Anda di halaman 1dari 76

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah


Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia

adalah Negara di Asia Tenggara, terletak di garis


Khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan
Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra
Hindia.

Karena letaknya yang berada diantara dua

benua dan dua samudra, maka disebut juga sebagai


Nusantara(Kepulauan Antara). Terdiri dari 17.504 pulau.
Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar didunia.
Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006.
Indonesia

adalah

Negara

berpenduduk

terbesar

keempat di dunia dan Negara yang berpenduduk Muslim


terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah
Negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah
republik, dengan Dewan Pewakilan Rakyat dan Presiden
yang dipilih langsung oleh rakyat. Ibukota Negara ialah
Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau
Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan
dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga
lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah
persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

2 | Page
2 | Pa g e
Kata Indonesia berasal dari kata dalam bahasa
Latin yaitu Indus yang berarti Hindia dan kata dalam
bahasa Yunani nesos yang berarti pulau. Jadi, kata
Indonesia

berarti

wilayah

Hindia

kepulauan,

atau

kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan


bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia
menjadi Negara berdaulat. Pada tahun 1850, George
Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya
mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk
penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu.
Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan
kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India.
Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia
Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi
istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia
Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indie), atau Hindia
(Indie); Timur(de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini
diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar
{1859}, ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik tehadap
kolonialisme

Belanda).

Sejarah

Indonesia

banyak

dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia


menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak

abad ke 7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin


hubungan agama dan perdagangan denganTiongkok
dan India.

Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh


pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang
membawa agama Islam,
3 | Pa g e
serta

berbagai

kekuatan

Eropa

yang

saling

bertempur untuk memonopoli perdagangan rempahrempah Maluku semasa era penjelajahan samudra.
Setelah sekitar 350 tahun penjajahan Belanda, Indonesia
menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Akhir II.
Selanjutnya
bencana

Indonesia
alam,

mendapat

korupsi,

tantangan

separatisme,

dari
proses

demokratisasi, dan periode perubahan ekonomi yang


pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari
berbagai suku, bahasa, dan agama yang berbeda. Suku
Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling
dominan.

Semboyan

nasional

Indonesia

adalah

Bhinneka Tunggal Ika yang artinya Berbeda-beda


tetapi tetap satu jua, yang berarti keberagaman yang
membentuk Negara. Selain memiliki populasi besar dan

wilayah yang padat, Indonesia memiliki wilayah alam


yang

mendukung

tingkat

keanekaragaman

hayati

terbesar kedua di dunia.

Indonesia memiliki 17.504 pulau besar dan kecil,


sekitar 6.000 diantaranya tidak berpenghuni, yang
menyebar

disekitar

Khatulistiwa,

yang

memberikan

cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat


6LU-1108LS dan 95BB-14145BT serta terletak di
antara

dua

benua

yaitu

benua

Asia

dan

benua

Australia/Oseania.

4 | Pa g e
Wilayah `Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil
di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas
daratan Indonesia adalah 1.922.570 km2 dan luas
perairannya

3.257.483

km2.

Pulau

terpadat

penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah


populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau
besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km 2, Sumatera
dengan luas 473.606 km2, Kalimantan dengan luas
539.460 km2, Sulawesi dengan luas 189.216 km 2, Papua
dengan luas 421.981 km2. Batas wilayah Indonesia
searah penjuru mata angin, yaitu:

- Utara

: Negara Malaysia, Singapura, Filipina,


dan Laut Cina Selatan.

- Selatan: Negara Australia, Timor Leste dan


Samudra Indonesia.
- Barat

: Samudra Indonesia

- Timur : Negara Papua Nugini, Timor Leste, dan


Samudra Pasifik.
Lokasi Indonesia juga terletak di lempeng tektonik, yang
berarti Indonesia rawan terkena gempa bumi dan dapat
menimbulkan tsunami. Indonesia juga banyak memiliki
gunung berapi, salah satu yang sangat terkenal adalah
gunung Krakatau, terletak di selat Sunda antara pulau
Sumatra.
5 | Pa g e

Indonesia saat ini tediri dari 33 provinsi, lima


diantaranya daerah istimewa. Tiap provinsi memiliki
badan legislatur dan gubernur. Provinsi dibagi menjadi
kabupaten

dan

kota,

yang

dibagi

lagi

menjadi

kecamatan dan lagi menjadi kelurahan dan desa.


Provinsi Aceh, DKI Jakarta, D.I. Yogyakarta, Papua, dan
Papua Barat memiliki hak istimewa legislatur yang lebih

besar dan tingkat otonomi yang lebih tinggi dari


pemerintahan

pusat

daripada

provinsi

lainnya.

Contohnya, pemerintahan Nanggroe Aceh Darussalam


memiliki hak untuk membentuk sistem legal sendiri
pada tahun 2003, Aceh mula menetapkan hukum
Syariah. Yogyakarta mendapatkan status Daerah Khusus
sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta
dalam mendukung Indonesia selama Revolusi Indonesia.
Provinsi

Papua,

sebelumnya

disebut

Irian

Jaya,

mendapat status otonomi khusus tahun 2001. Jakarta


adalah daerah khusus ibukota Negara. Timor Portugis
digabungkan ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi
provinsi Timor Timur pada 1979-1999, yang kemudian
memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara
Timor Leste.
Provinsi di Indonesia dan ibukotanya: Aceh (Banda
Aceh),

Sumatera

Utara

(Medan),

Sumatera

Barat

(Padang), Riau (Pekanbaru), Kepulauan Riau (Tanjung


Pinang), Jambi (Jambi), Sumatera Selatan (Palembang),
Kepulauan Bangka Belitung (Pangkal Pinang), Bengkulu
(Bengkulu), Lampung (Bandar Lampung), Daerah Khusus
Ibukota
6 | Pa g e
Jakarta (Jakarta), Banten (Serang), Jawa Barat
(Bandung), Jawa Tengah (Semarang), Daerah Istimewa

Yogyakarta (Yogyakarta), Jawa Timur (Surabaya), Bali


(Denpasar), Nusa

Tenggara Barat (Mataram), Nusa

Tenggara Timur (Kupang), Kalimantan Barat (Pontianak),


Kalimantan Tengah (Palangkaraya), Kalimantan Selatan
(Banjarmasin), Kalimantan Timur (Samarinda), Sulawesi
Utara

(Manado),

Sulawesi
Sulawesi

Tengah

Gorontalo

(Palu),

Selatan

Sulawesi

(Makassar),

(Gorontalo),
Barat

(Mamuju),

Sulawesi

Tenggara

(Kendari), Maluku (Ambon), Maluku Utara (Ternate),


Papua (Jayapura), Papua Barat (Manokwari).
Karena Indonesia terdiri dari beberapa pulau, salah
satu pulau yang yang menarik perhatian penulis adalah
pulau Bali.
Bali adalah sebuah pulau di Indonesia, sekaligus
menjadi salah satu provinsi Indonesia. Bali terletak di
antara

Pulau

Jawa

dan

Pulau

Lombok.

Ibukota

provinsinya ialah Denpasar, yang terletak di bagian


selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah
pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai
tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni
dan budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang
dan

Australia.

Bali

Dewata .Sawah
Tampaksiring,

di

Bali.

juga

dikenal

sekitar
Penghuni

puri

sebagai

Pulau

Gunung

pertama

pulau

Kawi,
Bali

diperkirakan datang pada 3000 2500 SM. Yang


bermigrasi dari Asia. Peninggalan peralatan batu dari

masa

tersebut

ditemukan

di

desa

Cekik

yang

terletak di
8 | Pa g e
bagian
kemudian

barat
berakhir

pulau.
dengan

Zaman

Prasejarah,

datangnya

orang-orang

Hindu dari India pada 100 SM.


Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat
kebudayaan India, yang prosesnya semakin cepat
setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau
Bali)
mulai
ditemukan
di
berbagai
prasasti,
diantaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh
Sri
Kesari
Warmadewa
pada
913
M
dan
menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar
masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman
padi
mulai
dikembangkan.
Beberapa
tradisi
keagamaan dan budaya juga mulai berkembang
pada masa itu. Kerajaan Majapahit (12931500 AD)
yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa,
pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar
tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara
beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam
berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang
antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit.
Banyak bangsawan, pendeta, artis, dan masyarakat
Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau
Jawa ke Bali.
Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali
ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597,
meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah
terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585.
Belanda
lewat VOC pun
mulai
melaksanakan
penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus
mendapat
perlawanan
sehingga
sampai
akhir

kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh


posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari
wilayah utara Bali,
semenjak
1840-an kehadiran
Belanda telah menjadi permanen,
yang
awalnya
dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa
Bali yang saling tidak mem- percayai satu sama lain.
Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan
darat terhadap daerah Sanur, dan disusul dengan
daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah
maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu
karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya
perang sampai mati atau puputan, yang
9 | Pa g e
melibat-kan seluruh rakyat baik pria maupun
wanita termasuk rajanya. Diperkirakan sebanyak
4.000
orang
tewas
dalam
peristiwa
tersebut,
meskipun Belanda telah memerintahkan mereka
untuk
menyerah.
Selanjutnya,
para
Gubernur
Belanda
yang
memerintah
hanya
sedikit
saja
memberikan pengaruhnya di pulau
ini, sehingga
pengendalian lokal terhadap agama dan budaya
umumnya tidak berubah.
Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II,
dan saat itu seorang perwira militer bernama I
Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali 'pejuang
kemerdekaan'. Menyusul menyerahnya
Jepang
di
Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera
kembali
ke
Indonesia
(termasuk Bali)
untuk
menegakkan
kembali
pemerintahan
kolonialnya
layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang
oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu
menggunakan senjata Jepang.
Pada 20November1940 pecahlah pertempuran
Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga,
Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti
Ngurah Rai, yang
berusia 29 tahun, memimpin

tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan


serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang
bersenjata lengkap. Seluruh anggota Batalyon Bali
tersebut tewas semuanya, dan menjadikannya sebagai
perlawanan militer Bali yang terakhir.

Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai


salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara
Indonesia Timur yang baru diproklamasikan
yaitu
sebagai salah satu negara saingan bagi
Republik
Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh
Sukarno dan Hatta.
Bali kemudian juga dimasukkan
ke dalam Republik Indonesia Serikat, ketika Belanda
mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember
1949.
Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan
perserikatan-nya dengan Belanda dan secara hukum
menjadi sebuah propinsi dari Republik Indonesia.
10 | P a g e
Letusan Gunung Agung yang terjadi di tahun 1963,
sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan
menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi
ke bagai wilayah lain di Indonesia.
Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh
G30S terhadap Pemerintah Nasional di Jakarta, di Bali
dan banyak daerah lainnya terjadilah
penumpasan
terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis
Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000
orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian,
kejadian-kejadian di masa awal Orde Baru tersebut
sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan
secara hukum.
Serangan. teroris telah terjadi pada 12 Oktober
2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan
pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202

orang
tewas dan
209
orang
lainnya
cedera.
Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun
kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadiankejadian tersebut mendapat liputan internasional
yang luas karena sebagian
besar korbannya adalah
wisatawan asing, dan menyebabkan industri pariwisata Bali
menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.
Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda
Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2
km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di
82523 Lintang Selatan dan 1151455 Lintang Timur
yang mebuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia
yang lain.
Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali
setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus
pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung
yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu,
Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang
dahsyat
11 | P a g e
di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian
selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungaisungai.
Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah
Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang
dari barat ke timur dan diantara pegunungan tersebut

terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur


dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi yaitu
Gunung Merbuk, Gunung Patas, dan Gunung Seraya.
Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali
secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang
tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang
sempit dan kurang landai, dan Bali Selatan dengan
dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan
Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652
ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha,
lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha, dan lahan
sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali
memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah
pegunungan yaitu : Danau Beratan, Buyan, Tamblingan
dan Danau Batur.
Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat
penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat seni terletak
di

Kabupaten

Gianyar;

sedangkan

Kuta,

Sanur,

Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa


tempat yang menjadi tujuan pariwisata, baik wisata
pantai maupun tempat peristirahatan.

12 | P a g e
Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2
atau 0,29% luas wilayah Republik Indonesia. Secara

administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota,


55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.
Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang
pada

3000-2500

Peninggalan

SM

peralatan

yang

bermigrasi

batu

dari

masa

dari

Asia.

tersebut

ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat


pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan
datangnya orang-orang Hindu dari India pada 100 SM.
Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh
kuat kebudayaan India, yang prosesnya semakin cepat
setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali)
mulai ditemukan di berbagai prasasti, diantaranya
Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari
Warmadewa

pada

913

dan

menyebutkan

kata

Walidwipa.
Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi
subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan.
Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai
berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (1293
1500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau
Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali
sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara
beragama

Hindu,

namun

seiring

datangnya

Islam

berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara yang


antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak

bangsawan, pendeta, artis, dan masyarakat Hindu


lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke
Bali.
14 | P a g e
Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali
ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597,
meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah
terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585.
Belanda

lewat

VOC

pun

mulai

melaksanakan

penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat


perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi
mereka di Bali tidaklah sekokoh posisi mereka di Jawa
atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak
1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen,
yang

awalnya

dilakukan

dengan

mengadu-domba

berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai


satu sama lain.

Belanda melakukan serangan besar

lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur, dan disusul


dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam
jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami
malu

karena

menyerah,

sehingga

menyebabkan

terjadinya perang sampai mati atau puputan, yang


melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita
termasuk rajanya. Diperkirakan sebanyak 4.000 orang
tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah
memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya,

para Gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit


saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga
pengendalian

lokal

terhadap

agama

dan

budaya

umumnya tidak berubah.


Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II, dan
saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah
Rai membentuk
15 | P a g e
pasukan Bali 'pejuang kemerdekaan'. Menyusul
menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus
1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk
Bali)

untuk

menegakkan

kembali

pemerintahan

kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini


ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu
menggunakan senjata Jepang.
Pada 20 November 1940, pecahlah pertempuran
Puputan

Margarana

yang

terjadi

didesa

Kabupaten Tabanan, Bali tengah.


Ngurah

Rai,

yang

berusia

29

Marga,

Kolonel IGusti
tahun,

memimpin

tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan


serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang
bersenjata

lengkap.

Seluruh

anggota

batalion

Bali

tersebut tewas semuanya, dan menjadikannya sebagai


perlawanan militer Bali yang terakhir.

Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai


salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia
Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah
satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang
diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta.
Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik
Indonesia

Serikat

ketika

Belanda

mengakui

kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun


1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya
dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah
propinsi dari Republik Indonesia.

16 | P a g e
Letusan Gunung Agung yang terjadi di tahun 1963,
sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan
menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke
berbagai wilayah lain di Indonesia.
Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh
G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali
dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan
terhadap

anggota

dan

simpatisan

Partai

Komunis

Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang


terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadiankejadian di masa awal Orde Baru tersebut sampai

dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara


hukum.
Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober
2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan
pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202
orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan
Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta
dan

pantai

mendapat

Jimbaran.

liputan

Kejadian-kejadian

internasional

yang

tersebut

luas

karena

sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing, dan


menyebabkan

industri

pariwisata

Bali

menghadapi

tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.


Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa,
dengan mayoritas 92,3% menganut

agama Hindu.

Agama lainnya adalah Islam, Protestan, Katolik, dan


Budha.

17 | P a g e
Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia adalah bahasa
yang

paling

luas

pemakaiannya

di

Bali,

dan

sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian


besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan
trilingual. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam
bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan

sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam


berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai
dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur
warna

dalam

agama

Hindu

Dharma;

meskipun

pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang.


Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa
asing

utama)

bagi

banyak masyarakat

Bali,

yang

dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri


pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusatpusat informasi wisatawan di Bali, seringkali juga
memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi
yang cukup memadai.
Bali tidak memiliki jaringan rel kereta api namun
jaringan jalan yang sangat baik tersedia khususnya ke
daerah-daerah

tujuan

wisatawan.

Sebagian

besar

penduduk memiliki kendaraan pribadi dan memilih


menggunakannya karena moda transportasi umum tidak
tersedia dengan baik, kecuali taksi.
Jenis kendaraan umum di Bali antara lain: Dokar
(kendaraan)

dengan

penarik), Ojek (taksi

menggunakan

kuda

sebagai

sepeda motor), Bemo (melayani

dalam dan antarkota), Taksi, dan Bus

(melayani

hubungan antarkota, pedesaan, dan antarprovinsi.


18 | P a g e

Bali terhubung dengan Pulau Jawa dengan layanan


kapal feri yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk
dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi,
yang lama tempuhnya sekitar 30 hingga 45 menit.
Penyeberangan ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan
Padang Bay menuju Pelabuhan Lembar, yang memakan
waktu sekitar empat jam.
Transportasi

udara

dilayani

oleh

Bandara

Internasional Ngurah Rai, dengan destinasi ke sejumlah


kota besar di Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia,
Thailand, serta Jepang. Landas pacu dan pesawat
terbang yang datang dan pergi bisa terlihat dengan jelas
dari pantai.
Daftar kabupaten dan kota di Bali : Kabupaten
Badung (Badung), Kabupaten Bangli (Bangli), Kabupaten
Buleleng

(Singaraja),

Kabupaten

Gianyar

(Gianyar),

Kabupaten Jembrana (Negara), Kabupaten Karangasem


(Karangasem),
Kabupaten

Kabupaten

Tabanan

Klungkung

(Tabanan),

(Klungkung),

Kota

Denpasar

(Denpasar).

Berikut

daftar

nama

Gubernur

menjabat sebagai gubernur Bali :


1.

Anak Agung Bagus Sutedja (1950-1958)

yang

pernah

2.

I Gusti bagus Oka

(1958-1959)

3.

Anak Agung Bagus Sutedja (1959-1965)


20 | P a g e

4.

I Gusti Putu Martha

(1965-1967)

5.

Soekarmen

(1967-1978)

6.

Prof. Dr. Ida Bagus Mantra (1978-1988)

7.

Prof. Dr. Ida Bagus Oka

(1988-1993)

8.

Drs. Dewa Made Beratha

(1998-2008)

9.

I Made Mangku Pastika

(2008-2013)

Budaya Bali terdiri dari musik, tari, dan pakaian daerah.


Musik
Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan
musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia,
misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat
musik tabuh lainnya.

Meskipun demikian, terdapat

kekhasan dalam tehnik memainkan dan gubahannya,


misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian
yang konon menirukan suara kera. Demikian pula
beragam

gamelan

yang

dimainkan

pun

memiliki

keunikan, misalnya Gamelan Jegog, Gamelan Gong


Gede, Gamelan Gambang, Gamelan Selunding, dan

Gamelan Semar Pegulingan. Adapula musik Angklung


dimainkan
Bebonangan

untuk

upacara

dimainkan

ngaben,

dalam

serta

berbagai

musik
upacara

lainnya.

21 | P a g e
Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali,
misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik
tarian

yang

dikembangkan

pada

masa

penjajahan

Belanda, serta Joged Bumbung yang mulai populer di


Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali
merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi
metal (metalofon), gong, dan perkusi kayu (xilofon).
Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik
tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali
memberikan

pengaruh

atau

saling

mempengaruhi

daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik


tradisional

masyarakat

Banyuwangi

serta

musik

tradisional masyarakat Lombok, yaitu: gamelan, jegog,


genggong, dan silat Bali.

