Anda di halaman 1dari 23

PROFIL INDIKATOR KLINIS

a. Asesmen Pasien
1. Pengkajian Awal Pasien Baru dalam 24 jam
JUDUL
Pengkajian Awal Pasien Baru dalam 24 jam
DIMENSI MUTU
Kesinambungan pelayanan (Kontinuitas)
TUJUAN
Tergambarnya tanggung jawab dokter dalam
kelengkapan pengkajian awal pasien baru dalam 24
jam
DEFINISI
Pengkajian awal pasien baru dalam 24 jam adalah
OPERASIONAL
pengkajian yang dibuat oleh dokter pada saat mulai
pasien MRS sampai 24 jam pertama yang meliputi
pengkajian sampai asesmen dan rencana intervensi
medis yang akan dilakukan selama pasien MRS
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
3 bulan
NUMERATOR
Jumlah pasien yang disurvey dalam I bulan yang
dilakukan pengkajian awal pasien baru dalam 24 jam
oleh dokter
DENOMINATOR
Jumlah pasien baru yang disurvey dalam 1 bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
100 %
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
2. Pre visit Anestesi
JUDUL
DIMENSI MUTU
TUJUAN
DEFINISI
OPERASIONAL

FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

Pre visit Anestesi


Kesinambungan
Efektivitas

pelayanan

(Kontinuitas)

dan

Tergambarnya tanggung jawab dokter anestesi dalam


melakukan pre visit sebelum pasien dilakukan tindakan
pembedahan/operasi
Pre visit Anestesi adalah kunjungan/visit dokter
anestesi sebelum pasien dilakukan tindakan
pembedahan maksimal 24 jam sebelum tindakan
operasi/pembedahan dilakukan terhitung setelah pasien
MRS dan ditetapkan diagnose operatif oleh dokter
1 bulan
3 bulan
Jumlah pasien yang disurvey dalam I bulan yang
dilakukan previsit anestesi oleh dokter
Jumlah
pasien
yang
dilakukan
tindakan
pembedahan/operasi yang disurvey dalam 1 bulan
Survey
100 %

3. Pasien stroke yang dilakukan assesmen rehab medis


JUDUL
Pasien stroke yang dilakukan assesmen rehab medis
DIMENSI MUTU
Kesinambungan
pelayanan
(Kontinuitas)
dan
Efektivitas
TUJUAN
DEFINISI
OPERASIONAL

FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

Tergambarnya pelayanan rehab medik pada pasien


stroke untuk dapat memulihkan fungsi tubuh seoptimal
mungkin melalui terapi rehabilitasi
Pasien stroke yang dilakukan assesmen rehab medis
adalah pasien stroke yang telah melewati fase akut dan
oleh dokter telah diinstruksikan untuk boleh dilakukan
rehab medik meliputi tindakan pengkajian, asesmen,
intervensi yang akan dilakukan selama proses rehab,
implementasi dan evaluasi
1 bulan
3 bulan
Jumlah pasien stroke yang disurvey dalam I bulan
yang dilakukan assesmen rehab medis
Jumlah pasien stroke yang telah diinstruksikan oleh
dokter untuk boleh dilakukan rehab medis
Survey
100 %

b. Pelayanan Laboratorium
1. Angka keterlambatan penyerahan hasil pemeriksaan
JUDUL
Angka keterlambatan penyerahan hasil pemeriksaan
DIMENSI MUTU
Efektivitas, Kesinambungan pelayanan, Efisiensi
TUJUAN
Tergambarnya kecepatan pelayanan laboratorium
DEFINISI
Angka keterlambatan penyerahan hasil pemeriksaan
OPERASIONAL
adalah kejadian keterlambatan penyerahan hasil
pemeriksaan laboratorium terhitung mulai pasien
diambil sample sampai dengan menerima hasil yang
sudah diekspertisi. Pelayanan laboratorium yang
dimaksud adalah pemeriksaan laboratorium rutin dan
kimia darah.
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
3 bulan
NUMERATOR
Jumlah kejadian keterlambatan penyerahan hasil
pemeriksaan laboratorium yang disurvey dalam satu
bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang diperiksa di laboratorium yang
disurvey dalam bulan tersebut
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
140 menit
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

