Anda di halaman 1dari 3

((HIKMAH KE 204 DARI ALHIKAM OLEH KH.

MUHAMMAD BAKHIET AM 20-10-2015))


""
"Cahaya cahaya yg diberikan izin baginya untuk sampai dan cahaya cahaya yg diberikan izin baginya pada
masuk"
Jadi ada cahaya yg hanya diberikan izin sampai kepermukaan hati, ada pula cahaya yg diberi izin masuk
menembus kedalam hati
Cahaya yg datang atas hati dr hadrat Allah terbagi kepada 2 bagian :
(1) Cahaya yg diberi izin baginya sampai kepermukaan hati saja. Itu lah yg dinamakan cahaya iman. ini utk
orang2 yg ahli dalil dan burhan.
Artinya orang yg masih sampai dalil, ia meyakini Allah itu ada, kuasa, berkehendak, melihat, dalilnya
adanya alam.
Contohnya lagi misal nya ada nya seseorang itu menimbulkan bayang2, ada orang yg hanya dapat
memastikan adanya orang itu karena ada bayang2, bayang2 tu kd mungkin ada kalau kadada orang, jadi ia
meyakini bahwa pasti ada orang didalam sana karena ada bayang2. orang nya kd melihat, cuma melihat
bayang2. Sama hal nya kita meyakini adanya Allah. Kita yakin Allah ada, kuasa, berkehendak, mendengar,
melihat melalui bayang2, melalui alam semesta. Kita hanya melihat alam lalu kita meyakini kalau alam ini
pasti ada yg menciptakan. Kita meyakini bahwa Allah kuasa, dimana kita yakin, karena kita melihat ada
bayang2, bayang2 nya apa?? Adanya alam. Alam ini laksana bayang2 yg menunjukkan kekuasaan Allah
Jadi orang2 yg hanya sampai disitu itu bagi nya adalah cahaya iman. Dan itu umum utk sekalian org yg
beriman. Kita semuaan ne meyakini tentang Allah melalui bayang2, kita kd melihat langsung dzatnya, walau
dg mata hati kita pun kd melihat jua. Kita melihat bayang2 nya lalu kita memastikan bahwa Allah itu ada, ini
nurul iman atau cahaya iman
Tanda cahaya yg sampai kepermukaan hati, bahwa engkau lihat orang itu kadang ia sibuk dalam dunia,
kadang sibuk dg akhirat, kadang ia lupa, kadang ia ingat, kadang maksiat kadang taat, itu tanda bahwa cahaya
yg masuk hanya sampai kepermukaan hati. Blm masuk kelubuk hati
Takana sibuk dunia kk basambahyangan lagi, takana pina sunyi bagawi akhirat kd ingat lagi didunia, takana
lalai kadang ingat kadang maksiat, ini tandanya bahwa cahaya sampai kepermukaan hati nya ja (cahaya iman)
Cahaya yg kita sebut ini adalah bagian dr alam malakut (alam yg kd bisa dilihat dg mata zahir) tapi hanya
bisa dilihat, disaksikan dg mata hati, jadi cahaya iman itu, kd kawa kita lihat karena itu alam hati, kawalah
kita mengetahui, melihat, mendengar hati seseorang, kd kawa, karena hati tu bagian dari alam malakut
Andai kata cahaya iman itu dibawa kealam dunia ini itu mengalahkan matahari dan menutupi langit dan
bumi, sebagaimana syekh abu hasan "andai kata dibuka dr cahaya seorang mukmin yg maksiat, dibawa
kealam dunia cahaya itu niscaya menutupi langit dan bumi. Cuma karena ini bagian alam malakut kada
kelihatan dg mata zahir. Andai kata kita bisa menggunakan mata hati kita, kita melihat ini orang beriman ini
tidak beriman karena ada cahaya orang beriman itu
Dg sebab cahaya iman itulah manusia menjadi mulia dan berharga disisi Allah
Disebutkan dalam hadis " orang yg beriman disisi Allah lebih terhormat dr pada ka'bah di baitullah itu"
Andai kata dibandingkan mana mulianya ka'bah dg seorang mukmin, disisi Allah itu lebih mulia mukmin
karena ada cahaya yg datang dari Allah kepermukaan hatinya
Nabi bersabda "Sungguh diruntuhkan baitullah itu batu demi batu, itu lebih enteng dr pd membunuh orang
beriman, kita merobohkan baitullah sehingga baitullah rata dg tanah itu bedosa, tapi lebih berat dosanya kalau
kita membunuh orang beriman, karena ka'bah itu kalo nya roboh kawa dibangun lagi

