Anda di halaman 1dari 17

Sistem perkandangan merupakan salah satu sub sistem dari Sub sistem

teknologi produksi ternak domba ditinjau dari segi / bidang agribisnis; sedangkan sub
sistem teknologi produksi merupakan salah satu dari sistem agribisnis. Sub Sistem
Teknologi Produksi yang dimaksud adalah :
1)

Teknologi Pembibitan dan Reproduksi ternak,

2)

Teknologi Pakan,

3)

Tatalaksana / pengelolaan Sistem Perkandangan,

4)

Pengendalian / pencegahan dan pengobatan penyakit ternak,

5)

Panen,

6)

Pasca panen,

7)

Pemasaran hasil
Sistem adalah serangkaian kegiatan yang merupakan satu kesatuan utuh, dan
sistem terdiri dari sub sistem - sub sistem, diantara sub sistem-sub sistem terjadi
saling keterkaitan yang mempunyai fungsi berbeda tetapi tidak bisa terpisahkan
(harus utuh).

Sub sistem teknologi produksi tersebut di atas (No. 1 s.d 7) juga

merupakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa dipisah-pisahkan, kesemuanya saling
terkait, kesemuanya penting. Selanjutnya Sistem Agribisnis minimal terdiri dari
empat (4) sub sistem, yaitu :
Sub Sistem Pengadaan dan Penyaluran Saprodi/Sapronak;
2)

Sub Sistem Teknologi Produksi;

3)

Sub Sistem Panen dan Pasca Panen;

4)

Sub Sistem Pemasaran Hasil.


Kandang berfungsi sebagai tempat tinggal ternak untuk melindungi dari
pengaruh buruk iklim (hujan, panas, angin, temperatur) dan gangguan lainnya seperti
hewan liar dan pencurian ternak. Agar ternak dapat berproduksi secara optimal maka
kandang harus mampu memberikan tempat yang nyaman bagi ternak. Dalam

pembuatan kandang ada tiga faktor yang harus dipertimbangkan yaitu faktor biologis,
faktor teknis dan ekonomis. Masing-masing faktor dijelaskan sebagai berikut:
1. Faktor Biologis
Faktor biologis ternak yang perlu di pertimbangkan adalah sensitifi tas respon
ternak terhadap unsur iklim. Misal ternak yang sensitif terhada panas maka perlu
merancang kandang agar tidak menyebabkan iklim didalam kandang panas. Hal ini
bertujuan agar ternak dapat berproduksi secara optimal.
2. Faktor Teknis
Kandang ternak perlu dibuat kuat agar dapan memberikan fungsi dengan baik.
Konstruksi, bahan dan tata letak bangunan harus di hitung berdasarkan perhitungan
arisitektur yang sesuai.
3. Faktor Ekonomis
Tujuan pemeliharaan ternak adalah memberikan nilai ekonomi bagi peternak
pemeliharanya. Semua faktor dalam proses pengelolaan ternak juga harus
dipertimbangkan secara ekonomi. Kandang yang merupakan investasi tetap dan
jangka panjang harus dibuat yang kuat tetapi menggunakan bahan bangunan yang
tidak terlalu mahal. Efi siensi penggunaan bangunan dilakukan dengan mengatur tata
letak, dan merancang kapasitas bangunan dengan baik. Peralatan diperlukan peternak
sebagai wahana kegiatan budidaya ternak dan alat bantu untuk meningkatkan
produktifitas peternak yang berfungsi menurunkan biaya tenaga kerja. Sebagai
wahana kegiatan budidaya peralatan terdiri dari tempat pakan, minum, peralatan
kesehatan ternak dll. Peralatan peningkat produktifitas terdiri dari mesin pembuatan
pakan, alat transportasi, mesin pemanen hasil ternak dll.
Selama ini petani ini petani dalam membuat kandang belum sampai kepada
pemikiran-pemikiran di atas terutama pada ternak yang diusahakan secara tradisional.
Kendala yang ada di tingkat petani sampai saat ini dalam pengembangan pertanian
khususnya peternakan adalah :
a)

Petani peternak masih berpola tradisional;

b)

Kurang informasi dan tidak mau mencari informasi;

c)

Tidak ada motivasi untuk maju;

d)

Kurangnya pengertian tentang perkandangan bagi keberhasilan usaha ternak

domba;
e)

Belum fahan dan belum menyadari dampak kesehatan bagi peternak dalam

mengelola perkandangan yang baik;


f)

Kelompok tani belum berfungsi optimal;

g)

Belum adanya pemupukan modal di tingkat kelompok;

h)

Terjadinya krisis kepercayaan di tubuh kelompok;

i)
1.