2. Angka kerusakan sampel darah


JUDUL
Angka kerusakan sampel darah
DIMENSI MUTU
Efektivitas, Efisiensi, Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya kejadian kerusakan sampel darah
DEFINISI
Angka kerusakan sampel darah adalah Terjadinya lisis
OPERASIONAL
atau pembekuan darah yang tidak sesuai dengan syarat
sample darah yang baik yang tidak disebabkan karena
proses patologis atau pengobatan pasien
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
3 bulan
NUMERATOR
Jumlah kejadian kerusakan sampel darah pemeriksaan
laboratorium yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang diperiksa di laboratorium yang
disurvey dalam bulan tersebut
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
3. Angka kesalahan menyampaikan hasil pemeriksaan
JUDUL
Angka kesalahan menyampaikan hasil pemeriksaan
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya ketelitian pelayanan laboratorium
DEFINISI
Angka kesalahan menyampaikan hasil pemeriksaan
OPERASIONAL
adalah kesalahan penyerahan hasil laboratorium
meliputi :
1. Kejadian kesalahan penulisan hasil nilai
laboratorium
2. Salah penulisan hasil nilai laboratorium pada
pasien lain
3. Kesalahan memasukkan hasil pemeriksaan
laboratorium ke dalam sampul
4. Kesalahan memberikan hasil kepada orang lain
5. Kesalahan memberikan hasil ke unit lain
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
3 bulan
NUMERATOR
Jumlah kesalahan penyampaian hasil pemeriksaan
laboratorium dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang diperiksa di laboratorium dalam
bulan tersebut
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

4. Angka kesalahan pengambilan sampel


JUDUL
Angka kesalahan pengambilan sampel
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya ketelitian pelayanan laboratorium
DEFINISI
Angka kesalahan pengambilan sampel adalah
OPERASIONAL
kesalahan pengambilan jenis sampel yang tidak sesuai
dengan syarat sampel pemeriksaan yang dimaksud
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
3 bulan
NUMERATOR
Jumlah kesalahan pengambilan sampel dalam satu
bulan
DENOMINATOR
Jumlah pengambilan sampel pemeriksaan di
laboratorium dalam bulan tersebut
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
5. Angka kesalahan pasien
JUDUL
Angka kesalahan pasien
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya ketelitian pelayanan laboratorium
DEFINISI
Angka kesalahan pasien adalah kesalahan pengambilan
OPERASIONAL
sampel pada pasien lain (salah orang)
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
3 bulan
NUMERATOR
Jumlah kesalahan pengambilan sampel pada pasien
lain yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang diperiksa dilaboratorium yang di
survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
6. Pelaporan nilai kritis laboratorium
JUDUL
Pelaporan nilai kritis laboratorium
DIMENSI MUTU Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya tanggung jawab pelayanan laboratorium
dalam menyampaikan nilai kritis laboratorium kepada dokter
atau unit tempat pasien di rawat
DEFINISI
Pelaporan nilai kritis laboratorium adalah pemberitahuan
OPERASIONAL
nilai kritis laboraorium oleh petugas laboratorium kepada
dokter atau unit tempat pasien dirawat
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan

ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi &
eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

Jumlah pelaporan nilai kritis laboratorium yang disurvey


dalam satu bulan
Jumlah pasien yang diperiksa dilaboratorium yang hasil
pemeriksaannya menunjukkan nilai kritis yang di survey
dalam satu bulan
Survey
100 %

c. Pelayanan radiologi dan diagnostik imaging


a. Angka pemeriksaan ulang
JUDUL
Angka pemeriksaan ulang
DIMENSI MUTU
Efisiensi
TUJUAN
Tergambarnya kejadian pemeriksaan ulang
DEFINISI
Angka pemeriksaan ulang adalah kejadian keharusan
OPERASIONAL
pemeriksaan ulang radiologi dan diagnostik imaging
yang disebabkan bukan karena proses patologis pasien
dan keluarga
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
3 bulan
NUMERATOR
Jumlah pemeriksaan ulang radilogi dan diagnostic
imaging yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang diperiksa radiologi dan diagnostic
imaging yang di survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
b. Angka penolakan expertise
JUDUL
Angka penolakan expertise
DIMENSI MUTU
Kompetensi Teknis
TUJUAN
Tergambarnya kejadian penolakan expertise
DEFINISI
Angka penolakan expertise adalah
OPERASIONAL
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA 3 bulan
NUMERATOR
Jumlah pemeriksaan ulang radilogi dan diagnostic
imaging yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang diperiksa radiologi dan diagnostic
imaging yang di survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL

