Anda di halaman 1dari 8

ENGERTIAN PROYEKSI

Proyeksi mengacu pada arah pusat sinar central ray (CR) saat keluar dari tabung sinar x dan menembus
objek hingga sampai image reseptor (film).
2.3.1 Macam-Macam Proyeksi
Anteroposterio : posisi pasien bisa berdiri (erect position) atau tidur (supine position) dimana bagian
belakang dari tubuh menempel pada bidang kaset dan bagian depan menghadap datangnya arah sinar,
arah sinar (central ray) tegak lurus terhadap bidang kaset.
Gmb. 16 Proyeksi Anteroposterior (AP)
Posterioanterior : posisi pasien bisa berdiri (erect position) atau tidur (supine position) dimana bagian
depan dari tubuh menempel pada bidang kaset dan bagian belakang dari tubuh menghadap datangnya
arah sinar, arah sinar (central ray) tegak lurus terhadap bidang kaset.
Gmb. 17 Proyeksi Posterioanterior (PA)
Lateral : posisi pasien bisa berdiri (erect position) atau tidur (supine position) dimana bagian lateral kiri
dari tubuh menempel pada bidang kaset dan bagian lateral kanan dari tubuh menghadap datangnya arah
sinar, begitu sebaliknya kalau bagian lateral kanan dari tubuh menempel pada bidang kaset maka bagian
lateral kiri dari tubuh menghadap datangnya arah sinar, arah sinar (central ray) tegak lurus terhadap
bidang kaset.
Gmb. 18 Proyeksi Lateral
Tangential : suatu posisi untuk mengambil gambaran pada permukaan tubuh dimana central ray pada
permukaan obyek yang akan di periksa.
Gmb.19 Proyeksi Tangential
Axial : pengambilan gambar dengan arah sinar atau central ray membentuk sudut.
Gmb. 20 Proyeksi Axial
Oblique :
1. RAO (Right Anterior Oblique) : arah sinar tegak lurus terhadap bidang kaset dimana bagian anterior
kanan menempel atau dekat dengan kaset.
Gmb. 21 Proyeksi Right Anterior Oblique (RAO)
2. LAO (Left Anterior Oblique) : arah sinar tegak lurus terhadap bidang kaset dimana bagian anterior kiri
menempel atau dekat dengan kaset.
Gmb. 22 Proyeksi Left Anterior Oblique (LAO)
3. RPO (Right Posterior Oblique) : arah sinar tegak lurus terhadap bidang kaset dimana bagian posterior
kanan menempel atau dekat dengan kaset
Gmb. 23. Proyeksi Right Posterior Oblique (RPO)
4. LPO (Left Posterior Oblique) : arah sinar tegak lurus terhadap bidang kaset dimana bagian posterior
kiri menempel atau dekat dengan kaset.
Gmb. 24 Proyeksi Left Posterior Oblique (LPO)
Decubitus
1. Dorsal Decubitus : pasien berbaring terlentang atau supine pada meja radiografi dengan arah sinar atau
central ray horizontal terhadap lantai.
Gmb.25 Dorsal Decubitus
2. Ventral Decubitus : pasien berbaring telungkup atau prone pada meja radiografi dengan arah sinar atau
central ray horizontal terhadap lantai.
Gmb.26 Ventral Decubitus
3. Lateral Decubitus : lateral decubitus ada dua yaitu lateral Decubitus Kiri (LLD) dimana pasien

