Anda di halaman 1dari 8

Tugas Manajemen Farmasi

Matriks Analisis SWOT

Mey Mey Sangianti


Modustriarti Putri Mardanny
Muhammad Faisal
Muhammad Ramadhan
Muliani Diadi
Nafsia Basir
Nasyrah Musabar

1620313333
1620313334
1620313335
1620313336
1620313337
1620313338
1620313339

Matriks
SWOT

Kekuatan (S)

Faktor
internal

Faktor eksternal
Peluang (O)
Peluang untuk apotek lebih besar
karena apotek mojosongo dekat
dengan
perumahan
dan
perkampungan berpenduduk padat
Kebutuhan masyarakat tentang obat
semakin banyak karena berada di
sekitar tempat praktik dokter
Pemilik sarana apotek adalah seorang
apoteker yang lebih memahami
tentang obat.

Ancaman (T)

Dekat dengan perumahan dan perkampungan


berpenduduk padat
Kondisi cukup aman dan nyaman.
Di sekitar apotek terdapat beberapa praktik dokter
dan dekat dengan klinik.
Lokasi apotek ramai
Terletak di pinggir jalan raya yang ramai dan dilalui
oleh angkutan umum.
Gedung apotek milik sendiri
Apotek sudah melakukan kerja sama dengan
beberapa instansi swasta dan BUMN.

Kelemahan (W)
Lokasi apoteknya sempit
Tempat parkir dan ruang tunggu pasien juga sempit
PSA (apoteker) menjadi penanggung jawab di apotik yang
lain
APA tinggal dan bekerja sebagai PNS di kota yang berbeda
Obat sering tidak tersedia
Harga obat di apotek ini lebih mahal
Karyawannya kurang ramah.

Strategi (SO)
1. Apotek dapat membuat perubahan baru, sehingga
dapat menarik perhatian penduduk sekitar dan
pengguna jalan raya (seperti cat bangunan apotek,
nama apotek yang dibuat lebih besar, jelas, dan
penerangan lebih, pada malam hari)
2. Melakukan PIO dengan membuat selebaran (leaflet)
terkait masalah kesehatan dan obat-obatan.
3. Memperluas pemasaran.
4. Memanfaatkan hubungan kerjasama dengan BUMN
dalam
pengadaan
obat/alat
sesuai
dengan
kebutuhan konsumen/pasien (dapat dilihat dari
dokter-dokter spesialis yang praktik di sekitar
apotek)

Strategi (ST)

1.

2.
3.
4.

Strategi (WO)
Pemilik sarana apotek adalah seorang apoteker yang dapat
membuat sistem pelayanan baru dalam apotek (seperti
adanya konseling dengan konsumen/pasien)
Bekerja sama dengan dokter praktik yang berada di sekitar
apotek.
Efisiensi harga obat
Persediaan obat harus ditingkatkan

Strategi (WT)

Terdapat 4 apotek yang tidak terlalu 1. Krisis ekonomi dapat diminimalisir karena gedung 1. APA harus bertempat tinggal di daerah yang sama dengan
apotek adalah milik sendiri sehingga pengeluaran
jauh pada jalan yang sama
apoteknya atau mengusahakan ada Aping sehingga
apotek tidak terlalu besar
Sedang krisis ekonomi dan BBM
apoteker selalu siap melayani.
2. Melakukan diversifikasi produk dan pasar.
sedang naik, daya beli masyarakat
2. Memberikan pelatihan (training) kepada karyawan, dalam
menurun
pelayanan apotek yang baik.
Banyak persaingan yang tidak sehat.
3. Merenovasi bangunan apotek, agar memperluas ruang
tunggu dan tempat parkir pada apotek tersebut.
4. Peningkatan ketersediaan dan penambahan berbagai
macam obat

Tugas 1

Apotik Mojosongo Farma berdiri sejak Januari 2004, tetapi belum menunjukkan
adanya kemajuan sejak berdiri. Berdiri di lokasi pinggiran kota Solo, dekat dengan
perumahan dan perkampungan berpenduduk padat dengan kondisi cukup aman
dan nyaman. Di sekitar apotik terdapat beberapa praktek dokter dan dekat dengan
klinik. Lokasi apotik sebenarnya ramai, terletak di pinggir jalan raya yang ramai dan
dilalui oleh angkutan umum. Gedung apotik milik sendiri, tetapi karena lokasinya
sempit, tempat parkir dan ruang tunggu pasien juga sempit. Dengan jarak yang
tidak terlalu jauh pada jalan yang sama terdapat 4 apotik, yang berdiri belakangan.
PSA sebenarnya adalah apoteker tetapi ia menjadi penanggung jawab di apotik
yang lain. APA tinggal dan bekerja sebagai PNS di kota yang berbeda sehingga tidak
bisa aktif di apotik.
Apotik sudah melakukan kerja sama dengan beberapa instansi swasta dan BUMN
dalam melayani pembelian obat bagi karyawannya, tetapi karena obat sering tidak
tersedia pasien pergi ke apotik lain yang juga menjadi mitra mereka. Menurut
masyarakat sekitar, harga obat di apotik ini lebih mahal daripada apotik lainnya,
dan karyawannya kurang ramah. Pada kondisi saat ini, banyak pelaku bisnis yang
kesulitan menjalankan roda bisnisnya. Banyak apotik yang tutup karena tidak
mampu bersaing. Hal ini disebabkan krisis ekonomi yang berkepanjangan dan
diperparah dengan kenaikan harga BBM sehingga menyebabkan daya beli
masyarakat menurun. Sementara ijin untuk pendirian apotik sangat dipermudah
dan tidak ada pembatasan jarak sehingga dapat menyebabkan adanya persaingan
yang tidak sehat.

