Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEBIDANAN

PADA By A DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH


Di RUANG MAWAR (NEONATUS)
RSUD PARE - KEDIRI

Disusun oleh :
Ririn Widyawati
05610121

PROGRAM STUDI D.IV KEBIDANAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KADIRI
2007

KATA PENGAMNTAR
Puji syukur atas kehadirat tuhan yang maha esa karena dengan rahmat
hidahnya, maka penyusunan makalah ini dapat terlaksana dengan baik lancar dan
tidak lupa saya ucapkan terima kasih pihak pihak yang ikut membantu dalam
penyusunan makalah ini ,sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya
kritik dan saran tetap kami harapkan sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan
makalah berikutnya, sehingga lebih sempurna
Dalam pembuatan suata penyusunan asuhan keidanan ini tentunya juga
berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak ,oleh karena itu ucapann terima
kasih saya sampaikan kepada :
1. Kepala RSUD PARE PARE .
2. Kepala Ruangan Mawar (Neonatus).
3. Pembimbing praktek di Ruangan Mawar (Neonatus)..
4. Pembimbing Program Studi D. IV Kebidanan KADIRI .
5. Orang tua keluarga yang turut mendukung dalam pembiayaan kuliah kami .
6. Semua pihak yang telah membantu , sehingga Laporan ini dapat terselesaikan.
Kami menyadari bahwa asuhan kebidanan yan telah kami buat ini masih
terdapat kekurangan .untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami
harapkan untuk perbaikan dimasa mendatang.

Kediri,

Januari 2007
Hormat kami
Penulis

DAFTAR ISI
Lembar pengesahan
Kata pengantar
Daftar isi
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1

Latar belakang

1.2

Tujuan

1.3

Cara penyampaian tujuan

1.4

Metode penulisan

1.5

Sistematika penulisan

BAB 2 TINJAUAN TEORI


2.1

Konsep BBLR
2.2.1 Definisi
2.1.2 Etiologi
2.1.3 Kelompok Umur Kehamilan
2.1.4 Gambaran Klinis
2.1.5 Masalah Pada Bayi Prematur
2.1.6 Prognosis
2.1.7 Penatalaksanaan

2.2

Pohon Masalah

BAB 3 STUDI KASUS


3.1

Pengkajian

3.2

Identitas diagnosa / masalah

3.3

Perencanaan

3.4

Implementasi

3.5

Evaluasi

BAB 4 PEMBAHASAN
BAB 5 PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.

LATAR BELAKANG
Sejak tahun 1961 WHO telah mengganti istilah premature baby dengan
low birth weight baby ( bayi dengan berat badan rendah = BBLR). Hal ini
dilakukan karena tidak sama bayi dengan berat kurang dari 2500 gram.pada
waktu lahir bayi premature.keadaaan ini dapat disebapkan oleh :
1. Masa kehamilan kurang dari 37 minggu dengan berat yang sesuai ( masa
kehamilan di hitung mulai hari pertama haid terakhir dari haid yang
teratur)
2. Bayi small for gestateoval oga ( SGA ) ; bayi yang beratnya kurang dari
berat semestinya menurut masa kehamilanya ( kecil untuk masa
kehamilan : KMK ) ;
3. Keduanya duanya .
Pembagian kehamilan menurut WHO 1979 adalah sebagai berikut :
a. Preterum

: umur hamil kurang dari 37 minggu ( 254 hari )

b. Afterum

: umur hamil antara 37 sampai 42 minggu ( 254 293 hari )

c. Post terum : umur hamil di atas 42 minggu ( 294 hari )


Ciri ciri aktivitas bayi dengan berat badan lahir rendah berbeda
beda sehingga perlu di perhatikan gambaran umum kehamilan sebagai
berikut :
a. Ingat hari pertama menstruasi
b. Denyut jantung terdengar pada minggu 18 sampai 22
c. Penilaian secara tehnik : berat badan lahir,panjang badan , lingkaran dada
dan lingkaran kepala.
Frekwensi BBLR dinegara maju berkisar antara 3,6 10,8 % dinegara
berkembang berkisar antara 10 43 % Rasio antara Negara maju dan
Negara berkembang adalah 1 : 4 .
B.

