Anda di halaman 1dari 17

Psikotes Army Alpha

Psikotes Army Alpha adalah sebuah tes psikologi yang dikembangkan oleh seorang psikolog
Amerika bernama Arthur Sinton Otis, Ph.D (28 July 1886 - 1 January 1964). Otis
mengembangkan tes Army Alpha pada tahun 1917. Pada awalnya tes ini dikembangkan oleh
Otis untuk didedikasikan kepada US.Army (Angkatan Militer Amerika), sehingga diberi nama
Army Alpha.Tes ini pernah dipakai untuk merekrut 1,7 juta tentara Amerika pada Perang Dunia
I.
Tes Army Alpha bertujuan untuk mengukur tingkat kecerdasan, ketelitian dan konsentrasi
seseorang. Bentuk tes Army Alpha adalah pilihan berganda (multiple choice), dan dapat
dilakukan kepada banyak peserta sekaligus. Tidak harus satu penguji satu peserta. Untuk dunia
kerja, tes ini terkadang dipakai oleh perusahaan yang ingin menguji banyak peserta sekaligus
secara praktis dan cepat.
Psikotes MAPP ini adalah tes yang tidak meminta anda untuk menggambar, namun meminta
anda menjawab sejumlah pertanyaan, sehingga tergolong "Psikotes Kuesioner". Adapun, yang
termasuk dalam kategori psikotes kuesioner adalah Tes Army Alpha, Tes Efektifitas Diri, Tes
Enneagram, Tes EPPS, Tes MBTI, Tes Ketelitian, Tes Kode dan Ingatan , Tes TPA (Kuantitatif,
Logika, Verbal & Spasial), Tes MAPP, Tes Motivasi Kepemimpinan, Tes Motivasi, Tes Koran
Pauli, Tes Skala Kematangan (TSK), Tes Kerjasama dan Tes Potensi Sukses.
Contoh soal Tes Army Alpha :
Coretlah gambar yang berisi angka genap lebih kecil dari 8 dan gambar yang berisi angka ganjil
lebih besar dari 5

.
Psikotes DAP [ Tes Menggambar Orang]
Tes Draw A Person (menggambar orang) ini adalah psikotes yang dikembangkan oleh Florence
Goodenough pada tahun 1926. Pada saat itu, tes ini dikenal dengan istilah Goodenough Draw
a Man Test. Kemudian Dr.Dale B.Harris menyempurnakan dan mengembangkan tes ini pada
tahun 1963 yang kemudian diberi nama Goodenough-Harris Drawing Test. Sampai saat ini,
tes ini dikenal dengan istilah DAP (Draw A Person Test).
Psikotes DAP ini adalah tes yang sederhana. Tak ada kendala bahasa, budaya maupun
kendala komunikasi antara penguji dan peserta tes. Tes ini juga sangat universal dipakai dalam
berbagai keperluan psikologi. Di Indonesia tes menggambar orang ini sangat luas dipakai untuk
seleksi penerimaan karyawan swasta, pegawai BUMN, maupun instansi lainnya. Dalam tes ini,
anda sebagai peserta tes diminta untuk menggambar tiga orang pada tiga lembar terpisah.
Yaitu gambar laki-laki. Gambar perempuan. Dan gambar diri anda sendiri.
Kesimpulannya: Dalam Tes DAP ini, kemampuan, karakter dan kepribadian seseorang (calon
karyawan) dinilai dari gambar yang dibuatnya. Sehingga tes DAP ini termasuk golongan

psikotes grafis. Adapun yang termasuk dalam kategori psikotes grafis lainnya adalah Tes
Wartegg, Tes Baum Tree dan Tes HTP (House Tree Person).

Psikotes Efektifitas Diri


Tes efektifitas diri (Self Efficacy Test) adalah tes psikologi yang dikembangkan oleh Mark Sherer
dan James Maddux dan dipublikasikan pertama kali pada tahun 1982.
Tes ini bertujuan mengetahui seberapa efektif seseorang dalam melaksanakan tugas dan dalam
menyelesaikan berbagai situasi sulit. Dalam dunia kerja tes ini sering dipakai untuk menyeleksi
calon karyawan apakah memiliki karakter efektif atau tidak. Karyawan yang efektif adalah yang
memiliki sikap tangkas dan cekatan mengerjakan tugas secara benar dan cepat. Sedangkan
karyawan yang kurang efektif adalah yang ketika mengerjakan tugas, dia membutuhkan waktu
lebih lama dari rata-rata orang dan tugasnyapun kurang terselesaikan dengan baik.
Psikotes efektifitas diri ini adalah tes yang tidak memakai gambar, namun memakai sejumlah
pertanyaan, sehingga tergolong "Psikotes Kuesioner". Adapun, yang termasuk dalam kategori
psikotes kuesioner adalah Tes Army Alpha, Tes Efektifitas Diri, Tes Enneagram, Tes EPPS, Tes
MBTI, Tes Ketelitian, Tes Kode dan Ingatan, Tes TPA (Kuantitatif, Logika, Verbal & Spasial), Tes
MAPP, Tes Motivasi Kepemimpinan, Tes Motivasi, Tes Koran Pauli, Tes Skala Kematangan
(TSK), Tes Kerjasama dan Tes Potensi Sukses.
Psikotes House Tree Person (HTP)
Psikotes House Tree Person (HTP) adalah tes psikologi yang pertama kali dikembangkan oleh
John Buck pada tahun 1948. Buck meyakini bahwa goresan gambar seseorang (dalam hal ini
gambar rumah, pohon dan orang) dapat mewakili karakter pribadinya.
Pada tes ini, peserta tes diminta untuk menggambar sebuah rumah, sebuah pohon dan seorang
manusia. Yang kemudian hasil masing-masing gambar tersebut dievaluasi dari berbagai aspek
untuk menilai karakter kepribadian peserta tes.
Kesimpulannya: Dalam Tes DAP ini, kemampuan, karakter dan kepribadian seseorang (calon
karyawan) dinilai dari gambar yang dibuatnya. Sehingga tes DAP ini termasuk golongan
psikotes grafis. Adapun yang termasuk dalam kategori psikotes grafis lainnya adalah Tree Test,
Tes DAP (Menggambar Orang) dan Tes Wartegg.
Dalam tes HTP, assessment (penilaian) karakter seseorang berdasarkan gambar tersebut
antara lain sebagai berikut :
Garis dan dinding mewakili ego seseorang. Garis dan dinding yang terlalu samar menunjukkan
ego yang lemah. Sedangkan bila terlalu tebal menunjukkan kecemasan yang berlebihan.
Atap mewakili fantasi. Jika peserta tes terlalu memperhatikan atap, maka artinya dia terlalu
memperhatikan fantasi dalam kehidupannya. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai tes
HTP ini silakan anda pelajari dalam Ebook Paket Lengkap Soal Psikotes. Segeralah Join
member dan download ebook ini di Member Area.
Psikotes Wawancara [Interview]

