjadi penyongkong bagi pembangunan bangsa dan negara.
5.2 Dasar Pelaksanaan
1. Tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk meningkatkan kualitas
manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju,
tangguh, cerdas, kreatif, terampil, disiplin, professional, bertanggung
jawab, produktif, dan sehat jasmani rohani.
2. Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu ; Pendidikan, Penelitian dan
Pengabdian Masyarakat.
3. Tujuan pendidikan PPNS, yaitu ; kepemimpinan, keahlian, berfikir
ilmiah dan sikap hidup bermasyarakat.
4. Program PPNS, dimana salah satunya yaitu meningkatkan kerja sama
dengan industri dan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan,
relevansi terhadap mutu pendidikan dan penelitian.
5. Syarat kelulusan mata kuliah kerja praktik atau On the Job Training
(OJT) di jurusan D3 Teknik Bangunan Kapal PPNS.
6. Sebagai bentuk upaya keselarasan antara sistem pendidikan tinggi dan
dunia kerja.
7. Sebagai sarana untuk mengimplementasikan ilmu-ilmu yang diperoleh
di bangku perkuliahan pada dunia kerja.

5.3 Tujuan dan Manfaat


Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
1.3.1. Tujuan
1. Memenuhi beban Sistem Kredit Semester (SKS) yang harus ditempuh
oleh mahasiswa sebagai persyaratan akademis di jurusan D3 Teknik
Bangunan Kapal PPNS.
2. Mengenal secara khusus bidang industri dan lingkungan kerja yang
menjadi minat peserta kerja praktik yakni tentang teknologi perawatan
dan reparasi beserta berbagai sistem penunjangnya dan penerapanya di
PT. Dok Pantai Lamongan.
3. Menumbuhkan dan menciptakan pola berpikir konstruktif yang lebih
berwawasan bagi mahasiswa.
4. Mahasiswa mamu memahami implementasi teknologi reparasi di
dunia industri sekaligus sanggup mengadakan pendekatan masalah
secara utuh serta menganalisa kekurangan dan kelebihannya.
5. Mahasiswa mampu mengetahui, memahami, dan mengembangkan
pelaksanaan aplikasi teoritis ilmunya kedalam praktek secara nyata di
dunia industri, sehingga mahasiswa mampu menyerap dan berasosiasi
dengan dunia kerja secara utuh.
6. Mengenal lebih jauh tentang pemanfaatan dan pengoperasian
teknologi yang sesuai dengan bidang yang dipelajari di jurusan D3
Teknik Bangunan Kapal PPNS.
7. Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan individu dengan terjun
langsung mempraktekkan pelaksanaan tugas sebagai seorang ahli
madya yang diharapkan nantinya.
8. Terciptanya suatu hubungan yang sinergis, jelas, dan terarah antara
dunia perguruan tinggi dengan industri sebagai pengguna lulusannya.
9. Meningkakan kepedulian dan pertisipasi dunia usaha dalam
memberikan kontribusinya pada sistem pendidikan nasional.
10. Membuka kesempatan bagi dunia kerja. Dalam hal ini, industri sebagai
pengguna dari keluaran perguruan tinggi untuk dapat melihat secara
langsung kemampuan sesungguhnya dari mahasiswa sebagai calon
karyawan, dimana hal tersebut diharapkan merupakan bagian dari
proses seleksi sehingga dapat terjadi penyerapan tenaga kerja.
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
1.3.2. Manfaat
1.3.2.1.
Bagi Industri
1. Industri dapat melakukan tukar pikiran dengan mahasiswa
mengenai perkembangan teori terbaru berkaitan dengan bidang
yang diambil mahasiswa, dalam hal ini adalah teknologi reparasi
kapal.
2. Industri

dapat

memanfaatkan

tenaga

mahasiswa

untuk

melaksanakan tugas-tugas operasional sebagai seorang ahli madya.


1.3.2.2.
Bagi PPNS
1. Melalui kerjasama yang dibangun dengan dunia industri akan
dapat menjadi ajang promosi mengenai keberadaan Politeknik
Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) sebagai penyelenggara
pendidikan yang mencetak lulusan-lulusan handal dan kompeten di
bidangnya.
2. Sebagai bahan masukan dan evaluasi program pendidikan di
Politeknik

Perkapalan

Negeri

Surabaya

(PPNS)

untuk

menghasilkan tenaga-tenaga terampil sesuai dengan kebutuhan


dalam dunia industri.

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
1.3.2.3.
Bagi Mahasiswa
1. Membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat melihat
aplikasi teori yang telah didapat kedalam dunia kerja.
2. Merupakan media bagi mahasiswa untuk dapat melakukan praktek
kerja secara langsung didunia industri sehingga dapat mengatasi
kecanggungannya dalam berinteraksi dengan dunia kerja setelah
lulus.
3. Merupakan sarana bagi mahasiswa untuk dapat mengenal
keanekaragaman, pemanfaatan, sekaligus teknik operasional
teknologi yang digunakan dalam sistem produksi di industri guna
menunjang pelaksanaan tugasnya sebagai seorang ahli madya.
4. Merupakan latihan bagi mahasiswa untuk melakukan analisis
masalah yang berkaitan dengan implementasi teknologi reparasi di
industri kemaritiman sebagai langkah awal penyelesaian tugas
akhir.

5.4 Metode Penulisan


Dalam pengumpulan data-data yang diperlukan untuk penyusunan
laporan kerja praktek ini, penulis menggunakan beberapa metode penulisan
dan penelitian sebagai berikut:
1. Pengamatan secara langsung di lapangan untuk mengetahui
proses yang sebenarnya terjadi.
2. Wawancara langsung dengan pekerja lapangan yang berkaitan
langsung dengan pekerjaan di lapangan untuk menggali datadata

yang

diperlukan

dalam

pelaksanaan

proses

dan

penggunaan perangkat kerja.


3. Mengumpulkan data yang berkaitan langsung dengan sarana
dan prasarana di lapangan atau pada bengkel (workshop)
reparasi kapal.
5.5 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Praktek Kerja
Lokasi
:
PT. Dok Pantai Lamongan
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
Alamat
Waktu

Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren Kec. Paciran

Kab. Lamongan
29 Februari 2016 27 Mei 2016

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Profil Perusahaan
PT. Dok Pantai Lamongan (PT. DPL) adalah anak cabang perusahaan PT.
Salam Pacific Indonesia Lines (PT. SPIL) Surabaya, sebagai langkah strategis
untuk melibatkan lebih banyak pengusaha lokal dan nasional dalam bidang
maritim perkapalan. Berada di kawasan industri Kabupaten Lamongan yang
kurang lebih 1,5 jam perjalanan darat dari Surabaya, menjadikan PT. DPL berada
di wilayah strategis. Sebelah barat dibatasi oleh PT. Lamongan Shorebase,
disebelah timur dibatasi dengan PT. Lamongan Marine Industri (PT. LMI) dan
utara laut jawa, serta sebelah selatan dibatasi dengan jalan raya pantura Deandles.
Sebagai lokasi bisnis berupa pelayanan jasa reparasi dan perawatan kapal.
PT. Dok Pantai Lamongan memiliki karyawan organik dan karyawan non
organik (outsourcing) serta melibatkan beberapa sub kontraktor yang bergerak
dalam bidang perkapalan.
Pada tanggal 20 Maret 2008, PT. Dok Pantai Lamongan menjadi sebuah
anak cabang perusahaan PT. SPIL (Salam Pasifik Indonesia Line), Berdasarkan
keputusan Menteri Komunikasi Laut pada tahun 1963, Sejak tanggal 20 April
2008 perusahaan ini telah di asumsikan status hukumnya sebagai PT. Dok Pantai
Lamongan. Pada set pertama PT. DPL memiliki dua slipway dengan panjang
180m dan lebar 50m di masing-masing slipway yang di operasikan pada bulan
Juli 2010 dan di set ke dua memiliki lima slipway dengan panjang 214m dan lebar
50m di masing-masing slipway yang di operasikan pada Oktober 2011 yang muat
untuk 12 kapal atau lebih tergantung pada ukuran kapal, Selain itu PT. Dok Pantai
Lamongan juga memiliki gudang (workshop) untuk pengerjaan macam-macam
sparepart untuk kebutuhan kapal saat overhaul atau pun mainhaul.
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
2.2 Fasilitas Galangan
2.2.1. Fasilitas Utama
Fasilitas utama galangan kapal, fasilitas ini terdiri dari
Slipway1 dan Slipway 2 yang digunakan sebagai area docking kapal
yang akan melaksanakan perbaikan atau reparasi.
2.2.2. Bengkel (Workshop)
PT. Dok Pantai Lamongan mempunyai fasilitas penunjang
beerupa bengkel kerja. Area dalam bengkel kerja terbagi kedalam
beberapa area kegiatan kerja diantaranya :
a. Workshop Mekanik
Area bengkel kerja ini digunakan untuk melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya berbentuk komponen benda kerja.
Peralatan pada bengkel mekanik antara lain:
Mesin bubut dengan berbagai jenis dan ukuran.
Mesin las Oxygent Acetylene Welding (OAW), Shielded Metal

Arc Welding (SMAW) dan Gas Metal Arc Welding (GMAW).