TUJUAN
Adapun tujuan pembuatan asuhan kebidanan ini adalah :
1. Tujuan umum
Mahasiswa mendapat pengalaman nyata dengan menberikan
pelayanan kesehatan pada BBLR dengan menerapkan asuhan kebidanan

2. Tujuan khusus
a. Mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang di dapat di dalam praktek
kerja lapangan
b. Agar Mahasiswa mampu melaksanakan pengkajian data pada BBLR
c. Agar Mahasiswa dapat melaksanakan Identifikasi masalah pada
BBLR
d. Agar Mahasiswa dapat melaksanakan tindakan pada BBLR
e. Agar Mahasiswa dapat melaksankan evaluasi terhadap tindakan yang
dlakukan BBLR
C.

TEHNIK PENGUMPULAN DATA


1. Anamnese
Dalam pengumpilan data pada asuhan kebidanan ini melalui
wawancara langsung pada klien..
2. Praktik langsung
Dalam memberikan data dengan hasil yang valid maka dilakukan
pemeriksaan ( Inspeksi , Palapasi , perbusi , Ansculfasi ) langsung pada
klien.
3. Studi kasus .
Dari data yang telah diperoleh maka dibuat suatu pengumpulan
data dalam bentuk asuhan kebidanan secara komprehensif
4. Studi pustaka .
Selain dari tintuan langsung pada klien di lahan praktek kami juga
menggabungkan dari teori teori yang ada sehingga terbentuk suatu
asuhan kebidanan yang tepat.

D.

SISTEM PENULISAN
Bab I

: Pendahuluan
Terdiri dari latar belakang , tujuan (umum , khusus) tehnik
pengumpulan data , sistematika penulisan

Bab II : Tinjauan Pustaka


Terdiri dari konsep BBLR
Bab III : Tinjauan Kasus
Terdiri dari pengkajian data , diagnosa , Intervensi ,Implimentasi ,
dan evaluasi

Bab IV : Pembahasan
Bab V : Penutup
Terdiri dari kesimpulan dan saran

BAB II
TINJAUAN PUSATAKA
2.1

KONSEP BBLR

2.1.1

DEFINISI
Berat badan lahir rendah ( BBLR) adalah : bayi baru lahir yang berat

badanya saat lahir kurang dari 2500 gram ( sampai dengan 2499 gram).
( Sarwowo Prawirohardjo ,2002 : 376 )
2.1.2

ETIOLOGI
Faktor faktor yang dapat menyebabkan terjadinya persalinan preterm

( prematur ) atau berat badan lahir rendah :


a. Faktor ibu

Gizi saat hamil yang kurang .

Umur kurang dari 20 tahun atau diatas 35 tahun .

Jarak dan bersalin terlalu dekat .

Penyakit menahun ibu : hipertensi, jantung, gangguan pembuluh darah


(perokok).

Faktor pekerja yang terlalu berat.

b. Faktor kehamilan .

Hamil dengan hidramton.

Hamil ganda.

Perdarahan antepartum .

Komplikasi hamil : pre- eklamsia / eklamsia, ketuban pecah dini.

c. Faktor janin

Cacat bawaan .

Infeksi dalam rahim

( Ida bagus Gde manuaba , 1998 : 326 327 )


2.1.3

KELOMPOK UMUR KEHAMILAN


Menurut WHO ( 1979 ) membagi umur kehamilan dalam 3 kelompok :

Pre term : kurang dari 37 minggu lengkap ( kurang dari 259 hari ).

Term

: mulai dari 37 minggu sampai kurang dari 42 minggu

lengkap (259 sampai 293 hari ).

Post term : 42 minggu lengkap atau lebih ( 294 hari atau lebih ).

