Anda di halaman 1dari 6

VAGINOPLASTY (OPERASI KEPERAWANAN)

Mungkin anda pernah mendengar istilah operasi keperawanan yang bisa membuat
pasien kembali menjadi perawan. Artis dewi persik mengaku telah melakukan operasi
seperti itu. Secara medis apa yang dilakukan oleh si goyang gergaji tersebut disebut
vagynoplasty.
Vaginoplsty merupakan prosedur pembedahan yang bertujuan mengoreksi kerusakan
struktural pada vagina atau bahkan untuk kontruksi atau rekontruksi bagian tersebut.
Tujuannya membentuk kembali dan mengencangkan otot vagina, perineum dan
dinding panggul sehingga vagina kembali ke keadaan, bentuk dan fungsi seperti
sebelum melahirkan. Istilahnya tindakan ini bisa membuat vagina menjadi rapat
kembali, sama ketika sebelum melahirkan.

Proses persalinan, penuaan, dan faktor genetik seringkali menyebabkan gangguan


fungsi vagina. Selam,a proses persalinan saat bayi keluar melalui jalan lahir, otot,
fasia dan ligamen dapat mengalami robekan dan menjadi lemah dan longgar. Otot
perineum dan dasar panggul yang turut menyokong vagina juga dapat mengalami hal
yang sama. Namun ternyata lemahnya otot vagina dan panggul juga dapat dialami
wanita yang belum melahirkan ! Penyebabnya bisa karena: lemahnya jaringan
penyokong otot (genetik), batuk lama, dan peningkatan tekanan rongga perut seperti
mengangkat berat, atau kegemukan.

Diameter vagina menjadi lebih besar,

kehilangan kekuatan jepitan dan kontrol pada kontraksi otot vagina. Akhirnya
menyebabkan hilangnya sensasi dan kenikmatan seksual. Pada tahap ini vagina tidak
berfungsi secara optimal.

Masalah ini dapat menyebabkan gangguan dalam rasa percaya diri, rasa kepuasan
dalam hubungan intim dan berpengaruh pada kehidupan seksual rumah tangga. Cara

ampuh untuk memperbaikinya adalah melakukan peremajaan vagina (vaginal


rejuvenation) yang juga dikenal sebagai vaginoplasty.

Vaginoplasty merupakan tindakan rekonstruksi pada vagina

untuk membentuk

kembali vagina yang normal. Tindakan Vaginoplasty bertujuan untuk membentuk


kembali dan mengencangkan otot vagina, perineum dan dinding panggul sehingga
vagina kembali ke keadaan bentuk dan fungsi pra-kehamilan. Vaginoplasty bahkan
sangat dianjurkan pada wanita yang mengalami penurunan organ perut seperti
kandung kemih (sistokel), saluran uretra (uretrokel), rektum (rektokel) atau usus
(enterokel). Juga pada keluhan inkontinensia dimana penderita tidak dapat menahan
keluarnya air seni atau feses yang keluar secara spontan. Proses perbaikan bentuk
vagina sekaligus perineum dan otot dasar panggul dapat menyebabkan peningkatan
gairah dan kepuasan seksual bagi wanita (dan juga laki-laki)!

SEBELU
M

SESUDAH

Proses Vaginoplasty
Menurut Dr. Prima Progestian, SpOG dari Brawijaya Women and Children Hospital
Jakarta menjelaskan tindakan vaginoplasty dapat dilakukan di Indonesia, tidak perlu
pergi ke luar negeri. Vaginoplasty dilakukan dengan cara membuang jaringan yang
berlebih, merapatkan jaringan penyokong dan otot dinding vagina, perineum dan
dasar panggul. Tindakan ini akan membuat vagina menjadi rapat kembali.

Selama ini, vaginoplsty banyak dilakukan oleh ibu-ibu yang termasuk sering
melahirkan. Selain itu adanya faktor penuaan dan faktor genetik sering
mengakibatkan otot vagina meregang, robek dan melemah.
Alasan lain, biasanya pasien merasa kehilangan sensasi seperti tidak menggigit
ketika berhubungan intim. Kondisi seperti itu bersifat permanen dan membutuhkan
pertolongan medis untuk memperbaikinya. Itulah yang membuat peminat
vaginoplasty didominasi usia 30-40 tahun.
Menurut survey sekitar 70% pasien melakukan vaginoplasty atas inisiatif sendiri.
Alasannya khawatir pasagannya merasa tak puas ketika berhubungan intim. Ada juga
yang tak pede dengan kondisinya. Sisanya 30% ibu-ibu melakukan vaginoplasty atas
desakan suami.

Operasi dilakukan dengan melakukan pembiusan umum, namun pada kasus yang
tidak parah dapat dilakukan pembiusan lokal. Tindakan berlangsung dalam satu
hingga dua jam dan prinsipnya pasien dapat pulang pada hari yang sama. Setelah
tindakan pasien tidak perlu bedrest, dapat berjalan dan melakukan kegiatan ringan.
Kadang pasien mengeluhkan adanya perdarahan ringan atau nyeri akibat
pembengkakan pada daerah operasi. Namun biasanya akan hilang dalam waktu satu
atau dua hari. Selama proses penyembuhan pasien dilarang untuk berhubungan intim,
douching atau memasang tampon dalam waktu 6 minggu setelah operasi

LAPORAN PENDAHULUAN
VAGINOPLASTY (OPERASI KEPERAWANAN)

OLEH :
FITRIAWATI ANGGRAINI SARI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH BANJARMASIN


PROFESI KEPERAWATAN NERS A
BANJARMASIN, 2016

JURNAL
VAGINOPLASTY (OPERASI KEPERAWANAN)

OLEH :
FITRIAWATI ANGGRAINI SARI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH BANJARMASIN


PROFESI KEPERAWATAN NERS A
BANJARMASIN, 2016