Anda di halaman 1dari 6

1.

Ringkasan Jurnal dan Lesson Learned-nya


Judul

: Earnings Management Through Real


Activities Manipulation

Artikel

: Journal

of

Accounting

and

Economics

42

(2006)

335-370,

www.elsevier.com/locate/jae
Penulis

: Sugata Roychowdhury
(Sloan School of Management, Massachusetts Institute of Technology,
Cambridge, MA 02142, USA)

Pendahuluan
Ada bukti kuat bahwa para eksekutif terlibat dalam manajemen laba. Salah satu cara untuk
mengelola pendapatan adalah dengan manipulasi akrual tanpa konsekuensi arus kas langsung,
selanjutnya disebut manipulasi akrual. Contohnya termasuk dalam penyediaan biaya utang buruk dan
aset menunda write-off. Manajer memiliki insentif untuk memanipulasi kegiatan nyata perusahaan
untuk memenuhi target laba tertentu. Real activities manipulation didefinisikan sebagai tindakan
manajemen yang menyimpang dari praktek bisnis yang normal dengan tujuan utama untuk memenuhi
ambang batas pendapatan tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kegiatan ini memungkinkan
para manajer untuk memenuhi target laba jangka pendek, mereka tidak mungkin untuk meningkatkan
nilai perusahaan jangka panjang. Keanggotaan industri, stok persediaan dan piutang, peluang
pertumbuhan, dan adanya utang serta
Tujuan pertama dari makalah ini adalah untuk mengembangkan metode empiris untuk
mendeteksi manipulasi nyata kegiatan. Aku memeriksa arus kas dari operasi (CFO), biaya produksi,
dan biaya diskresioner, variabel yang harus menangkap efek operasi nyata lebih baik daripada akrual.
Selanjutnya, saya menggunakan langkah-langkah untuk mendeteksi manipulasi nyata kegiatan di
sekitar ambang nol laba. Saya menemukan bukti yang konsisten dengan perusahaan berusaha untuk
menghindari kerugian dengan menawarkan potongan harga untuk meningkatkan penjualan sementara,
terlibat dalam kelebihan biaya yang lebih rendah pokok penjualan (COGS), dan mengurangi
pengeluaran diskresioner agresif untuk meningkatkan margin.
Ada variasi cross-sectional diprediksi dalam kegiatan nyata manipulasi untuk menghindari
kerugian. Secara khusus, keberadaan investor canggih membatasi tingkat manipulasi kegiatan nyata.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kegiatan ini memungkinkan para manajer untuk memenuhi
target laba jangka pendek, mereka tidak mungkin untuk meningkatkan nilai perusahaan jangka
panjang. Keanggotaan industri, stok persediaan dan piutang, peluang pertumbuhan, dan adanya utang
faktor lain yang mempengaruhi variasi dalam manipulasi kegiatan nyata.