Tari
Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan
menjadi tiga kelompok; yaitu wali atau seni tari
pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan

untuk upacara dan juga untuk pengunjung, dan balihbalihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.
Pakar seni tari Bali I Made Bandem pada awal tahun
1980-an

pernah

menggolongkan

tari-tarian

Bali

tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali


misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris
Gede, bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan,
dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain
ialah Legong,

22 | P a g e
Parwa, Arja, Prembon dan Joged, serta berbagai
koreografi tari modern lainnya.
Salah satu tarian yang sangat populer bagi para
wisatawan ialah Tari Kecak. Sekitar tahun 1930-an,
Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman
Walter Spies menciptakan tari ini berdasarkan tradisi
Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan
Limbak mempopulerkan tari ini saat berkeliling dunia
bersama rombongan penari Bali-nya.

Tarian Wali
Sang Hyang Dedari, Sang Hyang Jaran, tari

Rejang, tari Baris, dan tari Janger.


Tarian Bebali
Tari Topeng dan tari Gambuh.
Tarian Balih-balihan
Tari Legong, Arja, Joged Bumbung, Drama Gong,
Barong, tari Pendet, tari Kecak, dan Calon Arang.

Pakaian daerah
Pakaian

daerah

Bali

sesungguhnya

sangat

bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama.


Masing-masing daerah di Bali
23 | P a g e
mempunyai

ciri

khas

simbolik

dan

ornamen,

berdasarkan kegiatan / upacara, jenis kelamin dan umur


penggunanya. Status social dan ekonomi seseorang
dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen
perhiasan yang dipakainya.
Pria
Busana tradisional pria umumnya terdiri dari: udeng (ikat
kepala), kain kampuh, umpal (selendang pengikat), kain wastra
(kemben), sabuk, keris, beragam ornamen hiasan.
Sering pula dikenakan baju kemeja, jas, dan alas kaki sebagai
pelengkap.

Wanita
Busana tradisional wanita umumnya terdiri dari: gelung
(sanggul), sesenteng (kemben songket), kain wastra, sabuk prada
(stagen) membelit pinggul dan dada, selendang songket bahu ke
bawah, kain tapih atau sinjang di sebelah dalam. Dan beragam
ornamen hiasan.
Sering pula dikenakan kebaya, kain penutup dada, dan alas kaki
sebagai pelengkap.
Seperti di pulau-pulau lain di Indonesia yang mempunyai
makanan khas, di Bali juga mempunyai makanan khas yang juga unik.
Makanan itu misalnya: Ayam Betutu, Babi Guling, Bandot, Be Kokak
Mekuah, Be Pasih Mesambel Matah, Bebek Betutu, Berengkes,
Grangasem, Jejeruk, Jukut Urab, Komoh, Lawar, Nasi Bubur, Nasi
24 | P a g e
Tepeng, Penyon, Sate Kablet, Sate Lilit, Sate Pentul, Sate Penyu,
Timbungan, Tum, dan Urutan Tabanan.
Bali juga mempunyai jajanan yang khas dan enak. Jajanan itu
antara lain: Bubur Sagu, Bubur Sumsum, Bubur Tuak, Jaja Batun
Duren, Jaja Begina, Jaja Bendu, Jaja Bikang, Jaja Engol, Jaja Godoh,
Jaja Jongkok, Jaja Ketimus, Jaja Klepon, Jaja Lak-lak, Jaja Sumping,
Jaja Tain Buati, Jaja Uli misi Tape, Jaja Wajik, Kacang Rahayu, Rujak
Bulung, Rujak Kuah Pindang, Rujak Manis, Rujak Tibah, dan Salak
Bali.
Selain musik, tari, dan pakaian daerah yang menjadi budaya
Bali. Senjata di Bali pun juga dapat dikategorikan sebagai budaya Bali.
Senjata itu antara lain: Keris, tombak, tiuk, taji, kandik, caluk, arit,

udud, gelewang,

trisula, panah, penampad, garot, tulud, kis-kis,

anggapan, berang, blakas, dan pengiris.


Rumah Adat
Rumah Bali yang sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali
(bagian Weda yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan,
layaknya Feng Shui dalam Budaya China)
Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup
akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara
aspek pawongan, palemahan,dan parahyangan. Untuk itu pembangun
an sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa
disebut Tri Hita Karana. Pawongan merupakan para penghuni
rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara
penghuni rumah dan lingkungannya.
25 | P a g e
Pada umumnya bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali
selalu dipenuhi hiasan, ukiran, peralatan serta pemberian warna.
Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan
keindahan symbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentukbentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbolsimbol ritual yang ditampilkan dalam patung. Tidak beda halnya
dengan pulau-pulau lain di Indonesia.

Usaha mempertahankan

kemerdekaan pun juga terjadi di Bali. Ada tiga pahlawan di Bali yang
ikut mempertahankankemerdekaan Indonesia.
Pahlawan itu antara lain:
1.

Untung Suropati lahir di Bali tahun 1660 dan wafat di Bangil,

Jawa Timur, 5 Desember 1706 adalah seorang pahlawan nasional

Indonesia yang berjuang di Pulau Jawa

Ia telah ditetapkan

Sebagai pahlawan Nasional Indonesia berdasar kan S.K. Presiden


No. 106 / TK / 1975

tanggal

3 November 1975. Nama aslinya tidak diketahui. Menurut Babad


Tanah Jawi ia berasal dari Bali yang ditemukan oleh Kapten Van
Beber, seorang perwira VOC yang ditugaskan di Makassar
Kapten Van Beber kemudian menjualnya kepada perwira VOC
lain di Batavia yang bernama Moor. Sejak memiliki budak baru,
karir dan kekayaan Moor meningkat pesat. Anak kecil itu dianggap
pembawa keberuntungan sehingga diberi nama Si Untung.
Ketika Untung berumur 20 tahun, ia dimasukkan penjara oleh
Moor karena berani menikahi putrinya yang bernama Suzane.
26 | P a g e
Untung kemudian menghimpun para tahanan dan berhasil
kabur dari penjara dan menjadi buronan.
Pada tahun 1683 Sultan Ageng Tirtayasa raja Banten
dikalahkan VOC. Putranya yang bernama Pangeran Purbaya
melarikan diri ke Gunung Gede. Ia memutuskan menyerah tetapi
hanya mau dijemput perwira VOC pribumi.
Kapten Ruys (pemimpin benteng Tanjung pura) berhasil
menemukan kelompok Untung. Mereka ditawari pekerjaan sebagai
tentara VOC daripada hidup sebagai buronan. Untung pun dilatih

ketentaraan, diberi pangkat letnan, dan ditugasi menjemput


Pangeran Purbaya.
Untung menemui Pangeran Purbaya untuk dibawa ke
Tanjungpura. Datang pula pasukan Vaandrig Kuffeler yang
memperlakukan Pangeran Purbaya dengan kasar. Untung tidak
terima dan menghancurkan pasukan Kuffeler di Sungai Cikalong,
28 Januari 1684.
Pangeran Purbaya tetap menyerah ke Tanjungpura, tapi istrinya
yang bernama Gusik Kusuma meminta Untung mengantarnya
pulang ke Kartasura. Untung kini kembali menjadi buronan VOC.
antara lain ia pernah menghancurkan pasukan Jacob Couper yang
mengejarnya di desa Rajapalah.

27 | P a g e
Ketika melewati Cirebon, Untung bertengkar dengan Raden
Surapati anak angkat sultan. Setelah diadili, terbukti yang bersalah
adalah Suropati. Surapati pun dihukum mati. Sejak itu nama
Surapati oleh Sultan Cirebon diserahkan kepada Untung.
Untung alias Suropati tiba di Kartasura mengantarkan Raden
Ayu Gusik Kusuma pada ayahnya, yaitu Patih Nerangkusuma.
Nerang kusuma adalah tokoh anti VOC yang gencar mendesak
Amangkurat II agar mengkhianati perjanjian dengan bangsa

Belanda itu.

Nerangkusuma juga menikahkan Gusik Kusuma

dengan Suropati.
Kapten Francois Tack (perwira VOC senior yang ikut berjasa
dalam penumpasan Trunajaya dan Sultan Ageng Tirtayasa) tiba di
Kartasura bulan Februari 1686 untuk menangkap Suropati.
Amangkurat II yang telah dipengaruhi Nerang kusuma, pura-pura
membantu VOC.
Pertempuran pun meletus di halaman keraton. Pasukan VOC
hancur. Sebanyak 75 orang Belanda tewas. Kapten Tack sendiri
tewas di tangan Pangeran Puger (adik Amangkurat II) yang
menyamar sebagai prajurit Suropati.
Amangkurat II takut pengkhianantannya terbongkar. Ia
merestui Suropati dan Nerang kusuma merebut Pasuruan. Di kota
itu, Suropati mengalahkan bupatinya, yaitu Anggajaya, yang
kemudian melarikan diri ke Surabaya. Bupati Surabaya bernama
28 | P a g e
Adipati Jangrana tidak melakukan pembalasan karena ia
sendiri sudah kenal dengan Suropati di Kartasura.
Untung Suropati pun mengangkat diri menjadi bupati Pasuruan
bergelar Tumenggung Wira negara.
Pada tahun 1690 Amangkurat II pura-pura mengirim pasukan
untuk merebut Pasuruan. Tentu saja pasukan ini mengalami

kegagalan karena pertempurannya hanya bersifat sandiwara sebagai


usaha mengelabui VOC.
Sepeninggal

Amangkurat

II

tahun

1703

terjadi

perebutanTakhta Kartasura antara Amangkurat III melawan


Pangeran Puger.
Pada tahun 1704 Pangeran Puger meng-angkat dirinya
menjadi Pakubuwana I dengan dukungan VOC.

Tahun 1705

Amangkurat III diusir dari Kartasura dan berlindung ke Pasuruan.


Pada bulan September 1706 gabungan pasukan VOC,
Kartasura, Madura, dan Surabaya dipimpin Mayor Goovert Knole
menyerbu Pasuruan.

Pertempuran di benteng Bangil akhirnya

menewaskan Untung Suropati alias Wiranegara tanggal 17 Oktober


1706.