Propeller balancer untuk mengetes keseimbangan propeller.
Alat untuk cek kelurusan (Alignment).
Gentry crane yang menggantung diatas sepanjang workshop.
Boring machine untuk pengeboran benda kerja.
Bending machine untuk pembendingan benda kerja.
Hydrolic shoppres atau mesin penekan.
Alat reparasi pompa, katup (flange) pada sistem perpipaan.
Alat reparasi sistem propulsi kapal (propeller, shaft, etc).
Alat reparasi sistem kemudi antara lain daun kemudi, poros

kemudi, bagian penunjang kemudi, dsb.


Alat-alat pemotong (cutting equipment) dan toolkit.

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
b. Workshop Penyetelan (Outfitting)
Area bengkel kerja ini berfungsi untuk melaksanakan
pekerjaan-pekerjaan perlengkapan seperti :
Steel yang berada diatas maindeck , pondasi-pondasi mesin
geladak, tutup roda windlass (penggulung jangkar), tangga,
manhole, bolder/bollard (tempat pengikat tali tambat), railing

(pagar pembatas), pintu, jendela, dll.


Interior meliputi dinding, sekat ruangan rumah geladak, kamar,

lemari, safety equipment, dll.


Pembuatan bantalan dari kayu (dock block) penyediaan ban
dampra, dan karet pelindung lambung kapal (fender).

c. Workshop Fasilitas (Facility)


Area bengkel ini berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan
perkakas atau peralatan yang digunakan baik di area mekanik, area
outfitting, maupun di dock / slipway. Area ini bisa juga digunakan
sebagai tempat penyimpanan peralatan kerja tambahan (blower, lampu
penerangan, scaffolding, etc) dan juga alat berat (mobil crane, forklift,
excavator, etc) yang digunakan untuk proses reparasi kapal.

d. Gudang (Warehouse)
Area ini berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan atau
penyedia material, peralatan, spareparts kapal (mur, baut, pylox,
penetrant, zinc anode, masker, sabun, dsb).

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
2.2.3. Bidang Sarana Fasilitas
PT. Dok Pantai Lamongan juga memiliki satu bidang Sarana
Fasilitas (SARFAS) yang bertugas untuk memperlengkap semua
fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan, antara lain sebagai berikut :
a. Bidang Kesehatan
Karena kesehatan adalah salah satu pilar pokok kesejahteraan
seorang pekerja maupun instansi itu sendiri oleh karena itu harus
memiliki sarana kesehatan seperti klinik sangatlah menjadi nilai
tambah bagi sebuah perusahaan yang fungsinya untuk menjaga
kesehatan para pekerja dan sebagai tembat berobat para pekerja yang
nantinya akan berpengaruh pada produktivitas kerja.
b. Bidang Pemeliharaan
Bidang ini berfungsi untuk melaksanakan pemeliharaan
terhadap bahan dan material yang berada diatas maupun dibawah
kapal, selain itu juga melaksanakan pemeliharaan sarana dan fasilitas
di galangan itu sendiri baik yang berhubungan dengan peralatan
mekanik maupun elektrik yang keduanya ada didalam bagian facility.
c. Bidang Sarana Darat (SARDA)
Bidang ini berfungsi untuk memenuhi dan melengkapi segala
kebutuhan yang berkaitan dengan sarana dan fasilitas di darat untuk
menunjang pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan di darat, seperti :
Mobil crane link belt 130 ton
Mobil crane kato 10 ton
Mobil crane lorain 150 ton
Mobil crane PH 35 ton
Forklift 5 ton
Forklift 7 ton
Forklift 2,5 ton
d. Bidang Sarana Laut (SARLA)
Bidang ini berfungsi untuk memenuhi dan melengkapi segala
kebutuhan yang berkaitan dengan sarana dan fasilitas diatas laut dalam
menunjang segala pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan diatas laut
seperti :
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
Tug boat (kapal pemandu)
Barge crane (crane utama)
Perahu kayu
Perlengkapan menyelam
Baju penolong, dll
e. Bidang P2K3
Bidang ini berfungsi sebagai jasa penyedia kesehatan dan
keselamatan kerja bagi semua pekerja serta semua kebutuhan
mengenai keselamatan dan perlindungan kerja yang diatur dalam UU
No. 1 tahun 1970. Fasilitas keselamatan kerja yang disediakan antara
lain :
Wearpack (pakaian kerja), safety shoes (sepatu keselamatan),
vest (rompi), sunglasses (kacamata hitam), sarung tangan kulit
dan kain, safety helmet (helm pengaman), safety belt (sabuk

pengaman), masker.
Ear protection (pelindung telinga), kacamata las, handy talkie

(radio pemanggil) untuk komunikasi.


Lampu DC, senter baterai, dan peralatan pemadam kebakaran.
Gambar-gambar peringatan bagi seluruh pekerja.

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
2.2.4. Fasilitas Pendukung
Disamping itu PT. Dok Pantai Lamongan juga mempunyai
sarana pendukung yang berfungsi sebagai penunjang didalam kegiatan
operasional PT. Dok Pantai Lamongan itu sendiri, sehingga semua
kegiatan perusahaan dapat berjalan lancar. Adapun sarana pendukung
yang dimiliki oleh PT. Dok Pantai Lamongan adalah sebagai berikut :
a. Penginapan bagi Owner Surveyor (OS) dan anak buah kapal yang
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

kapalnya sedang di repair (mess room).


Kantin.
Kantor satpam (security).
Musholla atau tempat ibadah.
Kantor untuk Owner Surveyor (OS).
Tempat berkumpul (Muster station 1, 2, 3).
Tempat parkir kendaraan pekerja (Parking area).
Bus antar jemput karyawan.
Purcashing Logistic, IT special project.

2.3. Lingkup Usaha Perusahaan


Ruang lingkup kegiatan yang dilaksanakan oleh PT. Dok Pantai
Lamongan adalah sebagai berikut :
a. Docking and repairing (Pengedokan dan Reparasi kapal)
Docking/Undocking (penaikan / penurunan kapal)
Replating (penggantian plat)
Piping (perpipaan)
Blasting and coating (pembersihan dan pengecatan badan)
Anti corrosion coating (pengecatan anti korosi), dll.
b. Warehouse (Penyediaan suku cadang perlengkapan kapal)

c. Maintenance (Perawatan peralatan kapal elektrik maupun mekanik)


As propeller maintenance (perawatan poros baling-baling)
Engine room valve (perawatan katup kamar mesin)
Rudder maintenance (perawatan kemudi), dll.
d. Fresh water supply , electrical supplay , fireline
e. Tes kekedapan
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan

Ultrasonic test (tes ultrasonik)


Magnetic particle test (tes magnetik)
Hydrotest over water ballast tank (tes kekedapan plat), dll.

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
BAB III
(DOCKING & UNDOCKING)

3.1 Pengertian Dok


Pengedokan

kapal

merupakan

proses

yang

dilakukan

untuk

memindahkan kapal dari air atau laut ke atas Dock dengan fasilitas bantuan
pengedokan. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan Syah Bandar telah
menentukan periode-periode untuk perbaikan kapal di atas dok, pengedokan
kapal dilihat dari aspek semuanya seperti umur kapal, jenis bahan yang
digunakan untuk badan kapal dan tergantung kebutuhan kapal itu sendiri.
Dalam melakukan pengedokan kapal harus dilakukan dengan hati-hati dan
persiapan yang sangat matang karena spesifikasi bentuk kapal yang khusus
dan berbeda.
Sedangkan yang dinamakan dok adalah suatu tempat khusus yang
luasnya mencukupi untuk menampung jumlah kapasitas kapal yang akan
melakukan Docking. Manfaat dari dok sendiri adalah untuk keperluan
pembersihan badan kapal dibawah garis air, memeriksa kerusakan,
memperbaiki kerusakan serta merawat badan kapal dibawah garis air, dan
masih banyak lagi manfaat dan kegunaan dok.
3.2 Pengedokan Kapal
Pada dasar nya pengedokan suatu kapal mempunyai suatu keperluan
yaitu antara lain:
a. Emergency Docking
Pengedokan kapal untuk mereparasi kerusakan-kerusakan yang
mendadak seperti:
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan

Terlepasnya propeller kapal


As atau poros propeller

pembengkokan atau patah


Kerusakan daun kemudi (rudder blade), dsb.

maupun

kemudi

mengalami

b. General docking
Pengedokan kapal yang dilakukan secara berkala untuk tenggang
waktu lima tahunan untuk reparasi menyeluruh. Bagian-bagian yang
direparasi diantaranya adalah:

Overhaul mesin induk


Pengecekan dan pengetesan keseluruhan tebal yang diperkirakan

telah mengalami pengurangan ketebalan.


c. Annual docking
Pengedokan kapal yang akan masuk dok dengan selang waktu
kontinyu setahun sekali. Bagian-bagian yang akan diperiksa antara lain:

Bottom cleaning serta penggantian zinc anode


Penggantian plat (replating)
Pengurangan spelling as propeller
Pengecatan bagian lambung yang terendam air.

