Anda di halaman 1dari 27

Gambar slide 1

INVENTORY
Gambar slide 2

Pengertian Persediaan Persediaan merupakan bagian dari modal kerja yang tertanam dalam
bahan baku, barang setengah jadi, maupun berupa barang jadi tergantung jenis industrinya.
Persediaan merupakan elemen modal kerja yang selalu dalam keadaan berputar, dimana secara
terus menerus mengalami perubahan
Gambar slide 3

Pengertian Persediaan Persediaan (Inventory) mrpk elemen utama dari Modal Kerja karena : 1.
Jml persediaan paling besar dj dibanding dg Modal Kerja lainnya 2. Aktiva yg selalu dlm
keadaan berputar, di mana secara terus menerus mengalami perubahan 3. Tingkat likuiditasnya
paling rendah
Gambar slide 4

Macam Persediaan PERUSAHAAN DAGANG persediaan barang dagangan PERUSAHAAN


INDUSTRI Persediaan bahan baku Persediaan barang dalam proses Persediaan barang jadi
Gambar slide 5

Kepentingan diantara fungsi bisnis Pengaturan persediaan ini berpengaruh terhadap semua
fungsi bisnis ( operation, marketing, dan finance). Berkaitan dengan persediaan ini terdapat
konflik kepentingan diantara fungsi bisnis tersebut. Finance menghendaki tingkat persediaan
yang rendah, sedangkan Marketing dan operasi menginginkan tingkat persediaan yang tinggi
agar kebutuhan konsumen dan kebutuhan produksi dapat dipenuhi.
Gambar slide 6

Manajemen Persediaan - DAGANGANE ISIH MAS?? Intinya mengatur tingkat persedian yang
tepat agar jumlahnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil Kesalahan dalam menetapkan
besarnya investasi persediaan akan menekan keuntungan perusahaan Tinggi rendahnya tingkat
perputaran akan berpengaruh langsung terhadap besar kecilnya dana yang ditanamkan dalam

persediaan dan bagi perolehan laba. Semakin tinggi tingkat perputarannya semakin pendek
tingkat dana yang tertanam dalam persediaan semakin kecil dana yang ditanam dalam
perusahaan.
Gambar slide 7

Manajemen Persediaan 1. Jika persediaan terlalu tinggi maka a) Biaya penyimpanan tinggi b)
Biaya bunga tinggi Jika Investasi dibiayai Modal Asing biaya bunga Jika Investasi dibiayai
Modal Sendiri Opportunity cost c) Biaya pemeliharaan di gudang tinggi d) Kemungkinan
kerugian karena kerusakan, turunnya kualitas, keausan. e) Memperkecil keuntungan perusahaan
DAGANGANE ISIH MAS??
Gambar slide 8

Manajemen Persediaan 2. Jika persediaan terlalu kecil, maka proses produksi akan terganggu
akibatnya : Perusahaan tidak dapat bekerja dengan full capasity, artinya: capital assets dan direct
labour tidak bekerja dengan sepenuhnya. Penjualan turun, akibatnya: Perusahaan tidak dapat
memenuhi permintaan konsumen Turunnya market share Turunnya laba DAGANGANE
ISIH MAS??
Gambar slide 9

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI DALAM PERSEDIAAN 1. Tingkat


penjualan Makin tinggi omzet penjualan makin besar investasi pada persediaan. 2. Sifat teknis
dan sifat produksi Produksi pesanan persediaan beragam & banyak Produksi masal
persediaan bisa diatur 3. Lamanya proses produksi Proses lama Persediaan tinggi 4. Daya tahan
bahan baku dan produk akhir Barang tahan lama persediaan relatif tinggi Barang tahan tidak
lama persediaan relatif rendah Barang musiman persediaan tinggi pada musimnya 5. Lama
pembelian & pengiriman
Gambar slide 10

PERSEDIAAN EFEKTIF
Gambar slide 11

PERSEDIAAN PADA PERUSAHAAN DAGANG Persediaan Barang Dagangan


PENGENDALIAN Dengan mempertimbangkan : Kemampuan menjual Biaya Pemesanan

Biaya Pengiriman Biaya Penyimpanan di Gudang Lama proses pembelian sampai barang
diterima Harga
Gambar slide 12

PERSEDIAAN PADA MANUFAKTUR (Bahan Baku) 1. Berapakah jumlah kebutuah bahan


baku yg harus ada Jika jumlah Bahan Baku > kebutuhan bahan baku Biaya simpan dan biaya
bunga tinggi. Jika jumlah Bahan Baku terlalu kecil Menghambat jalannya proses produksi 2.
Bagaimanakah cara Pengadaan Bahan Baku Ada 4 cara dalam Pengadaan Bahan Baku Jumlah
keseluruhan dibeli sekaligus Dibeli secara bertahap Pembeliaan dengan EOQ Just in time (JIT)
Gambar slide 13

Pembelian sekaligus Keuntungan : 1. Frekuensi pembelian kecil, sehingga biaya pembelian


dapat minimal 2. Perusahaan tidak kuatir akan kekurangan Bahan Baku 3. Perusahaan
mempunyai persediaan yang cukup, sehingga stock persediaan rendah 4. Proses produksi dapat
berjalan lancar Kerugian: 1. Biaya simpan tinggi 2. Perusahaan harus menanggung oportunity
cost, karena dananya sudah terlanjur dibelikan Bahan Baku
Gambar slide 14

Pembelian Bertahap Keuntungan : 1. Biaya simpan menjadi kecil Kerugian: 1. Biaya pesan
menjadi tinggi, karena frekuensi pembelian berulang-ulang
Gambar slide 15

13-15 Pengelolaan Inventory tergantung dari Tipe Demand TIPE DEMAND : Dependent
inputs / parts; demand berhubungan terhadap demand lain (item independent). Ban mobil yang
disimpan di pabrik mobil merupakan contoh dari dependent demand itemIndependent
Kebutuhan barang yang digunakan oleh konsumen eksternal Contoh : mobil, komputer.
Gambar slide 16

Inventory Control Systems Kontrol persediaan dapat membuat perbedaan antara kesuksesan dan
kegagalan. Termasuk mengelola penyusutan dan pencurian. 1. Pemilihan, pelatihan dan
pendisiplinan pegawai yang baik. 2. Kontrol yang ketat dari pengiriman yang datang.Setiap
barang memiliki Stock keeping unit. 3. Kontrol yang efektuf atas semua barang yang
meninggalkan fasilitas. 13-16

Gambar slide 17

13-17 Inventory Control Systems A. Continuous system (fixed- order-quantity / Q-system)


Pemesanan dalam jumlah yang sama saat inventory mencapai tingkat tertentu (REORDER
POINT) Inventory harus dimonitor secara kontinu Perpetual Inventory System (selalu ada
pencatatan saat inventory bertambah atau berkurang untuk menentukan kapan tercapainya
Reorder Point)
Gambar slide 18

13-18 Inventory Control Systems B. Periodic system (fixed-time-period / P-system) Pemesanan


dilakukan dalam interval periode waktu yang tetap. Barang dipesan setiap akhir periode tertentu.
Inventory hanya dihitung pada saat tersebut, dan pemesanan barang akan dilakukan untuk
memenuhi target level tertentu. Keuntungan : tidak ada penghitungan fisik inventory setiap
pengambilan inventory. Kelemahan : ada kemungkinan kehabisan stock.
Gambar slide 19

Manajemen Persediaan Manajer operasional membuat sistem untuk mengelola persediaan. 1.


