Anda di halaman 1dari 10

HUKUM II NEWTON

A. Definisi
Hukum gerak Newton adalah
hukum sains yang ditentukan oleh
Sir Isaac Newton mengenai sifat
gerak benda.Hukum gerak Newton
itu sendiri merupakan hukum yang
fundamental.

Artinya,

pertama

hukum ini tidak dapat dibuktikan


dari

prinsip-prinsip

hukum

ini

lain,

kedua

memungkinkan

kita

agar dapat memahami jenis gerak yang paling umum yang


merupakan

dasar

mekanika

klasik.
Dalam

kehidupan

sehari-

gaya

merupakan

tarikan

hari,

atau dorongan. Misalnya, pada


waktu

kita

mendorong

atau

menarik suatu benda atau kita


menendang

bola,

dikatakan

bahwa kita mengerjakan suatu


gaya dorong pada mobil mainan.
Pada umumnya benda yang dikenakan gaya mengalami
perubahan-perubahan

lokasi

atau

berpindah

tempat.

Lalu

Bagaimana pengaruh luar mempengaruhi perubahan kondisi gerak


suatu benda? Hal ini dijawab dengan hukum Newton II Newton.
Hukum II Newton menyatakan bahwa:
Percepatan yang ditimbulkan oleh resultan gaya yang
bekerja pada benda berbanding lurus dengan resultan gaya, searah
dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa
benda.

Perlu kita ketahui bahwa keadaan alami suatu benda adalah


bergerak dengan kecepatan tertentu (diam adalah bergerak
dengan v = 0), maka logis bila dikatakan pengaruh luar akan
menyebabkan perubahan kecepatan v . Oleh karena itu, dapat
disimpulkan bahwa pengaruh luar akan menyebabkan percepatan
pada benda.
Tetapi dari berbagai pengamatan ditemukan bahwa untuk
menghasilkan perubahan kecepatan yang sama, pada benda yang
berbeda dibutuhkan besar pengaruh luar yang berbeda pula.
Sebaliknya dengan besar pengaruh luar yang sama, perubahan

kecepatan pada benda-benda ternyata berbedabeda. Jadi ada suatu


kuantitas intrinsik (diri) pada benda yang menentukan ukuran
seberapa besar sebuah pengaruh luar dapat mengubah kondisi
gerak benda tersebut.
B. Persamaan Hukum II Newton

Gambar di atas adalah suatu ilustrasi dari peristiwa fisika. Dalam pelajaran
Fisika kita dapat melihat adanya beberapa konsep yang berhubungan dengan gambar
di atas. Konsep-konsep tersebut yaitu massa (m), percepatan (a), dan gaya (F). Ketiga
konsep ini saling berkaitan, pada gambar bagian kiri terlihat seseorang yang sedang
memukul benda kecil bermassa m dengan gaya F sehingga menimbulkan percepatan a
yang besar.
Pada gambar sebelah kanan, terlihat beberapa orang sedang menggerakkan
sebuah kendaraan yang bermassa m dengan gaya F, sehingga menimbulkan
percepatan a yang kecil. Dari kedua aktivitas tersebut, terlihat hubungan antara massa
dan percepatan sehingga dapat ditandai dengan F yang konstan maka dapat dituliskan
dalam bentuk persamaan:

a=

F
m

Ket:
F = gaya, Satuannya N
m = massa, Satuannya Kg
a = Percepatan, Satuannya ms-2
Persamaan di atas menunjukkan bahwa dengan gaya yang konstan, percepatan
berbanding terbalik dengan massa suatu benda, secara umum dapat ditulis kembali
dalam bentuk persamaan:

F = m.a

Apabila terdapat banyak gaya yang bekerja maka dapat dituliskan dalam bentuk
persamaan:

= m.a

Bila gayanya konstan, maka percepatan yang timbul juga akan konstan
Bila pada benda bekerja gaya, maka benda akan mengalami percepatan,
sebaliknya bila kenyataan dari pengamatan benda mengalami percepatan maka
tentu akan ada gaya yang menyebabkannya. Persamaan gerak untuk percepatan yang
tetap yaitu:

C. Hubungan antara Gaya dengan Massa

Hukum kedua Newton menetapkan hubungan antara besaran dinamika gaya dan
massa dan besaran kinematika percepatan, kecepatan, dan perpindahan. Gaya adalah
suatu pengaruh pada sebuah benda yang menyebabkan benda

mengubah

kecepatannya, artinya dipercepat.