DATA/PIC
c. Angka keterlambatan penyerahan hasil
JUDUL
Angka keterlambatan penyerahan hasil
DIMENSI MUTU
Efektifitas, Kesinambungan Pelayanan, Efisiensi
TUJUAN
Tergambarnya kejadian keterlambatan penyerahan
hasil pemeriksaan radiologi dan diagnostik imaging
DEFINISI
Angka keterlambatan penyerahan hasil adalah kejadian
OPERASIONAL
keterlambatan
penyerahan
hasil
pemeriksaan
laboratoratorium > 3 jam terhitung mulai pasien
diperiksa sampai dengan menerima hasil yang sudah
diekspertisi yang disebabkan karena diluar proses
patologis pasien dan keluarga
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
3 bulan
NUMERATOR
Jumlah keterlambatan penyerahan hasil radilogi dan
diagnostik imaging yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang diperiksa radiologi dan diagnostic
imaging yang di survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
d. Angka kesalahan posisi pemeriksaan
JUDUL
Angka kesalahan posisi pemeriksaan
DIMENSI MUTU
Keamanan dan Efisiensi
TUJUAN
Tergambarnya kejadian kesalahan posisi pemeriksaan
radiologi dan diagnostik imaging
DEFINISI
Angka kesalahan posisi pemeriksaan adalah kesalahan
OPERASIONAL
posisi pemeriksaan radiologi dan diagnostik imaging
yang tidak sesuai dengan syarat pemeriksaan yang
dimaksud sehingga mempengaruhi hasil dan
pembacaan
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
3 bulan
NUMERATOR
Jumlah kesalahan posisi pemeriksaan radilogi dan
diagnostik imaging yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang diperiksa radiologi dan diagnostik
imaging yang di survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

e. Angka reaksi obat kontras


JUDUL
Angka reaksi obat kontras
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya kejadian reaksi obat kontras pada
pemeriksaan radiologi dan diagnostik imaging
DEFINISI
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
f. Penyampaian hasil radiologis kritis kepada dokter pengirim
JUDUL
Penyampaian hasil radiologis kritis kepada dokter
pengirim
DIMENSI MUTU
Keamanan, Kesinambungan pelayanan
TUJUAN
Tergambarnya tanggung jawab pelayanan radiologi
dan diagnostik imaging dalam menyampaikan hasil
radiologis kritis kepada dokter pengirim
DEFINISI
Penyampaian hasil radiologis kristis kepada dokter
OPERASIONAL
pengirim adalah pemberitahuan hasil radiologis kritis
oleh petugas radiologi kepada dokter pengirim
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
3 bulan
NUMERATOR
Jumlah Penyampaian hasil radiologis kritis kepada
dokter pengirim yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang diperiksa radiologi dan diagnostik
imaging yang hasil pemeriksaannya menunjukkan nilai
kritis yang di survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
100 %
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
g. Waktu Tunggu Pemeriksaan Radiologi cito
JUDUL
DIMENSI MUTU
TUJUAN
DEFINISI
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA

NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
h. Respon time pemeriksaan cito dari IGD
JUDUL
DIMENSI MUTU
TUJUAN
DEFINISI
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
i. Respon time USG cito dari IGD non obsgyn
JUDUL
DIMENSI MUTU
TUJUAN
DEFINISI
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
j. Respon time thorax konvensional
JUDUL
DIMENSI MUTU
TUJUAN
DEFINISI
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA

NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
d. Prosedur Bedah
1. Angka penundaan operasi
JUDUL
Angka penundaan operasi
DIMENSI MUTU
Keamanan, Kesinambungan pelayanan, efisiensi
TUJUAN
Tergambarnya kejadian penundaan operasi
DEFINISI
Angka penundaan operasi adalah kejadian pasien yang
OPERASIONAL
ditunda pelaksanaan operasi yang bukan disebabkan oleh
karena faktor pasien atau keluarganya
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah kejadian penundaan operasi yang disurvey dalam
satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang dilakukan tindakan operasi yang di
survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
2. Angka keterlambatan dimulainya operasi
JUDUL
Angka keterlambatan dimulainya operasi
DIMENSI MUTU
Keamanan, Kesinambungan pelayanan, Efisiensi
TUJUAN
Tergambarnya kejadian keterlambatan dimulainya operasi
DEFINISI
Angka keterlambatan dimulainya operasi adalah kejadian
OPERASIONAL
pasien yang saat mulainya operasi tertunda lebih dari 30
(tiga puluh) menit yang bukan disebabkan oleh karena
faktor pasien atau keluarganya
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah kejadian keterlambatan dimulainya operasi yang
disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang dilakukan tindakan operasi yang di
survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