Bagaimana persediaan dapat dklasifikasikan. 2. Seberapa akurat catatan persedian dapat dijaga.
Gambar slide 20

13-20 ABC Classification Diperkenalkan Dickie pada tahun 1950 an.Klasifikasi didasarkan
kepada nilai persediaan Merupakan penerapan persediaan dengan menggunakan prinsip Pareto
yaitu membagi persediaan ke dalm tiga kelompok berdasarkan volume tahunan dalam jumlah
uang. Kebanyakan perusahaan mempunyai ribuan jenis inventory Inventory yang mahal harus
dikendalikan dengan ketat
Gambar slide 21

13-21 ABC Classification Item yang memiliki nilai investasi yang lebih tinggi dari item lain
dianggap item yang lebih penting, sehingga akan mendapat perhatian yang lebih serius dalam
pengendaliannya.
Gambar slide 22

13-22 ABC Classification Butir persediaan kelompok A adalah persediaan yang jumlah nilai
uang per tahunnya tinggi, tetapi biasanya volumenya kecil. Butir persediaan kelompok B adalah
persediaan yang jumlah nilai uang per tahunnya sedang, tetapi biasanya volumenya sedang.
Butir persediaan kelompok C adalah persediaan yang jumlah nilai uang per tahunnya rendah,
tetapi biasanya volumenya besar.
Gambar slide 23

13-23 ABC Classification Class A 5 15 % of units 70 80 % of value Class B 30 % of units 15


% of value Class C 50 60 % of units 5 10 % of value
Gambar slide 24

13-24 ABC Classification: Example 1$ 6090 235040 330130 48060 530100 620180 710170
832050 951060 1020120 PARTUNIT COSTANNUAL USAGE
Gambar slide 25

13-25 ABC Classification: Example (cont.) Example 10.1 1$ 6090 235040 330130 48060
530100 620180 710170 832050 951060 1020120 PARTUNIT COSTANNUAL USAGE TOTAL
% OF TOTAL% OF TOTAL PARTVALUEVALUEQUANTITY% CUMMULATIVE
9$30,60035.96.06.0 816,00018.75.011.0 214,00016.44.015.0 15,4006.39.024.0
44,8005.66.030.0 33,9004.610.040.0 63,6004.218.058.0 53,0003.513.071.0 102,4002.812.083.0
71,7002.017.0100.0 $85,400 AB C % OF TOTAL CLASSITEMSVALUEQUANTITY A9, 8,
271.015.0 B1, 4, 316.525.0 C6, 5, 10, 712.560.0
Gambar slide 26

Biaya-biaya Dalam Persediaan Biaya penyimpanan holding cost/carrying costs ( holding


cost/carrying costs ) Biaya pemesanan order costs ( order costs ) Biaya persiapan setup costs
( setup costs ) Biaya kehabisan/kekurangan bahan shortage costs ( shortage costs )
Gambar slide 27

Biaya Penyimpanan (holding cost/carrying costs ) Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan, mis:


penerangan, pemanas, pendingin, dll) Biaya modal (opportunity cost of capital) Biaya keusangan
Biaya penghitungan fisik dan konsiliasi laporan Biaya asuransi Biaya pajak persediaan Biaya
pencurian, pengrusakan, atau perampokan Biaya penanganan persediaan dll

Gambar slide 28

Biaya Pemesanan (order costs) Pemrosesan pesanan dan biaya ekspedisi Upah Biaya telpon
Pengeluaran surat menyurat Biaya pengepakan dan penimbangan Biaya pemeriksaan
penerimaan Biaya pengiriman ke gudang Biaya hutang lancar dll
Gambar slide 29

Biaya Persiapan (setup costs) Biaya mesin-mesin penganggur Biaya persiapan tenaga kerja
langsung Biaya scheduling (penjadwalan) Biaya ekspedisi dll
Gambar slide 30

Biaya Kehabisan/kekurangan Bahan (shortage costs) Kehilangan penjualan Kehilangan


langganan Biaya pemesanan khusus Biaya ekspedisi Selisih harga Terganggunya operasi
Tambahan pengeluaran kegiatan manajerial dll
Gambar slide 31

Model model persediaan Model Persediaan Kuantitas pesanan ekonomis ( Economic order
quantity, EOQ ). Model persediaan dengan diskon kuantitas 13-31
Gambar slide 32

Economical Order Quantity (EOQ) Metode yang digunakan untuk menentukan jumlah
pembelian bahan baku yang ekonomis. Atau EOQ adalah jumlah kuantitas barang yang dapat
diperoleh dengan biaya minimal / jumlah pembelian yang optimal. Dasar penentuan :
Perimbangan antara Biaya pesanan dan Biaya penyimpanan Economical Order Quantity terjadi
pada saat biaya pemesanan = biaya penyimpanan. (ordering costs = carrying costs) Economical
Order Quantity terjadi pada saat biaya pemesanan = biaya penyimpanan. (ordering costs =
carrying costs)
Gambar slide 33

Syarat pembelian dengan EOQ Harga pembelian per unit konstan Bahan baku selalu tersedia di
pasar setiap saat dibutuhkan Kebutuhan Bahan Baku tersebut relatif stabil sepanjang tahun

Gambar slide 34

MENGHITUNG EOQ R= Jumlah (dalam unit) yang dibutuhkan selama satu periode (satu
tahun) S= Biaya pesanan setiap kali pesan. P= Harga pembelian per unit yang dibayar. l= Biaya
penyimpanan dan pemeliharaan di gudang (biasanya dinyatakan dalam persentase dari nilai ratarata dalam rupiah dari nilai persediaan)
Gambar slide 35