3.3 Dok Tarik (Slip way)


Dok tarik (slip way) adalah fasilitas pengedokan kapal dengan cara
medudukan kapal diatas airbag sebagai bantalan dan menarik kapal tersebut dari
permukaan air dengan mesin derek atau winch yang terhubung dengan tali baja
hingga seluruh bagian kapal naik ke atas dock dan dipengaruhi pasang surut air
laut untuk tujuan keamanan dan menghindari karamnya badan kapal.
3.4 Proses Pengedokan (Docking)
Untuk memperbaiki atau mereparasi bagian kapal yang berada
dibawah garis air, maka kapal harus melakukan pengedokan. Adapun
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
persiapan pengedokan dilakukan bersama antara crew kapal dengan pihak
galangan (bidang sarana laut) agar pengedokan berjalan dengan baik. Sebelum
pengedokan, pihak pemilik (owner) biasanya diwakilkan owner surveyor
memberikan data-data kapal yang diperlukan pihak galangan seperti
perencanaan dok (docking plan) yang akan digunakan untuk membuat posisi
blok samping (side block), selain itu juga data mengenai data berat kapal
kosong LWT (Length Weight Ton) dan ukuran utama kapal agar dapat
disesuaikan dengan kemampuan dari dok dan beberapa daftar kasaran
kerusakan kapal yang nantinya akan di repair oleh galangan. Walaupun sudah
mendapat data dan daftar repair kapal kadang-kadang dari pihak galangan
juga harus mengecek ke lapangan untuk membandingkan data yang didapat
dengan realitanya di lapangan (actually) kemudian data tersebut diarsipkan
sehingga apabila kapal tersebut melakukan pengedokan kembali persiapan
dapat dilakukan dengan cepat karena datanya sudah ada.
Sebelum kapal dinaikkan ke atas dok maka ada beberapa hal yang
harus dipersiapkan yaitu: data-data kapal, informasi tentang kapal kepada
kepala dok (dock master) dan apa saja yang masuk kontrak kerja dalam
perawatan dan perbaikan kapal. Kontrak kerja berisi antara lain:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Rincian pekerjaan yang harus dikerjakan oleh pihak dok.


Waktu penyelesaian pekerja (kalender kerja).
Harga penawaran (dari pihak pemilik kapal).
Cara pembayaran.
Asuransi kapal.
Sanki bila pekerjaan tidak sesuai kontrak (kualitas pekerjaan
atau waktu penyelesaian).

Data-data yang harus dipersiapkan dalam proses pengedokan kapal


meliputi :
1)
2)
3)
4)
5)

Gambar rencana dok dari kapal (Docking Plan)


Gambar rencana umum (General Arrangement)
Gambar kontruksi badan kapal (Contruction Profile)
Gambar penampang tengah badan kapal (Midship Section)
Gambar kapasitas tangki dasar ganda dan tangki-tangki lainnya
(Capacity Plan)
6) Gambar bukaan kulit kapal (Shell Expansion)
7) Ukuran utama kapal (Main Dimension)
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
3.4.1. Kondisi Kapal Sebelum Naik Dok
Untuk menghindari kecelakaan dalam proses pengedokan
kapal, maka yang perlu diperhatikan adalah :
a) Kondisi kapal pada sarat haluan dan sarat buritan diusahakan
tidak begitu besar perbedaanya.
b) Kapal diusahakan tanpa adanya kemiringan dalam arah
melintang.
c) Kapal diusahakan bebas dari bahan bakar atau minyak pelumas
(tangki-tangki bahan bakar maupun minyak pelumas dan air)
diusahakan kosong.
d) Kapal diwajibkan bebas dari bahan-bahan yang mudah meledak
atau terbakar.
e) Pihak dok berhak membuang isi tangki untuk tujuan tersebut.
3.4.2. Persyaratan Kapal Naik ke Dok
1) Kondisi kapal pada sarat haluan dan sarat buritan diusahakan
tidak begitu besar perbedaannya.
2) Kapal harus dalam keadaan kosong, baik bahan bakar, air
tawar, air ballast, atau bahan-bahan yang akan terbakar. Untuk
mengosongkan tangki dilakukan oleh pihak pemilik kapal
sehingga kapal yang diperbaiki sudah bersih dari bahan-bahan
tersebut.
3) Bahan-bahan yang mudah terbakar atau meledak harus
diturunkan dari kapal, biasanya untuk armada kapal perang
terdiri dari amunisi, bahan peledak dan lain-lain.
4) Khusus kapal tanker bila naik dok harus sudah bebas dari gas
berbahaya (gas free) dilakukan oleh pihak kapal. Sertifikasi gas
free berlaku selama 24 jam setelah sertifikat dikeluarkan.
Dalam pori-pori plat masih mengandung gas yang mudah
memuai dan terbakar. Sehingga sebelum dilakukan pemotongan
atau pengelasan sebaiknya kondisi kapal harus bebas gas.
3.4.3. Persiapan Naik Dok
1) Tempat sandar, tanggal dan waktu kapal naik dok harus sudah
diketahui agar mempermudah kapal tunda dalam penjemputan
atau penarikan kapal.
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
2) Pengecekan data-data kapal untuk persiapan perhitungan
kebutuhan jumlah airbags yang digunakan nantinya saat
docking yang sesuai dari kapal-kapal tersebut, seperti rencana
garis dan kontruksi profil kapal.
3) Aliran listrik yang ada diatas kapal harus dicek karena aliran
listrik kapal saat docking akan di supply dari galangan.
Pengecekan ini untuk mengetahui berapa jumlah tenaga dan
voltage yang ada di kapal untuk penyesuaian aliran listrik dari
galangan ke kapal.
3.4.4. Proses Docking Kapal Slipway system Airbags
3.4.4.1.
Proses Pemasukan Kapal Ke Atas Slipway
1) Airbags disusun oleh pihak galangan berdasarkan perhitungan
kebutuhan airbags pada kapal yang akan direparasi.
2) Awalnya masukan airbags pertama ke bagian tengah kapal
(bottom) kemudian pompa airbags, untuk memastikannya
dock master meminta petugas untuk memantau atau menyelam
pada daerah yang terpasang airbags.
3) Kemudian pasang airbags kedua dibagian depan

airbags

pertama sesuai jarak yang telah ditentukan.


4) Tarik kapal secara perlahan dan hati-hati mengguakan tali baja
(wire rope) yang telah terhubung dengan kapal melalui winch.
5) Lakukan langkah diatas sesuai jumlah airbags yang
dibutuhkan.
6) Kapal diposisikan di atas slipway secara hati-hati agar posisi
kapal tidak berubah dan supaya lambung kapal tidak
membentur dinding slipway.
7) Setelah semua badan kapal berada di slipway dan ditumpu
airbags yang terisi angin maka pasang bantalan (dock block)
sesuai kebutuhan atau docking plan kemudian airbags
dikempeskan satu

persatu sehingga nantinya badan kapal

ditumpu oleh bantalan (dock block).


8) Kapal siap dibersihkan, dipasang alat-alat kerja selanjutnya
direparasi.
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
3.4.4.2.
Proses Penurunan Kapal dari Slipway
1) Persiapan kapal yang akan diturunkan tidak jauh berbeda
dengan persiapan kapal ke atas

slipway. Syarat utamanya

adalah semua pekerjaan dibawah kapal benar-benar selesai.


2) Pasang airbags sesuai kebutuhan.
3) Kemudian bongkar dan singkirkan dock block dari bottom
kapal sehingga sekarang badan kapal ditumpu air bags.
4) Ulur tali baja secara perlahan hingga bagian belakang kapal
masuk ke air.
5) Sementara itu potong kupingan yang menghubungkan kapal
dengan tali baja pengontrol.
6) Kapal ditarik secara perlahan oleh tugboat. Ketika bagian
belakang kapal menyentuh air maka isi angin airbags paling
belakang hingga diameternya paling besar guna melindungi
propeller dan daun kemudi agar tidak menyentuh karang atau
dasar slipway (freecast).
7) Kemudian air bags depannya dikempeskan sehingga posisi
kapal tinggi dibelakang.
8) Setelah badan kapal sepenuhnya masuk air kempeskan balon
yang masih menumpu badan kapal dengan cara membuka
katup pipanya (valve).

