Anda di halaman 1dari 15

A.

Pengertian Belerang
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang S dan nomor atom 16. Belerang merupakan unsur non-logam yang tidak
berasa. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning.
Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineralmineral sulfida dan sulfat. Belerang adalah unsur penting untuk kehidupan dan
ditemukan dalam 2 asam amino.
Belerang adalah unsur kimia bukan logam yang muncul dalam

berbagai bentuk dan senyawa. Hal ini digunakan secara luas di


banyak industri, seperti ion, seperti sulfida dan sulfat. Selain
memiliki aplikasi industri, belerang juga merupakan bagian penting
dari semua organisme hidup, dan juga digunakan sebagai sumber
makanan oleh beberapa bakteri, seperti yang ditemukan di sekitar
ventilasi hidrotermal.
Ada beberapa sengketa ejaan belerang. Di Amerika Serikat, dan banyak
negara lain, kata itu adalah sulfur. Di negara-negara yang menggunakan bahasa
Inggris British, nama ini lebih sering dieja sebagai sulphur.
Meskipun kedua ejaan diakui sebagai yang benar, sulfur sebenarnya lebih
secara etimologis yang benar, yang mencerminkan akar kata Latin. Dalam upaya
untuk membakukan ejaan, sebagian besar ahli kimia mencoba untuk
menggunakan f.
Dalam bentuk murni, belerang memiliki sejumlah alotrop. Unsur alotropik
adalah unsur yang dapat memiliki sejumlah struktur murni; karbon adalah unsur
alotropik terkenal, muncul dalam bentuk berlian dan batu bara.
Sebagian besar alotrop belerang adalah kristal dalam struktur, meskipun salah
satu lainnya terbuat dari plastik secara alami. Yang paling terkenal muncul, dalam
bentuk kristal berbau kuning yang juga agak rapuh. Banyak orang yang terkejut
mengetahui bahwa belerang tidak berbau; aroma telur busuk yang terkait dengan
unsur ini sebenarnya hidrogen sulfida, senyawa belerang yang berbahaya.

Profil Belerang

Unsur yang sangat reaktif digunakan dalam sejumlah aplikasi termasuk


pembuatan obat mesiu, insektisida, dan resep. Hal ini juga bagian dari proses
vulkanisasi karet, dan itu adalah dasar untuk senyawa yang digunakan seperti
asam sulfat. Di alam, belerang dapat ditemukan dalam senyawa seperti galena dan
cinnabar, dan juga mungkin muncul dalam deposit murni, terutama di sekitar
gunung berapi dan mata air mineral.
B. Sifat Fisik dan Sifat Kimia Belerang
a. Sifat Fisik Belerang
Nama, Lambang, Nomor atom

sulfur, S, 16

Deret kimia

non-metals

Golongan, Periode, Blok

16, 3, p

Penampilan

Kuning lemon

Massa atom

32.065(5) g/mol

Konfigurasi elektron

[Ne] 3s2 3p4

Jumlah elektron tiap kulit

2, 8, 6
Ciri-ciri fisika

Fase

solid

Massa jenis (sekitar suhu kamar)

(alpha) 2.07 g/cm

Massa jenis (sekitar suhu kamar)

(beta) 1.96 g/cm

Massa jenis (sekitar suhu kamar)

(gamma) 1.92 g/cm

Massa jenis cair pada titik lebur

1.819 g/cm

Titik lebur

388.36K
(115.21 C, 239.38
F)

Profil Belerang

Titik didih

717.8K
(444.6 C, 832.3 F)

Titik kritis

1314 K, 20.7 MPa

Kalor peleburan

(mono) 1.727 kJ/mol

Kalor penguapan

(mono) 45 kJ/mol

Kapasitas kalor

(25

C)

22.75

J/

(molK)
Ciri-ciri atom
Struktur kristal

Orthorhombic

Bilangan oksidasi

1,

2,

4,

(strongly acidicoxide)
Elektronegativitas

2.58 (skala Pauling)

Energi ionisasi

ke-1: 999.6 kJ/mol

(detail)

ke-2: 2252 kJ/mol


ke-3: 3357 kJ/mol

Jari-jari atom

100 pm

Jari-jari atom (terhitung)

88 pm

Jari-jari kovalen

102 pm

Jari-jari Van der Waals

180 pm

Resistivitas listrik

(20 C) (amorphous)
21015 m

Konduktivitas termal

(300 K) (amorphous)
0.205 W/(mK)