Namun ia berwasiat agar kematiannya dirahasiakan.

29 | P a g e
Makam Suropati pun dibuat rata dengan tanah. Perjuangan
dilanjutkan putra - putranya dengan membawa tandu berisi Suropati
palsu.
Pada tanggal 18 Juni 1707 Herman de Wilde memimpin
ekspedisi

mengejar

Amangkurat III. Ia menemukan makam

Suropati yang segera dibongkarnya. Jenazah Suropati pun dibakar


dan abunya dibuang ke laut.
Putra - putra Untung Suropati, antara lain Raden Pengantin,
Raden Suropati, dan Raden Suradilaga memimpin pengikut ayah
mereka (Campuran orang Jawa dan Bali).

Sebagian dari mereka

ada yang tertangkap bersama Amangkurat III tahun 1708 dan ikut
dibuang ke Srilangka.
Sebagian pengikut Untung Suropati ber- gabung dalam
pemberontakan Arya Jayapuspita di Surabaya tahun 1717.
Pemberontakan ini sebagai usaha balas dendam atas dihukum
matinya Adipati Jangrana yang terbukti diam-diam memihak
Suropati dalam perang tahun 1706.
Setelah Jayapuspita kalah tahun 1718 dan mundur ke
Mojokerto, pengikut Suropati masih setia mengikuti. Mereka semua
kemudian bergabung dalam pemberontakan Pangeran Blitar
menentang Amangkurat IV yang didukung VOC tahun 1719.

30 | P a g e
Pemberontakan ini berhasil dipadam-kan tahun 1723. Putraputra Untung Suropati dan para pengikutnya dibuang VOC ke
Srilangka.

Kisah Untung Suropati yang legendaris cukup banyak ditulis


dalam bentuk sastra. Selain Babad Tanah Jawi, juga terdapat antara
lain Babad Suropati.
Penulis Hindia Belanda Melati van Java (nama samaran dari
Nicolina Maria Sloot) juga pernah menulis roman berjudul Van
Slaaf Tot Vorst, yang terbit pada tahun 1887. Karya ini kemudian
diterjemahkan oleh FH Wiggers dan diterbitkan tahun 1898 dengan
judul Dari Boedak Sampe Djadi Radja. Penulis pribumi yang juga
menulis tentang kisah ini adalah sastrawan Abdul Muis dalam
novelnya yang berjudul Surapati.

2.

I Gusti Ngurah Rai lahir di Desa Carangsari, Kabupaten

Badung, Bali, 30 Januari 1917 dan meninggal di Marga, Tabanan,


Bali, 20 November 1946 pada umur 29 tahun) adalah seorang
pahlawan Indonesia dari Kabupaten Badung, Bali.Beliau memiliki
pasukan yang bernama "Ciung Wenara" melakukan pertempuran
terakhir yang dikenal dengan nama Puputan Margarana. (Puputan,
dalam bahasa bali, berarti "habis-

31 | P a g e
habisan", Sedangkan Margarana berarti "Pertempuran di
Marga"; Marga adalah sebuah desa ibukota kecamatan di pelosok
Kabupaten Tabanan, Bali).

Bersama 1.372 anggotanya pejuang MBO (Markas Besar


Oemoem) Dewan Perjoeangan Republik Indonesia Sunda Kecil
(DPRI SK) dibuatkan nisan di Kompleks Monumen de Kleine
Sunda Eilanden, Candi Marga, Tabanan. Detil perjuangan I Gusti
Ngurah Rai dan resimen CW dapat disimak dari beberapa buku,
seperti "Bergerilya Bersama Ngurah Rai" (Denpasar: BP, 1994)
kesaksian salah seorang staf MBO DPRI SK, I Gusti Bagus Meraku
Tirtayasa peraih "Anugrah Jurnalistik Harkitnas 1993", buku
"Orang-orang di Sekitar Pak Rai: Cerita Para Sahabat Pahlawan
Nasional Brigjen TNI (anumerta) I Gusti Ngurah Rai" (Denpasar:
Upada Sastra, 1995), atau buku "Puputan Margarana Tanggal 20
Nopember 1946" yang disusun oleh Wayan Djegug A Giri
(Denpasar: YKP, 1990). Pemerintah Indonesia menganugerahkan
Bintang Mahaputra dan kenaikan pangkat menjadi Brigjen TNI
(anumerta). Namanya kemudian diabadikan dalam nama bandar
udara di Bali, Bandara Ngurah Rai.
3.

I Gusti Ketut Jelantik (??? - 1849) adalah

pahlawan

nasional

Karangasem,

Bali.

Indonesia
Ia

yang

merupakan

berasal

patih

dari

Kerajaan

Buleleng. Ia berperan dalam Perang Jagaraga yang


terjadi di Bali pada tahun 1849. Perlawanan ini
bermula karena pemerintah kolonial Hindia Belanda
ingin menghapuskan hak
32 | P a g e

Tawan Karang yang berlaku di Bali, yaitu hak bagi


raja-raja yang berkuasa di Bali untuk mengambil
kapal yang kandas di perairannya beserta seluruh
isinya. Ucapannya yang terkenal ketika itu ialah
"Apapun tidak akan terjadi. Selama aku hidup aku
tidak akan mangakui kekuasaan Belanda di negeri
ini". Perang ini berakhir sebagai suatu puputan,
seluruh anggota kerajaan dan rakyatnya bertarung
mempertahankan

daerahnya

sampai

titik

darah

penghabisan. Namun akhirnya ia harus mundur ke


Gunung Batur, Kintamani. Pada saat inilah beliau
gugur.

Tempat-tempat wisata di pulau Bali


1.

Tanah Lot merupakansalah satu objek wisata di Bali yang

sangat dikenal dikalangan wisatawan dan tentu belum lengkap jika


anda liburan ke Bali belum sempat mengunjung tempat ini. Obyek
wisata Tanah Lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri
Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Tanah Lot
merupakan suatu Pura ( tempat suci bagi umat Hindu ) yang terletak

34 | P a g e
di atas bongkahan batu besar ditengah pantai. Pura Tanah Lot
merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.
Pemandangan di Tanah Lot akan sangat indah bila kita berkunjung
di sore hari karena pemandangan sunset sangat indah dilihat dari
Tanah Lot. Tanah Lot dibangun pada abad ke-16 oleh Danghyang
Nirartha seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Pura
Tanah Lot dikunjungi hampir setiap wisatawan yang melakukan
perjalanan wisata ke Bali.
Namun wisatawan ang berkunjung tidak sembarangan boleh
masuk ke arel suci Pura Tanah Lot hanya orang yang hendak
sembahyang yang bole masuk ke areal suci pura. Para wisatawan
biasanya hanya diperbolehkan melihat dari luar areal suci pura.
Disebelah pura Tanah terdapat juga bongkahan batu besar yang
berbentuk Goa dan didalam goa tersebut terdapat ular suci yang
memiliki ekor pipih seperti ikan berwarna hitam berbelang kuning
dan memiliki racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Konon ular ini
juga merupakan perubahan wujud dari selendang Danghyang
Nirartha yang ditugaskan untuk menjaga Pura Tanah Lot. Untuk
memasuki goa ini kita akan dijaga oleh seorang sesepuh disana
untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan dan sebagai
imbalannya kita bisa memberikan sumbangan sukarela yang akan
digunakan untuk menjaga kelestarian Pura Tanah Lot.

35 | P a g e
2. Bedugul Bali merupakan salah satu tempat wisata di bali yang
memiliki pemandangan danau yang indah. Tempat wisata ini
terletak di wilayah kabupaten Tabanan Bali Beberapa tempat yang
menarik untuk dikunjungi di daerah bedugul seperti, Kebun Raya,
lalu Danau Beratan (danau terbesar kedua di bali), Pura Ulun Danu,
sampe Pasar Tradisional Candi Kuning yang menyediakan buah
segar dan sayur sayuran yang masih segar. Di Bedugul anda bisa
menikmati buah Strawbery yang masih segar dan bisa langsung
memetik dari pohonnya. Di sini terdapat beratus-ratus spesies
tumbuhan, mulai dari yang indah-indah seperti bunga rose sampe
yanghoror and berduri-duri juga ada. Danau juga menarik. Selain
airnya segar, kita bisa sewa kendaraan air yang bisa dibawa sendiri
atau sekalian dibooking sama sopirnya. Kendaraan airnya sendiri
beragam. Ada perahu dayung, perahu mesin sampai motor boat.
Pasar Candikuning adalah tempat yang cocok untuk belanja oleholeh terutama buah. Bedugul yang dikenal maniak soal produksi
buah. Ada strawberry, jagung, markisa, dan lainya. Sebenernya, hal
yang paling asyik di Bedugul itu udaranya yang dingin banget. Trus
pemandangannya yang bisa ngeliat hampir seantero Bali. Kalo di
jawa, Bedugul ini mungkin mirip-mirip Puncak.
3.

Pantai Kuta Bali. Siapa yang tidak tau dengan keindahan

pantai kuta walaupun hanya melihat melalui photo dan internet.


Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di

sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia.Daerah ini


merupakan daerah tujuan wisata dari local maupun mancanegar
36 | P a g e
dan karena itu pantai kuta Pantai Kuta para wisatawan dapat
menikmati ombak yang menantang untuk para surfer dan keindahan
sunset ( matahari terbenam ). menjdai objek wisata andalan Pulau
bali sejak tahun 70-an. Di sekitar kuta terdapat banyak pertokoan,
restoran, bar,hotel dan tempat permandian yang terletak di pantai
kuta. Selain pantai yang indah dikuta juga terdapat banyak hiburan
malam seperti Hard Rock Caf, Kamasutra dan masih banyak lagi.
Selain itu diKuta juga terdapat pasar tradisional yang menjual
pernak-pernik Bali dengan harga yang terjangkau. Kuta bisa desebut
dengan kota internasional dikarenakan tamu yang berkunjung
berasal dari berbagai negara dan disetiap jengkal pantai kuta anda
akan menemui para wisatawan mancanegara.
4.