Arah gaya adalah arah percepatan yang disebabkan jika gaya itu adalah satusatunya gaya yang bekerja pada benda tersebut. Besarnya gaya adalah hasil kali massa
benda dan besarnya percepatan yang dihasilkan gaya. Massa adalah sifat intristik
sebuah benda mengukur resistensinya terhadap percepatan.
Dalam hukum ini, Newton menyimpulkan sebagai berikut :
1.

Percepatan

benda yang disebabkan

adanya

resultan

gaya

benda

dengan

massa

berbanding

langsung ( sebanding )

dengan

besar

resultan

pada
m
gaya.

Makin besar gaya, makin besar percepatan.


2. Percepatan benda yang disebabkan adanya resultan gaya pada benda
berbanding terbalik dengan massa benda m. Makin besar massa, makin kecil
percepatan.

D. Gaya Berat

Berat adalah gaya gravitasi bumi yang bekerja pada suatu benda.
Berat termasuk besaran vector yang besarnya bergantung pada
letaknya relatif pada pusat bumi dan arahnya menuju pusat bumi.
Berat suatu benda adalah besarnya gaya tarik bumi yang bekerja pada benda tersebut.
Berat benda sangat dipengaruhi oleh kuat
medan gravitasi dimana benda itu berada.
Satuan yang digunakan untuk menyatakan
berat adalah Newton (N). Orang terkadang
tidak bisa membedakan antara massa dan
berat padahal kedua besaran itu tidaklah
sama. Massa adalah ukuran banyaknya zat
yang terkandung dalam suatu benda.
Satuan untuk massa adalah KG.
Gaya berat disemua tempat di
permukaan bumi akan selalu mengarah ke pusat bumi. Gaya berat dan massa
memiliki hubungan yang berbanding lurus begitu juga dengan percepatan gravitasi
bumi. Besarnya percepatan gravitasi pada suatu tempat dipengaruhi jarak tempat
tersebut dengan pusat bumi. Semakin jauh tempat dari pusat bumi maka gaya
gravitasi buminya akan semakin kecil. Besarnya percepatan gravitasi bumi adalah
konstan yakni 9,8 m/s2 atau kadang dibulatkan menjadi 10 m/s2.
Secara matematis hubungan antara gaya, berat, dan massa dapat
ditulis seperti ini :

F=W=
m.g
ket :
F = Gaya Benda,satuan Newton (N)
w = Berat benda, satuan Newton (N)
m = Massa benda, satuan Kilogram (KG)
g = Percepatan Gravitasi, N/KG

E. Gerak Benda pada Bidang Datar


1. Gerak pada bidang datar yang licin.
Pada arah mendatar (sumbu X):

F = m.a

Pada arah vertikal (sumbu Y) :

Fy=
m.ay(ay= 0)
NW=0
N = W = m.g

F. Gerak pada bidang miring yang licin


Pada sumbu Y :

Fy=
m.ay(ay= 0)
N W cos =
Pada sumbu X0:
Fx = m ax
W sin =
m.a
Mg sin =
m.a
a = g sin

G. Penerapan Hukum II Newton dalam Kehidupan

Berikut ini merupakan penerapan Hukum II Newton dalam kehidupan sehari-hari:


1. Pada gerakan di dalam lift. Ketika kita berada di dalam lift yang sedang bergerak,
gaya berat kita akan berubah sesuai pergerakan lift. Saat lift bergerak ke atas, kita
akan merasakan gaya berat yang lebih besar dibandingkan saat lift dalam keadaan
diam. Hal yang sebaliknya terjadi ketika lift yang kita tumpangi bergerak ke bawah.
Saat lift bergerak ke bawah, kita akan merasakan gaya berat yang lebih kecil daripada
saat lift dalam keadaan diam.
2.

Bus yang melaju dijalan raya akan


mendapatkan percepatan yang sebanding
dengan gaya dan berbading terbalik
dengan massa bus tersebut.

3.

Kelereng yang kecil saat dimainkan akan


lebih cepat menggelinding, sedangkan
kelereng yang lebih besar relatif lebih
lama (percepatan berbanding terbalik
dengan massanya).

