Anda di halaman 1dari 5

Lembar Kerja Siswa: Sistem Koloid

Oleh: Dede Hamjah, Ida Khaerunnisa, dan Mona Sindy Irmawati


Pendidikan Kimia B 2013
Bacalah buku teks pelajaran kimia dan sumber lain yang relevan dengan topik Sistem Koloid!
Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
1. Apa yang dimaksud dengan sistem koloid?
Jawab:
suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran
kasar)
2. Sebutkan dan jelaskan apa saja ciri-ciri dari sitem koloid? Berikan contohnya.
Jawab:
Ciri-ciri koloid yaitu tampak homogen jika dilihat tanpa mikroskop, tetapi dengan
menggunakan mikroskop tampak adanya partikel-partikel fase terdispersi. Partikel koloid
dapat disaring dengan menggunakan suatu penyaring ultra. Berdasarkan sistem dispersinya,
suatu koloid tampak seperti suspensi. akan tetapi, secara fisik tampak seperti larutan
sehingga sering juga disebut istilah suspensi homogen. Stabil, dan terdapat 2 fase.
Contoh: Sabun, susu, jelli, mentega, selai, santan, dan mayonaise.
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan istilah :
a. dispersi koloid
c. gerak brown
e. elektroforesis
b. efek tyndall
d. koagulasi
Jawab:
a. Dispersi koloid : pemecahan molekul besar menjadi koloid
b. Efek tyndall : efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid
c. Gerak Brown : Gerak zig zag partikel koloid akibat tumbukan antar partikel koloid. Sifat
inilah yang membuat koloid tidak mengendap
d. Koagulasi : Penggumpalan partikel koloid karena adanya penambahan zat kimia,
pengadukan, atau muatan yang berlawanan dan panas
e. Elektroforesis : Pergerakan partikel koloid bermuatan akibat adanya medan listrik

4. Berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersinya, koloid dibedakan menjadi delapan.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan aerosol, emulsi, dan buih! Berikan contohnya dengan
kehidupan sehari-hari.
Jawab:
Aerosol : Merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi padat atau cair dalam medium
pendispersi gas.Contoh produk yang dibuat dalam bentuk aerosol, hairspray, semprot obat
nyamuk, farfum, cat semprot.
Emulsi: Merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi cair dalam medium pendispersi
cair. Syarat terjadinya emulsi adalah kedua jenis zat cair tersebut tidak saling melarutkan.
Contoh : mayonaise, minyak bumi, minyak ikan
Buih: Merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi gas dalam medium pendispersi cair.
Seperti halnya emulsi untuk menstabilkan buih diperlukan zat pembuih, misalnya sabun,
deterjen, protein.
5. Jelaskan salah satu cara pembuatan sistem koloid, beserta contohnya dalam kehidupan seharihari!
Jawab:
A. Kondensasi
Yaitu penggabungan ion-ion atau molekul yang berukuran sangat kecil (berukuran larutan
sejati) menjadi partikel-partikel berukuran koloid. Dengan kata lain, larutan sejati diubah
menjadi koloid. Cara kondensasi dibagi menjadi dua, yaitu secara kimia dan fisika.
1.
Secara Kimia
Yaitu perubahan zat yang menghasilkan zat jenis baru.
a.
Reaksi Redoks
Yaitu reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi. Koloid yang dihasilkan adalah
hasil reduksi atau oksidasi.
Contoh : Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H 2S) dengan
belerang dioksida (SO2), yaitu dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2.
H2S(g) + SO2(aq) 2 H2O(l) + 3 S (koloid)
b.
Reaksi Hidrolisis
Yaitu reaksi suatu zat dengan air. Reaksi ini umumnya digunakan untuk membuat koloid
basa dari suatu garam yang dihidrolisis.
Contoh: Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3. Apabila ke dalam air mendidih
ditambahkan
larutan
FeCl3,
maka
akan
terbentuk
sol Fe(OH)3.
FeCl3(aq)+ 3 H2O(l) Fe(OH)3 (koloid) + 3 HCl(aq)
c.
Dekomposisi Rangkap atau Pertukaran Ion
Umumnya digunakan dalam membuat koloid dari zat yang sukar larut yang dihasilkan
dari
reaksi
kimia.
Contoh : Sol As2S3 dapat dibuat dari reaksi antara larutan As2O3 dengan larutan H2S
As2O3 (aq)+ 3H2S (g) As2S3 (koloid) + 6H2O(l)
2.
Secara Fisika