Pembahasan
Menurut Healy dan Wahlen (1999), '' Manajemen laba terjadi ketika manajer menggunakan
penilaian dalam pelaporan keuangan dan transaksi penataan untuk mengubah laporan keuangan baik
menyesatkan beberapa stakeholder tentang kinerja ekonomi yang mendasari perusahaan maupun
untuk mempengaruhi hasil kontrak yang tergantung pada pelaporan praktik akuntansi. "" sejumlah
penelitian membahas kemungkinan bahwa intervensi manajerial dalam proses pelaporan dapat terjadi
tidak hanya melalui estimasi akuntansi dan metode, tetapi juga melalui keputusan operasional.
Saya mendefinisikan manipulasi kegiatan nyata sebagai penyimpangan dari praktek
operasional normal, didorong oleh keinginan manajer untuk menyesatkan setidaknya beberapa
stakeholder menjadi percaya tujuan pelaporan keuangan tertentu telah dipenuhi dalam kegiatan usaha
normal. Hal ini tidak selalu memberikan kontribusi terhadap nilai perusahaan meskipun mereka
memungkinkan para manajer untuk memenuhi tujuan pelaporan. Metode manipulasi kegiatan nyata
tertentu, seperti diskon harga dan pengurangan pengeluaran diskresioner, yang mungkin tindakan
yang optimal dalam keadaan ekonomi tertentu.
Untuk mendeteksi kegiatan nyata manipulasi untuk menghindari kerugian, saya menyelidiki
pola di CFO, pengeluaran diskresioner, dan biaya produksi bagi perusahaan dekat dengan patokan nol
laba. CFO merupakan arus kas dari operasi seperti yang dilaporkan dalam laporan arus kas.
Pengeluaran diskresioner didefinisikan sebagai jumlah dari (a) biaya iklan, (b) R & D biaya, dan (c)
penjualan, umum dan administrasi (SG & A) biaya. Biaya produksi didefinisikan sebagai jumlah dari
HPP dan perubahan persediaan selama periode tersebut. Definisi ini menghasilkan '' produksi '' biaya
bagi perusahaan-perusahaan non-manufaktur, Memeriksa biaya produksi bukan HPP memiliki dua
keuntungan. Pertama, manipulasi akrual untuk menurunkan dilaporkan COGS melalui akun
persediaan, misalnya dengan menunda write-off dari persediaan usang, tidak akan mempengaruhi
biaya produksi. Akibatnya, biaya produksi terutama harus mencerminkan dampak dari kegiatan nyata.
Kedua, LIFO / FIFO asumsi arus biaya mempengaruhi HPP dilaporkan, tetapi tidak biaya produksi,
karena efek mengimbangi pada HPP dan perubahan persediaan.
Saya menggunakan model di Dechow et al. (1998) untuk memperoleh tingkat normal CFO,
pengeluaran diskresioner dan produksi biaya untuk setiap perusahaan-year.9 Penyimpangan dari
tingkat normal ini disebut normal CFO, biaya produksi yang abnormal, dan biaya diskresioner
abnormal. Saya fokus pada tiga metode manipulasi berikut dan pengaruhnya terhadap tingkat
abnormal dari tiga variabel:
1. Penjualan manipulasi, yaitu mempercepat waktu penjualan dan / atau menghasilkan tambahan
penjualan berkelanjutan melalui peningkatan diskon harga atau persyaratan kredit lebih ringan;
2. Pengurangan pengeluaran diskresioner; dan
3. Kelebihan produksi, atau meningkatkan produksi untuk melaporkan HPP lebih rendah.

Manipulasi penjualan: Saya mendefinisikan manipulasi penjualan sebagai upaya manajer


untuk meningkatkan penjualan sepanjang tahun sementara dengan menawarkan diskon harga atau
persyaratan kredit lebih ringan. Cara manajer Satu dapat menghasilkan penjualan tambahan atau
mempercepat penjualan dari tahun fiskal berikutnya ke tahun saat ini dengan menawarkan 'terbatas
waktu' diskon harga.
Pengurangan pengeluaran diskresioner: pengeluaran Discretionary seperti R & D,
periklanan, dan pemeliharaan dibebankan pada periode yang sama bahwa terjadinya. Oleh karena itu
perusahaan dapat mengurangi biaya yang dilaporkan, dan meningkatkan pendapatan, dengan
mengurangi pengeluaran diskresioner.
Kelebihan produksi: Untuk mengelola pendapatan atas, manajer perusahaan manufaktur dapat
menghasilkan lebih banyak barang dari yang diperlukan untuk memenuhi permintaan yang
diharapkan. Dengan tingkat produksi yang lebih tinggi, biaya overhead tetap yang tersebar di
sejumlah besar unit, menurunkan biaya tetap per unit.
Tulisan ini melengkapi literatur yang ada pada manajemen laba dalam beberapa cara. Pertama,
penelitian ini mengembangkan metode empiris untuk mendeteksi manipulasi nyata kegiatan dalam
sampel yang besar. Dalam literatur sebelumnya pada manipulasi nyata kegiatan, fokus telah sebagian
besar telah terbatas pada pengurangan pengeluaran diskresioner. Kedua, dokumen kertas bukti yang
konsisten dengan kegiatan nyata manipulasi sekitar ambang laba sering dibahas dalam literatur,
khususnya, ambang nol. Ketiga, makalah ini memberikan wawasan ke dalam faktor-faktor yang
mempengaruhi sifat dan tingkat manipulasi nyata kegiatan. Sebagai contoh, saya fi nd hubungan
negatif antara kepemilikan institusional dan manipulasi nyata kegiatan. Jika kegiatan nyata yang
abnormal bahwa manajer berusaha untuk menghindari kerugian merupakan respon yang optimal
dengan keadaan ekonomi, maka sulit untuk menjelaskan mengapa kehadiran investor canggih
membatasi kegiatan tersebut. Ada juga ada bukti bahwa kehadiran utang, saham persediaan dan
piutang, dan peluang pertumbuhan yang positif terkait dengan kegiatan nyata manipulasi.

