Anda di halaman 1dari 5

Eksplorasi Panasbumi 2016

GEOLOGI PANAS BUMI

Panas bumi merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan
relatif ramah terhadap lingkungan, terutama karena tidak menimbulkan efek
rumah kaca. Dalam buku Handbook of Geothermal Energy, Chilingar dkk
mendefinisikan energi panas bumi sebagai panas alami di dalam bumi yang
terperangkap dan tidak terhubungkan dengan permukaan sehingga bisa diekstraksi
secara ekonomi. Energi panas bumi dihasilkan dari ekstraksi panas yang
tersimpan di dalam bumi yang berasal dari transfer panas dari sumber magma.
Seperti diketahui bahwa thermal gradien (landaian suhu) pada kondisi
normal adalah sekitar 300C/km, tetapi pada lapangan panas bumi kenaikan
suhunya dapat melebihi landaian suhu pada kondisi normal. Aliran panas di dalam
bumi pada lapangan panas bumi rata-rata mencapai 1,5 x 10 -6 cal/cm2/detik dan
menghasilkan gradien geotermal sekitar 10C/50 m, sehingga pada kedalaman 1000
2000 m suhunya dapat mencapai 1500 3000C atau lima hingga sepuluh kali
dari kondisi normal.
Ada beberapa persyaratan mendasar pada suatu sistem panas bumi, yaitu :
1.

Sumber panas yang cukup besar

2.

Reservoar yang mengakumulasikan panas

3.

Penghalang/lapisan tudung (cap rock)

Untuk memperkirakan sumberdaya panas bumi dapat dilakukan dengan


didasarkan pada data-data geologi dan geofisika, seperti :
1.

Kedalaman, ketebalan dan penyebaran reservoar

2.

Properti dari formasi batuan

3.

Salinitas dan geokimia fluida reservoar

4.

Temperatur, porositas dan permeabilitas formasi batuan


Lapangan panas bumi ditemukan hampir di seluruh dunia dengan beragam

kondisi tatanan geologi. Daerah dengan aliran panas yang tinggi, dimana sistem
panas bumi temperatur tinggi berada biasanya berasosiasi dengan zona
vulkanisme dan daerah pembentukan pegunungan pada zona tumbukan lempeng.

Nama: Eriant Yosua Crishman Samosir


NIM: 111.130.109

Eksplorasi Panasbumi 2016

Masing-masing sistem panas bumi yang berbeda akan dicirikan oleh karakteristik
dan potensi yang berbeda pula, hal ini akan tercermin pada kondisi kimia fluida.
Komposisi kimia pada air dan gas di panas bumi mengandung informasi yang
penting mengenai hidrologi lapangan panas bumi dan kondisi di reservoar.
Energi panas bumi muncul ke permukaan melalui celah-celah di kerak
bumi yang relatif mengapung dan bergerak (setingkat pertumbuhan kuku
manusia) di atas lapisan bumi yang disebut mantel. Kerak bumi terbagi dari
beberapa lembaran besar, disebut lempeng tektonik. Bumi memiliki banyak
lempeng tektonik yang tersebar di seluruh dunia. Dan di mana lempeng-lempeng
itu bertemu (subduksi) di sana bisa terjadi aktivitas vulkanis dan kegempaan, yang
merupakan karaktersitik lokasi yang sering ditemukannya reservoir panas bumi.
Energi panas bumi juga dapat ditemukan di zona rifting. Zona ini identik dengan
pergerakan divergen lempeng tektonik. Contohnya termasuk East Africa rift di
Kenya dan Ethiopia, dan Rio Grande rift di New Mexico.

Gambar 1. Ring Of Fire yang merupakan jalur gunung api


Energi panas bumi dihasilkan dari batuan panas yang terbentuk beberapa
kilometer di bawah permukaan bumi yang memanaskan air di sekitarnya sehingga
akan menghasilkan sumber uap panas atau geiser. Sumber uap panas ini di bor.
Uap panas yang keluar dari pengeboran setelah disaring, digunakan untuk
menggerakkan generator sehingga menghasilkan energi listrik. Agar uap panas
selalu keluar dengan kecepatan tetap, air dingin harus dipompakan untuk
mendesak uap panas. Semburan uap panas dengan kecepatan tertentu akan

Nama: Eriant Yosua Crishman Samosir


NIM: 111.130.109

Eksplorasi Panasbumi 2016

menggerakkan turbin yang dihubungkan ke genertaor sehingga generator


menghasilkan energi listrik.

