Anda di halaman 1dari 2

No.

Dokumen
01/03/X/2014

RUMATAN ANESTESI GA
Revisi
01

Halaman
1/2

BLUD RSUD Prof.


Dr. W. Z. Johannes
Kupang
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

Tanggal Terbit
2 Oktober 2014

Ditetapkan
Direktur RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes
Kupang

Dr. Alphonsius Anapaku, SpOG


Pembina Tk. I
NIP. 19580827 198703 1 014
Rangkaian yang ditetapkan pada pasien saat dalam rumatan
anestesi
Menjamin keselamatan dan kenyamanan pasien
1. UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan
2. SK Men Kes No. 1333 tahun 1999 tentang penerapan standar
pelayanan rumah sakit
1. Atur sambungan sambungan pipa penghubung ETT dengan
mesin anestesi, jangan sampai menyebabkan ETT tercabut
atau terdorong
2. Atur sambungan sambungan infus, alat monitor, agar tidak
mudah terlepas dan tidak mengganggu jalannya operasi
3. Atur kedalaman anestesi, analgesi, relaksasi, cukap tidak
depresi, juga tidak eksitasi dengan mengatur dosis obat
anestesi
4. Tanyakan kepada dokter bedah apakah posisi pasien dan
ketinggian meja sudah memadai
5. Bila semua sudah siap operator dapat mulai bekerja
6. Pemantauan pasien
a) Fungsi vital pasien
Ada jaminan jalan afas tidak obstruksi, ada jaminan fungsi
nafas

tidak

depresi,

tidak

hipoventilasi,

dan

tidak

hiperkarbia, ada jaminan fungsi sirkulasi tidak depresi,


tidak hipotensi, tidak hipovolemi, dan tidak shock
7. Ada jaminan kemudahan untuk membebaskan jalan nafas,

membantu

No. Dokumen
01/03/X/2014

RUMATAN ANESTESI GA
Revisi
01

Halaman
2/2

BLUD RSUD Prof.


Dr. W. Z. Johannes
Kupang
SPO PELAYANAN
KEPERAWATAN

PROSEDUR

Tanggal Terbit
2 Oktober 2014

Ditetapkan
Direktur RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes
Kupang

Dr. Alphonsius Anapaku, SpOG


Pembina Tk. I
NIP. 19580827 198703 1 014
pernafasan dan sirkulasi serta mudah memantau tingkat
kesadaran ataupun reflek reflek
b) Kondisi anatomi
Ada jaminan tidak membuat cidera pada anatomi pasien
sehingga menyebabkan gangguan pada fungsi fisiologi
pasien
c) Atur posisi pasien sedemikian rupa sehingga tidak akan
mengalami

cidera,

tekanan

tekanan,

lecet

lecet,

pembengkakan dan lain lain


8. Kedalaman anestesi di pertahankan
9. Pemantauan alat dan obat / cairan lengkap dan berfungsi
10.Pemantauan lapangan operasi
11.Pemantauan kerja sama anggota tim selama berkomunikasi

UNIT TERKAIT

dan berkoordinasi
12.Semua data di catat dalam rekam medik
Depo Farmasi,IBS, Dokter Bedah