CONTOH SOAL Biaya penyimpanan dan pemeliharaan di gudang adalah 40 % dari nilai
persediaan rata2 di gudang. Biaya pesanan adalah Rp. 15 juta setiap kali pesanan. Jumlah
material yang dibutuhkan selama setahun sebanyak 1200 unit dengan harga Rp. 1.000.000,- per
unitya. Ini berarti bahwa cara pembelian yang paling ekonomis ialah pembelian bahan sebanyak
300 unit sekali pesanan, jadi kebutuhan material sebanyak 1200 unit selama satu tahun akan
dipenuhi dengan 4 kali pesanan @ 300 unit. BLONJO TERUS?????
Gambar slide 36

Sebenarnya kebutuhan material sebanyak 1200 unit ini dapat dipenuhi dengan berbagai cara
sebagai berikut : Satu kali pesanan sebanyak 1200 unit. Dua kali pesanan sebanyak 600 unit
setiap kali pesan. Tiga kali pesanan sebanyak 400 unit setiap kali pesan. Empat kali pesanan
sebanyak 300 unit setiap kali pesan. Enam kali pesanan sbanyak 200 unit setiap kali pesan.
Sepuluh kali pesan sebanyak 120 unit setiap kali pesan. Duabelas kali pesan sebanyak 100 unit
setiap kali pesan. Management
Gambar slide 37

PERHITUNGAN ECONOMICAL ORDER QUANTITY Frekuensi Pembelian1 Kali2 Kali3


Kali4 Kali6 Kali10 Kali12 Kali Berapa bulan sekali pesanan dilakukan 1264321,21 Jumlah unit
setiap kali pesan 1200600400300200120100 Nilai persediaan1200 jt600 jt400 jt300 jt200 jt120
jt100 jt Nilai persediaan rata600 jt300 jt200 jt150 jt100 jt60 jt50 jt Biaya penyimpanan setahun
(40 %) 240 jt120 jt80 jt60 jt40 jt24 jt20 jt Biaya pesanan setahun15 jt30 jt45 jt60 jt90 jt150 jt180
jt Jumlah biaya semuanya255 jt150 jt125 jt120 jt130 jt174 jt200 jt Dari tabel tersebut dapat
dilihat bahwa biaya semuanya yang paling murah pada pesanan sejumlah Rp. 120.000.000,pada pesanan sebesar 300 unit setiap kali pesan.
Gambar slide 38

Latihan Soal Biaya penyimpanan dan pemeliharaan di gudang (Carrying cost) adalah 20% dari

nilai average inventory. Biaya pemesanan (procurement cost) adalah $4 setiap kali pesan. Jumlah
material yang dibutuhkan selama satu tahun sebanyak 24.500 unit dengan harga pembelian $2.5
per unitnya. Hitunglah Economical Order Quantity (EOQ) ! Dan buatlah daftar pembeliannya
Gambar slide 39

Hubungan biaya pesanan, biaya penyimpanan dan jumlah biaya selama satu periode adalah
sebagai berikut : 250 200 50 300 150 100 200400 600 8001000 300 0 Jumlah biaya variabel
selama satu periode 1200 J umlah biaya penyimpanan selama satu periode Jumlah biaya pesanan
selama satu periode Besarnya pesanan dalam unit EOQ v
Gambar slide 40

Menetapkan EOQ berdasarkan besarnya biaya penyimpanan per unit Rumus sebagai berikut :
dimana c adalah biaya penyimpanan per unit. Contoh : Jumlah material yang dibutuhkan selama
setahun = 1600 unit. Biaya pesanan sebesar Rp. 100 juta,- setiap kali pesanan. Biaya
penyimpanan per unit = Rp. 0,50 Besarnya EOQ adalah :
Gambar slide 41

EOQ dengan Safety Stock Jika perusahaan menetapkan jumlah minimum persediaan yang harus
ada digudang (Safety Stock) maka jumlah barang yang ada di gudang: Setiap kali jumlah
persediaan mencapai Safety Stock maka perusahaan harus segera membeli sebesar EOQ
Persediaan digudang tidak pernah mencapai nol = EOQ + Safety Stock
Gambar slide 42

EOQ dengan Safety Stock Dari contoh perhitungan EOQ dimuka, hitunglah besarnya jumlah
barang yang ada di gudang bila ditetapkan safety stock sebesar 25: = EOQ + Safety Stock = 300
+ 25 = 325 unit
Gambar slide 43

Reorder Point (ROP) Reorder point adalah titik yang menunjukkan jumlah barang yang harus
ada di gudang, sewaktu perusahaan harus mengadakan pemesanan lagi, sehingga penerimaan
material yang dipesan itu tepat waktu dimana persediaan diatas safety stock sama dengan nol
Safety stock adalah batas pengaman persediaan yang harus ada dalam gudang untuk menjaga
kontinuitas produksi. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan besarnya Reorder
point adalah : 1. Penggunaan selama tenggang waktu mendapatkan barang (procurement lead
time). 2. Besarnya safety stock.

Gambar slide 44

13-44 Demand rate Time Lead time Order placed Order receipt Inventory Level Reorder point,
R Order quantity, Q 0 Inventory Order Cycle Model EOQ (kapan pesan?) Average inventory Q 2
Gambar slide 45

Reorder Point (ROP) Reorder point = safety stock + penggunaan selama lead time Reorder point
= Prosestase tertentu dr. Safety Stock + Kebutuhan Lead Time Lead Time = Penggunaan bahan
baku selama tenggang waktu mendapatkan barang.
Gambar slide 46

13-46 Reorder Point Tingkat inventory dimana perlu dilakukan pemesanan ulang R = dL
Dimana : d = tingkat kebutuhan per periode L = lead time (jarak waktu antar dilakukan
pemesanan dilakukan pemesanan dengan penerimaan barang dengan penerimaan barang
Gambar slide 47

13-47 Reorder Point: Contoh Demand = 10,000 gallons/tahun Toko buka 311 hari per tahun
Kebutuhan harian = 10,000 / 311 = 32,154 gallons/day Lead time = L = 10 hari R = dL =
(32,154)(10) = 321,54 gallons
Gambar slide 48

Contoh Soal Misalkan suatu perusahaan menetapkan bahwa safety stock sebesar 50 unit dan
procurement lead timenya selama 5 minggu sedangkan kebutuhan material setiap minggunya
sebanyak 40 unit. Berapakah jumlah persediaan yang harus ada di gudang sewaktu perusahaan
tersebut harus melakukan pemesanan lagi ?
Gambar slide 49

13-49 Quantity Discounts Banyak penjual melakukan startegi penjualan dengan memberikan
harga yang bervariasi sesuai dengan jumalh yang dibeli, semakin besar volume pembelian
semakin rendah harga barang perunit. Biaya total persediaan model ini merupakan penjumlahan
dari biaya pemesanan biaya penyimpanan dan biaya pembelian barang. Hal ini berbeda dengan
biaya model EOQ yang tidak memperhitungkan biaya pembelian yang nilainya selalu sama.

