Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

SISTEM KENDALI

NAMA

: JOHAN WAHYUDI

NIM

: 09011281320031

KELAS

: SK5B

FAKULTAS ILMU KOMPUTER


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TA 2015/2016

PRAKTIKUM III
TIMER
I.

Tujuan Praktikum

Dapat memahami dan mengerti rangkaian timer

Dapat memahami fungsi timer pada PLC

Dapat mengerti pemrograman dengan ladder diagram dan bahasa


consule

II.

III.

Peralatan yang digunakan

Seperangkat PC dengan Software GMWIN 3.63


Seperangkat PLC LG Trinner

Dasar teori

TDR (Time Delay Relay) adalah suatu piranti yang menggunakan elektromagnet untuk
mengoperasikan seperangkat kontak saklar
sering disebut juga relay timer atau relay penunda batas waktu banyak digunakan dalam
instalasi motor terutama instalasi yang membutuhkan pengaturan waktu secara otomatis.
Peralatan kontrol ini dapat dikombinasikan dengan peralatan kontrol lain, contohnya dengan
MC (Magnetic Contactor), Thermal Over Load Relay, dan lain-lain. misalnya untuk
rangkaian control hubungan secara otomatis, hubungan control secara berurutan dan
lain lain. Timer tunggal / berdiri sendiri dapat disimbolkan sebagai berikut .
Jenis Timer
1. ON DELAY
On Delay adalah suatu Timer yang dihubungkan secara langsung ke kontaktor ( jadi satu
dengan Kontaktor ) yang akan berfungsi jika kontaktor bekerja ( ON ) maka Timer juga
bekerja ( ON ).

2. OFF DELAY
Off Delay adalah suatu Timer yang dihubungkan secara langsung ke kontaktor ( jadi satu
dengan Kontaktor ) yang akan berfungsi jika kontaktor bekerja ( ON ) dan Timer tidak
bekerja ( OFF ).
3. FUNGSI
adalah sebagai pengatur waktu bagi peralatan yang dikendalikannya. Timer ini dimaksudkan
untuk mengatur waktu hidup atau mati dari kontaktor atau untuk merubah sistem bintang ke
segitiga dalam delay waktu tertentu.
Timer dapat dibedakan dari cara kerjanya yaitu timer yang bekerja menggunakan induksi
motor dan menggunakan rangkaian elektronik.

4. Prinsip Kerja
Timer yang bekerja dengan prinsip induksi motor akan bekerja bila motor mendapat
tegangan AC sehingga memutar gigi mekanis dan memarik serta menutup kontak secara
mekanis dalam jangka waktu tertentu.
Sedangkan relay yang menggunakan prinsip elektronik, terdiri dari rangkaian R dan C yang
dihubungkan seri atau paralel. Bila tegangan sinyal telah mengisi penuh kapasitor, maka relay
akan terhubung. Lamanya waktu tunda diatur berdasarkan besarnya pengisisan kapasitor.
Bagian input timer biasanya dinyatakan sebagai kumparan (Coil) dan bagian outputnya
sebagai kontak NO atau NC.
Kumparan pada timer akan bekerja selama mendapat sumber arus. Apabila telah mencapai
batas waktu yang diinginkan maka secara otomatis timer akan mengunci dan membuat
kontak NO menjadi NC dan NC menjadi NO.
5. Fisik Timer
Pada umumnya timer memiliki 8 buah kaki yang 2 diantaranya merupakan kaki coil sebagai
contoh pada gambar di atas adalah TDR type H3BA dengan 8 kaki yaitu kaki 2 dan 7 adalah
kaki coil, sedangkan kaki yang lain akan berpasangan NO dan NC, kaki 1 akan NC dengan
kaki 4 dan NO dengan kaki 3. Sedangkan kaki 8 akan NC dengan kaki 5 dan NO dengan kaki
6. Kaki kaki tersebut akan berbeda tergantung dari jenis relay timernya.

Prosedur praktikum

IV.

diagram ladder Timer tipe TON, dengan waktu delay waktu menyala lampu (output)
selama 5 detik apabila input bernilai 1

diagram ladder Timer tipe TOFF, dengan waktu delay waktu menyala mati (output) selama 5
detik apabila input bernilai 1

Percobaan membuat output led kedip-kedip

V. Algoritma pada rangkaian Kombinasi logika


Timer TON
Deklarasi
a=boolean

Deskripsi
READ a

if{ a = 1}
DELAY T#5s
q=1
Else
q=0
END

Timer TOFF
Deklarasi
a=boolean

Deskripsi
READ a

if{ a = 1}
DELAY T#5s
q=1
Else
q=0
END

Lampu kedip

Deklarasi
a=boolean

Deskripsi
READ a

if{ a = 1}
DELAY T#5s
OUTPUT=1
DELAY T#5s
OUTPUT=0
Else
OUTPUT = 1
END

VI.

Flowchart dari Timer

TON

TOF

If{a=1}

Timer lampu kelap kelip

If{a=1}

If{a=1}

VII.

Analisa

Pada percobaan kali ini menggunkan aplikasi GMWIN yang terdapat PLC.Didalam
simulator ini kita akan membuat program program timer.Dalam simulasi ini kita akan
terbantu tool yang disediakan namun tool tersebut harus kita program terlebih dahulu
sehingga bisa bekerja sesuai dengan yang kita ingikan. Dalam timer kita akan memberi
masukan input seperti biasa namun tetap harus sesuai dalam mengkoding input dan
outputnya.Timer memiliki waktu delay dan kita dapat memberi waktu delay yg kita
inginkan.menginput waktu delay terdapat disebelah port PT dan port ET adalah tempat output
waktu yg kita masukan.pada percobaan lampu kelap kelip kita melakukan delay disetiap
outputnya dimana setiap delay output bisa kita atur namun tergantung keahlian dalam
menyusun timer TOF dan TON jika tidak tepat maka tidak sesuai keingianan.
Contohnya pada percobaan pertama program yang dimasukan ke tool A adalah %I0.0.0
artinya tool A akan menerima input di port ke 0 pada baris ke 0 di PLC Jika pada input
demikian maka pada output hanya berubah I menjadi Q maka programnya adalah %Q0.1.0
maksudnya tempat keluarnya output berada di baris 1 dan port ke 0.sedangkan di tool timer
hanya diberi waktu delay saja di prot PT .Dalam semulasi program harus lengkap seperti
contoh di atas jika tidak maka akan terjadi error.

VIII.

Kesimpulan

Dalam percobaan tersebut seluruh output kita delay maupun mati dan hidup dengan
menggunakan timer TON atau TOF setiap timer mempunyai fungsi yang berbeda seperti
TON mempunyai karakteristik yaitu dia akan mendelay output 1 pada saat input diberi 1
sedangkan pada TOF dia akan mendelay output 0 pada saat input diberi 0.

IX.

Daftar Pustaka

Andi siregar.Teori rangkaian menggunakan timer.


https://djukarna.wordpress.com/2014/09/12/teori-rangkaian-menggunakan
-timer/ (diakses pada tanggal 19 Oktober 2015 pukul 14:00)
Rangkaian Elektronika.apa itu delay timer.
http://rangkaianelektronika.info/apa-itu-delay-timer.html (diakses pada
tanggal 19 Oktober 2015 pukul 21:00)
Sirbeh.contoh rangkaian menggunakan timer.
http://sirbeh.blogspot.com/2013/04/contoh-rangkaian-menggunakan
-timer.html (diakses pada tanggal 19 oktober 2015 pukul 21:30)