Anda di halaman 1dari 14

Psoriasis vulgaris

Psoriasis adalah peradangan kulit yang umum, penyakit


ini telah mendapatkan perhatian sebagai target untuk
terapi baru berdasarkan patogenesis, dalam artikel ini
kita meninjau aspek genetic, klinis dan aspek patogenesis
psoriasis dan mendiskusikan akibat dari terapi baru

epidimiologi
Mungkin studi lapangan yang paling komprehensif
dilakukan di Kepulauan Faroe , di mana 2,8 persen dari
penduduk dilaporkan terkena psoriasis vulgaris. angka
prevalensi ini lebih tinggi dari yang di Eropa tengah , di
mana prevalensi adalah sekitar 1,5 persen
pengaruh faktor etnis sangat jelas ketika kita
membandingkan tingkat prevalensi di Amerika Serikat .
Prevalensi di antara orang kulit hitam ( 0,45-0,7 persen )
jauh lebih rendah dibandingkan di sisa populasi AS ( 1,44,6 persen )

Pewarisan genetis
Studi keluarga banyak telah memberikan bukti kuat dari
kecenderungan genetik untuk psoriasis , meskipun pola
pewarisan masih tidak jelas.
ketika kedua orang tua yang terkena maka prevalensi
menjadi 50%, prevalensi jatuh ke 16 persen ketika hanya
satu orangtua memiliki psoriasis dan 8 persen bila
orangtua tidak adalah terkena.

Gejala klinis
Orang-orang dengan psoriasis biasanya menunjukan
gejala plak eritematosa kronis berbatas tegas ditutupi
oleh sisik putih keperakan , yang paling sering muncul di
siku , lutut , kulit kepala , umbilikus , dan daerah lumbal
Lesi kulit biasanya pada tempat yang terkena trauma
semisal lutut siku sakrum kepala
Perubahan warna kuku menjadi kekuningan dan terdapat
cekungan
Psoriasis juga mengenai sendi sendi

imunopathogenesis
Psoriasis merupakanpenyakit multifaktorialyang
disebabkan aktivitas berbagai gen yang berinteraksi
dengan lingkungan, berhubungan kuat denganalel HLACW-6.
Patogenesis psoriasistetap tidak diketahui tetapi
beberapa penulis percaya bahwa penyakit ini merupakan
autoimun murni dan sel T mediated. Beberapa penemuan
mendukungautoimunini seperti histokompatibiliti
kompleks mayor (MHC) antigen,

Sitokin dan Kemokin


Transisi dari kulit normal ke lesi psoriatik diatur oleh interaksi
kompleks dari berbagai sitokin dan kemokin.
Sitokin menginduksi reaksi adhesion moleculer pada sel
endotel dan keratinosit, memungkinkan keduanya untuk
berinteraksi dengan leukosit. Hal ini menyebabkan leukosit
ekstravasasi di lokasi peradangan.
Bukti terbaru menunjukan kemokin sangat penting untuk
klasifikasi dan pertukaran leukosit dalam proses psoriatic
desease.

penatalaksanaan
Tingkat keparahan penyakit menentukan pendekatan
terapi. Sekitar 70 hingga 80 persen dari semua pasien
dengan psoriasis dapat diobati secara memadai dengan
penggunaan terapi topikal.
kasus psoriasis sedang sampai berat
(misalnya,mempengaruhi area permukaan luas),
penggunaan fototerapi, obat sistemik, atau keduanya
harus dipertimbangkan

Kombinasi pengobatan yang rasional pada psoriasis dapat


meningkatkan effisiensi dan kemananan dalam terapi.
Psoriasis pada anak, ibu hamil dan pasien dengan
immunodeficiency syndrom disarankan konsultasi
spesialis.
Dari semua pengobatan yang sudah ada, terapi hanya
efektif untuk jangka pendek, dikarenakan masalah
keamanan obat jika digunakan dalam jangka waktu yg
lama.

obat-obatan yang digunakan untuk terapi psoriasis secara biologi:

Alefacept
Efalizumab
Etanercept
Infliximab
Adalimumab

disetujui FDA untuk terapi psoriasis

5 Prinsip terapi

inhibition of T-cell activation


depletion of pathogenic T cells
inhibition of leukocyte recruitment
inhibition of key inflammatory cytokines
immune deviation