Anda di halaman 1dari 3

1.

FRAUD (Kecurangan )
Kecurangan seringkali menyangkut hal berikut ini:
(a) suatu tekanan atau suatu dorongan untuk melakukan
kecurangan, (b) suatu peluang yang dirasakan ada untuk
melaksanakan kecurangan. Meskipun tekanan dan peluang khusus untuk
terjadinya kecurangan dalam laporan keuangan dapat berbeda dari
kecurangan melalui perlakuan tidak semestinya terhadap aktiva, dua
kondisi tersebut biasanya terjadi di kedua tipe kecurangan tersebut.
Sebagai contoh, kecurangan dalam pelaporan keuangan dapat
dilakukan karena manajemen berada di bawah tekanan untuk
mencapai target laba yang tidak realistik. Perlakuan tidak semestinya
terhadap aktiva dapat dilakukan karena individu yang terlibat hidup di luar
batas kemampuannya.
Peluang dirasakan ada jika seorang individu yakin bahwa ia dapat
menghindari pengendalian intern. Sumber: PSA No. 70
2. Error (kekeliuran)
Menurut PSA no. 70 error adalah salah saji dalam laporan keuangan yang
tidak desengaja.
3. Irregulation
Sedangkan irregularities merupakan kesalahan yang disengaja dilakukan
oleh manajemen atau karyawan perusahaan yang mengakibatkan
Universitas Sumatera Utara kesalahan material terhadap penyajian
laporan keuangan, misalnya kecurangan (fraud).
Sumber : Sunarto (2003:57)
4. Korupsi

Kelompok delik penyuapan (Corruption / korupsi


UU NO.31/1999 jo UU No.20/2001 menyebutkan bahwa pengertian korupsi
mencakup perbuatan:
Melawan hukum, memperkaya diri orang/badan lain yang merugikan keuangan
/perekonomian negara (pasal 2).
Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan/kedudukan yang dapat merugikan
keuangan/kedudukan yang dapat merugikan keuangan/perekonomian negara (pasal 3)
pasal 5,6, dan 11)
Kelompok delik penggelapan dalam jabatan (pasal 8, 9, dan 10)
Delik pemerasan dalam jabatan (pasal 12)
Delik yang berkaitan dengan pemborongan (pasal 7)
Delik gratifikasi (pasal 12B dan 12C)
Sumber : www.kpk.go.id
5.

Gratification
Pengertian gratifikasi terdapat pada Penjelasan Pasal 12B Ayat (1) UU No.31 Tahun
1999 juncto UU No.20 Tahun 2001, bahwa : "Yang dimaksud dengan "gratifikasi"
dalam ayat ini adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang,
barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas
penginapan, perjawalan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya.
Sumber : www.kpk.go.id

Jakarta - Sebanyak 35 parsel lebaran diserahkan Wali Kota Semarang Hendrar


Prihadi kepada KPK. KPK memperkirakan parsel-parsel tersebut bernilai Rp 10,7
juta.
Menurut Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono, dari 35 parsel yang diserahkan
ke KPK, 15 di antaranya disita untuk negara. Isi dari parsel parsel tersebut bermacammacam.
"Berupa kain, keramik, tea set, coffe maker, jam dinding, dan hiasan garuda warna
emas," kata Giri melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Kamis (16/10/2014).
Parsel-parsel tersebut dibawa dari Semarang ke KPK hari ini. "Karena banyak, kita
angkut ya pakai mobil box," ujar Giri. Kini puluhan parsel tersebut berada di ruang
gratifikasi KPK.
Ada pun yang berisi makanan dan minuman dikarenakan khawatir kadaluarsa,
langsung diserahkan ke pihak yang membutuhkan. KPK mengapresiasi tindakan yang
dilakukan Hendrar karena bisa menjadi contoh yang baik bagi kepala daerah yang
lain.\
Peraturan tentang laporan dugaan gratifikasi oleh penyelenggara negara ini diatur
dalam Pasal 12B ayat (1) UU No 20/2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi (Tipikor).
Dalam pasal tersebut dijelaskan gratifikasi sebagai pemberian dalam arti luas. Pasal
lain yaitu Pasal 12C ayat (1) UU Tipikor bahwa gratifikasi yang diterima
penyelenggara negara tidak akan dianggap sebagai suap jika yang bersangkutan
melapor ke KPK.
Sumber: www.kpk.go.id
6. Illegal acts
Menurut Tuannakota (2013:18) any illegal act characterized by deceit, concealment or
violation of trust. The acts are not dependent upon the application of threats of
violence or physical force.
7. Bribery / Suap
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi II, Tahun 1991, tidak dapat ditemukan
defenisi kata ini, tetapi kita dapat menemukan sinonimnya yaitu sogok yang
defenisinya adalah dana yang sangat besar yang digunakan untuk menyogok para
petugas. Kadang timbul dalam pemikiran saya, mungkinkah karena tidak ada defenisi
kata suap di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sehingga sebagian besar
masyarakat Indonesia melakukan hal ini dan para pelakunya tidak merasa bersalah?
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Inggris (Webster) halaman 120 digabungkan
dengan Buku Ensiklopedi Dunia halaman 487, menyatakan bahwa Suap
(Bribe) adalah suatu tindakan dengan memberikan sejumlah uang atau barang atau
perjanjian khusus kepada seseorang yang mempunyai otoritas atau yang dipercaya,
contoh, para pejabat, dan membujuknya untuk merubah otoritasnya demi keuntungan

orang yang memberikan uang atau barang atau perjanjian lainnya sebagai kompensasi
sesuatu yang dia inginkan untuk menutupi tuntutan lainnya yang masih kurang.
8.

Fraidulent report

Pengertian Fraudulent financial reporting menurut Arens (2005 : 310) adalah sebagai
berikut Fraudulent financial reporting is an intentional misstatement or omission of
amounts or disclosure with the intent to deceive users. Most cases of fraudulent financial
reporting involve the intentional misstatement of amounts not disclosures. For example,
worldcom is reported to have capitalized as fixed asset, billions dollars that should have
been expensed. Omission of amounts are less common, but a company can overstate
income by omittingaccount payable and other liabilities.Although less frequent, several
notable cases of fraudulent financial reporting involved adequate disclosure. For
example, a central issue in the enron case was whether the company had adequately
disclosed obligations to affiliates known as specialm purpose entities.