Anda di halaman 1dari 11

TEORI-TEORI KEPENDUDUKAN

A. Faktor Yang Memengaruhi Dikembangkan Teori Kependudukan


1. Meningkatnya pertumbuha penduduk terutama di negara-negara berkembang
2. Adanya masalah-masalah yang sifatnya universal sehingga perlu dikaji sejauh
mana hubungan antara penduduk dengan perkembangan ekonomi dan sosial.
B. Macam-Macam Teori Kependudukan
1. Teori Fisiologis
Mendasarkan pada perilaku seks dibandingkan dengan berbagai macam
kegiatan atau bahan pangan yang dikonsumsi
Tokoh-tokoh :
a. Thomas Jarold
Daya reproduksi manusia akan menurun apabila tenaga rohani dan
jasmani semakin banyak digunakan
b. Thomas Doubleday
Daya reproduksi penduduk berbanding terbalik dengan bahan makanan
yang tersedia atau kenaikan kemakmuran menyebabkan turunnya daya
reproduksi manusia
c. Michael Thomas Sadler
Kemampuan reproduksi manusia akan berkurang jika jumlah penduduk
bertambah, dan kemampuan reproduksi akan bertambah jika jumlah
pcnduduk berkurang; atau daya reproduksi penduduk berbanding terbalik
dengan tingkat kepadatan penduduk

2. Teori Sosial

Bertitik tolak pada keadaan sosial ekonomi masyarakat.Tokoh-tokoh :


a. Ardene Dumont
Teori Kapilaritas Sosial (Theory of Social Capilarity) Scseorang
cenderung untuk mencapai kedudukan tertinggi dalam masyarakat.Untuk
mencapai perbaikan kedudukan sosial ekonomi, keluarga yang besar
merupakan beban berat dan perintang.Alasan ini yang menyebabkan
seseorang dengan sadar membuat perencanaan besarnya keluarga.
b.

Car Saunders
Jumlah penduduk suatu negara mencapai keadaan optimum apabila
terjadi keseimbangan antara jumlah penduduk dengan produksi bahan
pangan

c. Karl Marx Das Capital


Pemikirannya

merupakan

"doktrin

sosial"

mengenai

kependudukan.Adanya surplus penduduk dan kemiskinan semata-mata


merupakan akibat logis sistem kapitalisme.Oleh karena itu harus diatasi
melalui reorganisasi sosial.Dalam ekspansi sistem kapitalis, pertambahan
penduduk secara alamiah tidak dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja
yang sudah ada, tetapi akumulasi modal dengan cara menggantikan tenaga
kerja akan menyebabkan surplus penduduk yang diperlukan untuk
kelancaran sistem kapitalisme.
Surplus penduduk atau pengangguran dibagi dalam tiga kategori :
1) Mengambang (floating)
Terdiri dari sejumlah besar tenaga kerja yang tersisihkan oleh mesin
maupun perubahan struktur yang terjadi dalam industri
2) Terus menerus tetap (laten)
Karena penduduk pcngolah tanah sudah berada dalam posisi untuk
pindah ke kota-kota besar, terutama akibat masuknya modal ke sektor
pertanian

3) Berhenti (stagnant)
Meliputi para pekerja yang pekerjaannya tidak teratur sehingga tingkat
kehidupannya mencapai titik yang terendah.
d. Malthus
Menulis buku "An Essay On The Principle of Population" tahun 1798
yang merumuskan dua postulat, yaitu :
1) Masalah pangan dibutuhkan untuk hidup manuysia
2) Kebutuhan nafsu seksual antar jenis kelamin akan tetap sifatnya
sepanjangmasa.
Jika tidak ada pengendalian, pertambahan penduduk akan lebih cepat
dari pda pertambahan subsisten (pangan). Perkembangan penduduk akan
mengikuti deret ukur, sedangkan perkembangan subsisten (pangan)
mengikuti deret hitung, dengan interval waktu 25 tahun.
Malthus sependapat dengan LAWA OF DIMINISHING RETURN
(hukum hasil lebih yang berkurang).
Bila semua tanah yang subur sudah dikerjakan, maka pertambahan
jumlahmakanan selama satu tahun tergantung pada peningkatan tanah yang
sudah dikerjakan itu.
Faktor-Faktor yang dapat mencegah adanya kegoncangan besar antara
penduduk dan kebutuhan hidup antara lain :
1) Ultimate Check / Pengendalian hakiki
Rintangan yang utama adalah gangguan-gangguan iklim dan hama
yangmenyebabkan pangan menjadi kurang
2) Immediate check / Pengendalian segera
Merupakan rintangn yang langsung pada kehidupan manusia, terdiri dari
:

