Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselesaikannya makalah
ini. Makalah yang masih perlu dikembangkan lebih jauh ini diharapkan dapat memberikan
manfaat bagi semua pihak yang membacanya.
Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah MANEJEMEN
KEPERAWATAN pada prodi s1 keperawatan di Fakultas Bina sehat PPNI mojokerto.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu selaku dosen pengampu mata kuliah
manejemen keperawatan.kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan,
oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun terutama dari
pembimbing dan teman-teman.

Mojokerto,21,maret 2016

Penulis

Metode Penugasan Tim


1. Pengertian
Metode pemberian asuhan keperawatan dimana seorang perawat professional
memimpin sekelompok tenaga keperawatan dengan berdasarkan konsep kooperatif &
kolaboratif (Douglas, 1992).
Metode yang digunakan bila perawat pelaksana terdiri dari berbagai latar belakang
pendidikan dan kemampuannya.Metode ini menggunakan tim yang terdiri dari anggota yang
berbeda- beda dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap sekelompok pasien. Perawat
ruangan dibagi menjadi 2 3 tim/ group yang terdiri dari tenaga professional, tehnikal dan
pembantu dalam satu grup kecil yang saling membantu ( Nursalam, 2007)
Metode pemberian asuhan keperawatan dimana seorang perawat profesional
memimpin sekelompok tenaga keperawatan dengan berdasarkan konsep kooperatif &
kolaboratif (Douglas, 1992)
Metode tim yaitu pengorganisasian pelayanan keperawatan oleh sekelompok perawat
dan sekelompok klien. Kelompok ini dipimpin oleh perawat yang berijazah dan
berpengalaman serta memiliki pengetahuan dalam bidangnya (registered nurse). Pembagian
tugas di dalam kelompok dilakukan oleh pimpinan kelompok/ketua grup. Selain itu ketua
grup bertanggung jawab dalam mengarahkan anggota grup/tim. Sebelum tugas dan menerima
laporan kemajuan pelayanan keperawatan klien serta membantu anggota tim dalam
menyelesaikan tugas apabila menjalani kesulitan Selanjutnya ketua grup yang melaporkan
pada kepala ruangan tentang kemajuan pelayanan/asuhan keperawatan terhadap klien.
(Sumijatun, 2008)
2.Stuktur

3. Pembagian Tugas
a.

Tanggung jawab Kepala Ruang


Menetapkan standar kinerja yang diharapkan sesuai dengan standar asuhan

keperawatan.
Mengorganisir pembagian tim dan pasien
Memberi kesempatan pada ketua tim untuk mengembangkan kepemimpinan.
Menjadi nara sumber bagi ketua tim.
Mengorientasikan tenaga keperawatan yang baru tentang metode/model tim dalam

pemberian asuhan keperawatan.


Memberi pengarahan kepada seluruh kegiatan yang ada di ruangannya,
Melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan yang ada di ruangannya,
Memfasilitasi kolaborasi tim dengan anggota tim kesehatan yang lainnya,
Melakukan audit asuhan dan pelayanan keperawatan di ruangannya, kemudian

menindak lanjutinya,
Memotivasi staf untuk meningkatkan kemampuan melalui riset keperawatan.
Menciptakan iklim komunikasi yang terbuka dengan semua staf.
b.

Tanggung jawab ketua tim :


Mengatur jadual dinas timnya yang dikoordinasikan dengan kepala ruangan,

Membuat perencanaan berdasarkan tugas dan kewenangannya yang didelegasikan


oleh kepala ruangan.
Melakukan pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi asuhan keperawatan
bersama-sama anggota timnya,
Mengkoordinasikan rencana keperawatan dengan tindakan medik.
Membuat penugasan kepada setiap anggota tim dan memberikan bimbingan melalui
konferens.
Mengevaluasi asuhan keperawatan baik proses ataupun hasil yang diharapkan serta
mendokumentasikannya.
Memberi pengarahan pada perawat pelaksana tentang pelaksanaan asuhan
keperawatan,
Menyelenggarakan konferensi.
Melakukan kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya dalam pelaksanaan asuhan
keperawatan,
Melakukan audit asuhan keperawatan yang menjadi tanggungjawab timnya,
Melakukan perbaikan pemberian asuhan keperawatan,
c.