Harga barang bervariasi tergantung dari setiap jumlah pesanan sehingga biaya pembelian
barangpun bervariasi.
Gambar slide 50

13-50 Quantity Discounts Harga per unit berkurang saat jumlah pesanan meningkat TC = + +
PD CoDCoDQQCoDCoDQQQ CcQCcQ22CcQCcQ222 where P = harga per unit D =
permintaan tahunan
Gambar slide 51

13-51 Quantity Discount Model (cont.) Q opt Carrying cost Ordering cost Inventory cost ($)
Q( d 1 ) = 100 Q( d 2 ) = 200 TC ( d 2 = $6 ) TC ( d 1 = $8 ) TC = ($10 ) ORDER SIZE PRICE
0 - 99 $10 100 199 8 ( d 1 ) 200+ 6 ( d 2 )
Gambar slide 52

13-52 Quantity Discount: Example QUANTITYPRICE 1 - 49$1,400 50 - 891,100 90+900 C o


=$2,500 C c =$190 per TV D =200 TVs per year Q opt = = = 72.5 TVs
2CoD2CoDCcCc2CoD2CoDCcCc2(2500)(200)190 TC = + + PD = $233,784 C o D Q opt C c Q
opt 2 For Q = 72.5 TC = + + PD = $194,105 CoDCoDQQCoDCoDQQQ
CcQCcQ22CcQCcQ222 For Q = 90
Gambar slide 53

Contoh Soal Suatu perusahaan memiliki kebutuhan material sebesar 100.000 unit per tahun.
Biaya pesan $35/order. Biaya simpan sebesar 20% dari harga beli material. Pihak supplier
menawarkan suatu penawaran khusus untuk pengadaan material tersebut dalam bentuk harga
potongan. Adapun syaratnya adalah sbb: Kuantitas pembelianHarga 4000 7999 unit$1.80
Lebih dari 8000 unit$1.70 Pertanyaan: Di unit berapakah sebaiknya perusahaan melakukan
pembelian.
Gambar slide 54

Jawab Kuantitas pembelian paling sedikit 8000 unit Harga beli (P) = $1.70 Cc = $1.70 x 0.2 =
$0.34 EOQ = 2 x 35 x 100.000 = 4537.43 unit (tidak feasible) 0.34 TC = (35 x (100.000/8000))
+ (0.34 x (8000/2)) + (100.000 x $1.70) = $ 171,795.5 Kuantitas pembelian 4000 7999 unit P =
$1.80 Cc = $1.80 x 0.2 = $0.36 EOQ = 2 x 35 x 100.000 = 4409.59 = 4409.59 unit 0.36 TC =
(35 x (100000/4409.59)) + (0.36 x (4409.59/2)) + (100.000 x $1.80) = $181,587.5 Jadi yang
dipilih adalah kuantitas pembelian 8000 unit karena memiliki total biaya terkecil

Gambar slide 55

JUST IN TIME (JIT) Persediaan diperoleh dan dimasukkan dalam produksi tepat pada saat
dibutuhkan. Tidak ada persediaan mengendap digudang Hal yang dibutuhkan: 1. Sistem
informasi persediaan dan produksi yang tepat 2. Pembelian dengan efisiensi tinggi 3. Pemasok
yang dapat diandalkan 4. Pengelolaan yang efisien
Gambar slide 56

Quiz!!!!! Atas persediaan yang dimiliki Phapros Co diketahui Carrying cost sebesar 15% dari
nilai average inventory. Sedangkan procurement cost adalah $3,5 setiap kali pesan. Jumlah
material yang dibutuhkan selama satu tahun sebanyak 10.000 unit dengan harga pembelian $5
per unitnya. Hitunglah Economical Order Quantity (EOQ) ! Dan buatlah daftar/tabel
pembeliannya sebany
ak 5 kolom/ 5 pilihan
Gambar slide 57

TERIMA KASIH

MANAJEMEN PERSEDIAAN
KONSEP DASAR
Definisi: Persediaan merupakan simpanan material yang berupa bahan mentah, barang dalam
proses dan barang jadi.
Pengendalian persediaan: aktivitas mempertahankan jumlah persediaan pada tingkat yang
dikehendaki. Pada produk barang, pengendalian persediaan ditekankan pada pengendalian
material. Pada produk jasa, pengendalian diutamakan sedikit pada material dan banyak pada jasa
pasokan karena konsumsi sering kali bersamaan dengan pengadaan jasa sehingga tidak
memerlukan persediaan.
MENGAPA PERSEDIAAN DIKELOLA
1. Persediaan merupakan investasi yang membutuhkan modal besar.
2. Mempengaruhi pelayanan ke pelanggan.
3. Mempunyai pengaruh pada fungsi operasi, pemasaran, dan fungsi keuangan.
ALIRAN MATERIAL

Bahan dalam

proses
Vendor Bahan Barang dalam Barang Customer
Pemasok mentah proses jadi (Pelanggan)
Barang dalam
Proses

Jenis Persediaan:
a. Persediaan bahan mentah.Bahan mentah adalah bahan yang akan digunakan untuk
memproduksi barang dagangan.
b. Persediaan barang setengah jadi
Bahan setengah jadi adalah barang yang belum selesai sepenuhnya menjadi barang dagangan.
c. Persediaan barang jadi
Barang jadi adalah barang yang sudah selesai dikerjakan dan siap untuk dijual.
Persediaan diperlukan untuk mengantisipasi ketidaksempurnaan pasar.
Contoh: Jika perusahaan membutuhkan bahan mentah untuk proses produksinya, bahan mentah
akan datang pada saat itu juga. Jika situasi seperti itu terjadi, maka persediaan bahan mentah
tidak diperlukan. Tetapi kenyataannya, bahan mentah bisa terlambat datang. Untuk
mengantisipasi keterlambatan tsb. (ketidaksempurnaan pasar), persediaaan pasar diperlukan,
sehingga proses produksi tidak akan terhambat hanya karena bahan mentah belum datang. Ini
juga bisa diterapakan pada persediaan barang dagangan.
MANFAAT INVESTASI PADA PERSEDIAAN
a. Memanfaatkan Diskon Kuantitas.Diskon kuantitas diperoleh jika perusahaan membeli dalam
kuantitas yang besar. Perusahaan membeli melebihi kebutuhan sehingga ada yang dismpan
sebagai persediaan.
b. Menghindari kekurangan bahan (out of stock).Jika pelanggan datang untuk membeli barang
dagangan, kemudian perusahaan tidak mempunyai barang tsb, maka perusahaan kehilangan
kesempatan untuk memperoleh keuntungan. Untuk menghindari situasi tsb, perusahaan harus
mempunyai persediaan barang jadi.
c. Manfaat pemasaran. Jika perusahaan mempunyai persediaan barang dagangan yangb lengkap,
maka pelanggan/calon pelanggan akan terkesan dengan kelengkapan barang dagangan yang kita
tawarkan. Reputasi perusahaan bisa meningkat. Di sampng itu jika perusahaan selalu mampu
memenuhi keinginan pelanggan pada saat dibutuhkan maka kepuasan pelanggan semakin baik,
dan perusahaan semakin untung.
Spekulasi
Kadang-kadang persediaan digunakan untuk berspekulasi. Jika perusahaanan mengantisipasi
kenaikan harga (misal inflasi meningkat), nilai persediaan akan meningkat dalam situasi inflasi,

maka akan meningkatkan profitabilitas perusahaan.


