Anda di halaman 1dari 5

WOC KANKER KANDUNG KEMIH

Faktor-faktor resiko lingkungan dan merangsang


Pertumbuhan
pertumbuhan
sel-sel
sel baru pada jaringan kandung

Proliferasi sel meningkat cepat


kerusakan struktur fungsional
kandung kemih
Respons
Respon
iritasi
sistemik
lokal
Intervensi
(anemia,
medis
penurunan
intravesical
beratimmunotherapy,
badan, mual muntah)
intraveical chemotherapy, adjuvant chem

Hematuria,
disuria,
MK:
Keidak seimbangan nutrisi gangguan ADL
urgensi,
sering
Intervensi radioterapi
MK
Kecemasan pemenuhan informasi koping maladaif
Ganggu
an pola
eliminas
nyeri

Stoma

Kerusakan jaringan lokal

Terapi endoskopik bedah radikal kistektomi

Diversi urine pengangkatan vagina

Luka pasca bedah

MK Perubahan
pola eliminasi
MK Risiko
disfungsi
inggi
seksual
infeksi
MK Kerusakan
integritas
jaringan urine berduka disfungsional

1. Analisa Data Kanker Bladder


No.
1

Data
DS :
-

Klien mengatakan tidak


dapat mengontrol

Etiologi

Masalah Keperawatan

Tekanan intra

Inkontinensia

abdomen meningkat

Urinarius Stress

ketika BAK, terutama

Otot sfingter uretra

saat bersin, batuk, dan

melemah

beraktifitas berat.

Kebocoran urin involunter

DO :
-Frekuensi BAK meningkat,

Inkontinensia stress

12 x/hari
-Keluaran urin saat berkemih
<60 cc.
-Klien menggunakan
pampers.

DS :
-

Inkontinensia urin
Klien

mengatakan

daerah

perianalnya

Pengeluaran urin

agak kemerahan dan


terasa

gatal

akibat

iritasi pampers

Kerusakan Integritas Kulit

involunter

Meninggalkan sisa di area


perianal

DO :
-

Kemerahan

sekitar

perianal
-

lembab dan mengiritasi

Area perianal lembab


dan

basah

Area perianal menjadi

terkena

urine

kulit

Kerusakan integritas
kulit

DS :

Inkontinensia stres

- Klien merasa khawatir dan


cemas

dengan

kondisinya

Pengeluaran urin
involunter dengan

- Klien merasa minder karena

frekuensi sering

dirinya bau pesing

Ansietas

DO :
- RR = 18 x/menit
- Nadi = 100 x/menit

Ansietas

- Klien terlihat gelisah

DS :

Inkontinensia Urin

- Klien

mengatakan

kencingnya lebih dari 8x

Pengeluaran urin

setiap malam dan klien

involunter

tidak bisa menahannya

- Klien

mengatakan sering

Gangguan pola tidur

Gangguan pola tidur

terbangun saat malam


hari karena keinginan
untuk BAK di malam
hari

secara

terus

menerus
DO : -

2.

3.

Diagnosa Keperawatan
-

Inkontinensia Urinary Stress b.d Kebocoran Urine Involunteer

Kerusakan Integritas Kulit b.d Iritasi Kulit di Area Perianal

Ansietas b.d Peningkatan Frekuensi Pengeluaran Urine

Gangguan Pola Tidur b.d Peningkatan Frekuensi Pengeluaran Urine di Malam Hari

Intervensi Keperawatan
No Diagnosa
Tujuan dan kriteria hasil
Intervensi
1
Inkontinesia urine stress Setelah dilakukan tindakan a. Latihan otot panggul :
keperawatan, menunjukkan
Menguatkan
dan
b.d
kebocoran
urine
kontinensia urine yang
melatih otot levator ani
involunteer
dibuktikan oleh :
dan otot urogenitalia
1. Tidak ada kebocoran
melalui
kontraksi
urine akibat peningkatan
volunteer
berulang
tekanan terhadap
guna
mengurangi
abdomen (bersin,
inkontinensia stress
tertawa)
b. Manajemen eliminasi
2. Tidak mengompol
urine :
Memelihara
pola
eliminasi urine yang
optimum
c. Perawatan
inkontinensia urine :
membantu

Kerusakan

integritas Setelah dilakukan tindakan


keperawatan, tidak terjadi
jaringan kulit b.d iritasi
kerusakan integritas kulit
kulit di area perianal
dengan kriteria hasil :
1.Kulitnya utuh
2.Tidak ada tanda-tanda
peradangan pada kulit

Ansietas b.d peningkatan Setelah dilakukan tindakan


keperawatan, pasien tidak
frekuesi pengeluaran urine
mengalami
kecemasan
dengan kriteria hasil :
1.Klien
mampu
mengidentifikasi
dan
mengungkapkan
gejala
cemas
2.Mampu mengontrol cemas
3.Rileks
4.TTV dalam batas normal

Gangguan Pola Tidur b.d


Peningkatan Frekuensi
Pengeluaran Urine di
Malam Hari

d.
a.
b.
c.
d.

meningkatkan
kontinensia
dan
mempertahankan
integritas
kulit
perinium
Pemasangan kateter
Jaga kulit agar tetap
bersih dan kering
Monitor
adanya
kemerahan pada kulit
Pertahankan pemakaian
kateter
Cegah
kontaminasi
kulit dengan urine/feses

a. Bina hubungan saling


percaya
b. Jelaskan
setiap
prosedur yang akan
diberikan pada pasien
c. Bantu pasien mengenal
situasi
yang
menimbulkan
kecemasan
d. Bantu pasien untuk
mengungkapkan
perasaan
e. Berikan obat untuk
mengurangi kecemasan
a. Jelaskan pentingnya
tidur yang adekuat
b. Ciptakan lingkungan
yang nyaman
c. Monitor kebutuhan
tidur pasien setiap hari
d. Pertahankan pemakaian
kateter

Setelah dilakukan tindakan


keperawatan pasien tidak
mengalami gangguan pola
tidur dengan kriteria hasil :
1.Pola tidur, kualitas dalam
batas normal
2.Pasien
terasa
segar
sesudah bangun tidur
3.Jumlah jam tidur dalam
batas normal
1.