Anda di halaman 1dari 3

Mengapa perlu mempelajari analisis teknikal dengan

terstruktur? Dan Bagaimana cara belajar analisis teknikal jika kita sebagai
orang awam ingin berinvestasi menggunakan analisis teknikal?
Belajar secara terstruktur itu penting karena dengan pembelajaran yang
tertruktur, bisa diperoleh gambaran yang lengkap mengenai ilmu yang
anda pelajari. Pembelajaran yang tidak tertruktur, hanya membuat anda
mengetahui ilmu tersebut secara sepotong-sepoton
Mempelajari analis teknikal secara terstruktur akan membuat kita bisa
menikmati gambaran teknikal tersebut secara utuh. Kita bisa menikmati
ilmu teknikal analisis tersebut secara utuh sehingga prediksi yang kita
lakukan benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Tidak hanya sekedar
prediksi yang benar karena marketnya memang sedang naik.

pembelajaran analisis teknikal itu terdiri dari dua level: Level Pemula dan Level Mahir.
Untuk level pemula, pengetahuan analisis teknikal yang harus dikuasai adalah:

Definisi dan asumsi dasar analisis teknikal

Cara-cara pembuat chart (terutama bar chart, candlestick, line chart)

Dow Theory

Price Pattern

Gap

Suport, resisten, dan trend

Fibonacci Ratio dalam analisis teknikal (Retracement, Extension, Projection)

Candlestick

Volume dan Breadth, serta cycle

Moving Average dan Momentum Indikator (modern analisis teknikal)

Mengenali titik puncak dan titik dasar

Pengetahuan dasar (definitif) mengenai Elliot Wave dan Gann

Psikologi trading yang basic (sekedar untuk mendapatkan sudut pandang yang benar
mengenai pergerakan harga)

Kalau analisis teknikal level mahir:

Memperdalam pengetahuan mengenai psikologi pasar

Teknik melakukan posisi trading (termasuk didalamnya teknik untuk melakukan


stoploss).

Melakukan prediksi dan trading dengan menggunakan Elliot wave dan Gann

Mempelajari teknik-teknik prediksi maupun psikologi trading dari para trader


international yang sudah berhasil (belajar dari sukses story para trader internasional).

Mendalami alat-alat analisis teknikal yang sederhana sehingga bisa memperoleh


kesimpulan dengan akurat dalam melakukan trading.

Menggunakan technical tools dengan cara yang sedikit berbeda sehingga akurasi
prediksinya bisa lebih baik.

Apakah analisa teknikal lebi baik dari fundamental

Analisa Tekhnikal dan Fundamental merupakan alat bantu untuk menganalisa harga. Seorang
teknikalis akan menggap bahwa analisa tekhnikal merupakan yang terbaik. Demikianpun dengan
pengguna analisa fundament. Keduanya bisa dipergunakan. Sebaik-baiknya indikator adalah diri
sendiri, karena hal ini terkait dengan emosi dan psikolog trader itu sendiri. Thanks.
Komentar Oleh: Mona

19 Nov 2015

Itu sih relatif, baik enggak nya tergantung yang pakai analisa. Trader yang suka teknikal
mungkin anggap teknikal paling baik karena bisa nge-detect kapan mesti entry dan kapan bisa
out dari pasar, juga bisa dipakai trading jangka pendek, padahal analisa fundamental nggak bisa
begitu dan lebih cocok buat trader jangka panjang. Tapi realitanya, analisa teknikal saja nggak
bisa membuat trader sukses. Biarpun sedikit, analisa fundamental tetap harus paham. Kalau
enggak, nanti pas ada kejutan the Fed atau gimana, bisa bingung sendiri. Jadi dua-duanya samasama penting, walaupun terserah kita mau cenderung ke teknikal atau fundamental.

Apa yg dimaksud diversifikasi, cost averaging, Rebalancing, Swing Trading dalam

strategi investasi?

1. Saya percaya kunci sukses untuk dalam berinvestasi adalah dengan melakukan
diversifikasi. Jadi saya sudah membagi uang saya dalam berbagai reksa dana yaitu
saham, campuran, obligasi dan pasar uang. Ketika kinerja saham, campuran dan obligasi
kurang baik, reksa dana pasar uang saya masih bisa memberikan keuntungan. Jadi
Diversifikasi adalah strategi yang terbaik. Apalagi jika dikombinasikan dengan investasi
properti.
2. Yang namanya investasi itu, harus jangka panjang. Dan karena status saya yang
karyawan, maka setiap bulan saya melakukan cost averaging. Memang untungnya masih
belum terlalu kelihatan sekarang dan ada beberapa kali investasi yang masih merugi, tapi
saya yakin dengan prospek jangka panjang investasi Indonesia dan lumayan dengan
strategi ini saya sempat masuk ketika IHSG di level 3800an. Jadi Cost Averaging adalah
yang terbaik.
3. Saya lebih memilih strategi Rebalancing. Artinya saya sudah menentukan di awal
komposisi investasi yang ideal untuk saya adalah (misalnya) 50 untuk reksa dana saham
dan 50 untuk reksa dana obligasi. Ketika komposisinya timpang, saya segera melakukan
rebalancing agar komposisinya sesuai keinginan.
4. Swing Trading adalah strategi terbaik. Dengan menggunakan beberapa indikator analisa
teknikal, saya selalu masuk di titik terendah dan keluar ketika mencapai titik tertinggi. Ini
strategi yang paling tokcer (kalau benar2 ada yang melakukan ini di 2013, silakan
memberikan testimoni)
5. Boro-boro pakai strategi pak, kapan ada uang lebih ya diinvestasikan dan kapan butuh
uang ya terpaksa dananya ditarik. Ga pakai strategi dan analisi
6. Atau ada strategi lain, silakan sharing disini.