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
BAB IV
REPARASI DAN PERAWATAN KAPAL

4.1 Tahap - Tahap Reparasi Kapal


Ada beberapa tahapan dalam pelaksanaan reparasi kapal antara lain :
a) Penyusunan daftar reparasi (repair list), yang bertujuan agar reparasi
yang telah disusun setepat-tepatnya dapat dipertanggung jawabkan dan
dipastikan (repair list) sudah terdaftar digalangan yang akan mereparasi
kapal.
b) Waktu yang diperlukan untuk membuat repair list tersebut adalah
berdasarkan laporan kerusakan yang dikeluhkan ABK kapal pada saat
kapal beroperasi.
c) Bahan yang diperlukan :
Laporan kondisi kapal dari ABK yang telah diproses di kantor pusat

perusahaan pelayaran.
Laporan dok (dock report) yang terakhir dari kapal tersebut.
Jenis survey pada perbaikan kapal yang akan datang dan lain-

lainnya.
d) Penyusunan (repair list) dilakukan oleh pemilik kapal (owner) dan
galangan kapal (additional work) dengan kesepakatan bersama.
4.2 Reparasi dan Perawatan Lambung Kapal
Perawatan dan reparasi secara rutin harus dilakukan karena kapal
mengalami kerusakan dalam kurun waktu tertentu. Penyebab kerusakan pada
kapal antara lain :
1) Korosi dan Erosi. Karena media dari kapal berupa air laut maka
plat akan mengalami penipisan akibat adanya korosi dan erosi
sehingga dapat menyebabkan plat mengalami penipisan, patah
atau sobek.
2) Kelelahan material. Kelelahan material dapat mengakibatkan
patahnya suatu konstruksi dalam kurun waktu yang cukup
lama.
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
3) Panas yang berlebihan. Panas yang berlebihan dapat merusak
konstruksi atau instalasi utama dan pendukung pada kapal.
4) Eksploitasi yang berlebihan atau kecelakaan. Hal

ini

menyebabkan kerusakan karena kapal digunakan untuk


operasional yang melebihi batas perencanaan awal kapal.
Oleh karena itu perawatan dan reparasi badan kapal dapat
dilakukan secara berkala pada saat

kapal docking. Pekerjaan

perawatan badan kapal harus dilakukan secepat mungkin karena


menyangkut biaya sewa dok untuk kapal tersebut. Pada saat kapal naik
dok, maka bagian bawah kapal yang tercelup air mendapat prioritas
utama untuk dilakukan reparasi dan perawatan. Pekerjaan reparasi dan
4.2.1.

perawatan badan kapal terdiri dari:


Penyekrapan
Penyekrapan merupakan proses pembersihan badan
kapal dari tiram atau kerang-kerang yang menempel pada
badan kapal yang berada di bawah garis air. Pembersihan
tumbuhan dan binatang laut ini dilakukan dengan tujuan
untuk menjaga agar badan kapal menjadi bersih seperti sedia
kala. Pekerjaan penyekrapan dapat dilakukan secara manual
dengan menggunakan alat yang biasanya berupa lempengan
besi yang bertepi tajam atau sikat baja dan dapat
menggunakan gerinda untuk menghilangkan kotorankotoran
yang sulit dibersihkan dengan sikat baja.Cara ini hanya
dilakukan untuk mengikis atau mengurangi kotoran yang
masih tebal yang menempel pada badan kapal. Dalam proses
penyekrapan dibutuhkan jumlah pekerja dan waktu yang
cukup banyak. Adapun penyekrapan badan kapal dapat
dilakukan sebagai berikut:
a) Pengetokan (cheeping)

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
Pengetokan bagian pelat yang mengalami karatan dapat
menyebabkan

terkelupasnya

lapisan

karat

dan

lapisan

tumbuhan atau hewan laut (tiram) yang menempel pada badan


kapal. Cara pengetokan dengan menggunakan palu ketok
secara manual. Palu yang digunakan biasanya mempunyai
kepalan tumpul dan lancip seperti pisau.
b) Sikat Baja
Sikat baja merupakan alat yang digunakan untuk
membersihkan sisa-sisa setelah dilakukan pengetokan terhadap
kotoran-kotoran halus yang sudah terkelupas pada pelat tetapi
masih menempel.

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
4.2.2.

Water Jet
Water jet

merupakan proses yang dilakukan untuk

membersihkan bekas-bekas tiram atau kerang sisa hasil


penyekrapan yaitu dengan menggunakan air laut pada tekanan
tertentu. Water jet merupakan cara yang lazim digunakan
setelah proses penyekrapan. Water jet digunakan untuk
mengangkat kotoran yang berada dipori-pori pelat agar
nantinya memudahkan untuk pembersihan selanjutnya. Water
jet menggunakan media air tawar agar tidak menimbulkan
karat seperti halnya menggunakan media air laut. Pembersihan
dengan water jet dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan
air dengan tekanan tinggi 120 kg/cm2 dengan jarak ujung
nozzle 15 cm dari pelat badan kapal. Air bertekanan tinggi
ini disalurkan melalui selang karet dengan tekanan yang cukup
4.2.3.

tinggi melalui sistem pompa dari water jet.


Sand Blasting
Sand blasting merupakan proses yang dilakukan untuk
membersihkan lambung dari karat dan sisa-sisa cat yang lama
dengan menggunakan pasir pada tekanan 6 sampai 8 kg/cm2.
Dengan cara ini maka akan terlihat kerusakan-kerusakan yang
tidak terdektesi sebelumnya, seperti terdapatnya lubang kecil
pada pelat. Pasir yang digunakan adalah pasir kuarsa, pasir
silica, pasir besi time slack, pasir besi
tersebut ditempatkan di dalam

coper slack. Pasir

sand blast machine yang

berbentuk tabung yang beroda. Pada tabung ini beberapa


peralatan seperti katup-katup dihubungkan dengan udara yang
dihasilkan oleh compressor, maka pasir dapat disemprotkan
dengan kecepatan tinggi.
Semburan pasir bertekanan tinggi ini mengenai pelat
yang akan dibersihkan dari karat sampai bersih hingga terlihat
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
permukaan pelat baja. Metode ini merupakan metode
pembersihan yang paling efektif tetapi memerlukan biaya
yang sangat besar.Karena timbulnya percikan pasir dan debu
yang sangat keras maka diperlukan pakaian khusus seperti
masker dan pakaian kerja yang tebal.Adapun jenis-jenis sand
blast antara lain:
a) Full Blast : Permukaan pelat dibersihkan sampai kotoran
dan cat terkelupas hingga terlihat pelat dasar.
b) Sweep Blast: Permukaan pelat dibersihkan sampai
dengan kotoran dan cat terluar terkelupas.
c) Spot Blast: Permukaan daerah tertentu pelat dibersihkan
sampai dengan kotoran dan cat terkelupas.
4.2.4.

Pengukuran Ketebalan Pelat dan Sambungan Las


Salah satu cara untuk mengukur ketebalan pelat
lambung kapal dengan menggunakan metode ultrasonic test.
Untuk mengetahui ketebalan pelat pada bagian tertentu atau
pada bagian yang dicurigai mempunyai ketebalan pelat yang
kurang akibat deformasi dan korosi, maka perlu diadakan
pengujian ketebalan pelat. Pengujian pelat ini dilakukan oleh
pihak klasifikasi. Alat yang digunakan biasanya adalah
Ultrasonic Tets, dimana apabila alat ini digunakan tidak akan
menimbulkan cacat dan tidak akan menimbulkan pengaruh
terhadap kekedapan dari pelat tersebut (Non Destructive Test).
Cara pengujian ini dilakukan dengan jalan pertama-tama
menentukan bagian yang dicurigai dengan memakai palu
ketok. Daerah yang ketebalan pelat sangat tipis maka akan
terdengar suara yang nyaring berbeda dengan bagian lainnya,
kemudian di tandai dengan Kapur. Pada daerah yang telah
ditandai kemudian di tes dan dari layar monitor akan
didapatkan ketebalan pada pelat tersebut. Apabila ketebalan

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
pelat tersebut tidak sesuai dengan yang ditetapkan oleh pihak
klas maka pelat tersebut harus diganti dengan pelat yang baru.
Tahap-tahap pelaksanaan ultrasonic test antara lain :
1) Bersihkan sekitar bagian pelat yang akan diukur.
2) Pengukuran pelat dengan menggunakan alat ultrasonic
test.
3) Hasil dari pengukuran harus dikurangi sekitar 0,2 mm
sampai

0,3

mm

dari

ukuran

semula

karena

kemungkinan masih adanya kotoran yang tertinggal.


4) Jumlah tempat yang diukur minimal dua titik pada satu
lembar pelat.
Hasil dari pengukuran pelat ini kemudian dicatat dalam
gambar

bukaan

kulit

(sheel

expansion)

kapal

yang

bersangkutan, data ini sangat berguna untuk menentukan pelat


mana yang sudah harus diganti.
Adapun untuk mengetahui ketebalan dan apakah
didalam lasan terdapat gelembung atau ruang udara yang
terperangkap pada sambungan las maka menggunakan
pengujian Ultrasonic Test Flow (UTF). UTF sendiri hampir
mirip dengan UT dan sama-sama tidak akan menimbulkan
pengaruh terhadap kekedapan dari pelat tersebut (Non
Destructive Test)

namun

prosesnya yang berbeda. Tahap-

tahap pelaksanaan Ultrasonic Test Flow (UTF) antara lain:


1) Bersihkan sambungan las yang akan diukur .
2) Olesi permukaan menggunakan oli.
3) Pengukuran pelat dengan menggunakan alat USG UT
FLO naik turunkan penguji secara mengeliling dan
lihat pada monitor.

