Anda di halaman 1dari 8

RESUME MATA KULIAH PERKEMIHAN

METODE PEMBELAJARAN JIGSAW


KANKER GINJAL, KANKER KANDUNG KEMIH, DAN UROLITHIASIS

Kelompok II AJ-1 B18


Fauzan Rifai

131511123071

Hardiansyah

131511123021

Agus Saputro

131511123029

Dwi Retna H.

131511123011

Maria Roswita Loin

131511123085

Agnes Ose Tokan

131511123003

Tri Sulistyawati

131511123005

Aisyah Nur Izzati

131511123075

Elisa Yulianti

131511123033

Widyasih Inprihati

131511123083

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
2016

1. WOC KANKER GINJAL


Faktor-faktor yg tidak diketahui
merangsang pertumbuhan sel

Faktor-faktor risiko yg bersifat


karsinogen dan merangsang
pertumbuhan sel

Pertumbuhan sel-sel baru pada jaringan ginjal


Bersifat tumor jinak ginjal

Bersifat karsinoma ginjal

Proliferasi sel lambat

Proliferasi sel meningkat cepat

Neovaskularisasi

Neovaskularisasi

Iritasi saluran kemih

Kerusakan struktur fungsional ginjal

Pembesaran tumor menekan


jaringan sekitar
Nyeri
pinggang

Hematuria

NYERI
AKUT

Iritasi saluran kemih


Pembesaran tumor
menekan jaringan sekitar

Gejala
obstruksi

GANGGUAN
PEMENUHAN
ELIMINASI URINE

Trias gejala (nyeri


pinggang,
Hematuria, massa
pd pinggang)

PENURUNAN
PERFUSI
PERIFER

Tindakan
Pembedahan

luka
pascabedah
nefrektomi

GANGGUA
N
MOBILITAS

CEMAS
respon psikologis,
koping maladaptif,
kecemasan

RESIKO

Gejala
obstruksi
(demam,
hipertensi,
anemia,
anoreksia,
BB

KURANGNYA
PENGETAHUAN &
INFORMASI

Bersifat
metastasis
ke organ
lain

NUTRISI KURANG
DARI KEBUTUHAN
TUBUH

Tindakan radiasi
dan kemoterapi

1. Analisa Data Kanker Ginjal


No.
1

Data
DS :
-

Klien mengatakan tidak


dapat mengontrol

Etiologi

Masalah Keperawatan

Tekanan intra

Inkontinensia

abdomen meningkat

Urinarius Stress

ketika BAK, terutama

Otot sfingter uretra

saat bersin, batuk, dan

melemah

beraktifitas berat.

Kebocoran urin involunter

DO :
-Frekuensi BAK meningkat,

Inkontinensia stress

12 x/hari
-Keluaran urin saat berkemih
<60 cc.
-Klien menggunakan
pampers.

DS :
-

Inkontinensia urin
Klien

mengatakan

daerah

perianalnya

Pengeluaran urin

agak kemerahan dan


terasa

gatal

akibat

iritasi pampers

Kerusakan Integritas Kulit

involunter

Meninggalkan sisa di area


perianal

DO :
-

Kemerahan

sekitar

perianal
-

lembab dan mengiritasi

Area perianal lembab


dan

basah

Area perianal menjadi

terkena

urine

kulit

Kerusakan integritas
kulit

DS :

Inkontinensia stres

- Klien merasa khawatir dan


cemas

dengan

kondisinya

Pengeluaran urin
involunter dengan

- Klien merasa minder karena

frekuensi sering

dirinya bau pesing

Ansietas

DO :
- RR = 18 x/menit
- Nadi = 100 x/menit

Ansietas

- Klien terlihat gelisah

DS :

Inkontinensia Urin

- Klien

mengatakan

kencingnya lebih dari 8x

Pengeluaran urin

setiap malam dan klien

involunter

tidak bisa menahannya

- Klien

mengatakan sering

Gangguan pola tidur

Gangguan pola tidur

terbangun saat malam


hari karena keinginan
untuk BAK di malam
hari

secara

terus

menerus
DO : -

2.

3.

Diagnosa Keperawatan
-

Inkontinensia Urinary Stress b.d Kebocoran Urine Involunteer

Kerusakan Integritas Kulit b.d Iritasi Kulit di Area Perianal

Ansietas b.d Peningkatan Frekuensi Pengeluaran Urine

Gangguan Pola Tidur b.d Peningkatan Frekuensi Pengeluaran Urine di Malam Hari

Intervensi Keperawatan
No Diagnosa
Tujuan dan kriteria hasil
Intervensi
1
Inkontinesia urine stress Setelah dilakukan tindakan a. Latihan otot panggul :
Menguatkan
dan
b.d
kebocoran
urine keperawatan, menunjukkan
melatih otot levator ani
kontinensia urine yang
involunteer
dan otot urogenitalia
dibuktikan oleh :
melalui
kontraksi
1. Tidak ada kebocoran
volunteer
berulang
urine akibat peningkatan
guna
mengurangi
tekanan terhadap
inkontinensia stress
abdomen (bersin,
b. Manajemen eliminasi
tertawa)
urine :
2. Tidak mengompol
Memelihara
pola
eliminasi urine yang
optimum
c. Perawatan
inkontinensia urine :

Kerusakan

integritas Setelah dilakukan tindakan


jaringan kulit b.d iritasi keperawatan, tidak terjadi
kerusakan integritas kulit
kulit di area perianal
dengan kriteria hasil :
1.Kulitnya utuh
2.Tidak ada tanda-tanda
peradangan pada kulit

Ansietas b.d peningkatan Setelah dilakukan tindakan


frekuesi pengeluaran urine keperawatan, pasien tidak
mengalami
kecemasan
dengan kriteria hasil :
1.Klien
mampu
mengidentifikasi
dan
mengungkapkan
gejala
cemas
2.Mampu mengontrol cemas
3.Rileks
4.TTV dalam batas normal

Gangguan Pola Tidur b.d


Peningkatan Frekuensi
Pengeluaran Urine di
Malam Hari

d.
a.
b.
c.
d.

membantu
meningkatkan
kontinensia
dan
mempertahankan
integritas
kulit
perinium
Pemasangan kateter
Jaga kulit agar tetap
bersih dan kering
Monitor
adanya
kemerahan pada kulit
Pertahankan pemakaian
kateter
Cegah
kontaminasi
kulit dengan urine/feses

a. Bina hubungan saling


percaya
b. Jelaskan
setiap
prosedur yang akan
diberikan pada pasien
c. Bantu pasien mengenal
situasi
yang
menimbulkan
kecemasan
d. Bantu pasien untuk
mengungkapkan
perasaan
e. Berikan obat untuk
mengurangi kecemasan
a. Jelaskan pentingnya
tidur yang adekuat
b. Ciptakan lingkungan
yang nyaman
c. Monitor kebutuhan
tidur pasien setiap hari
d. Pertahankan pemakaian
kateter

Setelah dilakukan tindakan


keperawatan pasien tidak
mengalami gangguan pola
tidur dengan kriteria hasil :
1.Pola tidur, kualitas dalam
batas normal
2.Pasien
terasa
segar
sesudah bangun tidur
3.Jumlah jam tidur dalam
batas normal
1.