Anda di halaman 1dari 32

ASUHAN KEPERAWATAN PADA

ANAK HIDROSEFALUS

OLEH: ILYA KRISNANA

Bayi hidrosefalus

DEFINISI
Hidro = air
Cephalon = kepala
Hidrosefalus berarti penumpukan cairan
serebrospinal (CSS) secara aktif yang
menyebabkan dilatasi sistem ventrikel otak
berakibat terjadi akumulasi CSS yang berlebihan
pada satu atau lebih ventrikel atau ruang
subarachnoid

Cairan serebrospinal (CSS)


CSS diproduksi oleh plexus choroideus dalam ventrikel
1,2 melalui aquaductus silvii dan ventrikel 4 berjalan ke
ruang subarachnoid untuk diserap dan dikosongkan.
Kecepatan pembentukan CSS 0,3-0,4 cc/menit antara
14-38 cc/jam
Sekresi total CSS dalam 24 jam adalah sekitar 500-600cc
Jumlah total CSS adalah 150 cc, berarti dalam 1 hari
terjadi pertukaran atau pembaharuan dari CSS sebanyak
4-5 kali/hari
Pada neonatus jumlah total CSS berkisar 20-50 cc dan
akan meningkat sesuai usia sampai mencapai 150 cc
pada orang dewasa

Proses hidrosefalus

Patofisiologi
CSS dihasilkan oleh plexus choroideus dan
mengalir dari ventrikel lateral ke dalam ventrikel
III, dan dari sini melalui aquaductus masuk ke
ventrikel IV
Melalui foramen Luschka dan Magendi menuju
ruang sub arachnoid melalui sisterna magna.
Pengaliran CSS ke dalam sirkulasi vena sebagian
terjadi melalui villi arachnoidea

Aliran CSS

Hidrosefalus
Hidrosefalus terjadi karena terjadi ketidak
seimbangan antara produksi di ventrikel dengan
absorpsi di subarachnoid dan gangguan sirkulasi
CSS

Insiden
Secara keseluruhan, insiden dari hidrosefalus
diperkirakan mendekati 1 : 1000
Hershey BL mengatakan kebanyakan
hidrosefalus pada anak-anak adalah kongenital
yang biasanya sudah tampak pada masa bayi
Jika hidrosefalus tampak setelah umur 6 bulan
biasanya bukan oleh karena kongenital.

Etiologi
1. Kelainan kongenital
a. Stenosis akuaduktus serebri;
infeksi toxoplasma,
rubella, perdarahan fetal
b. Sindrom Dandy Walker
. 2-4% bayi baru lahir dengan hidrosefalus
. Merupakan atresia congenital Luscha dan Magendie yang
menyebabkan hidrosefalus obtruktif dengan pelebaran system
ventrikel terutama ventrikel IV, yang dapat sedemikian besarnya
sehingga merupakan suatu kista yang besar di daerah fosa
pascaerior
. Hubungan antara dilatasi ventrikel IV dan rongga subarachnoid
yang tidak adekuat
. Kasus ini sering terjadi bersamaan dengan anomali lainnya
seperti agenesis korpus kalosum, labiopalatoskhisis, anomali
okuler, anomali jantung

c. Malformasi Arnold-Chiari
Anomali kongenital yang jarang dimana 2
bagian otak
yaitu batang otak dan cerebelum mengalami
perpanjangan dari ukuran normal dan menonjol
keluar menuju canalis spinalis

Syndrom Dandy Walker

Malformasi Arnold Chiari

Etiologi

2. Didapat (Acquired)
a. Stenosis akuaduktus serebri; infeksi meningitis
b. Hematoma intraventrikuler ; Jika cukup berat
dapat mempengaruhi ventrikel, mengakibatkan darah
mengalir dalam jaringan otak sekitar dan mengakibatkan
perubahan neurologis.
kemungkinan hidrosefalus
berkembang disebabkan oleh penyumbatan atau
penurunan kemampuan otak untuk menyerap CSS
c. Tumor
. Sebagian besar tumor otak dialami oleh anak-anak pada
usia 5-10 tahun. 70% tumor ini terjadi dibagian belakang
otak yang disebut fosa posterior. Jenis lain dari tumor
otak yang dapat menyebabkan hidrosefalus adalah tumor
intraventrikuler kasus yang sering tumor plexus
choroideus