Profil Belerang

Modulus ruah

7.7 GPa

Skala kekerasan Mohs

2.0

Nomor CAS

7704-34-9

b. Sifat Kimia Belerang


Belerang merupakan unsur khalkogen. Keelektronegativannya lebih
rendah dari keelektronegativan oksigen, senyawa ini menunjukkan derajat ion
yang lebih rendah dan kenaikan derajat kekovalenan ikatan dan akibatnya
derajat ikatan hydrogennya menjadi lebih kecil. Unsur belerang mempunyai
banyak alotrop seperti S2, S3, S6, S7, S8, S9, S10, S11, S12, S18, dan S
yang menecerminkan kemampuan katenasi atom belerang. Elektronegativitas
atom belerang = 2.58 (skala pauling) dan jari-jari atomnya = 100 pm.
C. Proses Pembuatan Belerang
Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan
garam yang melengkung sepanjang Lembah

Gulf di Amerika Serikat.

Menggunakan proses Frasch, air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata
air untuk mencairkan belerang, yang kemudian terbawa ke permukaan. Belerang
juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus
dihilangkan dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang
akhinya membuang belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan
untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang
diambil dari ladang gas Alberta.
Proses Ekstraksi

Proses untuk mengekstraksi belerang dijelaskan sebagai berikut.


1) Proses Frasch.
Cadangan bawah tanah belerang biasanya terdapat pada kedalaman

antara 150-750 m dan tebalnya kira-kira 30 m. Pipa berdiameter 20 cm


dimasukkan hingga ke dasar endapan belerang. Pipa lain yang lebih kecil,

Profil Belerang

berdiameter 10 cm dan lebih pendek dimasukkan dalam pipa pertama.


Pipa terakhir, bediameter 2,5 cm dimasukkan ke dalam pipa kedua. Pipa
terakhir mempunyai panjang setengah dari pipa pertama (lihat gambar di
bawah ini).Mula-mula air bersuhu 165oC dialirkan ke bawah melalui pipa
pertama. Air panas ini akan melelehkan belerang di sekitarnya dan
mendorong cairan belerang naik melalui pipa. Air bertekanan tinggi
dipompa melalui pipa yang paling kecil, menghasilkan buih bermassa
jenis kecil yang akan naik ke permukaan tanah melewati pipa berukuran
sedang. Buih ini mengandung belerang, udara, dan air. Di permukaan
tanah, campuran ini didinginkan dan menghasilkan kristal belerang
berwarna kuning dari cairannya yang berwarna ungu. Kristal belerang
dihancurkan dengan dinamit menjadi pecahan yang berukuran lebih kecil
sehingga mudah diangkut ke tempat lain.
2. Proses Claus.
Pada proses Claus, mula-mula gas alam dialirkan dalam etanol amin,
HOCH2CH2NH2 dan

terjadi

reaksi:

HOCH2CH2NH2(l) +

H2S(g) HOCH2CH2NH3+ + HS- Setelah dipisahkan, campuran kemudian


dipanaskan sehingga H2S dilepaskan sebagai gas. Gas ini kemudian
dicampur dengan gas oksigen untuk membakar sepertiga H2S menjadi gas
SO2 dan air. Gas SO2 bereaksi dengan H2S sisa membentuk belerang dan
air. 2H2S + 3O2 2SO2 + 2H2O4H2S + 2SO2 6S + 4H2O
3. Pemanasan Pirit.
Pirit dipanaskan tanpa udara akan menyebabkan dekomposisi
S22- menjadi belerang dan FeS. FeS2 FeS + S
D. Senyawa Belerang
1. Asam sulfat
Senyawa belerang yang penting adalah asam sulfat. Asam sulfat
banyak digunakan dalam industri pupuk, detergen, bahan peledak, obatobatan, zat pewarna, plastik, pembersih minyak bumi, pembersih logam dari

Profil Belerang

karat, dan menetralkan basa. Ada dua macam proses untuk membuat asam
sulfat, yaitu proses kamar timbale dan proses kontak.
a. Pembuatan
1) Pembuatan Asam Sulfat (Proses Kontak)
Pembuatan asam sulfat menurut proses kontak industri lainnya
yang berdasarkan reaksi kesetimbangan yaitu pembuatan asam sulfat
yang dikenal dengan proses kontak. Reaksi yang terjadi dapat
a.
b.