Tanggung jawab anggota tim


Melaksanakan tugas berdasarkan rencana asuhan keperawatan.
Mencatat dengan jelas dan tepat asuhan keperawatan yang telah diberikan
berdasarkan respon klien.
Berpartisipasi dalam setiap memberiikan masukan untuk meningkatkan asuhan
keperawatan
Menghargai bantuan dan bimbingan dan ketua tim.
Melaporkan perkembangan kondisi pasien kepada ketua tim.
Memberikan laporan .

4.Keuntugan dan Kerugian


Kelebihan metode tim :
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Saling memberi pengalaman antar sesama tim.


Pasien dilayani secara komfrehesif
Terciptanya kaderisasi kepemimpinan
Tercipta kerja sama yang baik .
Memberi kepuasan anggota tim dalam hubungan interpersonal
Memungkinkan menyatukan anggota tim yang berbeda-beda dengan aman dan
efektif.

Kekurangan metode tim:


a. Tim yang satu tidak mengetahui mengenai pasien yang bukan menjadi tanggung
jawabnya.

b. Rapat tim memerlukan waktu sehingga pada situasi sibuk rapat tim ditiadakan atau
trburu-buru sehingga dapat mengakibatkan kimunikasi
c. dan koordinasi antar anggota tim terganggu sehingga kelanncaran tugas terhambat.
d. Perawat yang belum terampil dan belum berpengalaman selalu tergantung atau
berlindung kepada anggota tim yang mampu atau ketua tim.
e. Akuntabilitas dalam tim kabur.

MPKP
Metode Praktik Peperawatan Professional
A.

Pengertian MPKP
Model praktik keperawatan profesional (MPKP) adalah suatu sistem (struktur, proses

dan nilai-nilai profesional), yang memfasilitasi perawat profesional, mengatur pemberian


asuhan keperawatan, termasuk lingkungan tempat asuhan tersebut diberikan. (Ratna sitorus &
Yulia, 2006).
Model Asuhan Keperawatan Profesional adalah sebagai suatu sistem (struktur, proses
dan nilai- nilai) yang memungkinkan perawat profesional mengatur pemberian asuhan
keperawatan termasuk lingkungan untuk menopang pemberian asuhan tersebut (Hoffart &
Woods, 1996).
B.

Komponen MPKP
Berdasarkan MPKP yang sudah dikembangkan di berbagai rumah sakit, Hoffart &

Woods (1996) menyimpulkan bahwa MPKP tediri lima komponen yaitu nilai nilai
professional yang merupakan inti MPKP, hubungan antar professional, metode pemberian
asuhan keperawatan, pendekatan manajemen terutama dalam perubahan pengambilan
keputusan serta sistem kompensasi dan penghargaan.
a. Nilai nilai professional
Pada model ini PP dan PA membangun kontrak dengan klien/keluarga, menjadi partner
dalam memberikan asuhan keperawatan. Pada pelaksanaan dan evaluasi renpra. PP
mempunyai otonomi dan akuntabilitas untuk mempertanggungjawabkan asuhan yang
diberikan termasuk tindakan yang dilakukan oleh PA. hal ini berarti PP mempunyai tanggung
jawab membina performa PA agar melakukan tindakan berdasarkan nilai-nilai professional.
b. Hubungan antar professional
Hubungan antar profesional dilakukan oleh PP. PP yang paling mengetahui
perkembangan kondisi klien sejak awal masuk. Sehingga mampu memberi informasi tentang
kondisi klien kepada profesional lain khususnya dokter. Pemberian informasi yang akurat
akan membantu dalam penetapan rencana tindakan medik.
c. Metode pemberian asuhan keperawatan
Metode pemberian asuhan keperawatan yang digunakan adalah modifikasi keperawatan
primer sehingga keputusan tentang renpra ditetapkan oleh PP, PP akan mengevaluasi
perkembangan klien setiap hari dan membuat modifikasi pada renpra sesuai kebutuhan klien.

