Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu bahasa
lisan, tulisan maupun isyarat) orang akan melakukan suatu komunikasi dan kontrak
sosial. Bahasa juga dipandang sebagai cermin kepribadian seseorang karena bahasa
diterjemahkan sebagai refleksi rasa, pikiran dan tingkah laku. Adakalanya seorang yang
pandai dan penuh dengan ide-ide cemerlang harus terhenti hanya karena dia tidak bisa
menyampaikan idenya dalam bahasa yang baik. Oleh karena itu seluruh ide, usulan, dan
semua hasil karya pikiran tidak akan diketahui dan dievaluasi orang lain bila tidak
dituangkannya dalam bahasa yang baik.
Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi baik lisan maupun tulis. Artinya bahwa
bahasa adalah suatu alat untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kemauan yang
murni manusiawi dan tidak instingtif, dengan pertolongan sistem lambang-lambang yang
diciptakan dengan sengaja (Prastyoningsih, 2001). Penyampaian informasi atau pesan
tersebut tentunya dengan menggunakan kalimat. Maka, agar pesan yang disampaikan
oleh penutur dapat diterima oleh penerima hendaknya perlu memperhatikan penyusunan
kalimat yang efektif dan efisien agar tidak terjadi misscomunication.
Mahasiswa sebagai orang terpelajar telah mendapat kesempatan seluas-luasnya
untuk mempelajari penggunaaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini memiliki
konskuensi, bahwa mereka harus mampu menggunakan bahasa yang baik dan benar
dalam berbagai kepentingan yang bersifat resmi baik tulis maupun lisan khususnya di
lingkungan kampus.
Oleh karena itu, sebagai mahasiswa sudah seharusnya menerapkan penggunaan
bahasa yang baik dan benar di lingkungan kampus itu dalam kegiatan sehari-hari,
misalnya : dalam hal berdiskusi baik masalah pelajaran ataupun hal yang lainnya. Hal
tersebut sangat bermanfaat karena dengan pelatihan berbicara dengan bahasa yang baik
dan benar itu akan memudahkan lidah kita untuk menggunakan bahasa yang benar.
Bahasa juga bisa menentukan sifat kita, apabila seseorang itu selalu berbahasa yang
jorok atau tidak sopan maka dapat dipastikan bahwa orang itu tidak mengerti pendidikan
atau orang yang kurang sopan. Namun, apabila kita menemui seseorang yang
menggunakan bahasa yang lugas dan santun kita akan menghormati orang itu, dan beliau
juga akan merasa dihargai dan dicap sebagai seorang yang berwibawa.
Bahasa juga dikatakan sebagai tonggak pemersatu bangsa kita yaitu Bahasa
Indonesia. Walau memang dalam suatu daerah bahasa kita berbeda-beda, namun bahasa
kita tetap satu yaitu Bahasa Indonesia. Seperti yang dikatakan dalam Pancasila yaitu
Bhinneka Tunggal Ika yang artinya walau berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Maka dari
itulah warga bangsa Indonesia bisa menjadi suatu bangsa yang bersatu menjadi Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Dapat dipastikan juga bahasa adalah sebagai ciri suatu bangsa, maka dalam bahasa
kita bisa mengenal berbagai macam karakteristik seseorang dan dalam bahasa kita bisa
menghormati dan menghargai adanya bermacam-macam bahasa yang ada di dunia ini.

1.2 Rumusan Masalah


1.
2.
3.
4.
5.

Rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut :


Apa pengertian bahasa yang baik dan benar?
Bagaimana penggunaan bahasa yang baik dan benar dilingkungan kampus?
Apa saja hambatan dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar ?
Apakah seluruh warga kampus sudah menggunakan bahasa yang baik dan benar?
Bagaimana cara supaya warga lingkungan kampus menggunakan bahasa yang
baik dan benar?

1.3 Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.

Tujuan makalah ini adalah sebagai berikut :


Untuk mengetahui apa itu pengertian bahasa yang baik dan benar, agar kita selaku
mahasiswa bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Agar warga lingkungan kampus bisa secara keseluruhan menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar
Agar bisa menumbuhkan karakter bangsa Indonesia bahwa kita mahasiswa yang
berbudi pekerti luhur, yang menjungjung tinggi bahasa kesatuan kita yaitu
Bahasa Indonesia.
Untuk memberikan contoh kepada yang lainnya bahwa kita adalah mahasiswa
yang memiliki bahasa yang baik dan benar.
Sebagai agent of change bawa Bahasa Indonesia ini perlu dijunjung tinggi, dan
kita adalah pembawa pembaharuannya.