Tes Wawancara (Interview test) adalah tes yang selalu dilakukan oleh tim rekrutmen
perusahaan sebelum calon karyawan akhirnya diterima menjadi karyawan perusahaan atau
instansi terkait. Tes ini sangat penting untuk mengetahui dan mendalami sifat, karakter, dan
pandangan calon karyawan terhadap profesionalisme dunia kerja. Singkatnya, melalui tes
wawancara ini, sebuah perusahaan dapat mengetahui apakah peserta tersebut layak untuk
diterima menjadi karyawan atau tidak melalui jawaban-jawaban yang diberikan kepada tim
pewawancara.
Jika anda sudah sampai pada tahap tes wawancara ini, maka sebaiknya anda mempelajari 25
pertanyaan yang paling sering ditanyakan dalam tes wawancara agar anda dapat
mempersiapkan diri dengan baik.
Contoh pertanyaan dalam tes wawancara diantaranya sebagai berikut :
1. Ceritakan tentang diri anda.
Jawab : Ceritakan tentang riwayat pekerjaan anda dari pertama kali sampai dengan sekarang.
Jawablah dengan singkat dan jelas.
2. Pengalaman apa yang anda miliki dalam bidang ini ?
Jawab : Ceritakan pengalaman kerja yang berhubungan dengan bidang yang anda lamar. Jika
belum punya pengalaman di bidang itu, ceritakan terus terang anda punya keinginan untuk
belajar dengan cepat di bidang baru tersebut.
3. Apakah anda merasa diri anda sukses ?
Jawab: Jawablah YA. Dan ceritakan singkat kenapa anda merasa anda sukses. Yaitu anda
telah menetapkan target hidup, dan sebagian telah anda capai. Dan saat ini anda berada di
jalur yang tepat untuk meraih semua target hidup anda tersebut.
4. Apa pendapat rekan kerja anda terhadap diri anda ?
Jawab: Jawablah komentar-komentar rekan kerja anda terhadap diri anda yang dapat
menunjang karir anda
5. Apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini ?
Jawab: Sebelum wawancara ada baiknya anda caritahu informasi mendalam tentang profil
perusahaan yang anda lamar sehingga anda mampu menjawab pertanyaan ini dengan baik.
Pengetahuan anda tentang perusahaan bisa menjadi nilai tambah anda.
Pelajari 25 soal tes wawancara kerja yang paling sering ditanyakan. Dapatkan pula tips cara
menjawab tiap-tiap pertanyaan tersebut dengan baik dan profesional dalam.
Psikotes Tes Ketelitian
Tes ketelitian adalah sebuah tes psikologi (psikotes) yang bertujuan mengukur tingkat
kecermatan atau ketelitian seseorang dalam mengolah data. Adapun data bisa berupa angka,
kata, atau kombinasi keduanya. Tes ketelitian ini terkadang dipakai dalam proses seleksi
karyawan yang akan ditempatkan pada bidang-bidang yang memang memerlukan tingkat
ketelitian yang tinggi, seperti akuntan, data administrator, dll. Jika anda melamar pekerjaan
pada bidang-bidang yang membutuhkan tingkat ketelitian tinggi seperti itu, sebaiknya anda
mempelajari terlebih dahulu bentuk-bentuk soal tes ketelitian ini untuk mempersiapkan diri anda
agar lebih akrab dan lebih siap terhadap soal-soal yang akan diujikan. Selain tes ketelitian, jenis

psikotes lain yang juga membutuhkan kecermatan anda dalam mengerjakannya adalah tes
koran pauli kraepelin.
Contoh tes ketelitian yang biasa diujikan adalah sebagai berikut :
Perhatikan dua pernyataan berikut ini (pernyataan 1 dan pernyataan 2). Telitilah kedua
pernyataan tersebut lalu tuliskan S (Sama) jika keduanya sama persis dan tulis T (Tidak Sama)
jika keduanya memiliki perbedaan meskipun kecil.
No. Pernyataan 1