Kebiasaan turun temurun, lamban dalam menerima perubahan.


Fungsi kandang;
Seperti halnya rumah bagi manusia, fungsi kangang adalah sebagai tempat

istirahat yang nyaman, maka bangunan kandang perlu direncanakan sedemikian rupa
sehingga bangunan kandang mampu memenuhi fungsi yang diharapkan :
a)

Melindungi ternak domba dari matahari, angin, hujan dan penyakit;

b)

Mampu menolong petani/peternak untuk dapat mencapai produksi optimal

dariternaknya, dapat menjalankan usaha secara ekonomis, menambah usia pemakaian


peralatan, menurunkan biaya pemborosan tersamar tiap unit;
c)Menghemat tenaga, menunjang kesehatan, dengan pengaturan

kandang yang

luwes dan efisien;


d)

Mampu memenuhi kebutuhan ;

e)

Menarik dan rapi sehingga kandang tersebut menyenangkan sebagai tempat

tinggal ternak domba.


2. Persyaratan Teknis Kandang
Kandang domba memerlukan persyaratan teknis yang baik, seperti :
Konstruksi harus diusahakan yang kuat, terutama tiang-tiangnya
menggunakan bahan bangunan sederhana;

meskipun

a)

Atap diusahakan dari bahan atap yang ringan dan memiliki daya serap panas yang
relatif kecil. Untuk lokasi kandang di daerah panas dapat menggunakan atap rumbia
atau ilalang; sedangkan di daerah dingin dapat menggunakan atap seng;

b)

Dinding harus diusahakan dari bahan bangunan seperti bambu yang dianyam dan
ventilasinya harus diperhitungkan supaya pertukaran/sirkulasi udara berlangsung
dengan baik tanpa mengganggu kenyamanan dan kesehatan ternak.

3. Bagian-bagian Kandang
Kandang ternak domba mempunyai bagian-bagian yang sesuai dengan tujuan
dan fungsinya dalam mendukung pengelolaan, seperti :
a)

Bagian kandang induk/utama


Merupakan tempat ternak domba kereman atau digemukkan. Pada usaha ternak
penggemukan, ruang ini digunakan sebagai tempat untuk mengadakan aktivitas
istirahat, makan, reproduksi dan membuang kotoran; sedangkan untuk ternak domba
yang bukan kereman ruang induk/utama hanya dijadikan tempat istirahat dan tidur.
Untuk kandang induk/utama per ekor domba membutuhkan luas kandang 1m x 1 m.

b)

Bagian kandang induk dan anaknya


Merupakan kandang yang khusus untuk seekor induk yang sedang menyusui anaknya
sampai anaknya disapih.

Untuk bagian kandang ini seekor induk domba

membutuhkan luas 1,5 m x 1 m, dan untuk anak domba memerlukan luas 0,75 m x 1
m. Kandang induk dan anaknya dipergunakan sampai anak domba mencapai usia 3
bulan.
c)

Bagian kandang pejantan


Merupakan kandang khusus bagi domba jantan yang akan digunakan sebagai
pemacek. Kandang domba jantan sebaiknya cukup luas, serta memperoleh sinar
matahari pagi dan udara segar dan bersih. Selain itu diusahakan agar kandang domba
pemacek terpisah dari kandang domba lainnya, tetapi tidak terlalu jauh dengan domba
betina dewasa. Hal ini dimaksudkan agar tidak gaduh dan terjadi perkelaian.
Dianjurkan untuk kandang domba pemacek tidak dibuat berkelompok dan sebaiknya

disekat-sekat. Luas kandang yang diperlukan untuk per ekor domba jantan pemacek
adalah 2 m x 1,5 m.

