Anda di halaman 1dari 2

kemasan kertas

Ada dua jenis kertas yang utama digunakan sekarang yaitu kertas kasar dan kertas
lunak. Semua kertas yang digunakan untuk kemasan diklasifikasikan sebagai kertas kasar.
Kertas halus digunakan sebagai kertas tulis surat obligasi, buku besar, buku dan kertas
sampul.
Kertas digunakan untuk mengemas bahan pangan disebabkan oleh alas an-alasan kemudahan
pemakaian dan mudah pula diberi label (tulisan periklanan). Kertas dengan ketebalan 0-3 mm
digolongkan dalam kemasan lentur (fleksibel).
Kertas yang paling kuat dan paling banyak digunakan untuk kemasan adalah yang kita kenal
sebagai kertas kraft dengan warna yang alami. Jenis kemasan kertas lebih ringan bobotnya,
murah, mudah dalam pembentukan kemasan dan pelabelan.
Kertas dibuat dari bahan-bahan berserat (kadar selulosa tinggi) dengan atau tanpa bleaching,
dengan atau tanpa diberi filler dari pelapis lilin. Sifat-sifat kertas dipengaruhi pula oleh
pembuburan, filler, dan perlakuan akhir atau calendaring.
1. Karton bergelombang merupakan karton yang terdiri atas bagian bergelombang yang
kedua sisinya ditutup dengna lembaran karton yang direkatkan, bagian ini disebut liner.
Karena konstruksi gelombang tersebut, karton bergelombang single dan double memiliki sifat
yang kaku sehingga bisa digunakan untuk keperluan transportasi yang menjadikan karton ini
dapat meredam getaran atau tekanan. Karton bergelombang ini biasanya digunakan sebagai
kemasan sekunder.
Karton merupakan jenis kertas yang paling tebal (lebih dari 0.3 mm). Ukurannya 150-200
kg/m. Dalam pembuatannya tidak dilakukan penggelantangan. Sebagai filler digunakan tanah
liat. Untuk karton 1 permukaan dan karton dua permukaan biasanya digunakan untuk
pembuatan dus (box) dengan berbagai bentuk.
2. Kertas daluang merupakan jenis pengemas yang popular karena sifat praktis dan harganya
relatif murah. Mudah dilipat sehingga hanya memerlukan sedikit tempat dalam pengankutan
dan penyimpanan. Untuk meningkatkan daya tahan minyak atau fungsi penahan lain dapat
dilakukan laminasi pada bagian dalam.
3. Kertas krep adalah kertas yang permukaannya berkerut-kerut, mempunyai daya renggang
dan daya serap yang tinggi. Kertas ini digunakan untuk membungkus dan mengemas serta
dapat juga digunakan untuk dekorasi.
4. Kertas laminasi adalah kertas yang permukaannya dilaminasi dengan menggunakan bahan
lain. Bahan untuk melaminasi yang biasanya digunakan adalah plastik, alumunium foil, lilin,
dan sebagainya. Kertas ini mempunyai warna kecoklatan. Pada penggunaannya sebagai
kemasan, kertas laminasi biasanya direkatkan dengan menggunakan panas dan terdapat
dalam bentuk kantung ataupun kotak. Contoh kemasan yang terbuat dari bahan kertas lapis
adalah tetra pack yang terdiri dari lilin, karton, alumunium foil, dan polietilen.
5. Tisu mempunyai sifat sangat ringan dan mengalami penggelantangan atau setengah
dikelantang dan bersifat sangat porus. Tisu merupakan jenis kertas yang termasuk dalam
golongan kertas yang mempunyai permukaan halus dengan ketebalan yang tipis serta
transparan.

6. Kertas glasin merupakan kertas yang tahan terhadap minyak dan lemak, tidak tahan air,
penutupan kemasan cukup mudah karena sifatnya yang tipis sehingga mudah dibentuk.
Kertas glasin dapat digunakan untuk produk yang mempunyai kadar minyak berlebih
sehingga minyaknya terserap dan menjadi berkurang. Biasanya digunakan untuk mengemas
mentega, keju, permen dan produk-produk kering karena mempunyai daya serap minyak
yang baik.Permukaan kertas glasin licin karena adanya proses pengecatan (calendaring).
7. Kertas perkamen merupakan kertas yang tembus pandang (transparan) tetapi kertas jenis
perkamen ini mempunyai tekstur yang lebih kasar jika dibandingkan dengan kertas glasin dan
minyak, permukaan yang licin, dan jika terdekorasi mempunyai efek pewarnaan yang baik.
Kertas perkamen biasanya digunakan sebagai kemasan mentega, keju dalam bentuk
bungkusan, dan juga dapat digunakan sebagai label. Kertas jenis ini dibuat dengan proses
sulfiric acid serta proses pengelantangan (bleaching) sehingga kertas jenis ini mempunyai
sifat yang tahan dalam keadaan basah, mempunyai ketahanan yang baik terhadap lemak,
tidak terang (baur).
8. Kertas roti mempunyai sifat tidak mudah lengket pada bahan pangan, maka kertas jenis ini
sering digunakan sebagai alas ataupun sebagai pembungkus. Sesuai dengan namanya kertas
roti ini biasanya digunakan untuk membungkus roti dan juga dapat sebagai alas untuk
mencetak kue agar tidak lengket.
9. Kertas kraft yang berwarna coklat merupakan warna alami hasil dari pembleachingan.
Kertas kraft mempunyai tekstur yang sangat kuat karena proses pembuatannya yang
menggunakan sulfat dan perlakuan bleaching atau pemucatan. Karena teksturnya yang sangat
kuat sehingga sering digunakan sebagai bahan untuk mengemas bahan yang mempunyai
berat jenis yang besar. Selain itu juga biasanya digunakan sebagai kemasan sekunder dalam
bentuk kantung, sak, pembungkus, tabung kaleng komposit, amplop, dan dapat dibuat karung
dan sebagai pelapis papan bergelombang. Kertas ini sering digunakan karena harganya yang
murah. Ketebalan dari kertas kraft ini sekitar 10-180 g/m2 dan juga bervariasi sesuai dengan
kebutuhan yang akan digunakan. Untuk pengemasan produk yang bersifat cair kemasan
kertas dikombinasikan dengan bahan kemasan lain misalnya plastic atau alumunium foil.