Pura Uluwatu atau Pura Luhur Uluwatu

terletak di ujung barat daya pulau Bali.

Pura ini

didirikan di atas batu karang terjal, tinggi dan


menjorok ke laut.

Pura Uluwatu dipercaya oleh umat

Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin atau


disebut dengan Pura Sad Kahyangan.Pura ini juga
dikenal dengan keindahan sunset-nya.Pura Uluwatu
didirikan pertama kali oleh Empu Kuturan pada abad
XI sebagai tempat untuk menurunkan ajaran Desa
adat dengan segala aturan-aturannya dan selanjutnya

pura ini dipakai untuk memuja oleh seorang pendeta


suci bernama Dang Hyang Nirartha yang mengakhiri
perjalanan sucinya di tempat ini dengan apa yang
dinamakan Ngeluhur atau Moksa.

Di Pura ini

dipertunjukan tari Kecak pada sore hari dengan latar


belakang sunset yang indah.
37 | P a g e
5.

Nusa Dua merupakan salah satu kawasan

pariwisata di Bali yang terletak di Kabupaten Badung.


Kawasan yang merupakan kawasan percontohan yang
menjadi kebanggaan Bali dan Indonesia ini mulai
dibangun sejak tahun 1974. Pemerintah menyerahkan
pengelolaan

kawasan

ini

kepada

BTDC.

Jarak

kawasan Nusa Dua dari kota Denpasar adalah sejauh


30 km (melalui jalan kawasan Kuta ke selatan), dan
jarak dari lapangan udara adalah 12 km. Kawasan ini
memiliki fasilitas kepariwisataan paling lengkap di
Bali, bahkan di Indonesia, seperti akomodasi, fasilitas
olahraga, dan pusat pertokoan. Sampai sekarang di
kawasan

ini

telah

dibangun

sembilan

hotel

berbintang. Kawasan ini juga memiliki pantai yang


indah dan baik untuk digunakan berekreasi dan
berolahraga.

6.

Pantai Sanur terletak di sebalah timur

kota Denpasar dan sudah terkenal sejak dahulu kala,


yaitu ketika perang PuputanBadung, pada tahun
1906. Dikalangan pariwisata, Pantai Sanur pertama
kali diperkenalkan oleh pelukis Belgia A.J. Le Mayeur
bersama istrinya Ni Polok yang menetap di sana sejak
tahun 1937. Daya tarik Pantai Sanur adalah sebelah
utaranya yang melingkar seperti setengah lingkaran
dan bagian selatannya berbelok dari timur ke barat,
serta ombaknya tak begitu besar. Fasilitas yang ada di
Pantai Sanur, antara lain hotel bertaraf
38 | P a g e
internasional, seperti Hotal Grand Bali Beach, Hotel
Bali Hyatt, Hotel Sanur Beach, dan Hotel Natour Sindu
Beach. Di samping itu, masih banyak lagi hotel di
sepanjang timur dan tenggara Pantai Sanur. Kios
barang kesenian dan art shop juga banyak di sana.
Rumah makan dan Resturan yang menyediakan
berbagai

hidangan

baik

khas

daerah

maupun

international terdapat disepanjang kawasan Sanur


juga tersedia fasilitas
rekreasi

air

seperti

surfing,

jet

ski,

pengunjung

juga

diving,

parasailing
dapat

snorkling,
dan

canoeing,

lain-lain.

menikmati

Para

keindahan

sepanjang pantai . Bagi yang menyenangi olah raga


jogging telah tersedia jalan setapak sepanjang kurang

lebih 6 km disepanjang pantai Mertasari

sampai

Padanggalak.

7.

Sangeh terletak 20 km di sebelah utara

Denpasar, diseberang jalan menuju Pelaga.

Daya

tarik dari objek wisata ini adalah pura yang terletak di


tengah pohon pala yang disebut dengan Pura Bukit
Sari. Hutan pohon pala merupakan areal suci pura
yang

dikeramatkan

oleh

masyarakat

Desa

Adat

Sangeh. Di tengah hutan lebat yang hijau terdapat


kurang

lebih

500

ekor

kera

jinak

yang

sering

mempesona para wisatawan.

39 | P a g e
8.

Pasar

kunjungan
kerajinan

Seni

Sukawati

wisatawan
seni

Bali.

dengan

sebagai
sasaran

Dampaknya,

kawasan
barang

banyak

pula

terpasang reklame untuk menarik minat pembeli di


seputar Pasar Seni Sukawati dan Pasar Seni Guwang.
Banyaknya reklame itu membuat kawasan tersebut
menjadi kumuh.

Salah satunya ada di kawasan

Banjar Tebuana, Sukawati, Gianyar. Sebuah reklame

yang terpasang di pinggir jalan sangat tak bersahabat


dengan ikon Gianyar sebagai daerah seni.
Rabu (3/6) kemarin, menurut warga setempat, kondisi
reklame yang dipasang ukuran besar sekitar 4 x 5
meter tersebut terbuka setengah dan sudah terjadi
sejak minggu lalu. Reklame yang dipasang di tempat
yang sangat strategis dan terlihat sekali di pinggir
jalan ini membuat kesan kumuh dan semrawut. Salah
satu

warga

Sukawati

menyampaikan,

sangat

menyayangkan pemasangan reklame tersebut tanpa


pengawasan

dan

pihak

terkait.

Terlebih

lagi

pemasangan yang dilakukan oleh pihak investor ini


tanpa disertai pemeliharaan. Kondisi reklame yang
sudah lusuh, serta rusak ini sama sekali tidak
mendapatkan perhatian. Hal ini tentunya sangat
ironis. Di tengah Gianyar sebagai barometer kota seni
dan budaya yang menjadi tujuan wisatawan terdapat
sejumlah reklame dengan kondisi yang lusuh dan
rusak terpampang di hadapan mata. Keluh warga
sekitar yang selama mi memperhatikan masalah
sosial. Hasil pengamatannya, di beberapa
40 | P a g e
tempat obyek wisata selain Sukawati juga terdapat
sejumlah kasus yang serupa. Bukan saja reklame jenis
spanduk, plastik serta baliho. Beberapa reklame

permanen yang berukuran raksasa, dalam hal ini juga


agar disikapi segera oleh Pemkab Gianyar. Mengingat,
konteks reklame yang dipasang lebih banyak tidak
memasukkan unsur seni dan budaya Gianyar. Meski
sebagai tempat promosi, semestinya materi dalam
reklame tersebut juga disisipkan pesan seni dan
budaya yang menjadi jati diri Gianyar.

9.

Kintamani adalah kawasan wisata yang paling

favorit di desa Penelokan kecamatan Kintamani,


Bangli. Desa ini memiliki udara pegunungan yang
sejuk, terletak di tepi Gunung Batur adalah tempat
yang

paling

indah

untuk

melihat

pemandangan

Gunung Batur dan danaunya. Jarak yang ditempuh ke


kawasan ini kira-kira 2 jam perjalanan dari Denpasar
atau Karangasem ataupun Lovin.
10. Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang artinya
"burung Garuda Kendaraan Dewa Wisnu". Terletak
diatas

dataraan

tinggi

batu

kapur

padas

dan

menatap kawasan wisata dipesisir selatan Bali, dan


berjarak 25 km dari Denpasar / 15 km dari Bandara,
Garuda Wisnu Kencana Cultural Park adalah jendela
seni dan budaya Pulau Dewata yang memiliki latar
belakang

alami

mengagumkan.

serta

panorama

yang

sangat

42 | P a g e
11.

Tari Barong

adalah

tarian khas

Bali yang

berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian


ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan
(dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan
dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum
binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan
dimainkan

oleh

menyeramkan

Rangda,

dengan

dua

yaitu
taring

sosok

yang

runcing

di

mulutnya.

Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa


ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket,
Barong Bangkal (babi), Barong Gajah, Barong Asu
(anjing),

Barong

Brutuk,

serta

Barong-barongan.

Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang


paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong
Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan
tarian

cukup

lengkap.

Kostum Barong Ket umumnya menggambar kan


perpaduan antara singa, harimau, dan lembu.
badannya

dihiasi

dengan

ornamen

dari

Di
kulit,

potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi


bulu-bulu

dari

serat

daun

pandan.

Barong

ini

dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang):


satu penari mengambil posisi di depan memainkan
gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara
penari kedua berada di belakang memainkan
belakang dan ekor Barong.

kaki

Secara sekilas, Barong

Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa


dipertunjukkan oleh.
43 | P a g e
masyarakat

Cina.

Hanya

saja,

cerita

yang

dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu


cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang
dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti
Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak
Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.

Berdasarkan

wacana

di

atas,

penulis

merasa

tertantang untuk memilih salah satu objek wisata di


Pulau Bali, yaitu yang penulis beri judul Garuda
Wisnu Kencana Lambang Wisata Bali.

44 | P a g e
1.2

Ruang Lingkup

Garuda

Wisnu

Kencana,

nampaknya

merupakan mega proyek terbesar di Bali yang sedang


dibangun.

Betapa

tidak,

rencana

pembangunan

patung setinggi 146 meter dengan lebar bentangan


sayap garuda sebesar 66 meter itu diperkirakan
memiliki

berat

4000

tons.

Dibuat

dengan

menggunakan bahan berupa campuran tembaga dan


kuningan yang pada bagian tertentu akan dilapisi
dengan mozaik emas. Saat ini sebagian dari patung
tersebut sudah bisa dilihat di lokasi dalam bentuk
patung separuh badan dari dewa Wisnu dan bagian
kepala burung garuda.
Sewaktu saya berkunjung kelokasi ini, sempat terperangah juga
melihat ukuran kepala burung garuda yang benar-benar raksasa.