( Sarwowo Prawirohardjo , 1999 , 771 )

2.1.4

GAMBARAN KLINIS
Karakteristik untuk bayi berat badan lahir rendah :

Berat kurang dari 2500 gram .


Panjang kurang dari 45 cm .
Lingkaran dada kurang dari 30 cm .
Lingkaran kepala kurang dari 33 cm .
Umur kehamilan kurang dari 37 minngu .
Kepala relative lebih besar .
Kulit tipis ,transparan ,rambut lamugo banyak , lemak kulit kurang .
Otot hipotonik lemak .
Pernapasan tak teratur dapat terjadi aprea ( gagal nafas ) .
Ekstrenitas : pola adduksi , sendi lutut , / kaki fleksi - lurus .
Kepala tidak mampu tegak .
Pernafasan sekitar 45 sampai 50 kali per menit .
Frekuensi nadi 100 sampai 140 kali per menit .
Testis belum turun ke dalam sekrotum , rugas teidak ada .
( Ida bagus Gde manuaba ,1999 , - 328 )
2.1.5

MASALAH PADA BAYI PREMATUR

a. Suhu tubuh .

Pusat pengatur nafas badan masih belum sempurna .

Luas badan bayi relative besar sehingga penguapanya bertambah .

Otot bayi masih lemah .

Lemak kuit dan lemak coklat kurang , sehingga cepat kehilangan panas
badan.

b. Pernafasan .

Pusat pengatur pernafasan belum sempurna .

Surfaktan paru paru masih kurang ,sehingga perkembangannya tidak


sempurna .

Dapat disertai penyakit : penyakit hialin membran , Infeksi paru paru


dan gagal pernafasan .

c. Alat pencernaan makanan .


Belum berfungsi sempurna , sehingga penyerapan makanan dengan
banyak lemak / kurang baik .

Aktivitas otot pencernaan makanan masih belum sempurna , sehingga


pengosongan lembung berkurang .
Masih

terjadi

registrasi

isi

lambung

dan

dapat

menimbulkan

pneuomonia .
d. Hepar yang belum matang ( immatur )

Mudah menimbulkan gangguan pemecahan billirubin , sehingga


mudah terjadi hiperbilirubinemia ( kuning ) hera Iktenis .

e. Ginjal masih belum matang ( immatur )

Kemamapuan mengatur sisa metabolisme dan air masih belum


sempurna sehingga mudah terjadi edema.

f. Perdarahan dalam otak .

Pembuluh darah bayi prematur masih rapuh , dan mudah pecah .

Sering mengalami gangguan pernafasan , sehingga memudahkan


terjadi perdarhan dalam otak .

Perdarahan dalam otak memperburuk keadaan dan menyebapkan


kematian bayi.

Pemberian O2 belum mampu diatur sehingga mempermudah


terjadinya perdarahan dan nekrosis .

( Ida bagus Gde manauba , 1998 : 327 328 )


2.1.6

PROGNOSIS
Prognosis berat badan lahir rendah ini tergantung dari berat ringanya

masalah perimatal , misalnya masa gestasi ( makin muda gestasi / makin


rendah berat bayi makin tinggi angka kematiannya ) .Asfiiksia Liskimia otak ,
sindroma , gangguan pernafasan perdarahan Intraventikuler , displasia
broukopulamoal , retrolental fibroplasia , Infeksi , gangguan metabolik
( Asidosis , hepoglikenia , hiperbilirubenimia ) .prognosis ini juga tergantung
dari keadaan social ekonomi , pendidikan orang tua dan perawatan pada saat
kehamilan , persalinan dan postinatal

( pengaturan suhu lingkaran ,

resusitasi , maikanan mencegah Infeksi , mengatasi gangguan pernafasan


asfiksia , hiperbilirubenimia , hipoglinemia . dll).
2.1.7

PENATALAKSANAAN
Perawatan bayi berat badan lahir rendah yang perlu diperhatikan adalah

pengaturan suhu lingkaran, pemberian makanan dan menghindari Infeksi


oksigen, biasanya kematian bayi disebabkan oleh gangguan pernafasan,
infeksi, cacat bawaan dan trauma pada otak.