4. Perlengkapan Kandang
Perlengkapan kandang domba sangat dianjurkan tersedi, agar dalam pengelolaan
yang berkaitan dengan tatalaksana dapat dicapai secara efisien. Diantaranya yang
paling pokok adalah :
a)

Tempat pakan/palung pakan;


Merupakan tempat pakan dalam kandang, dimana harus dibuat sedemikian rupa
sehingga bahan pakan hijauan yang diberikan untuk ternak domba tidak tercecer.
Pada palung juga perlu disediakan ember untuk air minum.

b)

Gudang Pakan
Merupakan tempat untuk menyimpan sementara pakan yang belum siap disajikan ke
ternak. Hijauan pakan yaqng disimpan dalam gudang sebaiknya tidak dalam ikatan,
agar tidak mengalami fermentasi yang menimbulkan panas dan akan mengurangi
kualitas hijauan pakan ternak. Hijauan pakan yang dilayukan nilainya akan lebih baik
untuk ternak domba dibandingkan dengan yang baru dan masih lembab. Pakan
penguat hendaknya disimpan pada tempat yang terhindar dari proses pembusukan dan
serangan hama.

c)

Tempat Umbaran
Merupakan kelengkapan dari sistim perkandangan domba yang baik. Domba
dimasukkan ke tempat umbaran pada saat kandang sedang dibersihkan. Tempat ini
juga berfungsi sebagai tempat represhing (penyegaran), tempat olahraga bagi ternak.
Untuk ternak domba yang tidak digembalakan perlu bermain di tempat umbaran
secara teratur, agar kesehatannya terjaga. Kesulitan induk melahirkan adalah salah
satu contoh yang sering terjadi di tingkat petani karena ternak domba sedang bunting
kurang olahraga/gerak.

d)

Tempat kotoran/kompos

Merupakan salah satu perlengkapan yang sudah sewajarnya tersedia. Pada kandang
tipe lemprak yang digunakan sebagai kandang domba kereman atau yang
digemukkan, sisa pakan dan kotoran akan menumpuk jadi satu dan sangat
mengganggu kesehatan ternak domba. Pada kandang tipe panggung kotoran
tertumpuk pada kolong lantai kandang , agar kotoran dapat jatuh ke bawah, maka
lantai harus dibuat, diatur tidak terlalu rapat, cukup bersela kurang lebih 1,5- 2 cm.
5. Letak Kandang
Sesuai dengan fungsinya kandang harus menjamin ternak domba agar nyaman
serta hidup sehat. Kandang juga harus memenuhi persyaratan tidak mengganggu
lingkungan, terutama masyarakat sekitar; oleh karena itu kandang domba harus
direncanakan dapat memenuhi syarat, seperti :
a)

Kandang dibuat di daerah yang relatif lebih tinggi dari daerah sekitarnya, tidak
lembab, lebih jauh dari kebisingan;

b) Aliran/sirkulasi udara segar, terhindar dari aliran udara yang kencang;


c)

Sinar matahari pagi bebas masuk kandang, tetapi pada siang hari tidak sampai
masuk ke dalam kandang;

d)

Agak jauh dari lokasi pemukiman, serta masyarakat tidak merasa terganggu
(utamanya untuk yang sudah masuk kategori perusahaan); tergangtung kesepakatan
dengan lingkungan masyarakat;

e)

Lokasi dianjurkan jauh dari sumber air minum yang digunakan oleh masyarakat
sekitar, sehinggakotoran domba tidak mencemari, baik secara langsung maupun lewat
rembesan;

f)

Usahakan lokasi kandang jauh dari tempat keramaian seperti : jalan raya, pasar,
pabrik/RMU agar ketenangan ternak domba terjaga.
6. Tipe dan Model Kandang
Pada hakekatnya tipe dan model kandang untuk ternak domba yang umum dapat
dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu :

a)