Rasul bersabda lagi " hilangnya dunia dan isinya, itu disisi Allah lebih mudah, lebih enteng dr pada
terbunuh nya seorang yg beriman itu"
(2) Cahaya yg diberi izin baginya masuk kelubuk hati, disebut cahaya ihsan, yg demikian itu manakala
mereka mengosongkan hati dr selain Allah, masuk lah cahaya itu mk ia berdiam bertempat dilubuk hatinya,
cahaya iman yg menempel dipermukaan hatinya tadi jaka hati ne kita barasihi dari selain Allah maka cahaya
iman tadi akan masuk kedalam hati dan dan ia menjadi cahaya ihsan, cahaya ne bisa masuk kedalam hati
kalau hati kita kosong dr selain Allah
Tanda cahaya yg masuk kelubuk hati itu bahwa orang itu engkau lihat tidak mengganggu akan dia oleh
selain Allah. Kalau sudah cahaya itu masuk kedalam hati, badiam disitu, maka orang ini urusannya dan
sibuknya hanya kpd Allah
Nabi bersabda " cahaya itu apabila sudah masuk kedalam hati mk hatipun lapang dan terbuka, dikatakan
orang wahai rasul adakah tanda2 bahwa nur itu sudah masuk kelubuk hatinya, kata nabi iya, tandanya bahwa
cahaya itu sudah masuk kelubuk hati :
1. Dia sudah mulai merenggang dr negri dunia, menjauh dr dunia, maksudnya menjauh dr dunia ini, sedikit
demi sedikit ia sudah menghilangkan kesibukan2 hatinya utk dunia. Kalau dulu mikirakan macam2 urusan
dunia. Sekarang ia sudah mulai merenggang dg dunia. Dulu nya suka mengumpulkan harta, sekarang sudah
kada sehebat dulu, pikiran2 nya utk dunia ne sudah jauh berkurang. lwn kawan2 dunia sudah jauh, dulu sibuk
dg urusan dunia, 5-7 jam sehari, sekarang dikurangi nya 2 jam sehari. Ini kd tergantung umur, bisa ja org
masih muda, dimasuki cahaya itu dia sudah lemah dg dunia, ditawari bisnis ini kulir, dulu jangankan ditawari,
malah mencari
2. Dia kembali kpd negri yg abadi, fikirannya mulai mearah negri abadi, sdh mulai memikirkan aku mati dlm
kubur kena kayapa, kena aku ditanya munkar nakir kayapa, dipadang mahsar bakawan siapa, kena dihisab
apakah aku celaka dan ia sudah menyiapkan bekal dikubur, ia berfikir aku pasti dikubur, sekian lama dikubur
siapa nang maatari kena, adakah amal jariyah nang mangalir, adakah orang nang mendoakan aku,dan sudah
mempersiapkan diri utk menghadapi hari berbangkit itu
Bila tanda2 ini kdd dlm diri kita berarti cahaya itu hanya sekedar sampai pd permukaan hati
Para ulama kita memberikan petunjuk, arahan, kita ne sudah diberi Allah cahaya iman, macam apa supaya
cahaya yg ada ne, yg sudah menempel dlm hati kita ne bisa msk ke dlm hati sehingga sikap fikiran dan
pekerjaan kita berubah. Ujar ahli suluk langkah yg diambil supaya bisa cahaya mskyaitu :
(1) Banyak dzikir, terutama kalimat lailahaillallah, walaupun sambil badagang sambil manyupir sambil duduk
sambil malihat tv, sambil barabah baca ja lailahaillallah, mun membaca nya hati jgn terpaku dg makna tiada
tuhan selain Allah, jgn itu2 ja makna nya, dirubah2 maknanya supaya berbekas kedalam hati. Kadang kita
baca itu, dlm hati tiada tuhan selain Allah, kadang dlm hati tdk ada yg memberi manfaat kpd ku kecuali Allah,
tidak ada yg bisa memudaratkan kecuali Allah. Tiada yg ku pegang, ku percaya selain Allah, diulang2i, itu
akan berbekas dlm hati, bila tiada tuhan selain Allah haja ya kakaitu pang sudah. Dikembangkan makna nya
sesuai dg nama2 dan sifat2 Allah. Kalimat tetap lailahaillallah tapi dlm hati disesuaikan. Kalo itu diperbanyak
hari2 mk cahaya itu akan mulai masuk kedalam hati kita.
(2) Banyak sholawat. jgn hanya lailahaillallah semacam, shalawat to pasti ada krna sholawat ini irsyad,
membimbing kita, mengarahkan laksana kompas , kalo kita sesat ,karena ada sholawat yg kita baca, kita akan
ditegur oleh sholawat. Sholawat yg pendek aja, Allahumma shalli ala sayidina muhammad wa ala alihi
wasallim. Baca haja nitu kaina takumpul shalawat ini jadi guru kita, bila kita ada keliru, ada yg menagur,
berkat shalawat
(3) Mencintai org2 shalih, bergaul dg mereka disertai adab. Ada aturannya bergaul dg orang shaleh ni kada
sembarangan kaya org biasa, bila kita bagaul baadab, Allah Menurunkan rahmat nya kpd kita seperti yg
diturunkan kpd orang shalih itu. Bila sidin dapat rahmat 1000 kita dapat 1000 jua
(4) Bermaksud baik dg makhluk Allah, jgn ada niat kd baik lwn org, lwn siapapun, jgn handak mencelakakan,
memperdaya, atau menipu org
(5) Menjauhi sesuatu yg membikin sibuk dr pd taat kpd Allah
Bila ini kita jalankan mk cahaya yg sudah ada dipermukaan hati tu pasti akan masuk kedalam hati, bila
sudah msk dlm hati, itu disebut nurul ihsan, otomatis akhlak kita berubah dr pd hari2 sebelumnya
Selanjutnya hikmah ke 205