Anda di halaman 1dari 14

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 9
DWI PRAPTA SARI
HASRIANTI S.
NASRUL
SARIANA
KELAS A KEPERAWATAN
SEMESTER II

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
karya tulis ini. Sungguh suatu kesyukuran yang memiliki makna tersendiri, karena
walaupun dalam keadaan terdesak, kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Dalam penulisan karya tulis ini, kami mencoba membahas tentang
Asuhan Keperawatan Leukemia. Dalam karya tulis ini, kami juga menyediakan
pembahasan tentang tinjauan teori dan asuhan keperawatan leukemia.
Apa yang kami lakukan dalam karya tulis ini, masih jauh yang diharapkan
dan isinya masih terdapat kesalahan kesalahan baik dalam penulisan kata
maupun dalam menggunakan ejaan yang benar. Oleh karena itu, kritikan dan saran
yang sifatnya membangun, kami harapkan sehingga makalah ini menjadi sempurna.

Palopo, Juli 2012

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................. i
DAFTAR ISI .............................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................. 1
A.
B.
C.
D.
E.
F.

Latar Belakang...................................................................
Tujuan ................................................................................
Rumusan Masalah .............................................................
Manfaat Penulisan .............................................................
Metode Penulisan ..............................................................
Sumber Data .....................................................................

1
1
1
2
2
2

BAB II TINJAUAN TEORI ......................................................... 3


A.
B.
C.
D.
E.

Defenisi..............................................................................
Etiologi ..............................................................................
Patofisiologi .......................................................................
Manifestasi Klinik ...............................................................
Pemeriksaan Penunjang ....................................................

3
3
3
4
4

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN........................................... 6


A.
B.
C.
D.

Pengkajian .........................................................................
Diagnosa Keperawatan ......................................................
intervensi...........................................................................
Evaluasi ............................................................................

6
7
7
10

BAB IV PENUTUP .................................................................... 11


A. Kesimpulan......................................................................... 11
B. Saran.................................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Leukemia merupakan kanker yang terjadi pada sel darah manusia.
Untuk mengetahui tentang leukemia, kita harus mengenal dahulu sel-sel
darah yang normal serta apa yang terjadi jika terkena leukemia. Darah
manusia terdiri dari cairan yang disebut sebagai plasma darah, dan tiga
kelompok sel darah. Kelompok sel darah itu dibedakan menjadi sel
darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah. Pada leukemia,
sel darah yang abnormal adalah kelompok sel darah putih. Sel-sel darah
yang terkena leukemia akan sangat berbeda dengan sel darah normal,
dan tidak mampu berfungsi seperti layaknya sel darah normal.
Penyebab leukemia sejauh ini belum diketahui. Namun banyak
penelitian yang dilakukan untuk memecahkan masalah ini. Beberapa
penelitian menunjukkan bahwa leukemia lebih sering menyerang kaum
pria dibandingkan kaum wanita, dan juga pada kelompok orang kulit
putih dibandingkan dengan orang kulit hitam. Namun sampai saat ini
belum diketahui mengapa hal tersebut dapat terjadi. Dalam makalah ini
kami sebagai penulis akan menerangkan asuhan keperawatan pada
konsep teori penyakit leukemia dengan asuhan keperawatan pada kasus
penyakit leukemia tersebut.

B. Tujuan
Makalah ini dimasukkan sebagai pedoman, agar mahasiswa
mengetahui tentang leukemia serta mampu melakukan pengkajian dan
merumuskan diagnosa keperawatan pada klien yang mengalami
leukemia.

C. Rumusan Masalah
Secara garis besar, masalah yang kami rumuskan adalah sebagai
berikut.
1. Mampu mengetahui tentang leukemia.
2. Mampu memahami konsep dan asuhan keperawatan pada klien
dengan gangguan leukemia.
3. Mampu mengetahui dan memahami asuhan keperawatan yang
benar sehingga dapat menjadi bekal dalam persiapan praktik
di rumah sakit.