1.4 Metodelogi Penulisan


Metode penulisan yang kami susun untuk makalah ini dengan cara metode
kepustakaan dan survei.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Bahasa

Bahasa adalah aspek penting dalam interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu
bahasa lisan, tulisan maupun isyarat) orang akan melakukan suatu komunikasi dan
kontrak sosial. Bahasa juga dipandang sebagai cermin kepribadian seseorang karena
bahasa diterjemahkan sebagai refleksi rasa, pikiran dan tingkah laku. Adakalanya seorang
yang pandai dan penuh dengan ide-ide cemerlang harus terhenti hanya karena dia tidak
bisa menyampaikan idenya dalam bahasa yang baik. Oleh karena itu seluruh ide, usulan,
dan semua hasil karya pikiran tidak akan diketahui dan dievaluasi orang lain bila tidak
dituangkannya dalam bahasa yang baik.
2.1.1 Bahasa yang Baik
Bahasa Indonesia yang baik adalah Bahasa Indonesia yang digunakan sesuai
dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya dalam situasi santai dan akrab,
seperti di restoran, pasar, tempat arisan, dan di lapangan sepak bola hendaklah digunakan
Bahasa Indonesia yang santai dan akrab yang tidak terlalu terkait oleh kaidah
penggunaan bahasa. Jika dalam situasi formal, seperti dalam kuliah, seminar dan dalam
rapat, sebaiknya menggunakan bahasa yang resmi dan formal serta sesuai dengan norma
dalam berbahasa.
2.1.2 Bahasa yang Benar
Bahasa Indonesia yang benar adalah Bahasa Indonesia yang di gunakan sesuai
dengan aturan atau kaidah Bahasa Indonesia yang berlaku. Jika kaidah ejaan digunakan
dengan cermat, kaidah pembentukan kata diperhatikan dengan seksama, dan penataan
penalaran ditaati dengan konsisten, penggunaan Bahasa Indonesia itu dapat dikatakan
benar.
2.1.3 Bahasa yang baik dan benar
Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah Bahasa Indonesia yang digunakan
sesuai dengan norma kemasyarakatan dan kaidah Bahasa Indonesia yang berlaku.

2.2 Penggunaan bahasa di lingkungan kampus


Bahasa yang digunakan di lingkungan kampus bersifat fleksibel yaitu bergantung
kepada suasana dan sesuai kebutuhan. Ketika mahasiswa sedang melakukan kegiatan
belajar mengajar dan berorganisasi, mereka cenderung menggunakan Bahasa Indonesia
yang baik dan benar. Dan ketika di kehidupan sehari-hari, mereka menggunakan bahasa
yang tidak baku namun tetap sopan menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

2.3 Hambatan-hambatan
dilinglungan kampus

dalam

penggunaan

Bahasa

Indonesia

2.3.1 Bahasa Daerah


Bahasa daerah merupakan hal yang paling dominan menghambat penggunaan
Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Indonesia merupakan negara multiculture yang
terdapat berbagai macam bahasa dan budaya. Di lingkungan kampus pun terdiri dari
orang-orang yang berasal dari berbagai macam daerah dan suku budaya, sehingga ketika
seseorang berada di dalam kampus dan bertemu dengan orang yang satu daerah
dengannya, mereka cenderung lebih memilih menggunakan bahasa daerah mereka
dibandingkan dengan Bahasa Indonesia.
2.3.2 Bahasa Gaul
Secara tidak langsung, bahasa gaul mempengaruhi keefektifan berbahasa karena
timbulnya arus globalisasi. Hal tersebut dikarenakan adanya tayangan yang
menggunakan bahasa gaul memalui media elektronik, seperti dalam acara televisi atau
radio. Dan orang lebih senang menggunakan bahasa gaul daripada menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar. Seperti yang kalian ketahui kata-kata seperti
kepo,elo,gue,dan sebagainya sudah tidak asing lagi di telinga kita.
2.3.3 Kebiasaan
Kebiasaan penggunaan bahasa di lingkungan keluarga merupakan hal paling
mendasar yang menghambat dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Seseorang cenderung berkomunikasi dengan bahasa yang biasa digunakan dalam
lingkungan keluarganya untuk berkomunikasi di lingkungan luar. Oleh karena itu, jika
seseorang biasa menggunakan bahasa yang belum baik dan benar di lingkungan sehariharinya, maka apabila suatu saat dia dituntut untuk menggunakan bahasa yang baik dan
benar dalam suatu kondisi akan mendapatkan sedikit kesulitan dalam berbahasa karena
kurangnya kebiasaan dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar.