diringkas sebagai berikut:


Belerang dibakar dengan udara membentuk belerang dioksida
Belerang dioksida dioksidasi lebih lanjut menjadi belerang

c.

trioksida.
Belerang trioksida dilarutkan dalam asam sulfat pekat membentuk

d.

asam pirosulfat.
Asam pirosulfat direaksikan dengan air membentuk asam sulfat
pekat.
2) Pembuatan H2SO4 dengan proses kamar timbal
Proses kamar timbale sudah digunakan lebih kurang 200 tahun
yang lalu. Proses tersebut menggunakan ruang reactor yang dinding
nya dilapisi timbale (Pb), oleh sebab itu dinamakanproses kamar
timbale. Dalam ruang itu, dihasilkan H2SO4. Lapisan Pb akan bereaksi
dengan H2SO4membentuk endapan atau lapisan tipis PbSO 4 yang
menahan reaksi lebih lanjut dengan H2SO4.
Bahan dasar pembuatan H2SO4tersebut adalah belerang yang
dibakar, membentuk gas SO2. Gas SO2 yang bertemperatur tinggi
kemudian direaksikan dengan uap nitrogen dioksida yang berfungsi
sebagai katalisator dan selanjutnya digunakan untuk membuat gas
SO3. Selanjutnya gas SO3 dimasukkan atau dipompakan kedalam

kamar timbale dan direaksikan dengan air, membentuk H2SO4.


b. Sifat
Asam sulfat bukanlah oksidator yang sangat kuat, namun merupakan
dehydrator yang sangat kuat bagi karbohidrat dan zat organik lainnya,
sering kali memecahkan senyawa karbohidrat menjadi unsur karbon.

Profil Belerang

Sifat korosif asam sulfat dapat merusak benda-benda dari logam,


karena logam akan teroksidasi baik dengan asam sulfat encer maupun
pekat. Asam sulfat pekat dapat menarik molekul air dari senyawa-senyawa
lain dalam proses dehidrasi.
Biasanya asam sulfat dipikirkan hanya sebagai asam saja, namun
sesungguhnya asam sulfat dapat bereaksi menurut lima cara yang berbeda,
yaitu sebagai suatu asam, pengering terhadap air, pengoksidasi, agen
sulfonasi dan sebagai suatu basa.

a.

2. Hidrogen sulfida
Kejadian dan pembuatan
Hidrogen sulfida terdapat dalam kuantitas yang besar dalam gas alam.
Dalam labolatorium, hydrogen sulfida biasa disediakan dengan cara

b.

mereaksikan besi (II) sulfida dengan asam klorida encer .


Sifat-sifat hidrogen sulfide
Sifat fisika
Hidrogen sulfida merupakan gas yang tidak berwarna, baunya
tajam. Bila konsentrasi di udara hingga 10 ppm menyebabkan
kematian.
Sifat kimia
a) Sebagai asam
Merupakan asam lemah. Bila terdpat ion-ion hidroksil
akan terbentuk hidrogen sulfida dan sulfida.
b) Sebagai pereduksi
Hidrogen sulfida terbakar di udara dan menghasilkan
belerang, namun belerang akan terbakar dan terbentuk belerang
dioksida.
3. Sulfida
Sulfida logam kurang bersifat ion daripada oksidanya. Hidrolisis
sulfida bersifat parsial pada kedaan dingin, namun pada pendidihan menjadi
sempurna

karena

gas

hydrogen

sulfida

yang

terbentuk

cepat

menguap. Sebagian besar sulfida-sulfida logam bersifat kovalen, dan tidak


larut dalam air .