Tipe Kandang Panggung

Kandang tipe panggung merupakan kandang yang konstruksi lantainya dibuat


sistim panggung. Tipe kandang ini memiliki kolong yang bermanfaat sebagai
penampung kotoran yang terkumpul di bawah lantai.
Kolong dibuat berlubang atau digali lebih rendah daripada permukaan tanah sehingga
kotoran dan air kencing tidak berceceran.
Alas kandang domba sebaiknya terbuat dari kayu atau bambu yang sudah
diawetkan supaya tahan terhadap kelapukan. Celah lantai panggung dibuat kurang
lebih 1,50 - 2 cm, agar kotoran dapat jatuh ke bawah, tetapi kaki domba tidak sampai
terperosok. Kandang panggung yang terawat baik domba akan terlihat bersih dan
sehat-sehat.
Dinding kandang yang rapat sebaiknya dibuat setinggi 70 - 80 cm (ukuran tinggi
penyekat) agar ternak domba di dalam kandang terhindar dari angin kencang.
Selanjutnya di atas ketinggian 70 - 80 cm, dinding dibuat bercelah agar udara dapat
masuk bebas dan sinar matahari pagi dapat masuk ke dalam kandang.
Tinggi panggung dari tanah dapat dibuat minimal 50 70 cm. Tinggi ruang utama
dari alas sampai atap kurang lebih 2 meter. Pada kandang dobel, palung pakan dibuat
di tengah kandang, sehingga meski tinggi panggung 2 meter, petani peternak akan
lebih mudah memberikan pakan dan minum lewat jalan di atas lantai tengah. Ukuran
alas palung pakan 25 40 cm, lebar bagian atas 40 50 cm, tinggi atau dalam palung
30 40 cm.
Lubang untuk masuk kepala domba mencapai pakan antara 20 25 cm. Palung
pakan harus dibuat rapat, agar bahan pakan yang diberikan tidak tercecer keluar.
Kandang panggung bersekat secara individu untuk tujuan penggemukan, biasanya
yang digemukkan adalah pejantan. Tujuan disekat-sekat dengan ukuran 50 cm x 120
cm per ekor yang dilengkapi tempat pakan dan minum. Hal ini dimaksudkan untuk
menjamin kesehatan ternak serta membatasi domba bergerak secara leluasa.
Kebutuhan ruang (ekor/cm2) Kambing/domba berdasarkan status fisiologis ternak
dan umur (bulan) ternak.

No

Status Fisiologis Ternak

Umur

Ukuran

.
1.
2.
3.

(bulan)
Jantan dewasa
> 12
Betina dewasa
> 12
Induk menyusui + jumlah > 12

(Ekor/cm2)
100 cm x 120 cm
100 cm x 100 cm
100 cm x 100 cm + jumlah

4.
5.
6.

anak (0 3 bulan/ekor)
Anak Sapihan
3-7
Jantan/betina muda
7 - 12
Jantan
bakalan
untuk + 12

anak x (50 cm x 100 cm)


50 cm x 100 cm
75 cm x 100 cm
50 cm x 120 cm

penggemukan

a. Satu unit usaha pemeliharaan domba induk dengan 24 ekor induk 44 ekor
anak domba serta 3 ekor pejantan pemancak rata-rata membutuhkan kandang
sbb :

1 kandang kapasitas 12 ekor betina (12 m2)

1 kandang kapasitas 12 betina serta 22 anak domba (27 m2)

1 kandang kapasitas 32 anak domba umur 3 - 10 bulan (38 m2)

1 kandang 3 ekor pejantan pemancak (9 m2)

b. Usaha penggemukan 30 ekor domba memerlukan 1 kandang (30 m2)


Selain kandang, peternak domba juga memerlukan peralatan, misalnya sekop,
sabit, keranjang rumput dan lain-lain.

c.

b) Tipe kandang Lemprak


Kandang tipe lemprak merupakan kandang yang umum digunakan untuk usaha
ternak domba kereman. Kandang lemprak tidak dilengkapi dengan alas kayu, tetapi
ternak beralaskan kotoran dan sisa-sisa pakan hijauan. Kandang juga tidak dilengkapi
dengan palung pakan, dalam menyajikan pakan hanya diserakkan di atas lantai.
Pemberian pakan umumnya berlebihan, sehingga didapat hasil kotoran yang banyak.
Kotoran akan dibongkar setelah 3 - 6 bulan kemudian.
Lantai kandang lemprak yang terbuat dari tanah tidak dianjurkan karena tidak
memenuhi syarat kesehatan. Kotoran domba maupun air minum yang tumpah dapat
membuat lantai tanah menjadi basah dan becek. Karena itu, alas yang disarankan
untuk kandang lemprak adalah alas yang terbuat dari bahan semen. Agar lantai tidak
licin, tekstur semen dibuat agak kasar dengan cara tidak diberi semen penghalus atau
memberi corak semen dengan batang lidi. Lantai juga perlu dibuat miring ke satu
arah untuk memudahkan pembuangan kotoran dan mencegah genangan air.
Dalam beternak domba secara intensif, kandang ini jarang digunakan karena
pembersihannya lebih merepotkan. Kandang lemprak biasanya digunakan para
peternak domba pada skala kecil dengan jumlah domba yang tidak terlalu banyak.
Rencana awal untuk mendirikan peternakan kambing adalah persiapan tempat,
dimana kandang adalah faktor yang sangat penting untuk berlangsungnya
pertumbuhan kambing, sehingga mendapatkan dan menghasilkan ternak yang sehat
dan maksimal.
Berikut design awal pembuatan kandang kambing domba :

Central Alley
Denah kandang :

Keterangan :

1.

