Anda di halaman 1dari 4

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA

KOTA DENPASAR
KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA
KOTA DENPASAR
NOMOR 98 TAHUN 2013
TENTANG
KEBIJAKAN UPAYA PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYAKOTA DENPASAR
DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA
KOTA DENPASAR,
Menimban
g

a. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan


pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar
diperlukan koordinasi antar unit pelayanan ;
b. bahwa agar koordinasi antar unit pelayanan di Rumah Sakit Umum
Daerah Wangaya Kota Denpasar dapat terlaksana dengan baik, perlu
adanya Kebijakan Upaya Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
sebagai landasan bagi penyelenggaraan seluruh aktivitas pelayanan di
Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar ;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan
b, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum
Daerah Wangaya Kota Denpasar

Mengingat

1. Undang - Undang Nomor 1 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kotamadya


Daerah Tingkat II Denpasar ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1992 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3465 ) ;
2. Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran
( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116 ) ;
3. Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang -Undang Nomor 12 Tahun
2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang - Undang Nomor 32 Tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4844) ;
4. Undang - Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ( Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5063 ) ;
5. Undang - Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit ( Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5072 ) ;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4502) ;
7. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2001 tentang
Pedoman Kelembagaan dan Pengelolaan Rumah Sakit Daerah ;
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman
Tekhnis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah ;

9. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tanggal, Nomor 582 /


MENKES / SK / VI / 1997 tentang Pola Tarif Rumah Sakit Pemerintah ;
10. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 012 Tahun 2012
Tentang Akreditasi Rumah Sakit ;
11. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691 / MENKES /
PER / VIII / 2011 Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit
12. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/ Menkes /SK /II /2008 tentang
Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit ;
13. Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi
dan tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Denpasar ( Lembaran Daerah
Kota Denpasar tahun 2008 Nomor 8 ) ;
14. Peraturan Walikota Denpasar Nomor 33 Tahun 2012 tentang Tata Kelola
Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar (Berita Daerah Kota
Denpasar Tahun 2012 Nomor 33) ;
15. Keputusan Walikota Denpasar Nomor 96 tahun 2008 tentang Penetapan
Badan Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar
Sebagai Badan Layanan Umum Daerah ;
MEMUTUSKAN
Menetapkan

KESATU

Kebijakan Upaya Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien pada Rumah


Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar sebagaimana tercantum
dalam Lampiran Keputusan ini ;

KEDUA

Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Program Peningkatan


Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota
Denpasar dilaksanakan oleh Direksi Rumah Sakit Umum Daerah
Wangaya Kota Denpasar ;

KETIGA

Kepala Unit Penjamin Mutu Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota
Denpasar bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Upaya Peningkatan
Mutu dan Keselamatan Pasien kepada Direktur Rumah Sakit Umum
Daerah Wangaya Kota Denpasar ;

KEEMPAT

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan


Ditetapkan di Denpasar
Pada tanggal, 26 September 2013
Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya
Kota Denpasar,

dr. Setiawati Hartawan, M. Kes


Pembina Utama Muda
NIP. 19581108 198412 2 001

LAMPIRAN :
DENPASAR

KEPUTUSAN

DIREKTUR

TANGGAL :

26 September 2013

NOMOR

98 Tahun 2013

TENTANG :