Pernyataan 2

1
2
3
4

5677700001
19 Oktoberr 2059
MSGTKJHSDF
Lsflkj78NOIlksdf
Ahmad
Suhendarwijayakusumo
'k:?k>,sdf76t_66+9-86+634-834+76
^-^--^-^--^^-^^^-^
H2O+CO2+H2-C2
><<><<><<>><<<>

567770001
19 Oktober 2059
MSGTKJHSDF
lsflkj78NOIlksdf
Ahmad
5
Suhendarwijayakusumo
6 'k:?k>,sdf76t_7 66+9-86+634-834+76
8 ^-^--^-^--^^--^^^-^
9 H2O+CO2+H2C2
10 ><<><<><<>><<>

Jawaban
(S/T)

Psikotes Tes Kode dan Ingatan


Tes Kode dan Ingatan adalah tes psikologi yang bertujuan mengukur tingkat ingatan seseorang
dalam menyimpan data dalam memori otaknya. Nilai yang tinggi dalam psikotes ini
menunjukkan anda memiliki tingkat memori yang baik. Dan nilai yang rendah menunjukkan
tingkat memori anda kurang kuat.
Dalam dunia kerja, tes kode dan ingatan ini memang kurang populer. Tidak banyak perusahaan
yang memakainya. Hanya sebagian perusahaan ataupun instansi tertentu yang menggunakan
tes kode dan ingatan ini untuk merekrut karyawan yang akan ditempatkan pada bidang-bidang
yang menuntut memori yang kuat.
Contoh soal psikotes Tes Kode dan Ingatan :
Transportasi
Pedati - 75
Mobil - 29
Kuda - 16
Pesawat - 65
Becak - 15

Nama
Andi - CF
Jamal - LJ
Rita - YG
Syakib - WQ
Aisya - ET

Klub Olahraga
Real Madrid - C9
Chelsea - M5
Barcelona - R2
AC Milan - T3
Man. United - Q7

Ingat-ingat daftar kode diatas, lalu tutup. Sekarang, centanglah kolom berikut yang sesuai
dengan daftar kode yang telah anda ingat.

No Soal
1.

Syakib

T3

WQ

2.

Man.United

16

Q7

3.

Pesawat

M5

65

4.

Jamal

ET

LJ

5.

Real Madrid

C9

YG

6.

Mobil

R2

29

7.

Aisya

M5

ET

AC Milan

15

T3

Becak

CF

15

Dapatkan soal tes kode dan ingatan versi lengkap, beserta jawaban dan tips mengerjakannya
pada Paket Lengkap Soal Psikotes yang disusun oleh tim penyusun buku psikologi yang
berpengalaman seperti Haniek Farida, M.Psi ; Muhammad Rosyid, S.Psi dll.
Soal Psikotes Motivasi Kepemimpinan
Tes Motivasi Kepemimpinan adalah tes psikologi yang mengukur besarnya motivasi, kehendak,
atau keinginan seseorang untuk menjadi pemimpin di lingkungannya. Dengan tes ini, tim
rekrutmen atau tim Sumber Daya Manusia perusahaan dapat menyeleksi calon karyawan
manakah yang memiliki motivasi terbaik untuk menjadi leader (pemimpin).
Dalam tes ini, anda diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan skala 1 sampai
dengan 5. Jika anda merasa sangat setuju, maka isi dengan angka 5. Dan jika anda sangat
tidak setuju isilah dengan angka 1. Pada akhir tes, jumlah skor anda menunjukkan tingkat
keinginan (besarnya hasrat) anda untuk menjadi seorang pemimpin. Semakin besar skor anda
semakin besar pula hasrat memimpin. Dan sebaliknya. Semakin kecil skor anda, semakin kecil
pula hasrat anda untuk menjadi pemimpin.
Contoh soal Tes Motivasi Kepemimpinan
1. Saya merasa sangat senang jika ide-ide saya dipakai oleh banyak orang
2. Saya memotivasi orang lain untuk mengajukan saran-saran yang membangun dalam
penyelesaian tugas bersama
3. Saya tak segan untuk memberikan pujian tulus kepada orang lain yang telah bekerja dengan
baik
Psikotes Tes Koran Pauli Krapelin
Tes Pauli Krapelin dikembangkan pertamakali oleh seorang psikiater bernama Emil Kraepelin.
Kraepelin pada mulanya menciptakan alat tes yang digunakan sebagai alat bantu untuk
mendiagnosa gangguan otak yaitu alzheimer dan dementia. Selanjutnya, pada tahun 1938 Prof.
Dr. Richard Pauli bersama Dr. Wilhelm Arnold dan Prof. Dr. Vanmethod memperbaharui tes