D.Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan yang diperoleh dari makalah ini, yaitu :

2.

3.

1. Bagi penyusun
a. Khususnya sebagai objek studi.
b. Untuk menambah wawasan tentang askep pada klien
dengan leukemia.
Bagi kampus
a. Sebagai bahan pelajaran tambahan bagi mahasiswa.
b. Sebagai tolak ukur sejauh mana kemampuan mahasiswa
membuat sebuah makalah.
Bagi masyarakat
a. Memberikan informasi tentang leukemia pada masyarakat.

E. Metode Penulisan
Adapun metode yang kami gunakan dalam karya tulis ini adalah
metode studi pustaka, yaitu cara pengumpulan data dengan membaca
buku-buku dan berbagai literatur lain yang berkaitan dengan
permasalahan.

F. Sumber Data
Dalam karya tulis ini, kami memperoleh data dengan cara membaca
buku buku dan dan mencari bahan dari sumber lain yang berkaitan
dengan permasalahan yang akan dibahas.

BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Defenisi
Leukemia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh prolioferasi
abnormal dari sel-sel leukosit yang menyebabkan terjadinya kanker pada
alat pembentuk darah.
Sel darah terbentuk di sumsum tulang. Tulang sumsum adalah bahan
yang lembut di tengah sebagian besar tulang. Belum menghasilkan sel
darah yang disebut sel batang. Sebagian besar sel darah matang di
sumsum tulang dan kemudian pindah ke pembuluh darah. Darah
mengalir melalui pembuluh darah dan jantung disebut darah perifer.
Sifat khas leukemia adalah proliferasi tidak teratur atau akumulasi
sel darah putih dalam sumsum tulang, menggantikan elemen sumsum
tulang normal. Juga terjadi proliferasi di hati, limpa dan nodus limfatikus,
dan invasi organ non hematologis, seperti meninges, traktus
gastrointesinal, ginjal dan kulit.

B. Etiologi
Penyebab yang pasti belum diketahui, akan tetapi terdapat faktor
predisposisi yang menyebabkan terjadinya leukemia, yaitu :
a. Faktor genetik : virus tertentu menyebabkan terjadinya perubahan
struktur gen.
b. Radiasi
c. Obat-obat
imunosupresif,
obat-obat
kardiogenik
seperti
diethylstilbestrol.
d. Faktor herediter, misalnya pada kembar monozigot.
e. Kelainan kromosom, misalnya pada down sindrom. (Suriadi & Rita
Yuliani, 2001 : hal. 177)
Penyebab dari sebagian besar jenis leukemia tidak diketahui.
Pemaparan terhadap penyinaran (radiasi) dan bahan kimia tertentu dan
pemakaian obat antikanker, meningkatkan risiko terjadinya leukemia.
Orang yang memiliki kelainan genetik tertentu, juga lebih peka terhadap
leukemia.
C. Klasifikasi
1. Leukemia Mielogenus Akut (AML)

AML mengenai sel stem hematopeotik yang kelak berdiferensiasi


ke semua sel Mieloid: monosit, granulosit, eritrosit dan trombosit.
Semua kelompok usia dapat terkena; insidensi meningkat sesuai
bertambahnya usia.
2. Leukemia Mielogenus Kronis (CML)
CML juga dimasukkan dalam sistem keganasan sel stem mieloid.
Namun lebih banyak sel normal dibanding bentuk akut, sehingga
penyakit ini lebih ringan. CML jarang menyerang individu di bawah 20
tahun. Manifestasi mirip dengan gambaran AML tetapi tanda dan
gejala lebih ringan, pasien menunjukkan tanpa gejala selama
bertahun-tahun, peningkatan leukosit kadang sampai jumlah yang
luar biasa, limpa membesar.
3. Leukemia Limfositik Akut (ALL)
ALL dianggap sebagai proliferasi ganas limfoblast. Sering terjadi
pada anak-anak, laki-laki lebih banyak dibanding perempuan, puncak
insiden usia 4 tahun, setelah usia 15 ALL jarang terjadi. Manifestasi
limfosit immatur berproliferasi dalam sumsum tulang dan jaringan
perifer, sehingga mengganggu perkembangan sel normal.
4. Leukemia Limfositik Kronis (CLL)
CLL merupakan kelainan ringan mengenai individu usia 50
sampai 70 tahun. Manifestasi klinis pasien tidak menunjukkan gejala,
baru terdiagnosa saat pemeriksaan fisik atau penanganan penyakit
lain.

