Anda di halaman 1dari 6

Pemeriksaan

panggul

Pembagian panggul
sempit
Kesempitan pintu atas panggul (pelvic inlet)
Jika dijumpai diameter anteroposterios <10cm atau
diameter transversal <12 cm. hal ini diketahui secara
kliis dengan kepala janin yang floating dengan
persentasi verteks pada janin yang cukup bulan dan
tidak dapat dilakukannya firasat muller-hillis ( secara
manual mendorong kepala kedalam pelvis denga
tekanan lembut pada fundus ). Bagian terbawah dapat
membuka serviks pada persalinan, dijumpainya
persentasi abnormal ( contohnya bokong, letak lintang)
prolapsus funikuli, partus lama, distosia uterin. Moulage
kepala bayi, pembentukan caput suksadenum

Kesempitan

midpelvis
Adanya kala 2 yang memanjang, persisten
occiput posterior, distosis uterin, moulage
yang hebat dari kepala bayi, hanya dapat
dipastika denga rontgen pelvielmetri(spina
menonnjol, partus akan tertahan,disebut
midpelvic arrest, dinding samping panggul
divergen, Arcus pubis sempit

Kesempitan

outlet
Diameter intertuberous tidak > 8cm atau
bila jumlah diameter transversa dan
diameter sagitals posterior kurang dari 15
cm

Pelvimetri klinis
Pemeriksaan panggul luar ( jangkar panggul martin, oseander,
colli, boudelque
a.
Distasnsia spinarum( 24-26cm) jarak antara kedua spina iliaka
aterior superior sinistra dextra
b.
Distansia kristarum ( 28-30cm) yang terpajag antara dua tempat
yang simetri pada krisna iliaka sinistra dan dextra
c.
Distansia oblikus eksterna ( ukuran miring luar ) , jarak antara
spina iliaka posterior sinistra dan spina iliaka anterior superior
siistra
d.
Distansia innterkonterika jarak antara troakater mayor
e.
Konjugata eksterna ( boudeloque) 18cm, jarak antara bagian
atas simfisis ke profesus spinosus lumbal 5
f.
Distansia tebernum, ( 10,5cm) jarak antara tuber iskii kanan dan
kiri
2. Pemeriksaan VT : apakah promontorium teraba, lalu diukur CD ,
CV, linea innominaa teraba seluruhnya atau tidak, spina
ischiadica dan lain-lain
1.

Konjugata

vera
Konjugata obsetri
Konjugata diagonalis