1. Pengaturan suhu lingkaran

Bayi dimasukkan dalam lukubator dengan suhu yang di atur :

Bayi berat badan di bawah 2 Kg 35 C

Bayi berat badan 2 Kg sampai 2,5 kg 34 C

Suhu lukubator diturunkan 1 C setiap minggu sampai bayi dapat


ditempatkan

Pada suhu lingkungan sekitar 24 27 C .

2. Makanan bayi bayi berat badan rendah


Umumnya bayi prematur belum sempurna , lambung kecil , enzim
pencernaan belum matang , pemberian minum bayi sekitar 3 jam setelah lahir
dan didahului dengan menghisap cairan lambung refleks menghisap masih
lemah , sehingga pemberian minum sebaiknya sedikit demi sedikit tetapi
dengan frekuensi yang lebih sering .ASI merupakan makanan yang paling
utama , sehingga ASI lah yang paling dahulu di berikan . bila factor
menghisapnya kurang maka ASI dapat diperas dan diminumkan dengan
sendok perlahan lahan dengan memasang soede menuju lambung
3. Menghindari Infeksi
Bayi prematuritsas mudah sekali terkena Infeksi , karena daya tahan
yang lemah. Kemampuan leokosit masih kurang , dan pembentukan antibodi
belum sempurna .oleh karena itu , upaya prefentif sidah dilakukan sejak
pengawan antenatul sehingga tidak terjadi persalinan prematuritas ( BBLR ) ,
memperbaiki keadaaan social ekonomi,program pendidikan ( Nutrisi ,
kebersihan serta kesehatan , mencegah tuna aksara , KB , perawatan
antenatal , natal dan post natal) , aksinasi tetanus , memberikan ASI .
( Rustam muchtar , 1998 : 450 )
( Ida bagus Gde manuaba , 1998 : 329 )

DAFTAR PUSTAKA
Moctar, Rustam . 1998. Sinopsis Obsetri Jilid 1 ed .2 . Jakarta : EGC .
Manuaba, Ida bagus Gde . 1998 . Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB
untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC .
Prawirohardjo, Sarwowo . 1999. Ilmu Bidan. Jakarta : YBP SP .
Prawiro hardjo, Sarwowo . 2002 . Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal . Jakarta : YBP SP .

BAB III
TINJAUAN KASUS
Tanggal masuk RS

:30 januari 2007

Jam

: 20.30 wib

Tanggal pengkajian

: 6 februari 2007

No.Regristasi

: 86378

Diagnosa masuk

:BBLR

I. PENGKAJIAN
A. DATA SUBYEKTIF
1. Identitas
a. Biodata Bayi
Nama bayi

: By Ny A

Umur

: 7 hari

Tanggal lahir

: 31 januari 2007

Jam lahir

: 20.30 wib

Jenis kelamin

: ( laki laki )

Anak ke -

: 2.

Tempat lahir

: RSUD PARE

b. Biodata Orang tua


Nama ibu

: Ny A

Umur

: 26 thn

Agama

: Islam

Suku bangsa

: jawa / Indonesia

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: ibu rumah tangga

Alamat

: Betonan, Pare

Nama suami

: Tn S

Umur

: 33 thn

Agama

: Islam

Suku bangsa

: jawa / Indonesia

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: pesuruh Akper
Rp 500.000 / bln.

2. KELUHAN UTAMA
Ibu mengatakan bayinya malas menyusu.
3. ANAMNESE
A. Ibu
1. Riwayat Kehamilan Sekarang
a) Pemeriksaan
- ANC trimester I

:1x

Keluhan

: muntah mual .