berbaring pada sisi kiri dengan sisi kanan di atas, dan Lateral Decubitus Kanan (RLD) pasien berbaring
pada sisi kanan dan bagian kiri di atas. Untuk central ray atau arah sinar horizontal terhadap lantai
menembus pasien dari arah anterior ke posterior.
Gmb.27 Lateral Decubitus
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 PROYEKSI ANTERIOPOSTERIOR ( AP )
Anteroposterio : posisi pasien bisa berdiri (erect position) atau tidur (supine position) dimana bagian
belakang dari tubuh menempel pada bidang kaset dan bagian depan menghadap datangnya arah sinar,
arah sinar (central ray) tegak lurus terhadap bidang kaset.
a. Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan Pedis AP
Posisi pasien diposisikan tidur tengah (supine). Kaki difleksikan dan telapak kaki menghadap meja
pemeriksaan. Posisi obyek : Telapak kaki menempel pada kaset. Kaset horizontal diatas meja
pemeriksaan. Focus Film Distance (FFD) : 90 100 cm, Central Ray (CR) vertikal / tegak lurus terhadap
bidang kaset, Central Point (CP) terletak pada Metatarsal digiti 3.
Gambar 28. Foto Pedis dengan proyeksi AP
Kriteria gambar : Tampak gambaran AP dari ossa metatarsal, ossa phalanx, ossa tarsal
b. Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan pada Pedis dengan proyeksi AP Axial
Posisi pasien diposisikan tidur tengah (supine). Kaki difleksikan dan telapak kaki menghadap meja
pemeriksaan. Posisi obyek : Telapak kaki menempel pada kaset. Kaset horizontal diatas meja
pemeriksaan. Focus Film Distance (FFD) : 90 100 cm, Central Ray (CR) 10 (ke arah os calcaneus),
Central Point (CP) terletak pada Metatarsal digiti 3.
Gambar 29. Foto Pedis dengan proyeksi AP Axial
Kriteria gambar : Tampak gambaran AP dari ossa metatarsal, ossa phalanx, ossa tarsal
c. Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan pada Pedis dengan proyeksi AP Oblique Dengan Lateral Rotation
Pasien diposisikan tidur tengadah (supine). Kaki difleksikan, telapak kaki menghadap meja pemeriksaan.
Posisi obyek : Kaki diendorotasikan membentuk sudut 30 terhadap bidang kaset pada sisi lateral. Focus
Film Distance (FFD) : 90 100 cm, Central Ray (CR) : Vertikal / tegak lurus terhadap bidang kaset,
Central Point (CP) : Metatarsal digiti 3.
Gambar 30. Foto Pedis dengan proyeksi AP Oblique dengan Lateral Rotation
Kriteria gambar tampak gambaran AP oblique pada daerah ossa phalanx, ossa metatarsal. Tampak
persendian os cuneiform medial dan intermedial.
d. Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan pada Pedis dengan proyeksi AP Oblique Dengan Medial Rotation
Pasien diposisikan tidur tengadah (supine). Kaki difleksikan, telapak kaki menghadap meja pemeriksaan.
Posisi obyek kaki diendorotasikan membentuk sudut 30 terhadap kaset pada sisi medial. Focus Film
Distance (FFD) : 90 100 cm, Central Ray (CR) : Vertikal / tegak lurus kaset, Central Ray (CP) :
Metatarsal digiti III.
Gambar.31. Foto Pedis dengan proyeksi AP Oblique dengan Medial Rotation
Kriteria gambar : tampak gambaran AP oblique pada daerah ossa phalang, ossa metatarsal. Tampak
persendian os cuboideum dan os calcaneus serta daerah persendian os cuneiform lateral.
3.2 PROYEKSI POSTERIOANTERIOR ( PA )
Posterioanterior : posisi pasien bisa berdiri (erect position) atau tidur (supine position) dimana bagian
depan dari tubuh menempel pada bidang kaset dan bagian belakang dari tubuh menghadap datangnya
arah sinar, arah sinar (central ray) tegak lurus terhadap bidang kaset.

a. Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan pada Toes PA


Pasien diposisikan tidur telungkup (prone) dengan bagian dorsal aspect dekat dengan kaset, Posisi obyek
bagian dorsal dari kaki menempel pada bidang kaset. Focus Film Distance (FFD) : 90 100 cm, Central
Ray (CR) adalah Vertikal / tegak lurus kaset, Central Point (CP) terletak pada Metatarsophalangeal joint
digiti III.
Gambar 32. Foto Toes dengan proyeksi PA
Kriteria Gambar : tidak ada rotasi phalanges, interphalangeal dan metatarso phalangeal, joint space
terbuka, toes terpisah antara satu dan lainnya, tampak bagian distal metatarsal, soft tissue dan trabecular
detail.
b. Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan Wrist Joint PA
Pasien di posisikan duduk di samping meja pemeriksaan dengan tangan di pleksikan. Posisi objek bagian
anterior dari tangan dekat dengan bidang kaset.. Focus Film Distance (FFD) : 90 100 cm, Central Ray
(CR) adalah Vertikal / tegak lurus terhadap bidang kaset, Central Point (CP) terletak pada pertengahan
wrist joint atau middle carpal atau pergelangan tangan..
Gambar 33. Foto Wrist Joint dengan Proyeksi PA
Kriteria Gambaran (KG) : tampak tulang-tulang carpal dan 1/3 distal radius dan ulna.
c. Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan Wrist Joint PA Oblique
Pasien di posisikan duduk di samping meja pemeriksaan dengan tangan di pleksikan. Posisi objek bagian
anterior pada sisi medial dari tangan dekat dengan bidang kaset.. Focus Film Distance (FFD) : 90 100
cm, Central Ray (CR) adalah Vertikal / tegak lurus terhadap bidang kaset, Central Point (CP) terletak
pada pertengahan wrist joint atau middle carpal atau pergelangan tangan..
Gambar 34. Foto Wrist Joint dengan Proyeksi PA Oblique
Kriteria gamb. : tampak tulang-tulang carpal, terutama os. Scapoid dan trapezium.
d. Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan Wrist Joint PA (Ulnar dan Radius Pleksi)
Pasien di posisikan duduk di samping meja pemeriksaan dengan tangan di pleksikan. Posisi objek bagian
anterior dari tangan dekat dengan bidang kaset dengan bagian wrist joint di pleksikan kea rah radius atau
ulna. Focus Film Distance (FFD) : 90 100 cm, Central Ray (CR) adalah Vertikal / tegak lurus terhadap
bidang kaset, Central Point (CP) terletak pada pertengahan wrist joint atau middle carpal atau
pergelangan tangan..
Gambar 35. Foto Wrist Joint dengan proyeksi PA
(Ulnar dan Radius Fleksi)
Kriteria Gambar : Tampak tulang-tulang carpal dan scapoid bebas
3.3 PROYEKSI LATERAL
posisi pasien bisa berdiri (erect position) atau tidur (supine position) dimana bagian lateral kiri dari
tubuh menempel pada bidang kaset dan bagian lateral kanan dari tubuh menghadap datangnya arah
sinar, begitu sebaliknya kalau bagian lateral kanan dari tubuh menempel pada bidang kaset maka bagian
lateral kiri dari tubuh menghadap datangnya arah sinar, arah sinar (central ray) tegak lurus terhadap
bidang kaset.
a. Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan Wrist Joint Lateral
Pasien di posisikan duduk di samping meja pemeriksaan dengan tangan di pleksikan. Posisi objek bagian
medial dari tangan dekat dengan bidang kaset.. Focus Film Distance (FFD) : 90 100 cm, Central Ray
(CR) adalah Vertikal / tegak lurus terhadap bidang kaset, Central Point (CP) terletak pada pertengahan
wrist joint atau middle carpal atau pergelangan tangan.