a) Possitive Check / Pengendalian positif


Senantiasa berlaku di negara berkembang, berhubungan dengansebabsebab kematian dan naiknya tingkat kematian, meliputi :kemiskinan,
penyakit, kelaparan, perang.
b) Preventive check / Pengendalian preventif
Berlaku

di

negara-negara

maju,

merupakan

pengendalian

terhadaptingkat kelahiran, meliputi : pengendalian nafsu seksual,


penundaan perkawinan
Kritik Terhadap Teori Malthus :
1. Malthus terlalu menekankan terbatasnya persediaan tanah dan kurang
memperhatikan bahwa perbaikan teknologi pertanian seperti penggunaan
pupuk buatan, pestisida, dan irigasi yang efisien akanmeningkatkan
produktivitas.
2.

Malthus

menganggap

bahwa

pengontrolan

kelahiran

adalah

merupakantindakan yang tidak manusiawi. la juga tidak pernah


meramalkan penggunaanalat-alat kontrasepsi secara meluas (Malthus
menentang pembatasan kelahiran).
e. Neo Malthusin
Pada permulaan abad ke 19 orang masih dapat mengatakan bahwa
apa yang diramalkan malthus tidak mungkin terjadi. Tetapi sekarang
beberapa orang percaya bahwa hal itu akan terjadi. Hal ini dapat dibuktikan
bahwa setiap minggunya ada lebih dari satu juta bayi lahir di dunia ini, ini
berarti satu juta lagi mulut yang harus diberi makan.
Dengan realitas yang ada seperti itu akhirnya pada akhir abad 19 dan
awal abad 20 Teori Malthus diusung kembali oleh Garreth Hardin dan Paul
Ehrlich. Garreth Hardin dan Paul Ehrlich memunculkan

Aliran Neo

Malhusian. Aliran ini lebih radikal dari pada Aliran Malthus.Aliran ini tidak
sependapat dengan gagasan Malthus bahwa mengurangi jumlah penduduk
cukup dengan moral restraint saja. Akan tetapi mereka menawarkan bahwa

untuk mengurangi jumlah penduduk dapat dilakukan dengan cara preventive


checks, misalnya dengan penggunaan alat kontrasepsi dan aborsi.
3. Teori Kependudukan Optimum
Didasarkan pada hubungan antara penduduk dengan jumlah sumberdaya alam.
Kelebihan Penduduk :
a. Absolut / mutlak
b. relatif / nisbi
c. Kelebihan Penduduk Absolut Adolf Wagner
Suatu bkeadaan bila jumlah produksi dari berbagai bidang penghidupan di
suatu daerah tertentu dalam jangka waktu tertentu pada periode tersebut tidak
dapat memenuhi kebutuhan setiap orang untuk dapat mempertahankan
kelangsungan hidupnya.
d.Kelebihan Penduduk relatif Tinbergen
Suatu keadaan bila berbagai bidang penghidupan di suatu daerah tidak
memungkinkan lagi untuk setiap penduduk memperoleh mata pencaharian
yang sesuai dengan tingkat penghidupan yang berlaku di suatu tempat.
e. Wicksel
Menyimpulkan dua pengertian kelebihan penduduk tersebut :
Untuk setiap daerah pada suatu waktu tertentu akan terdapat suatu kerapatan
penduduk yang memungkinkan tercapainya tingkat kemakmuranyang
optimum.
Tingkat

kemakmuran

optimum

untuk

daerah-daerah

yang

hanya

tergantungkepada hasil produksi yang terdapat di daerah tersebut, ditentukan


oleh halhalsebagai berikut ;
1) Sumberdaya alam / sumber produksi
2) Banyaknya penduduk
3) Kemampuan menyelenggarakan teknik produksi
Rumus :