Tempat exercise

6.

2.

Kandang koloni

7.

Gang

3.

Kadang individu

8.

Ruang depan

4.

Kandang pejantan

9.

Lingkungan sekitar

5.

Kandang induk

10.

kolam dippin

11.
1. Penjelasan tentang kandang :

Tipe kandang :
12.

Central Alley, yaitu kandang yang mmempunyai satu gang

ditengah kandang.

Bahan penyusun kandang :


o

Lantai terbuat dari kayu dan bambu

Pemisah antara kandang yang satu sama lain terbuat dari


bambu

Dinding terbuat dari kayu dengan fondasi dari tembok, dan


jendela untuk ventilasi menggunakan rmm kawat

Atap terbuat dari genting

Bentuk kandang :
13.

Berbentuk panggung agar memudahkan

14.

dalam hal sanitasi.

Model kandang:

15.

16. gambar 2: kandang koloni


17.Lebar

: 325 cm

18.Panjang

: 380 cm

19.Tempat pakan :
20.Lebar

: 50cm

21.Panjang

: 190 cm

22.
26.
27.Lebar

: 40 cm

28.Panjang

: 100 cm

29.Tempat pakan :
23.
30.Lebar

: 10 cm

31.Panjang

: 30 cm

24.
25. gambar 1: kandang
32.

individu
33.
34.Kandang induk : (gambar
= kandang koloni)
35.Lebar

: 60 cm

36.Panjang

: 50 cm

37.
38.Tempat pakan :
39.Lebar

: 50 cm

40.Panjang

: 150 cm

41.
42.Kandang pejantan :
(gambar = kadang
induk)
43.Lebar

: 60 cm

44.Panjang

: 50 cm

49.

45.
46.Tempat pakan :
47.Lebar

: 50 cm

48.Panjang

: 100cm

Tempat minum di ember dan dberikan setelah ternak selesai

makan.
50.
51.
2.

Sarana pelengkap kandang :


52.

53.Panjang

: 602 cm

54.Lebar

: 412 cm

55.Tinggi

: 159

cm
56.dindingnya menggunakan
ram kawat, dan terdapat
bak air untuk tempat
minum
gambar 1 : tempat exercise
57.

Lingkungan sekitar :

58.

Sebagian merupakan kebun dan sebagian lagi khusus

ditanam (tumbuh dengan sendirinya) bahan pakan untuk ternak


seperti :
o

Lamtoro

Singkong (daun)

Teki knop

Brachiaria

Rodes

Daun pisang

Kacang merah (daun)


59.

Pencahayaan di kandang ini bisa dibilang cukup baik karena

menghadap ke arah timur laut, sehingga banyak cahaya

matahari

yang masuk.

Tempat pembungan (kotoran) :


60.

Bentuk kandang yaitu panung dengan otomatis tempat

pembuangan kotoran terdapat tepat dibawwah kandang (kolong),


Lantainya dari beton. Dan terdapat saaluran air (sanitasi).

Tempat dipping :
61.

Merupakan kolam untuk memandikan ternak (sangat kecil

dan kurang layak).


62.
63.

Bila dilihat dari sistem perkandangan, tipe kandang yang

menggunakan model center alley ini akan sangat memudahkan saat


pemberian pakan pada ternak, dan juga untuk kebersihanya pun akan
sangat mudah dikelola, dikarenakan kebersihan itu sangat penting karena
dapat berkaitan dengan kesehatan oleh karena itu dengan model ini
peternak akan mendapat satu keuntungan. Untuk tempat pakan dilihat
dari ukurannya untuk setiap kandang yang berbeda dapat kami nilai

cukup baik karena sesuaai dengan ukuran tiap kandang yang berbeada,
akan tetapai tempat pakan yang terbuat dari kayu dan bambu ini mudah
rusak oleh rayap maupun dengan adanya pelapukan, dan akan sangat
berbahaya jika ada rayap, dan rayap itu termakan oleh ternak. Kandang
ini juga terdapat kekurangan yaitu tidak adanya tempat minum yang
layak. Minum hanya diberikan pada saat ternak selesai makan, ini akan
berpengaruh pada pertumbuhannya dan juga ini ujung-ujungnya akan
berpengaruh pada prroduksi ternak tersebut.
64.

