Anda di halaman 1dari 2

HASIL DAN PEMBAHASAN

Biomassa dari ikan karang seperti Acanthuridae dan Carangidae jumlahnya 3 kali lipat di
cagar alam karena dilindungi oleh penangkapan. Pengurangan penangkapan dapat
meningkatkan jumlah ikan karang, hal ini sesuai dengan hipotesis. Dengan adanya
konservasi dapat menambah jumlah ikan karang yang ada. Sebelum adanya konservasi
atau cagar alam, jumlah penangkapan ikan karang sangat meningkat (sesuai dengan
gambar 3a). Secara biologis, konservasi yang dilakukan pada tahun 1981-2001 maka pada
tahun 1986, 1992 dan 2000 hasil tangkapan di pulau Apo mengalami peningkatan sebesar
67-100%.

Manfaat konservasi di bidang perikanan yaitu dapat mengurangi jumlah penangkapan dan
meningkatkan biomassa dari Acanthuridae dan Carangidae. Karakter yang membedakan
antara wilayah konservasi atau wilayah larang ambil dan di wilayah luar atau sekitar daerah
konservasi yaitu pada jumlah, densitas ikan dan ukuran ikan. Jumlah ikan di wilayah
konservasi atau larang ambil lebih banyak daripada di wilayah luar konservasi. Dengan
adanya perbedaan tersebut maka akan mengalami spillover, dimana spillover itu ialah
melimpah keluar ikan-ikan target tangkapan dari daerah konservasi. Manfaat dari spillover
yaitu meningkatnya biomassa Acanthuridae dan Carangidae, hal ini terjadi setelah 8 tahun
pembentukan wilayah konservasi, meningkatkan hasil tangkapan di sekitar kawasan
konservasi. Dari kedua spesies tersebut maka spesies dari Acanthuridae yang lebih
mengalami spillover karena umumnya jaug lebih mobile dari Carangidae. Persentase
Acanthuridae dan Carangidae dalam perikanan tangkap meningkat dari 42,4% di tahun
1980/1981 di pulau Apo sedangkan rata-rata tertinggi diperoleh pada tahun 2000/2001
sebesar 73,5%.
Pada tahun 1986 terdapat larang an memancing disekitar pulau, menggunakan alat tangkap
roda gigi dan bahan peledak/racun. Adanya larangan tersebut membuat ekosistem dan
karang menjadi bagus. Dengan adanya wilayah konservasi tersebut maka akan menarik
pariwisata ke pulau ini sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi pada
masyarakat sekitar.
Manfaat konservasi atau larang ambil pada bidang perikanan yang dikembangkan di Pulau
Apo dapat mengurangi usaha penangkapan yang berlebihan sehingga dapat memelihara
jumlah tangkapan Acanthuridae dan Carangidae. Konservasi sumberdaya laut yang
dikembangkan di pulau Apo dapat meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik untuk
masyarakat nelayan lokal. Pulau Apo adalah model pengelolaan sumber daya laut yang

dapat membantu meringankan beberapa masalah yang paling mendesak dari penangkapan
ikan yang berlebihan dan hilangnya keanekaragaman hayati laut baik di negara berkembang
dan negara maju.