Kraeplin sehingga dapat distandarisasikan dan dapat pula dipakai untuk mendapatkan data
tentang kepribadian. Saat ini tes tersebut dikenal dengan istilah Tes Pauli-Kraepelin. Untuk
dapat mengerjakan soal psikotes pauli maupun soal psikotes lainnya dengan baik dan lulus
psikotes, Ikutilah panduan dan tips psikotes yang kami berikan.
Adapun tujuan dari tes pauli-kraepelin ini adalah untuk mengukur karakter seseorang pada
beberapa aspek tertentu, yaitu :
* Aspek keuletan (daya tahan)
* Aspek kemauan atau kehendak individu
* Aspek Emosi
* Aspek penyesuaian diri
* Aspek stabilitas diri
Dalam tes ini, sebenarnya anda hanya diminta untuk mengerjakan hitungan sederhana. Yaitu
menjumlahkan deretan angka-angka. Namun yang menjadi masalah adalah jumlah deretan
angka yang diberikan sangat banyak. Yaitu sebesar lembaran koran. Sehingga tes yang juga
dikenal dengan istilah "Tes Koran" ini menuntut konsentrasi, ketelitian, stabilitas emosi dan daya
tahan yang prima. Semakin banyak kesalahan yang anda buat, menunjukkan anda orang yang
tidak teliti, tidak cermat, tidak hati-hati dan kurang memiliki daya tahan yang cukup terhadap
stres atau tekanan pekerjaan.
Contoh Tes Koran Pauli Kraepelin
Jumlahkan deret angka-angka berikut (diatas dan dibawahnya) dan tulislah jawabannya
diantara kedua angka yang anda jumlahkan.
17
36
29
22
03
95
92
33
41
11
70
98
28
01
83
78
95
Keterangan : Pada contoh diatas, angka yang dicetak tebal adalah jawaban penjumlahan dari
dua bilangan yang berdekatan (yang diatas dan dibawahnya). 1+2 = 3 ; 2+0= 2 dan seterusnya.
Jika hasil penjumlahan lebih dari dua digit, maka ditulis digit terakhirnya saja. Misal 8+9= 17
(ditulis angka 7 saja)

Psikotes Tes Kerjasama [Teamwork Test]


Psikotes kerjasama atau (teamwork test) adalah sebuah tes psikologi yang bertujuan mengukur
kemampuan seseorang untuk bekerja dalam sebuah tim yang solid untuk mencapai tujuan
bersama. Dalam dunia kerja, cukup banyak tugas dan pekerjaan yang harus diselesaikan
secara tim, bukan individual. Oleh karenanya kemampuan seorang karyawan untuk bekerja
sebagai anggota tim akan sangat menunjang kesuksesan tujuan yang akan dicapai oleh
perusahaan tersebut.
Teamwork test ini tidak meminta anda untuk menggambar, namun meminta anda menjawab
sejumlah pertanyaan, sehingga tergolong "Psikotes Kuesioner". Adapun, yang termasuk dalam
kategori psikotes kuesioner adalah Tes Army Alpha, Tes Efektifitas Diri, Tes Motivasi , Tes Koran
Pauli, Tes Skala Kematangan (TSK), Tes Kerjasama , Tes Potensi Sukses , Tes Enneagram,
Tes EPPS, Tes MBTI, Tes Ketelitian, Tes Kode dan Ingatan, Tes TPA (Kuantitatif, Logika, Verbal
& Spasial), Tes MAPP dan Tes Motivasi Kepemimpinan.
Contoh Tes Kerjasama :
Jawablah pertanyaan ini tanpa harus berpikir lama. Jawablah secara spontan sesuai dengan
kondisi diri anda sendiri. Berilah nilai skala 1 sampai dengan 10 terhadap jawaban anda.
Misalkan jika pada nomor satu, anda sangat percaya penuh pada rekan anda, maka angkanya
adalah 10. Jika sangat tidak percaya maka angkanya adalah 1.
1. Jika anda bekerja dengan rekan kerja lainnya, seberapa besar anda percaya bahwa rekan
anda bekerja dengan baik ?
2. Seberapa besar anda menghargai rekan-rekan kerja anda dalam perusahaan ?
3. Seberapa besar anda peduli dengan kesulitan yang dihadapi rekan dalam tim kerja anda ?
Keterangan: Setelah anda menyelesaikan seluruh soal tes ini, skor anda akan dijumlahkan.
Lalu lihat tabel skor untuk mengetahui nilai tes anda. Anda bisa mendapatkan soal Tes
Kerjasama lengkap beserta tabel skor, dan juga soal-soal psikotes lainnya pada Ebook Paket
Lengkap Psikotes. Segera join member dan download ebook ini di Meber Area.
Psikotes Tes Motivasi
Tes Motivasi adalah sebuah tes psikologi yang bertujuan untuk mengukur sumber-sumber
motivasi seseorang, baik dalam karir maupun dalam kehidupannya. Dengan mengetahui
sumber-sumber motivasi ini, maka setiap orang dapat memilih jenis karir yang paling tepat dan
membangun karirnya tersebut secara optimal.
Tes Motivasi ini adalah tes yang tidak meminta anda untuk menggambar, namun meminta anda
menjawab sejumlah pertanyaan, sehingga tergolong "Psikotes Kuesioner". Adapun, yang
termasuk dalam kategori psikotes kuesioner adalah Tes Army Alpha, Tes Efektifitas Diri, Tes
Enneagram, Tes EPPS, Tes MBTI, Tes Ketelitian, Tes Kode dan Ingatan, Tes TPA (Kuantitatif,
Logika, Verbal & Spasial), Tes MAPP, Tes Motivasi Kepemimpinan, Tes Motivasi, Tes Koran
Pauli , Tes Skala Kematangan (TSK), Teamwork test dan Tes Potensi Sukses.
Contoh Soal Tes Motivasi :