Gambar 36. Foto Wrist Joint Dengan Proyeksi Lateral


Kriteria Gambar : tampak tulang-tulang carpal, 1/3 tulang metacarpal dan 1/3 radisu ulna.
3.4 PROYEKSI RIGHT ANTERIOR OBLIQUE ( RAO )
RAO (Right Anterior Oblique) : arah sinar tegak lurus terhadap bidang kaset dimana bagian anterior
kanan menempel atau dekat dengan kaset. Seperti contoh di bawah :
Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan pada PA Oblique Kanan (RAO) Rib atau Tulang Costae.
Pasien di posisikan tidur telungkup (prone) atau berdiri (erect) dengan bagian anterior kanan
membentuk sudut 30O dengan bidang kaset. Posisi objek bagian anterior dextra dekat dengan kaset dan
membentuk sudut dengan bidang kaset. Focus Film Distance (FFD) : 150 cm, Central Ray (CR) adalah
Vertikal atau horisontal / tegak lurus terhadap bidang kaset , Central Point (CP) terletak pada
pertengahan costae kiri pada posisi oblique.
Gambar 37. RAO Position pada Rib PA Oblique
Kriteria gambar : tampak tulang iga atau costae kiri depan, 1/3 costae kanan depan dan tampak
diapragma kiri.
3.5 PROYEKSI LEFT ANTERIOR OBLIQUE ( LAO )
LAO (Left Anterior Oblique) : arah sinar tegak lurus terhadap bidang kaset dimana bagian anterior kiri
menempel atau dekat dengan kaset.contohnya seperti di bawah :
Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan pada PA Oblique Kiri (LAO) Rib atau Tulang Costae.
Pasien di posisikan tidur telungkup (prone) atau berdiri (erect) dengan bagian anterior kiri membentuk
sudut 30O dengan bidang kaset. Posisi objek bagian anterior kiri dekat dengan kaset dan membentuk
sudut dengan bidang kaset. Focus Film Distance (FFD) : 150 cm, Central Ray (CR) adalah Vertikal atau
horisontal / tegak lurus terhadap bidang kaset , Central Point (CP) terletak pada pertengahan costae
kanan pada posisi oblique.
Gambar 38. LAO Position pada Rib PA Oblique
Kriteria gambar : tampak tulang iga atau costae kanan, 1/3 costae kiri dan tampak diapragma kanan.
3.6 PROYEKSI RIGHT POSTERIOR OBLIQUE ( RPO )
RPO (Right Posterior Oblique) : arah sinar tegak lurus terhadap bidang kaset dimana bagian posterior
kanan menempel atau dekat dengan kaset. Seperti contoh di bawah :
Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan pada AP Oblique Kanan (RPO) Rib atau Tulang Costae.
Pasien di posisikan tidur telungkup (prone) atau berdiri (erect) dengan bagian posterior kanan
membentuk sudut 30O dengan bidang kaset. Posisi objek bagian posterior dextra dekat dengan kaset dan
membentuk sudut dengan bidang kaset. Focus Film Distance (FFD) : 150 cm, Central Ray (CR) adalah
Vertikal atau horisontal / tegak lurus terhadap bidang kaset , Central Point (CP) terletak pada
pertengahan costae kanan pada posisi oblique.
Gambar 39. RPO Position pada Rib PA Oblique
Kriteria gambar : tampak tulang iga (costae) kanan bagian belakang (dorsum), 1/3 costae kanan belakang.
3.7 PROYEKSI LEFT POSTERIOR OBLIQUE ( LPO )
LPO (Left Posterior Oblique) : arah sinar tegak lurus terhadap bidang kaset dimana bagian posterior kiri
menempel dengan bidang kaset. Seperti contoh di bawah :
Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan pada AP Oblique Kanan (LPO) Rib atau Tulang Costae.
Pasien di posisikan tidur telungkup (prone) atau berdiri (erect) dengan bagian posterior kiri membentuk
sudut 30O dengan bidang kaset. Posisi objek bagian posterior kiri dekat dengan kaset dan membentuk
sudut dengan bidang kaset. Focus Film Distance (FFD) : 150 cm, Central Ray (CR) adalah Vertikal atau

horisontal / tegak lurus terhadap bidang kaset, Central Point (CP) terletak pada pertengahan costae kiri
pada posisi oblique.
Gambar 40. LPO Position pada Rib PA Oblique
Kriteria gambar : tampak tulang iga (costae) kiri bagian belakang (dorsum), 1/3 costae kanan belakang.
3.8 PROYEKSI AXIAL
Pengambilan gambar dengan arah sinar atau central ray membentuk sudut.
a. Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan Calcaneus Axial (Plantodorsal)
Pasien diposisikan tidur tengadah (supine) atau duduk diatas meja pemeriksaan dengan kaki
diekstensikan. Posisi Obyek Pedis diletakkan vertikal diatas kaset horisontal. Jari-jari kaki full ekstensi
dengan ditarik kain supaya tidak superposisi dengan calcaneus.Central ray (CR) 40 Cranialli. Central
point (CP) : Metatarsal III.
Gambar 41. Calcaneus Proyeksi axial (Plantodorsal)
Kriteria gambar :
Tampak gambaran axial os calcaneus terutama daerah tuberositas, sustentaculum tali dan processus
trochlear.
b. Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan Calcaneus Axial (Dorsoplantar)
Pasien diposisikan tidur telungkup (prone) diatas meja pemeriksaan. Posisi Obyek: kaki pasien diletakkan
diatas tumpukan sandbag/bantal sehingga daerah plantar Os Pedis menempel pada kaset yang vertikal.
Central Ray (CR) : 40 Caudally (dari arah kepala kea rah kaki), Central point (CP) : Permukaan dorsal
ankle.
Gambar 42. Calcaneus Proyeksi axial (Dorsoplantar)
Kriteria gambar : Tampak gambaran proyeksi axial Os Calcaneus dan daerah subtalar joint.
3.9 PROYEKSI TANGENTIAL
Suatu posisi untuk mengambil gambaran pada permukaan tubuh dimana central ray pada permukaan
obyek yang akan di periksa. Contohnya seperti di bawah ini :
Proyeksi dan posisi pada pemeriksaan Patellofemoral Joint Proyeksi Tangential
Pasien diposisikan tidur telungkup (prone) diatas meja pemeriksaan. Posisi Obyek: kaki pasien pleksikan
sehingga membentuk sudut 60 dan daerah genu di letakkan di atas kaset. FFD 90-100cm, Central Ray
(CR) : 45 cephalad (dari arah kaki ke arah kepala), Central point (CP) : patellofemoral joint
Gambar 43. Tangential patellofemoral joint.
Kriteria gambar : tampak patella, sendi patellofemoral terbuka dengan baik, kondilus pada femur
3.10 PROYEKSI DECUBITUS
Lateral Decubitus
Lateral Decubitus : lateral decubitus ada dua yaitu lateral Decubitus Kiri (LLD) dimana pasien berbaring
pada sisi kiri dengan sisi kanan di atas, dan Lateral Decubitus Kanan (RLD) pasien berbaring pada sisi
kanan dan bagian kiri di atas. Untuk central ray atau arah sinar horizontal terhadap lantai menembus
pasien dari arah anterior ke posterior.
Contoh pemeriksaan lateral decubitus seperti di bawah ini :
Proyeksi Dan Posisi Pada Pemeriksaan Thorax Lateral Decubitus
Pasien diposisikan lateral diatas meja pemeriksaan. Posisi Obyek: jika Left Lateral Decubitus (LLD)
pasien berbaring pada sisi kiri dan sisi kanan di atas sedangkan Right Lateral Decubitus (RLD) pasien
berbaring dengan sisi kanan dan sisi kiri di atas. FFD = 150 cm, Central Ray (CR) : horizontal terhadap
lantai menuju anterior chest, Central point (CP) : pertengahan dada atau chest

