Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Air merupakan sumberdaya alam yang sangat penting bagi kehidupan
makhluk hidup. Danau adalah sejumlah air-tawar atau asin yang terakumulasi di
suatu tempat yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran
sungai, atau karena adanya mata air. Biasanya danau dapat dipakai sebagai sarana
rekreasi, dan olahraga.
Ekosistem perairan di daratan secara umum dibagi menjadi perairan mengalir
(lotic water) dan perairan menggenang (lentic water). Perairan lotik dicirikan
dengan adanya arus yang terus menerus dengan kecepatan bervariasi sehingga
perpindahan massa air berlangsung terus menerus, contohnya antara lain: sungai,
kali, kanal, parit, dan lain-lain.
Perairan menggenang disebut juga perairan tenang yaitu perairan dimana
aliran air lambat atau bahkan tidak ada dan massa air terakumulasi dalam periode
waktu yang lama. Arus tidak menjadi faktor pembatas utama bagi biota yang
hidup di dalamnya. Contoh perairan lentik antara lain: waduk, danau, kolam,
telaga, situ, belik, dan lain-lain. Dari segi ukuran danau cukup luas, danau berasal
dari sebuah mata air, aliran sungai, atau mencairnya gletser.
Danau berbeda dengan laut, danau mirip seperti kolam raksasa di sebuah
daratan. Danau berbeda juga dengan sungai karena sungai memiliki aliran air
yang biasanya mengalir. Danau biasanya dibedakan berdasarkan bagaimana danau
itu bisa terjadi. Air danau biasanya bersifat jernih dan keberadaan tumbuhan
tumbuhan air terbatas hanya pada daerah pinggir saja (Ternala, 2002).
Proses terjadinya danau pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua
yaitu: danau alami dan danau buatan. Danau alami merupakan danau yang
terbentuk sebagai akibat dari kegiatan alamiah, misalnya bencana alam, kegiatan
vulkanik, dan kegiatan tektonik, Sedangkan danau buatan adalah danau yang
dibentuk dengan sengaja oleh kegiatan manusia dengan tujuan-tujuan tertentu
dengan alasan membuat bendungan pada daerah dataran rendah.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada makalah ini yaitu:
1. Bagaimana proses pembentukan danau?
2. Bagaimana sifat-sifat fisik pada danau?
3. Bagaimana zonasi pada danau?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini, yaitu:
1. Untuk mengetahui proses pembentukan pada danau
2. Untuk mengetahui sifat-sifat fisik pada danau
3. Untuk mendeskripsikan berbagai zonasi pada danau

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Proses Terbentuknya Danau
Danau adalah cekungan luas di muka bumi yang dibatasi oleh daratan dan
terisi oleh air. Air danau berasal dari air hujan, air sungai, air tanah, atau mata air.
Air danau dapat berkurang karena adanya penguapan, perembesan ke dalam
tanah, dan adanya aliran ke luar oleh sungai. Penguapan dan pengembunan
biasanya berimbang, kecuali di daerah yang sangat lembap atau sangat kering.
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah danau yang
cukup banyak. Danau di Indonesia tersebar mulai dari Sumatra sampai Papua.
Danau tersebut terbentuk dari cekungan yang berisi air. Cekungan tersebut dapat
diakibatkan oleh gerakan tanah maupun aktifitas gunung berapi. Indonesia juga
memiliki beberapa gunung berapi yang masih aktif dan sebagian akibat dari
kegiatan gunung berapi salah satunya adalah timbulnya suatu cekungan yang
dalam dan berisi air, biasanya masyarakat menyebut dengan danau, situ, atau ranu
(Suwono, 2011).