3. Angka infeksi luka operasi


JUDUL
Angka infeksi luka operasi
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya kejadian infeksi luka operasi
DEFINISI
Angka infeksi luka operasi adalah kejadian infeksi paska
OPERASIONAL
operasi yang termasuk kategori infeksi nosokomial pada
semua luka sayatan operasi yang dilaksanakan di rumah
sakit dan ditandai oleh rasa panas (kalor), nyeri (dolor),
kemerahan (color), pengerasan (tumor), gangguan fungsi
(functiolaesa) dan keluarnya nanah (pus). Waktu yang
terhitung pada indikator ini adalah semua infeksi yang
terjadi minimal 3 x 24 jam pasca operasi sampai dengan 30
(tiga puluh) hari atau satu tahun jika dipasang implant.
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah kejadian infeksi luka operasi yang disurvey dalam
satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang dilakukan tindakan operasi yang di
survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
4. Angka ketidak lengkapan informed concent
JUDUL
Angka ketidak lengkapan informed concent
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya tanggung jawab dokter untuk memberikan
informasi kepada pasien atau keluarga dan mendapat
persetujuan dari pasien atau keluarga atas tindakan operasi
yang akan dilakukan
DEFINISI
Angka ketidak lengkapan informed concent adalah
OPERASIONAL
pengisian unsur informed concent yang tidak lengkap
termasuk tidak memberikan informed concent pada pasien
yang akan dioperasi
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah kejadian ketidaklengkapan informed concent yang
disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang mendapat tindakan operasi yang di
survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

5. Angka ketidak lengkapan laporan operasi


JUDUL
Angka ketidak lengkapan laporan operasi
DIMENSI MUTU
Keamanan dan efektifitas
TUJUAN
Tergambarnya kejadian ketidaklengkapan laporan operasi
DEFINISI
Angka ketidak lengkapan laporan operasi adalah
OPERASIONAL
Ketidaklengkapan penulisan laporan operasi setelah pasien
keluar dari kamar operasi
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah kejadian ketidaklengkapan laporan operasi yang
disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang mendapat tindakan operasi yang di
survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
6. Angka ketidak lengkapan laporan anestesi
JUDUL
Angka ketidak lengkapan laporan anestesi
DIMENSI MUTU
Keamanan dan efektifitas
TUJUAN
Tergambarnya tanggung jawab dokter dan petugas anestesi
lain dalam kelengkapan laporan anestesi selama pasien
dioperasi dan kepedulian terhadap keselamatan pasien
DEFINISI
Angka ketidak lengkapan laporan anestesi adalah
OPERASIONAL
Ketidaklengkapan penulisan laporan anestesi selama pasien
dioperasi dan saat masa pemulihan/recovery
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah kejadian ketidaklengkapan laporan anestesi yang
disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang mendapat tindakan operasi yang di
survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
7. Kepatuhan melaksanakan proses time out pada pasien pre operasi
JUDUL
Kepatuhan melaksanakan proses time out pada pasien pre
operasi
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya Kepatuhan dan tanggung jawab dokter serta
tim operatif lainnya dalam melaksanakan proses time out
pada pasien pre operasi
DEFINISI
Kepatuhan melaksanakan proses time out pada pasien pre

OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

operasi adalah seluruh tim operatif baik dokter, anestesi


dan perawat telah melakukan procedure pengisian chek list
proses time out pada pasien pre operatif dengan lengkap
1 bulan
3 bulan
Jumlah pasien yang mendapat tindakan operatif yang telah
dilakukan proses time out pre operasi yang disurvey dalam
satu bulan
Jumlah pasien yang mendapat tindakan operasi yang di
survey dalam satu bulan
Survey
100%

8. Ketidaksesuaian Diagnosis pra dan pasca bedah


JUDUL
Ketidaksesuaian Diagnosis pra dan pasca bedah
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya kejadian Ketidaksesuaian Diagnosis pra dan
pasca bedah
DEFINISI
Ketidaksesuaian Diagnosis pra dan pasca bedah adalah
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
9. Marking
JUDUL
DIMENSI MUTU
TUJUAN
DEFINISI
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
ANALISA