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
4) Didalam monitor akan terbaca grafik kedalaman laslasan, Contoh: jika menggunakan prop 70 maka
ketebalan maksimum filer yakni 38.
4.2.5.

Penggantian Pelat (Replating)


Setelah dilakukan pengujian terhadap ketebalan pelat
maka perbaikan yang dilakukan adalah dengan mengganti
pelat tersebut yang perlu diganti sesuai standar klasifikasi.
Adapun banyaknya pelat yang akan diganti ditentukan oleh
pihak klasifikasi dan disesuaikan dengan kemampuan dari
pemilik

kapal.

Faktor-faktor

penyebab

diadakannya

penggantian pelat adalah:


a) Pelat tersebut bocor
b) Pelat mengalami deformasi
c) Pelat mengalami keausan atau pengurangan ketebalan
maksimal 20% dari ketebalan pelat konstruksi yang di
setujui oleh klasifikasi.
Adapun tahap-tahap penggantian pelat tersebut adalah:
1) Menandai dimana letak dari pelat yang hendak diganti
dengan menggunakan kapur atau marker

berdasarkan

hasil pengukuran ultrasonic test yang sudah ada pada


gambar bukaan kulit.
2) Ukuran pelat yang hendak diganti ditentukan dan gadinggading yang ada harus terlebih dahulu ditandai untuk
mencegah terpotong gading.
3) Pelat pengganti yang akan dipasang harus memiliki
ukuran yang lebih dari ukuran yang telah ada. Hal ini
bertujuan untuk mencegah terjadinya pelat pengganti
yang lebih kecil dari ukuran semula.
4) Dilakukan pengelasan sesuai dengan WPS (Welding
Prosedure Spesification)
Sedangkan proses replating nya adalah :
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
1) Memotong pelat sesuai dengan penandaan batas-batas
pelat yang akan dipotong sesuai dengan gambar bukaan
kulit yang telah dibuat dan telah dicantumkan hasil dari
pengujian ultrasonictest.
2) Membersihkan daerah sekitar pelat yang akan dipotong.
3) Sebelum dilakukan pemotongan, pelat ditandai dengan
menggunakan blander potong.
4) Kemudian pelat dipotong dengan lampu potong atau gas
cutting.
5) Pelat pengganti disiapkan kemudian pelat diangkat
dengan menggunakan crane.
6) Pelat pengganti dipasang dan dirapatkan ke posisinya,
kemudian dipaskan dan di bagian yang telah rapat dengan
frame nya dilas ikat.
7) Pemotongan pelat pengganti yang berlebihan disesuaikan
dengan garis potong pelat yang lama kemudian pelat
tersebut dilas.

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
Sedangkan penggantian pelat pada tangki-tangki di kapal
seperti tangki bahan bakar (fuel oil tank), tangki minyak
pelumas (lubrication oil tank), tangki ballast, tangki ceruk
buritan, tangki

ceruk haluan, tangki air tawar dilakukan

dengan cara antara lain :


1) Menandai dimana letak dari pelat yang hendak diganti
dengan

menggunakan

kapur

berdasarkan

hasil

pengukuran dari ultrasonic test yang sudah ada pada


gambar bukaan kulit.
2) Pembersihan tangki dari isinya seperti bahan bakar agar
tidak timbul ledakan atau kebakaran (gas free).
3) Pembuangan gas-gas yang terdapat pada tangki dengan
menggunakan blower.
4) Pada tangki bahan-bakar atau tangki minyak lainya
sebelum dilakukan pemotongan maka terlebih dahulu
diisi dengan air sehingga minyak akan berada diatas air
dan pemotongan akan lebih aman.
5) Ukuran pelat yang hendak diganti ditentukan dan gadinggading yang ada harus terlebih dahulu ditandai untuk
mencegah gading agar tidak ikut terpotong.
6) Pelat pengganti yang akan dipasang harus memiliki
ukuran yang lebih dari ukuran yang telah ada. Hal ini
bertujuan untuk mencegah terjadinya pelat pengganti
yang lebih kecil dari ukuran semula.
7) Dilakukan pengelasan sesuai dengan WPS (Welding
Prosedure Spesification).

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
4.2.6.

Pengecatan
Setalah proses sand blasting selesai tahap berikutnya
adalah pengecatan pelat dasar. Pengecatan dasar (primer) ini
dilakukan secepatnya agar setelah sand blasting agar pelat
tidak mengalami korosi akibat kelembaban udara laut.
Pengecatan lambung terdiri dari beberapa lapisan
diantaranya:
1. Lapisan pertama yaitu lapisan cat primer (Primer
coating).
2. Lapisan kedua adalah cat Anti Corrosive

(AC)

merupakan cat yang bertujuan untuk mencegah timbulnya


korosi atau karat.
3. Lapisan ketiga adalah cat Anti Fouling (AF) merupakan
jenis cat yang bertujuan untuk mencegah binatang
(seperti tiram dan kerang) dan tumbuhan laut menempel
pada bagian kapal yang tercelup air.
Jumlah lapisan cat antara AC dan AF secara bergantian
ditentukan oleh hasil kesepakatan antara pihak galangan dan
pemilik kapal. Dalam proses pengecatan pada setiap lapisan
diberikan interval waktu pengecatan yang disesuaikan dengan
spesifikasi cat yang digunakan. Untuk mengetahui jumlah cat
yang diperlukan maka digunakan data luas permukaan basah
kapal (Wetted Surface Area).Metode yang digunakan dalam
pengecatan kapal di galangan anatara lain:
1) Pengecatan dengan Memakai Kuas (Brush).
Cara ini digunakan untuk pengecatan pada bagian yang
permukaannya tidak luas dan bagian-bagian yang sulit
dijangkau.
2) Pengecatan dengan Menggunakan Roll.
Cara ini digunakan pada tempat-tempat yang luas dan
pada bagian yang agak sulit dijangkau. Kecepatannya
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
10% dan penghematan catnya 10% - 20% jika
dibandingkan dengan metode kuas (brush).
3) Pengecatan dengan Menggunakan Spray.
Cara ini memiliki keuntungan dimana daya serap dan
resap permukaan yang dicat cukup tinggi sehingga
sehingga cara inisangat baik untuk proses pengecatan
pada lapisan pertama.

4.2.7.

Pemasangan Zinc Anode


Zinc anode merupakan campuran antara logam seng
(Zn) dan timah. Pemasangan zinc anode bertujuan untuk
memperlambat terjadinya korosi badan kapal terutama yang
berada di bawah garis air. Pada dasarnya zinc anode akan
bereaksi dengan air laut untuk membentuk muatan listrik
positif, muatan ini akan menetralkan muatan negatif dari air
laut. Sedangkan pengaturan jarak antara zinc anode ditentukan
oleh berat dan ukurannya, misalnya untuk ZAP 6 kg
mencakup daerah seluas 6 m2, ZAP 8 kg mencakup daerah
seluas 9 m2 dan seterusnya.
Gambar 3.1 . Table of Zinc Anode

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan

Ada dua

macam

perlindungan katode yang digunakan untuk

perlindungan badan kapal dari korosi yaitu :


a) Sacrificial Anode System (Anoda Tumbal)
Penerapan sistem ini dengan memasang anode aluminium, magnesium,
dan zinc pada badan kapal di bawah garis air.Umumnya sacrificial
yang baik mampu bertahan tiga sampai empat tahun.
b) Impressed Current System / Cathodic Protection (Arus Tanding)
Sistem ini terdiri dari satu sumber aliran langsung katode dan
beberapa pelat untuk mengukur dan mengontrol aliran listrik serta
berfungsi sebagai pelindung sekeliling permukaan lambung kapal yang
dekat dengan anode.
Pemasangan zinc anode ada dua macam yaitu menggunakan sistem mur
baut dan sistem las. Sistem mur baut biasanya dipakai untuk jenis kapal ikan
atau kapal tugboat karena penggantiannya mudah tetapi rawan akan tindak
pencurian. Pemasangan zinc anode selain pada lambung kapal, juga dipasang
pada tempat-tempat tertentu antara lain: bilge keel, daerah buritan kapal
(disekitar propeller), daun kemudi, seachest, sekitar bowtruster.
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
Sedangkan keadaan zinc anode yang baik pada saat kapal docking yaitu
dalam keadaan berkurang (tidak utuh ataupun habis). Apabila masih utuh
maka zinc anode tersebut tidak berfungsi dengan baik dan apabila zinc anode
nya telah habis menunjukan adanya kesalahan perhitungan.

4.2.8.