Jawablah pertanyaan ini secara spontan sesuai dengan kondisi anda sebenarnya. Jangan
berpikir terlalu lama. Jawaban berupa YA dan TIDAK.
1. Apakah anda senang jika dapat mengatur orang-orang ?
2. Apakah anda membutuhkan gaya hidup yang nyaman ?
3. Apakah anda memerlukan saluran-saluran untuk dapat mengekspresikan kreatifitas anda ?
Psikotes Tes Potensi Sukses
Tes Potensi Sukses adalah sebuah tes psikologi yang bertujuan mendeteksi kecenderungan
anda untuk menjadi orang yang sukses dan berhasil di masa depan. Perlu anda ketahui, bahwa
ada 11 faktor penting yang sangat mempengaruhi sukses tidaknya seseorang dalam karir dan
kehidupannya. Semakin banyak faktor tersebut anda miliki, maka semakin tinggi pula
kecenderungan anda untuk menjadi pribadi sukses.
Dalam dunia kerja, tim rekrutmen karyawan atau departemen Sumber Daya Manusia
perusahaan melakukan tes ini untuk melakukan seleksi terhadap karyawan yang akan diterima
di perusahaan ataupun karyawan yang akan dipromosikan untuk naik jabatan.
Contoh Soal Tes Potensi Sukses
Jawablah pertanyaan ini secara spontan sesuai dengan diri anda. Tanpa berpikir lama. Jawab
dengan skala 1-5. Misalkan pada no.1 jika anda sangat pintar maka jawablah dengan angka 5.
Jika sangat bodoh jawablah dengan angka 1.
1. Jika dibandingkan teman-teman anda, seberapa cerdikkah anda dalam memecahkan
persoalan ?
2. Apakah anda mampu mencari jalan keluar dari kesulitan-kesulitan dalam pekerjaan ?
3. Apa gelar akademis anda ? (jawab dengan angka 5 untuk Doktor S3, angka 4 untuk Master
S2, angka 3 untuk Sarjana, angka 2 untuk lulusan SMU, dan angka 1 untuk lulusan dibawah
SMU)
Keterangan: Setelah anda mengerjakan seluruh soal yang berjumlah 20 soal, jumlahkan skor
dan lihat tabel skor untuk mengetahui seberapa besar nilai potensi sukses anda. Soal Tes
Potensi Sukses, 11 Faktor yang mempengaruhi kesuksesan dan tabel skor tersebut bisa anda
peroleh dalam Paket Lengkap Soal Psikotes. Segera Join Member dan download ebook ini di
Member Area.
Psikotes Wartegg
Tes Wartegg adalah sebuah tes psikologi yang pertama kali dibuat oleh Krueger dan Sander
dari University of Leipzig. Selanjutnya, tes ini dikembangkan oleh Ehrig Wartegg dan kemudian
oleh Marian Kinget. Tujuan dari tes wartegg ini adalah mengeksplorasi (meneliti karakter
kepribadian seseorang) terutama dalam hal emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol dan reality
function, yang dimiliki oleh setiap orang namun dengan intensitas dan interelasi yang berbeda.
Struktur kepribadian tidaklah statis, berubah-ubah dan menentukan sebagian besar perilaku
individu. Dengan tes ini dapat dilihat bagaimana cara subyek berfungsi, yaitu apakah normal
atau abnormal. Maka bila ada satu atau beberapa komponen yang sangat dominan,
menandakan bahwa struktur tidak seimbang, jadi fungsi subyek adalah defektif. Misalnya,

fungsi kontrol terlalu kuat maka perilaku akan terhambat dan kreatifitas kurang berkembang,
sedangkan bila imajinasi berkembang berlebihan maka kontak dengan realitas dan fungsi
sosialnya terganggu.
Kesimpulannya: Dalam Tes DAP ini, kemampuan, karakter dan kepribadian seseorang (calon
karyawan) dinilai dari gambar yang dibuatnya. Sehingga tes DAP ini termasuk golongan
psikotes grafis. Adapun yang termasuk dalam kategori psikotes grafis lainnya adalah Tes DAP
(Menggambar Orang) dan Tes HTP (House Tree Person) dan Tes Baum Tree (Menggambar
Pohon).
Dalam Tes Wartegg ini, anda disuguhi 8 kotak gambar yang berisi coretan-coretan yang belum
diselesaikan. Anda diminta untuk meneruskan gambar tersebut sesuka anda. Kemudian setelah
selesai anda diminta untuk menjelaskan gambar yang anda buat kepada penguji.
8 Kotak gambar Tes Wartegg Yang Harus anda sempurnakan :

Tes Integritas
Tes integritas bertujuan mengukur tingkat kebaikan atau ketulusan hati seseorang dalam
kesehariannya. Seorang yang baik dan tulus hatinya, berani mengatakan benar itu benar, dan
salah itu salah. Dia tidak takut terhadap risiko apapun yang menimpa. Dia berani
memperjuangkan kebaikan dan kebenaran meskipun hal itu dapat membahayakan karirnya. Di
jaman sekarang ini, orang-orang yang memiliki integritas semakin langka. Jumlahnya lebih
sedikit dari burung Jalak Bali yang hampir punah. Orang-orang seperti inilah yang pantas
mendapat tanggungjawab besar dalam memimpin dan mengatur urusan-urusan penting yang
menyangkut rakyat banyak.
Contoh soal Tes Integritas
Hampir semua pegawai di kantor instansi saya meminta uang
tanda terimakasih atas pengurusan surat ijin tertentu. Namun
menurut peraturan kantor, hal itu tidaklah diperbolehkan, maka
saya...
A. Ikut melakukannya karena bagaimanapun juga kawankawan kantor juga melakukannya