Lesson Learned Dalam Artikel


Pelajaran yang dapat saya petik berkenaan dengan profesi sebagai akuntan terkait dengan
fenomena dalam artikel diatas adalah menjunjung tinggi transparansi (keterbukaan) yaitu dalam
mengidentifikasi, menilai maupun mengungkapkan sebuah fenomena dalam organisasi bilamana
terdapat trail and errors dalam pelaporan organisasi tersebut. Dan integritas mengharuskan seorang
anggota untuk, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa.
Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat
menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima
kecurangan atau peniadaan prinsip.

2. ESSAY
MEMBENTUK SIKAP JUJUR MAHASISWA DALAM UPAYA PEMBERANTASAN
KORUPSI DALAM HAL PENGADAAN BARANG
Undang-undang No.46 tahun 2009 berbunyi tentang : Tindak

pidana

korupsi

telah

menimbulkan kerusakan dalam berbagai sendi kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara
sehingga memerlukan
pemberantasan

penanganan

tindak

pidana

yang
korupsi

luar
perlu

biasa.

Selain

dilakukan

itu,
secara

upaya
terus

pencegahan dan
menerus

dan

berkesinambungan serta perlu didukung oleh berbagai sumber daya, baik sumber daya manusia
maupun

sumber daya

lainnya

seperti peningkatan kapasitas kelembagaan serta peningkatan

penegakan hukum guna menumbuh kesadaran dan sikap tindak masyarakat yang anti korupsi.
Berdasarkan UU tersebut sangat jelas bahwa tindak pidana korupsi sangatlah merugikan diri sendiri,
masyarakat, pemerintah dan agama. Dengan demikian untuk memerangi sikap tindak pidana korupsi
dilakukan dari diri sndiri dulu yaitu membiasakan sikap yang jujur dan berani menghadapi
kecurangan yang sering terjadi.
Pemuda khususnya mahasiswa adalah aset paling menentukan kondisi zaman tersebut dimasa
depan. Mahasiswa salah satu bagian dari gerakan pemuda. Belajar dari masa lalu, sejarah telah
membuktikan bahwa perjalanan bangsa ini tidak lepas dari peran kaum muda yang menjadi bagian
kekuatan perubahan. Tokoh-tokoh Sumpah Pemuda 1928 telah memberikan semangat nasionalisme
bahasa, bangsa dan tanah air yang satu yaitu Indonesia. Peristiwa Sumpah Pemuda memberikan
inspirasi tanpa batas terhadap gerakan-gerakan perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Peranan tokohtokoh pemuda lainnya adalag Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, lahirnya Orde Baru tahun 1966,
dan Reformasi tahun 1998. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam peristiwa-peristiwa besar tersebut
mahasiswa tampil di depan sebagai motor penggerak dengan berbagai gagasan, semangat dan
idealisme yang mereka miliki dan jalankan. Untuk konteks sekarang dan mungkin masa-masa yang
akan dating yang menjadi musuh bersama masyarakat adalah praktek bernama Korupsi. Peran penting
mahasiswa tersebut tidak dapat dilepaskan dari karakteristik yang mereka miliki, yaitu: intelektualitas,
jiwa muda dan idealisme.
Dengan kemampuan intelektual yang tinggi, jiwa muda yang penuh semangat, dan idealisme
yang murni terlah terbukti bahwa mahasiswa selalu mengambil peran penting dalam sejarah
perjalanan bangsa ini. Dalam beberapa peristiwa besar perjalanan bangsa ini telah terbukti mahasiswa
berperan penting sebagai agen perubahan (agent of change). Mahasiswa didukung oleh kompetensi
dasar yang mereka miliki, yaitu: intelegensia, ide-ide kreatif, kemampuan berpikir kritis, dan
keberanian untuk menyatakan kebenaran. Dengan kompetensi yang mereka miliki tersebut mahasiswa
diharapkan mampu menjadi agen perubahan, mereka mampu menyuarakan kepentingan`rakyat,

mampu mengkritisi kebijakan-kebijakan yang koruptif, dan mampu menjadi watch dog lembagalembaga negara dan penegak hukum.
Keterlibatan Mahasiswa dalam hal memerangi korupsi yaitu :
1.

Di Lingkungan Keluarga
Internalisasi karakter anti korupsi di dalam diri mahasiswa dapat dimulai dari lingkungan keluarga.
Pelajaran yang dapat diambil dari lingkungan keluarga ini adalah tingkat ketaatan seseorang terhadap
aturan/tata tertib yang berlaku. Substansi dari dilanggarnya aturan/tata tertib adalah dirugikannya
orang lain karena haknya terampas.

2.