2.4 Pendapat dari mahasiswa tentang berbahasa / Hasil Survei


Setelah kami melakukan survei kepada beberapa mahasiswa dan beberapa
komponen kampus lainnya. Secara garis besar mereka berpendapat bahwa mereka
menggunakan bahasa tergantung pada situasi dan kondisi, misalnya saat sidang, saat
berada di dalam perkumpulan himpunan, dalam kegiatan belajar mengajar serta dalam
acara resmi, secara otomatis mahasiswa menggunakan bahasa yang baku dan formal.
Apalagi jika mahasiswa sedang berkumpul (dalam acara yang resmi) itu berlaku
berbicara secara lugas, sopan, santun serta efektif dan efisien, tata cara berbahasa pun
telah tercantum dalam peraturan dan apabila tidak taat atau menggunakan bahasa kotor
dan kasar maka akan mendapatkan sanksi.
Tetapi para mahasiswa dan pedagang cenderung menggunakan bahasa yang tidak
baku dalam kehidupan sehari-hari mereka, karena mereka berpendapat bahwa
penggunaan bahasa yang tidak baku tetapi tetap memperhatikan sopan dan santun akan
menghilangkan rasa canggung yang terjadi satu sama lain.

2.5 Cara agar menggunakan bahasa yang baik dan benar


Menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa
konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya yang sesuai dengan situasi dan kondisi.
Pada suatu kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal, penggunaan Bahasa Indonesia
yang benar menjadi pilihan atau prioritas utama dalam berbahasa. Seperti sudah saya
jelaskan tadi, penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Masalah
yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain adalah disebabkan oleh
adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa
gaul yang tanpa kita sadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal seperti ini
mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak sesuai dan tidak baik.
Contoh nyata dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku:

Apakah kamu sedang mengerjakan tugas rumah saat ini?

Apa yang kamu kerjakan tadi di sekolah?

Contoh ketika dalam dialog antara seorang Orangtua dengan anaknya.


Orangtua : Gerald! Apa yang sedang kamu lakukan?
Gerald : Ya, akan saya lakukan setelah saya selesai bermain game, bu.
Kata-kata diatas adalah kata yang sesuai untuk digunakan dalam lingkungan sosial

Contoh lain yang saya kutip adalah pada Pembukaan Undang-Undang Dasar
antara lain :
Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu
ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan
karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.
Dari beberapa kalimat didalam undang-undang dasar tersebut menunjukkan
bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa yang sangat baku, dan itu merupakan
pemakaian bahasa secara baik dan benar.
Contoh lain, seperti kegiatan sosialisasi yang dilakukan antara masyarakat.
Contohnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan keheranan, keraguan atau
kecurigaan. Ini akan terlihat sangat aneh bila dalam komunikasi kita dalam bersosialisasi
dengan orang lain, kita menggunakan bahasa baku seperti ini.
(1) Berapakah Bapak mau menjual harga game ini?
(2) Apakah sayur ini masih segar, berapa harganya bu, untuk sayuran ini?
Contoh di atas merupakan contoh Bahasa Indonesia yang baku dan benar, tetapi
tidak baik dan tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat
itu. Untuk situasi seperti di atas, kalimat (3) dan (4) berikut akan lebih tepat.
(3) Jual berapa pak? Game ini?
(4) Masih segar, bu? Berapa harganya?
5

Contoh perbedaan antara Bahasa Indonesia yang benar dengan bahasa gaul

Bahasa Indonesia
Aku, Saya
Kamu
Di masa depan
Apakah benar?
Tidak
Tidak Peduli

Bahasa Gaul (informal)


Gue
Elo
kapan-kapan
Emangnya bener?
Gak
Emang gue pikirin!