Tes Kebocoran Kapal


Pengujian kebocoran kapal biasanya dilakukan pada
daerah sambungan las antar pelat terutama pada pelat yang
baru di ganti (replating). Salah satu metode tes kebocoran
kapal yaitu:
1) Kerosin Test / Test konvensional (Test kapur dengan
Kerosin atau Minyak Solar)
Metode ini banyak di pakai di galangan karena lebih
praktis dan biayanya lebih murah dari pada metode
lainnya. Adapun langkah-langkah dalam melakukan test
kebocoran kapal dengan metode kapur minyak adalah
sebagai berikut:
a) Goreskan atau oleskan kapur pada sisi luar kapal
pada hasil pengelasan pelat yang baru di ganti
(replating).
b) Semprotkan atau oleskan pada sisi sebaliknya dari
las-lasan yang telah diberi kapur.
c) Apabila kapur tersebut basah maka dinyatakan bocor
karena minyak dapat merembes sampai keluar kapal.
2) Air Pressure Test.
Test kebocoran dilakukan dengan cara memberi udara
pada tangki yang akan ditest hingga bertekanan 0,2 bar,
menggunakan alat manometer, pemasukkan udara pada
ujung pipa udara (air vent). Dan semua valve pada tangki

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
sudah ditutup dan di blind pipa-pipa didalamnya.
Kemudian diadakan pemeriksaan pada sambungan las.
Pengecekannya dilakukan pada tangki depan, belakang,
kanan, kiri, main deck, tanktop, bottom tangki yang kita
tes.
3) Hydro Test (Pengisian Air)
Test kebocoran dilakukan dengan cara mengisi air pada
tangki yang akan di tes dengan tekanan tinggi,
pemasukkan air sampai dengan ujung pipa udara.
Kemudian di adakan pemeriksaan pada sambungan las.
Metode ini menyebabkan penambahan beban pada
kontruksi sehingga di mungkinkan dapat menyebabkan
terjadinya deformasi.
4) Vakum Test
Test kebocoran dilakukan dengan cara memvakum
bagian yang akan di tes kekedapannya biasanya pada
bagian sambungan las atau bottom plug, dengan cara
memberi air sabun pada bagian yang akan diuji terus
menempelkan alat vakum.
5) Hose Test
Hose test merupakan tes kekedapan pada kapal. Tes ini
dilakukan untuk menghindari kebocoran pada kapal yang
memiliki sistem kekedapan, pengujian ini dilakukan pada
tank test plan dengan pump pressure 45 psi dengan jarak
satu meter terhadap bidang dan disemprotkan pada
bangunan atas kapal yang terdapat sistem kekedapan.
Pada saat tes kekedapan tersebut harus sesuai dengan
prosedur dan diawasi oleh pihak klasifikasi dan
Enginering Development.
4.3 Reparasi Jangkar dan Rantai
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
Jangkar merupakan peralatan dibawah air yang sangat penting pada
sebuah kapal. Jangkar adalah alat yang dipakai pada saat kapal akan
berlabuh di lautan lepas agar tidak terbawa arus dan angin. Keausan yang
menyebabkan pengurangan berat jangkar diijinkan sampai dengan 10% dari
berat jangkar semula. Sedangkan keausan yang menyebabkan berkurangnya
diameter jangkar diijinkan sampai 12% dari diameter standar klasifikasi.
Kerusakan-kerusakan dan keausan pada sistem jangkar antara lain:
1) Pengkaratan dan keausan dari mata jangkar karena pemakaiannya.
2) Bengkoknya mata rantai jangkar akibat gaya-gaya dari luar.
3) Kelelahan material serta terjadinya keretakan pada mata rantai
jangkar.
4) Bengkoknya badan dan bengkok atau patahnya lengan jangkar.
5) Keausan, keretakan serta kerusakan lainnya dari bagian sambungan
rantai jangkar.
6) Keausan, pengkaratan serta kerusakan lainnya dari bak rantai jangkar
(chain locker).
Panjang rantai jangkar dinyatakan dengan segel, dimana satu segel sama
dengan 15 fathom atau 27,4 meter. Bila diadakan penggantian maka satu
segel tersebut harus diganti, tiap segel terdiri dari rangkaian jenis rantai yang
berbeda yaitu: common link (rantai biasa), large link (rantai / mata besar),
joining shackle (segel sambungan), end link (rantai / mata ujung), swivel
(rantai / mata putar, kili-kili) dan anchor shackle (segel jangkar).
Adapun langkah-langkah dalam melakukan reparasi terhadap jangkar
dan rantai jangkar adalah sebagai berikut:
1) Jangkar dan rantai jangkar diturunkan ke atas dok memakai
windlass dimana listriknya disuplai dari dok.
2) Jangkar dan rantai jangkar diatur atau diurai agar jangan sampai
ada bagian yang bertumpuan.
3) Jangkar dan rantai jangkar dibersihkan dengan menyemprotkan
air tawar.
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
4) Karat-karat diketok dengan palu (cheeping) kemudian disikat
dengan sikat baja sampai bersih.
5) Pengukuran terhadap berat dan diameter jangkar, sedangkan
rantai jangkar diukur tiap segel, kemudian hasilnya dilaporkan ke
kepala proyek kemudian Owner Surveyor dan biro klasifikasi.
6) Setelah diperiksa oleh biro klasifikasi maka jangkar dan rantai
jangkar di water jet menggunakan air tawar dan dikalibrasi.
7) Setelah selesai di bersihkan maka jangkar dan rantai dicat
kembali dengan menggunakan cat bitumastic atau menggunakan
minyak ikan agar lumut tidak menempel, sedangkan untuk segel
dicat putih sebagai tanda.
8) Bak rantai kiri dan kanan dibersihkan, lumpur dikeluarkan dan
disiapkan untuk pemeriksaan class, kemudian dicat sesuai
keinginan Owner Surveyor mewakili pemilik kapal.

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
4.4 Reparasi Baling-baling (Propeller)
Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada baling-baling antara
lain, kerusakan akibat pengkaratan dan erosi, keretakan daun baling-baling,
robeknya daun baling-baling dari porosnya, dsb.
Sebab-sebab kerusakan baling-baling terutama disebabkan karena
erosi dan korosi. Erosi daun baling-baling disebabkan gesekan serta pukulan
air pada permukaan baling-baling dan juga disebabkan pukulan ledakan dari
gelombang kavitasi. Kerusakan akibat erosi tergantung dari kecepatan
putaran dari baling-baling, selama proses erosi lapisan yang melindungi
baling-baling terlepas dan mengakibatkan kerusakannya lebih parah
.
4.4.1. Reparasi Baling-baling yang Berkarat dan Aus
Apabila kerusakan akibat karat serta keausan cukup dalam
serta daerahnya cukup luas (lebih dari 1/3 panjang daun properller)
maka bagian ini harus dipotong, dengan terlebih dahulu ditandai dan
dipasang dengan bahan bronze yang baru dengan proses pengelasan.
Pengkaratan serta keausan yang lebih sedikit, maka daun
baling-baling yang menipis dapat diperbaiki dengan pengelasan
(building-up welding). Sebelum pengelasan, daerah yang rusak harus
dibersihkan sampai logam induk dengan menggunakan gerinda.
Khususnya untuk baling-baling dari

bronze, sebelum pengelasan

harus dipanaskan sampai 700o C. Setelah dilas daun baling-baling


yang dilas harus digerinda dan dihaluskan. Pemeriksaan selanjutnya
adalah pemeriksaan keretakan dengan menggunakan colour check /
dry penetrant method.
4.4.2. Meluruskan Daun Baling-baling yang Bengkok
Meluruskan daun baling-baling yang bengkok dari balingbaling berbahan baja dilaksanakan dengan bantuan pemanasan.
Apabila bengkoknya tidak terlalu besar, maka meluruskannya cukup
dengan menggunakan palu dengan penahan dibaliknya berupa kayu.
Bila bengkoknya cukup luas maka cara pelurusannya dengan
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
menggunakan mesin press, setelah pelurusan daun baling-baling harus
diadakan annealing sampai 850-950o C. Pemanasan ini dilakukan agar
tidak timbul keretakan yang baru.
4.4.3. Reparasi Daun Baling-baling yang Retak dan Patah
Keretakan permukaan pada daun baling-baling