Profil Belerang

4. Belerang oksida
a. Belerang dioksida
Pembuatan
Belerang dioksida ketika ada belerang yang terbentuk diudara.
Dalam labolatorium, dihasilkan melalui reaksi suatu sulfit dengan
asam sulfat encer, atau hydrogen sulfit dengan asam kuat encer .
Sifat fisika
Merupakan gas yang tidak berwarna, baunya menusuk . Titik
didihnya -10 OC dan mencair pada suhu 2 OC dengan tekanan 3 atm.
Sifat kimia
Bila dilarutkan dalam air, sebagian kecil dari yang larut
bereaksi membentuk asam sulfit. Belerang dioksida yang berada
diudara merupakan sumber hujan asam.
b. Belerang trioksida
Pembuatan
Dibuat dengan melewatkan campuran belerang dioksida dan
oksigen melalui katalisator platina apad suhu + 400 OC, kemudian
dikondensasikan sebagai padatan putih.
Sifat fisika
Belerang trioksida bberapa berbentuk polimetrik .
Sifat kimia
Merupakan oksida asam yang kuat. Berubah menjadi asap
ketika udara lembab, dan bereaksi secara keras dengan air membentuk
asam sulfat.
E. Manfaat Belerang
Belerang murni yang ditemukan dari sumber alam biasanya tidak memiliki
rasa, tidak menimbulkan bau, memiliki bentuk yang padat, warna kekuningan dan
tidak memiliki sifat larut dalam air. Belerang juga tidak bisa menjadi penghantar
listrik dan tidak bisa bereaksi dengan logam emas. Sumber belerang yang masih
berada dalam alam biasanya akan membentuk senyawa lain dengan mineral
bukan logam.
Berikut ini adalah beberapa karakteristik belerang dari alam :

Profil Belerang

Belerang akan menimbulkan warna biru jika terbakar karena akan membentuk

sulfat dioksida dan menimbulkan bau yang sangat menyengat


Belerang yang masih dalam bentuk bongkahan tidak akan bisa larut dalam air
Belerang bisa menjadi polimer khusus jika dipanaskan diatasr suhu 200

derajat celcius
Belerang murni dapat ditemukan di bagian kerak bumi, lapisan pertambangan
maupun dalam laut

Sumber air panas yang mengandung belerang sering dipercaya menjadi


tempat untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti penyakit kulit dan
juga terapi kecantikan. Sebenarnya ada banyak manfaat belerang dalam
kehidupan kita sehari-hari yang tidak pernah kita sadari, beberapa diantaranya
adalah sebagai berikut :
1. Komponen Produksi Pupuk
Belerang yang ditemukan secara langsung dari sumber alam memang
tidak dapat digunakan secara langsung. Belerang harus dirubah dalam
bentuk asam sulfat dengan metode proses pembakaran khusus. Setelah itu
asam sulfat bisa menjadi campuran pembuatan beberapa jenis pupuk
pertanian seperti ammonium sulfat dan fosfat. Hal ini seperti manfaat
batubara sebagai barang tambang yang digunakan dalam industri pupuk.
2. Campuran Bahan Pewarna
Belerang memiliki warna asli kuning cerah dan bau yang sangat
menyengat. Belerang ini bisa diolah menjadi asam asam sulfat yang bisa
menjadi komponen bubuk utama dalam zat pewarna. Beberapa jenis
pewarna yang memakai asam sulfat adalah pewarna untuk produk tekstil,
pewarna kimia untuk plastik dan semua benda kimia lain yang dipakai
untuk industri seperti serat dan kertas.

Profil Belerang

3. Belerang untuk Produksi Asam Sulfat


Produksi asam sulfat biasanya mempergunakan manfaat oksigen,
untuk proses pemberian lapisan pada tambang belerang. Hal ini akan
membuat belerang bisa diolah menjadi bahan khusus yang bisa
dimanfaatkan untuk komponen bahan kimia pada beberapa industri seperti
tekstil, produk kimia dan bahan peledak.
4. Bahan Pembuatan Korek Api
Bubuk belerang yang mengandung asam sulfat ternyata menjadi bahan
pokok dalam pembuatan korek api. Proses ini akan membuat lapisan
bubuk belerang memiliki warna yang lebih gelap dan mengkilap serta bisa
memicu

panas

tinggi

yang

menyebabkan

munculnya

api.

Kemudian, manfaat hutan yang menghasilkan kayu pinus, digunakan


sebagai batang korek apinya.
5. Produksi Kembang Api
Kembang api pada dasarnya dibuat dengan struktur bahan seperti
bahan peledak atau mesiu. Belerang menjadi komponen utama yang telah
dirubah menjadi bubuk peledak. Prinsip produksi bahan ini sama seperti
pembuatan korek api dan telah dimodifikasi menjadi beberapa bentuk agar
menimbulkan bunyi dan nyala percikan api yang cepat padam. Sifat dari
bahan bubuk belerang ini sangat mudah terbakar dan meledak.
6. Pembuatan Natrium Tiosulfat
Manfaat belerang juga menjadi bahan utama dalam pembuatan
natrium tiosulfat. Produksi bahan ini digunakan untuk beberapa industri
seperti industri pupuk pertanian, bahan kimia dan produk tekstil. Belerang