HUKUM III NEWTON


A. Definisi

Hukum-hukum Newton adalah hukum yang mengatur tentang


gerak. Hukum gerak Newton itu sendiri merupakan hukum yang
fundamental. Artinya, pertama hukum ini tidak dapat dibuktikan dari
prinsip-prinsip lain. Kedua, hukum ini memungkinkan kita agar
dapat memahami jenis gerak yang paling umum yang merupakan
dasar mekanika klasik.
Hukum gerak Newton adalah tiga hukum yang menjadi dasar
mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya
yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya.
Ketiga hukum gerak ini pertama dirangkum oleh Isaac Newton
dalam karyanya Philosophi Naturalis Principa Mathematica, pertama
kali ditebitkan pada 05 Juli 1687. Salah satunya adalah hukum III
Newton.
Hukum III Newton memberikan informasi tentang sifat gaya.
Gaya yang bekerja pada sebuah benda berasal dari benda lain yang

ada di lingkungannya. Dari fakta


serta eksperimen diketahui bahwa
ketika sebuah benda memberi
gaya pada benda kedua, banda
kedua juga akan memberi gaya
pada benda pertama tadi. Hukum
III Newton menyatakan bahwa:
Jika A mengerjakan aksi
pada
B,
maka
B
akan
mengerjakan gaya reaksi pada A
yang
besarnya
sama
tetapi
arahnya berlawanan.
B. Persamaan Hukum III Newton
Hukum III Newton tentang gerak menyatakan bahwa bila
suatu benda melakukan gaya pada benda lainnya, maka akan
menimbulkan gaya yang besarnya sama dengan arah yang
berlawanan. Dengan kata lain, Hukum III Newton ini berbunyi :
Gaya aksi
= gaya reaksi.
Gaya aksi
= gaya yang bekerja pada benda.
Gaya reaksi
= gaya reaksi benda akibat gaya aksi.
Untuk setiap gaya aksi yang dilakukan, selalu ada gaya reaksi
yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan, atau gaya interaksi
antara dua buah benda selalu sama besar tetapi berlawanan arah.
Harus selalu diingat bahwa pasangan gaya yang dimaksudkan
dalam Hukum III Newton ini bekerja pada dua benda yang berbeda.
Gaya mana yang merupakan gaya reaksi pada dasarnya tidak dapat
ditentukan. Namun demikian, biasanya dalam soal fisika disebutkan
bahwa gaya aksi adalah gaya yang kita lakukan, meskipun
sebenarnya bisa dipertukarkan.
Hukum ketiga menyatakan bahwa tidak ada gaya timbul di
alam semesta ini, tanpa keberadaan gaya lain yang sama dan
berlawanan dengan gaya itu. Jika sebuah gaya bekerja pada sebuah
benda ( aksi ) maka benda itu akan mengerjakan gaya yang sama
besar namun berlawanan arah ( reaksi ). Dengan kata lain gaya
selalu muncul berpasangan. Tidak pernah ada gaya yang muncul
sendirian. Secara matematis, Hukum III Newton ditulis sebagai
berikut :

FA = -FB

atau

Faksi = -Freaksi

C. Penerapan Hukum III Newton dalam Kehidupan


1. Seseorang memakai sepatu roda dan berdiri menghadap
tembok. Jika orang tersebut mendorong tembok (aksi), maka
tembok
mendorongnya
dengan
arah
gaya
yang
berlawanan(reaksi).
2. Ketika menekan ujung meja dengan tangan, tangan kita
mengerjakan gaya pada meja(aksi). Dan sebaliknya ujung
meja pun menekan tangan kita(reaksi).
3. Ketika kaki pelari menolak papan start ke belakang(aksi),
papan start mendorong pelari ke depan(reaksi) sehingga
pelari dapat melaju ke depan.
4. Ketika seorang perenang menggunakan kaki dan tangannya
untuk mendorong air ke belakang(aksi), air juga akan
mendorong kaki dan tangan perenang ke depan(reaksi).
5. Ketika kita berjalan di atas tanah, telapak kaki kita mendorong
tanah ke belakang. Sebagai reaksi, tanah mendorong kaki kita
ke depan sehingga kita dapat berjalan.
6. Ketika kita menembak, senapan mendorong peluru ke
depan(aksi). Sebagai reaksi, peluru pun mendorong senapan
ke belakang.
7. Ketika mendayung perahu, pada waktu mengayunkan dayung,
pendayung mendorong air ke belakang(aksi). Sebagai reaksi,
air memberi gaya pada dayung ke depan, sehingga perahu
bergerak ke depan.
8. Ketika seseorang membenturkan kepalanya ke tiang(aksi), dia
akan merasa sakit karena tiang memberikan gaya pada
dia(reaksi).