Marking
Keamanan
Tergambarnya kepatuhan dan tanggung jawab dokter dalam
melakukan prosedur marking/penandaan yang jelas untuk
identifikasi lokasi operasi
Marking adalah prosedur penandaan pada lokasi operasi
dengan suatu tanda yang jelas dan dapat dimengerti sesuai
standat prosedur yang ada dan melibatkan pasien di dalam
proses penandaan
1 bulan
3 bulan

NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

Jumlah pasien yang mendapat tindakan operatif yang telah


dilakukan prosedur marking yang disurvey dalam satu
bulan
Jumlah pasien yang mendapat tindakan operasi yang di
survey dalam satu bulan
Survey
100%

e. Penggunaan Antibiotika dan Obat Lainnya


1. Penggunaan antibiotika di ICU sesuai dengan hasil resistensi test
JUDUL
Penggunaan antibiotika di ICU sesuai dengan hasil
resistensi test
DIMENSI MUTU
Keamanan, efektifitas, efisiensi
TUJUAN
Tergambarnya kepatuhan Penggunaan antibiotika di ICU
sesuai dengan hasil resistensi test
DEFINISI
Penggunaan antibiotika di ICU sesuai dengan hasil
OPERASIONAL
resistensi test adalah prosedur penggunaan antibotika di
ICU yang sebelumnya dilakukan terlebih dahulu uji
resistensi test/kultur
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah pasien di ICU yang mendapat antibiotika yang telah
dilakukan uji resistensi test yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien di ICU yang mendapat antibiotika yang di
survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
2. Operasi Bersih tanpa Penggunaan Antibiotik Profilaksis
JUDUL
Operasi Bersih tanpa Penggunaan Antibiotik Profilaksis
DIMENSI MUTU
Keamanan, efektifitas, efisiensi
TUJUAN
Tergambarnya kejadian Operasi Bersih tanpa Penggunaan
Antibiotik Profilaksis
DEFINISI
Operasi Bersih tanpa Penggunaan Antibiotik Profilaksis
OPERASIONAL
adalah tindakan operatif yang dalam prosedur pre
operasinya tidak perlu penggunaan antibiotik profilaksis
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah pasien yang mendapat tindakan operasi bersih
tanpa penggunaan antibiotika profilaksis yang disurvey
dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang mendapat tindakan operasi bersih

SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

yang di survey dalam satu bulan


Survey

f. Kesalahan Medikasi (Medication Error) dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC)


1. Ketepatan waktu pemberian antibiotika
JUDUL
Ketepatan waktu pemberian antibiotika
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya kepatuhan dan tanggung jawab perawat
dalam Ketepatan waktu pemberian antibiotika
DEFINISI
Ketepatan waktu pemberian antibiotika adalah pemberian
OPERASIONAL
antibiotika tepat waktu dengan kriteria :
1. Tidak terlambat (30 menit setelah jadwal )
2. Tidak terlalu cepat (30 menit sebelum jadwal)
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah pasien yang mendapat antibiotika yang diberikan
tepat waktu yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang mendapat antibiotika yang di survey
dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
100%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
2. Ketepatan waktu pemberian injeksi antibiotik pada pasien rawat inap
JUDUL
Ketepatan waktu pemberian injeksi antibiotik pada pasien
rawat inap
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya kepatuhan dan tanggung jawab perawat
dalam Ketepatan waktu pemberian injeksi antibiotik pada
pasien rawat inap
DEFINISI
Ketepatan waktu pemberian injeksi antibiotik pada pasien
OPERASIONAL
rawat inap adalah pemberian antibiotika tepat waktu pada
pasien rawat inap dengan kriteria :
1. Tidak terlambat (30 menit setelah jadwal )
2. Tidak terlalu cepat (30 menit sebelum jadwal)
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah pasien rawat inap yang mendapat injeksi antibiotik
yang diberikan tepat waktu yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien rawat inap yang mendapat injeksi antibiotik
yang di survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey

(inklusi & eksklusi)


STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

100%

3. Kejadian Nyaris Cedera Peresepan Obat


JUDUL
Kejadian Nyaris Cedera Peresepan Obat
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya Kejadian Nyaris Cedera Peresepan Obat
DEFINISI
Kejadian Nyaris Cedera Peresepan Obat adalah kesalahan
OPERASIONAL
dalam peresepan obat yang meliputi :
1. salah dalam memberikan jenis obat
2. salah dalam memberikan dosis
3. salah orang
4. salah jumlah
5. salah pembacaan resep dokter
Dimana dalam kejadian ini obat belum sampai dikonsumsi
oleh pasien tapi kesalahan telah diketahui lebih dulu.
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah Kejadian Nyaris Cedera Peresepan Obat yang
disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang mendapat peresepan obat yang di
survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
4. Kesalahan dan Kejadian Nyaris Cedera Medikasi, Pencegahan Adverse
Drug Event
JUDUL
Kesalahan dan Kejadian Nyaris Cedera Medikasi,
Pencegahan Adverse Drug Event
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya Kejadian Kesalahan dan Kejadian Nyaris
Cedera Medikasi, Pencegahan Adverse Drug Event
DEFINISI
Kesalahan dan Kejadian Nyaris Cedera Medikasi,
OPERASIONAL
Pencegahan Adverse Drug Event adalah perawat sedini
mungkin dapat memantau dan mencatat serta melaporkan
kejadian Efek obat yang tidak diharapkan (adverse effect)
yang terjadi pada pasien
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah Kesalahan dan Kejadian Nyaris Cedera Medikasi,
Pencegahan Adverse Drug Event yang disurvey dalam satu
bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang mendapat terapi obat yang di survey

SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

dalam satu bulan


Survey
0%

5. Respon time permintaan darah cito < 1 jam


JUDUL
Respon time permintaan darah cito < 1 jam
DIMENSI MUTU
Keamanan, efektifitas, efisiensi, kesinambungan pelayanan
TUJUAN
Tergambarnya kemampuan Bank Darah Rumah Sakit
dalam menyediakan kebutuhan darah cito
DEFINISI
Cukup jelas
OPERASIONAL
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah permintaan darah cito < 1 jam yang dapat dipenuhi
yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah permintaan darah cito < 1 jam yang di survey
dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
100%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
g. Penggunaan anestesi dan sedasi
1. asesmen pre anesthesia
JUDUL
asesmen pre anesthesia
DIMENSI MUTU
Keamanan, kesinambungan pelayanan
TUJUAN
Tergambarnya tanggung jawab dokter anestesi dalam
kelengkapan asesmen/pengkajian pasien sebelum anestesi
DEFINISI
Cukup jelas
OPERASIONAL
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah pasien yang mendapat tindakan operatif yang telah
dilakukan asesmen pre anestesi disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang mendapat tindakan operasi yang di
survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
100%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
2. Pasien paska pembiusan di transfer dari recorvery room IBS ke ruang
rawat inap sesuai dengan Aldrette Score

JUDUL
DIMENSI MUTU
TUJUAN

DEFINISI
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

Pasien paska pembiusan di transfer dari recorvery room


IBS ke ruang rawat inap sesuai dengan Aldrette Score
Keamanan, kesinambungan pelayanan, kenyamanan
Tergambarnya tanggung jawab tim anestesi dan bedah
dalam pelaksanaan Pasien paska pembiusan di transfer dari
recorvery room IBS ke ruang rawat inap sesuai dengan
Aldrette Score
Cukup jelas
1 bulan
3 bulan
Jumlah Pasien paska pembiusan yang di transfer dari
recorvery room IBS ke ruang rawat inap sesuai dengan
Aldrette Score yang disurvey dalam satu bulan
Jumlah pasien yang dilakukan tindakan operasi dan
anestesi yang di survey dalam satu bulan
Survey
100%

3. efek samping anestesi pada pasien SC


JUDUL
efek samping anestesi pada pasien SC
DIMENSI MUTU
Keamanan, kenyamanan
TUJUAN
Tergambarnya kejadian efek samping anestesi pada pasien
SC
DEFINISI
efek samping anestesi pada pasien SC adalah
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
4. efek samping sedasi pada pasien endoscopy
JUDUL
efek samping sedasi pada pasien endoscopy
DIMENSI MUTU
Keamanan, kenyamanan
TUJUAN
Tergambarnya kejadian efek samping sedasi pada pasien
endoscopy
DEFINISI
efek samping sedasi pada pasien endoscopy adalah
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN

DATA
PERIODE
ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
h. Penggunaan darah dan produk darah
1. Angka keterlambatan penyediaan darah untuk operasi elektif
JUDUL
Angka keterlambatan penyediaan darah untuk operasi
elektif
DIMENSI MUTU
Keamanan, efektifitas, efisiensi, kesinambungan pelayanan
TUJUAN
Tergambarnya kemampuan Bank Darah Rumah Sakit
dalam menyediakan kebutuhan darah untuk operasi elektif
DEFINISI
Angka keterlambatan penyediaan darah untuk operasi
OPERASIONAL
elektif adalah darah belum tersedia meski pasien telah
memasuki ruang operasi.
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE
3 bulan
ANALISA
NUMERATOR
Jumlah kejadian keterlambatan penyediaan darah untuk
operasi elektif yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah permintaan darah untuk operasi elektif yang di
survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
2. Angka kesalahan golongan darah
JUDUL
Angka kesalahan golongan darah
DIMENSI MUTU
Keamanan,efisiensi
TUJUAN
Tergambarnya ketelitian pelayanan laboratorium dan
perawat dalam mencocokkan golongan darah pasien
sebelum tranfusi diberikan
DEFINISI
Cukup jelas
OPERASIONAL
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
3 bulan
NUMERATOR
Jumlah kejadian kesalahan golongan darah yang
disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang mendapat tranfusi darah yang di
survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)

STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

0%

3. Angka kesalahan jenis darah


JUDUL
Angka kesalahan jenis darah
DIMENSI MUTU
Keamanan, efisiensi
TUJUAN
Tergambarnya kejadian kesalahan jenis darah tranfusi
DEFINISI
Angka kesalahan jenis darah adalah kejadian kesalahan
OPERASIONAL
pemesanan jenis darah tranfusi yang tidak sesuai
dengan program terapi yang diinstruksikan oleh dokter
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
3 bulan
NUMERATOR
Jumlah kejadian kesalahan jenis darah yang disurvey
dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah pasien yang mendapat tranfusi darah yang di
survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0%
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
4. Angka reaksi transfusi darah
JUDUL
Angka reaksi transfusi darah
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya manajemen risiko pada transfusi darah
DEFINISI
Angka reaksi transfusi darah adalah kejadian tidak
OPERASIONAL
diharapkan (KTD) yang terjadi akibat transfusi darah,
dalam bentuk reaksi alergi, infeksi akibat transfusi,
hemolisis akibat golongan darah tidak sesuai atau
gangguan sistem imun sebagai akibat pemberian
transfusi darah
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
3 bulan
NUMERATOR
Jumlah kejadian reaksi transfusi darah yang disurvey
dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah seluruh pasien yang mendapat tranfusi darah
yang di survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
0,01 %
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

5. Angka perbedaan hasil skrining


JUDUL
Angka perbedaan hasil skrining
DIMENSI MUTU
Keamanan

TUJUAN
DEFINISI
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR

Tergambarnya kejadian perbedaan hasil skrining


Angka perbedaan hasil skrining adalah
1 bulan
3 bulan
Jumlah kejadian perbedaan hasil skrining permintaan
ndarah yang disurvey dalam satu bulan
Jumlah seluruh pasien yang mendapat tranfusi darah
yang di survey dalam satu bulan

SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
6. efektifitas penggunaan darah
JUDUL
efektifitas penggunaan darah
DIMENSI MUTU
TUJUAN
DEFINISI
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
i. Pencegahan dan pengendalian infeksi, surveilans dan pelaporan
1. Infeksi Aliran Darah Primer (IADP)
JUDUL
Infeksi Aliran Darah Primer (IADP)
DIMENSI MUTU
TUJUAN
DEFINISI
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

2. Ventilator Associated Pneumonia (VAP)


JUDUL
Ventilator Associated Pneumonia (VAP)
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya pemakaian ventilator sesuai standar
prosedur sehingga mampu mengurangi risiko
pneumonia
DEFINISI
Ventilator Associated Pneumonia (VAP) adalah
OPERASIONAL
pneumonia yang terjadi akibat pemasangan ventilator
mekanik di rumah sakit
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
1 bulan
NUMERATOR
Jumlah kejadian Ventilator Associated Pneumonia
(VAP) yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah seluruh pasien yang menggunakan ventilator
mekanik yang di survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
1,5 %
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
3. Infeksi Luka Operasi (ILO)
JUDUL
Infeksi Luka Operasi (ILO)
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya pelaksanaan operasi dan perawatan
pasca operasi yang bersih sesuai standar
DEFINISI
Infeksi Luka Operasi (ILO) adalah adanya infeksi
OPERASIONAL
nosokomial pada semua kategori luka sayatan operasi
yang dilaksanakan di Rumah Sakit dan ditandai oleh
rasa panas (kalor), kemerahan (color), pengerasan
(tumor) dan keluarnya nanah (pus), dalam waktu lebih
dari 3 x 24 jam
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
1 bulan
NUMERATOR
Jumlah kejadian pasien yang mengalami Infeksi Luka
Operasi (ILO) yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah seluruh pasien yang dioperasi yang di survey
dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
1,5 %
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