Teratur / tidak: teratur


Trimester II

:2x

Keluhan

:-

Teratur / tidak: teratur


Trimester III

:2x

Keluhan

:-

Teratur / tidak: teratur


- Imunisasi

: 1x

- HPHT

: 15 06 - 2006

- HPL

: 22 03 2007

- Golongan darah ibu

: tidak dikaji

- Golongan darah bapak

: tidak dikaji

- Umur kehamilan

: 32 minggu

b)

Riwayat Penyakit Kehamilan


Ibu tidak pernah menderita penyakit serius,dalam
hal

kehamilan misalnya : perdarahan, hipertensi

,hepatitis, dll.
c)

Kebiasaan Ibu Hamil

Aktivitas : ibu melakukan pekerjaan rumah


tangga seperti memasak, mencuci,
membersikan rumah.

Makanan

: ibu makan 3 x sehari dengan


menu : nasi, sayur sayuran (bayam
kangkung),
kerupuk.

tempe,

tahu,

ayam,

Obat obatan / jamu : ibu tidak pernah minum


obat-

obatan

maupun

jamu

tradisional

Merokok

: ibu tidak pernah mengkonsumsi


rokok.

Eliminasi

: BAB

: 1 x sehari, BAK : 5 6

x sehari.
2. Riwayat Persalinan Sekarang
a. Jenis persalinan

: spontan

b. Pertolongan oleh

: Bidan

c. Lamanya persalinan
Kala I : tidak dikaji
Kala II : tidak dikaji
Kala III : tidak dikaji
Kala IV : tidak dikaji
d. Keadaan air ketuban : tidak dikaji
e.

Jumlah air ketuban : tidak dikaji

f.

Komplikasipersalinan
1. ibu : tidak ada komplikasi
2. bayi : -

B. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan fisik bayi
Pemeriksaan khusus ( apgas score )