Tugas 2

Analisis Apotek Sari Mulia di Jalan Pangeran Antasari Nomor 139 Banjarmasin
Apotek Sari Mulia berawal dari tekad mewujudkan pelayanan kesehatan satu atap antara praktik dokter,
apotek dan unit penunjang lainnya. Apotek Sari Mulia adalah sebuah badan usaha berbentuk CV yang
didirikan pada bulan September 1995 berkedudukan di Jalan Pangeran Antasari Nomor 139 Banjarmasin.
Kepemilikan dari CV. Sari Mulia di prakarsai oleh 5 orang dokter spesialis bekerja sama dengan 1 orang
Apoteker untuk mewujudkan pelayanan yang prima dengan permodalan pribadi.
Kerangka kerja Apotek Sari Mulia disepakati untuk tetap mempertahankan sisi profesionalisme baik dari medis
maupun farmasi supaya tidak ada saling intervensi yang melanggar etika profesi sehingga jaminan pelayanan
kefarmasian tetap terjaga dari campur tangan pihak lain.
Apotek Sari Mulia pada awalnya hanya menempati lokasi yang sempit 50 m dan telah melakukan renovasi
dan pindah tempat sebanyak 2 kali yang masih di dalam lahan yang sama di RS. Sari Mulia. Saat ini Apotek
Sari Mulia telah menempati ruangan dengan luas 220 m yang terdiri dari 2 lantai dimana untuk pelayanan
pada lantai 1 dan ruang Administrasi ada di lantai 2.
Apotek Sari Mulia dalam operasionalnya sudah menggunakan sistem komputerisasi dengan jaringan online
sehingga mempermudah dan mempercepat proses administrasi maupun pelayanan.
Pengembangan pelayanan pada awalnya hanya untuk pasien di klinik & RS. Sari Mulia saja. Tetapi saat ini
telah menerima juga resep dari dokter praktik luar. Pelayanan resep perusahaan & Asuransi serta telah
membuka cabang dengan sistem investasi modal pada apotek kerja sama dengan dokter spesialis. Selain itu
juga melakukan pelayanan distribusi obat-obatan yang dipesan melalui tender perusahaan yang tersebar di
wilayah Kalsel, Kalteng dan Kaltim.
Apotek Sari Mulia merupakan satu kesatuan dengan Klinik Spesialis dan RS. Sari Mulia sebagai sarana
penunjang pelayanan seperti sarana pendukung yang lain yaitu laboratorium, medical check up dan radiologi.
Sarana Pelayanan terbagi dalam pelayanan pasien yang buka 24 jam pada hari kerja & libur nasional serta
apabila praktik dokter Klinik Spesialis Sari Mulia dalam keadaan tertentu menambah hari buka praktik.

Matriks
SWOT

Kekuatan (S)

Faktor internal

Faktor eksternal

Peluang (O)

Strategi (SO)

Kerja sama dengan dokter spesialis


1. Apotek dapat melakukan sistem pelayanan konseling pada pasien
Dapat melakukan distribusi obat
2. Dapat membuka cabang apotek baru
Pelayanan resep perusahaan & asuransi
3. Sistem resep komputerisasi
Pelayanan kefarmasian tidak ada campur
tangan dari orang lain (dokter)
Buka 24 jam dan dalam keadaan tertentu
menambah hari buka praktik.
Saat ini telah menerima resep dari dokter
praktik luar

Ancaman (T)

Kelemahan (W)

Pelayanan kesehatan satu atap dengan praktik dokter


Hanya memiliki 1 apoteker
Pelayanan kefarmasian tetap terjaga dari campur tangan pihak lain.
Operasionalnya sudah menggunakan sistem komputerisasi dengan
jaringan online
Pelayanan resep perusahaan & asuransi
Melakukan pelayanan distribusi obat-obatan yang dipesan melalui
Tender Perusahaan
Apotek Sari Mulia merupakan satu kesatuan dengan Klinik Spesialis dan
RS. Sari Mulia sebagai sarana penunjang pelayanan seperti sarana
pendukung yang lain yaitu laboratorium, medical check up dan
radiologi.
Memiliki gudang logistik yang disiapkan untuk pelayanan Tender
Perusahaan dan Stok Barang Persediaan.
Pelayanan 24 jam pada hari kerja dan hari libur nasional.
Pembagian ruangan terstruktur yang terdiri dari 2 lantai dimana untuk
pelayanan pada lantai 1 dan ruang administrasi ada dilantai 2.

Strategi (ST)

Strategi (WO)
1. Pelayanan
kefarmasian
dalam apotek ditingkatkan
2. Pembagian tugas karyawan
pada pelayanan distribusi
obat, bagian administrasi,
kasir, dan pelayanan resep
langsung
3. Pengelolaan obat yang baik

Strategi (WT)

Penyerahan obat yang lama karena 1. Penambahan karyawan (apoteker, Aping, TTK) dalam apotek, sehingga 1. Penambahan
karyawan
Apoteker cuma ada satu dan tidak
pelayanan menjadi efisien.
(apoteker,
Aping,
TTK)
seimbang dengan keadaan apotek yang 2. Melakukan diversifikasi produk dan pasar
dalam
apotek,
agar
besar
pelayanannya lebih efisien.
Pelayanan yang kurang efisien
Adanya apotek pesaing seperti apotek KF
Antasari.

KASUS 2 DIPEROLEH DARI

LANJUTAN

Sekian dan Terima Kasih