d. Pendekatan manajemen
Pada model ini diberlakukan manajemen SDM, yaitu ada garis koordinasi yang jelas
antara PP dan PA. performa PA dalam satu tim menjadi tanggung jawab PP. Dengan
demikian, PP adalah seorang manajer asuhan keperawatan. Sebagai seorang manajer, PP
harus dibekali dengan kemampuan manajemen dan kepemimpinan sehingga PP dapat
menjadi manajer yang efektif dan pemimpin yang efektif.
e. Sistem kompensasi dan panghargaan.
PP dan timnya berhak atas kompensasi serta penghargaan untuk asuhan keperawatan yang
dilakukan sebagai asuhan yang profesional. Kompensasi dan penghargaan yang diberikan
kepada perawat bukan bagian dari asuhan medis atau kompensasi dan penghargaan
berdasarkan prosedur.
C.

Tujuan MPKP
a) Menjaga konsistensi asuhan keperawatan.
b) Mengurangi konflik, tumpang tindih dan kekososongan pelaksanaan asuhan
keperawatan oleh tim keperawatan.
c) Menciptakan kemandirian dalam memberikan asuhan keperawatan.
d) Memberikan pedoman dalam menentukan kebijakan dan keputusan.
e) Menjelaskan dengan tegas ruang lingkup dan tujuan asuhan keperawatan bagi setiap
tim keperawatan.

D.

Pilar Pilar MPKP

Dalam model praktik keperawatan professional terdiri dari empat pilar diantaranya adalah :
a) Pilar I : Pendekatan manajemen keperawatan
Dalam model praktik keperawatan mensyaratkaan pendekatan manajemen sebagai pilar
praktik perawatan professional yang pertama. Pada pilar I yaitu pendekatan manajemen
terdiri dari :
Perencanaan dengan kegiatan perencanaan yang dipakai di ruang MPKP meliputi
(perumusan visi, misi, filosofi, kebijakan dan rencana jangka pendek ; harian,bulanan,dan
tahunan)
Pengorganisasian dengan menyusun stuktur organisasi, jadwal dinas dan daftar alokasi
pasien.
Pengarahan dalam pengarahan terdapat kegiatan delegasi, supervise, menciptakan iklim
motifasi, manajemen waktu, komunikasi efektif yang mencangkup pre dan post
conference, dan manajemen konflik
Pengawasan

Pengendalian.
b) Pilar II: Sistem penghargaan
Manajemen sumber daya manusia diruang model praktik keperawatan professional
berfokus pada proses rekruitmen,seleksi kerja orientasi, penilaian kinerja, staf perawat.proses
ini selalu dilakukan sebelum membuka ruang MPKP dan setiap ada penambahan perawatan
baru.
c) Pilar III: Hubungan professional
Hubungan professional dalam pemberian pelayanan keperawatan (tim kesehatan)
dalam penerima palayana keperawatan (klien dan keluarga). Pada pelaksanaan nya hubungan
professional secara interal artinya hubungan yang terjadi antara pembentuk pelayanan
kesehatan misalnya antara perawat dengan perawat, perawat dengan tim kesehatan dan lain
lain. Sedangkan hubungan professional secara eksternal adalah hubungan antara pemberi dan
penerima pelayanan kesehatan.
d) Pilar IV : manajemen asuhan keperawatan
Salah satu pilar praktik professional perawatan adalah pelayanan keperawat dengan
mengunakan manajemen asuhan keperawatan di MPKP tertentu. Manajemen asuhan
keperawat yang diterapkan di MPKP adalah asuhan keperawatan dengan menerapkan proses
keperawatan.

DAFTAR PUSTAKA
Nursalam,2007, Manajemen Keperawatan Dan Aplikasinya, Salemba Medika, Jakarta

Nursalam,2007, Manajemen Keperawatan,Aplikasi Dan Peraktik Keperawatan Prefesional,


Edisi 2, Salemba Medika, Jakarta
Sitorus,Ratna.2006.Model Praktik Keperawatan Profesional Di Rumah Sakit.Jakarta:EGC
Sumijatun,2008. Konsep Dasar Keperawatan Komunitas. Jakarta, EGC.
Hoffart, N. & Woods, C.G. (1996). Element Of Nurshing Professional Practice Models
Journal Of Professional Nurshing Vol. 12, No 6, Pp. 354 - 364.

Beri Nilai