Anda di halaman 1dari 7

LTM Perpindahan Kalor

Nama

: Meidina Sekar Nadisti

NPM

: 1406553045

Kelompok

:6

Outline

1. Kalor Konduksi Tak Tunak Pendekatan Kondisi Batas Konveksi


1.1 Angka Biot dan Angka Fourier
1.2 Aplikasi Heisler Chart

1. Kalor Konduksi Tak Tunak Pendekatan Kondisi Batas Konveksi


Dalam situasi yang paling praktikal, masalah konduksi panas transien sering
dihubungkan dengan kondisi batas konveksi pada permukaan padat. Umumnya,
kondisi batas untuk persamaan diferensial harus dimodifikasi untuk memperhitungkan
konveksi perpindahan panas dipermukaan. Untuk masalah semi-infinite-solid, kondisi
batas konveksi dapat dirumuskan sebagai:

Panas yang dikonveksikan ke permukaan = Panas yang dikonduksikan ke permukaan

[1.1]
Solusi dalam masalah ini didefinisikan kembali oleh Schneider, dengan hasil:

[1.2]
dimana,
X

= x/(2

Ti

= suhu awal padatan

= suhu lingkungan

Solusi diatas dapat dilihat pada bentuk grafisnya pada Gambar 1. Persamaanpersamaan sudah dikerjakan untuk bentuk lainnya. Kasus-kasus penting ialah bagi
soal yang berhubungan dengan (1) plat yang ketebalan nya kecil jika dihubungkan
ke dimensi lain- (2) tabung dimana diameter nya sangat kecil jika dibandingkan
dengan panjangnya dan (3) bola. Hasil dari analisis untuk bentukan ini dapat dilihat
bentuk grafisnya oleh Heisler, dan nomenklatur untuk kasus ini diilustrasikan pada
Gambar 2. Pada semua kasus, suhu lingkungan konveksi diwujudkan sebagai T dan
suhu tengah untuk x=0 atau r=0 adalah To. Pada waktu 0, setiap padatan diasumsikan
mempunyai suhu awal seragam Ti. Suhu pada padatan diilustrasikan pada Gambar 3
sampai Gambar 9 sebagai fungsi waktu dan posisi spasial. Pada grafik, macammacam pendefinisiannya dapat dilihat:

[1.3]
Jika garis tengah suhu yang dicapai, hanya 1 bagan yang dibutuhkan untuk
mendapat nilai
dan T0. Untuk menentukan suhu selain yang ditengah, 2 bagan
dibutuhkan untuk menghitung produk

[1.4]
Sebagai contoh, Gambar 3- Gambar 6 ditujukan untuk meghitung suhu diluar
suhu tengah untuk plat tak hingga.
Panas yang hilang pada plat tak tingga, silinder tak hingga dan bola ditunjukan
pada Gambar 9-Gambar11, dimana Qo ialah energi dalam awal terhadap suhu
lingkungan

[1-5]
Pada Gambar ini, Q merupakan panas yang hilang pada waktu

Gambar 1. Distribusi suhu pada semi-padat tak hingga dengan kondisi batas konveksi
Sumber: J.P. Holman. 2010. Heat Transfer.

Gambar 2. Nomenklatur untuk padatan 1-dimensi pada konveksi (T )


Sumber: J.P. Holman. 2010. Heat Transfer.

Gambar 3a. Suhu tengah untuk plat tak hingga dengan ketebalan 2L (full space)
Sumber: J.P. Holman. 2010. Heat Transfer.

Gambar 3b. Expanded Scale untuk 0<Fo<4


Sumber: J.P. Holman. 2010. Heat Transfer.

Jika benda padat berperilaku seperti lumped capacity selama proses


pendinginan / pemanasan, maka resistansi internal kecil dibanding dengan resistansi
permukaan. Grafik eksponensial kurva pendinginan pada Gambar 1 dapat dibentuk
dalam expanded form, seperti di Gambar 9 menggunakan produk Biot-Fourier sebagai
absis. Parameter-parameter yang berlaku pada bentuk di bagan Heisler ialah:

[1-6]
1.1 Angka Biot dan Angka Fourier
Dari Gambar 1-11 dapat terlihat bahwa suhu profil (dimensionless) dan aliran
panas dapat ditunjukan dalam aturan parameter 2D yaitu angka Biot dan Fourier
Angka biot = Bi = hs/k

Angka fourier = Fo =

[1-7]
Dalam parameter ini, s mendesain karakteristik a sebagai dimensi badan;
untuk plat ialah setengah dari ketebalan, dimana untuk silinder dan bola ialah
radiusnya. Angka biot membandingkan magnitude relatif pada permukaan konveksi
dan resistansi internal konduksi pada perpindahan panas. Modulus Fourier
membandingkan karakteristik dimensi benda dengan suhu penetrasi kedalaman
gelombang untuk waktu .
Nilai sangat rendah pada modulus Biot menandakan bahwa resistansi
konduksi internal ialah diabaikan (hampir seragam diseluruh padatan) dan sifatnya
akan sama seperti lumped-capacity metode analisis. Dibawah ini menunjukan aturan
Biot dan Fourier jika rasio V/A dijadikan karakteristik dimensi s,

[1-8]

Gambar 4a. Axis Temperature


Sumber: J.P. Holman. 2010. Heat Transfer.

Gambar 4b. Expanded Scale


Sumber: J.P. Holman. 2010. Heat Transfer.
1.2 Aplikasi Heisler Chart
Kalkulasi bagan Heisler digunakan untuk solusi tak hingga untuk beberapa masalah
khusus. Hal ini membatasi kemampuan bagan ini untuk nilai angka Fourier yang lebih
besar dari 0.2

[1-9]
untuk nilai yang lebih kecil dari parameter, kita harus mencari nilainya di Appendix
C.

Gambar 5. Center Temperature Sphere


Sumber: J.P. Holman. 2010. Heat Transfer.

DAFTAR PUSTAKA

D.Q. Kern. 1983. Process Heat Transfer. Japan: The McGraw-Hill Book Company
Japan
J.P. Holman. 2010. Heat Transfer 10th Edition. New York: The McGraw-Hill
Companies, Inc.
John H Lienhard. 2008. A Heat Transfer Textbook. The McGraw-Hill Companies,Inc.