: tidak dikaji

2. Pemeriksaan umum
a. Ku

: baik

b. SH

: 36 8 C

c. RR

: 44x /mt

d. N

: 144 x/mt

e. Keaktifan

: menagis

f. Antropomerti
- Berat badan

: 1700 gram

- Panjang badan

: 45 cm

- Lingkar dada

: 28 cm

- Lingkar lengan atas

: 8 cm

- Lingkar kepala

: 30 cm

3. Pemeriksaan fisik bayi

a. Kepala
- Bentuk

: simetris

- UUB

: belum menutup

- Monolge

: tidak ada

- Caprut subcedamen

: tidak ada

- Chepal klematon

: tidak ada

- Perdarahan lutracamal

: tidak ada

b. Mata
- Bentuk

: simetris

- Secret

: ada ka/ki

- Perdarahan

: tidak ada ka/ki

- Sclera

: tidak icterus

- Konjuktiva

: tidak anemis

c. Hidung
- Bentuk

: simetris

- Atresia loana

: tidak ada

- Mukosa

: ada

- Gerakan cuping hidung

: tidak ada

- Secret

: tidak ada

d. Mulut
- Bentuk

: simetris

- Bersih/ kotor

: bersih

- Saliva

: tidak ada

- Palatum mola

: ada

- Palatum durum

: ada

- Gusi

: tidak ada perdarahan

- Bibir

: tidak sumbing

- Lidah

: tidak ada bereak putih di lidah

e. Muka
- Bentuk

: simetris

- Sudrom dwon

: tidak ada

- Paralisis saraf fasialis

: tidak

f. Telinga
- Bentuk

: simetris

- Daun telinga

: lengkap,lemak mudah membalik

- Skret

: tidak ada ka/ki

g. Leher

- Pembesaran kelenjar tiroid: tidak ada


- Pembesaran vena jugularis: tidak ada
- Gerakan

: baik

- Bentuk

: normal

h. Dada
- Bentuk

: simetris

- pernafasan

: normal,RR : 44 x/mt

- Ronchi

: tidak ada

- Whesing

: tidak ada

- Refraksi

: tidak ada

- denyut jantung

: teratur

i. Perut
- Bissing usus

: ada

- Lambung

: tidak ada

- Kelainan

: tidak ada

j. Tali pusat
- perdarahan

: tidak ada

- Kelainan tali pusat

: tidak ada

- tali pusat

: belum lepas

- keadaan

: terbungkus kasa kering steril

- Tanda Infeksi

: tidak ada

- pus

: tidak ada

k. Kulit
- Warna

: merah muda,licin/halus

- Turgor

: lemah

- Lanugo

: tidak ada

- Oedema

: tidak ada

- Cyianosis

: tidak ada

- Loritasi

: tidak ada

l. Punggung
- Spuia bifida

: tidak

- Iritasi kulit

: tidak

m. Ekstimitas
Ekstrimitas atas
- Bentuk

:simetris

- Jumlah jari

: 10

- Reflek gerakan

: lemah

- Kuku jari

: panjang

- Teraba

: hangat

- Turgor

: lemah

- Oedema

: tidak ada ka/ki

- Benjolan

: tidak ada ka/ki

Ekstrimitas bawah
- Bentuk

: simetris

- Jumlah jari

: 10

- Reflek gerakan

: ada

- Kuku jari

: panjang

- Teraba

: hangat

- Turgor

: lemah

- Oedema

: tidak ada ka/ki

- Benjolan

: tidak ada ka/ki

n. Anogenital
- Jenis kelamin

: laki laki ()

- Anus

: berlubang

- Skrotum

: kosong

- Testis

: belum turun kedalam skrotum, rugae


tidak ada.

- Penis

: ada , berlubang

o. Reflek
- Woro reflek

: ada jika dilanjutkan

- Rooting reflek

: lemah

- Swalowing reflek

: lemah

- Tonict net reflek

: lemah

- Palmar grasp reflek

: lemah

p. Pola kliminasi
- BAB

: selama tidak dinas tidak ada BAB

- BAK

: jam 14. 20 : 2 3 x selama dinas

q. Pola nutrisi
Kebutuhan minum

:ASI setiap 2 jam atau semaunya bayi


( Adlibitum )

r. Pola kebutuhan sehari hari


- Diseka 1 x / sehari
- Perawatan tali pusat

- Membersihkan mata
- mengganti popok setiap BAK / BAB
s. Pemeriksaan Laboratorium
-

Tidak dikaji

II. INTERPRESTASI DATA


Tgl / jam

Dx masalah / kebutuhan

6 februari 07

Dx :

14. wib

Bayi dengan BBLR

Data dasar
Ds

: ibu mengatakan bahwa anaknya


dengan berat badan kurang.

Do : - Ku baik
- Antropometri

BB

: 1700 Kg

PB

: 45 cm

LIDA : 28 cm

LIKA : 30 cm

TTV

: SH : 36

RR : 44 x / mt
N

: 144 x/ mt

- Kulit merah muda , licin / halus


- Lanugo tidak ada
- Daun telinga ,lengkap ,lemak ,
mudah membalik
- Testis belum turun ke dalam
skrotum , rugal tidak ada
- Umur kehamilan 32 minggu.
Masalah :
Gangguan
nutrisi

pencernaan

Ds : ibu mengatakan bayinya malas


menyusu
Do : ku baik
- TTV : SH : 36 C
RR : 44 x / mt
N : 144 x / mt
- BB

: 1700 Kg

- PB

: 45 cm

- bayi minum ASI Adlibitum

- daya hidup bayi lemah

Kebutuhan

Ds : -

Perawatan bayi sehari Do : - tali pusat belum lepas


hari

- keadaan tali pusat terbungkus kasa


kering steril
- menangis bila popok basah
- di beri ASI
- di dalam lukabator

III. INTERVENSI
Dx masalah /
kebutuhan
Dx :
Bayi dengan BBLR

Intervensi

Rasional

Tujuan :
bayi tumbuh dan
berkembang normal
tanpa komplikasi .
bayi dalam keadaan
sehat.
Kreteria hasil :
- ku baik
- suhu : 36 37 C
- pernafasan : 40 60 x / mt
- denyut jantung : 120 160 x
Intervensi :
1. Cuci tangan sebelum dan
sesudah kontak dengan bayi..
2. Letakkan bayi pada tempa
yang hangat dan selimuti .