Gmb. 44 Foto thorax dengan proyeksi lateral decubitus


Kriteria gambar : harus kelihatan bagian thorax dan pleural effusion tampak jelas.
Dorsal atau Ventral Decubitus
Dorsal Decubitus : pasien berbaring terlentang atau supine pada meja radiografi dengan arah sinar atau
central ray horizontal terhadap lantai.
Ventral Decubitus : pasien berbaring telungkup atau prone pada meja radiografi dengan arah sinar atau
central ray horizontal terhadap lantai.
Di bawah akan di bahas mengenai dorsal decubitus yang merupakan kebalikan dari ventral decubitus.
Contoh dorsal decubitus adalah :
Proyeksi Dan Posisi Pada Pemeriksaan Thorax Dorsal Decubitus
Pasien diposisikan tidur terlentang (supine) diatas meja pemeriksaan. Posisi Obyek: bagian samping dari
thorax berada di tengah-tengah bidang kaset dengan tangan di lipat di atas kepala. FFD= 150 cm, Central
Ray (CR) : 150cm, horizontal terhadap lantai menuju bagian lateral thorax, Central point (CP) :
pertengahan thorax pada sisi samping atau lateral.
Gmb. 45 Foto thorax dengan proyeksi dorsal decubitus
Kriteria gambar : harus kelihatan bagian thorax dari samping dan pleural effusion tampak jelas.
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini, maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :
a. Proyeksi mengacu pada arah pusat sinar central ray (CR) saat keluar dari tabung sinar x dan
menembus objek hingga sampai image reseptor (film). Di dalam Teknik Radiografi Dasar I ada beberapa
proyeksi yaitu ,
Anteroposterio (AP) : posisi pasien bisa berdiri (erect position) atau tidur (supine position) dimana
bagian belakang dari tubuh menempel pada bidang kaset dan bagian depan menghadap datangnya arah
sinar, arah sinar (central ray) tegak lurus terhadap bidang kaset.
Posterioanterior (PA) : posisi pasien bisa berdiri (erect position) atau tidur (supine position) dimana
bagian depan dari tubuh menempel pada bidang kaset dan bagian belakang dari tubuh menghadap
datangnya arah sinar, arah sinar (central ray) tegak lurus terhadap bidang kaset.
Lateral : posisi pasien bisa berdiri (erect position) atau tidur (supine position) dimana bagian lateral kiri
dari tubuh menempel pada bidang kaset dan bagian lateral kanan dari tubuh menghadap datangnya arah
sinar, begitu sebaliknya kalau bagian lateral kanan dari tubuh menempel pada bidang kaset maka bagian
lateral kiri dari tubuh menghadap datangnya arah sinar, arah sinar (central ray) tegak lurus terhadap
bidang kaset.
Tangential : suatu posisi untuk mengambil gambaran pada permukaan tubuh dimana central ray pada
permukaan obyek yang akan di periksa.
Axial : pengambilan gambar dengan arah sinar atau central ray membentuk sudut.
RAO (Right Anterior Oblique) : arah sinar tegak lurus terhadap bidang kaset dimana bagian anterior
kanan menempel atau dekat dengan bidang kaset.
LAO (Left Anterior Oblique) : arah sinar tegak lurus terhadap bidang kaset dimana bagian anterior kiri
menempel atau dekat dengan bidang kaset.
RPO (Right Posterior Oblique) : arah sinar tegak lurus terhadap bidang kaset dimana bagian posterior
kanan menempel atau dekat dengan bidang kaset.
LPO (Left Posterior Oblique) : arah sinar tegak lurus terhadap bidang kaset dimana bagian posterior kiri