D.Patofisiologi
Populasi sel leukemik ALL(Acute Lymphoid Leukemia) dan banyak
AML mungkin diakibatkan proliferasi klonal dengan pembelahan berturutturut dari sel blas tunggal yang abnormal. Sel-sel ini gagal
berdiferensiasi normal tetapi sanggup membelah lebih lanjut.
Penimbunannya mengakibatkan pertukaran sel prekursor hemopoietik
normal pada sumsum tulang, dan akhirnya mengakibatkan kegagalan
sumsum tulang. Keadaan klinis pasien dapat berkaitan dengan jumlah
total sel leukemik abnormal di dalam tubuh. Gambaran klinis dan

mortalitas pada leukemia akut berasal terutama dari neutropenia,


trombositopenia, dan anemia karena kegagalan sumsum tulang
(Hoffbrand and Petit, 1996).
Blokade maturitas pada AML menyebabkan terhentinya diferensiasi
sel-sel mieloid pada sel muda (blast) dengan akibat terjadi akumulasi
blast di sumsum tulang. Akumulasi blast di dalam sumsum tulang akan
mengakibatkan gangguan hematopoiesis normal dan pada gilirannya
akan mengakibatkan sindrom kegagalan sumsum tulang (bone marrow
failure syndrome) yang ditandai dengan adanya sitopenia (anemia,
leukopenia, dan trombositopenia). Selain itu, infiltrasi sel-sel blast akan
menyebabkan tanda/gejala yang bervariasi tergantung organ yang
diinfiltrasi, misalnya kulit, tulang, gusi, dan menings (Kurnianda, 2007).

E. Manifestasi Klinik
Gambaran klinik yang sering dijumpai pada penyakit leukemia
adalah:
a. Pilek tidak sembuh-sembuh
b. Pucat, lesu, mudah terstimulasi
c. Demam dan anorexia
d. Berat badan menurun
e. Ptechiae, memar tanpa sebab
f. Nyeri pada tulang dan persendian
g. Nyeri abdomen
h. Lumphedenopathy
i. Hepatosplenomegaly
j. Abnormal WBC

F. Pemeriksaan penunjang
a. Hitung darah lengkap : menunjukkan normositik.
Hemoglobin: kurang dari 10 g/100ml
Retikulosit : jumlahnya biasanya rendah
Jumlah trombosit : mungkin sangat rendah (<50.000/mm)
b. Asam urat serum/urine : mungkin meningkat.
c. Zink serum : menurun.
d. Fungsi lumbal untuk mengkaji keterlibatan susunan saraf pusat
e. Foto toraks untuk mendeteksi keterlibatan mediastinum.
f. Pemindaian ginjal, hati, limpa untuk mengkaji infiltrat leukemik.

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian
1. Data biografi pasien
Leukemia banyak menyerang laki-laki dari pada wanita dan
menyerang pada usia lebih dari 20 tahun khususnya pada orang
dewasa.
2. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pada penyakit leukemia ini klien biasanya lemah, lelah,
wajah terlihat pucat, sakit kepala, anoreksia, muntah, sesak,
nafas cepat.
b. Riwayat penyakit
Pada riwayat penyakit klien dengan leukemia, kaji adanya
tanda-tanda anemia yaitu pucat, kelemahan, sesak, nafas
cepat. Kaji adanya tanda-tanda leucopenia yaitu demam dan
adanya infeksi. Kaji adanya tanda-tanda trombositopenia yaitu
ptechiae, purpura, perdarahan membran mukosa. Kaji adanya
tanda-tanda

limfadenopati,

hepatomegali,

splenomegali.