Sulit membayangkan bentuk burung garuda ini nantinya secara


keseluruhan, yang pasti akan sangat besar sekali.
Ukuran tubuh manusia dewasa aja, nampak-nya masih kalah
besar/tinggi dibandingkan ukuran kuping dari burung garuda ini.
Agak aneh memang melihat burung yang mempunyai telinga,
namun semua adalah memungkinkan didunia pewayangan Disekitar
lokasi, nampak jelas bebatuan cadas/karang di potong secara
vertikal membentuk dinding-dinding tribun dengan hamparan
rumput hijau pada bagian dasarnya. Bagian tengah sebuah jalan
terbuat dari conblock (?) membelah lapangan rumput dari bagian
45 | P a g e
paling belakang hingga kedepan patung garuda. Dari luas yang
ada nampak sekali bahwa area ini akan sanggup menampung
puluhan ribu pengunjung, sangat cocok digunakan sebagai tempat
per-tunjukan sentra budaya berskala internasional. Pembangunan
patung berupa Dewa Wisnu (Dewa penyelamat bagi umat Hindu)
yang sedang mengendarai burung mitos, Garuda, terinspirasi dari
kisah Adi Parwa dalam episode Garuda dengan kesetiaan dan
pengorbanannya menyelamatkan ibunya dari belenggu perbudakan
dengan mengabdi kepada Dewa Wisnu menjadi kendaraannya.
Kisah mengenai legenda ini terpahat jelas di sisi-sisi Candi Kidal
yang berada di Kabupaten Malang .Patung Garuda Wisnu Kencana
diharapkan akan merangsang dinamika nilai phisik dan spiritual,
serta keseimbangan antara skala dan niskala (dunia nyata dan tidak
nyata) dengan demikian harmonisasi alam dapat tercipta. Patung

Garuda Wisnu Kencana adalah symbol misi penyelamatan


lingkungan dan penyelamatan dunia.
Kompleks Garuda Wisnu Kencana terletak di Desa Ungasan,
Jimbaran, Bali. Objek wisata ini berada di sebuah perbukitan kapur
sebelah selatan Bandara Ngurah Rai pada jalur menuju ke arah Pura
Uluwatu.

Areal Garuda Wisnu Kencana mempunyai luas

keseluruhan sekitar 200 hektare. Di areal yang luar biasa luas ini
nantinya patung GWK sebagai andalan utama kawasan wisata itu
akan berdiri dengan kokoh. Patung Dewa Wisnu rencananya akan
dibangun dengan posisi sedang menunggang Garuda.
46 | P a g e
Tinggi patung itu sendiri diperkirakan sekitar 75 meter dan akan
diletakkan di atas fondasi setinggi 70 meter. Dengan demikian, total
tingginya akan mencapai 145 meter. Garudanya sendiri diperkirakan
punya lebar bentangan sayap sebesar 66 meter. Kesemuanya secara
total mempunyai berat sekitar 4000 ton.
Dengan tinggi patung yang seperti itu ditambah pula letak semua
bangunan di Garuda Wisnu Kencana sendiri yang dibangun di atas
perbukitan yang punya ketinggian 300 meter diatas permukaan laut,
maka Garuda Wisnu Kencana akan bisa terlihat dari kejauhan.
Bahkan dari Bandara Ngurah Rai, Garuda Wisnu Kencana akan bisa
terlihat jelas oleh siapa saja yang baru mendarat disana.
Sebaliknya dengan ketinggian posisi seperti itu, maka dari kawasan
Garuda Wisnu Kencana , kita bisa melihat jelas dan menikmati

pemandangan matahari terbenam disekitar Jimbaran yang berpasir


putih.

Pembangunan Garuda Wisnu Kencana ini memang benar-

benar layak disebut mega proyek. Pembuatan patung sebesar itupun


memakai bahan khusus berupa campuran tembaga dan kuningan
yang pada bagian tertentu akan dilapisi dengan mozaik emas.
Saat ini yang sudah jadi masih sebagian saja, yaitu patung dari dewa
Wisnu yang masih jadi separuh badan dan patung burung garuda
yang masih jadi kepalanya saja. Ukuran kepala burung garuda
benar-benar raksasa.

Bahkan tinggi kuping burung garuda lebih

besar dari tinggi manusia dewasa.


47 | P a g e
Selain itu patung Garuda Wisnu Kencana diharapkan menjadi
simbol misi penyelamatan lingkungan dan dunia.
Sayang sekali patung luar biasa karya seniman Bali, Nyoman
Nuarta ini masih belum dapat diselesaikan sampai sekarang. Mulai
dibangun tahun 1997, tepat sebelum Indonesia diterjang krisis
moneter direncanakan akan selesai sepenuhnya pada tahun 2005.
Namun kendala krisis moneter yang muncul dan juga kendala bahan
baku serta konflik internal pengelolanya, membuat target selesainya
meleset begitu lama. Padahal dari yang sudah ada sekarang, dapat
dibayangkan begitu megahnya kompleks ini kalau sudah benarbenar jadi. Selain patung, diatas areal kompleks ini juga nantinya
akan dibangun exhibition center, beberapa restoran, lotus pond, Bali
living people diorama, Giri Kencana Villa, Bapura 1000 theater,

amphitheater dan juga ada trade and promotion center.Sekarang ini


di lokasi, nampak jelas bebatuan cadas/karang dipotong secara
vertikal membentuk dinding-dinding tribun dengan hamparan
rumput hijau pada bagian dasarnya. Pada bagian tengah kawasan ini
terdapat jalan bagi pengunjung yang terbuat dari conblock
membelah lapangan rumput dari bagian paling belakang hingga ke
depan patung garuda.

48 | P a g e

1.3

Tujuan Penulisan
Setiap orang yang melakukan pekerjaan pasti memiliki

maksud dan tujuan. Tujuan penulis dalam penulisan karya tulis ini
yang hendak dicapai, antara lain:
1. Penulis ingin mengetahui lebih dalam mengenai Garuda Wisnu
Kencana.
2. Penulis ingin mengetahui lebih dalam mengenai letak Garuda
Wisnu Kencana.
3. Penulis ingin mengetahui lebih dalam mengenai sejarah Garuda
Wisnu Kencana.

4. Penulis ingin mengetahui lebih dalam tentang keunikan Garuda


Wisnu Kencana dibandingkan dengan tempat wisata yang lain.
5. Penulis ingin mengetahui lebih dalam tentang bangunan di
sekitar Garuda Wisnu Kencana.
6. Penulis ingin mengetahui lebih dalam tentang fungsi Garuda
Wisnu Kencana.

49 | P a g e
1.4

Metodologi Penelitian
Dalam penulisan karya tulis ini, penulis mempunyai beberapa

ide untuk mengumpulkan data sesuai dengan masalah yang penulis


pilih sebagai bahan penulisan tersebut, penulis mendapatkan datadata melalui beberapa metode, antara lain:
1.

Metode Observasi / Pengamatan

Melalui metode ini, penulis dapat mengadakan pengamatan


langsung tentang objek wisata Garuda Wisnu Kencana di
Pulau Dewata pada tanggal 10-14 Mei 2009.
2.

Metode Study Banding


Melalui metode ini, penulis mengumpulkan data dengan
membaca-baca buku yang berkaitan dengan judul Garuda
Wisnu Kencana sebagai tambahan pengetahuan dalam
penyusunan karya tulis ini.

3.

Metode Interview / Wawancara


Melalui metode ini, penulis memperoleh data yang sesuai
dengan masalah yang penulis pilih dengan cara Tanya jawab
langsung dengan pemandu wisata.

50 | P a g e
1.5

Sistematika Penulisan
Penulisan Karya Tulis ini terbagi menjadi tiga bab.

Pada ketiga bab ini terdapat beberapa informasi mengenai


Garuda Wisnu Kencana di Pulau Bali yang merupakan isi
karya tulis ini.
Adapun sistematika dari Karya Tulis ini sebagai berikut :

BAB I

Pendahuluan yang berisi tentang :


1.1

Latar Belakang Masalah

1.2

Ruang Lingkup

1.3

Tujuan Penulisan

1.4

Metodologi penelitian

1.5

Sistematika

BAB II Pembahasan yang berisi tentang :


2.1

Sejarah Garuda Wisnu Kencana

2.2

Lokasi Garuda Wisnu Kencana

2.3

Penggagas Garuda Wisnu Kencana

2.4

Bagian-bagian

dari

Garuda

Wisnu

Kencana
2.5

Fasilitas-fasilitas lain yang tersedia di


Garuda Wisnu Kencana

BAB III Penutup yang berisi tentang :


51 | P a g e
3.1

Kesimpulan

3.2

Penutup

BAB II
PEMBAHASAN MASALAH

2.1 Sejarah Garuda Wisnu Kencana

Pada awal mulanya berawal dari Begawan


yang
mempunyai
dua
istri.
Istri
pertama
bernama Dewi Kaldu dan Istri kedua bernama
Dewi Winata. Dari kedua istri tersebut tidak
mempunyai anak, tetapi kedua istri Begawan
tersebut di anugrahi dua bilah telur. Kemudian
Dewi
Winata memilih telur pertama, telur
tersebut berisi dua anak. Lalu Dewi Kaldu
memilih telur kedua, telur tersebut berisi
seratus anak.

Setelah beberapa hari kemudian, telur milik


dewi kaldu menetas berupa ular. Dan Dewi
Winata pun merasa iri karena telur miliki Dewi
Winata belum menetas. Sehingga Dewi Winata
memecahakan salah satu telurnya dengan paksa
dan telur tersebut menetas
berupa burung.
Burung tersebut diberi nama burung Jatayung,
Kerena belum saatnya menetas atau dalam
istilahnya premature burung Jatayung hanya
hidup dua puluh dua hari dan akhirnya
meninggal. Dewi Winata merasa sedih lalu
akhirnya telur yang satunya di tetaskan pada
waktunya. Kemudian telur

53 | P a g e
53 | P a g e
itu menetas berupa burung. Burung tersebut
di beri nama burung Garuda.