AT
P

Keterangan :
K = tingkat kemakmuran
A = sumberdaya alam
T = tingkat penguasaan teknologi
P = penduduk
Kerapatan penduduk optimum akan tercapai jika nilai Pmengakibatkan
nilai K yang setinggi-tingginya. Seangkan T sampai taraf tertentu tergantung
pada P, dengan kata lain T dapat maju jika P cukup besarnya.
f. Sauvy
Penduduk optimum adalah jumlah penduduk yang paling dapat
menjaminpelaksanaan realisasi suatu tujuan, sehingga tercapai suatu
kehidupanyang layak.
g. Thompson
Penduduk optimum juga dipengaruhi oleh faktor non ekonomis, seperti
:kesejahteraan umum lamanya hidup, besarnya jumlah keluarga yang ideal,
pelestarian sumberdaya alam, pertahanan, faktor spiritual, kultural dan
estetika.

4. Teori Transisi Demografi


Proses perkembangan penduduk secara historis melampauibeberapa fase,
yakni :
a. Pra Transisi (Pretransitional)
Ciri-ciri : tingkat kelahiran dan kematian tinggi bersamaan dengan
faseperkembangan masyarakat yang tradisional agraris, unsur industrialisasi
belum berpengaruh
b. Transisi (Transitional)
Ciri ciri : tingkat kelahiran dan tingkat kematian menurun (tingkat kematian
lebih rendah).
Fase ini dibagi menjadi tiga :
1) Permulaan.transisi (early transitional)
Ciri-ciri

tingkat

menurun,bersamaan

kelahiran
dimulainya

tetap

tinggi,

industrialisasi,

tingkat

kematian

pengetahuan

medis

mulaimaju, perawatan kesehatan dan perbaikan gizi meningkat.


2) Pertengahan transisi (Midtransitional)
Ciri-ciri : tingkat kelahiran dan tingkat kematian mulai turun (tingkat
kematian lebih cepat), masyarakat mengalami industrialisasi / modernisasi.
3) Akhir transisi (Late-transitional)
Ciri-ciri ; tingkat kelahiran turun, tingkat kematian lebih rendah.dari
kondisi
semula.
4) Pasca Transisi (Post-Transitional)
Ciri-ciri : tingkat kelahiran dan tingkat kematian rendah, hampir
semuanyamengetahui

dan

mempraktekkan

cara-cara

kontrasepsi.

pertumbuhanpenduduk amat rendah dalam jangka waktu yang panjang.

c. Landry
Faktor ekonomi yang paling berpengaruh terhadap penduduk adalah
masalahproduktivitas.Untuk mengetahui masalah produktivitas terlebih
dahulu harus diketahui tiga tahap (regimes) ekonomis, yaitu :
1) Tahap primitif
Fertilitas tidak dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi faktor ekonomi
mempengaruhi mortalitas. Selanjutnya mortalitas berpengaruh terhadap
pertumbuhan penduduk
2) Tahap Intermediate
Faktor ekonomis mempengaruhi fertilitas
3) Tahap Modern
Tingkat kelahiran menurun karena kesadaran penduduk untuk membatasi
kelahiran, dan meningkatkan kondisi kehidupannya.
C. Persamaan Dan Perbedaan Teori Kependudukan
1. Persamaan dan Perbedaan Malthus Thomas Malthus Neo Malthusian
Garreth Hardin & Paul Ehrlich Marxist Karl Marx
Berdasarkan Prinsip Kependudukan (The Principle of Population) ,
dimana pertumbuhan penduduk yang cepat membuat manusia mengalami
kekurangan bahan makanan yang menjadi sumber kemelaratan.

Menurut

Malthus pembatasan penduduk dapat dilaksanakan melalui dua cara yaitu


Preventive Checks (menekan kelahiran) dan Positive Checks (melalui proses
kematian)
Paul menghubungkan penduduk dengan lingkungan.Ia menyatakan
didunia sudah terlampau banyak penduduk, sedangkan bahan pangan sudah
sangat terbatas, karena populasi manusia semakin meningkat, hal ini
menyebabkan kerusakan lingkungan pun tak dapat dihindari.