B. Melakukannya hanya jika terpaksa membutuhkan uang


tambahan untuk keperluan keluarga, sebab gaji kantor
memang kecil
C. Terkadang saja melakukan hal tersebut
D. Berusaha semampunya untuk tidak melakukannya
E. Tidak ingin melakukannya sama sekali
Atasan anda melakukan rekayasa laporan keuangan kantor,
maka anda
A. Dalam hati tidak menyetujui hal tersebut
B. Hal tersebut sering terjadi di kantor manapun
C. Mengingatkan dan melaporkan kepada yang berwenang
D. Tidak ingin terlibat dalam proses rekayasa tersebut
E. Hal semacam itu memang sudah menjadi tradisi yang tidak
baik di Indonesia
Tes Kejujuran
Tes kejujuran ini bertujuan mengukur tingkat ketulusan hati anda dalam berkata dan berbuat
yang benar sesuai norma agama. Karakter jujur ini sangatlah penting anda pertahankan dalam
diri anda, agar anda selamat di dunia dan di akherat kelak. Jika anda mulai melakukan
kecurangan-kecurangan kecil, seperti misalnya mencurangi waktu kerja, mencurangi
penggunaan fasilitas kantor, dsb, maka anda akan terdorong melakukan kecurangankecurangan yang lebih besar. Seperti melakukan korupsi, menyuap, minta suap, merekayasa
kasus, menjual aset negara, mark-up nilai proyek, berkomplot utk kejahatan, dll. Ingatlah selalu
janji Allah SWT ini: "Orang yang menyuap dan menerima suap masuk NERAKA!"
Contoh Soal Tes Kejujuran
Sebagian rekan kerja pulang 1 jam lebih awal dari jadwal yang
seharusnya, bagaimana dengan anda ?
A. Karena banyak yang melakukannya, mungkin hal itu tidaklah
menjadi masalah yang berarti
B. Banyak yang melakukannya sehingga sayapun juga
melakukannya
C. Demi toleransi, saya ikut melakukannya
D. Saya tidak melakukannya agar dinilai sebagai staf yang rajin
oleh atasan
E. Saya tetap mengikuti aturan yang berlaku sehingga tetap
pulang sesuai jadwal
Tes Tanggungjawab
Tes tanggung jawab bertujuan mengukur tingkat kedewasaan seseorang dalam
mempertanggungjawabkan atau menanggung resiko dari apa yang telah dilakukannya, atau
dilakukan oleh anggota tim yang berada dibawah wewenangnya. Karakter tanggungjawab ini

sangat penting dimiliki oleh setiap karyawan oleh karena setiap tindakan seorang karyawan
akan memiliki efek dan dampak yang luas bagi karyawan lainnya maupun bagi perusahaan /
instansi tempatnya bekerja.

Contoh soal TSK Aspek Tanggung Jawab


Ketika muncul suatu masalah dalam pekerjaan yang
kebetulan ada kaitannya dengan halhal yang menjadi
kewajiban saya, maka saya
A. Mencari kambing hitam penyebab masalah
B. Akan tetap bertanggungjawab dan mencari solusinya
C. Membiarkan masalah terus berlangsung
D. Melihat dulu adakah pihak lain yang turut bersalah
dalam hal ini
E. Seharusnya ada orang lain yang membantu
menyelesaikan hal ini
Tes Kemampuan Adaptasi
Tes Kemampuan Beradaptasi bertujuan mengukur tingkat kedewasan anda dalam
menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Suasana baru. Rekan kerja baru. Peraturan
baru. Keadaan baru. Dan hal lainnya yang berbeda dari yang biasa anda alami. Kemampuan
beradaptasi seseorang ini sangat beragam. Pada sebagian orang, mereka justeru menyukai
perubahan. Sementara sebagian yang lain sangat takut terhadap perubahan. Jika anda ingin
menjadi pribadi yang selalu maju kedepan, maka andapun harus merubah diri anda menjadi
senantiasa lebih baik, serta menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan di sekitar
lingkungan anda untuk mengoptimalkan prestasi.

Contoh soal TSK Aspek Kemampuan Beradaptasi


Di lingkungan kerja yang baru...
A. Saya perlu waktu untuk mengenal rekan-rekan kerja yang
baru
B. Saya menunggu rekan kerja yang ingin berkenalan
C. Saya langsung mampu akrab dengan rekan kerja baru saya
D. Jika saya membutuhkan bantuan baru saya akan
berkenalan
E. Jika ada yang ingin berkenalan tentunya saya senang sekali
Tes Pengendalian Diri
Tes Pengendalian Diri bertujuan mengukur tingkat kedewasaan seseorang dalam mengontrol
emosinya ketika menghadapi situasi tertentu yang tidak disukainya. Aspek pengendalian diri ini
merupakan salah satu inti kedewasaan seseorang. Setiap orang pasti bertambah tua. Namun
tidak setiap orang mampu bertambah dewasa.

Contoh soal TSK Aspek Pengendalian Diri


Bila ada rekan kerja yang salah memanggil nama saya, maka
saya...
A. Saya tersinggung, karena nama adalah kehormatan
seseorang
B. Saya tidak tersinggung
C. Saya mengingatkan kekeliruannya dengan baik-baik
D. Saya mengingatkannya dengan tegas agar dia jera
E. Hal itu tak menjadi masalah bagi saya
Tes Semangat Berprestasi
Tes semangat berprestasi bertujuan mengukur tingkat motivasi dan kekuatan tekad seseorang
untuk melakukan tugasnya dengan baik dan meraih capaian-capaian tertentu yang signifikan
dan penting. Tidak setiap karyawan maupun pegawai negeri memiliki karakter ini. Sebagian dari
mereka hanya bekerja sesuai standar atau malah dibawah standar. Karyawan yang memiliki
karakter ini biasanya akan meraih kesuksesan karir yang gemilang.

