Anda di halaman 1dari 7

2013

TUGAS MANAJEMEN
KEWIRAUSAHAAN
PROYEK PENGUKURAN TOPOGRAFI
PEMBANGUNAN JALAN WELERI BATANG (SEKSI II)

Disusun Oleh:
Gunawan Wibisono
(11/312719/TK/37606)
M. Anugrah Juni Ardian (11/312914/TK/37708)
Agung Prastyo Nugroho
(11/313609/TK/37970)
Diyah Nova Nurjanah
(11/313661/TK/37987)
Rahmawati Dwi Kusumasari
(11/314523/TK/38065)
M. Aulia Adhyawan
(11/318958/TK/31808)
Imron Syaifullloh A.
(11/318959/TK/38109)
Faiz Mahbubi
(11/319191/TK/38321)
M. Bagas Lail R.
(11/326029/TK/38959)

JURUSAN TEKNIK GEODESI DAN GEOMATIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA

Pengukuran Topografi Pembangunan Jalan Weleri Batang (Seksi II)


A. Peta Lokasi Proyek

Gambar 1. Peta Lokasi Proyek Paket AP-10 Batang Weleri III

B. Latar Belakang
Seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi dalam
pemanfaatan sumber daya alam, maka kebutuhan informasi geografi suatu wilayah
dalam skala yang lebih detail merupakan suatu hal yang sangat penting dan sangat
mendesak untuk disegerakan pengadaannya.
Ruas jalan Batang-Weleri merupakan jalan alternatif yang menghubungkan antara
kabupaten Batang dengan kabupaten Kendal (Gringsing, Weleri) yang bertujuan
untuk mengatasi masalah kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi
di daerah hutan alas roban.

C. Maksud dan Tujuan


Maksud diadakannya pekerjaan pengukuran dan pemetaan topografi adalah untuk
mendapatkan informasi yang lebih rinci bentuk permukaan tanah secara umum
yang dilengkapi dengan tampakan-tampakan khas, baik berupa unsur-unsur alami
maupun unsur-unsur buatan dan dapat dipertanggung jawabkan secara teknis,

dengan tujuan memberikan informasi topografi suatu wilayah yang akan


mendukung pengambilan keputusan secara tepat.

D. Ruang lingkup Pekerjaan


Persiapan
Pelaksanaan Lapangan
Pekerjaan Studio

Persiapan
1. Persiapan Kantor

Persiapan dan pembuatan dokumen kontrak.

Pengurusan surat-surat yang berkaitan dengan perizinan.

Pengumpulan data pendukung proses pekerjaan lapangan.

Pencarian informasi keadaan/kondisi lapangan.

Pembuatan rencana pekerjaan pengukuran.

Persiapan tim pengukuran dan peralatan ukur.

2. Persiapan Lapangan

Mobilitas tim pengukuran

Persiapan basecamp

Persiapan tenaga pembantu (tenaga lokal)

Persiapan material yang dibutuhkan

Koordinasi dengan instansi terkait

Pengenalan medan secara umum (orientasi lapangan)

Meneliti titik kontrol pemetaan yang dapat digunakan sebagai referensi atau
titik ikat

Menentukan lokasi pemasangan titik-titik kontrol pemetaan

Menentukan batas-batas areal pengukuran/pemetaan topografi

Pelaksanaan Lapangan

Pembuatan dan pemasangan tugu (BM)

Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal


-

Pengukuran poligon utama


Pengukuran poligon cabang

Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal

Pengukuran Situasi dan detil topografi

Pekerjaan Studio

Pengolahan data-data Kerangka Dasar Horisontal dan Vertikal serta situasi


- Hasil pengukuran Kerangka Dasar
- Hasil pengukuran Situasi dan Detil Topografi

Pembuatan Peta (digital/garis)


- Peta Topografi
- Peta Digital

E. Alokasi Waktu Pelaksanaan Proyek


Persiapan
Persiapan Kantor

= 7 hari

Persiapan Lapangan

= 7 hari

Pelaksanaan Lapangan
Pembuatan dan pemasangan tugu (BM)
1

= 6 hari

km = 10 BM, 1 hari = 15 BM

Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal = 15 hari


- Pengukuran poligon utama ( 9 hari )
(1 hari = 10 titik)
- Pengukuran poligon cabang ( 6 hari )
(1 hari = 5 titik)
Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal

= 18 hari

1 hari = 5 titik
Pengukuran Situasi dan detil topografi

= 21 hari

Pekerjaan Studio
Pengolahan data-data Kerangka Dasar Horisontal dan Vertikal serta situasi
-

Hasil pengukuran Kerangka Dasar


Hasil pengukuran Situasi dan Detil Topografi

= 14 hari
= 7 hari

Pembuatan Peta (digital/garis)


-

Peta Topografi
Peta Digital

= 7 hari
= 7 hari

F. Alokasi Biaya Proyek


Persiapan
Persiapan Kantor

= Rp. 5.000.000,-

Persiapan Lapangan

= Rp. 10.000.000,-

Pelaksanaan Lapangan
-

Pembuatan dan pemasangan tugu (BM)


biaya 1 BM

= Rp. 80.000,-

tukang 2 orang

= Rp. 50.000,-

material

= Rp. 30.000,-

Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal


Pengukuran poligon utama (90 titik)

= Rp. 7.200.000,-

biaya 1 titik

= Rp. 275.000,-

surveyor

= Rp. 100.000,-

asst. Surveyor

= Rp. 75.000,-

helper 2 orang

= Rp. 100.000,-

Pengukuran poligon cabang (90 titik)


biaya 1 titik

= Rp. 240.000,-

surveyor

= Rp. 90.000,-

asst. Surveyor

= Rp. 70.000,-

helper 2 orang

= Rp. 80.000,-

= Rp. 24.750.000,-

= Rp. 21.600.000,-

Pengukuran Kerangka Dasar Vertika l (180 titik)


biaya 1 titik

= Rp. 275.000,-

surveyor

= Rp. 100.000,-

asst. Surveyor

= Rp. 75.000,-

helper 2 orang

= Rp. 100.000,-

Pengukuran Situasi dan detil topografi


biaya 1 titik

= Rp. 275.000,-

surveyor

= Rp. 100.000,-

asst. Surveyor

= Rp. 75.000,-

helper 2 orang

= Rp. 100.000,-

= Rp. 49.500.000,-

= Rp. 24.750.000,-

Pekerjaan Studio

Pengolahan data-data Kerangka Dasar Horisontal dan Vertikal serta situasi


- Hasil pengukuran Kerangka Dasar

= Rp. 1.820.000,-

Biaya pengolah per hari

= Rp. 130.000,-

Pengolah data

= Rp. 80.000,-

Alat dan bahan

= Rp. 50.000,-

- Hasil pengukuran Situasi dan Detil Topografi

Biaya pengolah per hari

= Rp. 130.000,-

Pengolah data

= Rp. 80.000,-

Alat dan bahan

= Rp. 50.000,-

= Rp. 910.000,-

Pembuatan Peta (digital/garis)


- Peta Topografi

= Rp. 980.000,-

Biaya penggamaran per hari

= Rp. 140.000

Drafter

= Rp. 90.000,-

Alat dan Bahan

= Rp. 50.000,-

- Peta Digital

= Rp. 980.000,-

Biaya penggambaran per hari

= Rp. 140.000

Drafter

= Rp. 90.000,-

Alat dan Bahan

= Rp. 50.000,-

TOTAL KESELURUHAN BIAYA = Rp 147.490.000,-

G. Jadwal Pengerjaan Proyek