4. Infeksi Saluran Kemih (ISK)


JUDUL
Infeksi Saluran Kemih (ISK)
DIMENSI MUTU
Keamanan

TUJUAN
DEFINISI
OPERASIONAL

FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

Tergambarnya data pencatatan dan pelaporan Infeksi


Saluran Kemih (ISK)
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah Kejadian infeksi
yang terjadi di sekitar uretra atau selang kateter dan
timbul setelah 3 x 24 jam dilakukan pemasangan
kateter di rumah sakit. Pada daerah uretra terjadi
iritasi, gatal gatal, rasa sakit atau panas, pus dan
urine berwarna merah atau keruh. Tidak termasuk pada
pasien dengan keadaan sudah terjadi infeksi pada
uretra sebelum opname dan penggunaan obat yang
mempengaruhi warna urine seperti OAT (Obat Anti
Tuberkulosis) dan Anti Arterosklerosis/Trombolitik.
1 bulan
1 bulan
Jumlah kejadian pasien yang mengalami Infeksi
Saluran Kemih (ISK) yang disurvey dalam satu bulan
Jumlah seluruh pasien yang dilakukan pemasangan
kateter di rumah sakit yang di survey dalam satu bulan
Survey
1,5 %

5. Angka Phlebitis
JUDUL
Angka Phlebitis
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tersedianya data pencatatan dan pelaporan kejadian
Phlebitis
DEFINISI
Angka Phlebitis adalah Kejadian infeksi yang terjadi di
OPERASIONAL
sekitar tusukan atau bekas jarum infus dan timbul
minimal 3 x 24 jam setelah pemasangan yang ditandai
dengan rasa panas, nyeri, pengerasan dan kemerahan
(kalor, dolor, tumor rubor dan functiolaesa) dengan
atau tanpa nanah (pus)
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
1 bulan
NUMERATOR
Jumlah kejadian Phlebitis yang disurvey dalam satu
bulan
DENOMINATOR
Jumlah seluruh pasien yang mendapat terapi
pemasangan infus intravena yang di survey dalam satu
bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
1,5 %
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC
6. HAP/ Hospital Acquired Pneumonia
JUDUL
HAP/ Hospital Acquired Pneumonia
DIMENSI MUTU
Keamanan

TUJUAN
DEFINISI
OPERASIONAL
FREKUENSI
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
NUMERATOR
DENOMINATOR
SUMBER DATA
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

Tersedianya data pencatatan dan pelaporan kejadian


HAP/ Hospital Acquired Pneumonia
HAP/ Hospital Acquired Pneumonia adalah pneumonia
yang terjadi selama pasien opname di rumah sakit
tanpa diagnosis pneumoni sebelumnya
1 bulan
1 bulan
Jumlah kejadian HAP/ Hospital Acquired Pneumonia
yang disurvey dalam satu bulan
Jumlah seluruh pasien yang opname tanpa diagnosis
pneumoni sebelumnya yang di survey dalam satu
bulan
Survey
1,5 %

7. IDO/ Infeksi Daerah Operasi Bersih


JUDUL
IDO/ Infeksi Daerah Operasi Bersih
DIMENSI MUTU
Keamanan
TUJUAN
Tergambarnya pelaksanaan operasi dan perawatan
pasca operasi yang bersih bersih sesuai standar
DEFINISI
IDO/ Infeksi Daerah Operasi Bersih adalah adanya
OPERASIONAL
infeksi nosokomial pada semua kategori luka sayatan
operasi bersih yang dilaksanakan di Rumah Sakit dan
ditandai oleh rasa panas (kalor), kemerahan (color),
pengerasan (tumor) dan keluarnya nanah (pus), dalam
waktu lebih dari 3 x 24 jam
FREKUENSI
1 bulan
PENGUMPULAN
DATA
PERIODE ANALISA
1 bulan
NUMERATOR
Jumlah kejadian pasien yang mengalami IDO/ Infeksi
Daerah Operasi Bersih yang disurvey dalam satu bulan
DENOMINATOR
Jumlah seluruh pasien yang dilakukan tindakan operasi
bersih yang di survey dalam satu bulan
SUMBER DATA
Survey
(inklusi & eksklusi)
STANDAR
1,5 %
PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

Anda mungkin juga menyukai