Profil Belerang

yang masih murni akan diolah dengan proses penambahan beberapa


senyawa natrium sehingga menghasilkan turunan berupa natrium tiosulfat.
7. Belerang dalam Proses Industri Karet
Proses pengolahan karet murni membutuhkan belerang untuk
membentuk karet agar mudah dibentuk. Pembakaran yang dihasilkan dari
belerang mampu membuat panas yang cukup tinggi sehingga karet hitam
yang diproduksi bisa menjadi lebih elastis dan mudah dibentuk. Proses ini
bahkan sudah dilakukan dengan bahan belerang murni tanpa pengolahan.
8. Bahan Utama Disinfektan
Produk disinfektan untuk tanaman pertanian memang sangat
bermanfaat untuk para petani. Produk ini bisa mencegah timbulnya hama
penyakit dan mencegah kerusakan pada pertanian. Bahkan produk
disenfektan juga bisa menyuburkan tanaman. Manfaat belerang digunakan
sebagai bahan utama dalam pembuatan produk disinfektan, yang telah
diolah dengan penambahan senyawa natrium dan asam sehingga bisa
menjadi pupuk cair.
9. Bahan Pembersih Air
Manfaat air bersih, sangat penting bagi kehidupan, dan belerang juga
bisa merubah karakteristik air. Air yang keruh dan mengandung berbagai
jenis bibit kuman juga bisa dinetralkan dengan belerang. Namun belerang
yang digunakan dalam sistem pengolahan air, yang sudah dibentuk
menjadi sulfat. Produk ini memiliki warna yang putih mirip seperti bentuk
kristal.

Profil Belerang

Beberapa perusahaan pengolahan air sering memakai produk ini untuk


melarutkan kotoran dan mengendapkan lapisan kotoran pada bagian
bawah permukaan air sehingga didapatkan air murni yang lebih bersih.
10. Campuran Bahan Kosmetik
Selama

ini,

banyak

yang

mengetahui

ekstrak manfaat

buah-

buahan atau sayuran yang digunakan dalam bahan kosmetik. Namun


produk yang mengandung belerang sering dipakai sebagai bahan kosmetik
atau produk perawatan kecantikan. Belerang mengandung senyawa yang
dapat membunuh kuman penyebab jerawat, virus penyebab kudis dan
penyakit kulit lain.
Bahkan belerang juga mengandung zat keratolitik sehingga bisa
membunuh bakteri atau jamur penyebab panu, kudis dan kurap.
11. Pengobatan Penyakit
Manfaat belerang ternyata juga terbukti untuk mengobati beberapa
jenis penyakit seperti luka luar, luka terbakar, ambeien, dan penyakit
tulang. Pemakaian belerang untuk mengobati beberapa jenis penyakit ini
sebaiknya dilakukan dengan prosedur khusus. karena belerang tidak boleh
dipakai sebagai obat dalam atau obat yang masuk ke saluran pencernaan.
12. Campran Bahan Pembuatan Aspal
Belerang menjadi salah satu komponen dalam produksi aspal. Aspal
yang didapatkan secara langsung dari sumber alam belum bisa dipakai dan
harus melewati tahap pengolahan. Belerang memiliki sifat yang bisa
membuat lapisan aspal menjadi lebih elastis, bersifat mengikat dan

Profil Belerang

meningkatkan kualitas aspal agar lebih tahan lama dalam aplikasinya


dalam pembuatan jalan raya.
13. Diguanakan dalam Produksi Baja
Salah satu produksi baja adalah dalam bentuk biji baja dan diolah
menjadi berbagai macam komponen yang lebih kecil. Proses pengolahan
baja membutuhkan panas khusus yang sangat tinggi dan bahkan mencapai
sekitar 1500 derajat celsius. Dalam hal ini belerang memiliki peran untuk
memberikan panas maksimal dengan beberapa sumber panas lain seperti
manfaat timah atau minyak bumi.
Campuran bubuk belerang juga, dibuat untuk membuat baja agar
mudah dibentuk menjadi komponen yang lebih kecil.
14. Campuran Pembuatan Beton
Produksi bahan beton pada awalnya hanya memakai bahan batu,
semen, pasir dan beberapa senyawa pengikat lapisan material. Saat
ini, pengembangan belerang juga digunakan untuk campuran pembuatan
beton. Manfaat belerang yang sudah dibentuk dalam sulfat akan
dimasukkan dalam pengolahan beton saat memasuki proses panas khusus.
Lapisan beton yang mengandung belerang terbukti sangat aman untuk
lingkungan, tahan terhadap berbagai jenis cuaca, memiliki tingkat
kekerasan yang lebih tinggi dan tahan lama.
15. Komponen Produk Rumah Tangga
Belerang juga menjadi komponen bahan pengikat yang sangat penting
pada beberapa produk rumah tangga. Manfaat belerang yang sudah
dirubah menjadi senyawa sulfat berperan dalam pembentukan warna
untuk cat dinding dan cat kayu. Selain itu, produk sulfat juga digunakan
dalam industri produksi sabun cuci.
16. Makanan untuk Tanaman

