Anda di halaman 1dari 3

Diabetes mellitus adalah penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya

pengaturan gula darah. Gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di
dalam darah. Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam
tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh.
Meskipun disebut "gula darah", selain glukosa, kita juga menemukan jenis-jenis gula lainnya, seperti
fruktosa dan galaktosa. Namun, hanya tingkatan glukosa yang diatur melalui insulin dan leptin.

Kadar gula atau glukosa darah adalah jumlah glukosa yang terdapat dalam aliran darah
manusia yang umumnya memiliki satuan mg/dL. Tubuh secara alami mengatur kadar gula
darah ini dengan bantuan hormon insulin yang dihasilkan oleh sel beta pankreas sebagai
bagian dari homeostasis tubuh. Dengan demikian kadar gula darah normal akan selalu
dipertahankan.
Kadar Gula Darah Normal
Kadar gula darah akan berubah tergantung kapan mengukurnya yang terkait dengan
waktu makan, serta berapa banyak makannya. Oleh karena itu, terdapat nilai gula darah normal
saat puasa, dua jam setelah makan, dan gula darah sesaat. Berikut nilai normal masingmasing:

Gula Darah Puasa (GDP).


Maksudnya adalah gula darah yang diukur pada saat seseorang tidak makan atau
minum sesuatu yang mengandung gula selama delapan jam terakhir, nilai normal gula
darah puasa adalah antara 70 dan 100 mg/dL
Gula darah 2 jam setelah makan (GDPP).

Kadar gula darah yang diambil (diukur) pada saat 2 jam setelah makan kurang dari 140
mg/dL
Gula Darah Sesat (GDS).
Pengukuran kadar gula darah kapan saja selain waktu di atas, nilai normalnya adalah
70 200 mg/dL.
Kadar Gula Darah Tinggi (Hiperglikemia)
Kadar gula darah yang melebihi nilai normal disebut hiperglikemia, jika kondisi
ini terus berlangsung maka akan jatuh ke penyakit diabetes melitus atau kencing manis,
dengan kadar gula sebagai berikut:
1. Gula darah sewaktu >200 mg/dL
2. Gula darah puasa ? 126 mg/dL
3. Tes A1C yang sama atau lebih besar dari 6,5 persen. A1C atau HbA1C
adalah tes darah yang memberikan gambaran kadar gula darah rata-rata
tiga bulan terakhir
4. Tes toleransi glukosa oral dua jam dengan nilai lebih dari 200 mg / dL

Selain dengan melihat kadar gula darah di atas, diagnosis diabetes melitus
ditegakkan atas dasar pertimbangan gejala klinis juga, sehingga perlu pemeriksaan oleh
dokter.

Prediabetes
Merupakan kondisi dimana seseorang berisiko tinggi terkena diabetes. Hal ini dapat
dicegah atau ditunda agar tak jatuh ke diabetes dengan cara meningkatkan aktivitas fisik,
makan makanan sehat, dan mempertahankan berat badan tetap ideal. Pra-diabetes didiagnosis
dengan salah satu dari berikut ini:
1. Glukosa darah puasa di antara 100-125 mg/dL
2. A1c antara 5,7-6,4 persen
3. Tes toleransi glukosa oral dua jam dengan nilai antara 140 mg/dL dan 199 mg/dL.
Kadar Gula Darah Rendah (Hipoglikemia)
Terjadi ketika gula darah di bawah normal, yakni kurang dari 70 mg/dL. Gejala yang
mungkin dialami ketika gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) meliputi:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Penglihatan ganda atau pandangan kabur


Detak jantung Cepat atau berdebar
Merasa gugup Sakit kepala
Rasa lapar Gemetar Berkeringat
Kesemutan atau mati rasa pada kulit Lemas atau lemah
Tidak dapat berkonsentrasi

Jika tidak segera mendapat pertolongan maka bisa Pingsan, kejang, dan koma.
Pertolongan yang diberikan yaitu mengembalikan kadar gula darah normal.

GULA DARAH
Diajukan untuk memenuhi tugas kimia
semester 5

OLEH :
NABILA HANA ASRI
KELAS :
XII IPA 5

SMAN 1 PADANG
2015/2015