Anda di halaman 1dari 3
BLUD RSUD Prof.

BLUD RSUD Prof.

 

PENGUKURAN CVP

No. Dokumen

Revisi

Halaman 1/3

01/03/X/2014

01

Dr. W. Z. Johannes Kupang

SPO PELAYANAN KEPERAWATAN

Tanggal Terbit 2 Oktober 2014

Ditetapkan Direktur RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang

Dr. Alphonsius Anapaku, SpOG Pembina Tk. I

NIP. 19580827 198703 1 014

PENGERTIAN

Mengukur tekanan vena sentral

 

INDIKASI

  • 1. Dehidrasi berat

 
  • 2. Hipovolemik shock

  • 3. Pasien dengan trauma berat

 
  • 4. Pembedahan dimana terjadi pertukaran cairan yang masive

  • 5. Pembedahan jantung

 
  • 6. Pasien dengan kelainan ginjal

  • 7. Pasien dengan gagal jantung

TUJUAN

  • 1. Menilai cairan tubuh / untuk memperkirakan volume darah atau cairan dalam tubuh

  • 2. Menilai fungsu jantung sebagai pompa

 
  • 3. Mengetahui tonus pembuluh darah

KEBIJAKAN

  • 1. UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan

 
  • 2. SK Men Kes No. 1333 tahun 1999 tentang penerapan standar

pelayanan rumah sakit

 

PROSEDUR

  • 1. Persiapan alat

 

a)

Manometer

b)

Water pas / pipa U

 

c)

Cairan isotonis : NaCL 0,9 % / RL

d)

Infus set

  • 2. Persiapan pasien

 

a)

Pasien diberitahu tentang tindakan yang akan dilakukan

BLUD RSUD Prof.

BLUD RSUD Prof.

 

PENGUKURAN CVP

No. Dokumen

Revisi

Halaman 2/3

01/03/X/2014

01

Dr. W. Z. Johannes Kupang

     

SPO PELAYANAN KEPERAWATAN

Tanggal Terbit 2 Oktober 2014

Ditetapkan Direktur RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang

Dr. Alphonsius Anapaku, SpOG Pembina Tk. I

NIP. 19580827 198703 1 014

PROSEDUR

  • b) Posisi pasien terlentang dengan satu bantal

3. Pelaksanaan

  • a) Mencuci tangan

  • b) Pasien diberitahu

  • c) Mengisi ciran infus dengan cairan isotonis

  • d) Mempercepat tetesan infus untuk menilai kelancaran

aliran cairan

  • e) Menghentikan aliran cairan ke pasien dengan memutar

three way stop cock

 
  • f) Mengalirkan cairan infus kearah manometer sampai

setinggi 20 cm H2O diatas titik nol atau setinggi infus set

  • g) Dengan menggunkan water pas tentukan titik nol setinggi

mid axilary line ICS 2 – 3

 
  • h) Three way stop cock diputar, kearah infus yang turun ke

jantung dibuka sehingga cairan dari manometer akan

secara pelan pelan sampai undulasi tidak turun lagi

  • i) Lihat angka pada batas permukaan air kemudian

dikurangi titik nol maka itulah nilai CVP

 
  • j) Mengalirkan kembali tetesan infus menuju pasien

  • k) Posisi pasien di kembalikan seperti semula

  • l) Pasien di rapihkan

 
  • m) Alat alat di bereskan

  • c) Petugas mencuci tangan

BLUD RSUD Prof.

BLUD RSUD Prof.

 

PENGUKURAN CVP

No. Dokumen

Revisi

Halaman 3/3

01/03/X/2014

01

Dr. W. Z. Johannes Kupang

SPO PELAYANAN

Tanggal Terbit

Ditetapkan

KEPERAWATAN

2 Oktober 2104

Direktur RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang

Dr. Alphonsius Anapaku, SpOG Pembina Tk. I

NIP. 19580827 198703 1 014

PROSEDUR

4.

Hal hal yang harus diperhatikan :

  • a) Alirkan segera cairan infus setelah selesai pengukuran untuk menghindari terjadinya kemacetan pada selang infus karena terjadinya gumpalan darah

  • b) Fluktasi cairan pada CVP manometer harus sesuai irama nafas, bila sesuai dengan irama nadi / jantung menandakan bahwa kateter terlalu dalam / masuk ke ventrikel

  • c) Segera laporkan bila hasil pengukuran lebih / kurang dari

nilai normal (nilai normal 3 – 13 cm H2O / 5 – 15 cm H2O)

UNIT TERKAIT

IBS