Menurut aliran Neo Malthus mengurangi jumlah penduduk tidak


hanya dengan moral restrain saja, tapi lebih ditekankan pada Preventive check
(penggunaan alat kontrasepsi dan aborsi).
Sumber kemelaratan adalah bukanlah berasal dari tekanan penduduk
terhadap bahan makanan, tetapi tekanan terhadap kesempatan kerja dan dari
kesalahan masyarakat itu sendiri misalnya di negara kapitalis.
Menurut Marxist, tidak perlu diadakan moral restraint seperti Malthus
karena semakin banyak jumlah manusia semakin tinggi produksi yang
dihasilkan.
2. Persamaan dan Perbedaan Teori Fisiologis Teori Sosial Ekonomi
Menurut J.S Mill tidak benar kemelaratan itu disebabkan karena
sistem kapitalis. Dan menurutnya cara untuk mengurangi tingkat kelahiran
dengan

cara

memperhatikan

tingkat

pendidikan

penduduk

agar

mempertimbangkan menambah anak atau tidak sesuai usaha.


Menurut teori Michael Thomas Sadler dan Doubleday.Dimana Sadler
mengemukakan bahwa daya reproduksi manusia dibatasi oleh jumlah
penduduk yang ada disuatu negara atau wilayah.Sehingga daya reproduksi
penduduk berbanding terbalik dengan kepadatan penduduk.
Sedangkan Doubley mengatakan bahwa daya reproduksi penduduk
berbanding terbalik dengan bahan makanan yang tersedia.Emile Durkheim
mengatakan di suatu wilayah yang angka kepadatan penduduk tinggi akibat
dari tingginya laju pertum buhan penduduk, maka tiap-tiap orang berusaha
untuk meningkatkan pendidikan dan ketrampilan serta mengambil spesialisasi
untuk dapat mempertahankan hidup.
Menurut Arsene Duomont dalam Teori Kapitalitas Sosial mengacu
kepada keinginan seseorang untuk mencapai kedudukan yang tinggi di
masyarakat.

D. Kekurangan Dan Kelebihan Teori Kependudukan


Kekurangan dan kelebihan Teori Malthusian
1. Pendapat Maltus masih relevan untuk memahami perilaku populasi di Negara
China, India dan Ethiophia yang sangat vital dalam keseimbangan jumlah
penduduk dan ketersediaan pangan.
2. Pandangan Maltus terlalu sederhana.
3. Maltus tidak memperhatikan keajaiban teknologi yang dicetuskan oleh
revolusi industri.
4. Malthus juga tidak mempertimbangkan kontrol fertilitas setelah perkawinan.
5. Teori tidak melihat perilaku fertilitas penduduk yaitu fertilitas penduduk akan
menurun seiring dengan tingkat kesejahteraan yang meningkat.
6. Menyadarkan manusia dengan menggunakan fakta-fakta tentang jumlah
penduduk dunia yang terus bertambah serta mengungkapkan proyeksi jumlah
penduduk dunia di masa mendatang dengan akibat yang ditimbulkan
7. Kritikan terhadap Meadow umumnya dilakukan oleh sosiolog yang menyindir
Meadow

karena

tidak

mencantumkan

variabel

sosial-budaya

dalam

penelitiannya Teori Marxist


8. Teori ini hanya berlaku pada negara-negara berpaham kapitalis.. Namun,
untuk negara-negara yang menganut aliran selain itu, masalah seperti itu
masih bisa diatasi, diantaranya dengan menciptakan lapangan kerja baru yang
berbasis masyarakat,
9. Percaya bahwa tidak ada kaitan antara pertumbuhan penduduk

DAFTAR PUSTAKA
Mantra, Ida bagus, Pengantar Studi Demografi, Nurcahaya, Yogyakarta, 1985
Munir, Rozy, Teori-Teori Kependudukan, Bina Aksara, Jakarta, 1986
Rusli, Said, Pengantar Ilmu Kependudukan, LP3ES, Jakarta, 19894
Todaro, Michael P., Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Erlangga, Jakarta, 1995