Dewi Winata dan Dewi Kaldu


membuat
suatu perjanjian yang berisi jika yang kalah
harus mengurus keseratus anak Dewi Kaldu.
Dan pada akhirnya Dewi Winata kalah dan
harus mengurus keseratus anak Dewi Kaldu.
Dewi Winata merasa diperbudak dengan Dewi
Kaldu. Dan untuk membebaskan Dewi Winata,
putra Dewi Winata yang bernama Garuda harus
mengambil air suci Dewa Wisnu, dengan syarat
Garuda harus menjadi wahana Dewa Wisnu.
Kemudian Garuda menyetujuinya.
Dan akhirnya Dewi Winata terbebas dari
ancaman
Dewi
Kaldu.
Tetapi
sayangnya,
putranya harus menjadi Wahana Dewa Wisnu.
Untuk mengenang pengorbanan Garuda kepada
Ibunya, tempat tersebut diberi nama Garuda
Wisnu Kencana (GWK) yang menjadi obyek
wisata terkenal di Pulau Bali.

54 | P a g e

2.2

Lokasi Garuda Wisnu Kencana


Garuda Wisnu Kencana terletak di Desa Ungasan,

Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.


Kabupaten Badung adalah sebuah kabupaten yang
terletak di provinsi Bali. Daerah ini juga meliputi Kuta dan
Nusa Dua adalah sebuah obyek wisata yang terkenal.
Ibukotanya berada di Mengwi, dahulu berada di Denpasar.
Namun pada tahun 1999 terjadi kerusuhan besar dimana
Kantor Bupati Badung di Denpasar dibakar sampai rata
dengan tanah. Kabupaten Badung saat ini dipimpin oleh
seorang Bupati yang saat ini dijabat oleh Anak Agung Gde
Agung yang berasal daerah Mengwi, dan sebagai Wakil
Bupati yaitu

I Ketut Sudikerta.

Kecamatan :
Kecamatan Petang
Kecamatan Mengwi
Kecamatan Abiansal
Kecanatan Kuta
Kecamatan Kuta Utara
Kecamatan Kuta Selatan

Badung mempunyai 6

56 | P a g e
Kabupaten

Badung

berbatasan

dengan

Kabupaten

Buleleng di sebelah utara, Kabupaten Tabanan di barat, dan


Kabupaten bangle, Gianyar serta kota Denpasar di sebelah
timur.
Garuda Wisnu Kencana dapat ditempuh dengan waktu
sekitar

30

menit

dari Denpasar.

Lokasi

Garuda Wisnu

Kencana berada di kiri jalan kearah utara Uluwatu sekitar


300 meter setelah Kampus Politeknik Negeri Bali yang
berdiri di atas bukit setinggi 146 meter dan 283 meter di
atas permukaan Samudera Hindia. Lokasi garuda Wisnu
Kencana

mudah untuk dicari karena pintu masuk dari

Garuda Wisnu Kencana persis dipinggir jalan raya. Dari


jalan raya itulah kita dapat langsung masuk ke areal wisata
Garuda Wisnu Kencana.
Disekeliling tempat wisata ini banyak ditemukan pohon
palem. Oleh karena itu, tempat wisata ini terasa nyaman
dan teduh meskipun berada di bukit kapur.

57 | P a g e
2.3

Penggagas Garuda Wisnu Kencana


Nyoman Nuarta dilahirkan di Tabanan, Bali, 14 November

1951.

Ia putra keenam dari sembilan bersaudara, anak

dari pasangan Wirjamidjana dengan Semuda.


Nuarta melanjutkan studinya setelah tamat SMA ke
jurusan Seni Rupa ITB tahun 1972. Awalnya ia memilih
seni lukis, namun ketika perkuliahannya sudah berjalan dua
tahun, Nuarta pindah ke jurusan seni patung.Ya merasa
berbakat dan kemampuan

saya

akan

berkembang

diseni

patung katanya. Rupanya pilihannya tidak keliru, ketika


masih mahasiswa pada tahun 1979, Ia memenangkan Lomba
Patung Proklamator Republik Indonesia inilah yang telah
meng-antarkannya ke jenjang ketenaran, sehingga

saat

ini

Nuarta yang lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB


1979 itu telah menghasilkan seratus lebih patung, semua
karyanya mencerminkan

seni

patung modern

bergaya

naturalistic dan materi yang digunakan umunya dari tembaga


dan kuningan.
Walaupun sulit dibentuk, namun

berkat tangan terampil,

ketajaman logika dan kepekaan rasa seni Nuarta, kedua bahan


yang kaku itu dapat dibentuk menjadi karya-karya halus dan
indah.

58 | P a g e
Bakat seninya secara alami telah diturunkan kedua putrinya.
Yang sulung bernama Tania yang menekuni jurusan seni rupa
disebuah perguruan tinggi di Melbourne, Australia dan adiknya
Tasya, seringkali

menemani Nuarta

di studionya.

Sebagai

seorang pematung Nuarta telah membangun Taman Patung,


yang sekarang hampir selesai.

Ia membangun taman itu

dikawasan Sarijadi, Bandung yang udaranya sejuk dan asri.


Puluhan

patung

dalam

berbagai

bentuk

dan ukuran

bertebaran diareal seluas tiga hektar dan diperkirakan taman


itu rampung setahun lagi.
lantai

yang

akan

Disana

dibangun gedung empat

digunakan untuk pameran dan ruang

pertemu- an dengan gaya artistic. Nuarta memiliki bakat seni


yang andal, ia mampu mengubah seni patung dari karya
individual menjadi kerja kolosal.
Pada prinsipnya dalam

menggeluti dunia

seni,

yang

penting kerja keras. Syukur kalau dukungan keluarga cukup


besar dalam menjalankan prinsip itu, sehingga tak ada beban
moral bahwa menjadi seniman masa depannya akan suram.
Dalam seni patung Nuarta tak pernah mempersoalkan aliran.
Karena ia

mengenal

beberapa

gaya

dan

ia

percaya

perubahan itu dalah kelebihan manusia dari makhluk lain.


Kelebihan itu adalah suatu kreativitas. Picasso sendiri sering

melakukan

perubahan-perubahan, tetapi benang merah- nya

tetap ada.
59 | P a g e
Salah satu gagasan Nyoman Nuarta yang

sempat

mengundang kontroversi adalah pembangunan patung Garuda


Wisnu

Kencana

di Bali. Tujuan pembangunan patung itu

menurut Nuarta untuk membantu para seniman tua yang


sudah

pensiun

dan beberpa

kelompok

kesenian

yang

bangkrut karena kekurangan dana.


2.4 Bagian-Bagian Garuda Wisnu Kencana
A.

Street Theatre
Street theatre adalah salah satu titik penting dari wisata

Garuda Wisnu Kencana yang menyerupai bulevar seluas 15


x 100 meter dengan kapasitas sekitar 800 orang. Di salah
satu ujung area ini terdapat sebuah panggung sederhana
berlatar belakang replika patung Garuda Wisnu Kencana.
Street

theatre

biasanya

digunakan

untuk

aktifitas

dan

kreatifitas para seniman pemula. Maka tidak jarang ada


beberapa pemuda sedang main musik atau bermain teater
ditempat ini. Tidak hanya itu, fasilitas Street Theatre juga
kadang - kadang digunakan untuk kegiatan lain tidak harus
seni atau budaya.

Di Street Theatre terdapat beberapa pohon ketapang yang


tidak terlalu besar dan tersedia bangku panjang untuk duduk
para turis.

Apalagi di tempat ini juga ada penjual makanan

dan minuman kecil.


60 | P a g e
B.

Lotus Ponds
Lotus

ponds

adalah

bagian

kedua

yang

biasanya

dikunjungi para wisatawan. Tempat ini merupkan arena


dengan

luas

menampung

sekitar
sekitar

40
7000

100

orang.

meter 2
Areal

yang

yang

dapat

luas

ini

berundak sekitar tiga undakan. Lotus Ponds dikelilingi pilarpilar bukit seperti bukit yang terdapat didepan Street
Theatre.

Oleh

karena

itu

pengunjung

merasa

berada

disebuah lembah.
Lotus Ponds terpisah oleh kafe dan juga toko souvenir
serta terdapat

beberapa tebing yang sengaja dibiarkan

berdiri tegak. Uniknya tebing setinggi sekitar 10 meter itu


sekaligus sebagai dinding penghalang dan tebing tersebut
menimbulkan eksotisme sendiri bagi para pengunjung.
Lotus Ponds sebagai tempat yang eksotis yang dapat
menjadi sumber inspirasi dalam menggelar even kolosal dan
even lain yang spektakuler, seperti even-even musik bertaraf
internasional. Beberapa diantaranya adalah Bali memorial
Concert yang diadakan untuk mengenang para korban Bom