Dari contoh diatas yang didapat adalah perbedaan penggunaan bahasa antara
bahasa yang baku dan non baku, dan dapat terlihat dari pengucapan dan dari tata cara
penulisan bahasa tersebut. Bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan bahasa
yang mudah dipahami dan dimengerti, bentuk bahasa baku yang sah dibuat agar secara
luas masyarakat indonesia dapat berkomunikasi menggunakan bahasa nasional.
Contoh nyata, pada kutipan teks Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut :
Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia,
demikianlah bunyi dari alenia ketiga sumpah pemuda yang telah dirumuskan oleh para
pemuda yang kemudian menjadi salah satu factor penting pendiri bangsa dan negara
Indonesia. Bunyi alenia ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu jelas bahwa yang menjadi
bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah Bahasa Indonesia, khusus nya kita sebagai
bagian dari bangsa Indonesia sudah sepatutnya menjunjung tinggi Bahasa Indonesia
dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu berterima kasih lah kita terhadap
BAHASA, karena bahasa juga merupakan faktor penting didalam konteks sumpah
pemuda, oleh karena bahasa merupakan sesuatu hal yang bersifat universal, sehingga
pemakainya menjadi mudah dan tepat pada saat seperti diatas. Dan penerimaannya juga
baik, karena adanya pemakaian kata-kata yang baik dan benar.
Contoh lain adalah paragraph dibawah ini, merupakan sebagian dari gaya bahasa
yang dipakai sesuai dengan EYD dan menggunakan bahasa baku atau bahasa ilmiah dan
bukan kata popular dan bersifat objektif, dengan penyusunan kalimat yang cermat dan
tepat.
Dalam paradigma profesionalisme sekarang ini, ada tidaknya nilai informative
dalam jaring komunikasi ternyata berbanding lurus dengan cakap tidaknya kita menulis.
Pasalnya, selain harus bisa menerima, kita juga harus mampu memberi. Inilah efek
jurnalisme yang kini sudah menyesaki hidup kita. Oleh karena itu, kita pun dituntut
dalam hal tulis-menulis demi penyebaran informasi. Namun persoalannya, apakah kita
peduli terhadap laras tulis bahasa kita. Sementara itu, yakinilah, tabiat dan tutur kata
seseorang menunjukkan asal-usulnya, atau dalam penegasan lain, bahasa yang kacau
mencerminkan kekacauan pola pikir pemakainya.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari paparan diatas, bahwasanya bahasa itu sangat penting untuk kita semua
khususnya terutama bagi kalangan kita selaku mahasiswa. Secara garis besar
penggunaan bahasa di lingkungan kampus menurut hasil wawancara adalah
tergantung dari situasi dan kondisi di wilayah kampus itu sendiri. Apabila dalam
keadaan formal secara otomatis kita akan berbahasa secara lugas, sopan, santun, serta
efektif dan efisien agar menjunjung tinggi bahasa kita yaitu Bahasa Indonesia.
Namun, berbeda halnya ketika kita berada dalam lingkungan yang tidak formal,
misalnya bergaul dengan teman sesama para mahasiswa menggunakan bahasa yang
tidak baku agar mudah dimengerti.
Selain hal itu, ada juga penghambat dalam berbahasa yang baik dan benar di
kalangan kampus yaitu dipengaruhi oleh bahasa daerah, karena di dalam suatu
kampus terdapat banyak orang yang terdiri dari berbagai macam daerah. Selanjutnya,
bahasa gaul juga mempengaruhi keefektifan berbahasa karena timbulnya arus
globalisasi yang mempengaruhi bahasa yang banyak ditayangkan memalui media
elektronik, seperti dalam acara televisi atau radio. Dan yang terakhir adalah
kebiasaan, hal ini ditandai dari beredarnya bahasa-bahasa gaul dan secara tidak sadar
kita mengikuti bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga berubah
menjadi kebiasaan.
3.2 Saran
Selaku mahasiswa kita seharusnya dituntut untuk mengapresiasikan bahasa yang
baik dan benar di lingkugan umum. Kita haruslah sering menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari, bukan saja dalam
kegiatan organisasi namun dalam hal berinteraksi dengan teman pula supaya terbiasa
dengan lingkungan sehari-hari. Tetapi di sisi lain kita juga harus menjaga kelestarian
budaya bahasa kita. Jangan sampai direbut oleh Negara lain. Oleh karena itu, kita
harus bijak dalam penggunaan bahasa. Kita harus bisa menempatkan penggunaan
bahasa sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Memberikan contoh yang baik dalam berbahasa, artinya tidak berbicara yang
kotor atau yang kasar agar tidak menjadi sebuah kebiasaan dan
bisa
menumbuhkembangkan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Sebagai mahasiswa kita seharusnya bersikap kritis terhadap bahasa yang sekarang
ini bermunculan. Bahasa yang dewasa ini sering digunakan adalah bahasa gaul,
sebaiknya kita harus membatasinya. Boleh kita berbahasa seperti itu, namun alangkah
baiknya jika yang kita gunakan adalah bahasa yang lugas, sopan, santun,
komunikatif, baik, benar, efektif dan efisien.