Bahan yang digunakan untuk penyusun kandang sudah

cukup baik, seperti jendela untuk ventilasi yang mengunakan ram kawat,
ini akan memudahkan dalam hal sirkulasi udara di dalam kandang dan ini
dapat dibilang sangat baik mengingat kebutuhan utama dari mahluk
hidup adalah udara (O 2). Akan tetapi lantai yang terbuat dari kayu kurang
baik karena bahan ini mudah rusak yaitu dapat lapuk atau dimakan rayap.
65.

Dari

bentuk

kandang

yang

panggung

ini

terdapat

keuntungan yaitu, kotoran ternak dapat langsung dibuang ke tempat


pembuangan yang tepat berada di bawah kandang, sehingga ternak akan
tidak (jarang) terkena kotoraannya sendiri ini juga berpengaruh bagi
kesehatan ternak itu sendiri, mengingat dalam kotoraan itu terdapat
banyak sekali bakteri dan parasit lain pennyebab penyakit.
66.

Macam kandang ini dapat dipilih sesuai keinginan dan tujuan

peternak. Karena dari satu maacam kandang ini terdapat kelebihan, akan
tetapi ada pula kekuranganya. Contohnya untuk kandang individu, ternak
dapat makan dengan leluasa tanpa harus berebut dengan ternak lain, dan
juga untuk menghindari adanya kontak fisik terutama untuk ternak domba
(pejantan). Akan tetapi model ini juga terdapat kekurangan yaitu
memakan tempat yang cukup luas, ruang gerak ternak akan sedikit, dll.
67.

Untuk sarana pelengkap kandang, lingkungan sekitar cukup

baik karena menyediakan banyak sekali rumput-rumputan dan beberapa

jeis legume.

Akan tetap disana juga

terdapat pakan yang memang

memliki palatabilitas yang tinggi tetapi akan beracun apabila dikonsumsi


berlebihan, seperti daun singkong yang memiliki kandungan sianda (Sn) di
dalamnya, oleh karena itu pemberianya harus diawasi dan harus diolah
terlebih

dahulu

(dimasak)

agar

ternak

tidak

keracunan.

Untuk

pencahayaan yang merupakan unsur penting dalam pertumbuhan (sinar


matahari) yang merupakan unsur yang dapat mensintesis vitamin D bisa
diterima dengan cukup baik. Untuk tempat pembuangan kotoran tadi
telah dijelaskan pada bentuk kandang yang berbentuk panggung (kotoran
ternak dapat langsung dibuang ke tempat pembuangan yang tepat
berada di bawah kandang, sehingga ternak akan tidak (jarang) terkena
kotoraannya sendiri ini juga berpengaruh bagi kesehatan ternak itu
sendiri, mengingat dalam kotooraan itu terdapat banyak sekali bakteri
dan parasit lain pennyebab penyakit) dan ni akan bepengaruh pada
produksi ternak itu sendiri.
68.
merupakan

Di

kandang

tempat

ini

ternak

juga

terdapat

dimandikan

ini

tempat
juga

dipping

berkaitan

yang
degan

kebersihan ternak yang ujung-ujungya akan menyangkut pada kesehatan


ternak, jika ternak tidak dimandikan maka kotoran yang menemel pada
bulu kususnya ini kaan menjadi media yang baik untuk pertumbuhan
kuman penyebab penyakit oleh karena itu tempat dipping ini sangat
diperlukan, akan tetapi di kandang ini tempat dipping tersebut kami rasa
kurang memadai karena selain tempatnya yang kecil juga tempat ini
kurang

layak

dipakai

karena

merupakan

sebuah

kubangan

yang

kelihatannya jarang sekaali dirawat dan dibersihkan oleh pengurus


kandangnya.

69. DAFTAR PUSTAKA


70. http://bp3kbansari2.blogspot.com/2010/07/sistem-perkandangan-ternak-domba.html
Diakses pada tanggal 27 Februari 2011

71. http://www.kambingakikah.com/jenis-jenis-kandang-domba/ Diakses pada tanggal


27 Februari 2011

72. http://www.google.co.id/imgres?
imgurl=http://3.bp.blogspot.com/_o_OJUzwjeEM/S72JSLv7GvI/AAAAAAAACh4/jpJr
y43GVlw/s400/kandang-Model.jpg Diakses pada tanggal 27 Februari 2011
73. Sudarmono,A.S. 2009. Beternak Domba Edisi Revisi. Jakarta: Penebar swadaya.