BIAYA YANG BERKAITAN DENGAN PERSEDIAAN
a. Biaya investasi. Investasi pada persediaan seperti investasi pada piutang/modal kerja lainnya.
Biaya investasi bisa berupa biaya kesempatan karena dana tertanam di persediaan dan bukan
tertanam pada investasi lainnya.
b. Biaya penyimpanan. Biaya penyimpanan mencakaup biaya eksplisit, seperti biaya sewa
gudang, asuransi, pajak, & biaya kerusakan persediaan.
c. Biaya order. Untuk memperoleh persediaaan, perusahaan akan melakukan order persediaan
tsb. Biaya order mencakup biaya administrasi yang berkaitan dengan aktivitas memesan
persediaan, biaya transportasi dan pengangkutan persediaan.
Menetapkan Persediaan
Kesalahan dalam menetapkan persediaan dapat berakibat fatal, suatu contoh :
Persediaan terlalu kecil
Hilangnya kesempatan ; untuk menjual
memperoleh laba
Persediaan terlalu besar
Adanya biaya besar ; memperkecil laba
memperbesar resiko
Keuntungan meningkatkan persediaan
Perusahaan dapat
Mempengaruhi ekonomi produksi
Mempengaruhi pembelian
Dapat memenuhi pesanan dengan lebih cepat
Kerugian adanya persediaan
Biaya penyimpanan
Biaya pemindahan
Pengembalian modal yang tertanam dalam bentuk persediaan
Fokus Pengelolaan persediaan
Berapa banyak yang harus dipesan pada waktu tertentu ?
Berapa banyak jenis persediaan yang harus disimpan ?
Kapan sebaiknya persediaan dipesan ?
Tujuan pengelolaan persediaan
Menyediaan persediaan yang dibutuhkan untuk menyokong operasi dengan biaya minimum
Biaya Persediaan

Biaya yang berhubungan dengan persediaan


Biaya penyimpanan persediaan
Biaya pengadaan persediaan
Biaya akibat kekurangan persediaan
Biaya penyimpanan persediaan (Carrying cost)
Bersifat variabel terhadap jumlah inventori yang dibeli
Total biaya penyimpanan :
TCC = C. P. A
Persediaan rata-rata
A=Q/2
=(S/N)/2

Termasuk Biaya Penyimpanan Carrying Costs


Sewa gudang
Biaya pemeliharaan barang di dalam gudang
Biaya modal yang tertanam dalam inventori
Pajak
Asuransi
Besarnya Carrying Cost Dapat diperhitungkan dengan dua cara
Berdasarkan persentase tertentu dari nilai inventori rata rata
Berdasarkan biayan per unit barang yang disimpan (dari jumlah rata rata)

Biaya Pemesanan ( Ordering Cost )


Bersifat varisbel terhadap frekuensi pesanan
Total biaya pemesanan
TOC = F. ( S / Q )
Termasuk Biaya Pemesanan Ordering Costs
Biaya selama proses pesanan
Biaya pengiriman permintaan
Biaya penerimaan barang
Biaya penempatan barang ke dalam gudang

Baiaya prosesing pembayaran kepada supplier

Total Biaya Persediaan


TIC = TCC + TOC
atau
TIC = C. P. ( Q / 2 ) + F. ( S / Q)
Kuantitas Pemesanan Yang Optimal
a. Dalam penentuan persediaan yang optimal dapat digunakan model kuantitas pemesanan yang
ekonomis : Economic Ordering Quantity Model = EOQ
b. EOQ adalah Kuantitas persediaan yang optimal atau yang menyebabkan biaya persediaan
mencapai titik terendah
c. Model EOQ adalah Suatu rumusan untuk menentukan kuantitas pesanan yang akan
meminimumkan biaya persediaan.
Dua Dasar Keputusan Dalam Model EOQ
a. Berapa jumlah bahan mentah yang harus dipesan pada saat bahan tersebut perlu dibeli kembali
Replenishment cycle
b. Kapan perlu dilakukan pembelian kembali
Model EOQ
Asumsi Model EOQ
Jumlah kebutuhan bahan mentah sudah dapat ditentukan lebih dahulu secara pasti untuk
penggunaan selama satu tahun atau satu periode
Penggunaan bahan selalu pada tingkat yang konstan secara kontinyu
Pesanan persis diterima pada saat tingkat persediaan sama dengan nol atau diatas safety stock
Harga konstan selama periode tersebut
Pemesanan Ulang Reorder Point
Titik dimana pemesanan harus dilakukan lagi untuk mengisi persediaan
Titik pemesan ulang
= Waktu tunggu x tingkat penggunaan
Persediaan Pengaman Safety Stocks
Persediaan tambahan yang dimiliki untuk berjaga-jaga terhadap perubahan tingkat penjualan atau
kelambatan produksi pengiriman

Maka
Persediaan awal = EOQ + Safety stock
Persediaan rata rata
= ( EOQ / 2 ) + safety stock
Menentukan Besarnya Safety Stock
Faktor pengalaman
Faktor dugaan
Biaya
Keterlambatan
Contoh Kasus
Perusahaan A penjualan 2,6 juta kg terigu, biaya pemesanan $ 5000, biaya penyimpanan 2 %
dari harga beli dan harga beli $ 5 /kg.
Persediaan pengaman 50.000 kg dan waktu pengiriman 2 minggu dan setiap pemesanan terigu
harus dengan kelipatan 2000 kg
Besarnya EOQ
EOQ =
= ( 2 x 5000 x 2600000) / (0.02 x 5 )
= 509902 Kg
= 510.000 Kg
Pemesanan Ulang
Penggunaan per minggu
= ( 2.600.000 / 52 ) = 50.000 Kg
Titik pemesan ulang
= Waktu pengiriman + safety stock
= (2 minggu x 50.000) + 50.000
= 100.000 + 50.000
= 150.000 Kg
Pemesanan Dalam Satu Tahun
Pemesanan dalam satu tahun
= ( 2.600.000 / 510.000 )
= 5,098 kali atau 72 hari
= 10 minggu
Tingkat Pemakaian per hari