Profil Belerang

Belerang yang berasal dari dalam tanah ternyata juga diserap oleh
tanaman sebagai bahan makanan khusus. beberapa jenis tanaman sayuran,
buah dan ganggang juga membutuhkan zat belerang untuk membuat
produksi asam amino essensial. Asam amino esensial membantu
tumbuhan buah dan sayur agar bisa menciptakan zat protein dalam daun,
batang dan buah.
Sementara manusia membutuhkan tanaman ini sebagai sumber
makanan dan asupan nutrisi manfaat sayur-sayuran yang sehat. Jadi
belerang juga penting untuk memenuhi gizi manusia.
17. Manfaat Belerang Bagi Ekonomi Sosial
Belerang menjadi salah satu unsur alam yang tersedia melimpah dari
alam. Proses pengolahan belerang dari sumber alam hingga menjadi
berbagai macam komponen melibatkan banyak industri. Dalam hal ini
belerang juga memberikan pengaruh besar dalam menyediakan lapangan
pekerjaan,

meningkatkan

status

ekonomi

sebuah

negara

dan

menyejahterakan seluruh manusia.


Belerang memiliki peran yang sangat penting untuk membantu
menyediakan kebutuhan bagi manusia dan seluruh mahluk hidup.
Menjaga kelestarian lingkungan adalah salah satu wujud nyata, untuk
menjaga sumber daya alam termasuk sumber belerang. Belerang akan
memberikan manfaat yang sangat besar untuk kehidupan manusia dan
bahkan tidak pernah kita sadari secara langsung.
F. Penyebaran Belerang
Menurut Sumarti (2010), sampai saat ini baru diketahui 6 provinsi di
Indonesia yang menyimpan tambang belerang, yaitu :
1. Jawa barat : Gunung Tangkuban Perahu, Danau Putri, Galunggung, Ceremai,
2.
3.
4.
5.

Telaga bodas
Jawa tengah : Gunung Dieng
Jawa timur : Gunung Arjuno, Gunung Welirang, Gunung Ijen.
Sumatera utara : Gunung Namora
Sulawesi utara : Gunung Mahawu, Soputan, dan Gunung Sorek Merapi

Profil Belerang

6. Maluku : Pulau Damar


Dari total jumlah sulfur yang diproduksi tersebut, sekitar 70-85% digunakan
untuk pembuatan asam sulfat. Sedangkan asam sulfat banyak digunakan untuk
industri pupuk (37%), industri bahan kimia (18%), industri bahan warna (8%),
pulp dan kertas (7%), besi baja, serat sintetis, minyak bumi dan lain-lain.
Kawah Ijen merupakan penghasil belerang utama di Indonesia dibandingkan
dengan wilayah lain (Sumarti, 2010). Menurut pengelola Taman Nasional Alas
Purwo, dimana Taman Nasional tersebut membawahi antara lain kawasan Kawah
Ijen, menyebutkan bahwa sedikitnya 14 ton belerang ditambang tiap harinya.
Sementara itu berdasarkan analisa BPPTK, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi menyebutkan bahwa nilai tersebut hanya sekitar 20% dari
potensi yang sesungguhnya disediakan oleh alam. Sudah bisa membayangkan ?
Jika masih kurang, masih ada satu fakta lagi tentang potensi belerang. Menurut
Kelompok Program Teknologi Informasi Pertambangan (2005), apabila
pengolahan belerang dilakukan dengan cara sublimasi, maka belerang merupakan
bahan tambang yang TIDAK TERBATAS.

Profil Belerang