( Lawrence, 2003).

B. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri berhubungan dengan agen fisikal seperti pembesaran
organ/nodus limfe, agen kimia seperti pengobatan antileukemik.
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum,
peningkatan

laju

metabolik

dari

produksi

leukosit

masif,

Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan.


3. Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan menurunnya sistem
pertahanan tubuh.
4. Risiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual
dan muntah.
5. Risiko terjadi perdarahan berhubungan dengan trombositopenia.

C. Intervensi
1. Nyeri

berhubungan

dengan

agen

fisikal

seperti

pembesaran

organ/nodus limfe, agen kimia seperti pengobatan antileukemik.


Tujuan : nyeri teratasi.
Kriteria hasil :
Pasien menyatakan nyeri hilang atau terkontrol,
Pasien tampak rileks dan mampu istirahat.
Intervensi :
Kaji keluhan nyeri. gunakan skala 0-10 untuk mengetahui
derajat nyeri. Rasional : Membantu mengkaji kebutuhan untuk
intervensi. Dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi.
Awasi tanda vital, perhatikan petunjuk non-verbal misal
tegangan otot, gelisah. Rasional: Membantu mengevaluasi
pernyataan verbal keefektifan intervensi.
Berikan tindakan kenyamanan (pijatan, kompres dingin dan
dukungan psikologis). Rasional: meningkatkan relaksasi dan
meningkatkan kemampuan koping.
Berikan obat-obat anti nyeri secara teratur. Rasional : untuk
mencegah kambuhnya nyeri.
2. Intoleransi aktivitas berhubungan

dengan

kelemahan

umum,

ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan. Tujuan : terjadi


peningkatan toleransi aktivitas.
Kriteria hasil :
Laporan peningkatan toleransi aktivitas yang dapat diukur.
Pasien berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari sesuai tingkat
kemampuan.
Menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal.
Intervensi :
Kaji kemampuan untuk berpartisipasi pada aktifitas yang
diinginkan

atau

dibutuhkan.

Rasional

mengidentifikasi

kebutuhan individual dan membantu pemilihan intervensi.


Evaluasi laporan kelemahan, perhatikan ketidakmampuan
untuk berpartisipasi dalam aktivitas. Rasional : menentukan
derajat dan efek ketidakmampuan.

berikan lingkungan tenang . Rasional : menghemat energi


untuk aktifitas dan regenerasi seluler atau penyambungan
jaringan.
3. Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan menurunnya sistem
pertahanan tubuh. Tujuan : pasien bebas dari infeksi.
Kriteria hasil :
Mengidentifikasi tindakan untuk mencegah atau menurunkan
risiko infeksi.
Menunjukkan

perubahan

pola

hidup

untuk

meningkatkan

penyembuhan.
Intervensi :
Pantau suhu dengan teliti (TTV). Rasional : untuk mendeteksi
kemungkinan infeksi.
Tempatkan pada ruangan yang khusus. Batasi pengunjung
sesuai indikasi. Rasional : untuk meminimalkan terpaparnya
klien dari sumber infeksi.
Anjurkan semua pengunjung dan staff rumah sakit untuk
menggunakan teknik mencuci tangan dengan baik. Rasional :
mencegah kontaminasi silang/menurunkan risiko infeksi.
Inspeksi membran mukosa mulut. Bersihkan mulut dengan
baik. Rasional : rongga mulut adalah medium yang baik untuk
pertumbuhan organisme.
4. Risiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual
dan muntah serta penurunan pemasukan cairan. Tujuan : Tidak
terjadi kekurangan volume cairan, pasien tidak mengalami mual
dan muntah. Kriteria hasil : - klien tidak lemah, pucat dan anemis,
Turgor kulit baik, Mukosa bibir lembab, tidak sianosis. Intervensi :
Timbang BB tiap hari. Rasional : mengukur keadekuatan
penggantian cairan sesuai fungsi ginjal. Pemasukan lebih dari
keluaran dapat mengindikasikan tidak bagusnya fungsi ginjal.
Awasi TD dan frekuensi jantung. Rasional : perubahan dapat
menunjukkan efek hipovolemia (perdarahan/dehidrasi).
Evaluasi turgor kulit dan kondisi umum membran mukosa.
Rasional : indikator langsung status cairan.