RUMAH

SAKIT

UMUM

DAERAH

WANGAYA

KOTA

KEBIJAKAN UPAYA PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN


PASIEN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYAKOTA
DENPASAR

Kebijakan dalam upaya Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit Umum
Daerah Wangaya Kota Denpasar, adalah bahwa :
1. Pimpinan rumah sakit berpartisipasi dalam melaksanakan program peningkatan mutu
dan program keselamatan pasien.
2. Program peningkatan mutu dan keselamatan pasien berlaku diseluruh rumah sakit.
3. Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien juga menangani sistem di Rumah
Sakit, peranan rancang sistem, rancang ulang , koordinasi dari kegiatan pengukuran dan
pengendalian secara sistematik dari peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
4. Prioritas untuk dilakukan evaluasi dan kegiatan peningkatan mutu dan keselamatan
pasien ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit.
5. Pengukuran fungsi klinis, fungsi manajemen dan kepuasan pelanggan di rumah sakit
yang menghasilkan akumulasi data dan informasi , akan dianalisis sebagai bahan
evaluasi pimpinan dalam memberikan dukungan sumber daya yang diperlukan untuk
peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
6. Informasi tentang program dan kemajuan peningkatan mutu dan keselamatan pasien
harus disampaikan kepada seluruh staf hingga direksi secara regular melalui saluran
komunikasi yang efektif (pada rapat bulanan, triwulan dan tahunan).
7. Semua staf yang berpartisipasi dalam pengumpulan data, analisis, perencanaan dan
pelaksanaan peningkatan mutu dan keselamatan pasien harus mengikuti pelatihan
secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam program baik
secara ekstern maupun intern Rumah Sakit.
8. Penetapan prioritas kegiatan peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang di evaluasi
berdasarkan kriteria kejadian yang selama ini dimonitoring dengan risiko tinggi (high
risk),volume tinggi (high volume)dan biaya tinggi (high cost).
9. Analisis, validasi dan pelaporan data Mutu dan keselamatan pasien dilaksanakan secara
sistematis, dengan cara ;
a. Analisis data dilakukan oleh individu dengan pengalaman, pengetahuan dan
keterampilan yang tepat bertugas untuk mengumpulkan dan menganalisis data
rumah sakit secara sistematis.
b. Data hasil pemantauan indikator ditetapkan melalui proses verifikasi sebelum
dilakukan entri dan analisis data.
c. Frekuensi analisis data sesuai dengan proses yang dipelajari dan memenuhi
kebutuhan rumah sakit. RSUD Wangaya Kota Denpasar melaksanakan analisis data
mutu setiap 3 bulan sekali.
d. Proses analisis mencakup perbandingan internal, perbandingan dengan rumah sakit
lain apabila ada, dan dengan standar-standar nasional dan baseline data. RSUD
Wangaya Kota Denpasar melaksanakan perbandingan dengan rumah sakit yang
sejenis, menggunakan standar Kementerian Kesehatan sebagai perbandingan
standar Nasional (SPM).
e. Pemimpin rumah sakit melaporkan program mutu dan keselamatan pasien kepada
lembaga tata kelola/ Dewan Pengawas setiap bulan
f.

Rumah sakit menggunakan proses internal untuk melakukan validasi data sebelum
melaksanakan Pelaporan dan Publikasi.

10. Rumah sakit menggunakan proses internal untuk melakukan validasi data, untuk
menjamin bahwa data yang didapat adalah valid, penyahihan/validasi data dilakukan
ketika :

a. Suatu ukuran baru diterapkan (khususnya, ukuran klinis yang dimaksudkan untuk
membantu rumah sakit mengevaluasi dan meningkatkan proses atau hasil klinis
yang penting);
b. Data akan ditampilkan kepada publik lewat situs Web rumah sakit atau cara lain;
c. Suatu perubahan telah dibuat pada suatu ukuran indikator yang telah ada,
d. Sumber data berubah, misalnya jika ada bagian dari catatan pasien yang diubah ke
format elektronik sehingga sumber datanya menjadi elektronik dan kertas; atau
e. Subjek pengumpulan data berubah, misalnya perubahan dalam umur pasien ratarata, perubahan protokol penelitian, penerapan practice guidelines (pedoman
praktik) baru, atau pemakaian teknologi dan metodologi perawatan baru.
f.

Validasi data hanya dapat dilakukan pada data sekunder (rekam medis)

g. Untuk data mutu yang telah masuk JCI Library of Measurement tidak dilakukan
validasi data.
11. Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien akan dikomunikasikan secara terus
menerus dan berkesinambungan, dengan cara:
h. Mensosialisasikan dan mengedukasikan ke seluruh staf melalui pembekalan orientasi,
pelatihan mutu dan keselamatan pasien, pertemuan-pertemuan kecil di unit
pelayanan , pertemuan karyawan, pertemuan antar direktorat pelayanan dan dalam
setiap wawancara & penilaian kompetensi.
i.

Publikasi data hasil kegiatan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien
akan disampaikan keseluruh unit pelayanan atau melalui media cetak dan media
sosial jika diperlukan.

j.

Manajemen Rumah Sakit memberi dukungan sumber daya (sumber daya manusia
dan tekhnologi informasi) untuk pelaksanaan peningkatan mutu dan keselamatan
pasien secara penuh dan selalu menjaga kerahasiaan pasien dalam pengumpulan
data klinis.

Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya
Kota Denpasar,

dr. Setiawati Hartawan, M. Kes


Pembina Utama Muda
NIP. 19581108 198412 2 001