Anda di halaman 1dari 3

BAB 7

DESAIN EKSPERIMEN
Setelah mempelajari bab ini diharapkan dapat membedakan mengenai analisis causal
dan correlation, menjelaskan perbedaan dari eksperimen lab dan eksperimen lapangan,
mampu menjelaskan apa itu nuisance variables, manipulation, experimental and control
groups, treatment effect, matching, and randomization. Mampu menjelaskan validitas dari
internal maupun eksternal dalam desain ekperimental, mampu mengetahui tujuh kelemahan
dari internal validity dalam desain ekperimental, dapat mengungkapkan berbagai tipe dalam
desain ekperimental, dapat menjelaskan the Solomon four-group design dan implikasinya
terhadap validitas internal, dan yang terakhir yaitu dapat mengaplikasikan apa yang sudah
dipelajari.
Dalam rangka menguji pengaruh kausal dari variabel bebas
terhadap variabel terikat, diperlukan manipulasi tertentu. Manipulasi
secara sederhana berarti bahwa kita membuat tingkat yang berbeda pada
variabel bebas untuk menilai dampak pada variabel terikat.
MENGONTROL VARIABEL PENGGANGGU YANG MENCEMARI
Memadankan Kelompok
Satu

cara

untuk

mengontrol

variabel

"pengganggu"

(nuisance) atau yang mencemari adalah dengan memadankan atau


menjodohkan

(matching)

berbagai

kelompok

dengan

memilih

karakteristik yang mengacaukan dan secara sengaja menyebarkannya


ke semua kelompok.
Randomisasi
Cara

lain

untuk

mengontrol

variabel

pencemar

adalah

menempatkan 60 anggota secara acak (yaitu, tanpa penentuan


sebelumnya) ke dalam empat kelompok. Yaitu, setiap anggota akan
mempunyai peluang yang diketahui dan sama untuk ditempatkan pada
salah satu dari keempat kelompok tadi.
Proses randomisasi secara ideal akan memastikan bahwa tiap
kelompok

diperbandingkan

dengan

lainnya,

dan

bahwa

semua

variabel sebelumnya dikontrol. Dengan kata lain, tiap kelompok akan

mempunyai

sejumlah

anggota

yang

lebih

berpengalaman

yang

bercampur dengan mereka yang kurang atau tidak berpengalaman.


Semua kelompok akan mempunyai komposisi anggota yang usia dan
gendemya berbeda. Dengan demikian, randomisasi akan memastikan
bahwa jika variabel tersebut benar-benar mempunyai pengaruh yang
mencemari

atau

mengacaukan,

kita

telah

mengontrol

pengaruh

kekacauan tersebut (serta faktor lain yang tidak diketahui) dengan


mendistribusikannya di antara kelompok.
Hal ini dicapai karena jika kita memanipulasi variabel bebas upah
satuan dengan sama sekali tidak menerapkan sistem upah satuan bagi
satu kelompok (kontrol) dan memberikan upah satuan yang berbeda
bagi tiga kelompok lain (eksperimen), kita dapat menentukan pengaruh
kausal dari upah satuan terhadap tingkat produksi. Setiap kesalahan
atau bias yang disebabkan oleh usia, gender, dan pengalaman
sebelumnya kini didistribusikan secara sama di antara kelompok.