1. Mencegah terjadinya
infeksi silang
2. Tempat yang hangat
dapat menghindarkan
bayi

hipoterani

untuk

menjaga

kehangatan

tubuh

bayi
3. Observasi keadaan umum dan

3. Untuk

mengetahui

tanda tanda vital .

keadaan umur bayi


dan dapat digunakan
sebagai

petunjuk

untuk

intevensi

selanjutnya
4. Melakukan kalaborasi dengan

4. Untuk penangan tepat

dokter.
Masalah :

dan efektif.

Tujuan :

Gangguan pemenuhan

Memenuhi Nutrisi bayi .

Nutrisi

Bayi

tumbuh

dan

berkembang dengan normal.


Kriteria hasil :
-

ku baik

TTV : SH : 36 37 C
RR : 40 60 x / mt
HR : 120 160 x / mt

BB

bertambah

sesuai

perkembangan dan umur .


-

BAK : 7 8 x / hr.

BAB : 3 4 x / hr .

Tidak ada muntahan .

Reflek hisap dan telan baik.

Intervensi :
1

Beriakan ASI saja semaunya

1.

pem

bayi ( adliblitum ) atau setiap

berian ASI saja sesuai

2 jam sekali .

keinganan bayi dapat


memenuhi

kebutuhan

Nutrisi bayi.
2

Latih reflek hisap bayi

2.

Unt

dengan menetakkan pada ibu

uk

atau perpipet .

terjadinya

mencegah

ketergantungan soude
dan melatih bayi untuk
pemenuhan kebutuhan
3

Timbang berat badan bayi 2 x

nutrisi per oral .

/ hr

3.

Dap
at

deketahui

perkembangan
4

Perhatikan frekuensi BAB

pertumbuhannya

dan BAK .

keadaan gizinya .
4.

Kebutuhan :

Tujuan :

Unt
uk mengetahui Intake

Perawatan bayi sehari Perawatan bayi sehari hari dapat


hari

dan

dan out put .

terpenuhi
Kriteria hasil :

Bayi tampak bersih .

Bayi tenang ,nyaman , dan


tidak rewel .

Tali pusat bersih , kering,


tidak berbau .

Lingkungan bersih dan


kering.

Intervensi :
1.

Seka bayi 1x / hr dan olesi


dengan minyak talon.

2.

Ganti

pakaian

popok

linen, tempat tidur tiap kali


basah / kotor .

1.

Untuk

menjaga

kehangatan bayi
2.

Dapat menghindarkan
bayi

dari

bahaya

Infeksi , Iritasi kulit


3.

,hipotermi , dan dapat

Rawat tali pusat bayi setiap

menigkatkan

sesudah mandi / terlihat


kotor .
4.

Jaga

kemampuanya .
3.

suhu

dai

Perawatan tali pusat


akan membuat cepat

dalam

kering dan terhindar

lukubator .

dari Infeksi .
4.

Untuk

menjaga

kehangatan bayi.

IV. IMPLEMENTASI
Jam / tgl

Dx masalah / kebutuhan

6 feb 07

Dx :

14.00 wib

Bayi dengan BBLR

Implementasi
1. mencuci

tangan

sebelum

dan

sesudah kontak dengan bayi .


2. mempertahankan suhu bayi tetap
optimal dan meletakkan bayi pada
tempat hangat dan selimuti .
3. mengobservasi keadaan umum dan
tanda tanda vital .
4. melakukan

kalaborasi

dengan

dokter .
Masalah :

1. memberikan ASI semaunya bayi

Gangguan pemenuhan

( adliblitum ) atau tiap tiap 2 jam

Nutrisi

sekali .
2. memberiakan bayi pada ibunya
untuk ditetek ( membantu ibu
meneteki bayi yang benar).
3. Memperhatikan frekwensi BAB dan
BAK .

