Anda di halaman 1dari 16

PKKI 1961

Pada dasarnya sambungan gigi berfungsi untuk


meneruskan gaya-gaya desak.
a

S.

S.

tm2

tm1

tm
lm

lm1

h
lm2

DENGAN
SAMBUNGAN PELEBARAN
GIGI
DENGAN PELANA

TUNGGAL

SAMBUNGAN
GIGI
RANGKAP

1. Pada sambungan gigi, gesekan antara kayu dengan


kayu didalam perhitungan harus diabaikan. Untuk
sambungan gigi tunggal (gambar a), dalamnya gigi
tidak boleh melebihi nilai batas, yaitu :
1
t m h untuk 50o
4
1
t m h untuk 60o
6

Untuk antara 50o dan 60o interpolasi linear.

Gigi dibuat menurut garis bagi


Panjang kayu muka lm harus dihitung :

lm 15 cm,

Dengan
lm = Panjang kayu di muka sambungan gigi.
S = Gaya batang diagonal.
//= Tegangan ijin geser batang horisontal
b = lebar batang mendatar
= Sudut antara batang diagonal dan horisontal.

h = tinggi batang mendatar


tm = Tinggi gigi miring.
tv = Tinggi gigi vertikal.
= Garis Bagi sudut luar

Gaya S diuraikan menurut arah kemiringan gigi dan tegak lurus


kemiringan giginya, sebagai berikut;

Tetapi karena pada batang diagonal N membentuk sudut 1/2 dengan


arah serat maka
1

= 1/2 = // // sin 2

Dengan rumusan tersebut tm dihitung lalu diperiksa


apakah memenuhi syarat pada PKKI mengenai
besarnya terhadap tinggi balok h
Kemudian dihitung panjang kayu muka lm sesuai
PKKI (syarat 1)

Apabila tm melampaui batas yang disyaratkan,


dapat diatasi dengan beberapa cara :
1.Memakai sambungan gigi rangkap
2.Memperlebar balok pada tempat sambungan
3.Mempertinggi balok pada bagian ujung (lm)
4.Menggunakan pelat kokot pada sambungan

2. Untuk sambungan dengan gigi rangkap, dalamnya


gigi kedua harus memenuhi syarat seperti pada
sambungan gigi tunggal. Selain itu tm2 - tm1 1 cm.

Dua buah balok kayu jati berukuran 10 x 14 cm akan


disambung dengan sambungan gigi.
Diketahui sudut antara kedua balok adalah 35o
Gaya tekan yang bekerja S = 2,5 ton
Rencanakan sambungan gigi (tm dan lm) Jika
kondisi struktur terlindung dan beban permanen

Buat program atau rumusan penyelesaian


kasus untuk sambungan gigi tunggal dan
rangkap dengan menggunakan excell.