harus

dipersiapkan kampuh pengelasan V atau X, tergantung dari ketebalan


daun propeller. Keretakan dalam harus dibuat kampuh pula serta
mengisinya dengan material las yang sejenis. Setelah pengelasan
keretakan, dilakukan pengerindaan dan penghalusan.
Ujung daun baling-baling yang patah harus dipersiapkan
pemotongan yang sempurna. Yang penting dalam hal ini adalah
pemilihan bahan penyambung. Bahan penyambung dapat diambil dari
daun baling-baling bekas atau dari bahan pelat yang sama dengan
material induk. Setelah pengelasan dilakukan pengerindaan pada
kampuh las dan pada bahan penyambung agar bentuknya sama dengan
bentuk daun baling-baling aslinya. Kemudian dilakukan pengontrolan
pitch (langkah) dari daun baling-baling yang diperbaiki, sama tidaknya
dengan daun baling-baling lainnya dan setelah itu membalansir
(balancing) baling-baling.
4.4.4. Balancir Daun Baling-baling
Balansir baling-baling ada dua macam yaitu balansir statis dan
balansir dinamis. Balansir statis berfungsi untuk melenyapkan gaya
sentrifugal yang tidak seimbang (balance), sedangkan balansir dinamis
bertujuan untuk melenyapkan kopel yang tidak seimbang (balance)
dan juga gaya sentrifugal yang tidak seimbang (balance). Balingbaling yang tidak seimbang menyebabkan gaya atau momen inersia
sehingga menyebabkan getaran pada pemakaiannya.
Adapun langkah-langkah dalam proses balansir statis balingbaling yaitu:
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
1. Bersihkan baling-baling dari tumbuhan dan binatang laut (tiram)
yang menempel.
2. Siapkan as center propeller.
3. Laksanakan pemasangan baling-baling pada as center balansir.
4. Pasang conis dan mur as center balansir propeller, ikat mur as
center propeller, angkat baling-baling dan as center balansir dan
letakkan pada dudukan.
5. Laksanakan pemberian nomor pada tiap-tiap daun baling-balng
propeller (dari no. 1-2-3-4 atau lebih dan kurang).
6. Cek balansir baling-baling (dalam hal ini putar propellernya)
dengan perlahan-lahan.
7. Gerinda daun baling-baling yang berat (kalau terjadi tidak
balansir)
8. Kalau sudah seimbang (balance), menunggu pemeriksaan dari
pihak Quality Control dan biro klasifikasi sampai memenuhi
Accepted Criteria
9. Setelah itu turunkan baling-baling as center nya dari dudukan roll
balansir.
4.5 Reparasi Poros Baling-baling (Propeller Shaft)
Pada saat kapal dinaikan di atas dok, perlu dilakukan
pengukuran kelonggaran poros baling-baling terhadap bantalan.
Kelonggaran atau gap maksimum poros baling-baling terhadap
bantalan dalam keadaan baru tergantung dari jenis bantalannya.
Adapun jenis bantalan poros baling-baling yang sering digunakan dan
pelumasannya adalah kayu pok atau pogot (lignum vitae) dengan
pelumasan air laut atau air tawar, babbit metal (white metal) dengan
pelumasan minyak lumas atau vet cair, dan karet sintetis (synthetic
rubber) dengan pelumasan air laut.
Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan keretakan poros
dengan metode magnethic test atau dengan metode colour check /
drypenetrant method. Magnethic test adalah pengujian keretakan
dengan menggunakan uji magnet, jika poros diidentifikasi mengalami
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
keretakan. Terdapat tiga larutan yang digunakan untuk pengujian
magnetic test yaitu:
a) Cleaner atau remover merupakan cairan yang dipakai untuk
membersihkan daerah yang dicurigai adanya keretakan.
b) White Contras Paint merupakan cairan yang berwarna putih
kontras yang mempunyai fungsi sebagai penjelas kebagian yang
akan diuji atau dicurigai mengalami kereatakan.
c) MPI INK merupakan cairan berwarna hitam dan mengandung
serbuk halus yang akan mengeringkan dan membentuk lapisan
serbuk. Dengan bantuan cairan ini, akan terbentuk pola atau alur
keretakan. Dalam pengujian keretakan ini menggunakan alat
bernama yoke (magnet) yang sebelumnya telah terhubung dengan
arus listrik.
Sedangkan metode colour check / dry penetrant method yaitu
pengujian keretakan dengan menggunakan warna, jika poros
diidentifikasikan mengalami kerusakn. Terdapat tiga larutan yng
digunakan untuk pengujian colour check yaitu:
a) Cleaner merupakan cairan yang dipakai untuk membersihkan
daerah yang dicurigai adanya keretakan.
b) Penetrant merupakan cairan yang berwarna merah yang
mencari dan menunjukkan adanya keretakan, cairan ini
mempunyai daya penembusan yang kuat sehingga dapat
menunjukkan keretakan yang halus.
c) Developer merupakan cairan yang kental, berwarna putih dan
mengandung serbuk halus yang akan mongering dan
membentuk lapisan serbuk. Fungsi utamanya adalah menarik
penetran keluar dari keretakan permukaan yang bersih.
Dengan bantuan cairan ini, akan terbentuk warna yang nyata
atau terang. Fungsi lainnya adalah menghilangkan sepenuhnya
sisa-sisa dari penetran pada seluruh permukaan benda kerja.
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
Cairan tersebut juga memberikan warna yang kontras antara
keretakan dan permukaan benda kerja yang lainnya.
Apabila poros mengalami keretakan maka bagian yang
mengalami keretakan itu dilapisi dengan menggunakan belzona.
Belzona merupakan campuran anatara semen dan fiberglass yang
digunakan untuk keretakan poros.
Selain pengujian kelonggaran juga perlu dilakukan pengujian
kelurusan baling-baling pada mesin korter. Apabila tidak memenuhi
syarat

maka dilakukan perbaikan atau penggantian baru terhadap

sleeve dan bushing pada poros baling-baling.


4.6 Reparasi Daun Kemudi (Rudder)
Kita ketahui bersama bahwa daun kemudi dan tongkat kemudi adalah
bagian terpenting bagi sistem pengerak kapal oleh karena itu perlu
perawatan dan perbaikan yang baik dan intensif. Hal-hal yang perlu
dilakukan sebelum melakukan perawatan dan reparasi daun kemudi dan
tongkat kemudi (rudder stock) antara lain:
1. Melakukan pemeriksaan clearence atau kelonggaran poros
kemudi dan bantalannya.
2. Melakukan pemeriksaan clearance pada pena kemudi dan
bantalannya.
3. Melakukan pemeriksaan keretakan pada poros kemudi apabila
dimungkinkan terjadi keretakan.
4. Pemeriksaan kekedapan daun kemudi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat pemeriksaan clearance poros
kemudi dan bantalannya atau pena kemudi dan bantalannya:
1. Alat yang digunakan untuk mengukur kelonggaran pada poros
kemudi dan bantalannya yaitu fuller gauge.
2. Pengukuran clearance bantalan dilakukan bagian bantalan atas
dan bawah.
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
3. Pengukuran dilakukan dari empat arah yaitu, depan, belakang,
samping kanan dan kiri.
4. Jika terjadi kelonggaran yang cukup besar maka harus
diadakan reparasi atau pengantian bantalan.
Langkah yang biasanya ditempuh untuk perbaikan daun kemudi dan
poros kemudi antara lain:
1. Melepas bagian daun kemudi dan poros kemudi. Untuk
melepaskan daun kemudi dan poros kemudi ini, tentunya
dengan steering gear, sehingga hal ini dapat dilakukan
dengan melalui steering gear room.
2. Melepas semua kotoran yang melekat pada daun kemudi, hal
ini dilakukan dengan penyeprakan karena biasanya pada daun
kemudi ditempeli oleh binatang dan tumbuhan laut.
3. Pemeriksaan apakah ada bagian yang mengalami deformasi.
Deformasi

yang

terjadi

pada

mengakibatkan gerakan kapal tidak

daun

kemudi

dapat

sesuai dengan posisi

sudut daun kemudi, sehingga hal ini perlu untuk diperiksa.


4. Perbaikan deformasi. Jika terjadi deformasi pada daun
kemudi tentunya harus diperbaiki dengan melihat data-data
perancangan dari kemudi tersebut.
5. Pemeriksaan oleh biro klasifikasi, setiap pengedokan di
galangan harus dilaporkan ke biro klasifikasi. Karena pada
suatu pengedokan tentunya ada bagian-bagian yang tidak
sesuai lagi baik itu karena kerusakan yang sifatnya incidental
ataupun karena memang sesuai dengan persyaratan klas
seperti yang telah dijelaskan diatas. Reparasi terhadap daun
kemudi dan poros ini merupakan salah satu hal yang harus
diklaskan lagi oleh biro klasifikasi jika naik dok.
6. Pemasangan kembali bagian yang dilepas, setelah dinyatakan
lulus pengklasifikasikan oleh biro klasifikasi maka bagianProgram Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
bagian yang telah di lepas tersebut dapat dipasang kembali.
Pada rudder stock (tongkat kemudi) diberi semen beton
dengan campuran air laut. Semen ini ditempelkan antara daun
kemudi dan tongkat kemudi untuk menutupi baut dan agar
baut tidak lepas ketika terkena air laut.
Sedangkan langkah yang ditempuh untuk memeriksa kekedapan daun
kemudi antara lain:
1. Memasang alat manometer, kemudian udara dimasukkan
kedalam kemudi dengan tekanan 0,25 kg/cm2 melalui lubang
yang ada dibawah daun kemudi.
2. Biarkan selama 1 jam, jika mengalami penurunan tekanan
udara berarti daun kemudi mengalami kebocoran.
3. Sedangkan limit penurunan tekana udara untuk pengujian
kekedapan adalah 10% .
4. Untuk mengetahui tempat-tempat yang diidentifikasikan
mengalami kebocoran maka daerah pengelasannya diolesi
sabun untuk dilakukan pengujian kebocoran.
4.7 Kotak Laut (Sea Chest)
Sea chest ini berfungsi sebagai alat untuk mengambil air laut untuk
dimasukkan ke dalam kapal. Air laut yang diambil dari sea chest berfungsi
sebagai air pendingin pada sistem pendingin mesin, pengisian ballast, suplai
pemadam kebakaran dan keperluan lainnya. Jumlah minimal sea chest ada 2
dimana salah satunya dipasang lebih rendah dari yang lain. Sea chest yang
rendah digunakan apabila kapal berlayar pada perairan dalam, sehingga
aliran air laut dari sea chest dapat mengalir dengan lancar akibat tekanan
yang besar. Sedangkan apabila kapal berlayar pada perairan yang dangkal
maka sea chest yang digunakan sea chest yang kedudukannya paling tinggi,
hal ini bertujuan untuk menghindari terserapnya lumpur yang dapat