Kebutuhan : perawatan bayi


sehari hari .

1. Menyeka bayi 1x /hr dan mengolesi


minyak telon
2. Mengganti pakaian ,popok .
3. Merawat tali pusat bayi sesudah di
seka.
4. Menjaga suhu dalam lukubator.

V. EVALUASI
Tgl / jam
07.feb 07

Dx/ masalah / kebutuhan


Dx :

Evaluasi
S :-

08.00 wib

Bayi dengan BBLR

O : Ku baik
- TTV : SH : 36 8 C
N : 148 x/mt
RR : 48 gram
-

BB

: 1700 gram

lambung : tidak

BAB

:-

BAk

: 2 3 x/ selama

dinas
A : bayi dengan BBLR
P : rencana dilanjutkan

Masalah :
Gangguan pemenuhan
Nutrisi

S : ibu mengatakan bayinya sudah


bisa

menyusu

O : BB : 1700 gram
Ku

: baik

tidak ada tumpahan

minum ASI adliblitum atau


tiap 2 jam sekali .

BAB : -

BAK : 2 3 x /hr selama


dinas

Bayi sudah mulai mau


menghisap puting susu ibu .

A : masalah belum teratasi .


P : lanjutkan
- memberikan ASI saja
- membantu ibu meneteki bayi
Dengan benar .

Kebutuhan :

S:-

Perawatan bayi sehari -

O : - Bayi tampak bersih

hari

- bayi tampak nyaman .

- tali pusat tampak terbungkus kasa


steril
- pakaian dan limen tempat tidur
Tampak bersih dan kering .
A : kebutuhan perawatan bayi sehari
- hari terpenuhi .
P : lanjutkan rencana selanjutnya .

BAB IV
PEMBAHASAN
Dalam melaksanakan Asuhan kebidanan pada By A umur 7 hari dengan
Bab II ( tinjauan teori ) tidak ada kesenjangan .Bayi sudah mulai menyusu dengan
baik sehingga pemenuhan Nutrisi bayi terpenuhi .
Petugas kesehatan segera menduga kasus tersebut dengan perencanaan
yang tepat agar tidak menyebapkan komplikasi yang fatal lagi.
Evaluasi dilakukan berdasarkan tinjauan dan Intervasi kebidanan , teratasi
atau tidak teratasi keseluruhan sehingga petugas dapat melihat hasil dari asuhan
kebidanan yang diberikan untuk menentukan langkah berikutnya yang harus
diberikan.

BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN .
Setelah mengamati kasus nyata asuhan kebidanan pada By A umur 7
hari dengan BBLR , maka dapat disimpulkan :
1. BBLR adalah :
2. antara teori yang telah didapat dengan kasus nyata yang telah diambil tidak
ada perubahan yang sangat mencolok .
3. keterlibatan keluarga dalam asuhan kebidanan sangat penting , karena
keluarga

bisa

membantu

memberikan

motivasi

sehinga

ibu

bisa

memperlihatkan bayinya dengan serius.


B.SARAN
1. Dalam memberikan asuahan kebidanan seorang petugas kesehatan harusalah
memandang serta mangkaji pasien itu secara menyeluruh , baik kasih , psikis
biososial cultural , spiritual sehingga dapat membantu proses pemecahan
masalah yang terjadi.
2. Petugas kesehatan harus tanggap dan cepat dalam menangani masalah yang
ada pasien agar dapat mendeteksi sidini mungkin resiko dan komplikasi
BBLR .
3. Petugas kesehatan di harapkan melakukan pemeriksaan secara teliti agar
diagnosa yang di tetapkan tepat , tindakan dan terapi tepat pula karena
kesalahan dalam pemeriksaan dalam berakibat fatal .