= ( 2.600.000 / 365 )
= 7.123, 287 Kg atau 7.124 Kg
Biaya Penyimpanan
TCC = C. P. A atau TCC = C.P. (Q/2)
TCC
= (0,02) x ( $ 5) x (510.000 / 2)
= 0,1 x 255.000
= $ 25.500
Biaya Pemesanan
TOC = F. ( S / Q )
TOC
= $ 5000 x ( 2.600.000 / 510.000 )
= $ 5000 x (5,098)
= $ 25.490,20
Biaya Safety Stock
= C. P . (safety stock)
= (0,02) x ( $ 5 ) x ( 50.000 )
= 0,1 x ( 50.000 )
= $ 5.000

Total Biaya Persediaan - TIC


Biaya Penyimpanan + Biaya Pemesanan + Biaya safety stock
$ 25.500 + $ 25.490,20 + $ 5.000
$ 55.990, 20
Lanjutan Contoh Kasus
Jika perusahaan A membeli terigu sebanyak 650.000 Kg maka biaya pengiriman ditangung
oleh perusahaan pengolahan gandum sebesar $ 3.500
Apakah penawaran ini menguntungkan atau tidak
Biaya Persediaan - TIC
Biaya pemesanan = $ 5.000 - $ 3.500 = $ 1.500
TCC = (0,02) x ($ 5) x (650.000 / 2 )
= 0,1 x 325.000
= $ 32.500
TOC = $ 1.500 x ( 2.600.000 / 510.000)

= $ 1.500 x 5,098
= $ 7.647
TIC = $ 32.500 + $ 7.647 + $ 5.000
= $ 45.147
Analisis
Jika pesanan sejumlah
510.000 Kg Biaya persediaan $ 55.990,20
650.000 Kg Biaya persediaan $ 45.147
Penawaran dari perusahaan pengolahan gandum perlu dipertimbangkan
Pemesanan dalam satu tahun
= 2.600.000 / 650.000 = 4 kali atau 13 minggu

Sistem Pengendalian Persediaan


Metode garis merah red line method
Metode dua peti two bin method
Sistem pengendalian persediaan dengan koputer Computerized inventory control system
Sistem A B C system A B C

Perencanaan dan Pengendalian Persediaan


1. Perencanaan
Suatu rencana adalah langkah realistis yang telah ditentukan sebelumnya, rencana memuat
rincian kagiatan untuk mencapai tujuan. Rencana harus menetapkan kriteria penilaian dan
standart pengukuran serta memberi peluang bagi kreativitas dan fleksibilitas.
Dalam merencanakan kita harus memperhitungkan berbagai kondisi yang terjadi diperusahaan,
Perencanaan juga harus saling berhubungan untuk memperbaiki profitabilitas
Perencanaan menentukan terlebih dahulu apa yang harus dilakukan, bagaimana harus
dilaksanakan, kapan dan bagaimana alternatif untuk mencapai tujuan, termasuk biaya-biaya yang
akan terjadi juga harus diukur.
Untuk merencanakan besarnya jumlah persediaan, perlu mempertimbangkan biaya-biaya
variabel berikut ini :
1. Biaya penyimpanan (holding costs atau carrying costs), yaitu terdiri atas biaya-biaya yang
bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan
semakin besar apabila kuantitas bahan yang disimpan semakin besar. Biaya-biaya yang termasuk
sebagai biaya penyimpanan adalah:
a. Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pendingin ruangan, dan
sebagainya).
b. Biaya modal (opportunity cost of capital), yaitu alternatif pendapatan atas dana yang
diinvestasikan dalam persediaan.
c. Biaya Keuangan.
d. Biaya perhitungan fisik.
e. Biaya asuransi persediaan.
f. Biaya pajak persediaan.
g. Biaya pencurian, pengrusakan, atau perampokan.
h. Biaya penanganan persediaan dan sebagainya.
2. Biaya pemesanan atau pembelian (ordering costs atau procurement costs), biaya-biaya ini
meliputi :
a. Pemprosesan pesanan dan biaya ekspedisi.
b. Upah.
a. Biaya telepon.

b. Pengeluaran surat menyurat.


c. Biaya pengepakan dan penimbangan.
d. Biaya pemeriksaan (inspeksi) penerimaan.
e. Biaya pengiriman ke gudang.
f. Biaya utang lancar dan sebagainya.
3. Biaya penyiapan (manufacturing) atau set-up cost. Hal ini terjadi apabila bahan-bahan tidak
dibeli, tetapi diproduksi sendiri oleh perusahaan, perusahaan menghadapi biaya penyimpanan
untuk memproduksi komponen tertentu. Biaya-biaya ini terdiri dari :
a. Biaya mesin-mesin menganggur.
b. Biaya persiapan tenaga kerja langsung.
c. Biaya penjadwalan.
d. Biaya ekspedisi dan sebagainya.
2. Biaya kehabisan atau kekurangan bahan ( shortage costs) adalah biaya yang timbul apabila
persediaan tidak mencukupi adanya permintaan bahan. Biaya-biaya yang termasuk biaya
kekurangan bahan adalah sebagai berikut :
a. Kehilangan penjualan.
b. Kehilangan pelanggan.
c. Biaya pemesanan khusus.
d. Biaya ekspedisi.
e. Selisih harga.
f. Terganggunya operasi.
g. Tambahan pengeluaran kegiatan manajerial dan sebagainya.
Biaya kekurangan bahan sulit diiukur dalam prakteknya, terutama karena kenyataan biaya ini
sering merupakan opportunity costs yang sulit diperkirakan secara objektif.
1. Pengendalian
Pengendalian meliputi langkah yang dilakukan oleh manajemen untuk memperbesar
kemungkinan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dalam tahap perencanaan dan juga untuk
memastikan bahwa seluruh bagian organisasi berfungsi sesuai tujuan organisasi.
Pengendalian menurut Dlenn. Welsch Ronald W Hilton Paul (19955), adalah suatu proses untuk
memastikan tindakan yang efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Pengendalian ini mencakup
; 1) Penetapan sasaran dan standart, 2) Membandingkan hasil dengan sasaran dan standart, 3)
Mendorong keberhasilan dan memperbaiki kekurangan
Ada dua tujuan utama dalam pengendalian internal atas persediaan antaralain mengamankan
persediaan dan melaporkan secara tepat dalam laporan keuangan. Pengendalian persediaan harus
dimulai segera setelah persediaan diterima. Laporan penerimaan yang sudah diberi nomor
sebelumnya harus diisi oleh departemen penerimaan perusahaan untuk menetapkan tanggunggugat (account-ability) awal atas persediaan. Untuk memastikan bahwa persediaan yang diterima
sesuai yang dipesan, setiap laporan penerimaan harus cocok dengan pesanan pembelian.
Pengendalian internal juga bersifat :
1. Preventif (pencegahan), pengendalian preventif dirancang untuk mencegah kesalahan atau