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
mengganggu kerja mesin pendingin dan bahkan dapat merusak mesin yang
lainnya.
Cara perawatan dari sea chest dilakukan sebagai berikut:
a) Sea chest dibersihkan dengan water jet.
Waterjetting ini bertujuan untuk mengurangi kadar garam yang
terkandung didalam plat karena seachest sendiri merupakan akses
masuk awal air laut baik untuk ballast atau pendinginan.
b) Zinc chest dibersihkan dengan sandblasting.
Setelah dibersihkan maka zinc anode dilepas untuk diadakan
pengecekan.
c) Sea chest dibersihkan dengan sandblasting.
Bagian ini merupakan lubang jalannya air, sehingga banyak korosi,
tumbuhan dan binatang laut yang mungkin menyangkut dalam
bagian saringan sea chest tersebut, maka perlu pembersihan
menggunakan

cara

sandblasting

untuk

menghilangkan

membersihkannya dan kemudian dicat.


d) Pengecetan sea chest .
Pengecetan ini disesuaikan dengan susunan cat primer dari kapal.
Pengecetan ini juga membantu mengurangi korosi dan pengkaratan
pada area kapal disekitar sea chest.
4.8 Pemeriksaan Kelistrikan Kapal
Pemeriksaan kelistrikan kapal dilakukan agar penyuplaian listrik pada
kapal selalu tersedia saat kapal berlabuh, bongkar muat, maneuvering dan
yang lainnya. Untuk memastikan agar tetap berfungsi dan mencukupi dalam
penyediaan listrik pada saat kegiatan tersebut dilakukan pemeriksaan
peralatan kelistrikan pada kapal dan instalasinya baik generator, emergency
generator, motor listrik, dan saluran kabel-kabel pada kapal atau yang
lainnya dengan cara memperbaiki atau mengganti bagian-bagian yang rusak.
4.9 Pemeriksaan Perpipaan Kapal
Pemeriksaan pipa dilakukan

untuk menjaga

agar

pipa

saat

menyalurkan cairan berfungsi dengan baik. Pemeriksaan pipa kebanyakan


dilakukan secara visual, pemeriksaaan visual dilakukan dengan memastikan
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
apakah pipa itu tidak terjadi kebocoran saat menyalurkan cairan tersebut, dan
bila terjadi kebocoran bisa perbaiki atau diganti. Pemeriksaannya dengan
menggoreskan kertas lakmus, yang lainnya digunakan untuk pengecekan
saluran cairan yang mudah terbakar seperti saluran bahan bakar kapal.
Dilakukan juga pemeriksaan pada valve pipa jika sudah tidak berfungsi bila
diganti baru. Biasanya kerusakan ini disebabkan korosi akibat air laut atau
ruang tunnel yang lembab dan kedap sehingga korosi cepat terjadi.
4.10

Pemeriksaan Sistem Kekedapan Stern Tube


Sistem kekedapan merupakan hal yang paling utama pada sebuah

kapal, sistem ini berfungsi menjaga agar air tidak masuk dan tidak terjadi
kebocoran pada kapal.Salah satu bagian yang harus menggunakan sistem
kekedapan adalah stern tube karena terletak pada bagian belakang kapal,
menembus lambung kapal sehingga sistem kekedapan ini sangat penting.
Sistem kekedapan ada 2 macam yakni sistem kekedapan EVK Seal
dan sistem kekedapan simplex seal. Pada proses pengedokan mutlak
diadakan pemeliharaan dan pemeriksaan sistem kekedapan ini. Hal ini
ditujukan untuk mengetahui apakah seal masih memenuhi persyaratan dan
dapat digunakan atau tidak sehingga perlu diperbaiki atau diganti.
Pada proses pengujian EVK Seal bagian yang perlu di uji adalah
ballon seal

atau inflatable seal yang terbuat dari karet dan bisa

digelembungkan dengan tekanan kerja sebesar 5kg/cm2 atau setara dengan


50 Psi, hal ini didasarkan ukuran poros propeller yang berdiameter 251,3
mm, sehingga memfungsikan EVK Seal harus mempunyai diameter lebih
kecil dari poros propeller.
Sistem kekedapan simplex mayoritas digunakan pada kapal niaga
ukuran menengah. Pembongkaran simplex seal dilakukan untuk memastikan
keausan pada bagian-bagian tertentu. Langkah tersebut dilakukan sebagai
perawatan dengan pembersihan secara menyeluruh pada semua bagian
simplex seal.

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
BAB V
PENUTUP
5.6 Kesimpulan
PT. DPL (Dok Pantai Lamongan) adalah anak perusahaan dari PT.
SPIL (Salam Pacific Indonesia Lines) yang bergerak di bidang galangan
perbaikan dan perawatan kapal. PT. DPL melayani perbaikan berbagai jenis
kapal mulai dari kapal kargo, kapal penumpang, kapal tunda, kapal tanker dan
lain-lainnya.
PT. DPL

adalah salah satu perusahaan dengan prosedur Health,

Safety and Enviromental (HSE) yang sangat tinggi, tercermin dari penerapan
kebijakan kebijakan untuk selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
dan juga memfasilitasi para karyawannya agar bisa sehat dan selamat selama
bekerja, tidak hanya itu PT.DPL adalah perusahaan yang kompeten
dibidangnya

terbukti dengan semakin banyaknya kapal yang melakukan

perbaikan dan perawatan di PT.DPL dari tahun ketahun meskipun galangan ini
tergolong galangan baru.
5.2 Saran
Adapun upaya

yang

harus ditempuh untuk menigkatkan

produktivitas dan efesiensi PT. Dok Pantai Lamongan antara lain:


1. Selain reparasi kapal, PT. DPL perlu menambah fasilitas pekerjaan
kapal bangunan baru karena didukung dengan area yang belum
dimanfaatkan masih sangat luas dan untuk mengembangkan
perusahaan menuju galangan bertaraf internasional.
2. Perlu menambah tenaga ahli berpengalaman di bidang perkapalan
untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan marine maintenance.
3. Penambahan fasilitas docking undocking kapal dengan membuat
floating dock, graving dock sebagai penunjang proses pengedokan
kapal dikarenakan karakteristik kapal yang berbeda-beda.
Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
4. Peningkatan Quality Control dalam proses pengerjaan.
5. Perlu diadakannya pengadaan alat LCD proyektor untuk setiap
meeting room untuk memudahkan presentasi pada saat rapat (meeting)
mingguan.
6. Untuk mencegah banyaknya karyawan yang re-sign dari pekerjaan
maka dibutuhkan pemberian penghargaan bagi karyawan yang aktif
dan produktif.
7. Perlu diadakannya pelatihan bagi karyawan PT. DPL agar bisa
mengembangkan bakat dan kinerja karyawan tersebut.
8. Rekondisi akses jalan di PT. DPL untuk memudahkan pekerja menuju
tempat kerja atau kantor dan guna meminimalisir ketelatan karyawan
karena akses jalan yang kurang nyaman.

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50

Laporan On the Job Training


PT.DOK PANTAI LAMONGAN
Jl.Raya Deandles KM.63 Ds. Kemantren
Kec. Paciran - Lamongan
DAFTAR PUSTAKA
Djaya, IndraKusna. 2008 TEKNIK KONSTRUKSI KAPAL BAJA Jilid 1
Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Suhardjito, Gaguk. 2006 TENTANG RENCANA UMUM archimedia2006 (ebook)
Biro Klasifikasi Indonesia Tahun 2006 (Vol.I X)
K.J. Rawson and E.C. Tupper,.2001 BASIC SHIP THEORY (ebook)
D.J Eyres,. 2001 SHIP CONSTRUCTION (ebook)
H.E. Guldhammer and Sv. Aa. Harvald, 1974 Ship Resistance (ebook)

Program Studi D3 Teknik Bangunan Kapal


Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
2016

50