Klasifikasi

1. Non komunikans/obtruktif :
- Gangguan di dalam atau pada sistem ventrikel
yang mengakibatkan penyumbatan aliran CSS
dalam sistem ventrikel otak
- Kelainan kongenital, stenosis akuaductus silvii,
perdarahan, trauma, tumor intraventrikuler.
2. Komunikans/non obstruksi
Terjadi karena proses berlebihan atau gangguan
penyerapan (Gangguan di luar sistem ventrikel),
radang meningeal, papiloma plexus choroideus,
gangguan pembentukan villi arachnoid

Manifestasi klinis
1. Pada bayi (sutura masih membuka)
. Kepala membesar
. Sutura melebar
. Fontanella kepala prominen
. Mata kearah bawah (sunset phenomena)
. Nistagmus horizontal
. Perkusi kepala : cracked pot sign atau seperti
semangka masak.

Ukuran lingkar kepala


Usia

Ukuran LK

Lahir
3 bulan
6 bulan

35 cm
41 cm
44 cm

9 bulan

46 cm

12 bulan

47 cm

18 bulan

48,5 cm

Gejala pada anak dan dewasa

Sakit kepala
Kesadaran menurun
Gelisah
Mual, muntah
Hiperfleksi seperti kenaikan tonus anggota gerak
Gangguan perkembangan fisik dan mental
Papil edema; ketajaman penglihatan akan
menurun dan lebih lanjut dapat mengakibatkan
kebutaan

Pemeriksaan diagnostik
1. Foto kepala
2. Transiluminasi : penyebaran cahaya diluar sumber sinar
lebih dari batas, frontal 2,5 cm, oksipital 1 cm
3. Pemeriksaan CSS : Dengan cara aseptik melalui punksi
ventrikel / punksi fontanela mayor untuk mengetahui :
a) Tekanan
b) Jumlah sel meningkat, menunjukkan adanya keradangan /
infeksi
c) Adanya eritrosit menunjukkan perdarahan
d) Bila terdapat infeksi, diperiksa dengan pembiakan kuman
dan kepekaan antibiotik
4. CT Scan kepala : pelebaran ventrikel lateralis dan VIII
(Obstruktif), dilatasi ringan sistem sub arachnoid

Gambaran CT Scan

Penatalaksanaan
1. Medika mentosa ; mengurangi sekresi cairan dari
pleksus khoroid atau upaya meningkatkan
reabsorpsinya (asetasolamid, furosemid)
2. Lumbal pungsi serial ; upaya penurunan tekanan
CSS secara intermiten yang memungkinkan absorpsi
CSS oleh vili arakhnoidalis akan lebih mudah
3. Terapi Operasi
a. Third Ventrikulostomi/Ventrikel III ; Lewat
kraniotom, ventrikel III dibuka melalui daerah
khiasma optikum, dengan bantuan endoskopi.
Selanjutnya
dibuat lubang sehingga CSS dari
ventrikel III dapat mengalir keluar

Ventrikulostomi

Terapi operasi
b. Operasi pintas/shunting ; 2 macam
1. Eksternal ; CSS dialirkan dari ventrikel ke luar
tubuh, dan bersifat hanya sementara. Misalnya:
pungsi lumbal yang berulang-ulang untuk terapi
hidrosefalus tekanan normal.
2. Internal
CSS dialirkan dari ventrikel ke dalam anggota
tubuh lain

Shunting
Ventrikulo-Atrial Shunt: atrium kanan
Ventrikuloperitonial ; peritonium
Lumbo Peritoneal Shunt; Resessus Spinalis
Lumbalis ke rongga peritoneum

Komplikasi Shunting

Infeksi
Hematoma subdural
Obstruksi
Keadaan CSS yang rendah
Asites
Kraniosinostosis

MAPPING PERAWATAN MULTIDISIPLIN PADA ANAK


HIDROSEFALUS
Tanggungja
wab tim

Pengkajia Intervensi
n

Rasional

Hasil yang
diharapkan

Activities daily living


Nurse

Kaji
pergerakan
anak (kepala
membesar)

Sediakan
lingkungan yang
mendukung
stimulasi
melalui
permainan
yg
lembut, dorong
interaksi
orangtua dengan
anak