menempel atau dekat dengan bidang kaset.


Dorsal Decubitus : pasien berbaring terlentang atau supine pada meja radiografi dengan arah sinar atau
central ray horizontal terhadap lantai.
Ventral Decubitus : pasien berbaring telungkup atau prone pada meja radiografi dengan arah sinar atau
central ray horizontal terhadap lantai.
Lateral Decubitus : lateral decubitus ada dua yaitu lateral Decubitus Kiri (LLD) dimana pasien berbaring
pada sisi kiri dengan sisi kanan di atas, dan Lateral Decubitus Kanan (RLD) pasien berbaring pada sisi
kanan dan bagian kiri di atas. Untuk central ray atau arah sinar horizontal terhadap lantai menembus
pasien dari arah anterior ke posterior.
b. Posisi pasien adalah posisi pasien secara keseluruhan pada saat di lakukan pemeriksaan dengan
menggunakan sinar-x atau pada saat dilakukan eksposi (pengambilan gambar). Adapun posisi pasien saat
melakukan eksposi atau pengambilan gambar dalam pemeriksaan radiografi antara lain :
Up Right : posisi pasien berdiri atau searah dengan garis vertical.
Recumbent : posisi pasien tidur dengan beberapa posisi.
1. Prone : posisi pasien tidur telungkup.
2. Supine : posisi pasien tidur tengadah.
3. Lateral : posisi pasien tidur miring tegak lurus dengan kaset.
Tendelendburg : posisi pasien tidur dimana kaki lebih tinggi dari kepala.
Powler : posisi pasien tidur dimana posisi kaki lebih rendah dari kepala.
Litotomy : posisi pasien tidur seperti orang melahirkan.
c. Posisi objek adalah posisi pasien pada sebagian tubuh pada saat di lakukan pemeriksaan dengan
menggunakan sinar-x atau pada saat dilakukan eksposi (pengambilan gambar). Adapun posisi objek saat
melakukan eksposi atau pengambilan gambar dalam pemeriksaan radiografi antara lain :
Fleksio : gerakan melipat sendi.
Ekstensio : gerakan membuka sendi.
Endorotasi : gerakan memutar ke dalam.
Eksorotasi : gerakan memutar ke luar.
Adduksi : gerakan merapat ke tubuh.
Abduksi : gerakan menjauh dari tubuh.
Eversion : gerakan memutar ke luar atau lateral
Inversion : gerakan memutar ke dalam atau medial
Inspirasi : gerakan menarik nafas.
Ekspirasi : gerakan mengeluarkan nafas.
4.2 SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas maka dalam penulisan ini penulis dapat memberikan saran saran demi
kesempurnaan dalam penulisan makalah ini yaitu perlu ditambahkan dengan literature-literatur dan
sarana pendukung yang berhubungan dengan Teknik Radiografi Dasar I dan gambar-gambar yang
merupakan materi dalam pembahasan dalam makalah ini yaitu tentang proyeksi, posisi pasien dan posisi
objek dalam pemeriksaan radiografi.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, Radiographic Anatomy and Positioning Terminology.
Evelyn C. Pearce, (2004), Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
Frank Long Smith, Merrills Atlas of Radiographic Positioning and Procedures, Edition 11, volume 1,
Mosby Elsevier

Noer Sulistijaningsih, (1992), Sistem Radiologi Dasar Organisasi Kesehatan Dunia : Atlas Teknik
Radiografi, EGC, Cetakan I, Jakarta.
P.E.S. Palmer (1995), Manual of Radiographic Interpretation for General Pracftitioners, Penerbit : EGC,
Cetakan IV, Jakarta.