Di Lingkungan Kampus
Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi di lingkungan kampus dapat dibagi ke dalam dua
wilayah, yaitu: untuk individu mahasiswanya sendiri, dan untuk komunitas mahasiswa. Untuk konteks
individu, seseorang mahasiswa diharapkan dapat mencegah agar dirinya sendiri tidak akan
berperilaku koruptif dan tidak korupsi.

3.

Di Masyarakat Sekitar
Hal yang sama dapat dilakukan mahasiswa atau kelompok mahasiswa untuk mengamati lingkungan di
lingkungan masyarakat sekitar.

4.

Di Tingkat Lokal dan Nasional


Mahasiswa dengan kompetensi yang dimilikinya dapat menjadi pemimpin (leader) dalam gerakan
massa anti korupsi baik yang bersifat lokal maupun nasional. Kegiatan-kegiatan anti korupsi yang
dirancang dan dilaksanakan secara bersama dan berkesinambungan oleh mahasiswa dari berbagai
perguruan tinggi akan mampu membangunkan kesadaran masyarakat akan buruknya korupsi yang
terjadi di suatu Negara.
5. Di tingkat Pendidikan, sebagai awal pencetak pemikir besar, termasuk koruptor sebenarnya
merupakan aspek awal yang dapat merubah seseorang menjadi koruptor atau tidak. Pendidikan
merupakan salah satu tonggak kehidupan masyarakat demokrasi yang madani, sudah sepantasnya
mempunyai andil dalam hal pencegahan korupsi. Salah satu yang bisa menjadi gagasan baik dalam
kasus korupsi ini adalah penerapan anti korupsi dalam pendidikan karakter bangsa di Indonesia,
khususnya ditujukan bagi mahasiswa. Karena pada dasarnya mereka adalah agen perubahan bangsa
dalam perjalanan sejarah bangsa. Pendidikan anti korupsi sesungguhnya sangat penting guna
mencegah tindak pidana korupsi. Jika KPK dan beberapa instansi anti korupsi lainnya menangkap
para koruptor, maka pendidikan anti korupsi juga penting guna mencegah adanya koruptor. Seperti
pentingnya pelajaran akhlak dan moral. Pelajaran akhlak penting guna mencegah terjadinya
kriminalitas.
Dengan demikian dalam strategi pemberantasan korupsi terdapat 3 (tiga) unsur utama, yaitu:
pencegahan, penindakan, dan peran serta masyarakat. Salah satu upaya pemberantasan korupsi adalah

dengan sadar melakukan suatu Gerakan Anti-Korupsi di masyarakat. Dengan tumbuhnya budaya
anti-korupsi di masyarakat diharapkan dapat mencegah munculnya perilaku koruptip. Gerakan antikorupsi adalah suatu gerakan jangka panjang yang harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan
yang terkait, yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat. Pada dasarnya korupsi yang terjadi jika ada
pertemuan antara tiga factor utama, yaitu: niat, kesempatan, dan kewenangan. Upaya perbaikan
perilaku manusia antara lain dapat dimulai dengan menanamkan nilai-nilai yang mendukung
terciptanya perilaku anti-koruptif. Nilai-nilai yang dimaksud antara lain adalah kejujuran, kepedulian,
kerja keras, kemandirian, kedisiplinan, tanggungjawab, kesederhanaan, keberanian dan keadilan.
Penanaman nilai-nilai ini kepada masyarakat dilakukan dengan berbagai cara yang disesuaikan
dengan kebutuhan. Penanaman nilai-nilai ini juga penting dilakukan kepada mahasiswa.
Oleh karena itu tindakan korupsi harus diberantas oleh semua lapisan masyarakat segera
karena mengancam keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga perlu peran serta semua lapisan
masyarakat. Mahasiswa adalah salah satu bagian masyarakat yang mempunyai pengaruh signifikan
dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah dan menggerakkan lapisan masyarakat yang lain.
Sehingga pemberantasan korupsi bisa lebih efektif. Mahasiswa harus lebih berkomitmen dalam
memberantas korupsi supaya upaya mereka berjalan semaksimal mungkin. Jika mahasiswa, lapisan
masyarakat, dan para penegak hukum bekerja sama untuk memberantas korupsi maka tindakan
korupsi ini bisa hilang dari muka bumi Indonesia. Dan para pelaku korupsi menerima ganjaran
setimpal terhadap perbuatan mereka.
REFERENSI :
Undang-undang Dasar No. 46 Tahun 2009
https://munajathati.wordpress.com/2012/05/19/peran-dan-upaya-mahasiswa-dalam-memberantaskorupsi/