Hindari memberikan makanan yang beraroma menyengat.


Rasional : bau yang menyengat dapat menimbulkan mual dan
muntah.
Anjurkan makan dalam porsi kecil tapi sering. Rasional : karena
jumlah kecil biasanya ditoleransi dengan baik.
5. Risiko terjadi perdarahan berhubungan dengan trombositopenia.
Tujuan : pasien bebas dari gejala perdarahan.
Kriteria hasil :
Hb dalam batas normal
Tidak anemis
Intervensi :
Laporkan setiap tanda-tanda perdarahan (tekanan darah
menurun, denyut nadi cepat, dan pucat). Rasional : untuk
memberikan intervensi dini dalam mengatasi perdarahan
Gunakan jarum ukuran kecil pada saat melakukan injeksi.
Rasional : untuk mencegah perdarahan.
Jika terjadi perdarahan, tinggikan bagian yang sakit dan
berikan kompres dingin dan tekan perlahan. Rasional: untuk
mengurangi pendarahan.
Anjurkan pada pasien untuk menggunakan sikat gigi halus
atau pencukur listrik. Rasional : untuk mencegah perdarahan.

D.Evaluasi
1. Nyeri teratasi.
2. terjadi peningkatan toleransi aktivitas.
3. pasien bebas dari infeksi
4. Tidak terjadi kekurangan volume cairan, pasien tidak mengalami
mual dan muntah.
5. Pasien bebas dari gejala perdarahan.

A. Kesimpulan

BAB IV
PENUTUP

Leukemia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh prolioferasi


abnormal dari sel-sel leukosit yang menyebabkan terjadinya kanker pada
alat pembentuk darah.

Sel darah terbentuk di sumsum tulang. Tulang sumsum adalah bahan


yang lembut di tengah sebagian besar tulang. Belum menghasilkan sel
darah yang disebut sel batang dan ledakan. Sebagian besar sel darah
matang di sumsum tulang dan kemudian pindah ke pembuluh darah.
Darah mengalir melalui pembuluh darah dan jantung disebut darah
perifer.
Sifat khas leukemia adalah proliferasi tidak teratur atau akumulasi
sel darah putih dalam sumsum tulang, menggantikan elemen sumsum
tulang normal. Juga terjadi proliferasi di hati, limpa dan nodus limfatikus,
dan invasi organ non hematologis, seperti meninges, traktus
gastrointesinal, ginjal dan kulit.
Penyebab yang pasti belum diketahui, akan tetapi terdapat faktor
predisposisi yang menyebabkan terjadinya leukemia, yaitu Faktor
genetik, Radiasi, Obat-obat imunosupresif, obat-obat kardiogenik seperti
diethylstilbestrol, Kelainan kromosom dan Faktor herediter.

B. Saran
Sebagai seorang perawat, kita sebaiknya tahu banyak tentang
penyakit leukemia serta memahami konsep dan asuhan keperawatannya
yang pada klien sehingga dapat menjadi acuan dan bekal dalam
persiapan praktik di rumah sakit.

DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Marilynn E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: penerbit


buku Kedokteran EGC

Http://harnawatiaj.wordpress.com/2008/04/16/askep-leukemia/

Sampahtutorial.blogspot.com/2009/07/hematologi-leukemia.html

Http://nurse-poltekkes.blogspot.com/2012/03/askep-leukemia.html