kekeliruan pencatatan.
2. Detektif, ditujukan untuk mendeteksi kesalahan atau kekeliruan yang telah terjadi.
3. Meningkatkan efisiensi dengan melaksanakan kebijakan dan prosedur untuk melakukan
peningkatan yang mungkin dicapai.
Suatu sistem pengendalian internal merupakan bagian dari sebuah sistem pengendalian
manajemen. Sistem pengendalian manajemen meliputi pengendalian administratif seperti
anggaran untuk perencanaan dan pengendalian operasi, dan pengendalian akuntansi seperti
prosedur pengendalian internal mengenai pemisahan tugas orang yang menghitung kas dari tugas
orang yang memiliki akses terhadap pencatatan piutang.
C. Sistem Pencatatan dan Metode Penilaian Persediaan
1. Sistem pencatatan persediaan
Dalam perhitungan persediaan maka terdapat 2 sistem pencatatan persediaan, antara lain:
1. Sistem Perpetual
Dimana setiap ada transaksi baik itu penjualan atau pembelian barang akan langsung dibukukan
atau dicatat dalam kartu stock menurut tanggal kejadiaannya, atau dengan kata lain semua
kenaikan dan penurunan barang dicatat dengan cara sama seperti mencatat kenaikan dan
penurunan kas. Akun persediaan barang dagang pada awal periode akuntansi mengindikasikan
jumlah stock tanggal tersebut.
Pembelian dicatat dengan mendebit persediaan barang dagang dan mengkredit kas atau utang
usaha. Pada tanggal penjualan, harga pokok barang yang terjual dicatat dengan mendebit harga
pokok penjualan dan mengkredit persediaan barang dagang. Seperti ilustrasi berikut ini :
Jurnal yang lazim dibuat dalam sistem perpetual
Pada pembelian:
Persediaan barang dagang xxx
Utang usaha xxx
Pada penjualan:
Harga pokok penjualan xxx
Persediaan barang dagang xxx
Piutang Dagang xxx
Pendapatan penjualan xxx
2. Sistem Periodik
Setiap ada penjualan atau pemakaian atau pembelian terhadap persediaan tidak dilakukan
pencatatan terhadap buku persediaan, dengan kata lain perusahaan tidak mempunyai kartu stock.
Hanya pendapatan yang dicatat setiap kali penjualan dilakukan. Tidak ada jurnal yang dibuat
pada saat penjualan untuk mencatat harga pokok penjualan. Pada akhir periode akuntansi
perhitungan fisik dilakukan untuk menentukan biaya atau harga pokok persediaan dan harga
pokok penjualan.
2. Metode penilaian persediaan
Metode Penilaian Persediaan terdiri dari 3 metode, yaitu:

1. First-in, First-out (FIFO)


Metode ini menilai persediaan berdasarkan pada asumsi bahwa harga-harga pokok harus
dibebankan pada penghasilan sesuai urutan pembeliannya. Sehingga metode ini berkembang
dengan asumsi bahwa barang yang paling dulu diterima digudang akan paling dulu dikeluarkan
dari gudang. Hal ini terutama untuk barang-barang yang tidak tahan lama dan produk-produk
yang modelnya cepat berubah. Contohnya : bahan pangan yang ada tanggal kadaluwarsanya dan
pakaian yang sesuai musimnya. Metode ini dapat digunakan dalam sistim perpetual dan dalam
sistem periodik.
2. Lasti-in, First-out (LIFO)
Ini adalah suatu metode yang merupakan kebalikan dari metode LIFO. Barang yang dikeluarkan
terlebih dahulu akan diberi harga pada harga barang yang diterima terakhir. Metode ini
berkembang dari anggapan bahwa barang yang paling akhir diterima digudang, akan lebih
dahulu dikeluarkan dari gudang. Pemakaian metode LIFO pada awalnya terbatas untuk situasi
yang jarang terjadi, diambil dari unit-unit yang dibeli paling akhir. Contohnya batu bara, yang
diterima paling akhir akan berada ditempat teratas sehingga paling mudah diambil untuk
dikeluarkan. Jelaslah barang seperti ini tidak mempunyai masa kegunaan terbatas atau mudah
rusak. Metode ini dapat dipakai pada sistem perpetual maupun sistim periodik.
Penilaian persediaan dengan metode LIFO dengan menggunakan sistem perpetual berdasarkan
data diatas adalah sebagai berikut:
3. Metode Biaya Rata-rata (Moving average)
Ini adalah metode antara kedua metode diatas. Dalam metode ini, perhitungan harga barang tidak
berdasarkan mana barang yang masuk dulu dan mana yang keluar terlebih dahulu, tetapi atas
dasar harga rata-rata. Apabila metode biaya rata-rata digunakan dalam sistim persediaan
perpetual, biaya rata-rata per unit untuk masing-masing barang dihitung setiap kali pembelian
dilakukan. Biaya per unit kemudian digunakan untuk untuk menentukan harga pokok setiap
penjualan sampai pembelian berikutnya dilakukan dan rata-rata baru dihitung.
E. Pengawasan Persediaan
Pengertian pengawasan persediaan adalah suatu kegiatan untuk menentukan tingkat dan
komposisi, sehingga perusahaan dapat melindungi kelancaran produksi dan penjualan serta
kebutuhan-kebutuhan pembelanjaan perusahaan secara efektif dan efisien.
Fungsi pengawasan terdiri dari tugas-tugas memonitor dan mengevaluasi. Untuk mengevaluasi
tugas, para manager hendaknya mrngukur kinerja dibandingkan dengan standar dan harapan
yang mereka tetapkan. Standar dapat ditetapkan pada volume produksi dan biaya, volume
pejualan , keuntungan, dan berbagai variable yang lain, yang digunakan untuk mengukur kinerja
sebuah perusahaan. Misalnya standar pada suatu operasi khusus dalam perusahaan, yaitu volume
produksi , biaya produksi per unit dan standar tingkat persediaan yang dapat digunakan untuk
memonitor produksi. Sehingga nantinya dapat diputuskan atau diambil tindakan untuk
menentukan rencana kedepannya.