Bali atau Bali for The World dalam rangka memulihkan


kesan aman kepada Bali. Sejumlah pemusik local, nasional,
maupun internasional pernah main ditempat ini. Tiap akhir
tahun pun di tempat ini selalu dilaksanakan pergelaran
61 | P a g e
musik melepas tahun dan menyambut tahun baru hingga
pagi. Di belakang pentas yang biasanya di gunakan even
musik kita bisa melihat patung Garuda yang masih dalam
proses pengerjaan. Untuk ke tempat ini kita harus menaiki
tangga dan tiba di lapangan rumput. Disitulah patung kepala
Garuda yang terbuat dari tembaga itu berdiri kearah barat,
seperti mengucapkan selamat datang kepada pengunjung.
C. Taman Kura-kura
Taman kura-kura merupakan bagian ketiga dari objek
wisata Garuda Wisnu Kencana. Untuk menuju ke tempat ini
pengunjung harus melewati Street Theatre lalu menaiki
undakan. Setelah undakan pengunjung bertemu areal seluas
sekitar 200 meter 2. tempat ini berada di bawah undakan
sebelum menuju Penataran Wisnu. Di tempat ini terdapat
telaga buatan kecil. Tidak sedikit pengunjung yang berhenti
dahulu di tempat ini untuk beristirahat. Namun ada juga
pengunjung yang mengambil foto bersama Ular Sanca. Di
Taman Kura-kura ini memang terdapat penjual jasa untuk
berfoto bersama Ular Sanca. Mereka hampir setiap hari di

lokasi tersebut. Tarif per foto jika menggunakan kamera


penjual jasa itu biayanya sekitar Rp. 50.000,00. Sedangkan
jika menggunakan kamera pengunjung tarif per foto sekitar
Rp. 20.000,00.
62 | P a g e
D. Penataran Wisnu
Untuk sampai ke tempat ini yaitu Penataran Wisnu
yang paling tinggi dan ramai dikunjungi turis pengunjung
harus menaiki dua undakan lkagi. Setelah menaiki undakan
pengunjung akan disambut oleh patung setengah badan Dewa
Wisnu. Patung yang berdiri tegak ini tingginya sekitar 22
meter menghadap ke arah utara dimana pengunjung masuk.
Patung

itu

terbuat

dari

tembaga

dan

berwarna

hijau,

sehingga sekilas lebih mirip batu. Daerah Penataran Wisnu


ini sekaligus adalah tempat paling sacral dan ada juga
bagian di Penataran Wisnu yang bernama Parahyang Somaka
Giri untuk sembahyang. Ditempat ini pengunjung tidak di
perbolehkan berkata kotor.
mata

air

yang

selalu

Di satu sisi lain terdapat sebuah


mengalir

meski

sedang

musim

kemarau dan berada di tempat yang tinggi seperti daerah


Desa Ungasan. Dulunya, masyarakat menganggap air itu
memiliki kekuatan magis untuk menyembuhkan
macam penyakit.

berbagai

E. Bale Bengong
Pengunjung biasanya beristirahat diu Bale BNengong
untuk melepas lelah setelah mengelilingi Patung Dewa
Wisnu. Bale Bengong berada di sebelah barat daya dari
63 | P a g e
arah patung Dewa Wisnu. Bale Bengong itu terbuka ke
segala arah dengan enam tiang kayu dan atap alng-alang.
Didalamnya ada kul-kul (kentongan khas Bali) dan Replika
patung Garuda Wisnu Kencana.

Disekeliling Bale Bengong

terdapat bunga kamboja dan juga pohon ketapang. Sehingga


pengunjung yang beristirahat ditempat tersebut merasa nyaman
dan sangat teduh. Pengunjung dapat duduk di lantai berkeramik
putih

dan

juga

tiduran.

Ada

juga

pengunjung

yang

memanfaatkan tempat ini untuk melihat kearah utara dimana


Denpasar, Kuta, Sanur, Jimbaran dan Nusa Dua terlihat
jelas.

Di

kejauhan

tampak

pula

Bandara

Internasional

Ngurah Rai dengan segala aktifitasnya, seperti pesawat yang


landing maupun take off. Bagi turis lokal menjadi hiburan
tersendiri.
F.

Exhibition Hall
Bagian ini berupa bangunan tersendiri dengan bentuk L.

Pada salah satu sisi bangunan terdapat halaman rumput dan


tanaman hijau berpagar dinding batu kapur yang terlihat
asri. Ruangan pameran yang di setting sekaligus untuk

Galeri ini luasnya sekitar 200 meter 2 . Tidak jarang pelukis


menggunakan tempat ini untuk pameran seni rupa instalasi
maupun seni rupa murni. Didalam Exhibition Hall kata bisa
menyaksikan beberapa sket, foto-foto, serta market Kencana
64 | P a g e
berawal dari ide perupa Made Nuarta untuk membuat ikon
Bali berupa bangunan.
G. Amphitheatre
Tempat ini disediakan untuk aktifitas seniman profesional
dengan model pementasan dan kesenian yang mengarah ke
tempat ke bentuk teatrikal drama. Tempat ini di lengkapai
panggung

berbentuk

melingkar

dengan

tempat

duduk

penonton berkapasitas sekitar 800 orang. Dengan model


semakin ke belakang semakin tinggi.
Dilengkapi dengan tata suara dan juga tata cahaya standar
yang sangat bisa untuk dikembangkan dalam pementasan,
maka tempat ini bisa jadi pilihan aktifitas kesenian.

65 | P a g e
2.5

Fasilitas Garuda Wisnu Kencana


A. Tempat Parkir
Di obyek wisata Garuda Wisnu Kencana disediakan
tempat parkir untuk para pengunjung yang memarkirkan
kendaraan mereka. Dengan adanya tempat parkir ini
pengunjung tidak mersa kesulitan untuk memerkirkan
kendaran mereka dan pengunjung merasa aman dan
nyaman selama berwisata di Garuda Wisnu Kencana.
B. Restoran dan Warung
Untuk pengunjung yang ingin menikmati

makan

eksklusif bias mencoba di Restoran de Memedi. Lokasi


restoran

ini

paling

utara

sehingga

ketika

makan

pengunjung dapat menyaksikan indahnya panorama Kuta,


Denpasar, Sanur, Nusa Dua dan Jimbaran dari tempat ini.
Ketika malam datang tempat ini jauh lebih eksotis
dengan pemandangan kota dibawahnya yang bermandikan
cahaya.

Tak heran tempat makan di Garuda Wisnu Kencana


sering

menjadi

tempat

jamuan

makan

malam

tamu

kehormatan negara seperti Presiden dan juga para Menteri.

66 | P a g e
Tapi

jika

pengunjung

ingin

tempat

makan

yang

sederhana di tempat wisata ini juga menyediakan fasilitas


warung yaitu warung Nyoman yang terletak di lokasi
pintu masuk sekaligus pintu keluar. Di warung kecil
dengan meja sekitar enam buah ini, harganya relative
lebih murah. Asyiknya lagi, pengunjung dapat melihat
pemandangan ke bawah lebih jelas. Sebab disana ada
teropong
harus

jarak jauh. Tentu saja tidak gratis. Pengunjung

membayar

sekitar Rp5.000,00 untuk mendapatkan

koin yang pengunjung masukkan ke binocular tersebut. Dan


pemandangan dibawah lokasi tersebut sangat sayang untuk
dilewatkan.

C. Tempat-tempat Peristirahatan Sejenak Pengunjung


Di tempat wisata ini juga disediakan tempat untuk
beristirahat para pengunjung sebagai pelepas lelah karena
telah mengitari Garuda Wisnu Kencana. Tempat-tempat
itu seperti bangku panjang

yang

diletakkan dibawah

pohon-pohon besar yang terdapat disana.


sangatlah

nyaman

dan

teduh

Dan tempat itu

untuk

beristirahat

pengunjung. Selain itu tersedia juga tempat khusus yang


disebut Bale Bengong yang telah dijelaskan penulis diatas.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN

3.2

Kesimpulan

Setelah penulis mengadakan observasi langsung


ke objek Wisata pulau Bali tepatnya di Garuda
Wisnu Kencana, maka penulis dapat mengambil
kesimpulan sebagai berikut :
1. Keindahan Keindahan alam membuat para
wisatawan mancanegara senang memilih bali
sebagai tempat pariwisata khususnya Garuda
Wisnu Kencana yang memiliki keindahan dan
keelokan arsitekturnya.
2. Mata air yang mengalir di sana menambah
keindahan serta juga menambah keingintahu an
para turis untuk ingin meniliti.
3. Banyak fasilitas
yang
tersedia disana
membuat para wisatawan puas dengan fasilitas
yang ada disana.

4. Patung Garuda Wisnu Kencana dapat menjadi


symbol atau icon Wisata Bali dan Indonesia.
5. Garuda Wisnu Kencana bukan hanya sebuah tempat
yang dijadikan obyek wisata saja, namun dapat juga
tempat kunjungan spiritual.

68 | P a g e

68 | P a g e
3.2

Saran

Setelah mengadakan observasi secara langsung maka penulis


mengemukakan saran-saran berhubungan dengan kepariwisataan
di.Garuda Wisnu Kencana sebagai berikut :
1. Semoga pembangunan Patung Garuda Wisnu Kencana dapat
terselaikan.
2. Semoga Pemerintah mampu menjaga dan terus melestarikan
patung Garuda Wisnu Kencana sebagai aset Negara.
3. Pemerintah juga dapat memberi masukan
positif terhadap Garuda Wisnu Kencana.
4. Sebagai generasi penerus bangsa diwajibkan untuk terus
menjaga dan merawat obyek wisata yang tersedia.
5. Sebagai tempat wisata yang terkenal, sebaiknya tempat
wisata tersebut menyediakan pemandu wisata untuk para
wisatawan agar para wisatawan lebih jelas dan dapat
bertanya mengenai obyek yang mereka kunjungi.

69 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Choir, 1984. Kamus Bahasa Indonesia. Ende:


Nusa Indah
Andimardjo Gunawan Wibisono. 1992. Kiat bahasa.
Semarang : Media Wiyata.
Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata Bahasa Indonesia.
Jakarta :Balai Pustaka
Harimukti Kridalaksana.1992. Kamus Linguistik.
Jakarta : PT. Gramedia.
Tim Redaksi. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka.
www.google.com
www.baligwk.com
www.Balegong.net
www.Bali.co.id
www.Google.co.id

www.GarudaWisnuKencana.com
www.vibizlife.com
www.wikipedia.org
www.negarakuindonesia.com
70 | P a g e

71 | P a g e

Keterangan : Peta Negara Republik Indonesia

Keterangan : Peta Pulau Bali

72 | P a g e

Keterangan : Logo Garuda Wisnu Kencana

Keterangan : Patung Garuda Wisnu Kencana

73 | P a g e

Keterangan : Patung Dewa Wisnu

Keterangan : Patung Garuda

74 | P a g e

Keterangan : Kepala Dewa Wisnu

Keterangan : Tangan Dewa Wisnu

75 | P a g e

Keterangan : Miniatur Garuda Wisnu Kencana

Keterangan : Miniatur Lokasi Garuda Wisnu Kencana

Keterangan : Batu - Batu Kapur di GWK