Gambar 2. Sistem Geologi Panasbumi


Energi panas bumi yang ada di Indonesia pada saat ini dapat dikelompokkan
menjadi:
1. Energi panas bumi "uap basah"
Pemanfaatan energi panas bumi yang ideal adalah bila panas bumi yang
keluar dari perut bumi berupa uap kering, sehingga dapat digunakan langsung
untuk menggerakkan turbin generator listrik. Namun uap kering yang demikian
ini jarang ditemukan termasuk di Indonesia dan pada umumnya uap yang keluar
berupa uap basah yang mengandung sejumlah air yang harus dipisahkan terlebih
dulu sebelum digunakan untuk menggerakkan turbin.
Uap basah yang keluar dari perut bumi pada mulanya berupa air panas
bertekanan tinggi yang pada saat menjelang permukaan bumi terpisah menjadi
kira-kira 20 % uap dan 80 % air. Atas dasar ini maka untuk dapat memanfaatkan
jenis uap basah ini diperlukan separator untuk memisahkan antara uap dan air.
Uap yang telah dipisahkan dari air diteruskan ke turbin untuk menggerakkan

Nama: Eriant Yosua Crishman Samosir


NIM: 111.130.109

Eksplorasi Panasbumi 2016

generator listrik, sedangkan airnya disuntikkan kembali ke dalam bumi untuk


menjaga keseimbangan air dalam tanah.
2. Energi panas bumi "air panas"
Air panas yang keluar dari perut bumi pada umumnya berupa air asin
panas yang disebut "brine" dan mengandung banyak mineral. Karena banyaknya
kandungan mineral ini, maka air panas tidak dapat digunakan langsung sebab
dapat menimbulkan penyumbatan pada pipa-pipa sistim pembangkit tenaga listrik.
Untuk dapat memanfaatkan energi panas bumi jenis ini, digunakan sistem biner
(dua buah sistem utama) yaitu wadah air panas sebagai sistem primemya dan
sistem sekundernya berupa alat penukar panas (heat exchanger) yang akan
menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin.
Energi panas bumi "uap panas" bersifat korosif, sehingga biaya awal
pemanfaatannya lebih besar dibandingkan dengan energi panas bumi jenis
lainnya. Skema pembangkitan tenaga listrik panas bumi "air panas" sistem biner
dapat dilihat pada
3. Energi panas bumi "batuan panas"
Energi panas bumi jenis ini berupa batuan panas yang ada dalam perut
bumi akibat berkontak dengan sumber panas bumi (magma). Energi panas bumi
ini harus diambil sendiri dengan cara menyuntikkan air ke dalam batuan panas
dan dibiarkan menjadi uap panas, kemudian diusahakan untuk dapat diambil
kembali sebagai uap panas untuk menggerakkan turbin. Sumber batuan panas
pada

umumnya

terletak

jauh di

dalam

perut

bumi,

sehingga

untuk

memanfaatkannya perlu teknik pengeboran khusus yang memerlukan biaya cukup


tinggi.

Nama: Eriant Yosua Crishman Samosir


NIM: 111.130.109

Eksplorasi Panasbumi 2016

Sumber Energi Panas Bumi


Energi panas-bumi (geothermal energy) adalah energi panas yang berasal
dari kedalaman bumi yang berada di bawah daratan antara 32-40 km dan di bawah
lautan antara 10-13 km.
Panas geotermal ini dijumpai dalam 3 kondisi alamiah:
(1) Steam (uap),
(2) Hot water (air panas), dan
(3) Dry rock (batuan panas).
Adapun

sumber

panas-bumi

dikelompokkan

menjadi

macam,

yaitu: hydrothermal, geopressured, dan petrothermal. Sistem hydrothermal terdiri


dari 2 macam yaitu vapor -dominated system dan liquid-dominated system.
Pergerakan lapisan bumi yang saling bertumbukan menyebabkan
terjadinya proses radioaktif di kedalaman lapisan bumi sehingga menyebabkan
terbentuknya magma dengan temperatur lebih dari 2000 C. Setiap tahun air hujan
serta lelehan salju meresap ke dalam lapisan bumi, dan tertampung di suatu
lapisan batuan yang telah terkena arus panas dan magma. Lapisan batuan itu
disebut dengan geothermal reservoir yang mempunyai kisaran temperatur antara
200 - 300 C. Siklus air yang setiap tahun berlangsung menyebabkan lapisan
batuan reservoir sebagai tempat penghasil energi panas bumi yang dapat terus
menerus diproduksi dalam jangka waktu yang sangat lama. Itulah sebabnya
mengapa panas bumi disebut sebagai energi terbarukan dan sumber energi panas
bumi tersebut berasal dari magma.
Prinsip kerja pembangkit listrik tenaga panas bumi adalah sebagai berikut:
air panas yang berasal dari sumur akan disalurkan ke separator, oleh separator air
dengan uap dipisah, kemudian uap akan digunakan untuk menggerakkan turbin.

Nama: Eriant Yosua Crishman Samosir


NIM: 111.130.109