Contoh soal TSK Aspek Semangat Berprestasi


Atasan anda menetapkan target tugas harus selesai pada
deadline tanggal 27 bulan ini, maka...
A. Saya akan selesaikan tepat pada tanggal 27
B. Kalau tugas lain menumpuk, saya akan minta ijin untuk
menyeleaikan barang satu atau dua hari sesudah
deadline
C. Saya mencoba menyelesaikan tanggal 26 jika
memungkinkan
D. Saya meminta tolong rekan lain agar tidak terlambat
deadline
E. Saya menegosiasikan deadline yang ditetapkan atasan
tersebut dengan baik-baik agar tidak terlalu memberatkan
Tes Inisiatif
Tes Inisiatif bertujuan mengukur tingkat kedewasaan dalam mencetuskan suatu ide tertentu
yang berguna bagi organisasinya (baik instansi pemerintah, perusahaan, maupun instansi
lainnya). Inisiatif ini erat kaitannya dengan kreatifitas kerja namun keduanya memiliki
perbedaan. Inisiatif adalah idenya. Sedangkan kreatifitas adalah pelaksanaan atau penerapan
ide tersebut.

Contoh soal Tes Inisiatif

Ketika muncul suatu masalah dalam pekerjaan yang


kebetulan ada kaitannya dengan halhal yang menjadi
kewajiban saya, maka saya
A. Mencari kambing hitam penyebab masalah
B. Akan tetap bertanggungjawab dan mencari solusinya
C. Membiarkan masalah terus berlangsung
D. Melihat dulu adakah pihak lain yang turut bersalah dalam
hal ini
E. Seharusnya ada orang lain yang membantu
menyelesaikan hal ini
Tes Kreatifitas Kerja
Tes kreatifitas kerja bertujuan mengukur seberapa tinggi anda memiliki daya cipta untuk
membuat sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru tersebut dapat berupa benda fisik, cara,
sistem, ataupun hal lainnya. Sesuatu yang baru tersebut haruslah memiliki kelebihan tertentu
dari yang lama. Apakah lebih baik sistemnya, lebih cepat pencapaiannya, lebih hemat sumber
daya, ataupun kelebihan lain yang signifikan.

Contoh soal tes kreatifitas


Saya mengajukan suatu usulan kepada atasan saya, namun
usulan tersebut menurut atasan saya kurang tepat. Sikap
saya adalah
A. Merasa sangat kecewa
B. Mencari alternatif usulan lain yang lebih tepat
C. Kecewa, namun berusaha melupakan hal tersebut
D. Saya bersikeras mencari upaya pembenaran terhadap
usulan tersebut agar dia mau menerimanya
E. Ditolak bukanlah sesuatu yang baru bagi saya
Tes Ketekunan
Tes Ketekunan bertujuan mengukur tingkat kontinuitas atau kesinambungan dari performa kerja
anda. Seorang yang tekun mampu mengerjakan tugas-tugas rutinnya dengan baik, tanpa bosan
dan dengan kualitas pekerjaan yang tetap terjaga. Namun, seorang yang tidak tekun, sering
merasa mudah bosan, sering berganti-ganti tugas atau posisi, dan hasil dari pekerjaannya tidak
terjaga dengan baik. Memiliki karakter tekun ini sangatlah penting bagi anda, karena tugas rutin
anda harus dikerjakan dengan baik untuk mendukung tercapainya tujuan dari instansi atau
perusahaan anda.

Contoh soal TSK Aspek Ketekunan


Setelah menyelesaikan pekerjaan tertentu, saya
A. Melakukan pekerjaan selanjutnya
B. Istirahat dulu

C. Mengakses situs jejaring sosial semacam facebook untuk


mengetahui kabar terbaru dari kerabat dan kawan saya
D. Membaca koran
E. Meneliti pekerjaan tersebut apakah masih ada kekeliruan,
lalu melakukan aktifitas lain
Tes Penghargaan Kepada Orang Lain
Tes Menghargai Orang Lain ini bertujuan mengukur tingkat kedewasaan anda dalam
menghargai orang lain baik itu pendapatnya, eksistensinya maupun kapasitasnya sebagai
entitas yang ada diluar diri anda. Menghargai orang lain sangatlah penting dalam karir dan
kehidupan. Sebab pada dasarnya setiap orang ingin dihormati dan dihargai sebagaimana
mestinya, siapapun dia, apapun tugasnya, dan bagaimanapun pendapatnya dalam memandang
sesuatu.

Contoh soal Tes Menghargai Orang Lain


Jika dalam suatu rapat, rekan kantor memiliki pendapat yang
berbeda, padahal andalah yang menjadi pemimpin rapat,
maka :
A. Saya teguh mempertahankan pendapat saya
B. Beda pendapat bukanlah masalah serius
C. Saya pertimbangkan pendapat tersebut
D. Saya lihat dulu siapa dia
E. Menanyakannya mengapa dia berani berbeda pendapat
dengan pemimpin rapat
Tes Disiplin & Ketegasan
Tes Ketegasan ini bertujuan mengukur seberapa kuatkah pendirian anda dalam membuat
keputusan-keputusan yang sangat sulit dan dilematis. Seorang yang tegas tak akan ragu-ragu
membuat keputusan yang benar meskipun hal itu menimbulkan efek-efek tertentu bagi orang
disekitarnya. Namun orang yang kurang tegas, cenderung ragu-ragu dalam mengambil
keputusan yang benar terhadap suatu perkara yang sulit hanya karena takut akan sesuatu atau
seseorang. Karakter ketegasan ini sangat penting dimiliki oleh karyawan atau pegawai negeri,
terutama untuk yang menduduki posisi pengambil keputusan.