Imobilitas
1. Interaksi
dapat
orangtua
menyebabkan
anak
gangguan
dalam
integritas
permainan
kulit di kepala 2. Tidak ada
dan
luka di
keterlambata
kepala
n
3. Anak
perkembanga
tertarik
n anak
dengan
permainan
yg sesuai
usia

NURSING CARE PLAN


Konsultasi
Nurse/ Kaji
dokter kemungkina
n konsultasi
oleh dokter
bedah

Susun
dan
kordinasi dengan
ibu dalam diskusi
mengenai
pembedahan dan
prognosis
anak
kepada dokter

Meningkatka
n
pemahaman
orangtua
tentang
penyakit anak

Dokter
bedah
memberikan
pemahaman kepada
ortu
dan
kemungkinan
perkembangan
anak pada masa
yang akan datang

Prosedur/ pengobatan
Nurse

Kaji status
neurologi
anak post
perasi,
respon
suara,
iritabilitas

Tinggikan kepala
pasien 15 derajat,
cegah
hiperekstensi,
fleksi dan rotasi,
catat TIK

1. Peninggia
n kepala
membant
u fungsi
Shunting,
2. penuruna
n TIK

1. Respon suara
positif
2. Tidak ada
iritabilitas
3. Tidak letargi
4. Tidak ada gejala
peningkatan
TIK

Dokumentasikan
NURSING CARE PLAN
ukuran lingkar

Nurse 1. Ukur lingkar


kepala setiap
4 jam
2. Kaji fontanel
anterior dan
ketegangann
ya

kepala dan
kondisi fontanel

Peningkatan
LK dan
ketegangan
Fontanel
indikasi
terjadinya
peningkatan
CSF

1. Tidak ada
peningkat
an LK
2. Fontanel
tidak
tegang

Nutrisi
Nurse/ 1. Observasi
nutrisi
proses laktasi
onis
ibu
2. Monitor
intake-output
3. Kolaborasi
pemberian
kortikosteroid
dan osmotik
sesuai
kebutuhan

1. Motivasi ibu
untuk aktif
menyusui
2. Bantu ibu
memposisikan
anak dg benar
untuk mencegah
fleksi maupun
hiperekstensi
saat menyusui
3. Osmotik
menurunkan
TIK
4. Kortikosteroid

1. ASI nutrisi 1. Ibu berhasil


yang
menyusui
penting
2. Diuretik
bagi bayi
dan
2. Posisi yang
kortikostero
benar dapat
id diberikan
mencegah
sesuai
penekanan
kebutuhan
vena
3. Mencegah
TIK
meningkat

Edukasi keluarga/pasien
Nurse Kaji pemahaman
keluarga tentang
hidrosefalus dan
pengobatan

Review proses
fungsi dan
struktur tak
dan proses
terjadinya
hidrosefalus

Penguatan
pemahaman
keluarga

Keluarga dapat
memberikan
perawatan
yang tepat bagi
anak

Discharge planning
Nurse 1. Kaji
1. Bantu keluarga 1. Peningkatan
1. Keluarga
pemaham
untuk
dapat
bonding antara
paham
an
merawat anak,
orangtua
dan
perawatan anak
keluarga
berikan
anak
melalui
dan
kontak
tentang
reinforcement
perawatan
dengan dokter
perawata
positif
mandiri
saat
kondisi
n shunt 2. Rujuk keluarga 2. Dukungan
kritis
saat
di
dengan
kelompok
2. Keluarga
rumah
keluarga
lain
meningkatkan
mengikuti
2. Kaji
yang memiliki
kemampuan
group support
kemungki
anak
keluarga
dan
minimal sekali
nan home
hidrosefalus
penurunan
3. Menyetujui
care
perasaan isolasi
untuk
home
care

PERAWATAN SHUNT
1. Observasi peningkatan TIK; muntah, pusing,
iritabiliti, anoreksia
2. Observasi tempat insersi shunt;kemerahan dan
bengkak
3. Posisikan tidur anak elevasi 15-30 derajat
4. Cegah anak untuk memegang tempat insersi
shunt
5. Cegah terjadinya infeksi
6. Berikan makanan berserat untuk mencegah
konstipasi
7. Cegah rasa nyeri pada anak sehingga anak
menangis.

Pilih mana??????