Yaitu perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru.
a.
Penggantian Pelarut
Yaitu mengganti zat untuk membuat koloid. Digunakan untuk membentuk koloid dari zat
yang sukar larut dalam medium pendispersinya sehingga diperlukan pelarut lain yang
sesuai sebelum didispersikan ke dalam medium pendispersinya.
Contoh : Untuk membuat sol belerang yang sukar larut dalam air tetapi mudah larut
dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air, belarang harus terlebih
dahulu dilarutkan dalam etanol sampai jenuh. Baru kemudian larutan belerang dalam
etanol tersebut ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. Sehingga
belerang akan menggumpal menjadi pertikel koloid dikarenakan penurunan kelarutan
belerang dalam air.
b.
Pengembunan Uap
Yaitu mengalirkan uap melalui medium dingin sehingga terbentuk koloid.
Contoh : Sol raksa dihasilkan dengan mengalirkan uap raksa melalui air dingin dan
ditambahkan amoniun sitrat sebagai stabilisator.
c.
Pendinginan
Yaitu menggumpalkan ion larutan menjadi koloid. Pendinginan biasanya berbanding
lurus dengan penurunan kelarutan suatu zat.
d.
Reaksi Pengendapan
Yaitu pengendapan dengan mencampur dua larutan elektrolit sehingga terbentuk koloid.
Contoh : Pembuatan sol AgCl dengan cara mencampurkan larutan AgNO 3 encer dengan
larutan HCl encer atau NaCl encer.
B. Dispersi
Yaitu pemecahan partikel-partikel kasar menjadi partikel berukuran koloid yang
kemudian didispersikan dalam medium pendispersinya. Dengan kata lain suspensi diubah
menjadi koloid.
Dispersi Langsung (Mekanik)
Yaitu penghalusan partikel kasar zat padat dengan menggiling atau menggerus untuk
membuat partikel berukuran koloid. Kemudian mendispersikannya pada medium
pendispersi.
Contoh : Penggilingan padi menjadi beras, pembuatan tinta, dan lain-lain.
Homogenisasi
Yaitu pengubahan partikel besar menjadi seukuran partikel koloid dalam hal ini sebagai
emulsi. Pada cara ini menggunakan mesin penghomogen kemudian partikel dicampurkan
dengan medium pendispersi.
Contoh : Pembuatan susu dengan bahan baku lemak susu yang dihomogenkan kemudian
didispersikan ke dalam medium pendispersi.
Peptisasi
Yaitu pemecahan suatu partikel besar dengan menambahkan zat pemecah. Zat pemecah
dapat berupa elektrolit khususnya yang mengandung ion sejenis ataupun pelarut tertentu.
Contoh : Agar-agar dipeptisasi oleh air, karet dipeptisasi oleh bensin, dan lain-lain.
Busur Bredig atau Reaksi Elektrodispersi
Yaitu arus listrik bertegangan tinggi dialirkan melalui dua buah elektrode logam (bahan
terdispersi). Kemudian, kedua elektrode itu dicelupkan ke dalam air hingga kedua ujung

elektrode itu hampir bersentuhan agar terjadi loncatan listrik. Loncatan listrik
mengakibatkan bahan elektrode teruapkan membentuk atom-atomnya dan larut di dalam
medium pendispersi membentuk sol. Cara busur bredig ini biasanya digunakan untuk
membuat sol-sol logam
Contoh : Pada pembuatan sol-sol logam.
6. Jelaskan proses peptisasi pada proses pembuatan sistem koloid dengan cara dispersi!
Jawab:
Peptisasi adalah cara pembuatan koloid dengan menggunakan zat kimia (zat elektrolit) untuk
memecah partikel besar (kasar) menjadi partikel koloid.
7. Apakah perbedaan dari sol liofil dan sol liofob?
Jawab:
Sol liofil adal sol yang zat terdispersinya akan menarik molekul mediumnya. Sedangkan pada
sol liofob tidak menarik molekul mediumnya.
8. Jelaskan bagaimana koloid dibuat dengan menggunakan cara busur listrik Bredig!
Jawab:
Arus listrik bertegangan tinggi dialirkan melalui elektrode logam (bahan terdispersi) yang
dicelupkan ke dalam air. Loncatan bunga api listrik mengakibatkan bahan elektrode terurai
menjadi atom-atom dan larut ke dalam medium pendispersi air membentuk sol.
9. Sebutkan apa saja peranan sitem koloid pada kehidupan sehari-hari!
Jawab:
- Mengurangi polusi udara
- Penggumpalan lateks
- Membantu pasien gagal ginjal
- Penjernihan air
- Sebagai deodorant
- Sebagai bahan makanan dan obat
- Sebagai bahan kosmetik
- Sebagai bahan pencuci
10. Data suatu hasil percobaan mengenai beberapa campuran dapat dilihat sebagai berikut:

No

Campuran

Fasa

Residu (sisa zat terlarut)


ketika disaring

Kemampuan
menghamburkan

cahaya
1.
Air + garam Homogen
Tidak ada
Tidak
2.
Air + pasir
Heterogen
Ada
Dapat
3.
Air + santan
Homogen
Tidak ada
Dapat
Dari table diatas, jelaskan apa yang dimaksud dengan larutan, suspense, dan koloid!
Jawab:
-

Larutan:

campuran

homogen

yang

ketika

dicampurkan,

penyusunnya tidak terlihat lagi sehingga membentuk 1 fasa.

komponen-komponen

Suspensi: campuran heterogen dimana komponen-komponen penyusunnya masih terlihat


dengan jelas ketika dicampurkan sehingga membentuk 2 fasa.

Koloid: suatu campuran yang berada diantara larutan dan suspense, dimana secara
makroskopik terlihat homogen namun bila dilihat secara mikroskopik merupakan
campuran heterogen, dimana komponen-komponen penyusunnya tidak terlihat dengan
jelas setelah dicampurkan.