Contoh soal Tes Ketegasan


Saya ditugaskan untuk memimpin tim kerja dengan batas
waktu yang sangat ketat. Anggota tim kerja memperlihatkan
sikap tidak peduli dengan tugas yang diemban. Sikap saya
adalah :
A. Bekerja sendiri asalkan tugas selesai
B. Mengancam anggota yang tidak serius tersebut akan
dikeluarkan dari tim

C. Melaporkan pada atasan saya agar diberi sanksi


D. Membagi tugas secara adil dan memotivasi serta menegur
anggota untuk menyelesaikannya
E. Menasehatinya agar sadar akan penyelesaian tugas yang
diemban
Tes Kepercayaan Diri
Tes kepercayaan diri bertujuan mengukur tingkat self confidence (rasa percaya terhadap diri
sendiri) anda pada saat mengambil keputusan maupun pada saat menghadapi berbagai hal
penting lainnya. Setiap hari, kita dihadapkan pada berbagai pilihan-pilihan. Dan setiap hari kita
membuat keputusan, baik keputusan kecil maupun keputusan besar. Rasa percaya diri yang
proporsional (tidak berlebihan) akan membantu kita dalam memilih satu pilihan terbaik setelah
melalui pertimbangan matang, diantara berbagai pilihan yang ada.

Contoh soal Tes Kepercayaan Diri


Saya telah mempersiapkan diri dengan baik sebelum
melakukan presentasi di kantor besok pagi.
A. Saya yakin besok presentasi saya berjalan dengan baik
B. Meski begitu saya cemas jikalau ternyata besok
presentasi saya kurang lancar
C. Tak mungkin presentasi saya tidak lancar
D. Saya pasrah bila ada kendala yang membuat presentasi
saya nanti menjadi tidak lancar
E. Mungkinkah ada orang yang iri terhadap saya, lalu
melakukan sabotase peralatan presentasi saya ?
Tes Toleransi
Tes Toleransi adalah tes yang bertujuan mengukur tingkat kedewasaan anda dalam bertoleransi
(menerima dan membantu) orang lain yang sedang mengalami kesulitan tertentu sehingga
meskipun hal tersebut membuat anda kehilangan sumber daya tertentu (materi, waktu,
perhatian, dll ), anda tetap melakukannya dengan tulus hati. Dalam dunia pekerjaan, sikap
toleransi juga diperlukan untuk saling membantu sesama rekan kerja dan sekaligus menjaga
kekompakan tim, baik didalam maupun diluar kantor.

Contoh soal Tes Toleransi


Hari ini ayah dari rekan kerja anda sakit keras dan rekan
anda tersebut tak punya biaya untuk membawanya ke
Rumah Sakit.
A. Saya menasehatinya untuk lain kali mencari fasilitas
Jamkesmas
B. Saya menganjurkannya untuk mengikuti asuransi
kesehatan

C. Saya memberinya bantuan semampu saya


D. Saya mengoordinir rekan-rekan lain untuk turut
membantu
E. Saya melaporkan kepada atasan tentang hal ini
Tes Peduli Lingkungan
Tes Peduli Lingkungan bertujuan mengukur tingkat kematangan sikap atau kedewasaan anda
dalam mengambil tindakan yang diperlukan ketika mendapati lingkungan anda memerlukan
sesuatu. Kematangan sikap untuk peduli lingkungan ini sangat membantu tugas seorang
pegawai negeri ataupun karyawan swasta yang menduduki posisi sebagai seorang pengambil
keputusan (decision maker).

Contoh soal Tes Peduli Lingkungan


Di kantor anda ada beberapa peralatan yang tidak berfungsi
(rusak), namun hanya anda yang mengetahuinya. Apa
tindakan anda ?
A. Saya akan diam saja, karena jika saya melaporkan hal ini
ke bagian perlengkapan, maka akan dikira saya yang
telah merusaknya
B. Saya beritahu rekan kerja terdekat saya
C. Saya menginvestigasi siapa yang telah merusaknya
D. Saya laporkan kepada bagian perlengkapan agar diambil
tindakan seperlunya
E. Tugas saya masih banyak, jadi tak ada waktu mengurusi
hal tersebut
Tes Efisiensi Kerja
Tes Efisiensi Kerja bertujuan mengukur seberapa baikkah anda dalam menuntaskan suatu
pekerjaan secara benar, namun dengan waktu yang lebih cepat, dan pemakaian sumber daya
yang lebih hemat. Dalam dunia kerja, baik untuk pegawai negeri maupun pegawai swasta,
efisiensi adalah karakter penting yang harus dimiliki oleh setiap pekerja, karena tujuan
organisasi dapat dicapai dengan lebih cepat dan lebih hemat.

Contoh soal Tes Efisiensi Kerja


Setiap hari, saya masuk kantor paling cepat dibandingkan
pegawai lainnya. Yang saya lakukan setelah tiba di kantor
adalah
A. Membaca koran dulu
B. Santai diluar kantor menikmati udara pagi
C. Mengobrol dengan rekan sejawat
D. Membuat rencana kerja
E. Menyelesaikan pekerjaan yang tertunda kemarin