Tujuan Pengawasan dapat dipaparkan sebagai berikut :


1. Menyediakan persediaan yang dibutuhkan dengan efisien dan dapat menghindari
terganggunya kegiatan perusahaan karena keterlambatan datangnya persediaan.
2. Menjamin adanya persediaan yang cukup untuk melayani permintaan pelanggan yang bersifat
mendadak.
3. Menyelenggarakan jumlah persediaan yang agak longgar untuk menghadapi kelangkaan
penawaran barang dipasar dalam jangka pendek karena faktor-faktor tertentu.
4. Menyelenggarakan penyimpanan bahan yang dapat menekan biaya dan waktu dan menjaga
dari kemungkinan kebakaran, pencurian, penyelewengan, dan bentuk kerugian lainnya.
5. Menjaga agar persediaan yang rusak, usang dan kelebihan yang tidak dipakai dapat ditekan
serendah mungkin.
6. Menentukan jumlah investasi dan dana yang tepat dalam persediaan dan sesuai kebutuhan
untuk operai dan rencana manajemen.
Pengawasan terhadap persediaan dapat digolongkan atas 3, yaitu:
1. Pengawasan Phisik.
Karena persediaan merupakan benda berwujud, sehingga persediaan harus disimpan pada tempat
penyimpanan yang aman dari sagala macam gangguan seperti pencurian, pengaruh suhu dan
lain-lain. Perusahaan yang baik akan menugaskan orang-orang yang dapat dipercaya untuk
bertanggung jawab terhadap keamanan gudang serta mengasuransikan persediaan dari resiko
kebakaran dan sebagainya.
2. Pengawasan Akuntansi.
Pengawasan akuntansi timbul karena adanya pemusatan tugas dan wewenag serta tanggung
jawab antara petugas di bidang pencatatan, penyimpanan dan operasi.
Pengawasan akuntansi terhadap persediaan meliputi :
a. Perlindungan terhadap harta kekayaan perusahaan berupa persediaan, persediaan bahan baku
maupun persediaan produksi/barang jadi.
b. Melakukan pencatatan yang pantas atau wajar untuk penerimaan dan pemakaian atau
penjualan persediaan serta menjaga agar arus barang berjalan dengan sebaik-baiknya, yang
dimulai dari proses produksi sampai menjadi barang yang siap dipasarkan.
3. Pengawasan jumlah yang dibutuhkan
Pengawasan ini penting agar perusahaan terhindar dari resiko kekurangan dan kelebihan jumlah
persediaan. Kekurangan persediaan akan menyebabkan terganggunya operasi perusahaan,
sedangkan persediaan yang terlalu besar menyebabkan biaya penyimpanan yang terlalu besar
pula. Untuk menentuka berapa besar jumlah yang dibutuhkan ada beberapa kebijakan umum
yang biasa digunakan:
a. Menetapkan jumlah maksimun dan minimum
Dalam keadaan stabil, cara ini baik digunakan karena tingkat penjualan dapat diramalkan dengan
tepat. Pada penetapan ini yang diperhatikan adalah:
1. Tingkat penggunaan atau penjualan barang
2. Jangka waktu pesanan atau tibanya barang

3. Jangka waktu pembuatan barang untuk perusahaan industri.


b. Dengan menggunakan perputaran persediaan
Perputaran persediaan merupakan angka yang menunjukkan kecepatan penggantian persediaan
dalam periode tertentu, biasanya dalam 1 tahun. Tingkat perputaran persediaan dapat diketahui
dengan cara:
c. Budgeting Control
Dengan menyusun anggaran produksi dan anggaran penjualan, perusahaan dengan cepat dapat
mengetahui berapa jumlah persediaan yang ada dalam suatu periode berjalan. Hal ini sangat
menguntungkan perusahaan , bahwa perusahaan dapat bertindak lebih dini terhadap hal-hal yang
timbul dalam persediaan. Ramalan tentang jumlah persediaan memang bisa menyimpang dari
kenyataan yang sebenarnya, namun dengan ramalan tersebut setidaknya perusahaan dapat
mengadakan evaluasi sekaligus pengawasan yang lebih terarah terhadap persediaan.
About these ads

Persediaan Pengaman (Safety Stock)


Persediaan pengaman pada semua situasi ada suatu "safety stock" antara menempatkan
pesanan untuk penggantian persediaan, penerimaan dari pada barang yang masuk kedalam
persediaan. Oleh Sofyan Assauri, dalam bukunya Management Production (2000: 25) Tenggag
waktu ini biasanya disebut dengan delivery lead time. Setelah mengadakan pesanan untuk
penggantian, pemenuhan pesanan dari langganan harus dipenuhi persediaan yang ada.
Permintaan dari langganan biasanya berfluktuasi dan tidak dapat diramalkan dengan tepat
kecuali jika ada kesepakatan sebelumnya dan tidak melebihi permintaan yang telah disepakati
bersama.

Safety stock disini sudah tertanggar. Apabila pesanan dilakukan pada waktu persediaan
sebesar 300 unit maka pada waktu barang yang dipesan datang persediaan gudang masih 160
unit (yaitu 360 - 200), persis sama besar nya dengan besarnya safety stock, yang berarti safety
stock tidak tertanggar.
Persediaan pengaman dengan sendirinya akan ada resiko yang tidak dapat di hindari bahwa
persediaan yang ada akan habis sama sekali sebelum penggantian datang sehingga pelayanan
kepada langanan tidak dapat dipenuhi dengan baik. Karena tingkat pelayanan ini harus
dipertahankan dengan menciptakan suatu Safety

stock yang akan menampung setiap

penyimpanan selama lead time.


Menurut Sofjan Assauri, Management Production, dalam bukunya (2000 : 114) pengertian
tentang safety stock, yaitu yang dimaksud dengan persediaan pengaman (safety stock) adalah
persediaan tambahan yang diadakan untuk melindungi atau menjaga kemungkinan terjadinya
kekurangan bahan (stock-out).
Perencanaan persediaan bahan baku yang telah diperhitungkan, namun sering persediaan
bahan baku tersebut tidak mencukupi karena sering meloncatnya persediaan hasil produksi
perusahaan ataukah persediaan tersebut mengalami rusak atau tidak memenuhi standar industri
untuk memenuhi permintaan konsumen.
Berdasarkan pengertian di atas, sebagai bahan baku tambahan apabila persediaan yang telah
disiapkan menitis, maka tambahan baku merupakan tambahan dapat juga digunakan untuk
menjaga kesinambungan pekerjaan. Sehubungan dengan kebijaksanaan pengendalian persediaan
bahan mentah yang dilakukan oleh Perusahaan CV Sinar Wonomulyo Kabupaten Polman,
persediaan pengaman (safety stock) perlu diperhatikan karena :

1. Kemungkinan terjadinya kekurangan bahan mentah, oleh karena pemakain yang lebih besar
dari perkiraan semula.
2. Keterlambatan dalam penerimaan bahan mentah yang dipesan.